Categories
Berbudaya

Soal Seks Penduduk Indonesia Masih Munafik – Melakukan Tetapi Tidak Ngaku


Usaha untuk memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi secara utuh masih mengalami banyak hambatan. Salah satunya terkait sikap dan perilaku masyarakat. “Tidak usahlah munafik,” ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Dr. dr. Sugiri Syarif ketika ditanya tentang usaha penyebaran pendidikan seks usai konferensi acara peringatan hari Kontrasepsi Sedunia di Hotel Grand Melia, Senin 26 September 2011.

Dia pun mengiyakan ketika disinggung tingginya minat masyarakat mencari informasi dan berita di media Internet tentang hal ini. Dia mengakui pendidikan seks belum bisa diterapkan secara terbuka. Sebagian masyarakat masih keberatan.

“Coba Anda memberi penjelasan secara terbuka, langsung diprotes. Hambatannya normatif,” ujar dia. Sugiri mengatakan jika masyarakat, terutama anak muda, tidak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi yang benar akan berpotensi meningkatkan seks bebas dan kehamilan yang tidak diinginkan. Lebih parah lagi akan meningkatkan angka aborsi dan kematian.

Agar tidak terlalu frontal, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional telah menjalankan program pendidikan reproduksi melalui jalur pendidikan. Mereka membentuk Pusat Konsultasi Remaja dan Mahasiswa. Saat ini tak kurang dari 4.900 pusat konsultasi telah terbentuk.

“Yang bicara dari kelompok mereka sendiri, agar mereka terhindar dari kehamilan yang tak diinginkan,” ujarnya. Selain dari kelompok remaja, mereka juga berusaha menembus penyebaran informasi ini melalui program bina keluarga. Para orang tua yang mempunyai anak remaja diberi pengetahuan untuk menginformasikan ke anak-anaknya

Categories
Terorisme

Kronologis Bom Bunuh Diri Yang Meledak Di Gereja Bethel Injil Kepunton Solo dan Menewaskan 1 Orang


Sebuah bom bunuh diri meledak di Gereja Bethel Injil Sepenuh yang berada di kawasan Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Satu orang tewas seketika, diduga pelaku bom bunuh diri. Petugas keamanan gereja, Suharto, menuturkan kejadian tersebut terjadi pada saat kebaktian selesai, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu para jemaat gereja sedang keluar dari gedung dan berada di halaman gereja.

“Pelaku membaur dengan jemaat gereja yang akan keluar,” katanya kepada Tempo saat dihubungi melalui telepon, Ahad 25 September 2011. Dia mengaku tidak sempat memperhatikan pelaku sebelumnya. Namun dia menduga bom tersebut disimpan di tubuh bagian depan. “Perutnya terurai,” kata Suharto. Akibat kejadian itu delapan jemaat dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Oen Kandangsapi, Solo. Sedangkan bangunan gereja tidak mengalami kerusakan berarti.

Pendeta di Gereja Nusukan Solo, Bambang Sriwijadi, yang sempat datang sebelum polisi memberi police line membenarkan ada ledakan bom di pintu masuk gereja Kepunton Solo, Ahad, 25 September 2011, sekitar pukul 11 siang tadi. Bom bunuh diri itu menewaskan satu orang yang diduga pelaku,”Wajah pelaku yang diduga pelaku bom bunuh diri masih utuh dan bisa dikenali,” kata Bambang. “Tapi dada ke bawah hancur.”

Menurut Bambang, karena wajahnya masih utuh, warga jemaat gereja langsung mengenali (korban tewas). “Dia bukan warga Kepunton,” ujarnya. Saat ini polisi sedang mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi. Korban tewas yang diduga pelaku masih tergeletak telentang memakai celana dan kemeja putih keabuan.

Tiga ambulans dari Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, RS Dr. Oen Kandang Sapi, dan RS Panti Waluyo dikirim ke lokasi kejadian. Pantauan Tempo, evakuasi sedang berlangsung. Sebanyak 15 korban luka berat sebelumnya dibawa ke Rumah Sakit Panti Waluyo. Karena keterbatasan peralatan, para korban dipindahkan ke RS Dr Oen Solo.

Suharto, petugas keamanan Gereja, menuturkan kejadian tersebut terjadi pada saat kebaktian selesai, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu para jemaat gereja sedang keluar dari gedung dan berada di halaman gereja. “Pelaku membaur dengan jemaat gereja yang akan keluar,” katanya kepada Tempo, Ahad 25 September 2011. Dia mengaku tidak sempat memperhatikan pelaku sebelumnya. Namun dia menduga bom tersebut disimpan di tubuh bagian depan. “Perutnya terurai,” kata Suharto.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengungkapkan korban tewas dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Inil Sepenuh Kepunton Solo sejauh ini ada dua orang. Satu di antaranya diduga pelaku bom dan tewas di lokasi kejadian. Satu lagi adalah jemaat dan meninggal dunia di rumah sakit.

“Seorang jemaat meninggal dunia di rumah sakit,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu 25 September 2011. Djoko Suyanto mengaku langsung berkomunikasi dengan Presiden Susilo Yudhoyono sepengetahuannya soal teror bom bunuh diri di gereja itu. Presiden pun langsung mengeluarkan perintah kepada polisi.

Berdasarkan penelusuran pihaknya, Djoko Suyanto menyatakan titik persis ledakan bom bunuh diri itu adalah di pintu masuk gedung gereja. “Aksi teror seperti ini inisiatifnya selalu ada di pelaku. Mereka selalu tahu peta di lapangan,” katanya.

Metode teror serupa juga terjadi di masjid Kepolisian Resort Cirebon, Jawa Barat. Upaya memutus jaringan dan pergerakan teroris semacam mereka itu tidak mudah dilakukan.

Dia menegaskan, “Masih ada orang-orang yang bertekad mengorbankan diri untuk kepentingan seperti ini. Dulu mereka memakai alat komunikasi yang bisa kita jejaki, tapi perkembangannya kemudian, mereka tidak lagi memakai alat komunikasi seperti itu dan hal ini juga menyulitkan kami,” katanya.

Seperti diketahui, sebuah bom bunuh diri meledak di Gereja Bethel di Jalan Raya Arif Rachman Hakim, Solo, sekitar pukul 11.00. Sementara ini korban tewas diketahui hanya satu orang, yang diduga pelaku bom bunuh diri. Adapun belasan korban luka-luka parah dibawa ke Rumah Sakit Dr. Oen Solo.

Pelaku bom bunuh diri di Gereja Kepunton, Kota Solo, sebelum beraksi, Minggu 25 September 2011, sempat masuk sebuah warung Internet (Warnet) “Solonet” tak jauh dari lokasi kejadian.

Sunu, Direktur Warnet “Solonet” di Jalan Arifin yang terletak sekitar 200 meter dari lokasi ledakan, mengatakan orang yang diduga pelaku bunuh diri itu sempat masuk ke kamar mandi di warnet setempat untuk ganti baju. “Sempat masuk kamar mandi lalu keluar sudah ganti baju,” katanya tanpa menyebutkan warna baju pelaku.

