Kasus Korupsi Di Korlantas Terungkap KPK Karena Barang Dibeli Dipasaran Harga 80 Juta Dijual 250 Juta


Mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Djoko Susilo disebut-sebut sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek simulator alat uji test surat izin mengemudi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Penyidik KPK sudah melakukan penggeledahan di kantor Korps Lalu Lintas Mabes Polri di Jalan M.T. Haryono Kaveling 15, Jakarta Selatan, sejak Senin sore kemarin sampai Selasa dinihari. Lihat: Kantor Korps Lalu Lintas Polri Digeledah KPK

Sumber Tempo mengatakan penggeledahan itu dilakukan karena KPK sudah memastikan kasus dugaan korupsi simulator SIM masuk tahap penyidikan. “Seorang jenderal bintang dua sudah jadi tersangka,” katanya.

Penelusuran Tempo, jenderal bintang dua yang sebelumnya disebut-sebut terlibat dalam proyek itu adalah Irjen Polisi Djoko Susilo. Saat Djoko menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas, proyek ini digelar. Sekarang Djoko menjabat sebagai Gubernur Akademi Kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, belum seorang pun pimpinan KPK yang bisa dimintai komentarnya. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto tidak menjawab pesan yang dikirimkan lewat BlackBerry-nya. Demikian juga Kabag Humas Polri Komisaris Besar Boy Rafly Anwar.

Sebelumnya, pengacara dari terdakwa korupsi proyek pengadaan simulator SIM Bambang S. Sukotjo meminta pihak Komisi Pemberantasan Korupsi mengecek adanya dugaan mark-up dalam proyek simulator itu. Ia berkata, biaya yang dibayarkan Direktorat Lalu Lintas untuk simulator itu terlalu besar untuk tidak disebut mark-up.

“Saya yakin sekali itu mark-up, tidak mungkin tidak. Keuntungan yang diterima Budi Susanto (pemilik PT Citra Mandiri Metalindo) terlalu besar,” ujar pengacara Bambang, Erick S. Paat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Mabes Polri melakukan pembelian simulator SIM sepeda motor dari PT Citra Mandiri Metalindo seharga Rp 77,79 juta per unit. Padahal, simulator SIM sepeda motor itu dibeli Budi dari PT Inovasi Teknologi Indonesia (perusahaan milik Bambang) dengan harga Rp 42,8 juta per unit.

Sementara untuk harga simulator mobil, diketahui, Budi menjual kepada Direktorat Lalu Lintas seharga Rp 256,142 juta per unit. Padahal, simulator itu dibeli Budi dari perusahaan Bambang seharga Rp 80 juta per unit.

Mengacu pada angka yang dipasang Budi per simulator, Erick mengatakan bahwa hitungannya menunjukkan Budi memperoleh keuntungan lebih dari 100 persen. Padahal, ujar Erick, prosentase keuntungan normalnya di bawah angka 100 persen.

“Saya pernah melakukan riset, untuk proyek besar seperti simulator SIM itu, pedagang biasanya hanya cari untung 10-20 persen. Kalau sampai 100 persen, jelas itu mark-up,” ujar Erick.

Mengetahui adanya mark-up tersebut, Erick meminta KPK untuk segera menanganinya. Ia juga mengatakan bahwa Budi harus diperiksa sebagai salah satu yang terlibat dalam proyek pengadaan simulator SIM tersebut.

Ketika Tempo menanyakan tanggapan Erick mengenai bantahan Mabes Polri bahwa Kepala Korps Lalu Lintas Inspektur Jenderal Djoko Susilo terlibat suap dalam kasus proyek pengadaan simulator SIM, ia mengaku bahwa hal itu sudah ia duga. Dan, menurut Erick, silakan saja polisi terus membantah pernyataan kliennya.

“Klien saya hanya mengatakan apa adanya dan itulah yang kami terima. Terserah polisi mau menerima atau tidak,” ujar Erick.

Terakhir, Erick mengatakan bahwa kasus yang tengah dijalani kliennya kali ini memang tergolong berat. Pasalnya, barang bukti yang dikumpulkan sangat minim dan sejauh ini hanya ada dua saksi untuk kasus yang menimpa kliennya. Meskipun begitu, Erick optimistis kliennya bisa menghadapinya.

“Kami bisa bergerak dari kasus mark-up dan aliran dana ke kepolisian. Pintu masuk untuk pengusutannya di situ,” kata Erick.

Sebelumnya, juru bicara Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, membantah adanya aliran dana ke pihak kepolisian. Namun temuan Tempo menunjukkan hal sebaliknya. Tempo menemukan adanya bukti transfer sejumlah uang kepada Primer Koperasi Polisi (Primkopol) dan Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum).

Hingga petang ini, sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi masih tertahan di kompleks Korps Lalu Lintas Polri di Cawang, Jakarta Timur. Petugas KPK yang ditemui di sekitar Korlantas mengatakan masih menyiapkan sejumlah barang bukti.

“Sedang disiapkan untuk dibawa,” ujar salah seorang petugas KPK, Selasa, 31 Juli 2012.

Petugas tersebut mengatakan ia tak sendirian di kompleks Korlantas. “Masih ada yang lain di dalam,” katanya. Mereka, kata dia, masih berada di lantai satu dan dua kantor tersebut.

Siang tadi, sekitar sepuluh mobil KPK keluar dari kantor Korlantas. Dalam penggeledahan di lantai tiga kantor tersebut, petugas membawa puluhan kardus dokumen beserta dua perangkat mesin cetak.

Penggeledahan oleh petugas lembaga antirasuah itu dilakukan sejak pukul 16.00, Senin kemarin. Sudah lebih dari 24 jam petugas KPK tertahan di Korlantas.

Pagi tadi, sekitar pukul 09.30, sebenarnya penggeledahan ini sudah rampung. Ini terlihat dari beberapa petugas dengan rompi bertuliskan “KPK” sedang memasukkan barang bukti berupa belasan kardus ke dalam mobil.

Namun, kardus-kardus yang sudah tertutup rapat itu justru dibawa kembali ke ruangan yang telah digeledah, yang terletak di lantai dua, bersama sejumlah polisi.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Anang Iskandar mengatakan polisi tidak mempersulit upaya tim KPK. “Kami juga sedang menyelidiki kasus yang sama. Masak satu barang bukti ditangani dua lembaga?” ujarnya.

KPK telah menetapkan mantan Kepala Korlantas Mabes Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan alat simulator kendaraan roda dua dan roda empat. Djoko diduga terlibat dalam penggelembungan proyek itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s