Categories
Beragama Berbudaya Sejarah

Het Kong Sie Huis Tek Peninggalan Sejarah Tertua Jakarta Yang Dilupakan Oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta


Tahu tidak, Pasar Baru di Jakarta Pusat itu didirikan jauh sebelum republik ini berdiri?

Semula bernama Passer Baroe dan ketika Batavia menjadi nama untuk Jakarta, Pasar Baru didirikan pada 1820.

Tak heran, banyak bangunan tua di sini dan banyak yang masih seasli ketika pasar itu pertama kali didirikan, bahkan ada yang jauh lebih tua dari itu.

Salah satunya adalah Het Kong Sie Huis Tek atau sekarang dinamai Vihara Dharma Jaya atau Sin Tek Bio.

Letak rumah peribadatan ini tersembunyi, tenggelam di antara toko-toko tua, masuk Gang Belakang Kongsi yang begitu sempit dan kumuh di Pasar Baru Dalam.

Semerbak bau pesing menyertai perjalanan menuju tempat bersembahyang kaum Tionghoa itu.

Gang itu hanya cukup untuk dilalui oleh dua orang, dan itu pun mesti bersenggolan. Tuntas di gang ini Anda akan berujung pada satu tembok besar bertuliskan “Yayasan Wihara Dharma Jaya, Sin Tek Bio, Anno 1698 Batavia”.

Memasuki area kelenteng berwarna dominan merah itu, Anda akan membaui semerbak hio yang merasuki seluruh rongga hidung.

Di kanan dan kiri pintu utama kelenteng Anda akan disambut dua ekor patung singa penjaga yang disebut Bao-gu-shi.

Kelenteng ini tidak besar, namun keagungannya tetap terlihat dari atas bangunan kelenteng yang idhuni dua ekor patung naga dengan mutiara di antaranya.

Dalam ruang utama ada tiang-tiang pancang yang dililit dua ekor naga, sementara di dalam kelenteng ada ribuan lilin disangkari gelas-gelas kaca dengan stempel berwarna merah bertuliskan kaligrafi Cina berwarna emas.

Ratusan patung dewa dewi diletakkan di 14 altar yang memenuhi ruang utama, sedangkan patung Hok-tek Ceng-sin diletakkan di altar utama sebagai dewa utama yang disembah di kelenteng ini.

Patung itu sudah ada sejak kelenteng ini didirikan, bahkan usianya lebih tua dari kelenteng. Patung itu didatangkan langsung dari Tiongkok, sebelum kelenteng itu berdiri.

Sin Tek Bio yang memiliki dewa utama Hok-tek Ceng-sin sepertinya memang cocok berada di tengah Pasar Baru, karena Hok-tek Ceng-Sin adalah dewa Bumi dan rejeki atau dewa para petani dan pedagang.

Vihara ini diyakini berdiri pada abad ke-17, tepatnya 1698 yang saat itu adalah Tahun Macan. Tahun itu didapat dari data perabotan keleteng yang tercatat dari daftar penyumbang pembangunan kelenteng.

Akan tetapi pada 1820, seiring berdirinya Passer Baroe, kelenteng ini baru didaftarkan dengan nama Sin Tek Bio, yang berarti Kelenteng Pasar Baru.

Kapan kelenteng ini didirikan, mungkin sudah bukan masalah lagi. Yang jadi persoalan ini bangunan bersejarah itu mesti dilindungi. Sayang, kenyataan hampir dilupakan.

“Saya sudah pernah meminta bantuan ke Dinas Tata Kota, tapi tidak pernah ada tanggapan. Mereka (pemerintah) kurang perhatian kepada keadaan kami,” kata Ketua Yayasan Wihara Dharma Jaya Santoso Witoyo.

Santoso yang sejak 1981 mengurusi yayasan ini tampak pasrah dengan keadaan kelenteng yang kian hari kian tidak dianggap pemerintah. Padahal ini adalah salah satu jejak sejarah Jakarta, sekaligus objek wisata.

Tak hanya Sin Tek Bio, kelenteng Kwan Im Bio yang tepat berada di sebelahnya bernasib sama. Kwan Im Bio bahkan jauh lebih sulit ditemukan. Keduanya adalah kelenteng-kelenteng tertua di Ibukota.

Meski dinyatakan sebagai salah satu dari sembilan kelenteng utama di Jakarta, Sin Tek Bio sama sekali tak seperti kelenteng utama. Apalgi jika melihat jalan ke kelenteng ini yang begitu kumuh, sempit, becek dan pesing.

