Supir Taksi Blue Bird Gerayangi Artis Dengan Alasan Bantu Buka Aura


Nasib sopir taksi Blue Bird yang dipolisikan atas kasus pelecehan seksual, R (42), ada di tangan polisi. Sambil menunggu penyelidikan kepolisian, sopir taksi tersebut diliburkan sementara waktu. “Kita stop operasi dulu. Tapi belum (dipecat). Kita kan menunggu hasilnya dari kepolisian,” kata Humas Blue Bird Teguh Wijayanto saat dihubungi detikcom, Selasa (3/4/2012).

Teguh mengatakan pihaknya menyerahkan seluruh kasus ini kepada yang berwajib. R sendiri sudah dipanggil oleh manajemen Blue Bird. Namun Teguh enggan menjelaskan apa hasil pertemuan manajemen dengan R. “Sudah dipanggil (manajemen Blue Bird). Kita tunggu panggilan polisi untuk kroscek dengan yang bersangkutan,” ujarnya.

Menurut Teguh, selama ini pihak manajemen belum pernah menerima ada komplain dari penumpang mengenai R. Jika R pernah terlibat kasus yang sama sebelumnya, maka manajemen perusahaan berlambang burung terbang itu tidak akan bernegosiasi mengenai hal itu. “Kalau ada potensi seperti itu, sudah kita cut. Kita rekrutmen juga kan cukup ketat. Selama ini tidak ada indikasi seperti itu,” ungkapnya.

Jika pihak kepolisian menetapkan R sebagai tersangka, maka manajemen Blue Bird akan memberhentikan R secara permanen. “Artinya tidak bisa kembali lagi selamanya. Ke yang lain pasti juga begitu,” ucapnya. Seorang artis sinetron mengadukan R ke Polres Jakarta Timur karena dicabuli R. Saat itu artis belia tersebut menumpang taksi R. Dalam perjalanan, R mengaku bisa membuka aura seseorang, termasuk membukakan aura R sebagai artis yang dinilainya tertutup. Dia lantas menawarkan jasanya membuka aura artis tersebut, hingga kemudian R diduga terhipnosis dan mengalami pelecehan seksual serta malah dibuka auratnya.

Kepala Humas PT Blue Bird Group, Teguh Wijayanto, mengatakan, pihak manajemen sudah mendeteksi keberadaan taksi yang digunakan untuk membawa korban. Teguh mengakui kalau di perusahaannya ada taksi dengan nomor body DB 192 dengan nama sopir Ramli. Taksi ini berasal dari Pool Blue Bird di kawasan Hek, Kramatjati, Jakarta Timur. Bahkan pihak sopir tersebut telah dipanggil manajemen dan dimintai keterangan. Sayangnya, Teguh enggan menyebutkan hasil pemeriksaan tersebut.

“Kami lebih menyerahkan kasus ini pada pihak kepolisian. Biarlah polisi yang menyelesaikannya dan kami siap membantu tugas polisi,” kata Teguh. Prinsip kami, kata Teguh, sebelum ada keputusan hukum tetap, maka pihaknya tidak bisa menjustis apakah sopir itu bersalah atau tidak. Teguh juga mengatakan, manajemen sudah meminta pada sopir yang bersangkutan untuk memberikan keterangan pada kepolisian, jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Dan sang sopir berjanji serta siap untuk memberikan keterangan pada polisi,” kata Teguh.

Menurut Teguh, dari laporan korban, kejadian dugaan asusila itu terjadi tidak di dalam taksi. “Namun kita ikut selidiki, apakah kejadian ini benar-benar melibatkan sopir kami atau tidak,” kata Teguh. Menurut Teguh, seandainya laporan korban ini memang terjadi, pihaknya akan membantu kepolisian untuk mengungkap kasus ini. “Sebab ini menyangkut 27.000 pengemudi kami dan masalah kepercayaan masyarakat yang diberikan ke kami selama ini,” kata Teguh.

