Monthly Archives: September 2011

Daftar Pemenang Penghargaan bagi Obyek Wisata Berwawasan Lingkungan Indonesia


Pariwisata Indonesia kini tidak lagi hanya menonjolkan keindahan dan kenyamanan. Tetapi juga harus berwawasan lingkungan dengan pengelolaan manajemen yang profesional dan modern.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) menggelar ajang Citra Pesona Wisata (Cipta Award) untuk memberi penghargaan kepada pengelola wisata berwawasan lingkungan dan mendongkrak kualitas layanan wsiata.

“Cipta Award diharapkan mampu menggugah kepedulian pemerintah daerah untuk mengelola lokasi wisata berwawasan lingkungan, makin bersih dan mamiliki manajemen profesional serta modern,” kata Ir. Firmansyah Rahim MM, Ketua Pelaksana sekaligus Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kembudpar kepada wartawan saat penganugerahan Cipta Award 2011, kemarin.

Menurut dia, minat pemda yang ingin mengikuti lomba Cipta Award sangat tinggi. Itu terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar. Ia merinci, tahun lalu hanya 87 DTW (Daya Tarik WIsata) dari 15 provinsi di seluruh Indonesia yang mendaftar.
Sementara tahun ini ada 131 DTW dari 17 provinsi. Dari 131 provinsi ini yang lolos verifikasi oleh tim juri sebanyak 57 DTW, kemudian yang terpilih sebagai finalis sebanyak 21 pengelola.

Firmansyah mengungkapkan, jumlah pemenang Cipta Award semestinya sebanyak sembilan pengelola, namun dewan juri dalam keputusannya hanya memberikan kepada tujuh pengelola. Karena ada dua kategori tidak ada pesertanya.

Ketujuh pemenang Cipta Award akan mendapatkan piala dan sertifikat dari Kemenbudpar. Serta bantuan dana stimulus masing-masing sebesar Rp25 juta yang diharapkan untuk melengkapi fasilitas yang ada.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menjelaskan, UNWTO organisasi pariwisata dunia yang menetapkan 27 September sebagai hari pariwisata dunia. Pada 27 September, Kemenbudpar melakukan kegiatan apresiasi dengan caranya sendiri. Yaitu memberikan apresiasi atau award kepada para pelaku dan pengembang wisata, mulai dari kalangan instansi pemerintah daerah, swasta, dan yayasan berkonsentrasi di bidang pariwisata, seni, dan budaya.

“Agar para pengelola daya tarik wisata alam, wisata budaya, wisata buatan di air lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan maupun kondisi masyarakat sekitar objek wisata agar lebih sejahtera,” ungkapnya.

Untuk menarik semakin banyak wisatawan berkunjung ke daerahnya, ajang ini dapat memicu para pengelola memperbaiki objek wisatanya.

“Tidak hanya itu saja, melalui acara ini pihak pengelola objek wisata memperbaiki tempat wisatanya agar target wisman 2014, 10 juta pengunjung sama dengan 10 triliun devisa yang akan diperoleh pemerintah,” tuturnya.
Berikut tujuh daftar objek wisata yang meraih Cipta Award:
1. Wisata alam yang dikelola Pemerintah atau Pemda: Kebun Raya Eka Karya, Kabupaten Tabanan, Bali.
2. Wisata alam yang dikelola BUMN/D/S : Amanwana Resort ( Pulau Moyo), Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
3. Wisata alam yang dikelola LSM/Masyarakat : Rinjani Trek, Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat.
4. Daya tarik wisata buatan yang dikelola BUMN/D/S: Taman Buah Mekarsari, Cibubur, Jawa Barat.
5. Daya tarik wisata budaya yang dikelola Pemerintah atau Pemda: Makam Bung Karno, Kota Blitar, Jawa Timur.
6. Daya tarik wisata budaya yang dikelola BUMN/D/S: Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
7. Daya tarik wisata budaya yang dikelola LSM/Masyarakat: Museum Batak TB Silalahi Center, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj Tantang Tifatul Sembiring Untuk Berani Blokir Situs Radikal dan Tidak Hanya Berminat Pada Pornografi


Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj mendesak Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring segera bertindak tegas terhadap situs radikal yang semakin marak di internet.

