Monthly Archives: July 2012

Butuh Mujizat Untuk Selamatkan Ikan Paus Yang Terdampat Di Karawang Selama 3 Hair


Kementerian Perhubungan melalui Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut turut membantu evakuasi paus yang terdampar di perairan Karawang, Jawa Barat. Beberapa kapal dan tenaga SAR dikirimkan dari Pangkalan KPLP di Tanjung Priok.

“Begitu KPLP Pangkalan Tanjung Priok mendapat info tadi pagi, pukul 08.30 WIB, Capt Nafri, Komandan Pangkalan mengerahkan 1 sea rider dan 2 kapal KPLP, yaitu KN 348, KN 206 menuju lokasi untuk penyelamatan paus,” jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (27/7/2012).

KPLP, imbuh Bambang, selain mengerahkan kapal juga mengerahkan tenaga SAR berjumlah 10 orang.

Sebelumnya Koordinator Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Pramudya mendesak agar pemerintah segera membantu proses evakuasi paus. Mereka butuh kapal besar untuk menarik sang mamalia langka.

Saat ini, paus itu dalam kondisi lemah karena sudah terdampar hampir selama tiga hari. Paus ini hanya terpaut jarak 1 mil dari laut lepas.

Anda pernah menyaksikan Film Big Miracle yang dibintangi Drew Barrymore? Film itu diangkat dari kisah nyata penyelamatan paus abu-abu yang terdampar di Alaska pada 1988. Proses penyelamatan itu begitu mengharukan.

Bayangkan, seluruh warga Amerika Serikat (AS) dan pemerintahnya menaruh perhatian pada penyelamatan paus itu. Hingga pihak Rusia juga dilibatkan dalam penyelamatan paus tersebut. Nah, kondisi serupa kini terjadi pada paus yang terdampar di Karawang, Jabar. Butuh keajaiban untuk menyelamatkan paus itu.

“Kita berharap banyak bantuan seperti kasus di film itu. Paus yang terdampar ini sudah 4 hari. Paus ini masih hidup tapi sudah mengkhawatirkan, perlu segera ditarik ke laut lepas,” jelas Pramudya, koordinator Jakarta Animal Aid Network (JAAN) kepada detikcom, Jumat (27/7/2012).

Paus ini berada di kedalaman 1,5 meter. Butuh kapal besar untuk menarik paus ke kedalaman 5-8 meter. “Kita berharap ada pihak-pihak yang peduli untuk menyelamatkan paus ini dengan memberi bantuan kapal,” jelas dia.

Tim penyelamat berlomba dengan waktu. Paus yang diperkirakan baru berusia 4 tahun dengan panjang 12 meter ini, diharapkan bisa sesegera mungkin ditarik ke laut luas.

“Paus ini sedang bermigrasi, dia mungkin terpisah dari kelompoknya karena mengejar plankton atau apa, sehingga terdampar di Karawang. Sekarang kita sangat berharap ada bantuan kapal untuk menariknya,” jelas Pramudya.

Kementerian Perhubungan melalui Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut turut membantu evakuasi paus yang terdampar di perairan Karawang, Jawa Barat. Beberapa kapal dan tenaga SAR dikirimkan dari Pangkalan KPLP di Tanjung Priok.

“Begitu KPLP Pangkalan Tanjung Priok mendapat info tadi pagi, pukul 08.30 WIB, Capt Nafri, Komandan Pangkalan mengerahkan 1 sea rider dan 2 kapal KPLP, yaitu KN 348, KN 206 menuju lokasi untuk penyelamatan paus,” jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (27/7/2012).

KPLP, imbuh Bambang, selain mengerahkan kapal juga mengerahkan tenaga SAR berjumlah 10 orang.

Sebelumnya Koordinator Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Pramudya mendesak agar pemerintah segera membantu proses evakuasi paus. Mereka butuh kapal besar untuk menarik sang mamalia langka.

Saat ini, paus itu dalam kondisi lemah karena sudah terdampar hampir selama tiga hari. Paus ini hanya terpaut jarak 1 mil dari laut lepas.

