Daftar 89 Jalan Yang Merupakan Titik Rawan Banjir dan Genangan Air Di Jakarta


Sudah seminggu ini Jakarta mulai diguyur hujan. Biasanya, saat musim hujan sejumlah titik jalan raya di Ibu Kota rawan tergenang banjir.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pada tahun 2010 ada 89 titik yang tergenang air akibat hujan. “Tahun ini bisa jadi bertambah, bisa jadi juga berkurang. Dulu misalnya nggak banjir sekarang bisa saja tergenang,” kata Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Juwarno, Rabu (26/10) siang.
Kedalaman genangan air bervariasi, mulai dari 10 cm sampai 2 meter. Di Jakarta Pusat genangan paling dalam seperti di Kampungbencong (1 meter). Di Jakarta Utara di Teluk Gong (80 cm), di Jakarta Selatan di Kemang Bawah (1 – 2 meter), dan di Jalan Gatot Subroto depan kantor Pajak (1 meter).

Kemudian di Jakarta Barat, genangan air paling dalam ada di depan Samsat Barat Jalan Daan Mogot (1 meter) dan di Jalan Asirot Sukab Selatan Kebon Jeruk (1 meter). Sedangkan di wilayah Jakarta Timur bisa ditemui di Bidaracina (2 meter).
Kepolisian sendiri, kata Juwarno, hanya bertugas memperlancar arus lalu lintas yang tersendat oleh genangan itu. Polisi akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum jika menemukan genangan tersebut.

Polda Metro Jaya juga sudah mempersiapkan 36 unit mobil patroli lalu lintas jenis Ranger. Tiap satuan wilayah lalu lintas di Jakarta menerima tiga unit mobil. Kendaraan roda empat yang dimodifikasi sedemikian rupa, dengan ciri bannya lebih besar. Mobil ini diklaim mampu menembus genangan banjir dan dikerahkan untuk mengevakuasi korban banjir.

27 titik genangan air di DKI Jakarta pada awal tahun 2011.Hujan deras sepanjang siang hingga sore ini di Bogor, Depok, dan sebagian Jakarta menyebabkan banjir di beberapa kawasan di Ibu Kota, seperti di Lenteng Agung dan Cilandak, Jakarta Selatan.

Di RT 11 RW 03 Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, banjir melanda mulai sekitar pukul 17.00. Ketinggian banjir hingga pukul 19.00 sudah mencapai lebih dari 1 meter.

“Rumah saya mau kelelep. Tolong kirimkan perahu karet untuk evakuasi,” kata Budi, warga Pondok Labu, saat dihubungi Kompas sekitar pukul 18.30.

Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Selatan Frans Silalahi mengatakan, pihaknya segera merespons permintaan warga. “Terima kasih atas informasinya. Saya segera kirimkan bantuan,” kata Frans.

Badan Meterologi, Klimitalogi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim penghujan sudah dimulai pada Oktober 2011 mendatang. Sejumlah titik jalan dan wilayah di Jakarta Timur tetap rawan banjir terutama di kawasan sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.
Kawasan itu mencakup Kelurahan Balekambang dan Cawang di Kecamatan Kramatjati, Kelurahan Bidaracina dan Kampungmelayu di Kecamatan Kramatjati, serta Kelurahan Kebonmanggis, Kecamatan Matraman.

Hal itu diungkapkan Kasudin PU Tata Air Jakarta Timur, Suhartono, kepada wartawan, Rabu (14/9). Di sepanjang das Ciliwung di lima kelurahan dari tiga kecamatan itu sedikitnya ada 8.600 bangunan warga yang rawan terendam banjir pada musim penghujan Oktober mendatang.

Selain rawan banjir akibat hujan lokal, wilayah di sepanjang bantaran Kali Ciliwung itu juga kerap diancam banjir kiriman. Khususnya jika curah hujan di Bogor dan Depok meninggi yang mengakibatkan debit air di Kali Ciliwung meluap.
Daerah lainnya yang rawan banjir adalah pemukiman di RW 03, Cipinangmelayu, Makasar, Jakarta Timur yang berada di bantaran Kali sunter. “Daerah-daerah ini tetap rawan banjir,” kata Suhartono.

Menurut Suhartono, sejak kehadiran Kanal Banjir Timur dan tembus laut, sejumlah titik genangan atau banjir di Jakarta Timur telah berkurang hingga mencapai 30 persen. Sejumlah wilayah yang biasanya banjir seperti di Cipinang, Durensawit, dan Rawamangun, Pulogadung dan Cakung kini terselamatkan. Namun wilayah di sepanjang bantaran kali Ciliwung dan bantaran Kali Sunter di RW 03, Cipinangmelayu, masih tetap menjadi wilayah yang paling rawan banjir.

Suhartono mengatakan, selain di sepanjang bantaran kali Ciliwung, sejumlah titik jalan di Jakarta Timur juga rawan genangan di musim penghujan. Diantaranya adalah beberapa titik di Jalan DI Panjaitan, yakni di depan kampus IBN (Institut Bisnis Nusantara) di Penas, Cipinangcempedak dan di depan kantor PT Telkom Prumpung, Jatinegara, dan di depan PN Jakarta Timur, Pulogadung serta dibawah underpass, Cawang.

Menurut Suhartono genangan air akan tetap terjadi di sejumlah titik itu, karena crossing atau saluran air yang melintas di bawah badan Jalan DI Panjaitan itu ukurannya sangat kecil, yakni hanya sekitar 80 centimeter. Akibatnya air tidak mengalir ke KBT. Padahal ukuran ideal saluran air adalah sekitar 1,5 meter agar daya tampung air cukup banyak.
“Kami sudah mengusulkan ke Dinas PU DKI agar dilakukan perbaikkan crossing di dua titik tersebut namun hingga kini belum terealisasi,” katanya, Rabu (14/9).

Salah satu upaya untuk mengantisipasi adanya genangan air di sejumlah jalan lainnya, pihaknya kini tengah melakukan normalisasi saluran air di 32 titik jalan di Jakarta Timur. Berdasarkan data yang ada di Humas Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, sebelum Kanal Banjir Timur (KBT) beroperasi, titik rawan banjir di wilayah Jakarta Timur terdapat 40 kelurahan dari 65 Kelurahan.

Titik rawan tersebut meliputi 163 RW dan 678 RT. Banyaknya titik rawan banjir itu disebabkan wilayah tersebut dilalui oleh 7 kali, yakni Ciliwung, Sunter, Cipinang, Kalibaru, Jatikramat, Buaran dan Cakung.

Namun sejak KBT tembus laut pada akhir 2010 lalu, wilayah rawan banjir di Jakarta Timur berkurang hingga 30 persen.
Camat Cakung, Lukman Hakim, mengatakan, saat ini wilayah yang dimungkinkan masih akan terjadi genangan air di musim penghujan di wilayahnya adalah di RW 05 Kelurahan Rawaterate. Padahal sebelum KBT difungsikan, ada lima titik genangan air di wilayahnya.

Namun ia memastikan genangan di RW 05 Rawaterate, Cakung itu akan cepat surut dalam dua sampai tiga jam. “Penyebab genangan karena wiayah ini rendah dan adanya pedangkalan Kali Cakung Drain, yang sudah kita minta untuk dikeruk,” kata Lukman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s