Monthly Archives: March 2012

Mahasiswa Bertindak Anarkis Dalam Demo Anti Kenaikan BBM Di Salemba dab Diponegoro


Hampir empat jam setelah ricuh bentrok pendemo mahasiswa anti kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi dengan aparat, situasi kawasan Salemba Jakarta Pusat, Kamis 29 Maret 2012 masih mencekam. Hingga berita ini diturunkan, massa masih berkerumun di pinggir jalan Diponegoro, dekat kampus YAI.

Pantauan Tempo, hingga pukul 22.00 WIB, para polisi masih berjaga di dekat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, bersenjata senapan laras panjang. Warga yang lewat terpaksa menutup mulut dan hidung dengan masker.

Di belokan jalan Diponegoro – Salemba, Jakarta Pusat, satu mobil Resmob (reserse mobil) sudah jadi arang usai dibakar pendemo. Bau asap masih menguar. Sebelumnya, dilaporkan para pendemo juga membakar satu motor polisi dan merusak pos polisi di Jl Diponegoro.

Situasi di lokasi kejadian masih mencekam. Para mahasiswa yang berdemo masih banyak dan mereka lari masuk kampus YAI dan Universitas Bung Karno. Sebagian lagi masuk Lembaga Bantuan Hukum di Jalan Diponegoro.

Unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yang diwarnai bakar-bakaran sejak sore itu itu berujung ricuh setelah sekitar 250 massa semakin anarkis. Beberapa saksi mata yang menjauhi lokasi demonstrasi sempat melihat massa membakar satu unit sepeda motor yang terparkir di depan pos polisi di Jalan Diponegoro. Jalan itu –berujung di Bundaran Hotel Indonesia dan jadi akses ke Istana Merdeka– memang jadi jalur tradisional demonstrasi.

Diduga aparat terpaksa melepaskan tembakan karena terprovokasi ulah massa yang semakin anarkis dalam mengekspresikan protesnya.

Arus lalu lintas satu arah yang menuju Jalan Salemba Raya pun terpaksa ditutup dan dialihkan melalui Jalan Talang yang menuju Jalan Matraman Raya.

Advertisements

Para Demonstran Aniaya Polwan Cantik Hingga Pingsan Saat Demo Tolak Kenaikan BBM Di Depan Gedung DPR


Demonstrasi di depan Gedung DPR memanas. Setelah berhasil menjebol gerbang DPR, massa nekat melempar batu ke arah aparat. Tim Negosiator Ditsabara Polda Metro Jaya Iptu Sri Pamuntjak yang terkena lemparan batu sebesar kepalan tangan pingsan seketika.

Pantauan detikcom, Kamis (29/3/2012) pukul 16.15 WIB, Sri Pamuntjak berdiri di atas Barracuda dan meminta para demonstran untuk tertib. Tiba-tiba, bukk!! Batu yang dilempar demonstran mengenai badannya. Dia pun terjatuh pingsan dan langsung dibawa masuk ke ambulans. Karena kondisi ricuh, polisi semoat menembakkan tembakan peringatan.

Barracuda yang bersiaga di halaman DPR pun dimajukan ke arah gerbang. Demikian pula dengan ratusan personel Dalmas. Sehingga mereka berhadap-hadapan dengan demonstran yang berupaya membobol lagi pintu gerbang.

Sebelumnya Kasubdit Pengamanan DPR dari Ditjen Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya, AKBP Hando Wibowo telah meminta pendemo untuk tidak anarki. Namun imbauannya tidak dipedulikan massa. Massa malah menggunakan spanduk untuk kembali menjebol gerbang.

Pendemo di depan gedung DPR berjumlah 500-an terdiri dari massa Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), HMI, PMII, dan beberapa kelompok lainnya. Sementara itu, hujan masih mengguyur. Sekitar 500 pendemo di depan gerbang DPR dipukul mundur. Pendemo pun berlari ke arah belokan yang menuju Palmerah.

Pantauan detikcom di depan gerbang DPR, Senayan, Kamis (29/3/2012), mobil penghalau massa barracuda dan truk polisi yang hanya bertahan di depan gerbang membunyikan sirine kencang-kencang. Hal ini pun mengganggu demonstran yang langsung menyerbu barracuda itu.

Nah, saat demonstran menyerbu barracuda polisi itu, puluhan hingga ratusan polisi keluar dari pintu kecil dekat gerbang DPR. Gerbang DPR terbuka, dan ratusan polisi juga keluar membawa tameng dan pemukul.

Polisi lantas menghalau demonstran dan mendorongnya jauh dari DPR, ke arah belokan Palmerah. Sempat juga terdengar tembakan gas air mata, dor! Dor!