Pelaku, katanya, juga membuka komputer untuk akses Internet dua kali di salah satu bilik dengan menggunakan nama “Eko” dan “Oki”. Pelaku juga menitipkan tas ransel berwarna abu-abu yang antara lain berisi kitab suci, sarung, masker, tas telepon seluler, dan kain pengelap kacamata di warnet tersebut.

Nyonya Budi, penjaga SD Kepatihan Kota Surakarta, sekitar 200 meter dari gereja tempat kejadian bom bunuh diri itu, mengatakan pelaku juga sempat masuk halaman sekolah itu tapi keluar lagi meninggalkan tempat tersebut.

Seperti diketahui, sebuah bom bunuh diri meledak di Gereja Bethel di Jalan Raya Arif Rachman Hakim, Tegalrejo, Jebres, Solo, sekitar pukul 11.00. Sementara ini korban tewas diketahui hanya satu orang, yang diduga pelaku bom bunuh diri. Adapun belasan korban luka-luka parah dibawa ke Rumah Sakit Dr. Oen Solo.

Ledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh di kawasan Kepunton, Solo, Jawa Tengah, tak hanya menewaskan korban yang diduga pelaku peledakan, tapi juga melukai setidaknya 15 jemaat yang berada di halaman gereja. Tiga ambulans dari Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, RS Dr. Oen Kandang Sapi, dan RS Panti Waluyo dikirim ke lokasi kejadian. Pantauan Tempo, evakuasi sedang berlangsung.

Saat ini polisi sedang mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi. Korban tewas yang diduga pelaku masih tergeletak telentang memakai celana dan kemeja putih keabuan. Suharto, petugas keamanan Gereja, menuturkan kejadian tersebut terjadi pada saat kebaktian selesai, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu para jemaat gereja sedang keluar dari gedung dan berada di halaman gereja. “Pelaku membaur dengan jemaat gereja yang akan keluar,” katanya kepada Tempo, Ahad 25 September 2011.

Ledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Kepunton, Solo ternyata terdengar hingga satu kilometer. Eko, salah seorang warga Solo yang berada di Pasar Ledoksari, sekitar 1 kilometer arah timur dari lokasi kejadian, mengaku terkaget dengan bunyi ledakan itu. “Ledakannya cukup kuat, sehingga saya merapat ke lokasi,“ kata Eko yang ditemui Tempo di lokasi kejadian, Ahad 25 September 2011.

Polisi kini tengah menyisir dan mengamankan lokasi pengeboman. Pelaku bom bunuh diri yang tewas masih tergeletak di depan pintu masuk gereja itu dengan usus terburai. Dia tergeletak begitu saja di pintu utama gedung gereja dengan arah menghadap keluar.

Pelaku memakai kemeja putih keabuan dan berjaket warna krem. Tingginya sekitar 165 sentimeter.
“Warga Kepunton tak mengenali korban,” kata Bambang Sriwijadi, pendeta di Gereja Nusukan Solo, yang sempat datang sebelum polisi memberi garis polisi. Hingga saat ini belum diketahui identitas pelaku karena tanda pengenal yang berada di dompetnya masih diamankan pihak kepolisian. Para polisi sedang melakukan proses identifikasi di lokasi.

Seperti diketahui, bom bonuh diri meledak di depan pintu gerbang gereja sekitar 10.55 WIB. Saat itu gereja baru saja selesai menggelar kebaktian. Jemaat sebagian baru keluar dari gereja. “Kejadian pas bubaran gereja,” kata Erik, petugas keamanan gereja.

“Kami menduga dia bukan warga Gereja Kepunton karena kami tidak kenal,” kata Suharto, petugas keamanan gereja lainnya menambahkan. “Biasanya kalau jemaat gereja ini kami kenal semua.” Gereja itu tak jauh dari SPBU di kawasan Jebres menuju arah Kampus Universitas Negeri Sebelas Maret. Di sekitar gereja itu terletak deretan rumah-toko.

Identitas pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Solo masih misteri. Sebelum menjalankan aksinya, pelaku diduga sempat singgah di warung Internet tak jauh dari lokasi. Bahkan dia meninggalkan sebuah tas berisi ransel. Dia juga sempat membuka situs tentang MotoGP.

Menurut penjaga warnet, Rina Kristiningsih, pemuda tersebut masuk ke warnet pada pagi hari tadi. Setelah menggunakan Internet, pemuda yang diduga pelaku bom bunuh diri itu sempat pergi. “Lantas dia kembali lagi,” kata Rina, Ahad, 25 September 2011

Pada saat akan pergi untuk kedua kalinya, pemuda tersebut menitipkan sebuah tas. Rina sempat mengajaknya bercanda. “Jangan-jangan isinya bom, Mas,” kata Rina mengulangi gurauannya saat itu. Tidak disangka, raut muka pemuda itu segera berubah dan cepat-cepat pergi meninggalkan warnet tersebut.

Beberapa saat kemudian, Rina mendengar kabar bahwa gereja yang ada di dekat warnetnya dibom. “Pemuda yang titip tas itu juga tidak muncul hingga sore hari,” kata Rina. Dia menduga, pria itulah pelaku bom bunuh diri tersebut.

Dalam rekaman penggunaan Internet, pemuda tersebut sempat membuka puluhan tulisan tentang jihad. Dia membuka tulisan tersebut melalui satu mesin pencari dan dua website. Selain itu, dia juga sempat membuka situs tentang balap motor.

Tas yang dititipkan ke penjaga warnet tersebut sempat diamankan polisi. Namun polisi mengembalikan lagi tas tersebut ke tempat semula. Menurut sumber kepolisian, mereka tidak menemukan benda yang berbahaya dalam tas tersebut. Mereka juga belum yakin sepenuhnya bahwa tas tersebut milik pelaku bom bunuh diri.

Categories
Taat Hukum Transportasi

Tip dan Trik Menghindari Tilang Dari Brigadir Satu Eka Frestya


Anggota National Traffic Management Center Kepolisian Republik Indonesia Ajun Komisaris Polisi Kristanto Yoga meminta masyarakat jangan berdamai di tempat jika kena tilang.

“Slogan damai itu indah, saya setuju. Tapi jangan jadi kebiasaan dan dibudidayakan,” ujar dia dalam diskusi di Festival Sosial Media, Jumat, 23 September 2011.

Bagi yang memang terkena tilang, Kristanto memberikan sejumlah tip. “Pilihlah slip tilang berwarna merah dan jalani sidang,” ujar dia. Pelaku pelanggar lalu lintas yang tertangkap polisi memang mendapat tawaran untuk dua slip, yaitu merah dan biru.

Kalau menerima slip warna merah, kata Kristanto, artinya mengakui kesalahan dan siap disidang. Karena sudah mengaku salah, maka denda yang diberikan tergantung keputusan hakim. Tapi, ia melanjutkan, kalau memilih slip biru berarti menyangkal pelanggaran. Pemilik kendaraan bermotor harus membayar denda ke bank yang ditunjuk dengan jumlah denda maksimal.