Ia meminta Menteri Tifatul berlaku memberi perlakuan sama dengan perlakuan pemerintah terhadap situs porno. “Menteri Tifatul jangan hanya bisa memblokir situs porno,” ujar Said di Kantor PBNU, Selasa malam, 27 September 2011.

Menurut Said, bahaya yang disebabkan situs radikal tidak kalah dibanding efek akibat pemberitaan di situs porno. Bahkan menurut Said situs porno lebih kecil bahayanya, daripada melihat situs radikal. “Setelah melihat situs porno orang jadi malu, tapi setelah melihat situs radikal orang jadi bersemangat,” ujarnya.

Said mendesak Menteri Komunikasi dan Informasi untuk segera menutup situs yang berisi ajaran radikal. Sebab tak bisa dipungkiri keberadaan jejaring sosial dan website kerap dijadikan sekelompok orang untuk menyebarkan ajaran radikal.

Tindakan radikal yang disyiarkan di melalui situs internet justru akan merusak keamanan dan membahayakan banyak orang. “Situs porno hanya merusak akhlak, sedang situs jihad merusak iman.”

Tingginya penyebaran ajaran radikal di Indonesia menurut Said tidak terlepas dari ajaran jihad yang salah yang ditulis di website. Padahal menurut dia, ajaran agama seharusnya bisa memecahkan konflik di tengah masyarakat. “Bukan malah dijadikan alat permusuhan, itu sangat tidak benar.” Bagaimanapun kata dia, ajaran Islam sangat tidak mentolerir aksi kekerasan.

Untuk menyampaikan rekomendasi ini, Said menyebutkan akan menemui Tifatul dalam waktu dekat. “Akan kami temui dan sampaikan.”

KI Luncurkan Tiga Feeder Transjakarta Sentra Primer-Daan Mogot, Tanah Abang-Balai Kota DKI, dan Sudirman Central Business District (SCBD) Senayan


Mulai hari ini masyarakat Jakarta akan mendapat tambahan trayek bus. Bus pengumpan (feeder) Transjakarta akan dioperasikan pertama kali di tiga rute, yaitu Sentra Primer-Daan Mogot, Tanah Abang-Balai Kota DKI, dan Sudirman Central Business District (SCBD)-Senayan.

Peresmian akan dilakukan di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan. “Idealnya, angkutan itu harus bisa menghubungkan masyarakat dari rumah hingga tempatnya beraktivitas atau pusat kegiatan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, kemarin.

Lima belas bus telah disiapkan, yakni enam bus untuk rute 1, empat bus untuk rute 2, dan lima bus untuk rute 3. “Langsung bisa dioperasikan setelah peresmian besok siang (hari ini),” ujarnya.

Penumpang bisa membeli tiket di halte Transjakarta dan kepada petugas yang menggunakan rompi khusus di halte bus pengumpan. Selembar tiket seharga Rp 6.500 bisa digunakan untuk menumpang bus Transjakarta dan bus pengumpan. “Tinggal bilang saja ke petugas di halte atau loketnya. Kalau mau tiket feeder saja juga bisa, Rp 3.000,” kata Pristono.

Terdapat 19 halte yang disiapkan untuk ketiga rute itu, yakni delapan halte untuk rute 1, lima halte untuk rute 2, dan enam halte untuk rute 3. Halte bus pengumpan akan disesuaikan dengan halte busway karena masuk ke dalam jalur khusus busway dan berhenti di halte koridor yang terintegrasi.

Pengadaan bus penumpang diserahkan kepada pihak swasta pemenang tender, yaitu PT Ekasari Lorena Transport. Pristono mengatakan keberadaan bus pengumpan tidak akan mengganggu keberadaan angkutan umum lainnya. “Karena keduanya berbeda, baik sistemnya maupun pangsa pasarnya.”

Kepala Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) DKI Jakarta, Soedirman, menyambut baik pengoperasian bus pengumpan. Ia menilai keberadaan bus itu dalam jangka panjang akan membantu mengurai kemacetan di jalanan menuju Ibu Kota. “Tidak akan menambah kemacetan karena tidak beroperasi hingga pusat kota, melainkan hanya menuju halte terdekat,” kata dia.

