Dhana Widyatmika Gagal Menjelaskan Asal Usul Kekayaannya Yang Mencapai 60 Milyar Rupiah


Tersangka korupsi pajak, Dhana Widyatmika, tak bisa menjelaskan asal-muasal dana miliaran rupiah yang tersimpan di beberapa rekeningnya. Pernyataan ini disampaikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Arnold Angkow, seusai pemeriksaan atas mantan pegawai negeri sipil berpangkat III-C di Direktorat Jenderal Pajak itu, Jumat malam, 2 Maret 2012.

“Dari data keuangan di bank yang kami peroleh, dia tidak bisa membuktikan bahwa uang-uang itu memang berasal dari penghasilan yang legal,” kata Arnold.

Kejaksaan menemukan rekening Dhana di beberapa bank dengan nilai simpanan sekitar Rp 60 miliar. “Kurang lebih sebesar itu,” kata Arnold. Selain itu, Dhana diketahui menyimpan kekayaannya dalam bentuk aset lain. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan juga menemukan transaksi mencurigakan bernilai miliaran rupiah di beberapa rekening milik Dhana.

Ketiadaan penjelasan asal-usul sumber dana itu menguatkan dugaan kejaksaan bahwa Dhana telah melakukan penyimpangan-penyimpangan saat menjadi pegawai di Direktorat Jenderal Pajak. “Dia menguntungkan perusahaan-perusahaan wajib pajak yang ditanganinya,” kata Arnold.

Kejaksaan mengendus ada enam perusahaan lokal yang diuntungkan Dhana. Kejaksaan akan memanggil direksi perusahaan-perusahaan itu pekan depan. “Kami periksa dulu,” kata Arnold. Satu dari enam perusahaan itu bergerak di bidang ekspedisi.

Pengacara Dhana, Reza Edwijanto, meminta penyidik membuktikan kebenaran soal kepemilikan dana sebesar Rp 60 miliar di rekening kliennya. “Itu dulu buktikan,” katanya ketika dihubungi Sabtu, 3 Maret 2012.

Menurut Dhana, kata Reza, total uang di rekening saat ini kurang dari Rp 500 juta. Harta simpanan di deposite box yang disita kejaksaan pun tak begitu besar. “Kejaksaan tahu itu,” ujarnya.

Reza menilai dana ratusan juta rupiah sangat wajar dimiliki Dhana. Penghasilan dari showroom mobil dan minimarket Dhana diyakini dapat menghasilkan uang sebesar itu jika dikumpulkan terus-menerus. Apalagi, “Minimarket sejak 1993, sementara showroom sudah ada sebelum dia jadi pegawai pajak.”

Dhana sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi sejak 17 Februari 2012 lalu. Ia dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Kejaksaan sementara menahan Dhana di Rumah Tahanan Salemba cabang kejaksaan mulai Jumat malam, 2 Maret, hingga 21 Maret 2012 mendatang. Di rumah tahanan itu kemarin Dhana merayakan ulang tahun sendirian. Istri dan keluarganya tak tampak menjenguk.

Jaksa Agung Basrief Arief belum bisa memastikan hubungan antara Dhana Widyatmika dan Gayus Tambunan. Penyelidikan lebih lanjut masih dibutuhkan untuk membuktikan hubungan antara keduanya.

“Saya belum mendapatkan laporan secara utuh apakah ada hubungan dengan Gayus,” kata Basrief saat membuka turnamen futsal FORWAKA Cup di Jakarta, Sabtu, 3 Maret 2012.

Namun ia mengatakan pola tindak korupsi yang dilakukan keduanya sama. “Kalau typical (pola) seperti itu bisa saja (sama) karena jabatan. Itu nanti kita lihat,” kata Basrief.

Kejaksaan, kata Basrief, kemungkinan akan memeriksa atasan Dhana pekan depan. Pemeriksaan itu bertujuan untuk memastikan keterlibatan atasan Dhana dalam kasus korupsi ini. “Senin mungkin akan kita lakukan, tapi sudah kita telusuri. Untuk kepastian, nanti baru Senin,” kata Basrief.

Kejaksaan Agung telah menahan Dhana kemarin. Pegawai pajak tersebut akan ditahan selama 20 hari sampai 21 Maret nanti. Hasil pemeriksaan telah mendukung pembuktian dugaan tindak pidana. Kejaksaan menyatakan tujuan penahanan karena Dhana dikhawatirkan menghilangkan barang bukti.

Kejaksaan menyangkakan Dhana dengan dua undang-undang yang berbeda, Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang, yaitu Pasal 3, 5, 11, 12 a b, Pasal 12 B UU Tipikor, dan Pasal 3, 4 UU TPPU.

Mengenai penangguhan penahanan yang diajukan Dhana, Jaksa Agung menyerahkan keputusan kepada tim penyidik. “Permohonan penangguhan penahanan diserahkan pada penyidik,” kata Basrief.

Dhana diduga mengembangkan uang hasil korupsinya dalam bisnis jual-beli mobil melalui Showroom 88 Mobilindo. Ia juga diduga kuat mengembangkan uangnya melalui delapan perusahaan sekuritas. Kejaksaan Agung masih menelusuri delapan perusahaan sekuritas tersebut

Advertisements

One response to “Dhana Widyatmika Gagal Menjelaskan Asal Usul Kekayaannya Yang Mencapai 60 Milyar Rupiah

  1. Anjing memang para koruptor, coba hukum mati diberlakukan bt pr koruptor sprt china br pd jera … gua kerja capek2 eh lu pada ngambil duit gue …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s