Kepala NTMC Polri Komisaris Polisi Pramono Jati mengemukakan kalau surat berkendara sudah lengkap, tak perlu takut jika berhadapan dengan polisi lalu lintas. Ia tak menampik kalau ada oknum polisi yang memanfaatkan pelanggaran lalu lintas.

“Catat nama dan pangkatnya, lapor ke kami di call center 500669,” kata dia dalam kesempatan yang sama. Bisa juga mengirim pesan pendek ke 9119.

Nah, polisi wanita yang cantik, Brigadir Satu Eka Frestya, pun memberikan pesan jika bertemu polisi lalu lintas. “Anda akan diberi tahu kesalahannya apa dan punya hak untuk tanya,” kata dia. Tanya pula pasal apa yang dilanggar ketika ditilang.

Kalau memang melanggar, Briptu Eka meminta untuk menjalani prosedur hukum. “Ayo, sama-sama sadar hukum, polisi ada yang macem-macem, ada juga yang enggak,” pesan perempuan 23 tahun ini.

Categories
Transportasi

Anak Anggota DPR Kecelakaan di Tol Angker Purbaleunyi, Tol Purbaleunyi Perlu Dianalisis


Dua anak Bahrudin Nasori, anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa, bersama sopir dan pengasuh anak mengalami kecelakaan di Kilometer 100+300 Tol Purbaleunyi, Sabtu (24/9/2011) pagi. Dua diantara mereka luka parah.

Para korban dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Etaham Purwakarta, Jawa Barat. Kedua korban luka, yakni sopir Herdi alias Doni dan Holimatus Sa’adah (Holi). Sementara Hali, kembaran Holi, dan pengasuhnya, Ai Samroh, selamat.

Menurut petugas Patroli Jalan Raya, rombongan tersebut menabrak truk pasir di jalur menuju Jakarta di daerah perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Purwakarta.

Berulangnya kecelakaan lalu lintas di Kilometer 93+100 Jalan Tol Purbaleunyi di wilayah Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (7/9) pagi, mendorong sejumlah pihak untuk mewaspadai dan menganalisis konstruksi sejumlah titik rawan di jalan tol tersebut.

Reaksi itu muncul setelah Rabu pukul 04.45 terjadi kecelakaan yang mengakibatkan 6 orang tewas dan 12 orang mengalami luka-luka setelah minibus travel berisi 18 orang menabrak truk di Kilometer (Km) 93+100 saat para penumpang lelap tertidur. Lokasi kecelakaan berjarak sekitar 3 km dari lokasi kecelakaan yang menimpa keluarga artis Saipul Jamil, Sabtu pekan lalu.

Sabtu lalu, kecelakaan tunggal terjadi di Km 96, menimpa mobil Toyota Avanza yang dikemudikan artis Saipul Jamil dan menimbulkan korban meninggal dunia, yaitu istri Saipul, Virgina Anggraeni (23).

Polisi masih menyelidiki penyebab kejadian, tetapi sopir Sigit Aris Sugito (33) mengaku mengantuk dan terkejut saat ada truk melaju pelan di depannya. Minibus biru bernomor B 2013 YX dan bertuliskan ”PT Citra Eksekutifindo Tour & Travel” itu ringsek di bagian kiri. Kaca, bangku, dan kap sisi kiri hancur dan tergulung akibat benturan keras, sementara tiga baris bangku di depan bergeser dari posisi semula.

Keenam korban meninggal adalah penduduk Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang hendak kembali ke Jakarta setelah libur Lebaran. Sebagian di antaranya mengaku baru pertama kali berangkat ke Jakarta, mengikuti saudara atau teman satu kampung mengadu nasib di Ibu Kota.

Keenam korban tewas itu adalah Dalman Hasan (53), warga Desa Banioro; Mutoharoh (19), warga Desa Sembada; Novi Anjani (23) dan Ny Atun (33), warga Desa Tlepok; Suminten (30), warga Desa Langse; dan Sunaryo Gatot (48), warga Jakarta Selatan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Purwakarta Ajun Komisaris Sudewo mengatakan, polisi belum menemukan identitas truk yang ditabrak dari belakang karena truk kabur setelah kejadian.

Detail kerawanan

Kepala Divisi Pengemudi Travel City Trans Ananta Nur di Bandung, Jawa Barat, mengemukakan, Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang)—yang di dalamnya meliputi ruas Jalan Tol Purbaleunyi—memiliki 5 titik rawan kecelakaan dan 7 titik rawan ambles. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan pengemudi dan kendaraan di satu sisi. Di sisi lain, perlu perbaikan infrastruktur jalan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas di jalan tol yang menghubungkan Jakarta-Bandung tersebut.

Pernyataan Ananta Nur merupakan kajian rutin setiap bulan perusahaan transportasi umum Bandung-Jakarta PP itu terkait dengan tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas di Tol Cipularang. Kajian internal itu selalu diberikan kepada para pengemudi City Trans sebagai bahan pelatihan per enam bulan. ”Dari kajian kami, potensi utama kecelakaannya di Km 92 sampai Km 104,” kata Ananta.

Menurut Ananta, titik rawan berada di Km 92-Km 93, dari Jakarta menuju Bandung. ”Di sana terdapat dua tikungan tajam dengan sudut sekitar 80 derajat selepas jalan menurun dengan kecuraman sekitar 20 derajat. Pengemudi yang tidak berpengalaman biasanya kesulitan mengemudikan kendaraan saat hendak melewati tikungan itu. Titik rawan lain adalah di Km 95 yang lurus dengan panjang sekitar 2 km. Di titik ini, pengemudi biasanya mudah mengantuk akibat jenuh melintasi jalan lurus.

Selanjutnya, Ananta mengatakan, Km 96-Km 97 adalah rute paling rawan. Dalam empat hari terakhir, tujuh orang meninggal dunia. Satu korban tewas terjadi pada 3 September 2011 dan enam orang tewas pada 7 Agustus 2011.

Menurut Ananta, titik ini sangat rawan karena kontur jalan menurun dengan kecuraman sekitar 20 derajat dilanjutkan dengan tikungan tajam 70-80 derajat. Meski tidak terlalu curam, rute ini sangat berbahaya apabila kendaraan melaju dengan kecepatan di atas 100 km per jam. Pengemudi berpotensi kehilangan kendali kemudi saat hendak melewati tikungan.

Tingginya tingkat kerawanan di Km 96-Km 97 juga dibenarkan Didin Saprudin (35), pengemudi Travel Cipaganti jurusan Bandung-Jakarta. Faktor kerawanan lain di rute itu adalah jalan yang juga bergelombang. Hal ini kerap memberi efek buruk bagi mobil dengan kondisi tidak prima.

Titik rawan lain adalah Km 103-Km 101. Di jalan lurus sepanjang 2 km ini, banyak kendaraan kehilangan keseimbangan saat melintasi Km 100. Penyebabnya adalah sambungan jembatan yang lebih rendah ketimbang jalan utama. Sambungan itu juga memicu genangan air saat musim hujan. Akibatnya, tidak sedikit mobil yang mengalami selip ban saat melintasi rute itu.