Namun, menurut Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit, keberadaan bus-bus pengumpan itu hanya akan efektif jika mampu menggantikan trayek angkutan umum yang sudah ada dan tidak terhubung dengan Transjakarta.

“Selain itu, feeder bus bisa disebut efektif jika mampu menarik penumpang baru dari kendaraan pribadi yang sudah ada selama ini, baik pengguna mobil atau motor,” kata Danang.

Hingga akhir tahun, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan mempersiapkan beberapa jalur bus pengumpan lagi, yaitu Kelapa Gading-Yos Sudarso yang akan terintegrasi dengan busway koridor 10, Muara Angke- Muara Karang yang akan terintegrasi dengan busway koridor IX, Cibubur-Cililitan yang akan berintegrasi dengan busway V,VII,IX, dan X, serta Kebayoran Lama-Ratu Plaza yang akan berintegrasi dengan busway koridor I dan VIII.

Soal Seks Penduduk Indonesia Masih Munafik – Melakukan Tetapi Tidak Ngaku


Usaha untuk memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi secara utuh masih mengalami banyak hambatan. Salah satunya terkait sikap dan perilaku masyarakat. “Tidak usahlah munafik,” ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Dr. dr. Sugiri Syarif ketika ditanya tentang usaha penyebaran pendidikan seks usai konferensi acara peringatan hari Kontrasepsi Sedunia di Hotel Grand Melia, Senin 26 September 2011.

Dia pun mengiyakan ketika disinggung tingginya minat masyarakat mencari informasi dan berita di media Internet tentang hal ini. Dia mengakui pendidikan seks belum bisa diterapkan secara terbuka. Sebagian masyarakat masih keberatan.

“Coba Anda memberi penjelasan secara terbuka, langsung diprotes. Hambatannya normatif,” ujar dia. Sugiri mengatakan jika masyarakat, terutama anak muda, tidak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi yang benar akan berpotensi meningkatkan seks bebas dan kehamilan yang tidak diinginkan. Lebih parah lagi akan meningkatkan angka aborsi dan kematian.

Agar tidak terlalu frontal, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional telah menjalankan program pendidikan reproduksi melalui jalur pendidikan. Mereka membentuk Pusat Konsultasi Remaja dan Mahasiswa. Saat ini tak kurang dari 4.900 pusat konsultasi telah terbentuk.

“Yang bicara dari kelompok mereka sendiri, agar mereka terhindar dari kehamilan yang tak diinginkan,” ujarnya. Selain dari kelompok remaja, mereka juga berusaha menembus penyebaran informasi ini melalui program bina keluarga. Para orang tua yang mempunyai anak remaja diberi pengetahuan untuk menginformasikan ke anak-anaknya

Kronologis Bom Bunuh Diri Yang Meledak Di Gereja Bethel Injil Kepunton Solo dan Menewaskan 1 Orang


Sebuah bom bunuh diri meledak di Gereja Bethel Injil Sepenuh yang berada di kawasan Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Satu orang tewas seketika, diduga pelaku bom bunuh diri. Petugas keamanan gereja, Suharto, menuturkan kejadian tersebut terjadi pada saat kebaktian selesai, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu para jemaat gereja sedang keluar dari gedung dan berada di halaman gereja.

“Pelaku membaur dengan jemaat gereja yang akan keluar,” katanya kepada Tempo saat dihubungi melalui telepon, Ahad 25 September 2011. Dia mengaku tidak sempat memperhatikan pelaku sebelumnya. Namun dia menduga bom tersebut disimpan di tubuh bagian depan. “Perutnya terurai,” kata Suharto. Akibat kejadian itu delapan jemaat dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Oen Kandangsapi, Solo. Sedangkan bangunan gereja tidak mengalami kerusakan berarti.

Pendeta di Gereja Nusukan Solo, Bambang Sriwijadi, yang sempat datang sebelum polisi memberi police line membenarkan ada ledakan bom di pintu masuk gereja Kepunton Solo, Ahad, 25 September 2011, sekitar pukul 11 siang tadi. Bom bunuh diri itu menewaskan satu orang yang diduga pelaku,”Wajah pelaku yang diduga pelaku bom bunuh diri masih utuh dan bisa dikenali,” kata Bambang. “Tapi dada ke bawah hancur.”

