Monthly Archives: February 2012

Daftar Pegawai Pajak Yang Berhasil Menjadi Milyader


Sejumlah kasus mafia pajak tak habis-habisnya terbongkar dalam dua tahun terakhir. Pegawai rendah Kantor Pajak ketahuan menimbun duit hingga miliaran rupiah. Ada yang kasusnya dihentikan karena tak terbukti. Baca juga: PNS dilarang berbisnis oleh Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 1974

Gayus Tambunan
# Pangkat: III-A
# Jabatan: Bagian Penelaah Keberatan di Seksi Banding dan Gugatan Direktorat Pajak
# Tabungan dalam rekening: Rp 25 miliar
# Modus: Selama 2007-2009, bekerja sama dengan sejumlah konsultan pajak membantu “mengurus” proses banding ke pengadilan pajak.
# Garapan: 21 perusahaan, tiga di antaranya perusahaan tambang batu bara milik tokoh politik.
# Kasus:
– Terjerat kasus penyuapan terhadap sejumlah polisi.
– Terjerat kasus korupsi dan gratifikasi.
– Terjerat kasus pemalsuan paspor karena pelesiran saat ditahan.
– Terjerat kasus penyuapan petugas penjara karena pelesiran saat ditahan.
# Status kasus: Divonis tujuh tahun penjara dan menghadapi vonis lainnya.

Bahasyim Assifie
# Jabatan: Bekas Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Jakarta VII
# Total uang dalam rekening: Rp 61,1 miliar, yang terdiri atas rekening Sri Purwanti, istrinya, Rp 35 miliar plus US$ 1 juta; kedua anaknya, Winda Arum Sari dan Riyanti Irianti, masing-masing Rp 19 miliar dan Rp 2,1 miliar.
# Harta lainnya:
– Rumah di daerah Pancoran, Jakarta Selatan, yang diperkirakan senilai Rp 1,5 miliar
– Rumah di Jalan Cianjur, Menteng, Jakarta Pusat, senilai Rp 25 miliar
– Rumah di kompleks Mas Naga, Bekasi, Jawa Barat, senilai Rp 1 miliar
– Tanah 12 hektare di Cimanggis, Depok
# Kasus:
– Menyalahgunakan wewenangnya sebagai Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak.
– Meminta uang Rp 1 miliar kepada wajib pajak bernama Kartini Mulyadi, salah satu Komisaris PT Tempo Scan.
– Melakukan pencucian uang dengan modus memindahkan harta ke beberapa rekening miliknya serta milik istri dan anak-anaknya.
– Status kasus: divonis 12 tahun penjara.

Denok Taviperiana
# Pangkat: III-D di Direktorat Jenderal Pajak
# Total harta: Rp 5,5 miliar, dalam bentuk deposito Rp 3 miliar. Polis asuransi jiwa dengan premi tunggal senilai Rp 1 miliar pada 2007.
# Modus: Diduga menerima suap.
# Status Kasus: Dihentikan

Dhana Widyatmika
# Pangkat: III-C
# Jabatan: Dinas Pajak DKI Jakarta
# Total Harta dalam rekening: Rp 60 miliar. Berbisnis jual-beli mobil.
# Kasus: Diproses Kejaksaan Agung dan menjadi tersangka.

Advertisements

Dede Purnama Auditor BPKP Lulusan STAN Bunuh Diri Dengan Melompat Dari Gedung BPKP Pramuka Jakarta Timur


Dede Purnama tewas setelah jatuh dari lantai 12 Gedung Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan (BPKP), Jl Pramuka 33, Jakarta Timur. Alasan bunuh diri Dede masih misterius. Apakah ada masalah dengan finansial keluarganya? Jenazah Dede saat ini sudah dibawa ke RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, untuk diotopsi. Jenazah tiba di lokasi pada Selasa (28/2/2012) sekitar pukul 11.30 WIB.

“Orangnya sangat tertutup. Di kantor juga nggak ada yang tahu kenapa dia sampai bunuh diri. Diduga ada permasalahan finansial keluarga,” ujar seorang pegawai BPKP di RSCM ketika sedang menelepon seseorang.

Sementara itu seorang saksi yang engan disebutkan namanya mengatakan jenazah Dede ditemukan di TKP sekitar pukul 10.30 WIB. Keluarga Dede di Pondok Aren, Bintaro, pun sudah dihubungi. Rencananya, jenazah akan dibawa ke rumah duka setelah otopsi selesai dilakukan.

Jenazah Dede ditemukan jatuh dalam posisi tertelungkup di dekat lobi Gedung BPKP, Jl Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (28/2/2012). BPKP dan polisi menyatakan auditor bidang deputi perekonomian BPKP itu tewas karena bunuh diri. Namun polisi tetap akan menyelidiki untuk mengetahui motifnya.

Pria yang tewas setelah jatuh dari lantai 12 Gedung Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan (BPKP) itu bernama Dede Purnama Cahya (35). Auditor BPKP Bidang Deputi Perekonomian itu adalah lulusan sekolah elite, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

Penelusuran detikcom, Selasa (28/2/2012), Dede adalah alumnus STAN tahun 1998. Di situs STAN yang berisi data alumni, Dede menuliskan sebaris kalimat di bagian keterangan. “Belajar mengenal diri supaya mengerti diri, sadar diri dan pada akhirnya tahu diri.”

Dari penelusuran diketahui pula Dede adalah alumni SMAN 2 Tasikmalaya, Jawa Barat. Di SMA itu, Dede masuk jurusan IPS dan merupakan bagian alumni angkatan 1993. Selulus SMA, Dede sempat bekerja selama dua tahun. Tidak ada keterangan dia bekerja di mana. Kemudian tahun 1995, Dede mencoba tes di STAN.

Dalam sebuah grup alumni SMAN 2 Tasikmalaya Sos 1993 yang diupdate pada 2007, Dede menyebut dirinya kuliah dengan gratis. Pendidikan di STAN diselesaikannya pada 1998. Kemudian di 1999, dia ditempatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Setelah itu Dede ditempatkan di Jakarta sejak pertengahan 2002 hingga kini.

Dalam grup tersebut, Dede mengaku sudah memiliki 1 putri berusia 3 tahun. Jika pada 2007, anak perempuannya berusia 3 tahun maka tahun ini umurnya sekitar 8 tahun. Sementara dari akun Facebooknya yang menggunakan nama Tjahja Poernama, Dede mengaku aktivis ‘Black Death Victory’ sejak 2011. Tertulis juga ‘Don’t be afraid with the death’. Dalam FB-nya itu Dede menyebut dirinya adalah auditor pemerintah yang juga penggemar pingpong.

