2 Bocah Tewas dan 125 Rumah Di Pekojan Tambora Hangus Karena Kebakaran


Kebakaran yang melanda 125 rumah di Kampung Janis, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (28/7/2012) diduga berasal dari api lilin di salah satu rumah warga.

Dugaan tersebut berasal dari beberapa warga yang mengatakan ada salah satu rumah yang kehabisan pulsa listrik, kemudian menyalakan lilin sebagai penerang.

“Slentingan warga memang ada yang mengatakan demikian, tetapi identifikasi Polri masih menduga kalau kebakaran disebabkan arus pendek listrik,” kata Lurah Pekojan Agus Yusuf kepada Kompas.com di lokasi penampungan, Sabtu malam.

Ia juga mengatakan kalau sumber bencana tersebut berawal dari rumah warganya yang bernama Rosyid. “Pusat apinya dari rumah Rosyid di RT 08 RW 07,” ucapnya lagi sambil menyebutkan kalau kebakaran di lingkungan Kampung Janis sudah terjadi dua kali selama 2012.

“Sebelumnya 5 bulan yang lalu juga kebakaran karena arus pendek, korsleting listrik pada 16 Februari lalu, tepatnya,” jelas Agus.

Diberitakan sebelumnya, terjadi kebakaran di Kampung Janis Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat pada pukul 13.15 WIB. Kebakaran tersebut menewaskan dua orang bocah, dan menghanguskan ratusan rumah wearga.

Kini petugas sudah melakukan pendinginan terhadap rumah-rumah yang terbakar, dan sebagian warga sudah tinggal di posko penampungan sementara yang tersebar di Kantor Kelurahan Pekojan, Mushola, sekolah, dan tenda di pinggir rel kereta. Ada juga yang masih terlantar di bawah jembatan layang Angke Barat.

Hingga dini hari situasi tempat kebakaran di Pekojan, Jakarta Barat, Sabtu (28/7/2012) masih mencekam karena di beberapa rumah masih terlihat api. Meski demikian, beberapa warga terlihat bergotong royong memadamkan api-api kecil sisa kebakaran tadi sore.

Menurut pantauan Kompas.com, dua rumah sempat terbakar lagi akibat percikan api, namun dapat segera dipadamkan warga. Proses pemadamannya pun relatif sulit, akibat rumah yang terbakar ditinggal oleh pemiliknya dalam keadaan terkunci.

“Udah dobrak aja pintunya, yang punya udah ninggalin rumahnya (mengungsi),” teriak seorang warga ketika sedang memadamkan api. Akibat kejadian ini beberapa rumah yang ditinggal oleh pemiliknya didobrak warga, untuk memastikan tidak adanya sisa-sisa api.

Seperti diberitakan, kebakaran hebat melanda kawasan itu menghanguskan 125 rumah di lima RT dan memakan dua korban jiwa. Api berkobar sejak pukul 13.15 dan baru bisa dipadamkan pukul 16.30.

Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat menurunkan 44 unit mobil pemadam kebakaran. Sementara, masih di Jakarta Barat, kebakaran juga terjadi di Gang Burung, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari. Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Tak ada korban jiwa dalam kebakaran di Tamansari.

– Lantaran bingung mencari perlindungan, bocah perempuan ini tewas dalam kebakaran yang menghanguskan 125 rumah di Pekojan, Tambora sore tadi. Jasad Andin Lestari (4) terjebak di dalam WC Umum saat ditemukan warga.

Menurut pengakuan Paman Andin, Amhari (32), saat api mulai berkobar dari rumah tetangga, Andin sudah berlari keluar rumah. Namun karena sang ibu memutuskan kembali masuk ke rumah untuk mengambil surat-surat penting, Andin pun memilih ikut.

“Dia udah keluar. Tapi orang kan rame banget itu. Pas ibunya mau masuk ke rumah lagi, dia ikut terus kelepas,” kata Amhari, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Sabtu (28/7/2012).

Putri bungsu pasangan Nurdin (41) dan Ani (30) ini sebenarnya sempat dititipkan sesaat sebelum ibunya kembali masuk ke rumah. Namun dalam kondisi panik, bocah ini lebih memilih mengikuti ibunya dan malah terjebak di dalam WC Umum.

“Pas kelepas itu, mungkin dia bingung. Jadi terus sembunyi di WC Umum yang ada di dekat rumahnya,” ungkap Amhari.

Setelah api mulai padam, pihak keluarga baru menyadari bahwa Andin hilang. Kemudian ada warga yang melihat anak perempuan kecil lari masuk WC Umum saat semua orang tengah menyelamatkan diri.

“Ya udah akhirnya kami cek ke WC Umum. Eh, bener ada di situ. Pertama dikira boneka ma petugas. Sekitar jam 5 tadi ditemuin,” jelas Amhari.

Hingga saat ini, Nurdin yang bekerja sebagai tukang jok sepeda belum kembali lagi ke RSCM untuk mengambil jasad putrinya. “Tadi udah ke sini nyerahin Andin. Terusannya balik lagi ke rumah,” tutur Amhari.

Rencananya, jasad Andin akan dimakamkan di Rangkas Bitung yang merupakan asal dari ibu Andin. Bocah perempuan yang belum bersekolah ini diketahui bersaudara dengan korban lain dalam kebakaran yaitu Rama (3).

“Iya dua-duanya itu keponakan saya. Tapi memang beda rumah tinggalnya. Rumah Rama ada di depan rumah Andin,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kebakaran melanda kawasan Pekojan, Tambora sore tadi. Penyebab kebakaran diduga karena ada hubungan arus pendek. Sebanyak 44 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan api yang menjalar cepat di pemukiman padat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s