”Titik rawan terakhir adalah Km 104. Jalan ini juga berupa tikungan tajam sekitar 80 derajat. Rute ini bisa jadi fatal dan memicu kecelakaan. Beberapa kali saya melihat secara langsung banyak mobil selip ban dan sulit mengendalikan kendaraan saat melintas di sana,” kata Didin.

Pakar transportasi dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Ofyar Z Tamin, mengingatkan, tidak seharusnya menuduh Tol Cipularang tidak layak pakai. Potensi kecelakaan bisa dicegah apabila pengemudi berhati-hati dan mempersiapkan kondisi kendaraan dengan baik.

Menurut Ofyar, kecelakaan lalu lintas di jalan tol dipicu antara lain kendaraan dipacu terlalu kencang, kondisi kendaraan tidak prima, dan perlunya perbaikan infrastruktur jalan.

Tetap aman

Kepala Humas PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Iwan Mulyawan mengemukakan, ruas Purbaleunyi secara keseluruhan aman dilalui, termasuk Km 88-Km 100 yang memiliki karakteristik tanjakan dan turunan landai. Ruas itu juga telah dilengkapi penerangan dan rambu sesuai dengan kondisi lokasi, seperti tanjakan, turunan, serta imbauan waspada angin samping dan kabut. Di antara Km 91 dan Km 93 bahkan telah ditambahkan 30 tiang penerang dengan daya masing-masing 1.000 watt sehingga jalan terang pada malam hari.

Iwan Mulyawan menambahkan, lebih dari 90 persen kecelakaan terjadi karena faktor pengemudi dan kondisi kendaraan. Beberapa penyebab di antaranya pecah ban, sopir mengantuk, dan kurang antisipasi.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans S Sunito mengatakan, Jalan Tol Cipularang telah dibangun dengan standar internasional. Dengan demikian, keselamatan berkendara di tol itu sebenarnya telah dipastikan. Keselamatan berkendara tinggal tergantung dari kemampuan pengemudi.

”Dalam pembangunan tol itu, kami juga telah memenuhi ketentuan-ketentuan konstruksi yang digariskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Sengaja dibuat tikungan dan kelokan memang supaya jalan tol itu tidak terlalu curam sehingga dapat didaki,” kata Frans.

Terkait dengan kecelakaan di Km 93 Tol Cipularang, Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk Okke Merlina menampik bahwa kecelakaan disebabkan oleh tidak beresnya konstruksi jalan di Cipularang. Okke juga mempersilakan siapa pun untuk melihat rambu peringatan di ruas tol itu.

Categories
Kriminalitas

Kronologis Pesta Shabu dan Ekstasi Di Hotel Fashion Yang Menewaskan 3 Orang


KENIKMATAN semu yang sempat didapat satu pria dan tiga wanita usai mengonsumsi sabu-sabu dicampur ekstasi berakibat fatal. Tiga di antaranya tewas dan seorang lainnya sekarat. Dua korban tewas ditemukan dalam mobil Nissan Terrano yang diparkir di areal Hotel Fashion. Seorang lagi tewas dan seorang lainnya sekarat di kamar hotel yang berlokasi di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, itu.

Kedua korban yang tewas di dalam mobil Nissan Terrano B 8721 ZK itu adalah wanita bernama Sefti Handayani (20), warga Kemiri Muka RT/RW 03/07, Beji, Depok; dan Reva (21), warga Bogor yang kos di Tebet, Jakarta Selatan. Sedangkan yang tewas di kamar hotel adalah pria bernama Abi Abdurrahman Ahmad (41), warga Jalan Utan Kayu Utara III D/3 RT/RW 28/01 Pulo Gadung, Jakarta Timur, sekaligus pemilik Nissan Terrano yang ketika ditemukan masih dalam keadaan menyala. Korban yang ditemukan sekarat bersama Abi dan diduga teman kencannya bernama Monica Anandra Riyani (21), warga Cilincing RT/RW 02/07, Jakarta Utara.

Saat ditemukan, Abi dan Monica dalam keadaan setengah telanjang. Monica yang masih berstatus mahasiswa itu ditemukan dalam kondisi sekarat dengan mulut penuh busa. Kini perempuan itu masih dirawat secara intensif di RS Husada. Sedangkan jenazah tiga korban yang tewas sudah dievakuasi ke kamar jenazah RSCM.

Menurut Kapolrestro Jakarta Pusat Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol, Abi dan Monica ditemukan di depan kamar mandi Kamar 320 Hotel Fashion. Di kamar itu juga ditemukan bong, alat isap sabu dan ekatasi. Sejauh ini, polisi menduga ketiga korban itu tewas karena overdosis mengonsumsi sabu-sabu dan ekstasi yang di dunia malam dikenal dengan sebutan mix.

Kapolres menjelaskan, korban yang pertama ditemukan adalah yang tergeletak dalam mobil. Jenazah kedua wanita yang ditemukan dengan mulut berbusa ini ditemukan sekitar pukul 11.00 oleh seorang staf hotel bagian taman. “Staf itu curiga, lantaran mobil terus menyala. Padahal, mobil itu sudah parkir sejak subuh,” ujar Yoyol.

Karena kaget, terang Kapolres, staf itu menghubungi petugas sekuriti dan petugas hotel. Dari situlah, petugas sekuriti mengetahu bahwa kedua wanita itu datang bersama dua temannya yang check-in di hotel sekitar pukul 05.00. Saat dilakukan pemeriksaan ke kamar yang belakangan diketahui disewa Abi dan Monica, petugas menemukan pasangan itu dalam kondisi tergeletak. Setelah dicek, ternyata Abi sudah tewas, sedangkan Monica dalam kondisi sekarat.

Hingga Rabu malam, tak seorang pun kerabat atau kenalan Monica yang datang ke RS Husada. Wanita berambut panjang dan memiliki tato temporer bermotif bunga di punggung tangan kirinya itu masih terbaring tak sadarkan diri dengan infus melekat di tubuhnya. Matanya tampak basah dan di lengan kirinya dipasangi alat pengukur tekanan darah.

Suster Wardiah, yang merawat korban, mengatakan, kondisi Monica belum stabil dan tak diketahui kapan akan sadar. Ketidakstabilan gadis berparas cantik itu, jelasnya, terlihat dari tekanan darahnya yang belum juga meningkat sejak masuk ke ICU sekitar pukul 14.30. “Sampai sekarang, tekanan darahnya itu masih 98/60. Belum naik itu dari tadi,” ujar Wardiah yang ditemui di ruang ICU.

Dokter forensik RSCM Abdul Mun’im Idris mengatakan, korban Abu meninggal lantaran overdosis sabu. Sementara dua korban tewas lainnya yang ditemukan dalam mobil, lanjut Idris, selain akibat terkontaminasi sabu, Mun’im juga menemukan bercak-bercak merah di kulit keduanya. “Kalau bercak-bercak seperti itu, berarti korban tewas akibat sempat mengisap karbonmonoksida (Co) sebelum tewas,” ujar Mun’im.