Tak hanya jalanan ke kelenteng, papan nama kelenteng pun sulit ditemukan karena tertutup terpal para pedagang.

Sungguh mengenaskan nasib jejak sejarah dan peradaban ini.

“Saya hanya bisa berpasrah kepada yang kuasa,” ucap Santoso.

Categories
Korupsi

Pelaku Korupsi Harus Dikucilkan Karena Merusak Moral dan Ahlak Bangsa


”When it is the governor who goes bad, the fabric of Illinois is torn and disfigured and not easily repaired. You did that damage.” Hakim Illinois, Amerika Serikat, James Zagel (2011)

Koruptor tak sekadar penjarah harta. Ia sekaligus perusak bangunan moral dan sosial.

Itulah dakwaan Hakim Zagel terhadap mantan gubernur Illinois, AS, Rod Blagojevich, sebagaimana dikutip chicagotribune.com (8 Desember 2011). Zagel menjatuhkan hukuman 14 tahun bagi gubernur dari Partai Demokrat yang memimpin Negara Bagian Illinois 2003-2009 itu.

Korupsi tak sekadar urusan uang yang ditilap (financial manipulations), karena itu bisa dikembalikan atau dirampas kembali; atau hanya terkait perilaku menyimpang (misuse of public power) sebagaimana didefinisikan JJ Senturia (1993) yang bisa diselesaikan secara hukum. Korupsi, menurut Zagel, terkait destruksi atas senyawa sosial yang kohesif. Korupsi berefek pada kerusakan sinergi sosial yang sudah berjalin secara fungsional.

Ia menghambat, memutus, dan membusukkan rangkaian kehidupan sosial yang sejatinya saling memberi efek dan energi positif bagi kehidupan yang lebih baik. Kehadiran koruptor jadi duri yang berpotensi memborokkan tatanan sosial dari dalam. Dan ini patut kita prihatinkan seiring kian runtuhnya kepercayaan publik terhadap pemberantasan korupsi di negeri ini. Rilis Lembaga Survei Indonesia (8 Januari 2012), opini masyarakat terhadap penegakan antikorupsi 2011 kian menurun dibandingkan 2010.

Sengkarut kebejatan
Beberapa kali kita dikejutkan oleh putusan bebas terdakwa kasus korupsi. Catatan Komisi Yudisial, puluhan koruptor divonis bebas Pengadilan Tipikor. Indonesia Corruption Watch menyebutkan, sampai November 2011 terdapat 40 terdakwa korupsi divonis bebas. Logika hukum para hakim tak berdaya menjamah para koruptor. Kebebasan para koruptor sedikit banyak memberikan angin segar bagi para calon dan pelaku korupsi yang belum terendus untuk terus nekat korupsi. Jangankan efek jera, mereka justru kian cerdik cari celah berkorupsi secara sistemik.

Ironisnya, ini ”mendapat angin” dari anggota DPR. Upaya interpelasi atas kebijakan pengetatan pemberian remisi untuk para koruptor dan teroris sedikit banyak menggoyah upaya sungguh-sungguh pemberantasan korupsi. DPR yang mempertanyakan kebijakan moratorium terjebak pada problem formalistik-legalistik yang selama ini sering dijadikan kedok koruptor untuk korupsi. Seharusnya, sebagai wakil rakyat, mereka lebih melihat dampak eksesif korupsi bagi rakyat dan mendukung sepenuhnya logika dan upaya pemberantasan korupsi.

Lemahnya komitmen antikorupsi oknum penegak hukum dan legislatif jadi pelengkap sengkarut korupsi di segala lini kehidupan negeri ini. Korupsi masif ini berdampak terhadap deviasi kehidupan yang tersamarkan di balik euforia demokrasi prosedural. Dampak sosiologis inilah yang cenderung terlupakan dan terabaikan. Pada titik tertentu, korupsi jadi ajang selebrasi kaum bedebah. Bahkan kalau bisa melakukan perlawanan balik.

Kesadaran tentang efek destruktif korupsi bagi tatanan sosial belum sepenuhnya tumbuh di masyarakat. Hal ini terlihat dari belum adanya korelasi signifikan antara persepsi masyarakat yang negatif terhadap korupsi dan penyikapan terhadap koruptor. Persepsi tak selalu berkorelasi dengan aksi. Korupsi lebih dilihat sebagai kejahatan ekonomi dan hukum (struktural), bukan beban sosial (kultural). Akibatnya, sanksi sosial dan operasi masif atas potensi korupsi tak hadir secara komprehensif.