Di jejaring sosial itu, Dede mencantumkan Iwan Fals dan Slank sebagai penyanyi yang disukainya. Di daftar buku favorit, Dede mencantumkan buku psikologi dan jurnal tenis meja. Sedangkan film favorinya adalah Garuda di Dadaku. Jenazah Dede ditemukan jatuh dalam posisi tertelungkup di dekat lobi Gedung BPKP, Jl Pramuka, Matraman, Jakarta Timur

BPKP menyebut auditor Dede Purnama (35) tewas karena bunuh diri. Dugaan serupa juga disampaikan polisi. Polisi masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, misalnya tentang motif tindakan nekat tersebut. “Sementara bunuh diri terjun dari lantai 12,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Dian Perry saat dihubungi detikcom, Selasa (28/2/2012).

Dian mengatakan, sebelum terjun memang Dede sempat bertemu dengan rekannya. Namun tidak ada obrolan yang berarti antara Dede dan rekannya tersebut. Apalagi menyangkut niat terjun bunuh diri dari lantai 12.

“Ya memang sempat ngobrol sari temannya,” ungkapnya. Usai mengobrol dengan rekannya tersebut, Dede lalu berjalan menuju tembok pembatas sepanjang 2,5 meter. Setelah itu, tiba-tiba saja Dede naik ke pembatas itu dan terjun.

Motif Dede Purnama Cahya (35) nekat terjun bebas dari lantai 12 Gedung BPKP, terus didalami. Dede dipastikan murni bunuh diri dan tidak tersangkut audit yang sedang dikerjakannya.

“Tolong ya, ini bunuh diri murni. Jadi jangan teman-teman dikaitkan dengan kasus-kasus yang seperti itu. Intinya itu sekarang bunuh diri murni, kita belum tahu motifnya,” kata Kepala Humas BPKP, Ratna Tianti, di Gedung BPKP, Jalan Pramuka nomor 33, Jakarta Timur, Selasa (28/2/2012).

Ratna menjelaskan BPKP kini tidak sedang melakukan audit apa-apa. “Kita sekarang tidak ada mengaudit apa-apa. Sekarang kita dengan permintaan mengaudit itu,” ujar perempuan yang mengenakan baju warna putih, rok warna kuning dan kerudung coklat muda ini.

Apakah tekanan kerja auditor keras? “Ya namanya kerja semua ada tekanan,” jawab Ratna. Perempuan berkacamata ini mengatakan Dede baru sebulan bekerja di BPKP Jl Pramuka. “Dia itu baru dipindahkan dari Kanwil DKI Banten, yang dulu namanya DKI 2. Dulu kantornya di Jl Hayam Wuruk. Dia baru sebulan di sini. Tadi saya tanya atasannya, Pak Junaedi, dia itu orangnya pendiam, tidak banyak ngomong,” papar Ratna.

Pengamatan detikcom, jasad Dede sudah dibawa ke RSCM. Lokasi kejadian sudah dibersihkan. Garis polisi yang dipasang juga sudah dicopot. “Terus naik dan terjun begitu saja. Dia nggak ada cerita apa-apa sama temannya sebelum itu,” katanya. Pihak keluarga korban hingga kini belum ada yang diperiksa polisi. Saat ini korban dibawa ke RSCM untuk dilakukan otopsi. Saksi-saksi diperiksa oleh penyidik Polsek Matraman.

Dede Purnama sempat menghisap rokok sebelum melompat dari lantai 12 Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Pramuka Jakarta Timur. Pria yang bekerja di bidang perekonomian BPKP ini tiba-tiba saja keluar jendela dan melompat dari gedung itu.

“Awalnya dia datang duluan kemudian saya ikut merokok di lantai 12,” kata Frans, salah seorang pegawai BPKB yang juga saksi, di Gedung BPKP, Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (28/2/2012).

Frans mengatakan, dirinya dan Dede memang sering bertemu ketika merokok di lantai itu. Lantai 12 adalah ruangan merokok sekaligus ruangan olahraga. “Saya memang sering merokok dan main pingpong bareng,” katanya.

Frans mengatakan tidak ada pembicaraan yang aneh selama dia merokok dengan Dede. “Tidak ada yang aneh,” tutur dia.

Frans menyatakan, setelah merokok dirinya ingin turun ke kantornya dan menuju lift. Tapi Dede malah menuju jendela dan keluar dari jendela itu. “Saya sempat panggil tapi tidak menjawab dia tahu-tahu melompat,” ujar Frans.

Dede Purnama Cahya (35), seorang auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 12 di kantor BPKP, Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Lantai 12 itu merupakan lantai paling atas, sebagiannya menjadi area terbuka untuk perokok dan sebagian lagi ruangan tertutup untuk fasilitas olahraga.

Pantauan detikcom di kantor BPKP lantai 12, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (28/2/2012), lantai itu bisa diakses dengan menaiki lift dari lantai 1. Menuju ke sebelah kanan, ada pintu kaca untuk menuju ruangan outdor berkanopi.

Di ruangan roof top berukuran 5×12 meter persegi itu ada 3 unit bangku dan meja yang bersambungan. Masing-masing meja disambungkan dengan 2 ruas bangku berhadap-hadapan. Total bangku-meja itu bisa menampung 8-10 orang. Ruangan outdoor itu dibatasi tembok setinggi 2 meter.

Di sekitarnya, ada 5 tempat sampah, 3 di antaranya tong sampah dan tempat mematikan rokok seperti yang berada di mal-mal. Sisanya tempat sampah berupa gerabah berbentuk seperti gentong.

Dari lift menuju ke kiri, ada ruangan indoor tempat fasilitas olahraga. Ada ruangan berpintu yang terdapat 2 unit meja pingpong standar berwarna biru. Kemudian, ada ruangan lagi tempat lapangan tenis standar bercat hijau plus net dan bola-bola tenisnya.
Di dekat lapangan tenis tersebut ada toilet yang cukup bagus dan musala.

Kemudian di seberang lapangan tenis itu, terdapat 2 lapangan badminton berukuran standar serta ruang gymnasium. Dalam ruang gymnasium, tidak terlihat treadmill namun terdapat alat fitness lain untuk melatih otot lengan atas dan otot perut.