“Adik-adik mahasiswa harus membubarkan diri, kalau tidak kami akan menindak kalian, karena kalian sudah merusak pagar negara!” demikian teriak polisi melalui pengeras suara.

Polisi kini tampak berjaga di depan gerbang DPR, Jalan Gatot Subroto hingga ke belokan arah Palmerah. Demonstran banyak yang masih bertahan di flyover Palmerah. Sementara itu tol dalam kota dijaga ketat petugas Jasa Marga. Pendemo di depan gedung DPR berjumlah 500-an terdiri dari massa Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), HMI, PMII, dan beberapa kelompok lainnya.

TMC Ditlantas Polda Metro Jaya lewat akun Twitternya pada pukul 17.00 WIB menyebut bahwa Brimob dan Dalmas Sabhara berhasil membubarkan massa yang berdemo di depan gedung DPR.

Setelah Ditolak Di Kalimantan Kini Tokoh FPI Diusir Dari Yordania


Pengurus Front Pembela Islam (FPI) Munarman ditangkal di Yordania. Munarman dicegah pihak keimigrasian negara itu saat baru tiba di Bandara Amman, Yordania, Selasa (27/3), dan langsung dipaksa pulang alias dideportasi hari itu juga. Eks aktivis Kontras itu diperkirakan sudah tiba di Tanah Air malam tadi.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Munarman tak bisa masuk ke Yordania akibat ada catatan dari intelijen Indonesia. Namun, catatan itu hanya masuk ke Imigrasi Yordania. Sementara di Imigrasi Indonesia, tak ada permintaan tangkal ke luar negeri. “Sampai saat ini tidak ada data cekal atas nama Munarman,” jelas Menkum dan HAM Amir Syamsuddin ketika menjelaskan kasus itu, Rabu (28/3).

Amir mengaku tak tahu kemungkinan ada catatan dari intelijen Indonesia bagi Munarman. Untuk itu, Menkum dan HAM berjanji akan menelusuri masalah tersebut. “Akan kita telusuri,” terangnya.

Kedatangan Munarman ke negara itu adalah salah satu dari 9 orang Tim Global March to Jerussalem (GMJ). Munarman sendiri mewakili FPI, ormas yang digelutinya belakangan ini.

Presidium MER-C dr Joserizal Jurnalis SpOT yang memimpin Tim GMJ dalam rilisnya kemarin menjelaskan, Munarman tiba di Bandara Amman, Selasa sekitar pukul 08.40 waktu setempat. Namun, kehadiran Munarman ditolak pihak imigrasi dan intelijen Yordania. “Munarman langsung dipaksa untuk pulang hari itu juga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah berusaha meminta bantuan KBRI di Amman untuk membantu bernegosiasi dengan pihak Imigrasi Yordania. Duta Besar RI di Yordania, Zainul Bahar Nur, langsung datang ke bandara untuk melakukan negosiasi, tapi tak berhasil. “Kami sangat kecewa dengan kejadian ini,” jelas Joserizal, seperti dikutip dari Detik.com.

Joserizal mempertanyakan alasan intelijen Indonesia memberikan catatan tentang Munarman ke pihak Yordania. Pasalnya, Munarman pernah masuk ke negara itu tanpa hambatan pada Januari lalu. “Munarman bukan koruptor, bukan penjahat, dan bukan urusan interpol, kenapa dicekal begini. Saya terus terang protes keras,” tambahnya.

Joserizal menjelaskan, kedatangan Munarman ke negeri itu tergabung dalam GMJ yang akan menuju ke perbatasan Israel-Yordania untuk menolong rakyat Palestina. Kelompok ini membawa gerakan penyadaran masyarakat dunia bahwa kota Jerussalem adalah kota untuk 3 agama: Islam, Kristen, dan Yahudi, serta milik pecinta kemanusiaan dan keadilan.

Total delegasi Indonesia yang berada di bawah koordinasi MER-C itu sekitar 79 orang. Sebanyak 28 di antaranya mengikuti GMJ melalui konvoi darat (rute 1) yang telah bertolak ke Karachi, Pakistan, pada 9 Maret 2012. Sedangkan, sisanya 51 orang, mengikuti GMJ melalui rute 2, yaitu dari Jakarta langsung ke Amman yang dibagi menjadi beberapa gelombang keberangkatan.