Lebih jauh, ini berdampak pada sikap permisif terhadap korupsi. Korupsi dipandang bukan sesuatu yang aneh dan najis, karena itu tak perlu dieliminasi dan dieksklusi. Bahkan dalam beberapa kasus, koruptor tetap mendapatkan simpati (suara) dari konstituen untuk jabatan publik baik di legislatif maupun di eksekutif. Dalam kurun 2008-2011 terjadi delapan kali pelantikan kepala daerah berstatus tersangka dan terdakwa

Padahal, secara moral, koruptor berperilaku di luar kewajaran sosial dan secara personal mereka mengidap kejiwaan menyimpang (psychiatric deviations). Pada titik tertentu, apabila dibiarkan, ini bisa menjalar dan menular. Karena itu, perlu eksklusi, pemisahan secara tegas, baik secara kategoris maupun sosiologis terhadap koruptor. Eksklusi ini penting untuk memastikan berjaraknya efek domino dari tindak koruptif yang destruktif para pelaku korupsi dengan tatanan sosial yang belum sepenuhnya terkontaminasi.

Eksklusi harus jadi gerakan masif masyarakat madani dan didukung media massa, di tengah runtuhnya citra bersih institusi negara. Sebagaimana ditekankan Michel Foucault, identitas menyimpang (gila) para koruptor bukan masalah empiris atau medis semata. Ini juga terkait nilai-nilai sosial dan diskursus-diskursus yang terbentuk dalam masyarakat. Eksklusi dibentuk karena kebutuhan rakyat untuk kepentingan formasi sosial yang bersih dari korupsi. Paling tidak, ada komitmen masif untuk menegaskan jarak antara kami (rakyat) dan mereka (koruptor). Kami sebagai rakyat yang tak mau jadi korban, dan mereka sebagai yang aneh dan beda, karena itu harus dieksklusi

Categories
Kriminalitas

Setelah Melanggar Peraturan Dengan Masuk Jalur Busway Seorang Polisi Melepaskan Tembakan Untuk Menakut Nakuti Petugas Busway


Hingga saat ini pihak kepolisian masih belum mengetahui siapa oknum polisi yang melepaskan tembakan di jalur busway Koridor IV (Pulo Gadung-Dukuh Atas II) beberapa waktu lalu. Apakah polisi berinisial I ataukah D?

“Karena tidak diperbolehkan masuk ke jalur busway, akhirnya salah satu dari I dan D melepas tembakan. Saya belum bisa memastikan siapa yang melepas tembakan itu,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (15/1/2012).

Rikwanto menjelaskan terkait aksi koboi itu, bisa jadi I dan D dikenakan sanksi disiplin. Tapi tidak sampai dikeluarkan dari kesatuan. “Kita lihat saja perkembangan kasusnya nanti,” ujar Rikwanto singkat.

Seperti diberitakan, seorang petugas jalur busway koridor IV (Pulo Gadung-Dukuh Atas 2) bernama Rocky (RM), telah melaporkan oknum polisi ke Propam Polda Metro Jaya atas aksi koboinya yang melepas tembakan ke udara, persis di samping telinga kirinya saat dilarang menerobos jalur busway di Jalan Pramuka Raya, Kamis (12/1/2012) pagi. Rocky pun langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum.

Selasa (17/1/2012) pekan depan rencananya oknum polisi ini akan menjalani pemanggilan pertamanya di Polda Metro Jaya. Oknum polisi yang melepaskan tembakan di jalur busway Koridor IV (Pulo Gadung-Dukuh Atas II) beberapa waktu lalu, akan menjalani pemeriksaan pertama Selasa (17/1/2012) nanti. Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (15/1/2012).

“Selasa depan akan ada pemanggilan yang pertama. Senin sehari sebelumnya kami akan membuat surat ke kesatuan oknum tersebut untuk melakukan pemanggilan,” ucap Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan aksi koboi oknum polisi ini tidak dibenarkan. Pasalnya secara kode etik, melepaskan tembakan itu ada peraturannya. “Dalam situasi apa dan ada tahapan eskalasinya. Tidak boleh sembarangan melepaskan tembakan,” jelas Rikwanto.

Rikwanto menambahkan, apabila oknum polisi itu meminta baik-baik kepada petugas penjaga jalur busway akan diberikan izin. “Saya rasa pasti dibukakan pintu jika dikomunikasikan dengan baik,” ujar Rikwanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang petugas jalur busway koridor IV (Pulo Gadung-Dukuh Atas 2) bernama Rocky (RM), telah melaporkan oknum polisi ke Propam Polda Metro Jaya atas aksi koboinya yang melepas tembakan ke udara persis di samping telinga kirinya saat dilarang menerobos jalur busway di Jalan Pramuka Raya, Kamis (12/1/2012) pagi. Rocky pun langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum.