Saat wartawan mengunjungi lantai 12 itu, beberapa karyawan terlihat merokok. Sementara fasilitas olahraga biasanya dibuka setiap pukul 17.00 WIB.

Sebelumnya diberitakan Dede Purnama sempat menghisap rokok sebelum melompat dari lantai 12 Gedung BPKP, Pramuka Jakarta Timur. Pria yang bekerja di bidang perekonomian BPKP ini tiba-tiba saja keluar jendela dan melompat dari gedung itu.

“Awalnya dia datang duluan kemudian saya ikut merokok di lantai 12,” kata Frans, salah seorang pegawai BPKP yang juga saksi, di Gedung BPKP.

Frans mengatakan dirinya dan Dede memang sering bertemu ketika merokok di lantai itu. Lantai 12 adalah ruangan merokok sekaligus ruangan olahraga. “Saya memang sering merokok dan main pingpong bareng,” katanya.

Frans mengatakan tidak ada pembicaraan yang aneh selama dia merokok dengan Dede. “Tidak ada yang aneh,” tutur dia.

Frans menyatakan setelah merokok dirinya ingin turun ke kantornya dan menuju lift. Tapi Dede malah menuju jendela dan keluar dari jendela itu. “Saya sempat panggil tapi tidak menjawab dia tahu-tahu melompat,” ujar Frans.

Perempuan Kill Bill Preman dan Pembunuh Adalah Hal Yang Lumrah Pada Dunia Kejahatan


Kasus penyerangan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/2) dinihari, terus didalami. Polisi mengidentifikasi keberadaan perempuan berambut pirang, kurus, dan tinggi bak di film ‘Kill Bill’.

Keberadaan perempuan ‘Kill Bill’ ini masih misterius. Di dunia preman, seorang perempuan seperti ‘Kill Bill’ tidaklah menjadi sesuatu yang luar biasa. Di dunia preman yang kerap diliputi kekerasan tidak mengenal laki-laki dan perempuan. Bahkan menurut penelitian lebih banyak perempuan yang bila melakukan kejahatan lebih kejam dari laki-laki, namun perempuan lebih tenang dan berencana dalam melakukan kejahatan serta stereotip bahwa perempuan lembut membuat khalayak sulit menerima perempuan sebagai mahluk yang kejam.

“Kelompok yang berasal dari lingkungan yang diliputi seperti preman yang kadang terlibat dalam aktivitas kekerasan, debt collector, perebutan lahan parkir, untuk bisnis ini tidak kenal laki-laki dan perempuan. Kegiatan ini hanya untuk menunjukkan penguasaan,” ujar Koordinator Indonesia Crime Analyst Forum (ICAF) Mustafa B Nahrawardaya.

Menurut dia, setelah kelompok Basri Sangaji meredup karena pentolannya tewas, kelompok yang terlihat kuat di Jakarta adalah John Kei. Karena merasa berkuasa, kelompok-kelompok semacam ini merasa tidak ada yang ditakuti dan bisa hidup di mana-mana.

“Keberadaan perempuan dalam kelompok ini bukan sesuatu yang luar biasa. Sekarang yang bisa berkuasa tidak harus laki-laki. Kalau perempuan itu bisa mendukung kekuasaan, maka dia bisa saja muncul. Kalau memang mendukung kekuasaan, maka perempuan di kelompok itu tidak takut lagi untuk memunculkan diri,” jelas dia.

Berikut ini wawancara detikcom dengan Mustafa pada akhir pekan lalu:

Penyerangan di RSPAD dilakukan saat para korban melayat. Ini merupakan bentuk kenekatan karena memilih melakukan penyerangan di tempat itu dan bukan di rumah yang bersangkutan?

Pelaku tidak lagi takut pada pihak aparat, karena penyerangan tidak mempertimbangkan apakah tempat yang diserang itu milik tentara. Nah, ini polisi tidak tahu atau sengaja membiarkan mereka. Pergerakan massa ini seharusnya bisa dibaca polisi, sehingga polisi juga bisa bergerak cepat. Bukan bergerak setelah peristiwa terjadi.

Apapun motif, kalau merasa aman dan tidak takut, maka mereka bebas melakukan apapun, termasuk membunuh. Presiden telah mengatakan, tidak ada lagi ruang bagi premanisme. Presiden sudah menyatakan kalau ada kejanggalan segera ditindak dan jangan dibiarkan bertindak anarkis. Aparat penegak hukum harus melakukan tindakan tegas. Kalau tidak, maka kesannya ada pembiaran.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari kasus ini?

Ini sebenarnya sangat memalukan. Terjadi di RS tentara yang tidak jauh dari kantor polisi. Bayangkan, terjadi di depan hidung aset milik negara. Polisi harus dievaluasi besar-besaran. Kok kelompok itu bisa lolos, seperti dibiarkan. Apapun, siapapun, ini premanisme. Premanisme ini menakutkan, meski tidak berniat menakuti masyarakat luas. Bahkan mereka tidak takut beraksi di RS tentara sehingga masyarakat akan merasa seolah tidak ada tempat aman

Polisi kecolongan dengan peristiwa itu?

Sebelum peristiwa itu kan ada konvoi massa puluhan orang, jadi tidak mungkin kecolongan. Malam itu polisi di mana? Intelkamnya di mana? Lalu ada polsek, polres, polda.

Salah satu pelakunya dikenali sebagi perempuan berambut pirang yang jago samurai. Dalam geng-geng seperti ini, rupanya perempuan pun bisa seberani laki-laki?

Kelompok yang berasal dari lingkungan yang diliputi seperti preman yang kadang terlibat dalam aktivitas kekerasan, debt collector, perebutan lahan parkir, untuk bisnis ini tidak kenal laki-laki dan perempuan. Kegiatan ini hanya untuk menunjukkan penguasaan.

Setelah kelompok Basri Sangaji tidak ada, yang kelihatan kuat adalah John Kei. Karena merasa berkuasa, kelompok-kelompok semacam ini merasa tidak ada yang ditakuti dan bisa hidup di mana-mana.

Keberadaan perempuan dalam kelompok ini bukan sesuatu yang luar biasa. Sekarang yang bisa berkuasa tidak harus laki-laki. Kalau perempuan itu bisa mendukung kekuasaan, maka dia bisa saja muncul. Kalau memang mendukung kekuasaan, maka perempuan di kelompok itu tidak takut lagi untuk memunculkan diri.

Kalau polisi tidak punya taring, mereka tidak akan takut. Tak lagi malu dan takut karena yang penting dapat uang.