Delegasi Indonesia bersama jutaan rakyat sipil dari berbagai penjuru dunia akan berkumpul dan melakukan kampanye damai di perbatasan Israel-Yordania pada 30 Maret 2012. Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan sejumlah lembaga peduli Palestina seperti MER-C, VOP (Voice of Palestina), Aqsa Working Group (AWG), Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Forum Indonesia Muda (FIM), Front Pembela Islam (FPI), I Love Muhammad Network, Perwakilan Mahasiswa, dan 3 orang jurnalis dari TV One, Metro TV, dan Harian Republika.

Busway TransJakarta Ke Bekasi Sudah Beroperasi


Moda Bus Rapid Transit akhirnya menembus batas wilayah DKI Jakarta. Ini diawali dengan mulai dioperasikannya Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway yang menghubungkan Bekasi-Jakarta hari ini, Rabu 28 Maret 2012.

Ada dua rute sebenarnya yang dilayani angkutan yang pengoperasiannya akan diresmikan kedua kepala daerah. Kedua rute itu adalah Terminal Bekasi-Terminal Pulogadung dan Terminal Bekasi-Terminal Kampung Rambutan. Kedua titik yang diumpan angkutan ini berada di wilayah Jakarta Timur.

”Baru rute Pulogadung-Bekasi yang beroperasi. Rencananya rute Kampung Rambutan akan berjalan pekan depan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono, di Balai Kota, Selasa, 27 Maret 2012.

Pristono menjelaskan, sebagai tahap awal akan ada 15 bus berkapasitas 85 penumpang yang beroperasi. Mereka dijadwalkan berangkat dari Terminal Bekasi dan Pulo Gadung setiap 10 menit.

Dengan waktu operasi pukul 5 hingga 22, Pristono memperkirakan angkutan perbatasan ini mampu mengangkut hingga 17.340 penumpang setiap hari. Jumlah itu diperhitungkan setara dengan 4,09 persen warga komuter dari Bekasi ke Jakarta setiap harinya. Target kami, warga Bekasi yang biasa menggunakan mobil pribadi akan beralih menggunakan bus ini, kata Pristono menunjuk kapasitas angkut bus per hari yang setara 8.616 mobil pribadi.

Untuk beralih ke angkutan ini, setiap calon penumpang hanya perlu membayar Rp 9.500. Ini adalah harga terusan bus pengumpan dan bus Transjakarta. “Setelah berhenti di Bekasi Town Square, bus langsung masuk tol sampai Jakarta, tidak berhenti-berhenti (transit) seperti Transjakarta,” ujarnya.

Setelah menembus Bekasi, Dinas Perhubungan DKI akan mengembangkan angkutan yang sama di wilayah penyangga ibukota yang lain yaitu Tangerang. “Kami fokus pada daerah yang belum memiliki akses angkutan massal ke Jakarta,” kata Pristono yang menilai penggunaan moda kereta dari Bekasi dan Tangerang belum maksimal.

Di Jalur ke Bekasi sendiri, Pristono menambahkan, nantinya akan ada pula perpanjangan busway atau jalur Transjakarta yang semula Harmoni-Pulogadung menjadi Harmoni-Harapan Indah, Bekasi. Ini adalah bentuk pengembangan dari moda angkutan yang mulai beroperasi hari ini. “Supaya nanti masyarakat punya pilihan, mau naik yang lewat tol atau tidak,” kata Pristono

Meski Sudah 3 Kali Ganti Nama Perusahaan Bus Sumber Kencono Tetap Saja Sial Dan Sering Alami Kecelakaan Maut


Sejak tahun 2011, manajemen Sumber Kencono beberapa kali mengubah nama bus untuk menghilangkan stigma buruk karena sering terlibat kecelakaan lalu lintas. “Sengaja nama beberapa bus diganti agar selamat,” kata Kordinator Kontrol PO Sumber Kencono wilayah Surabaya-Yogyakarta, Dwi Harminto, Senin, 19 Maret 2012.

Pada tahun 2011, operator bus yang melayani jalur Surabaya–Yogyakarta sehingga dikategorikan sebagai Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) mengganti nama sejumlah armadanya dengan Sumber Selamat. Bahkan, sejak awal 2012 ada pula yang dinamai Sugeng Rahayu.

Namun, pergantian nama tidak serta-merta menghindarkan bus grup Sumber Kencono dari kecelakaan lalu lintas. Akibatnya julukan sinis masyarakat yang menyebutnya sebagai Sumber Bencono masih tetap melekat pada bus-bus Sumber Kencono.

Berdasarkan data yang dihimpun Tempo, selama tahun 2009, bus Sumber Kencono terlibat dalam 31 kali kecelakaan yang merenggut 19 nyawa. Tahun 2010, jumlah kecelakaan naik menjadi 35 kali meski korban jiwa menurun menjadi 17 orang. Sedangkan selama tahun 2011 jumlah kecelakaan cenderung berkurang, yakni 13 kecelakaan. Namun jumlah korban jiwa mencapai 36 orang.