Categories
Pencinta Lingkungan

Kopassus dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tanam Ribuan Pohon di Bantaran Ciliwung


Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanam ribuan pohon di sekitar bantaran Kali Ciliwung. “Kita ingin membuat ruang terbuka hijau di Kali Ciliwung,” kata Komandan Kopassus TNI AD Mayor Jenderal Wisnu Bawa Tanaya, Ahad, 15 Januari 2012.

Kopassus dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanam 60 ribu pohon. Kopassus menanam 40.000 pohon, sementara sisanya dari pemerintah DKI. Pohon-pohon yang ditanam berjenis eboni (kayu hitam), trembesi, mahoni, nyamplung, salam, mangga, dan rambutan. Pohon dipilih berdasarkan manfaatnya. Misalnya pohon trembesi yang memiliki daya serap CO2 dan memiliki akar yang kuat untuk ikut menjaga kali dari banjir dan longsor.

Penanaman dilakukan di bantaran Kali Ciliwung, daerah Depok Margonda, sampai dengan TB Simatupang-Tanjung Barat. Panjang area tanam yaitu 15 kilometer. “Penting melakukan penanaman karena masyarakat sangat bergantung dengan Kali Ciliwung,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Lapangan Tembak Sudaryan Kopassus Cijantung 3.

Acara Kopassus dan pemerintah Jakarta ini bertajuk “Green, Clean, and Healthy” dengan bentuk kegiatan berupa pembersihan Sungai Ciliwung dan penanaman pohon di lapangan tembak B. Gubernur melakukan kegiatan “Green, Clean, and Healthy” bersama Kopassus, Pangkostrad, Kapuspen TNI, Pangdam Jaya, Kepala Basarnas, Kapolda Metro Jaya, Komunitas Pencinta Ciliwung, beserta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Acara juga disertai dengan penyusuran Sungai Ciliwung.

Categories
Banjir Di Indonesia

500 Rumah Di Kabupaten Nganjuk Terendam Banjir


Banjir bandang kembali menerjang permukiman penduduk di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Lebih dari 500 rumah terendam air setinggi lutut orang dewasa.

Banjir kali ini terjadi di Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk. Tingginya curah hujan yang mengguyur seharian membuat debit air Sungai Sumengko meningkat. Menjelang petang, air mulai memasuki rumah warga dan menenggelamkan semua perabotan. “Sejak tadi malam kami berjaga-jaga kalau air membesar,” kata Sugeng, salah satu warga, Minggu, 15 Januari 2012.

Banjir seperti ini, menurut dia, terjadi setiap musim hujan tiba. Berbagai upaya dilakukan warga untuk mencegah meluapnya sungai. Namun tingginya curah hujan yang membawa air dari gunung membuat Sungai Sumengko tak mampu menampungnya.

Hingga pagi ini warga masih belum mengembalikan perabotan rumah ke tempat semula. Mereka khawatir banjir susulan akan kembali menerjang desa itu.

Jasmani, perangkat Desa Sumengko, mengatakan sekitar 550 rumah di lima rukun warga terendam air. Petugas Tanggap Bencana dan TNI sejak tadi malam berjaga-jaga di desa itu untuk membantu evakuasi. “Mereka disiagakan karena khawatir banjir susulan,” kata Jasmani.

Informasi yang diterima Tempo menyebutkan banjir ini disebabkan penebangan liar yang terjadi di Gunung Wilis. Gundulnya kawasan hutan menjadi ancaman bencana bagi warga Nganjuk setiap musim hujan tiba.

Ancaman serupa juga dialami warga di lereng Wilis lainnya. Ribuan warga di Kecamatan Mojo dan Banyakan, Kabupaten Kediri, mewaspadai longsor yang terjadi tiap musim hujan. Meski sudah dibangun plengsengan penahan material tanah di lereng, longsor tetap terjadi dan memutuskan akses jalan. “Kami meminta warga di sana berhati-hati,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri Edhi Purwanto.

Categories
Beragama

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, K.H. Imam Yahya Mahrus Wafat


Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, K.H. Imam Yahya Mahrus, wafat. Almarhum menderita penyakit komplikasi dengan keluhan terberat kanker paru-paru.

