Buruknya Pengelolaan Air Akan Menjadi Bencana Bagi Indonesia Khususnya Pulau Jawa


Buruknya pengelolaan air bisa mengakibatkan bencana dan menghambat pembangunan nasional. Masyarakat diminta berpartisipasi lebih baik lagi dalam mengelola air untuk menjaga kualitasnya secara berkelanjutan. “Air menjadi faktor tunggal yang paling mendesak karena bisa menghambat pembangunan bangsa. Buruknya pengelolaan air bisa menghambat pembangunan, membatasi produksi pangan serta menimbulkan berbagai penderitaan, bencana dan kerusakan ekonomi,” kata Direktur Perwakilan Kantor Unesco di Jakarta, Hubert Gijzen memperingati Hari Air sedunia PBB 2012, Minggu (25/3).

Ia menjelaskan, perlu dilakukan berbagai upaya untuk lebih mempromosikan pembangunan air secara berkelanjutan.
Sebelumnya, mantan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mochammad Amron menyatakan, padatnya jumlah penduduk dan lahan pertanian menjadi penyebab potensi air di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, tertekan dan ketersediaannya mengkhawatirkan. Kondisi itu diperparah lagi dengan buruknya pengelolaan air, yang mengakibatkan air tidak layak konsumsi semakin meningkat.

Ia mengimbau seluruh masyarakat Indonesia harus ikut berpartisipasi dalam mengelola air dengan baik untuk menjaga kualitasnya secara berkelanjutan. “Perlu komitmen semua pihak untuk ikut mengelola air dengan baik,” kata Mochammad Amron.

Presiden Global Compact Network Indonesia, YW Junardy menambahkan, penyelamatan air tidak hanya dilakukan perorangan dan pemerintah saja tapi kolaborasi dengan dunia usaha. “Untuk itu telah dibentuk kelompok kerja Water Mandate Indonesia yang akan berkolaborasi untuk bekerja sama dalam menyelamatkan air Indonesia,” katanya.

Terkait pelestarian air bersih, Managing Director Corporate Affairs and Communication APP, Hendra Gunawan menjelaskan, sebagai pimpinan kelompok kerja water mandate pihaknya akan melakukan berbagai kegiatan menuju sesi seminar saat Konferensi Rio+20 pada Juni 2012. “Kelompok kerja juga akan melakukan kampanye selamatkan air,” katanya.

Ia juga menjelaskan, Hari Air sedunia PBB 2012 memiliki tema “Keamanan Pengadaan Air dan Makanan”.

Secara terpisah, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Berry Nahdia Forqan menuturkan krisis air di Pulau Jawa bukan karena tersedot lahan pertanian, melainkan lantaran rusaknya daerah aliran sungai, pencemaran limbah, dan pengambilan air berlebihan oleh industri.

“Tiga hal itu menyebabkan penduduk Pulau Jawa sulit mengakses air. Saat ini saya yakin lahan pertanian justru semakin berkurang sehingga tidak mungkin pertanian menyedot air lebih dari 70 persen,” ujar Berry, kemarin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s