Hanya berselang satu jam memasuki tahun 2012, bus Sumber Kencono bernomor polisi W 7727 UY sudah merenggut enam penumpang yang tewas seketika ketika terlibat tabrakan dengan sebuah truk di Jalan Raya Surabaya-Madiun, Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, 1 Januri 2012. Selain korban tewas, juga mengakibatkan 18 orang luka. Adapun sopir bus, Agus Widodo, kini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun.

Selang sebulan kemudian, yakni pada 9 Februari 2012, bus Sumber Kencono bernomor polisi W 7503 UY rute Yogyakarta-Surabaya tercebur ke sungai sedalam 15 meter di Jalan Raya Magetan-Ngawi, tepatnya di jembatan Glodog, Desa Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, Magetan.

Bus tercebur setelah menghindari sedan bernomor polisi AG 1363 V yang oleng akibat pengendaranya mabuk. Satu penumpang bus dan satu penumpang sedan tewas, sedangkan 12 penumpang bus luka. Sopir sedan, Lilik Purwanto, juga sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Magetan.

Seperti tak hendak absen setiap bulan, pada 12 Maret 2012, bus Sumber Kencono bernomor polisi W 7803 UY rute Surabaya-Semarang terguling dan terperosok di sungai sedalam empat meter di Jalan Raya Magetan-Ngawi, Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Magetan.

Bus terperosok setelah menghindari dua sepeda motor yang bersenggolan di depan bus. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun 18 penumpang bus mengalami luka. Salah seorang di antaranya luka parah, yakni patah tulang tangan.

Tak berselang lama, Minggu, 18 Maret 2012, bus Sugeng Rahayu bernomor polisi W 7743 UY rute Surabaya-Yogyakarta menabrak dari belakang mobil Toyota Avanza bernomor polisi L 1310 TS berisi sembilan orang di Jalan Raya Surabaya-Madiun Kilometer 137, tepatnya di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Tiga penumpang Avanza tewas, satu luka berat, empat luka ringan termasuk sopir Avanza. Dari pihak bus tidak ada korban.

Ihwal kecelakaan yang terus menimpa bus Sumber Kencono, Kordinator Lapangan PO Sumber Kencono Wilayah Nganjuk, Madiun, dan Magetan, Sunar, masih bisa berdalih. “Penyebab kecelakaan tidak hanya karena kelalaian sopir bus tapi juga dipengaruhi kondisi jalan dan lampu penerangan serta pengendara kendaraan lain,” ujarnya.

Adapun Dwi Harminto tetap berkukuh manajemen telah melakukan pengelolaan dan pengawasan secara profesional termasuk mengontrol sopir. “Secara berkala kami tes urine sopir dan hampir semua bus dilengkapi GPS (Global Positioning System) untuk memantau dan merekam kecepatan dan lokasi bus,” ucapnya.

Bus “Sugeng Rahayu” nopol W 7743 UY milik PO Sumber Kencono saat diamankan di Pos Polisi Lalu Lintas Lemahbang, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, setelah menabrak Toyota Avanza bernopol L 1310 TS, Minggu, (18/3). Manajemen Sumber Kencono sengaja merubah label nama bus guna merubah stigma buruk bus yang sering kecelakaan tersebut.

Perusahaan Farmasi Telah Naikan Harga Obat Sebelum Harga BBM Naik


Harga obat di Kota Bekasi yang dijual bebas ternyata sudah naik sejak sebulan lalu. Meski kenaikannya berkisar antara Rp 2.000 – Rp 3.000, namun amat dirasakan berat bagi warga khususnya menengah ke bawah. Di pusat apotek rakyat dan medis, yang berada di Pasar Proyek, Bekasi Timur, kenaikan harga obat berada di kisaran Rp2.000 hingga Rp3.000, tergantung jenis obat.

Para apoteker mengaku, menaikkan harga obat karena dari perusahaan farmasi yang biasa menyuplai obat telah menaikkan harga. ’’Kalau kami tergantung perusahaan farmasi penyuplai. Kalau mereka menaikkan harga, di sini juga akan ikut naik,” ungkap Arifin, penjaga Apotek Makmur di Pasar Proyek Bekasi.

Menurut Arifin, kenaikan harga obat dipengaruhi biaya transportasi yang meningkat dan adanya isu kenaikan harga BBM. Diakuinya, banyak konsumen yang mengeluh dengan adanya kenaikan harga obat. Meskipun begitu, tidak berdampak pada menurunnya tingkat daya beli konsumen.

