Generasi Muda Indonesia Semakin Tidak Tahu Menghormati Orangtua dan Sesama


Tidak sedikit generasi muda Indonesia sudah tak menghormati orangtua dan sesama. Hal ini disebabkan lunturnya budaya sapa, salam, dan senyum (3 S). Oleh karena itu budaya tersebut perlu ditanamkan kembali kepada generasi muda.

“Budaya tiga S harus dibudayakan kembali. Tujuannya agar generasi muda Indonesia memiliki prilaku yang santun terhadap orangtua dan sesama,” kata Ketua Umum Paguyuban Seno Cakti (PSC) Pusat, Moetojib, di acara Silahturahmi sosial dan halal bihalal, Para Purna Bhakti BIN, di Balai Kota, Sabtu (29/10).

Moetojib mengatakan, pudarnya budaya 3S itu menyebabkan banyaknya terjadi gesekan di masyarakat. Baik itu anak yang melawan orangtua, tawuran warga hingga tawuran pelajar.

Dalam kesempatan itu juga, Moetojib menyampaikan bahwa PSC, paguyuban purnabhakti BIN (yang dulu bernama BAKIN), terdiri dari sekitar 1700 orang dari seluruh Indonesia berharap Pemerintah memperhatikan aspek kesejahteraan, peningkatkan keamanan dan kewaspadaan, ketegasan demi menjaga keamanan terkait masalah terorisme di Indonesia yang terus tidak ada habisnya.

“Demi menyelamatkan nyawa orang banyak Negara Kesatuan Republik Indonesia harus utuh selamanya. Meski sudah pensiun kami tetap dapat mengabdi kepada Negeri dengan memberikan masukan-masukan,” ujarnya.

Ketua PSC Koordinator Depok, Bustam Hardjiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa Depok semakin bercahaya dan semakin maju. Kemajuan ini tidak lain berkat kerjsama Pemkot Depok bersama masyarakatnya, sehingga Depok dilirik para investor.
“Kami berterimakasih atas terselenggaranya acara ini. Depok saat ini semakin maju dan menjadi kota yang diminati untuk bermukim,” tuturnya.

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il menjelaskan, forum tersebut memberikan gambaran bahwa pengabdian kepada Bangsa dan Negara tiada akhir. Demikian juga diharapkan kepada masyarakat Depok dalam membangun kotanya.

Bersinarnya kota Depok adalah berkat seluruh komponen Kota Depok yang peduli terhadap pembangunan dan problem yang ada di depok. Ini terlihat dari IKM, IPM Kota Depok menduduki peringkat tiga Jakarta Selatan dan Sleman. Angka harapan hidup, upaya peningkatan kesejahteraan warganya, menduduki nomor dua setelah Kabupaten Sleman. “Alhamdulillah pengelolaan dan pengolahan sampah yang sistemik, apa yang kami perkenalkan mulai diadopsi dan diakui, UU Tahun 2008, penyelesaian pengelolaan sampah hingga zero waste management,” paparnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s