Ketua I Pondok Pesantren Lirboyo Ibrahim Hafidz mengatakan Kiai Imam Yahya Mahrus meninggal dunia pada Sabtu, 14 Januari 2012, pukul 20.30 WIB. Almarhum sempat menjalani perawatan khusus di Rumah Sakit Graha Amerta, Kediri, akibat penyakit komplikasi yang dideritanya. “Penyakit terparah kanker paru-paru,” kata Ibrahim, Minggu, 15 Januari 2012.

Saat ini jenazah masih disemayamkan di Pondok Pesantren Lirboyo. Ribuan santri dan pengurus pondok pesantren terus berzikir mendoakan almarhum. Menurut rencana, Kiai Imam akan dimakamkan di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kediri. Di tempat itu, almarhum memiliki tanah yang diperuntukkan sebagai pemakaman keluarga.

Sejumlah pejabat Musyawarah Pimpinan Daerah Kediri tampak hadir di rumah duka. Sekretaris Kota Kediri Agus Wahyudi menyampaikan duka cita atas wafatnya almarhum. Semasa hidup, Kiai Imam banyak memberikan masukan kepada para pejabat untuk memimpin pemerintahan yang baik. “Saya mewakili Wali Kota yang sedang di Jakarta menyampaikan duka cita dan sangat kehilangan,” kata Agus.

Selain berkontribusi pada pendidikan pesantren, almarhum juga memiliki dedikasi tinggi pada pendidikan formal. Hingga saat ini Kiai Imam masih tercatat sebagai Rektor Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Bandara Udara Yang Bersih Akan Membuat Industri Pariwisata Semakin Maju


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan, kebersihan bandara merupakan faktor utama yang sangat menentukan guna mendorong perkembangan kunjungan wisata di suatu daerah.

“Ada tiga faktor yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah yang ingin mengembangkan pariwisata, yakni kamar mandi bersih, toilet bersih, dan bandara harus bersih,” kata Mari dalam seminar nasional “Maksimalisasi Potensi Pariwisata Sulut” di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Sulawesi Utara, Jumat (13/1/2012).

Mari mengatakan, kebersihan ketiga tempat tersebut sangat penting menjadi perhatian daerah karena permasalahan ini menjadi keluhan para wisatawan ketika berkunjung di beberapa daerah di Indonesia.

Sulut, menurut Menparekraf, harus menjaga ketiga tempat tersebut tetap bersih agar wisatawan merasa betah untuk terus datang berkunjung di Sulut.

Selain masalah kebersihan, Menparekraf mengatakan, perluasan jaringan penerbangan ke berbagai negara merupakan faktor kunci lainnya yang perlu diperhatikan dalam upaya mendorong kunjungan wisata meningkat tajam.

Sementara pakar ekonomi dan pariwisata Sulut, Dr Ellen Pakasi, mengatakan, pemerintah daerah harus mendorong kebersihan lokasi vital bagi wisata tetap terjaga. Dengan demikian, para turis yang datang merasa nyaman karena berada di lingkungan yang asri dah bersih. “Sulut masih perlu mendorong kebersihan di sarana wisata yang ada,” kata Ellen.

Categories
Demokrasi

Ilham Akbar Habibie Terpilih Jadi Ketua ICMI Masa Jabatan 2010 – 2015


Setelah melalui proses pemilihan yang cukup alot, DR. ING. Ilham Akbar Habibie MBA, akhirnya terpilih sebagai Ketua Presidium ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) periode 2010-2015. Ilham Habibie meraih suara terbanyak dengan mengungguli sembilan kandidat lainnya. Ilham meraih 410 suara. Diposisi kedua, Nanat Fatah Nasir, Rektor UIN Sunan Kalijaga dengan perolehan suara sebanyak 308 suara, urutan ketiga Marwah Daud dengan 276 suara Priyo Budi Santoso di urutan ke empat dengan 271 suara, dan posisi kelima Sugiarto dengan 231 suara.

Proses perhitungan suara yang dimulai pukul 08.00, Ilham terus memimpin perolehan suara. Disusul secara bergantian oleh kandidat lain Nanat Fatah, Marwah Daud, Priyo Budi Santoso dan Sugiharto. Bahkan, kandidat lain Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan RI juga sempat mengundang perhatian peserta Muhtamar karena suaranya terus meningkat. Namun, akhir pemungutan suara, suara Zulkifli tidak bertambah secara signifikan sehingga politisi PAN itu gagal menjadi Presidium ICMI.