Agar tidak marak aksi tebas orang atau tembak orang dengan bebas di masyarakat bagaimana?

Dalam UU Polri, polisi bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Polisi juga berkewajiban menegakkan hukum, mengayomi dan melindungi masyarakat. Dengan amanat itu, polisi tidak boleh membiarkan adanya gangguan keamanan masyarakat. Harus ditindak langsung, jangan tunggu.

Penegakan hukum harus pasti dan jelas. Kalau penegakan hukum hanya di mulut saja, dan masih kerja sama dengan kelompok itu, maka polisi membiarkan premanisme terjadi. Akhirnya pelanggaran hukum dibiarkan. Jangan biarkan ada pelanggaran di tempat umum yang membuat masyarakat merasa tidak aman.

Selanjutnya kalau memberikan efek jera juga tidak boleh tebang pilih. Misalnya gerakan pembersihan preman yang dilakukan preman kelas teri diberitakan, tapi yang kakap dibiarkan memalak, kuasai lahan parkir. Ini kan jadinya tidak imbang. Karena efek jera tidak dirasakan maka mereka akan merampok kembali, memalak kembali, hingga melakukan sesuatu yang membahayakan.

Aparat penegak hukum kurang tegas?

Aparat hukum tidak boleh kerja sama dan memberi peluang pada pelaku untuk kembali ke jalanan. John Kei dulu potong jari orang lain hanya dihukum 8 bulan penjara. Ini juga menunjukkan aparat tidak serius menangani premanisme.

Seharusnya hukumannya ini membuat peristiwa yang sama tidak akan terjadi lagi karena mereka kapok. Kalau hukumannya tidak menjerakan, maka peristiwa serupa atau lebih berat lagi pasti akan terulang.

Dengan ditangkapnya John Kei pun akan ada dampak?

Ditangkapnya John Kei bukan berarti mematikan premanisme atau membuat mereka punah. Dia ini disebut panglima. Kelompok seperti ini sebenarnya banyak dan saling bersaing. Tanpa tindakan yang benar-benar tegas pada kelompok preman maupun tindakan premanisme maka preman tidak akan mati.

Preman ini seperti spiral, kalau yang dimatikan yang kecil maka masih ada yang besar dan jadi virus yang menularkan ke yang lain. Kelompok ini punya anggota dan struktur. Mereka bangga kalau kelompoknya diberitakan di media. Maka itu harus dihukum tegas, kalau sampai polisi dan preman bergandengan tangan akan sangat membahayakan dan tidak akan mematikan. Kelompok preman itu tumbuh seperti alih generasi.

Kenapa kelompok preman ini punya banyak pengikut?

Kelompok preman itu juga banyak digandrungi karena menjanjikan. Ada anggota preman yang jadi pengusaha terkenal dan ada yang punya karir. Nah, banyak orang yang berangan-angan bisa seperti anggota preman lain yang sukses. Selain karena alasan ekonomi juga karena alasan kekuasaan dan jabatan.

Maka itu polisi harus segera berbenah diri. Kalau presiden bilang jangan beri ruang pada premanisme ya jangan diberi ruang. Harus diberantas segera.

Film Film Pemenang Oscar Yang Masih Main Di Bioskop 21 Beserta Sinopsisnya


Sejumlah film Barat yang masih tayang di bioskop 21 cukup menarik untuk ditonton. Bagi Anda yang minat untuk menonton, berikut sinopsis film Barat tersebut antara lain film The Grey, Man On A Ledge, Safe House, Ides of March, The VOW, This Means War, dan Ghost Rider: Spirit of Vengeance.

THE GREY

Durasi: 117 minutes
Jenis Film : Thriller
Produser : Jules Daly, Joe Carnahan, Ridley Scott, Mickey Liddell
Produksi : LIDDELL ENTERTAINMENT, SCOTT FREE PRODUCTIONS
Sutradara : Joe Carnahan

Sinopsis
Sebuah tim yang bekerja pada pos pengeboran di Arctic mendapat kabar bahwa perusahaan akan memulangkan mereka untuk beristirahat. Akibat cuaca buruk, pesawat mereka jatuh.

Hanya sedikit yang selamat, salah satu di antaranya adalah Ottway (Liam Neeson), yang hanya pulang demi wanita yang dicintainya. Ia mengambil alih dan memimpin orang-orang dalam upaya untuk bertahan hidup dicuaca yang sangat dingin. Mereka menyalakan obor untuk menghangatkan tubuh namun hal itu menarik perhatian serigala-serigala di sekeliling mereka dan kemudian mendekati mereka..

MAN ON A LEDGE

Durasi: 102 minutes
Jenis Film : Thriller
Produser : Mark Vahradian, Lorenzo Di Bonaventura
Produksi : ENTERTAINMENT ONE
Sutradara : Asger Leth

Sinopsis
Seorang mantan polisi (Sam Worthington) yang kehilangan pekerjaannya dan akan dipenjara setelah menghadiri pemakaman ayahnya. Ia menuju ke puncak Manhattan hotel, dimana ia mengancam untuk melompat ke kematiannya
Tanpa sepengetahuan psikolog polisi yang membujuknya untuk turun, tindakannya ini bukanlah sekedar percobann bunuh diri..

SAFE HOUSE

Durasi: 117 minutes
Jenis Film : Action
Produser : Scott Stuber
Produksi : UNIVERSAL PICTURES
Sutradara : Daniel Espinosa

Sinopsis
Bosan dengan kerja dibelakang meja pos CIA di Afrika Selatan, seorang polisi (Ryan Reynolds) mengawal seorang buronan berbahaya (Denzel Washington) saat pos tersebut diserang dan dihancurkan oleh tentara bayaran
Saat ini mereka harus mencari tahu apakah para penyerang adalah teroris atau salah satu dari mereka sendiri seseorang dari kepolisian, sebelum mereka mengetahui siapa yang dapat mereka percaya

IDES OF MARCH

Durasi: 101 minutes
Jenis Film : Drama
Produser : Brian Oliver, George Clooney, Grant Heslov
Produksi : Alliance Films
Sutradara : George Clooney

Sinopsis
Seorang juru bicara muda (Ryan Gosling) tersingkir dari dunia politik, terlibat manipulasi berbahaya dan tergoda oleh seorang pegawai magang (Evan Rachel Wood) saat mereka bekerja untuk Gubernur Morris (George Clooney), yang sedang melakukan kampanye pemilihan calon presiden

THE VOW

Durasi: 104 minutes
Produser : Roger Birnbaum, Paul Taublieb, Jonathan Glickman, Gary Barber
Produksi : Columbia Pictures
Sutradara : Michael Sucsy

Sinopsis
Merayakan lima tahun pernikahan mereka, pasangan muda ini justru menghadapi tantangan terbesarnya disaat sang istri, Paige (Rachel McAdams), cedera serius dalam kecelakaan mobil yang mengakibatkan koma. Ketika aia sadar, bukan hanya dia tidak mengenali suaminya, Leo (Channing Tatum), namun ingatannya justru tertuju pada mantan tunangannya, Jeremy (Scott Speedman)

Meskipun Paige nampaknya tidak mencintai Leo lagi, semua usaha ia lakukan untuk membuat istrinya jatuh cinta dengannya lagi. Apakah usaha Leo akan berhasil?