Menurut Bambang, karena wajahnya masih utuh, warga jemaat gereja langsung mengenali (korban tewas). “Dia bukan warga Kepunton,” ujarnya. Saat ini polisi sedang mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi. Korban tewas yang diduga pelaku masih tergeletak telentang memakai celana dan kemeja putih keabuan.

Tiga ambulans dari Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, RS Dr. Oen Kandang Sapi, dan RS Panti Waluyo dikirim ke lokasi kejadian. Pantauan Tempo, evakuasi sedang berlangsung. Sebanyak 15 korban luka berat sebelumnya dibawa ke Rumah Sakit Panti Waluyo. Karena keterbatasan peralatan, para korban dipindahkan ke RS Dr Oen Solo.

Suharto, petugas keamanan Gereja, menuturkan kejadian tersebut terjadi pada saat kebaktian selesai, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu para jemaat gereja sedang keluar dari gedung dan berada di halaman gereja. “Pelaku membaur dengan jemaat gereja yang akan keluar,” katanya kepada Tempo, Ahad 25 September 2011. Dia mengaku tidak sempat memperhatikan pelaku sebelumnya. Namun dia menduga bom tersebut disimpan di tubuh bagian depan. “Perutnya terurai,” kata Suharto.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengungkapkan korban tewas dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Inil Sepenuh Kepunton Solo sejauh ini ada dua orang. Satu di antaranya diduga pelaku bom dan tewas di lokasi kejadian. Satu lagi adalah jemaat dan meninggal dunia di rumah sakit.

“Seorang jemaat meninggal dunia di rumah sakit,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu 25 September 2011. Djoko Suyanto mengaku langsung berkomunikasi dengan Presiden Susilo Yudhoyono sepengetahuannya soal teror bom bunuh diri di gereja itu. Presiden pun langsung mengeluarkan perintah kepada polisi.

Berdasarkan penelusuran pihaknya, Djoko Suyanto menyatakan titik persis ledakan bom bunuh diri itu adalah di pintu masuk gedung gereja. “Aksi teror seperti ini inisiatifnya selalu ada di pelaku. Mereka selalu tahu peta di lapangan,” katanya.

Metode teror serupa juga terjadi di masjid Kepolisian Resort Cirebon, Jawa Barat. Upaya memutus jaringan dan pergerakan teroris semacam mereka itu tidak mudah dilakukan.

Dia menegaskan, “Masih ada orang-orang yang bertekad mengorbankan diri untuk kepentingan seperti ini. Dulu mereka memakai alat komunikasi yang bisa kita jejaki, tapi perkembangannya kemudian, mereka tidak lagi memakai alat komunikasi seperti itu dan hal ini juga menyulitkan kami,” katanya.

Seperti diketahui, sebuah bom bunuh diri meledak di Gereja Bethel di Jalan Raya Arif Rachman Hakim, Solo, sekitar pukul 11.00. Sementara ini korban tewas diketahui hanya satu orang, yang diduga pelaku bom bunuh diri. Adapun belasan korban luka-luka parah dibawa ke Rumah Sakit Dr. Oen Solo.

Pelaku bom bunuh diri di Gereja Kepunton, Kota Solo, sebelum beraksi, Minggu 25 September 2011, sempat masuk sebuah warung Internet (Warnet) “Solonet” tak jauh dari lokasi kejadian.

Sunu, Direktur Warnet “Solonet” di Jalan Arifin yang terletak sekitar 200 meter dari lokasi ledakan, mengatakan orang yang diduga pelaku bunuh diri itu sempat masuk ke kamar mandi di warnet setempat untuk ganti baju. “Sempat masuk kamar mandi lalu keluar sudah ganti baju,” katanya tanpa menyebutkan warna baju pelaku.