Artis JM yang ditelanjangi dan dicabuli oknum sopir taksi Blue Bird, Ramli, tidak dapat menolak, apapun permintaan pelaku. Di rumah itu, kata Noldy rekan korban, JM diminta melepaskan baju dan hanya mengenakan sarung. Saat itu juga, tubuh JM digerayangi, diraba-raba oleh pelaku. “Pelaku melakukan perbuatan asusila pada JM,” kata Noldy.

Noldy menjelaskan, dari pengakuan JM, sang pelaku juga hendak menyetubuhinya. Namun lantaran Jesyca tengah menstruasi, pelaku mengurungkan niatnya. Menurut Noldy, JM lalu dipulangkan Senin pagi sekitar pukul 08.00 dengan diantar oleh Ramli. “JM minta diantar ke rumah pacarnya di kawasan Kampung Dukuh, Kramatjati, Jakarta Timur,” kata Noldy.

JM lalu menceritakan apa yang dialaminya kepada kekasihnya. Dengan ditemani kekasihnya dan rekannya, JM sempat mendatangi pool taksi Blue Bird di kawasan Hek, Kramatjati. “Kepala pool taksi hek Kramatjati, mengakui Ramli adalah sopir mereka. Namun saat kami tanya dimana sang sopir tinggal, mereka mengelak memberi tahu,” kata Noldy.

Akhirnya, kata Noldy, mereka membawa kasus ini ke jalur hukum dan melaporkannya ke Mapolres Jakarta Timur. Harlan, kakak JM, di Mapolres Jakarta Timur, Senin sore menuturkan dalam pemeriksaan terhadap adiknya JM, saat ini polisi tengah mencari pasal yang tepat untuk menjerat sang pelaku. “Kita bikin laporan dugaan asusila,” kata Harlan tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Menurut Harlan, saat ini Jesyca akan dibawa ke RS Polri untuk visum. Sekitar pukul 19.15, Jesyca yang mengenakan baju hijau dan celana jeans, keluar dari ruang pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolrestro Jakarta Timur dengan ditemani ibunya dan seorang lelaki kakaknya. Kepala Jesyca ditutupi kerudung biru. Mereka pergi meninggalkan Mapolres Jakarta Timur dengan mobil Mazda putih B 54 RAH hendak menuju ke RS Polri Sukanto, Jakarta Timur untuk divisum.

Harris Noldy (29), rekan JM yang ditelanjangi dan dicabuli oknum sopir taksi Blue Bird, Ramli, yang ikut mengantarkan korban ke Mapolrestro Jakarta Timur, Senin (2/4/2012) siang, menuturkan dari keterangan JM, peristiwa ini berawal saat JM baru saja pulang dari gereja HKBP Taman Mini Indonesia Indah, Minggu (1/4/2012) malam sekitar pukul 20.00. Dari gereja, JM hendak menuju ke rumah rekannya Ajeng, di kawasan Condet, Kramatjati, Jakarta Timur. Ia lalu menumpang taksi Blue Bird dengan nomor pintu DB 192. “JM tidak ingat nomor polisi taksinya. Hanya ingat nomor pintunya saja,” kata Noldy. JM juga ingat bahwa sopir taksi bernama Ramli dan berusia antara 40 tahun sampai 50 tahun. Oleh sang sopir, JM justru diajak berputar-putar. Bahkan saat itu, sang sopir mengaku dapat meramal dan ahli pengobatan alternatif.

Diduga saat itulah, Ramli sudah berhasil menguasai JM dan menghipnotisnya. “Saat berada dibawah pengaruh hipnotis itu, JM agak sadar. Tapi dia tidak mampu menolak permintaan Ramli,” kata Noldy. Noldy menjelaskan, JM juga ingat bahwa ia sempat dibawa oleh Ramli ke sebuah penginapan yakni Puri Caglak, di Jalan Raya Tengah, Kelurahan Gedong, Pasarrebo, Jakarta Timur. “Namun saat itu, penginapan itu penuh. Makanya JM tidak jadi dibawa ke sana,” kata Noldy. Menurut Noldy, JM akhirnya dibawa ke rumah kost, teman sang sopir taksi di kawasan Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. Di rumah itulah, JM dicabuli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s