Dede Purnama Auditor BPKP Lulusan STAN Bunuh Diri Dengan Melompat Dari Gedung BPKP Pramuka Jakarta Timur


Dede Purnama tewas setelah jatuh dari lantai 12 Gedung Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan (BPKP), Jl Pramuka 33, Jakarta Timur. Alasan bunuh diri Dede masih misterius. Apakah ada masalah dengan finansial keluarganya? Jenazah Dede saat ini sudah dibawa ke RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, untuk diotopsi. Jenazah tiba di lokasi pada Selasa (28/2/2012) sekitar pukul 11.30 WIB.

“Orangnya sangat tertutup. Di kantor juga nggak ada yang tahu kenapa dia sampai bunuh diri. Diduga ada permasalahan finansial keluarga,” ujar seorang pegawai BPKP di RSCM ketika sedang menelepon seseorang.

Sementara itu seorang saksi yang engan disebutkan namanya mengatakan jenazah Dede ditemukan di TKP sekitar pukul 10.30 WIB. Keluarga Dede di Pondok Aren, Bintaro, pun sudah dihubungi. Rencananya, jenazah akan dibawa ke rumah duka setelah otopsi selesai dilakukan.

Jenazah Dede ditemukan jatuh dalam posisi tertelungkup di dekat lobi Gedung BPKP, Jl Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (28/2/2012). BPKP dan polisi menyatakan auditor bidang deputi perekonomian BPKP itu tewas karena bunuh diri. Namun polisi tetap akan menyelidiki untuk mengetahui motifnya.

Pria yang tewas setelah jatuh dari lantai 12 Gedung Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan (BPKP) itu bernama Dede Purnama Cahya (35). Auditor BPKP Bidang Deputi Perekonomian itu adalah lulusan sekolah elite, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

Penelusuran detikcom, Selasa (28/2/2012), Dede adalah alumnus STAN tahun 1998. Di situs STAN yang berisi data alumni, Dede menuliskan sebaris kalimat di bagian keterangan. “Belajar mengenal diri supaya mengerti diri, sadar diri dan pada akhirnya tahu diri.”

Dari penelusuran diketahui pula Dede adalah alumni SMAN 2 Tasikmalaya, Jawa Barat. Di SMA itu, Dede masuk jurusan IPS dan merupakan bagian alumni angkatan 1993. Selulus SMA, Dede sempat bekerja selama dua tahun. Tidak ada keterangan dia bekerja di mana. Kemudian tahun 1995, Dede mencoba tes di STAN.

Dalam sebuah grup alumni SMAN 2 Tasikmalaya Sos 1993 yang diupdate pada 2007, Dede menyebut dirinya kuliah dengan gratis. Pendidikan di STAN diselesaikannya pada 1998. Kemudian di 1999, dia ditempatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Setelah itu Dede ditempatkan di Jakarta sejak pertengahan 2002 hingga kini.

Dalam grup tersebut, Dede mengaku sudah memiliki 1 putri berusia 3 tahun. Jika pada 2007, anak perempuannya berusia 3 tahun maka tahun ini umurnya sekitar 8 tahun. Sementara dari akun Facebooknya yang menggunakan nama Tjahja Poernama, Dede mengaku aktivis ‘Black Death Victory’ sejak 2011. Tertulis juga ‘Don’t be afraid with the death’. Dalam FB-nya itu Dede menyebut dirinya adalah auditor pemerintah yang juga penggemar pingpong.

Di jejaring sosial itu, Dede mencantumkan Iwan Fals dan Slank sebagai penyanyi yang disukainya. Di daftar buku favorit, Dede mencantumkan buku psikologi dan jurnal tenis meja. Sedangkan film favorinya adalah Garuda di Dadaku. Jenazah Dede ditemukan jatuh dalam posisi tertelungkup di dekat lobi Gedung BPKP, Jl Pramuka, Matraman, Jakarta Timur

BPKP menyebut auditor Dede Purnama (35) tewas karena bunuh diri. Dugaan serupa juga disampaikan polisi. Polisi masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, misalnya tentang motif tindakan nekat tersebut. “Sementara bunuh diri terjun dari lantai 12,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Dian Perry saat dihubungi detikcom, Selasa (28/2/2012).

Dian mengatakan, sebelum terjun memang Dede sempat bertemu dengan rekannya. Namun tidak ada obrolan yang berarti antara Dede dan rekannya tersebut. Apalagi menyangkut niat terjun bunuh diri dari lantai 12.

“Ya memang sempat ngobrol sari temannya,” ungkapnya. Usai mengobrol dengan rekannya tersebut, Dede lalu berjalan menuju tembok pembatas sepanjang 2,5 meter. Setelah itu, tiba-tiba saja Dede naik ke pembatas itu dan terjun.

Motif Dede Purnama Cahya (35) nekat terjun bebas dari lantai 12 Gedung BPKP, terus didalami. Dede dipastikan murni bunuh diri dan tidak tersangkut audit yang sedang dikerjakannya.

“Tolong ya, ini bunuh diri murni. Jadi jangan teman-teman dikaitkan dengan kasus-kasus yang seperti itu. Intinya itu sekarang bunuh diri murni, kita belum tahu motifnya,” kata Kepala Humas BPKP, Ratna Tianti, di Gedung BPKP, Jalan Pramuka nomor 33, Jakarta Timur, Selasa (28/2/2012).