Pelaku, katanya, juga membuka komputer untuk akses Internet dua kali di salah satu bilik dengan menggunakan nama “Eko” dan “Oki”. Pelaku juga menitipkan tas ransel berwarna abu-abu yang antara lain berisi kitab suci, sarung, masker, tas telepon seluler, dan kain pengelap kacamata di warnet tersebut.

Nyonya Budi, penjaga SD Kepatihan Kota Surakarta, sekitar 200 meter dari gereja tempat kejadian bom bunuh diri itu, mengatakan pelaku juga sempat masuk halaman sekolah itu tapi keluar lagi meninggalkan tempat tersebut.

Seperti diketahui, sebuah bom bunuh diri meledak di Gereja Bethel di Jalan Raya Arif Rachman Hakim, Tegalrejo, Jebres, Solo, sekitar pukul 11.00. Sementara ini korban tewas diketahui hanya satu orang, yang diduga pelaku bom bunuh diri. Adapun belasan korban luka-luka parah dibawa ke Rumah Sakit Dr. Oen Solo.

Ledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh di kawasan Kepunton, Solo, Jawa Tengah, tak hanya menewaskan korban yang diduga pelaku peledakan, tapi juga melukai setidaknya 15 jemaat yang berada di halaman gereja. Tiga ambulans dari Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, RS Dr. Oen Kandang Sapi, dan RS Panti Waluyo dikirim ke lokasi kejadian. Pantauan Tempo, evakuasi sedang berlangsung.

Saat ini polisi sedang mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi. Korban tewas yang diduga pelaku masih tergeletak telentang memakai celana dan kemeja putih keabuan. Suharto, petugas keamanan Gereja, menuturkan kejadian tersebut terjadi pada saat kebaktian selesai, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu para jemaat gereja sedang keluar dari gedung dan berada di halaman gereja. “Pelaku membaur dengan jemaat gereja yang akan keluar,” katanya kepada Tempo, Ahad 25 September 2011.

Ledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Kepunton, Solo ternyata terdengar hingga satu kilometer. Eko, salah seorang warga Solo yang berada di Pasar Ledoksari, sekitar 1 kilometer arah timur dari lokasi kejadian, mengaku terkaget dengan bunyi ledakan itu. “Ledakannya cukup kuat, sehingga saya merapat ke lokasi,“ kata Eko yang ditemui Tempo di lokasi kejadian, Ahad 25 September 2011.

Polisi kini tengah menyisir dan mengamankan lokasi pengeboman. Pelaku bom bunuh diri yang tewas masih tergeletak di depan pintu masuk gereja itu dengan usus terburai. Dia tergeletak begitu saja di pintu utama gedung gereja dengan arah menghadap keluar.

Pelaku memakai kemeja putih keabuan dan berjaket warna krem. Tingginya sekitar 165 sentimeter.
“Warga Kepunton tak mengenali korban,” kata Bambang Sriwijadi, pendeta di Gereja Nusukan Solo, yang sempat datang sebelum polisi memberi garis polisi. Hingga saat ini belum diketahui identitas pelaku karena tanda pengenal yang berada di dompetnya masih diamankan pihak kepolisian. Para polisi sedang melakukan proses identifikasi di lokasi.

Seperti diketahui, bom bonuh diri meledak di depan pintu gerbang gereja sekitar 10.55 WIB. Saat itu gereja baru saja selesai menggelar kebaktian. Jemaat sebagian baru keluar dari gereja. “Kejadian pas bubaran gereja,” kata Erik, petugas keamanan gereja.

“Kami menduga dia bukan warga Gereja Kepunton karena kami tidak kenal,” kata Suharto, petugas keamanan gereja lainnya menambahkan. “Biasanya kalau jemaat gereja ini kami kenal semua.” Gereja itu tak jauh dari SPBU di kawasan Jebres menuju arah Kampus Universitas Negeri Sebelas Maret. Di sekitar gereja itu terletak deretan rumah-toko.

Identitas pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Solo masih misteri. Sebelum menjalankan aksinya, pelaku diduga sempat singgah di warung Internet tak jauh dari lokasi. Bahkan dia meninggalkan sebuah tas berisi ransel. Dia juga sempat membuka situs tentang MotoGP.

