CPNS dan Atasannya Di Tata Usaha Suku Dinas Komunikasi dan Informasi Masyarakat Saling Tampar


Salah seorang karyawati calon pegawai Tata Usaha Suku Dinas Komunikasi dan Informasi Masyarakat (Sudin Kominfomas) Jakarta Timur, Reiny Prianahatin, 25, pingsan selama sejam, setelah bertengkar dengan atasannya, Amir, 49, Kepala Seksi Pos dan Telekomunikasi Sudin Kominfomas Jaktim.

Peristiwa ini berlangsung di Lantai 3 Gedung Blok B1 Kantor Walikota Jaktim, Jumat (21/10) sekitar pukul 10.30.
Kejadian ini berawal dari permintaan Amir kepada Reiny, untuk menandatangani sebuah notulen hasil rapat pagi. Namun, Reiny menolaknya dengan alasan tidak menghadiri rapat tersebut. Sebagai atasan, Amir rupanya kecewa dengan sikap bawahannya itu.

Lantas ia pun segera menghampiri Reiny memaksa bawahannya menandatangani hasil rapat sambil membentak. “Kamu baru CPNS jangan belagu. Suruh tanda tangan saja tidak mau. Begitu teriaknya (Amir,red) kepada saya” papar Reiny.

Reiny tak terima dirinya dibentak dengan keras. Apalagi, katanya, bentakan atasannya itu diiringi dengan gerakan jari tangan yang menunjuk kedua matanya. Reiny pun balas menunjuk wajah atasannya itu. Situasi kian memanas, setelah atasannya tak mampu menahan emosi dengan menampar pipi kiri karyawatinya itu.

Sejumlah karyawan yang ada di lokasi kejadian pun mencoba melerai keributan tersebut namun tidak berhasil. Sambil menahan rasa sakitnya, Reiny langsung berlari ke lantai 8 Gedung Blok A. Di tempat ini Reiny mengadu ke Diana Rahmawati, staf bagian Kehumasan. Setelah bercerita, warga Jl TMII II Gang Nangka RT 02/02, Lubangbuaya, Cipayung ini, pingsan.

Terkait hal tersebut, Kasudin Kominfo Jakarta Timur, Yunus Azizy, mengatakan, akan menyelidiki kejadian yang sebenarnya. Ia berjanji akan menindak tegas bawahannya yang salah dan melakukan kekerasan. “Saya harus tahu persis dulu kejadiannya, kalau memang salah nanti akan saya tindak tegas. Tapi kasus ini sebenarnya hanya salah paham saja dan masing-masing emosi,” ujar Yunus.

Sementara itu, Kepala Postel Sudin Kominfomas Jaktim, Amir, mengatakan, sebenarnya yang menampar terlebih dulu adalah Reiny. Kemudian secara reflek ia balik menampar kepada Renny. Ia menampik kalau Renny menampar karena sebelumnya telah dicolek dagu dan lengan oleh dirinya.

“Tidak benar saya mencolek dagunya, hanya menunjuk-nunjuk ke matanya. Yang jelas saya ditampar duluan jadi balas menampar, saksinya banyak, kok. Saya orangtua tidak patut dong ditampar dan tidak mungkin saya mau menampar duluan ke seorang anak perempuan kalau tidak didahului. Jadi memang sama-sama emosi, saya juga tidak mampu menahan emosi,” kata Amir.

Menurut Staf Seksi Kehumasan Sudin Kominfomas Jaktim, Yusi Ichramsyah, kasus ini sudah dilaporkan ke Polsektro Cakung. Reiny juga sudah melakukan visum di RS Persahabatan, Jaktim. “Reiny menderita luka lebam di bagian pipi kirinya. Ia juga sudah melaporkan hal ini ke Polsek Cakung,” terang Yusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s