’’Banyak konsumen yang mengeluhkan harga obat sudah naik, padahal harga yang digunakan harga lama. Tapi mau gimana lagi, dari penyuplainya juga sudah menaikkan harga, kita juga terpaksa menaikkan harga,” terangnya.

Selain harga obat yang merangkak, alat-alat kesehatan juga ternyata ikut naik. Kenaikan alat-alat kesehatan berkisaran antara Rp4.000 hingga Rp5.000. ’’Tidak semua alat kesehatan yang naik. Hanya ada beberapa saja yang naik,” ungkap Alex, penjaga toko alat kesehatan.

Sejak 23 Maret kemarin, pemerintah melalui Menteri Kesehatan (Menkes) telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) obat generik antara 6 hingga 9 persen. Penentuan HET ini sudah melalui berbagai pertimbangan, di antaranya kemungkinan pembatasan BBM bersubsidi, kenaikan bahan baku obat, kenaikan upah minimum regional dan sebagainya.

Menkes menyebutkan, ada kenaikan harga pada 170 obat, namun harga pada 327 jenis obat malah turun. Hanya 34 persen dari seluruh jenis obat yang HET-nya naik, 28 item itu adalah sediaan injeksi dengan rata-rata kenaikan harga per item sebesar Rp343 sebanyak 123 jenis tablet dan kapsul naik rata-rata Rp31 sebanyak 8 item sirup rata-rata naik sebesar Rp30 dan 3 macam salep dengan rata-rata kenaikan Rp22

Buruknya Pengelolaan Air Akan Menjadi Bencana Bagi Indonesia Khususnya Pulau Jawa


Buruknya pengelolaan air bisa mengakibatkan bencana dan menghambat pembangunan nasional. Masyarakat diminta berpartisipasi lebih baik lagi dalam mengelola air untuk menjaga kualitasnya secara berkelanjutan. “Air menjadi faktor tunggal yang paling mendesak karena bisa menghambat pembangunan bangsa. Buruknya pengelolaan air bisa menghambat pembangunan, membatasi produksi pangan serta menimbulkan berbagai penderitaan, bencana dan kerusakan ekonomi,” kata Direktur Perwakilan Kantor Unesco di Jakarta, Hubert Gijzen memperingati Hari Air sedunia PBB 2012, Minggu (25/3).

Ia menjelaskan, perlu dilakukan berbagai upaya untuk lebih mempromosikan pembangunan air secara berkelanjutan.
Sebelumnya, mantan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mochammad Amron menyatakan, padatnya jumlah penduduk dan lahan pertanian menjadi penyebab potensi air di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, tertekan dan ketersediaannya mengkhawatirkan. Kondisi itu diperparah lagi dengan buruknya pengelolaan air, yang mengakibatkan air tidak layak konsumsi semakin meningkat.

Ia mengimbau seluruh masyarakat Indonesia harus ikut berpartisipasi dalam mengelola air dengan baik untuk menjaga kualitasnya secara berkelanjutan. “Perlu komitmen semua pihak untuk ikut mengelola air dengan baik,” kata Mochammad Amron.

Presiden Global Compact Network Indonesia, YW Junardy menambahkan, penyelamatan air tidak hanya dilakukan perorangan dan pemerintah saja tapi kolaborasi dengan dunia usaha. “Untuk itu telah dibentuk kelompok kerja Water Mandate Indonesia yang akan berkolaborasi untuk bekerja sama dalam menyelamatkan air Indonesia,” katanya.

Terkait pelestarian air bersih, Managing Director Corporate Affairs and Communication APP, Hendra Gunawan menjelaskan, sebagai pimpinan kelompok kerja water mandate pihaknya akan melakukan berbagai kegiatan menuju sesi seminar saat Konferensi Rio+20 pada Juni 2012. “Kelompok kerja juga akan melakukan kampanye selamatkan air,” katanya.

Ia juga menjelaskan, Hari Air sedunia PBB 2012 memiliki tema “Keamanan Pengadaan Air dan Makanan”.

Secara terpisah, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Berry Nahdia Forqan menuturkan krisis air di Pulau Jawa bukan karena tersedot lahan pertanian, melainkan lantaran rusaknya daerah aliran sungai, pencemaran limbah, dan pengambilan air berlebihan oleh industri.

“Tiga hal itu menyebabkan penduduk Pulau Jawa sulit mengakses air. Saat ini saya yakin lahan pertanian justru semakin berkurang sehingga tidak mungkin pertanian menyedot air lebih dari 70 persen,” ujar Berry, kemarin.