THIS MEANS WAR

Durasi: 98 Menit
Jenis Film : Comedy
Produser : Robert Simonds, Will Smith, James Lassiter, Simon Kinberg
Produksi : 20TH CENTURY FOX
Sutradara : Mcg

Sinopsis
Dua agen CIA hebat (Chris Pine, Tom Hardy), dahulu adalah sahabat, terpisah saat mereka jatuh cinta dengan wanita yang sama (Reese Witherspoon). Daripada bekerjasama untuk memberantas penjahat, mereka justru menggunakan keterampilannya untuk mengalahkan satu sama lain

GHOST RIDER: SPIRIT OF VENGEANCE

Durasi: 96 Menit
Jenis Film : Action
Produser : Avi Arad, Michael De Luca, Steven Paul, Ashok Amritraj
Produksi : WARNER BROS. PICTURES
Sutradara : Neveldine, Taylor

Sinopsis
Johnny Blaze (Nicolas Cage), masih berjuang melawan kutukannya sebagai pemburu setan, ia dipaksa keluar dari persembunyian oleh sekte rahasia Gereja. Sekte tersebut merekrutnya untuk membantu menyelamatkan seorang anak muda (Fergus Riordan) agar tidak terjerumus kepada setan jahat (Ciaran Hinds). Satu-satunya cara bagi Johnny untuk menyelamatkan anak muda dan mungkin bahkan membebaskan dirinya sendiri dari kutukan, adalah muncul sebagai Ghost Rider.

Ikan Paus Tutul Langka Terdampar di Brebes Setelah Ditangkap Nelayan


Warga di kawasan Pelabuhan Kluwut, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, geger dengan temuan ikan paus jenis tutul yang tersangkut jaring nelayan dan terdampar di pantai itu, Sabtu (25/2) ini.

Ikan paus sepanjang sekitar empat meter, dengan berat sekitar satu ton tersebut, tersangkut jaring kapal sopek (kapal kecil) Tambah Mulya, yang dikemudikan Castro (40), nelayan dari Desa Kluwut.

Ikan tersebut menjadi tontonan ratusan warga di pinggir jalur pantura itu. Saat ditemukan, kondisi ikan paus sudah lemas, sehingga akhirnya mati. Oleh karena itu, pada Sabtu petang, warga beramai-ramai menguburkan ikan yang mati tersebut. Bahkan sebelum dikubur, warga juga menaburkan bunga-bunga.

Menurut Castro, saat itu sekitar pukul 12.00 WIB, ia hendak kembali dari laut, setelah mencari ikan sejak pagi hari. Jaring yang ditebarnya ditarik dengan perahu, menuju daratan. Saat itu, ia merasakan ada ikan besar yang tersangkut di dalam jaring.

Setelah tiba di daratan, ternyata ia menemukan seekor ikan paus, atau para nelayan setempat menyebutnya sebagai ikan geger lintang, berada di dalam jaring. “Saat ditemukan, kondisinya sudah sangat lemas, sehingga sekitar pukul 13.00, ikan akhirnya mati,” katanya.

Tarlani (37), nelayan Desa Kluwut lainnya mengatakan, warga menguburkan ikan tersebut, karena ikan tersebut dianggap keramat. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, ikan geger lintang dianggap seperti titisan dewa yang menangkapnya akan tertimpa kesialan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Brebes, Rudi Hartono, mengatakan, ikan yang ditemukan nelayan itu merupakan jenis paul tutul, dan termasuk hewan langka.

Menurut dia, selama ini paus tutul hidup di laut dalam. Diperkirakan karena terdampar di perairan dangkal, ikan tidak kuat, sehingga lemas. Dalam kondisi lemas, ikan mudah tersangkut jaring nelayan, sehingga akhirnya terbawa ke daratan

Dhana Widyatmika Pegawai Pajak Yang Memiliki Rekening Tabungan Diatas 60 Milyar Rupiah


Siapakah Dhana Widyatmika?
Berdasarkan beberapa sumber dan dokumen yang dikumpulkan diketahui Dhana Widyatmika merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Setelah melanjutkan program sarjana, dia meneruskan studi pasca sarjana di Program Studi Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).

Setelah lulus STAN, Dhana mulai bekerja di Ditjen Pajak pada tahun 1996. Karirnya berkembang terus. Pada 2011, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Dhana Widyatmika menjabat sebagai Account Representative pada Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Enam.

Kemudian, berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) nomor Kep-1439/PJ.01/UP.53/2011 yang dikeluarkan pada 12 Juli 2011, Dhana Widyatmika dipindahkan dari Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Enam ke Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua. Dhana Widyatmika merupakan PNS golongan III/c dengan pangkat penata. Ia kini berusia 37 tahun. Klik Disini Untuk Melihat Gaji PNS Golongan III/c yang Hanya Rp. 3,1 juta perbulan

Laporan Kekayaan Dhana Widyatmika dan Istrinya Dian Anggraeni kepada KPK
Adapun daftar harta pasangan ini yang dilaporkan Juni 2011 ke KPK adalah:

  1. Harta tidak bergerak Rp 656,722 juta
    • Tanah dan bangunan seluas 125 m2 dan 45 m2 di Depok yang berasal dari hasil sendiri perolehan dari 1993 sampai 2011 dengan NJOP Rp 108,2 juta
    • Tanah dan bangunan seluas 300 m2 dan 110 m2 di Jakarta Timur yang berasal dari warisan perolehan dari 1980 sampai 2011 dengan NJOP Rp 576,3 juta
  2. Harta Bergerak
    • Alat transportasi dan mesin lainnya senilai Rp 165 juta
    • Harta bergerak berupa logam mulia dan benda bergerak lainnya Rp 57,32 juta
  3. Surat berharga senilai Rp 312,125 juta

Kekayaan Dhana Widyatmika Yang Berhasil Disita Oleh Kejaksaan

Penyitaan dan penetapan tersangka: 17 Februari 2012
a. Uang tunai Rp 8 miliar dan Rp 20 miliar.
b. Uang tunai US$ 270 ribu atau sekitar Rp 2,4 miliar.
c. Emas Batangan seberat 1 kilogram.
d. Surat-surat berharga.
e. Penyitaan dari safe deposit box.
f. Uang pada rekening yang diduga milik tersangka Rp 60 miliar.
g. Transfer US$ 250 ribu atau sekitar Rp 2,25 miliar.