Ratna menjelaskan BPKP kini tidak sedang melakukan audit apa-apa. “Kita sekarang tidak ada mengaudit apa-apa. Sekarang kita dengan permintaan mengaudit itu,” ujar perempuan yang mengenakan baju warna putih, rok warna kuning dan kerudung coklat muda ini.

Apakah tekanan kerja auditor keras? “Ya namanya kerja semua ada tekanan,” jawab Ratna. Perempuan berkacamata ini mengatakan Dede baru sebulan bekerja di BPKP Jl Pramuka. “Dia itu baru dipindahkan dari Kanwil DKI Banten, yang dulu namanya DKI 2. Dulu kantornya di Jl Hayam Wuruk. Dia baru sebulan di sini. Tadi saya tanya atasannya, Pak Junaedi, dia itu orangnya pendiam, tidak banyak ngomong,” papar Ratna.

Pengamatan detikcom, jasad Dede sudah dibawa ke RSCM. Lokasi kejadian sudah dibersihkan. Garis polisi yang dipasang juga sudah dicopot. “Terus naik dan terjun begitu saja. Dia nggak ada cerita apa-apa sama temannya sebelum itu,” katanya. Pihak keluarga korban hingga kini belum ada yang diperiksa polisi. Saat ini korban dibawa ke RSCM untuk dilakukan otopsi. Saksi-saksi diperiksa oleh penyidik Polsek Matraman.

Dede Purnama sempat menghisap rokok sebelum melompat dari lantai 12 Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Pramuka Jakarta Timur. Pria yang bekerja di bidang perekonomian BPKP ini tiba-tiba saja keluar jendela dan melompat dari gedung itu.

“Awalnya dia datang duluan kemudian saya ikut merokok di lantai 12,” kata Frans, salah seorang pegawai BPKB yang juga saksi, di Gedung BPKP, Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (28/2/2012).

Frans mengatakan, dirinya dan Dede memang sering bertemu ketika merokok di lantai itu. Lantai 12 adalah ruangan merokok sekaligus ruangan olahraga. “Saya memang sering merokok dan main pingpong bareng,” katanya.

Frans mengatakan tidak ada pembicaraan yang aneh selama dia merokok dengan Dede. “Tidak ada yang aneh,” tutur dia.

Frans menyatakan, setelah merokok dirinya ingin turun ke kantornya dan menuju lift. Tapi Dede malah menuju jendela dan keluar dari jendela itu. “Saya sempat panggil tapi tidak menjawab dia tahu-tahu melompat,” ujar Frans.

Dede Purnama Cahya (35), seorang auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 12 di kantor BPKP, Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Lantai 12 itu merupakan lantai paling atas, sebagiannya menjadi area terbuka untuk perokok dan sebagian lagi ruangan tertutup untuk fasilitas olahraga.

Pantauan detikcom di kantor BPKP lantai 12, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (28/2/2012), lantai itu bisa diakses dengan menaiki lift dari lantai 1. Menuju ke sebelah kanan, ada pintu kaca untuk menuju ruangan outdor berkanopi.

Di ruangan roof top berukuran 5×12 meter persegi itu ada 3 unit bangku dan meja yang bersambungan. Masing-masing meja disambungkan dengan 2 ruas bangku berhadap-hadapan. Total bangku-meja itu bisa menampung 8-10 orang. Ruangan outdoor itu dibatasi tembok setinggi 2 meter.

Di sekitarnya, ada 5 tempat sampah, 3 di antaranya tong sampah dan tempat mematikan rokok seperti yang berada di mal-mal. Sisanya tempat sampah berupa gerabah berbentuk seperti gentong.

Dari lift menuju ke kiri, ada ruangan indoor tempat fasilitas olahraga. Ada ruangan berpintu yang terdapat 2 unit meja pingpong standar berwarna biru. Kemudian, ada ruangan lagi tempat lapangan tenis standar bercat hijau plus net dan bola-bola tenisnya.
Di dekat lapangan tenis tersebut ada toilet yang cukup bagus dan musala.

Kemudian di seberang lapangan tenis itu, terdapat 2 lapangan badminton berukuran standar serta ruang gymnasium. Dalam ruang gymnasium, tidak terlihat treadmill namun terdapat alat fitness lain untuk melatih otot lengan atas dan otot perut.

Saat wartawan mengunjungi lantai 12 itu, beberapa karyawan terlihat merokok. Sementara fasilitas olahraga biasanya dibuka setiap pukul 17.00 WIB.

Sebelumnya diberitakan Dede Purnama sempat menghisap rokok sebelum melompat dari lantai 12 Gedung BPKP, Pramuka Jakarta Timur. Pria yang bekerja di bidang perekonomian BPKP ini tiba-tiba saja keluar jendela dan melompat dari gedung itu.

“Awalnya dia datang duluan kemudian saya ikut merokok di lantai 12,” kata Frans, salah seorang pegawai BPKP yang juga saksi, di Gedung BPKP.

Frans mengatakan dirinya dan Dede memang sering bertemu ketika merokok di lantai itu. Lantai 12 adalah ruangan merokok sekaligus ruangan olahraga. “Saya memang sering merokok dan main pingpong bareng,” katanya.

Frans mengatakan tidak ada pembicaraan yang aneh selama dia merokok dengan Dede. “Tidak ada yang aneh,” tutur dia.

Frans menyatakan setelah merokok dirinya ingin turun ke kantornya dan menuju lift. Tapi Dede malah menuju jendela dan keluar dari jendela itu. “Saya sempat panggil tapi tidak menjawab dia tahu-tahu melompat,” ujar Frans.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s