Menurut penjaga warnet, Rina Kristiningsih, pemuda tersebut masuk ke warnet pada pagi hari tadi. Setelah menggunakan Internet, pemuda yang diduga pelaku bom bunuh diri itu sempat pergi. “Lantas dia kembali lagi,” kata Rina, Ahad, 25 September 2011

Pada saat akan pergi untuk kedua kalinya, pemuda tersebut menitipkan sebuah tas. Rina sempat mengajaknya bercanda. “Jangan-jangan isinya bom, Mas,” kata Rina mengulangi gurauannya saat itu. Tidak disangka, raut muka pemuda itu segera berubah dan cepat-cepat pergi meninggalkan warnet tersebut.

Beberapa saat kemudian, Rina mendengar kabar bahwa gereja yang ada di dekat warnetnya dibom. “Pemuda yang titip tas itu juga tidak muncul hingga sore hari,” kata Rina. Dia menduga, pria itulah pelaku bom bunuh diri tersebut.

Dalam rekaman penggunaan Internet, pemuda tersebut sempat membuka puluhan tulisan tentang jihad. Dia membuka tulisan tersebut melalui satu mesin pencari dan dua website. Selain itu, dia juga sempat membuka situs tentang balap motor.

Tas yang dititipkan ke penjaga warnet tersebut sempat diamankan polisi. Namun polisi mengembalikan lagi tas tersebut ke tempat semula. Menurut sumber kepolisian, mereka tidak menemukan benda yang berbahaya dalam tas tersebut. Mereka juga belum yakin sepenuhnya bahwa tas tersebut milik pelaku bom bunuh diri.

Tip dan Trik Menghindari Tilang Dari Brigadir Satu Eka Frestya


Anggota National Traffic Management Center Kepolisian Republik Indonesia Ajun Komisaris Polisi Kristanto Yoga meminta masyarakat jangan berdamai di tempat jika kena tilang.

“Slogan damai itu indah, saya setuju. Tapi jangan jadi kebiasaan dan dibudidayakan,” ujar dia dalam diskusi di Festival Sosial Media, Jumat, 23 September 2011.

Bagi yang memang terkena tilang, Kristanto memberikan sejumlah tip. “Pilihlah slip tilang berwarna merah dan jalani sidang,” ujar dia. Pelaku pelanggar lalu lintas yang tertangkap polisi memang mendapat tawaran untuk dua slip, yaitu merah dan biru.

Kalau menerima slip warna merah, kata Kristanto, artinya mengakui kesalahan dan siap disidang. Karena sudah mengaku salah, maka denda yang diberikan tergantung keputusan hakim. Tapi, ia melanjutkan, kalau memilih slip biru berarti menyangkal pelanggaran. Pemilik kendaraan bermotor harus membayar denda ke bank yang ditunjuk dengan jumlah denda maksimal.

Kepala NTMC Polri Komisaris Polisi Pramono Jati mengemukakan kalau surat berkendara sudah lengkap, tak perlu takut jika berhadapan dengan polisi lalu lintas. Ia tak menampik kalau ada oknum polisi yang memanfaatkan pelanggaran lalu lintas.

“Catat nama dan pangkatnya, lapor ke kami di call center 500669,” kata dia dalam kesempatan yang sama. Bisa juga mengirim pesan pendek ke 9119.

Nah, polisi wanita yang cantik, Brigadir Satu Eka Frestya, pun memberikan pesan jika bertemu polisi lalu lintas. “Anda akan diberi tahu kesalahannya apa dan punya hak untuk tanya,” kata dia. Tanya pula pasal apa yang dilanggar ketika ditilang.

Kalau memang melanggar, Briptu Eka meminta untuk menjalani prosedur hukum. “Ayo, sama-sama sadar hukum, polisi ada yang macem-macem, ada juga yang enggak,” pesan perempuan 23 tahun ini.

Anak Anggota DPR Kecelakaan di Tol Angker Purbaleunyi, Tol Purbaleunyi Perlu Dianalisis


Dua anak Bahrudin Nasori, anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa, bersama sopir dan pengasuh anak mengalami kecelakaan di Kilometer 100+300 Tol Purbaleunyi, Sabtu (24/9/2011) pagi. Dua diantara mereka luka parah.