Pembelaaan Teman Sekantor Terhadap Kekayaan Dhana Widyatmika
Di mata teman-temannya, mantan pegawai Ditjen Pajak yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi, Dhana Widyatmika, adalah orang kaya sejak dulu. Bahkan sejak masa kuliah, Dhana sudah dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Mereka tak yakin Dhana menggelapkan pajak. Salah satu pegawai pajak yang tidak mau disebutkan namanya yang ditemui mengaku sudah mendengar kasus yang membelit Dhana yang kini disidik Kejagung itu. Dia mengedepankan praduga tak bersalah, karena ia mengenal Dhana sebagai orang kaya sejak dulu.

“Dengar-dengar aja sih, kalau pun ada itu cuma oknum aja sih yah. Yang saya tahu kan itu memang keluarga berada juga. Jadi saya mengedepankan praduga lah, dan itu cuma oknum aja, di mana-mana oknum ada, di masjid pun oknum ada. Kalau pun terjadi yang lebih sakit hati itu yang di dalam yang harus memperbaiki kita,” kata sumber itu kepada detikFinance, Jumat (24/2/2012) di kantor pusat Ditjen Pajak, Jl Gatot Subroto, Jakarta.

Sumber lain yang merupakan teman dekat Dhana mengatakan, Dhana sudah menjalankan bisnis sewaktu ia masih kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Bisnis yang digeluti Dhana macam-macam. Dia juga sukses meneruskan usaha orang tuanya.

“Dia berhasil dalam berbisnis salah satunya bisnis jual beli mobil,” kata sumber tersebut. Bahkan sumber itu mengatakan selama ini banyak pegawai pajak yang membeli mobil melalui Dhana. Soal bisnis jual beli mobil ini, Dhana memiliki showroom di Jakarta yang cukup besar. “Karena itu wajar bila dia punya rekening miliaran rupiah,” ujar dia.

Para pegawai pajak lainnya saat dimintai komentar mengenai kasus ini memilih menghindar. Mereka tak mau buka mulut saat dimintai tanggapannya. Banyak juga yang mengaku tidak tahu menahu soal kasus ini.

Kasus Korupsi Karena Memiliki Rekening Mencurigakan Sebesar Rp. 60 Milyar
Nama Dhana Widyatmika sudah masuk dalam daftar cekal Imigrasi. Dhana dicekal Imigrasi selama 6 bulan atas permintaan Kejagung. “Dhana Widyatmika PNS ditjen pajak telah dicegah 6 bulan ke depan. Pertanggal 21/2/2012 (21 Februari 2012) sampai 21/08 (21 Agustus 2012),” kata Kabag Humas dan TU Ditjen Imigrasi Maryoto Sumadi.

Dalam kasus ini, selain menjadikan Dhana sebagai tersangka, Kejagung juga memeriksa istrinya, berinisial Dian Anggreni. Hingga saat ini Dhana masih belum bisa dikonfirmasi. Identitas mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) berinisial Dhana Widyatmika yang menjadi oknum ‘The Next Gayus’ terungkap juga. Inisial DW adalah Dhana Widyatmika. Dia telah dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan telah dicekal oleh Imigrasi.

Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Fuad Rahmany mengungkapkan ‘The Next Gayus’ ini tidak lagi menjadi pegawai pajak. Karena, atas keinginannya sendiri Dhana Widyatmika ini meminta pindah ke instansi lain.

“Yang jelas dia pindah atas keinginannya sendiri, saat dia minta ke-instansi lain ya kita ngasih aja, bukan karena ada kasus, kita sendiripun tidak tahu kalau dia berkasus. Dhana Widyatmika sendiri sudah lama bekerja disini tapi berapa lama tanya kebagian kepegawaian saja, yang jelas lebih lama dari pada saya,” kata Fuad di Kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jumat (24/2/2012).

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas, Dedi Rudaedi mengatakan “The Next Gayus’ ini tidak lagi menjadi PNS Pajak sejak 12 Januari 2012. “Dhana Widyatmika sendiri sudah bukan pegawai kami, dia pindah ke Pemda DKI namun masih bekerja di bidang perpajakan yakni Dispenda DKI Jakarta,” ujarnya. Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan oknum ‘The Next Gayus’ berinisial ‘DW’ sebagai tersangka. Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi. Hingga saat ini belum bisa menghubungi Dhana Widyatmika untuk dikonfirmasi.

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) hingga saat ini belum membuka nama pegawai berinisial DA alias Dian Anggraeni yang diduga melakukan penggelapan pajak. Ditjen Pajak hanya mengungkapkan Dian Anggraeni hanya staf biasa di Ditjen Pajak. “Dia memang masih staf biasa,” ungkap Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas, Dedi Rudaedi.

Ditempat terpisah, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Arnold Angkouw mengatakan untuk sementara pihaknya masih mencari lebih jauh mengenai Dian Anggraeni  ini. Kejaksaan Agung sendiri belum mencekal ataupun menetapkan Dian Anggraeni sebagai tersangka.

“Kalau status Dian Anggraeni  belum ada dia belum dicekal,” tutur Arnold di Kantornya, Kejagung Jl Hasanudin.

Ditjen Pajak sendiri mengakui kasus ‘The Next Gayus’ yang melibatkan pegawai pajak berinisial Dian Anggraeni merupakan kasus baru yang salah satunya terungkap dari hasil pemeriksaan pusat pelaporan analisis transaksi keuangan (PPATK) terkait rekening ‘gendut’ para Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dedi menambahkan, pihaknya yakin kalau kasus yang menjerat Dian Anggraeni bukan terkait dengan penggelapan pajak di Ditjen Pajak melainkan masalah pribadi Dian Anggraeni.