Sementara itu, pengelola Hotel Fashion hingga kini belum bersedia memberikan keterangan. Seorang pegawai front office hotel yang enggan disebutkan namanya membenarkan ada korban yang ditemukan tewas di kamar hotel lantai 3. “Makanya, sekarang kamar itu masih diberi garis polisi. Belum ada yang boleh kesana,” ujarnya.

Menurut pegawai itu, kamar yang disewa korban ukuran standar dan paling murah, yakni Rp 220.000 per malam. Tarif termahal di hotel yang memiliki 55 kamar itu Rp 700.000. Sejumlah sumber lain mengatakan, Hotel Fashion kerap dipakai sebagai tempat beristirahat bagi para pengunjung yang kecapekan setelah berdugem di tempat hiburan malam

Ruang Intensive Care Unit (ICU) tempat Monica Ananda Riyani (21), kini dijaga aparat kepolisian berbaju bebas.
Monica adalah korban selamat dalam peristiwa over dosis (OD) shabu dan inex di hotel Fashion pada Rabu (21/9) yang menewaskan tiga orang, yakni Abi Aburrahman (41), Sefti Handayani, dan Yuni Nilamsari.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Polisi Firman mengatakan, pihaknya menyiagakan seorang anggota reskrim dari Polsek Sawah Besar. Menurut Firman, usai sadar, Monica akan diperiksa.

Saat ditanya kemungkinan Monica akan terkena pasal pidana, Firman mengiyakan hal itu. “Ya, itu mungkin saja,” ujar Firman yang ditemui di RS Husada, kemarin sore. Dalam penjagaan itu Monica tidak diborgol. “Kondisinya seperti itu, untuk apa diborgol,” lanjut Firman.

Sementara itu, menurut keterangan beberapa staf ICU, kondisi Monica belum sadar betul. Namun, matanya sudah bisa membuka, tetapi belum bisa bicara

Monica (21), sudah dipindahkan dari ruang Intensive Care Unit (ICU) ke ruang Melati di RS Husada, Jumat (23/9) malam.

Perempuan, yang selamat dalam peristiwa pesta shabu di Hotel Fashion yang menewasnya tiga orang akibat itu, dipindahkan pukul 19.00.
Sejumlah petugas polisi, mengatakan bahwa kondisi Monica sudah lebih baik dan sudah bisa bicara. Menurut polisi lagi, Monica pun sempat menangis saat bertemu ibunya. “Matanya sudah bisa membuka, tapi masih agak berat sepertinya,” ujar polisi kepada Warta Kota.

Di paviliun Melati penjagaan cukup ketat. Setiap penjenguk ditanyai detaÍl ke ruang mana akan menjenguk. Apabila tidak tahu nomor ruangannya maka satpam akan ikut mengantar. Sementara itu, khusus Monica, security mengharuskan penjenguk datang bersama pihak keluarga.
Seorang security, Nani, mengatakan, pihak keluarga tampaknya belum mengizinkan Monica dijenguk siapapun. “Tadi ada temannya yang datang lima orang juga tidak boleh masuk,” ujar Nani.

Pantauan warta kota, sekitar pukul 21.30, tiga petugas Polsek Sawahbesar tampak berjaga di depan paviliun. Sementara itu ibunda Monica tidak berada di ruang Melati, tetapi berada di lantai bawah rumah sakit. Selain itu, Nani mengatakan bahwa petugas polisi selalu standby di depan ruangan Monica.

Categories
Taat Hukum

Tersihir Kecantikan Polwan Brigadir Satu Eka Frestya, Ribuan Pria Antri Foto Bareng


Ada yang menarik usai presentasi National Traffic Management Center Kepolisian Republik Indonesia di Festival Sosial Media, Jumat, 23 September 2011. Belasan pria mengantre untuk foto bareng Brigadir Satu Eka Frestya.

Brigadir Satu Eka Frestya bersama Ajun Komisaris Kristanto Yoga dan Komisaris Purnomo Jati menjadi pembicara dalam diskusi di lantai 3 mal FX. Tapi tampaknya sepanjang sesi diskusi, perhatian pengunjung fokus ke polisi wanita yang acap menjadi pembawa acara lalu lintas di stasiun televisi swasta itu.

Banyak yang mengambil gambar ketika Eka berbicara, lalu mem-posting-nya di jejaring sosial Twitter. Buktinya, terlihat setelah diskusi. Kicauan pengunjung yang ditampilkan di layar putih berisi foto dengan fokus Eka.

Pesona Eka ini disadari rekannya, Kristanto. Ketika sesi tanya-jawab, Kristanto berujar, “Apa Briptu Eka saja yang jawab?” Lontaran pertanyaan itu disambut tepuk tangan dan siulan riuh pengunjung.

Eka yang ditemui usai diskusi menuturkan tak merasa terganggu dengan perhatian tersebut. “Sepanjang tidak mengganggu tugas, tidak apa-apa,” kata perempuan berambut pendek ini.

Ia pun tak merasa terkena star syndrome atau hujan perhatian yang datang mendadak. “Enggak juga, saya jadi diri sendiri, tugas saya adalah sebagai polisi,” ujar Eka.

Categories
Lain Lain

Hantu Wanita Berkerudung Sering Muncul Tol Cipularang


Keangkeran Tol Cipularang kini jadi omongan, setelah mobil Avanza yang dikendarai Saipul Jamil mengalami kecelakaan dan menewaskan Virginia Anggraeni, pada 3 September 2011 lalu. Aroma mistis makin merebak dengan beredarnya foto penampakan wanita berkerudung di bagian tengah mobil bernomor polisi B 1843 UFU itu.

Foto wanita misterius tersebut seperti hendak menambah suasana mistis yang melingkupi Tol Cipularang, terutama di KM 97, yang memang kerap terjadi kecelakaan dan merenggut nyawa. Banyak cerita yang beredar di kalangan masyarakat bahwa jalan tol yang membelah Gunung Hejo itu sangat angker.

Andhika, personel band The Titan mengaku, pernah punya pengalaman seram ketika melintas di jalan Tol Cipularang KM 97, tempat tewasnya istri Saipul Jamil. “Waktu itu aku bersama istri mau balik ke Bandung. Nah, saat itulah aku melihat ada bayangan hitam di atas billboard,” tambahnya.

Andhika kaget, tetapi dia tetap konsentrasi mengemudi sehingga terhindar dari kecelakaan. Beruntung peristiwa mistis itu hanya sekali dialaminya. “Meski pernah mengalami kejadian itu, aku nggak khawatir jika lewat Tol Cipularang,” ujarnya.

WANITA BERKERUDUNG
Peristiwa mistis pernah pula dialami Veeren Dona. Artis yang ngetop di tahun 90-an ini, sering mondar-mandir Bandung – Jakarta untuk urusan syuting. Suatu malam di tahun 2009, sepulang syuting dari Bandung, mobil sedan yang dikemudikannya tiba-tiba bergoyang hebat terkena hempasan angin yang begitu besar. Belum lagi hilang kekagetannya, tiba-tiba dari arah belakang sebuah mobil menyalakan lampu dim berkali-kali, meminta jalan.