Para korban dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Etaham Purwakarta, Jawa Barat. Kedua korban luka, yakni sopir Herdi alias Doni dan Holimatus Sa’adah (Holi). Sementara Hali, kembaran Holi, dan pengasuhnya, Ai Samroh, selamat.

Menurut petugas Patroli Jalan Raya, rombongan tersebut menabrak truk pasir di jalur menuju Jakarta di daerah perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Purwakarta.

Berulangnya kecelakaan lalu lintas di Kilometer 93+100 Jalan Tol Purbaleunyi di wilayah Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (7/9) pagi, mendorong sejumlah pihak untuk mewaspadai dan menganalisis konstruksi sejumlah titik rawan di jalan tol tersebut.

Reaksi itu muncul setelah Rabu pukul 04.45 terjadi kecelakaan yang mengakibatkan 6 orang tewas dan 12 orang mengalami luka-luka setelah minibus travel berisi 18 orang menabrak truk di Kilometer (Km) 93+100 saat para penumpang lelap tertidur. Lokasi kecelakaan berjarak sekitar 3 km dari lokasi kecelakaan yang menimpa keluarga artis Saipul Jamil, Sabtu pekan lalu.

Sabtu lalu, kecelakaan tunggal terjadi di Km 96, menimpa mobil Toyota Avanza yang dikemudikan artis Saipul Jamil dan menimbulkan korban meninggal dunia, yaitu istri Saipul, Virgina Anggraeni (23).

Polisi masih menyelidiki penyebab kejadian, tetapi sopir Sigit Aris Sugito (33) mengaku mengantuk dan terkejut saat ada truk melaju pelan di depannya. Minibus biru bernomor B 2013 YX dan bertuliskan ”PT Citra Eksekutifindo Tour & Travel” itu ringsek di bagian kiri. Kaca, bangku, dan kap sisi kiri hancur dan tergulung akibat benturan keras, sementara tiga baris bangku di depan bergeser dari posisi semula.

Keenam korban meninggal adalah penduduk Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang hendak kembali ke Jakarta setelah libur Lebaran. Sebagian di antaranya mengaku baru pertama kali berangkat ke Jakarta, mengikuti saudara atau teman satu kampung mengadu nasib di Ibu Kota.

Keenam korban tewas itu adalah Dalman Hasan (53), warga Desa Banioro; Mutoharoh (19), warga Desa Sembada; Novi Anjani (23) dan Ny Atun (33), warga Desa Tlepok; Suminten (30), warga Desa Langse; dan Sunaryo Gatot (48), warga Jakarta Selatan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Purwakarta Ajun Komisaris Sudewo mengatakan, polisi belum menemukan identitas truk yang ditabrak dari belakang karena truk kabur setelah kejadian.

Detail kerawanan

Kepala Divisi Pengemudi Travel City Trans Ananta Nur di Bandung, Jawa Barat, mengemukakan, Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang)—yang di dalamnya meliputi ruas Jalan Tol Purbaleunyi—memiliki 5 titik rawan kecelakaan dan 7 titik rawan ambles. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan pengemudi dan kendaraan di satu sisi. Di sisi lain, perlu perbaikan infrastruktur jalan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas di jalan tol yang menghubungkan Jakarta-Bandung tersebut.

Pernyataan Ananta Nur merupakan kajian rutin setiap bulan perusahaan transportasi umum Bandung-Jakarta PP itu terkait dengan tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas di Tol Cipularang. Kajian internal itu selalu diberikan kepada para pengemudi City Trans sebagai bahan pelatihan per enam bulan. ”Dari kajian kami, potensi utama kecelakaannya di Km 92 sampai Km 104,” kata Ananta.

Menurut Ananta, titik rawan berada di Km 92-Km 93, dari Jakarta menuju Bandung. ”Di sana terdapat dua tikungan tajam dengan sudut sekitar 80 derajat selepas jalan menurun dengan kecuraman sekitar 20 derajat. Pengemudi yang tidak berpengalaman biasanya kesulitan mengemudikan kendaraan saat hendak melewati tikungan itu. Titik rawan lain adalah di Km 95 yang lurus dengan panjang sekitar 2 km. Di titik ini, pengemudi biasanya mudah mengantuk akibat jenuh melintasi jalan lurus.