“Ini karena penyidik kejaksaan tidak memeriksa atau menanyakan kasus Dian Anggraeni kepada kami, penyidik sepenuhnya memfokuskan kepada Dian Anggraeni, dan pemeriksaannya tidak terkait dengan tugas pokok dan fungsi Dian Anggraeni sebagai pegawai pajak,” tutur Dedi.

Seperti diberitakan sebelumnya, sumber yang mengetahui persis soal Dian Anggraeni  mengungkapkan jika Dian Anggraeni ini mempunyai rekening diatas Rp 60 miliar.

“Jumlah rekeningnya diatas Rp 60 miliar,” kata sumber tersebut. Wakil Kepala PPATK Agus Santoso mengakui kebenaran pegawai Ditjen Pajak Dian Anggraeni tersebut. Hal ini menurutnya diketahui karena beberapa transaksi mencurigakan terjadi di rekeningnya. “Setelah di lakukan analisis akhirnya ada Hasil Analisis PPATK dan telah diteruskan ke penyidik yakni Kejaksaan Agung. Untuk informasi lebih jauh bisa dikonfirmasi ke penyidik,” tutur Agus. Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan oknum ‘The Next Gayus’ berinisial ‘DW’ sebagai tersangka. Selain dicekal, harta pribadi Dhana Widyatmika berupa uang berdenominasi dolar dan rupiah telah disita.

Demikian disampaikan oleh Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Arnold Angkouw ketika ditemui di Kantornya, Jalan Hasanudin, Jakarta, Jumat (24/02/2012). “DW itu memang kita lakukan dan masih dikejar bukti yang lain kita sudah perkara ini, sampai ditingkat penyidikan berdasarkan laporan dari masyarakat,” ungkap Arnold. Menurutnya, Kejagung bergerak cepat menanggapi laporan dari masyarakat. Kejagung langsung melakukan penyidikan dan ada bukti permulaan yang cukup. “Maka kita tingkatkan ke penyidikan dengan inisial tersangka Dhana Widyatmika. Ada beberapa tempat yang sudah kita geledah, dan menyita beberapa barang,” tuturnya.

Tersangka Dhana Widyatmika, sambung Arnold bisa terkena pasal tindak pidana korupsi. Karena, harta yang diselidiki milik Dhana Widyatmika tidak sesuai dengan profilnya sebagai PNS pajak. “Yang disita ada uang, ada dolar dan rupiah, sertifikat, rekening sudah diblokir dan yang bersangkutan sudah kita cekal, per tanggal 17 (Februari 2012) kemarin,” tutup Arnold. Seperti diketahui, mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) berinisial DW diduga melakukan penggelapan dan pajak. Dhana Widyatmika ini mempunyai istri yang juga masih menjabat di Ditjen Pajak berinisial DA. Keduanya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut Kejaksaan Agung.

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan telah menyita harta pribadi milik oknum ‘The Next Gayus’ yang diduga menggelapkan dana pajak. Kejagung menyita juga logam mulia alias emas milik oknum yang berinisial DW ini. Demikian disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Noor Rahmad ketika ditemui di Kantornya, Jalan Hasanudin, Jakarta, Jumat (24/02/2012). “Penyidik telah melakukan penyitaan dengan cara menggeledah menyita uang serta ada logam mulia,” tutur Noor Rachmad. Dikatakan Noor Rachmad, Dhana Widyatmika ini juga memiliki beberapa rekening di bank. Rekening tersebut telah diblokir oleh Kejagung. “Rekening di beberapa bank sudah diblokir,” katanya. Kejagung memang telah menetapkan oknum ‘The Next Gayus’ berinisial ‘DW’ sebagai tersangka. Selain dicekal, harta pribadi Dhana Widyatmika berupa uang berdenominasi dolar dan rupiah juga telah disita.

Daftar Penguasa Jalanan Di Kota Jakarta


John Kei alias John Refra menjadi bahan perbincangan hangat beberapa hari terakhir ini. Polisi menangkap John atas dugaan keterlibatan dalam kasus pembunuhan Direktur Power Steel Mandiri Tan Harry Tantono, Jakarta, 17 Februari 2012.

John Kei dikenal memiliki bisnis jasa pengamanan dengan cakupan luas. Bisnis “keras” ini seringkali menimbulkan gesekan dengan kelompok lain. John Kei cs seringkali disebut dalam sejumlah insiden, seperti dalam kasus tewasnya Basri Sangaji pada 2004 sampai keributan di Blowfish pada 2010.

Bagaimana sebenarnya peta para “penguasa” ibu kota ini dan siapakah mereka?

Thalib Makarim
Sama seperti John Kei, Thalib juga pendatang. Thalib berasal dari Flores dan anggotanya kebanyakan berasal dari tempat asalnya. Bisnis yang digeluti adalah bidang pengamanan klub hiburan kelas atas, seperti Blowfish, DragonFly, X2, dan Vertigo serta pusat perbelanjaan dan hiburan malam kelas atas di daerah hingga Melawai. Selain itu, ia pernah menjadi pengacara Tommy Winata.

Abraham Lunggana
Abraham merupakan putra Betawi yang cukup disegani. Saat ini, ia menduduki jabatan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Panca Marga dan Wakil Ketua DPRD DKI. Bisnis yang digeluti adalah mengelola jasa parkiran dan keamanan di kawasan Jakarta Pusat, jasa pengamanan Blok F, Pasar Tanah Abang, parkiran Rumah Sakit Fatmawati, serta menguasai sejumlah area strategis di kawasan Jalan Thamrin.

Abraham mendapat kekuasaan di daerah Blok F Pasar Tanah Abang setelah berhasil merebutnya dari penguasa Betawi Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing. Di Tanah Abang, Jakarta Pusat, ada seorang tokoh yang sangat disegani masyarakat. Namanya Muhammad Yusuf Muhi. Ia adalah Ketua Ikatan Keluarga Besar Tanah Abang (IKBT) dan salah satu dari orang-orang yang paling disegani di Tanah Abang. Orang-orang memanggilnya Bang Ucu.

Menurut Catu, anak Bang Ucu, IKBT didirikan pada 1998 oleh Bang Ucu. Bang Ucu beranggapan bahwa Tanah Abang perlu sebuah organisasi yang dapat menyatukan semua warga Tanah Abang dan mengamankan Tanah Abang. “Banyak orang beranggapan, IKBT cuma milik Betawi. Padahal, semua yang punya KTP (kartu tanda penduduk) Tanah Abang bisa menjadi anggota IKBT,” jelas Catu.