Proses pemilihan presidium ICMI dalam Muhtamar ICMI yang digelar di IPB Internasional Convention Center (ICC) sejak 4-7 Desember berlangsung alot dan memanas. Bahkan, sebelum proses pemilihan dilakukan pada Senin (7/12) dinihari, sempat terjadi kisruh saat Orwil ICMI Papua mengusulkan agar mereka diberi kesempatan untuk lebih dulu memberikan suara karena harus segera kembali ke Papua pada Senin paginya.

Karena usulannya tidak terakomodir oleh panitia pemilihan, sebanyak 23 orang Orwil ICMI Papua memilih mengundurkan diri dari arena Muhtamar. Proses pemungutan suara untuk menentukan lima anggota presidium ICMI berlangsung hampir enam jam, mulai pukul 02.00-08.00 pagi.

Sementara itu Ilham Habibie usai berhasil memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan yang cukup melelahkan itu sangat bersyukur. Dalam konfrensi pers usai terpilih, putra mantan Presiden BJ Habibie itu mengatakan, pihaknya akan mengutamakan musyawarah untuk mufakat.

“Namun jika tidak bisa dilakukan musyawarah, terpaksa dilakukan voting,” katanya kepada wartawan di ruang media center. Lebih lanjut ia mengatakan, selama menjabat menjadi presidium ada tiga poin yang akan dilakukan oleh ICMI, yakni ICMI harus mempunyai kepemimpinan yang solid, kedua harus memperkuat organisasi dari tingkat Organisasi Wilayah dan Organisasi Daerah, ketiga ICMI harus mengakar sampai akar rumput dan jangan sampai sebatas konsep “ICMI harus punya kepemimpinan solid, terbuka, transparan,egaliter, profesional. Itu harus tercermin dalam presidium dari 5 orang ini. Ini harus menjadi satu dalam kepempinan di ICMI,” tegasnya.

Selain itu agenda kedua yang ingin diwujudkan adalah agar ICMI menjadi organisasi yang rapi. Termasuk memperkuat jaringan organisasi. “Saat ini di daerah ada yang baik dan ada juga yang kurang. Kita harus mendampingi yang kurang ini agar apa yang kita miliki bisa diperbaiki,” katanya.

Namun lanjutnya, tentunya ini harus kesepakatan dari semua presidium yang ada. Pasalnya, presidium juga punya hak melakukan hal-hal lain selama tidak bertentangan dengan kesepakatan.

“Ini untuk membekali rencana ICMI ke depan. Saya sudah punya ide tapi kan harus diselaraskan dengan tim,” paparnya.
Ditempat yang sama, Priyo Budi Santoso mengatakan, presidium ICMI akan bekerja dengan solid untuk priode lima tahun kedepan. Wakil Ketua DPR-RI asal Fraksi Golkar ini mengatakan, presidium akan dilakukan bergiliran setiap setahun sekali, tahun pertama siapa, tahun kedua dan seterusnya.

“Saya dengan mas Ilham ibarat dua maut, dan ditambah tiga predisidium lainnya,” katanya.

Lebih jauh katanya, ini merupakan peristiwa demokrasi di ICMI, yang dilakukan secara longmarch. Untuk itu katanya, seluruh anggota presidium akan ikhtiar menggunakan segala kemampuan untuk menjalankan semua amanah ini secara tanggung renteng dan kolegial.

“Kami akan segera kami susun struktur kepengurusan ICMI,” kata Wakil DPR RI ini.

Priyo menambahkan, melihat tokoh-tokoh yangg dipilih oleh muhtamirin saya yakin dan percaya, akan ada lompatan-lompatan yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat. “Kami memohon dukungan untuk menggunakan tenaga kami yang terserak untuk menghimpun kemampuan cendekiawan yang tergabung dalam ICMI. Saya juga bantah, jika dikatakan, Muktamar ICMI kali ini merupakan pertarungan antara Golkar dan Demokrat,” tandas Priyo.

Saat ditanya soal independensi ICMI, Priyo menegaskan 100 persen ICMI independent. Dan tidak tunduk pada kekuasaan. ICMI katanya, tempat berkumpul untuk menuangkan ide-ide. “Tapi kami tidak alergi kepada kekuasaan dan parpol, namun kami tidak akan membungkuk kepada kekuasaan,” katanya.

Pak Priyo kan dari Golkar? “Ini tidak ada hubungannya dengan Parpol,” katanya.

Menurutnya, ICMI tempat berkumpul para cendekiawan dengan berbagai disiplin ilmu dan latar belakang yang berbeda. ICMI katanya, sangat heterogen. “Saya sebagai Priyo Budi Santoso yang cendekiawan dan muslim.Saya di ICMI melepaskan jaket parpol saya,” tegasnya.

