Perusahaan Farmasi Telah Naikan Harga Obat Sebelum Harga BBM Naik


Harga obat di Kota Bekasi yang dijual bebas ternyata sudah naik sejak sebulan lalu. Meski kenaikannya berkisar antara Rp 2.000 – Rp 3.000, namun amat dirasakan berat bagi warga khususnya menengah ke bawah. Di pusat apotek rakyat dan medis, yang berada di Pasar Proyek, Bekasi Timur, kenaikan harga obat berada di kisaran Rp2.000 hingga Rp3.000, tergantung jenis obat.

Para apoteker mengaku, menaikkan harga obat karena dari perusahaan farmasi yang biasa menyuplai obat telah menaikkan harga. ’’Kalau kami tergantung perusahaan farmasi penyuplai. Kalau mereka menaikkan harga, di sini juga akan ikut naik,” ungkap Arifin, penjaga Apotek Makmur di Pasar Proyek Bekasi.

Menurut Arifin, kenaikan harga obat dipengaruhi biaya transportasi yang meningkat dan adanya isu kenaikan harga BBM. Diakuinya, banyak konsumen yang mengeluh dengan adanya kenaikan harga obat. Meskipun begitu, tidak berdampak pada menurunnya tingkat daya beli konsumen.

’’Banyak konsumen yang mengeluhkan harga obat sudah naik, padahal harga yang digunakan harga lama. Tapi mau gimana lagi, dari penyuplainya juga sudah menaikkan harga, kita juga terpaksa menaikkan harga,” terangnya.

Selain harga obat yang merangkak, alat-alat kesehatan juga ternyata ikut naik. Kenaikan alat-alat kesehatan berkisaran antara Rp4.000 hingga Rp5.000. ’’Tidak semua alat kesehatan yang naik. Hanya ada beberapa saja yang naik,” ungkap Alex, penjaga toko alat kesehatan.

Sejak 23 Maret kemarin, pemerintah melalui Menteri Kesehatan (Menkes) telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) obat generik antara 6 hingga 9 persen. Penentuan HET ini sudah melalui berbagai pertimbangan, di antaranya kemungkinan pembatasan BBM bersubsidi, kenaikan bahan baku obat, kenaikan upah minimum regional dan sebagainya.

Menkes menyebutkan, ada kenaikan harga pada 170 obat, namun harga pada 327 jenis obat malah turun. Hanya 34 persen dari seluruh jenis obat yang HET-nya naik, 28 item itu adalah sediaan injeksi dengan rata-rata kenaikan harga per item sebesar Rp343 sebanyak 123 jenis tablet dan kapsul naik rata-rata Rp31 sebanyak 8 item sirup rata-rata naik sebesar Rp30 dan 3 macam salep dengan rata-rata kenaikan Rp22

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s