Selanjutnya, Ananta mengatakan, Km 96-Km 97 adalah rute paling rawan. Dalam empat hari terakhir, tujuh orang meninggal dunia. Satu korban tewas terjadi pada 3 September 2011 dan enam orang tewas pada 7 Agustus 2011.

Menurut Ananta, titik ini sangat rawan karena kontur jalan menurun dengan kecuraman sekitar 20 derajat dilanjutkan dengan tikungan tajam 70-80 derajat. Meski tidak terlalu curam, rute ini sangat berbahaya apabila kendaraan melaju dengan kecepatan di atas 100 km per jam. Pengemudi berpotensi kehilangan kendali kemudi saat hendak melewati tikungan.

Tingginya tingkat kerawanan di Km 96-Km 97 juga dibenarkan Didin Saprudin (35), pengemudi Travel Cipaganti jurusan Bandung-Jakarta. Faktor kerawanan lain di rute itu adalah jalan yang juga bergelombang. Hal ini kerap memberi efek buruk bagi mobil dengan kondisi tidak prima.

Titik rawan lain adalah Km 103-Km 101. Di jalan lurus sepanjang 2 km ini, banyak kendaraan kehilangan keseimbangan saat melintasi Km 100. Penyebabnya adalah sambungan jembatan yang lebih rendah ketimbang jalan utama. Sambungan itu juga memicu genangan air saat musim hujan. Akibatnya, tidak sedikit mobil yang mengalami selip ban saat melintasi rute itu.

”Titik rawan terakhir adalah Km 104. Jalan ini juga berupa tikungan tajam sekitar 80 derajat. Rute ini bisa jadi fatal dan memicu kecelakaan. Beberapa kali saya melihat secara langsung banyak mobil selip ban dan sulit mengendalikan kendaraan saat melintas di sana,” kata Didin.

Pakar transportasi dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Ofyar Z Tamin, mengingatkan, tidak seharusnya menuduh Tol Cipularang tidak layak pakai. Potensi kecelakaan bisa dicegah apabila pengemudi berhati-hati dan mempersiapkan kondisi kendaraan dengan baik.

Menurut Ofyar, kecelakaan lalu lintas di jalan tol dipicu antara lain kendaraan dipacu terlalu kencang, kondisi kendaraan tidak prima, dan perlunya perbaikan infrastruktur jalan.

Tetap aman

Kepala Humas PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Iwan Mulyawan mengemukakan, ruas Purbaleunyi secara keseluruhan aman dilalui, termasuk Km 88-Km 100 yang memiliki karakteristik tanjakan dan turunan landai. Ruas itu juga telah dilengkapi penerangan dan rambu sesuai dengan kondisi lokasi, seperti tanjakan, turunan, serta imbauan waspada angin samping dan kabut. Di antara Km 91 dan Km 93 bahkan telah ditambahkan 30 tiang penerang dengan daya masing-masing 1.000 watt sehingga jalan terang pada malam hari.

Iwan Mulyawan menambahkan, lebih dari 90 persen kecelakaan terjadi karena faktor pengemudi dan kondisi kendaraan. Beberapa penyebab di antaranya pecah ban, sopir mengantuk, dan kurang antisipasi.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans S Sunito mengatakan, Jalan Tol Cipularang telah dibangun dengan standar internasional. Dengan demikian, keselamatan berkendara di tol itu sebenarnya telah dipastikan. Keselamatan berkendara tinggal tergantung dari kemampuan pengemudi.

”Dalam pembangunan tol itu, kami juga telah memenuhi ketentuan-ketentuan konstruksi yang digariskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Sengaja dibuat tikungan dan kelokan memang supaya jalan tol itu tidak terlalu curam sehingga dapat didaki,” kata Frans.

Terkait dengan kecelakaan di Km 93 Tol Cipularang, Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk Okke Merlina menampik bahwa kecelakaan disebabkan oleh tidak beresnya konstruksi jalan di Cipularang. Okke juga mempersilakan siapa pun untuk melihat rambu peringatan di ruas tol itu.