Polisi Sita Dokumen Daftar Target Teroris dan Telusuri Keterlibatan Oknum Mahasiswa Universitas Indonesia


Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Boy Rafli Amar mengungkapkan, pihaknya menemukan dokumen perencanaan target korban aksi teror. Dokumen tersebut ditemukan dari hasil penangkapan enam tersangka teroris jaringan Abu Omar di wilayah Tangerang pada Sabtu (12/11/2011) dan Minggu (13/11/2011).

Enam orang tersangka itu berinisial DAP (34), BH alias Dodi (35), AA alias Agung (31) S, DWT (50), dan SGO alias Sugih. Kantor polisi termasuk target dari serangan kelompok teroris itu.

“Penyerangan terhadap petugas. Itu yang pertama. Sudah ada dokumen-dokumen perencanaannya di beberapa kantor polisi. Itu didapat dari dokumen yang diperoleh dari petugas,” ujar Boy di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (14/11/2011).

Selain polisi, kata Boy, dalam dokumen itu juga berisi target jaringan ini terhadap beberapa kelompok masyarakat. Namun, ia tak menyebutkan kelompok mana yang dimaksud oleh jaringan Kalimantan Timur tersebut. Hal ini karena polisi masih mendalami lebih jauh barang bukti tersebut dalam penyelidikan. Namun, ia menyatakan target kelompok ini tak ada yang berhubungan dengan perhelatan olahraga akbar SEA Games maupun kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN.

“Ada kelompok masyarakat juga yang masih kita dalami. Ini belum ada keterkaitan untuk mengganggu penyelenggaraan SEA Games dan KTT ASEAN,” jelasnya.

Seperti yang diketahui, selain dokumen berisi target penyerangan, pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri juga menyita dua pucuk senjata api jenis M16, satu pucuk senpi jungle, satu pucuk senpi FN. Selain itu juga, 888 butir peluru berbagai caliber dan enam buah magazin.

Dari hasil interogasi polisi terhadap tersangka BH diketahui bahwa ia pernah menerima senpi 2 pucuk dari Abu Omar yaitu satu pucuk senjata api jungle, satu pucuk F dan 20 peluru yang diakuinya disembunyikan di kawasan hutan Universitas Indonesia, Depok. Kelompok teroris ini juga tercatat pernah mendatangkan senjata dari Filipina selatan dan terkait peledakan bom di Bali.

Kepala Polisi Negara RI Jenderal Timur Pradopo menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada oknum mahasiswa dari Universitas Indonesia yang terkait dengan penemuan senjata api milik tiga terduga teroris dari kelompok Abu Omar. Hal ini disampaikan Kapolri seusai menghadiri upacara peringatan HUT Korps Brimob Polri Ke-66 di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (14/11/2011).

“Masih penyelidikan kita tunggu hasil secara utuh. Saya kira tidak ada (keterkaitan dengan mahasiswa UI),” ujar Kapolri.

Dalam penyelidikan tindakan terorisme ini, kata Timur, Polri juga tetap membutuhkan informasi dari masyarakat yang mengetahui pergerakan dari jaringan teroris itu. “Segala bentuk informasi apa pun yang selama ini kita terima tidak lepas dari peran masyarakat. Semua kaitan masih penyelidikan. Informasi sekecil apa pun kita tindak lanjuti masyarakat tidak perlu khawatir,” sambungnya.

Seperti diberitakan, Sabtu lalu Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap tiga tersangka yang berinisial DAP (34), yang beralamat di Cipondoh, Kota Tangerang, serta BHD (35) dan A (32), yang beralamat di Karawaci, Kota Tangerang.

BHD mengaku pernah menerima 2 pucuk senjata api dari tersangka AO. Kedua senjata itu adalah satu pucuk senjata api jungle dan satu pucuk senjata jenis FN, beserta 20 butir peluru. Kedua senjata itu disembunyikan dengan cara ditanam di kawasan hutan Universitas Indonesia di daerah Depok.

Senjata-senjata yang ditemukan dalam penangkapan terhadap enam orang yang diduga sebagai bagian dari jaringan teroris diduga dipasok dari Filipina. Senjata-senjata itu dimasukkan ke Indonesia melalui jalur Nunukan, Balikpapan, Makasar, dan Surabaya.

Demikian disampaikan Direktur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Petrus Golose, di Jakarta, Senin (14/11/2011). “Tersangka yang ditangkap masih terkait jaringan Abu Omar yang membawa senjata dari Filipina,” kata Golose.

Senjata-senjata itu, lanjut Golose, berasal dari Filipina dan dimasukkan ke Indonesia melalui Nunukan, Balikpapan, Makasar, dan Surabaya. Ia menambahkan, polisi antiteror masih mencari senjata yang disimpan di Depok. “Belum tahu jumlahnya berapa,” katanya.

Dari penangkapan terhadap enam orang itu, Sabtu dan Minggu lalu, polisi antiteror telah menyita dua pucuk senjata jenis M16, satu pucuk senjata jenis jungle, dan satu pucuk jenis FN.

Keenam orang yang ditangkap itu berinisial DAP, BH, AA, S, D alias N, dan S. Mereka ditangkap di daerah Tangerang, Bekasi, dan Duren Sawit di Jakarta Timur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s