Hanya dalam hitungan detik truk itu menghilang dari pandangannya. Tetapi, lagi-lagi Veeren dibuat terkejut. “Di kejauhan sana, aku seperti melihat sosok wanita berkerudung hendak menyeberang jalan,” katanya.

Dia merasa aneh, di tengah malam, dan di jalan tol yang sepi, ada wanita sendirian di pinggir jalan. “Untungnya aku ingat pesan guru ngajiku, kalau mengalami kejadian aneh lebih baik berhenti dan istighfar. Maka, aku langsung menghentikan mobil di pinggir tol. Aku istighfar berkali-kali dan sosok misterius itu pun hilang,” tambahnya.

TEMPAT PERTAPAAN
Penampakan wanita berkerudung di Tol Cipularang KM 97 pernah pula dilihat oleh Fahrudin, warga Cilandak, Jakarta Selatan. Lelaki yang berprofesi sebagai sopir ini, setiap bulan Puasa, terutama seminggu jelang Lebaran, selalu kebanjiran job mengantar pembantu-pembantu yang mudik ke Bandung.

Kejadian pada bulan puasa tahun 2010 lalu. Dia mengantar delapan wanita pembantu. “Dalam perjalanan mereka selalu menasehati agar aku berhati-hati dan perbanyak Istighfar. Menurut mereka jalur itu angker. jalan Tol Cipularang itu dibuat dengan membabat hutan dan gunung. Kata mereka di salah satu kawasan hutan yang digusur itu terdapat sebuah tempat pertapaan, tempat mencari wangsit dan pesugihan,” tutur lelaki berpostur tinggi itu.

Memasuki KM 90, tiba-tiba dari belakang ada mobil yang menyalakan lampu dim berkali-kali. Fahrudin pun pindah ke jalur kiri. Tetapi, tak ada satu mobil pun yang melewatinya. Penasaran dia melihat ke belakang melalui kaca spion. Tiba-tiba Fahrudin dikejutkan oleh teriakan para penumpangnya.

“Aku melihat ke depan. Nggak ada apa-apa. Sepi. Tapi ketika aku menoleh ke belakang, aku lihat wajah mereka pucat, seperti orang yang ketakutan,” terangnya.

Mereka mengaku melihat seorang wanita berkerudung menyebarang jalan dengan langkah yang sangat cepat seperti terbang.
Lalu, siapa wanita berkerudung itu? “Kata mereka sih hantu itu jelmaan wanita korban tabrakan. Benar apa nggak, Wallahu’alam Bishawab!” katanya. “Makanya aku merasa aneh saja ketika muncul berita ada penampakan di mobil Saipul Jamil. Tapi, mudah-mudahan penampakan itu nggak benar,” paparnya.

ZONA TENGKORAK
Lokasi kecelakaan Saipul Jamil memang terkenal rawan kecelakaan. Ruas Tol Cipularang KM 97 itu dikenal sebagai zona tengkorak. Tapi, mengapa lokasi itu rawan kecelakaan?

“Biasanya, di jalan tol itu jarang belokan atau tikungan. Tapi di KM itu bukan hanya belokan melainkan juga turunan,” kata Kapolres Purwakarta Ajun Komisaris besar Polisi Bahtiar Ujang.

Menurut Bahtiar, lokasi yang sangat berbahaya itu akan berujung maut bila pengemudi mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi. Di lokasi itu, kata dia, batas batas maksimum kecepatan kendaraan mencapai 100 kilometer per jam.

BIAS SINAR
Sementara itu, Samsul, manajer yang juga kakak Saipul Jamil, tak mau ambil pusing pendapat masyarakat tentang foto penampakan wanita berkerudung di bagian tengah mobil bernomor polisi B 1843 UFU yang mengalami kecelakaan di Tol Cipularang.

“Fotonya kan memang beredar, yang katanya ada penampakan di mobilnya. Ya, biarin sajalah kalau pada mau manjangin ceritanya. Padahal, kalau diterusin ceritanya nanti jadinya malah kayak mistis. Seram banget,” ujar Samsul.
Meskipun banyak orang yang percaya kalau penampakan itu merupakan bayangan hantu, namun pakar telematika Roy Suryo membantahnya. Menurutnya foto yang dianalisis harus foto resolusi tinggi.

Menurut Roy, dalam foto Low-Res memang seolah-olah muncul bayangan hantu. Tetapi kalau dilihat jelas dalam foto Hi-Res, tampak sekali itu hanya refleksi. “Itu hanya refleksi atau bias sinar dari kaca film yang koyak di kaca depan kiri yang memantulkan jok kanan depan dan benda-benda lain sekitarnya,” terangnya.

Di tempat berbeda, Ketua Pengurus Besar Aljam`iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), Drs.H. Masyhuril Khamis SH, mengingatkan umat Islam menyikapi hal itu dengan dasar keimanan. Jangan mudah percaya apalagi sampai menjadi musyrik. Karena itu, pengendara kendaraan, khususnya yang muslim dianjurkan berdoa sebelum berangkat dan banyak istighfar di jalan. “Jangan percaya tahyul,” kata Masyhuril Khamis,

Categories
Pencinta Lingkungan

Sebagian Jakarta Akan Mengalami Hujan Ringan Hari Ini


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan wilayah Jakarta Timur dan Selatan akan dibasahi hujan dengan intensitas ringan selepas siang, Jumat, 23 September 2011.

Suhu udara berkisar antara 24 sampai 37 derajat Celsius dengan kelembaban antara 59 sampai 96 persen.

Hujan ringan di siang hari pun berpotensi terjadi di Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sementara itu, di Bogor, hujan pada siang hari diprediksi berlanjut hingga malam.

Sebagian kota besar di Pulau Jawa, seperti Bandung dan Serang, juga akan dilanda hujan ringan, sedangkan Semarang dan Yogyakarta diprediksi berawan. Di Surabaya, langit cerah berawan.

BMKG memprediksi sejumlah kota besar di Sumatera juga akan dirundung hujan, seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Batam, Padang, dan Jambi, kecuali, Lampung dan Bengkulu akan berawan.

Hujan juga akan melanda sebagian besar wilayah di Kalimantan dan Indonesia bagian timur, khususnya Papua.

Categories
Transportasi

Bus Layang Akan Diperkenalkan di Indonesia Sebagai Pengganti Busway


Keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperbaiki sistem transportasi dengan menggunakan sarana transportasi massal ditangkap konsorsium sarana transportasi untuk mengenalkan bus layang. Bus layang ini telah dipakai di beberapa kota di China. Tahun depan, bus layang juga akan beroperasi di Brasil, Amerika Serikat, Inggris, Italia, dan beberapa kota di Spanyol.

Menurut Jopie Widjaja, Presiden PT Infiniti Wahana, yang menjadi salah satu anggota konsorsium, bus layang memiliki sejumlah kelebihan dibanding moda angkutan massal lainnya.

“Investasi untuk bus ini jauh lebih murah, tidak mengambil jalur jalan, dan pembangunannya cepat,” kata Jopie yang menggandeng PT Zebra Nusantara dan Shenzen Hashi Future Parking Equipment Co.