Tentang Keistimewaan Jogyakarta yang sekarang sedang hangat dibicarakan, Priyo meminta, agar tidak di reduksi atas alasan apapun.

“Pemilihan Gubernur secara langsung, akan kami kaji. Yang jelas, keistimewaan Jogyakarta, jangan dibuat polemik. Mereduksi keistimewaan Jogyakarta dalam bentuk dan alasan apapun, tidak dbenarkan,” papar Priyo.

Categories
Berbudaya Perekomonian dan Bisnis

Menjelang Imlek Pusat Perbelanjaan Obral dan Hadiah Langsung Diskon Hingga 70 Persen


Pusat-pusat perbelanjaan mengerahkan berbagai kiat untuk menarik pengunjung dalam rangka menyambut dan merayakan Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru China 2563 yang jatiuh pada 23 Januari 2012. Selain dalam bentuk pemberian diskon hingga program belanja malam.
Dari pantauan Warta kota terlihat sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta memberikan diskon selama periode Tahun Baru Imlek berlangsung. Besaran bervariasi mulai dari 50 persen hingga 90 persen untuk berbagai produk.
Kepada Warta Kota, Fauziah, petugas Costumer Service pada Metro Taman Anggrek. Taman Anggrek Mall Slipi, Jakarta Barat mengemukakan, selama periode Imlek Metro Taman Anggrek memberikan diskon untuk berbagai produk sebesar 50 persen.
Program diskon yang berlaku di Metro Taman Anggrek juga diberlakukan di semua pusat perbelanjaan yang berada di bawah manajemen Metropolitan Retailmart. “Berlakunya sampai tanggal 29 Januari,” kata Fauziah.
Ayu, petugas Costumer Service di Metro Pondok Indah juga mengemukakan hal senada. Dia mengatakan, tidak semua tenan memberikan diskon. “Kira-kira yang ngasih diskon separuhnya,” katanya.
Berbeda dengan Grup Metropolitian, Emporium Pluit Mall yang berada di kawasan Jakarta Utara terlihat lebih jor-joran. Selain memberikan diskon selama periode Imlek tahun ini, mal ini untuk kali pertama menggelar program belanja tengah malam atau Midnite Sale.
Program belanja tengah malam di Emporium Pluit Mall ini berlangsung pada 13-14 Januari dengan pesta diskon bersama 270 tenan pengisi mal. Menurut Chief Executive Officer Emporium Pluit Mall, Ellen Hidayat, program ini digelar untuk memenuhi permintaan masyarakat dan pemilik tenan.
“Banyak permintaan baik dari tenan maupun tamu pengunjung,” kata Ellen.
Adapun produk yang ditawarkan selama belanja tengah malam adalah beragam bentuk kebutuhan masyarakat mulai dari makanan, pakaian hingga produk elektronika dan fesyen.

Sementara itu Golden Truly Department Store menyambut Imlek dengan menggelar event Exotic Imlek dengan pemberian diskon hingga 70 persen. Promo yang berlangsung sejak 2 Januari 2012 ini akan berkahir pada 31 Januari 2012.
Selain menggekar pesat diskon, Golden Truyly juga berupaya menarik pengunjung dengan menggelar acara Barongsai Show di Golden Truly Department Store Jakarta hingga 15 Januari dan Golden Truly Depok (21- 23 Januari 2012).
Program lain yang tak kalah menarik ialah Free Angpao. Program ini ditujukan untuk pengunjung yang berbelanja minimal Rp 300.000 di Golden Truly Jakarta, Depok & Batam.
Sedangkan PWP Mug Shio ditujuan untuk pembelanja yang berbekanja minimal Rp.100.000 dapat membeli Gelas Mug Shio dengan harga spesial.

Categories
Demokrasi Taat Hukum

Jakarta Macet Total Karena Unjuk Rasa Undang Undang Agraria


Jakarta diperkirakan akan bertambah macet hari Kamis (12/1/2012) ini karena digoyang sejumlah unjuk rasa. Budiman Sudjatmiko, penghubung antara wakil rakyat dan sekretariat bersama penyelesaian konflik agraria, kepada Kompas, Rabu kemarin, memaparkan, rencana aksi damai pada Kamis ini di Jakarta rencananya diikuti ribuan orang dari berbagai elemen.