IKBT selalu menghormati semua orang di Tanah Abang tanpa mempermasalahkan suku, agama, dan ras. Semua komunitas penjaga keamanan di Tanah Abang, termasuk yang dari suku-suku lain, sangat menghormati Bang Ucu. Mereka terkadang berkoordinasi dengan Bang Ucu.

“Dulu ketika ada kerusuhan, Hercules dan Jhon Key telepon Bapak,” papar Rira, adik Catu. Hercules Rosario Marshal adalah pemimpin komunitas penjaga keamanan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jhon Key adalah pemimpin komunitas penjaga keamanan dari Pulau Key, Maluku.

Laskar Jayakarta
Laskar Jayakarta ini didirikan oleh H. Achmad Laisyak dan Bang Illo. Dalam situsnya sebagai pembina adalah Agung Laksono. Laskar Jayakarta beranggotakan warga Betawi. Kegiatan yang mereka lakukan adalah melakukan demonstrasi dan menyediakan jasa keamanan klub malam dan hotel daerah Tamansari Jakarta Barat, Mangga Besar, Hayam Wuruk, Gadjah Mada dan pusat perbelanjaan Glodok.

PENEMBAKAN dan penangkapan Ketua Angkatan Muda Kei (AMKEI) John Refra Kei menjadi pintu masuk memberantas premanisme di Ibu Kota. Begitulah suara masyarakat yang disampaikan melalui facebook dan twitter Media Indonesia.

“Basmi premanisme,” kata Gunawan Soerianata. “Hidupkan lagi penembak misterius,” tambah Haerudin. Dan, Nano Djuhana menyatakan mendukung 100% polisi menindak tegas premanisme.

Adapun Libertus Haleng waswas suatu saat negara dikuasai orang yang dekat dengan preman. Menurut Anton Medan, salah satu preman yang pernah disegani di Ibu Kota, preman sudah masuk ke ormas berbau keagamaan maupun kedaerahan.

“Ketika calon yang mereka dukung dalam pemilu kada berhasil, mereka pun memiliki kekuatan tawar, misalnya, penguasaan lahan. Ini terjadi sampai ke pemilihan presiden,” tegas Anton, Rabu (22/2).

Penangkapan John Kei, secara tidak langsung, menjadi peringatan bagi ormas yang sering melakukan tindak kekerasan. “Kami ingatkan mereka-mereka agar tidak membuat resah masyarakat,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto.

Kendati John Kei ditangkap dalam kasus pembunuhan, Rikwanto memperingatkan kelompok preman maupun ormas agar tidak melakukan kejahatan dan tindakan melawan hukum. “Seluruhnya, kelompok mana pun yang terbukti melakukan tindakan pidana, tentu kami tindak tegas.”

Tito Refra Kei tak sependapat jika penangkapan kakaknya dikatakan sebagai peringatan polisi bagi ormas-ormas yang bertindak anarkistis. Menurutnya, pihak yang bersalah, sekalipun preman, harus diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Saya pikir itu salah, kalau ini dikatakan sebagai contoh bagi ormas-ormas, saya pikir mereka pun tidak setuju. Apa pun pekerjaannya, semua orang di mata hukum itu sama,” tangkisnya.

Ia setuju semua orang yang salah harus siap dihukum dan diproses. Tapi, prosesnya sesuai hukum berlaku, bukan hukum yang seenak-enaknya. Pemanggilan sebagai saksi atau tersangka.

“Kalau yang bersangkutan masih mangkir juga, ya diterbitkan DPO (daftar pencarian orang). Kalau pun ditemui di mana, itu pun harus ada aturannya, harus ada tembakan peringatan. Tidak langsung ditembak seperti abang saya,” tuturnya.

Tumbuh subur

Bagaikan rumput liar, premanisme tak akan pernah habis terkikis dari tengah-tengah masyarakat. Bila hukum tidak bisa merawat, premanisme akan semakin subur.

Psikolog Forensik Universitas Bina Nusantara Reza Indragiri berpendapat premanisme akan tumbuh subur di daerah perkotaan yang ekonominya sedang tumbuh seperti Jakarta.

Kantong-kantong bisnis bermunculan dengan cepat, tapi hukum dan ketertiban tak dapat mengimbangi. Preman kemudian hadir dengan mengubah kriminalitas dan kekerasan menjadi satu-satunya hukum dan ketertiban.

Ketidakhadiran hukum dan ketertiban di kantong bisnis, lanjut Reza, memunculkan vigilantism. Sekelompok orang pun menciptakan norma hukum dan ketertiban mereka sendiri.

Penguasaan wilayah oleh sekelompok orang, pada akhirnya dimanfaatkan pengusaha yang ingin mengamankan usahanya. “Vigilantism ini yang membuat orang-orang itu merasa berhak menegakkan hukum dengan cara-cara melanggar hukum. Dan cara ini dimanfaatkan pelaku bisnis,” jelas Reza.

Premanisme berawal kelompok kecil. Kelompok tersebut muncul dari interaksi kemiskinan, tata kelola kota yang tidak rapi, hukum yang vakum, serta tekanan dari kelompok.

Ada kelompok yang berhasil menumbuhkan kekuatan internal serta menambah terus anggota mereka. Semakin kuat konsolidasi kelompok preman tersebut, kekuatan dan jaringannya pun semakin luas.

“Bahkan saat kepentingan-kepentingan bisnis mulai mati, jika internal kelompok preman kuat, mereka akan tetap hidup dan sulit diberantas,” tandasnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Tempat Hiburan Adrian Maliete membenarkan jasa pengamanan memang dibutuhkan dalam usaha tempat hiburan. Tapi, jasa pengamanan tersebut untuk posisi satpam. Namun, ia membantah jasa pengamanan yang disewa ilegal.

Keresahan masyarakat atas kehadiran preman cukup terasa di sentra-sentra bisnis, pasar, tempat hiburan, bahkan semua parkir di depan pertokoan tak lagi bebas dari iuran.

Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab mengaku konsisten dengan sikapnya akan memberantas premanisme di wilayah hukum Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

“Kami memberantas kejahatan tanpa melihat siapa pelaku. Yang penting terbukti berbuat pidana, pasti kami tindak,” ujarnya sambil menantang masyarakat agar melapor bila merasa dirugikan tindakan premanisme maupun penagih utang