Konsep bus layang berbeda dengan konsep yang akan digarap DKI Jakarta, yaitu mengganti monorel dengan busway. Bentuk bus layang mirip kereta dengan empat gerbong. Bentuknya juga mirip bus tingkat, tetapi jauh lebih besar dan lebar karena mobil-mobil lain bisa melaju di bawah bus layang.

Ini bisa terjadi karena bus tersebut memiliki dua kaki di kiri-kanannya yang berjalan di atas rel. Rel ini bisa diletakkan di tepi median jalan dan separator sehingga ada ruang bagi kendaraan lain untuk melintas di kolong bus layang. Menurut Jopie, investasi yang dibutuhkan bus layang hanya 15 juta dollar AS setiap kilometernya.

Sementara itu, subway membutuhkan 100 juta dollar AS per km, dan monorel 50 juta dollar AS per km. Selain itu, masa konstruksi bus layang hanya satu tahun, sementara subway enam tahun, dan monorel tiga tahun. “Biaya operasinya juga lebih murah dan sangat ekonomis. Lagi pula, ada sistem evakuasi penumpang,” kata Jopie. Kapasitas bus layang sangat besar.

Satu gerbong bus setara dengan 10 kopaja atau sekitar 300 penumpang. Sementara itu, satu bus layang terdiri dari empat gerbong sehingga bisa menampung 1.200 penumpang. Dalam tahap awal yang ditawarkan di Jakarta, proyek jalan layang itu akan menggunakan jalur Kota-Blok M dengan mendirikan 21 halte dan 42 bus layang. Investasi bus layang dibiayai swasta murni (tanpa menggunakan APBD, termasuk saat operasional).

Tarif tiket Rp 5.000 sekali jalan dan menggunakan sistem build operation transfer (BOT) selama 30 tahun. Dengan penawaran konsep itu, kata Jopie, pihaknya akan memberikan manfaat bagi masyarakat di Jakarta. “Masyarakat akan mendapatkan angkutan aman, nyaman, cepat tanpa terkendala jalur busway dan sejenisnya,” kata Jopie yang juga menawarkan hal ini ke Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya.

Asisten Perekonomian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Hasan Basri Saleh, mengatakan akan mempelajari konsep ini. “Kami akan sampaikan ke Gubernur secepatnya,” kata Hasan. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendrosubroto menyatakan, pihaknya menilai konsep yang ditawarkan itu inovatif dan modern.

“Artinya, kita memang butuh sarana transportasi massal yang hemat energi, diterapkan dengan tarif terjangkau, dan diterima masyarakat. Jadi, ini memang sangat baik,” katanya.

Categories
Kreatif Kriminalitas Taat Hukum

Perampokan Toko Sumber Kita Di Komplek Ruko Dotamana Batam Ternyata Direkayasa Oknum Polisi Satreskrim Polresta Barelang Sampai Siapa Yang Matipun Sudah Ditentukan Lebih Dahulu


Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Riky Syolihin, memberikan apresiasi kepada Kapolresta Barelang Kombes Pol Eka Yudha Satriawan yang telah berani mengakui adanya rekayasa terhadap kasus perampokan di sebuah toko sembako di Batam Centre, empat bulan lalu.

“Keberanian Kapolres ini perlu kita apresiasi, tidak seperti di Polda yang cendrung menutup-nutupi kasus pembunuhan Putri Umbo itu. Apalagi jika memang Kapolresta Barelang Kombes Eka Yudha bermaksud melaporkan anggotanya yang terlibat dalam kasus rekayasa perampokan tersebut,” kata Riki ketika dihubungi melalui selulernya, Minggu (18/9/2011) malam.
Meski demikian, Riki menyayangkan sikap anggota di Satreskrim Polresta Barelang jika memang benar melakukan rekayasa perampokan karena hal itu telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta kepada Kapolres agar menindak tegas setiap anggotanya yang terlibat.

“Jika memang terbukti ada rekayasa, sebaiknya anggota-anggota yang terlibat itu diberikan sanksi keras, tidak hanya berupa sanki etik tetapi juga sanki pidana. Hal ini diperlukan agar citra polisi tidak terpuruk,” ujarnya.

Maksud dan tujuan dari sanksi tega itu mengingat polisi memiliki tugas untuk mengayomi masyarakat, polisi juga bertugas untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. Oleh sebab itu, jangan sampai kasus-kasus seperti ini terulang lagi. “Jangan sampailah perkara rekaya tindak pidana seperti ini terulang lagi,” tegas Riki.

Terkait apakah Komisi I DPRD Kota Batam akan memanggil Kapolresta Barelang untuk mendapatkan penjelasan karena menimbulkan keresahan masyarakat, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku tergantung pada kebijakan dari komisi nanti.

Kasus perampokan bersenpi di toko sembako Sumber Kita, Dotamana, terjadi 12 Juni 2011. Dari sembilan orang pelaku, jajaran sat Reskrim Polresta Barelang baru bisa mengamankan empat orang pelaku. Namun otak pelaku, Madon dan lima orang temannya, Sarwan,feri, Edi dan Yosi masih bebas berkeliaran.

Sedangkan empat pelaku yang sudah berhasil diamankan, Davit, Sahrial dan Adi. Ketiga pelaku ini sengaja diundang ke Batam oleh otak pelaku (Madon-red) untuk melakukan perampokan di toko Sumber Kita. Namun satu dari sembilan pelaku, yakni Jos (tewas) saat terjadi baku tembak dengan anggota buru sergap (Buser) sat Reskrim Polresta Barelang setelah beraksi.

Saat terjadi baku tembak dengan pelaku, petugas berhasil mengamankan satu pucuk senjata api (senpi) dari tangan tersangka, Jos (tewas. Namun satu pucuk senpi berhasil dibawa kabur oleh otak pelaku (Madon-red). Hingga saat ini setelah empat bulan terjadi perampokan tersebut, keberadaan Madon Cs belum diketahui keberadaannya dan masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Eka Yuda, mengatakan, Tim internal yang dibentuk Polresta Barelang menemukan indikasi perampokan tersebut memang bukan murni perampokan, melainkan perampokan yang sudah disandiwarakan Satreskrim Polresta Barelang dalam hal ini Kasatreskrim yang sudah diganti, Kompol Aries Andhi.

Empat bulan kasus perampokan toko Sumber Kita, Batam, ternyata diam-diam tim penyidik internal yang dibentuk jajaran Polresta Barelang menemukan kejanggalan dibalik kasus perampokan tersebut. Bahkan tim internal ini dibentuk khusus untuk memburu lima pelaku yang masih buron (DPO).

Tim internal yang dibentuk Polresta Barelang menemukan kejanggalan dan rekayasa dalam kasus perampokan tersebut. Bahkan ironisnya, perampokan yang dilakukan sembilan orang pelaku itu tidak fiur murni perampokan. Kuat dugaan aksi perampokan di toko Sumber kita telah diseting sedemikian rupa oleh oknum jajaran sat Reskrim Polresta Barelang dengan otak pelaku (Madon-red). Bahkan perampokan itu benar-benar kelihatan dilakukan oleh pelaku yang sudah kelas kakap, otak pelaku (Madon-red) mengundang empat pelaku dari luar Batam, Palembang, Sumatra selatan.