* Pukul 08.00, peserta aksi damai berkumpul di Masjid Istiqlal.
* Pukul 09.00, peserta berangkat ke Istana. Di depan Istana, Budiman Sudjatmiko akan berpidato.
* Pukul 12.00, peserta berangkat ke Parkir Timur Senayan dengan bus. Ada kemungkinan Jalan MH Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto ke arah Senayan, terkena imbas macet karena bus-bus yang membawa peserta aksi akan berhenti di jalan protokol Jakarta.
* Pukul 13.00, peserta aksi menuju DPR. Semua anggota DPR yang pro RUU Desa diharapkan keluar menyambut peserta aksi.

Tutup Tol Merak dan Cikampek
Kemacetan diperkirakan juga akan terjadi di Tol Merak-Jakarta dan Tol Cikampek-Jakarta karena peserta aksi dari Banten direncanakan berkumpul di pintu Tol Merak dan peserta aksi dari Jawa Barat akan berkumpul di pintu Tol Cikampek.

Peserta aksi dari Madura direncanakan menutup lalu lintas di Jembatan Suramadu, sedangkan peserta aksi dari Jawa Tengah akan menutup jalan di Kartosuro. Aksi damai ini untuk meminta perhatian pemerintah agar menyelesaikan konflik agraria, lebih memberdayakan petani, dan mengembalikan hak desa.

Aksi damai yang melibatkan belasan ribu orang di 27 provinsi ini dikerahkan sekitar 70 organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, antara lain, Konsorsium Pembaruan Agraria, Sawit Watch, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Serikat Petani Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, dan Parade Nusantara.

Bersama puluhan ribu petani dari daerah lain, sekitar 1.200 anggota Serikat Petani Pasundan, hari ini, Kamis (12/1/2012), akan menggeruduk gedung DPR/MPR di Jakarta.

Mereka menuntut pemerintah menyelesaikan masalah agraria di berbagai daerah Indonesia.

Sekretaris Jenderal Serikat Petani Pasundan Agustiana, Rabu kemarin, mengatakan, banyak program agraria yang harus diselesaikan pemerintah.

Oleh karena itu, Agustiana mengharapkan pemerintah menyelesaikan reformasi agraria, menghentikan kekerasan dalam konflik agraria, mengembalikan pengelolaan hutan ke tangan rakyat, dan nasionalisasi lahan tambang.

Aksi damai yang melibatkan belasan ribu orang ini dikerahkan 70-an organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, antara lain Konsorsium Pembaruan Agraria, Sawit Watch, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Serikat Petani Indonesia, Wahana Lingkungan Indonesia, Parade Nusantara.

Sebelumnya, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih di Jakarta mengatakan, Serikat Petani dan Sekber ingin UU Pokok Agraria NO 5 1960, dipertahankan. “Kalaupun Pansus Konflik Agraria dibentuk, UU Pokok Agraria tak boleh diutak atik,” tandasnya.

Ia menambahkan, justru yang ingin merampas tanah petani itulah yang menginginkan UU itu diganti. Karena itu Serikat Petani akan mempertahankan UU Pokok Agraria.

Executive Director Sawit Watch Abetnego Tarigan berpendapat, ada beberapa pasal dalam UU mendesak dicabut, antara lain UU Perkebunan dan UU Penanaman Modal. Pasal 20 UU Perkebunan misalnya, memberikan kewenangan pada perkebunan soal pengamanan swakarsa. “Kalau ini dibiarkan, potensi konflik seperti Mesuji akan meledak. Dan konflik agraria, kalau tidak diingatkan, akan menjadi bom waktu. Ini sudah dilakukan Komunitas Suku Anak Dalam yang menduduki perkebunan Wilmar di Jambi,” ungkapnya.

Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria Idham Arsyad mengingatkan, yang perlu dicermati dalam konflik agraria adalah keterlibatan TNI dan Polri. Karenanya ia meminta aparat bersenjata harus ditarik.

“Kami amati bahwa pemerintahan hari ini tak punya solusi yang baik. Pada tahun 2012, tercatat 163 kasus agraria yang menewaskan 22 orang. Pemerintah hanya membentuk tim, tanpa ada solusi. Kami sudah ingatkan potensi konflik ini sejak tahun 2003. Dan potensi ini akan makin kuat setelah UU Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum berlaku,” tandas Idham.

Pembina Parade Nusantara Budiman Sujatmiko mengatakan, aksi ini melibatkan juga para kepala desa. “Petani ada di desa. Jadi kita minta hak-hak desa dikembalikan,” katanya.

Budiman mengakui DPR sulit menyelesaikan kasus-kasus agraria dengan tuntas. “Saya akui beberapa teman anggota DPR adalah juga pemegang HPH,” ungkapnya