Dugaan rekayasa kasus perompokan toko sembako Sumber kita, tim internal yang dibentuk Polresta Barelang menemukan kontak melalui telfon antara otak pelaku, (Madon-red) dengan salah seorang anggota Satreskrim Polresta Barelang. Dalam komunikasi antara Madon dan anggota itu, Madon diminta mencari pelaku dari luar Batam untuk melakukan perampokan di toko Sumber Kita. Bahkan lokasi yang akan menjadi target perampokan tersebut ditentukan langsung oleh anggota Satreskrim tersebut.

Kejanggalan yang ditemukan dalam kasus perampokan tersebut dibenarkan oleh Kapolresta Barelang, Kombes Pol Eka Yuda saat dikonfirmsi oleh tribunnewsbatam.com. Tim internal yang dibentuk Polresta Barelang menemukan indikasi perampokan tersebut memang bukan murni perampokan, melainkan perampokan yang sudah disandiwarakan Satreskrim Polresta Barelang dalam hal ini Kasatreskrim yang sudah diganti, Kompol Aries Andhi.

“Saya dan tim bisa mengatakan itu, karena saya sudah mempelajari rekaman CCTV dari TKP. Masyarakat pun tahu jalannya perampokan mulai awal penyergapan sampai pelarian pasti langsung menduga itu rekayasa,” ujar Eka kepada tribunnewsbatam.com.
Untuk anggota Madon yang tertembak saat mencoba kabur dari penggerebekan di TKP, kata Eka, hal itu memang sudah dirancang sebelumnya untuk dimatikan ditempat. Sebab pelaku yang meninggal ditempat (Jos-red) sebelumnya memang jadi DPO Polres Bintan dalam kasus pencurian serta perampokan.

“Coba saja, siapa yang tak geram, mulai dari penentuan lokasi TKP, pemanggilan ketujuh orang pelaku dari kampungnya yang dikoordinasi oleh Madon, sampai usaha pelarian dan pelaku yang sengaja dimatikan, semua sudah disetting oleh Polisi sendiri dalam hal ini Satreskrim. Kasihan kan? Mereka yang tak tahu apa-apa dijadikan korban dan umpan dari usaha menaikkan citra seorang Polisi. Ini9 tidak main-main, nyawa manuisa dikorbankan,” kata Eka geram.

Tentang adanya penyergapan perampokan ‘sandiwara’ di Dotamana, Eka Yudha selaku Kapolresta Barelang mengatakan, semua tim buser yang menggerebek tak ada koordinasi sama sekali dengan dirinya, termasuk Kasatreskrimnya, Aries Andhi.
“Setelah digerebek dan ada jatuh korban jiwa, baru saya dihubungi. Ada apa ini? Kok penggerebekan dilakukan secara rahasia. Pantaslah kalau saya selaku pimpinan di Polresta Barelang menanyakan dan menyelidiki hal itu,” terangnya.
Tentang adanya kibus atau mata-mata polisi yang menyusup dalam peristiwa kriminal seperti perampokan, Eka mengatakan, itu sah-sah saja. “Perannya kibus kan jelas hanya memberitahukan posisi, dan siapa saja yang merampok. Tapi perampokan yang di Dotamana ini dari penentuan target, siapa yang dikorbankan, sampai pelarian pelaku, semuanya disetting (ditentukan) oleh polisi, tak ada sedikitpun unsur murni perampokannya,” jelasnya.

Bahkan, saat penyergapan, ada satu anggota buser yang terena peluru dari pistol perampok. Beruntung Buser yang terkena peluru perampok tak sampai meninggal dunia. “Seandainya Buser yang terkena tembakan perampok kemarin sampai meninggal dunia, mau jadi apa institusi polisi. Masak institusi polisi dijadikan korban dalam rekayasa perampokan yang disutradarai Satreskrim sendiri,” ucapnya.

Bagaimana status tiga pelaku yang kabur empat orang termasuk Madon sampai saat ini bila perampokan tersebut terbukti rekayasa Satreskrim? Eka Yudha mengatakan, empat tersangka tersebut, tetap bersalah dan kalau tertangkap akan diproses sesuai ketentuan hukum dalam hal ini hukum pidana.

“Mereka yang kabur kalau terbukti perampokannya rekayasa, sama juga ikut bersekongkol didalamnya. Tak ada kata ampun bagi siapa saja yang terbukti ikut bersekongkol dan merekayasa perampokan Dotamana, sekalipun itu anggota polisi sendiri, bahkan yang berpangkat perwira,” tegasnya

Adanya rekayasa perampokan Toko Sumber Kita, komplek ruko Dotamana, Batam Kepulauan Riau (Kepri) yang ditemukan oleh tim internal Polresta Barelang berawal dari rekaman CCTV. Dalam rekaman tersebut, jelas-jelas terlihat beberapa pelaku melakukan komunikasi melalui handphone dengan seorang anggota Satreskrim Polresta Barelang.

Bahkan saat anggota Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polresta Barelang melakukan penggerebekan, ada beberapa pelaku terkesan dibiarkan melarikan diri, baik menggunakan sepeda motor mau pun yang melarikan diri ke belakang Toko Sumber Kita. Namun selain temuan rekayasa melalui rekaman CCTV, tim internal Polresta Barelang juga menemukan percakapan Kanit Buser, Ipda Adi Wananda dengan otak pelaku perampokan, Madon Cs.

Dari temuan percakapan melalui telepon itu, Madon sengaja diminta mengundang beberapa pelaku perampokan dari luar Batam. Bahkan ironisnya lagi, rekayasa perampokan itu dirancang sedemikian rupa oleh mantan Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Aries Andi melalui Ipda Adi Wananda selaku Kanit Buser.

Dalam hal ini, Aries meminta kanitnya (Adi) merancang perampokan tersebut dengan Madon. Hal ini dibenarkan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Eka Yudha beberapa waktu lalu. Perampokan yang dilakukan oleh sembilan orang pelaku tersebut tidak murni perampokan. Namun sudah disetting oleh mantan Kasat Reskrim, Kompol Aries Andi dan Kanit Buser, Ipda Adi Wananda.
“Hanya berdua orang ini yang mengetahui perampokan itu rekayasa. Anggota yang ikut dalam penggerebekan tidak ada yang tahu satu pun. Untung anggota saya kena serpihan peluru perampok itu, coba kalau tepat di kepalanya. Lokasi perampokan dan tempat-tempat pelarian pelaku yang ikut merekayasa sudah disetting semua oleh Aries dan Adi,” beber Eka.

Eka menambahkan, jika peristiwa itu murni perampokan dan sudah diketahui, kata dia, TKP seharusnya sudah dikepung dan semua pelaku harus bisa ditangkap. Namun jika ada mata-mata polisi dalam kelompok perampokan itu, lanjut Eka, harusnya satu saja yang dibiarkan lari.