Para aktivis saat ini sedang menyelamatkan seekor paus sperma (sebelumnya ditulis paus hiu) di Karawang, Jawa Barat. Namun bantuan dari pemerintah dirasa minim. Padahal masalah hewan langka ini jadi perhatian internasional.

“Paus memang jadi perhatian internasional. Namun sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah yang spesifik mendukung,” kata Pramudya, koordinator Jakarta Animal Aid Network (JAAN) kepada detikcom, Jumat (27/7/2012).

Saat ini, tim evakuasi baru terdiri dari kalangan pecinta satwa liar dan LSM pecinta lingkungan. Aparat Muspika setempat membantu namun sebatas pengamanan.

“Kita juga ada Tagana, Sagara dan teman-teman lainnya,” terangnya.

Hingga pukul 10.30 WIB, paus berbobot dua ton itu memang masih hidup. Namun dia butuh dipindahkan secepatnya ke lautan lepas karena sudah hampir tiga hari di perairan dangkal.

“Kita berharap ada bantuan secepatnya. Terutama kapal besar untuk menarik,” kata Pram.

Advertisements

Ratusan Massa Mengamuk Membakar Mobil Di Tol Jatibening Dalam Aksi Protes Penutupan Rest Area Milik Jasa Marga


Massa yang beraksi di Tol Jatibening semakin beringas. Belasan polisi anti huru-hara yang berada di lokasi belum mampu membubarkan massa.

Sekitar pukul 07.00 WIB, Jumat (27/7/2012), massa terus bertambah hingga mencapai seratusan orang di jalan tol Jatibening. Belasan pasukan antihuru-hara dengan menggunakan sepeda motor tampak berada di lokasi dan beberapa mobil patroli jalan raya.

Massa bahkan mencoba mengejar dan membakar mobil patroli polisi sebelum akhirnya ditenangkan oleh koordinator aksinya. Massa juga sempat mengurung seorang polisi yang hendak memadamkan api yang membakar sebuah ban.

Warga juga menutup akses luar tol menuju ke dalam tol Jatibening dengan memasang sebuah mobil kontainer di tengah jalan. Kemacetan kendaraan sepanjang 10 kilometer terjadi di pintu Tol Jatibening hingga tol Karawang juga tidak terhindarkan.

Lalu lintas arus kendaraan sepanjang 500 meter juga tertahan sebelum pintu tol Jatibening yang menuju arah Jakarta. Ratusan orang pengendara yang tertahan akibat aksi bakar ban dan pemblokiran jalan tol Jatibening tumpah ke jalan untuk menyaksikan demonstrasi itu. Aksi pemblokiran warga dimulai sejak pukul 05.30 WIB.

Massa yang beraksi di Tol Jatibening semakin beringas. Mobil mililk PT Jasa Marga dibakar. Kemacetan pun terjadi hingga 8 kilometer.

Dillah, petugas informasi tol Jasa Marga menerangkan, aksi massa berlangsung di Km 8 tol Jatibening arah Jakarta dan sebaliknya. Kepadatan saat ini mulai terlihat hingga Km 16.

“Petugas sudah berada di lokasi, kendaraan mulai berhenti, tak bisa gerak. Ke arah sebaliknya kosong karena sudah ditutup,” kata Dillah, kepada detikcom, Jumat (27/7/2012).

Berdasar pantauan CCTV di lokasi, Dillah melihat ada aksi bakar-bakaran. Diduga mobil yang dibakar adalah mobil milik PT Jasa Marga.

“Sepertinya mobil, asapnya tinggi,” ujarnya. Pembaca detikcom yang melintas di lokasi, Jaka, juga melihat ada mobil yang terbakar. “Tapi saya nggak tahu ada korban atau tidak,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi massa ini dipicu karena Jasa Marga menutup terminal bayangan di Tol Jatibening. Jasa Marga menutup pagar dan akses warga menuju dalam tol karena dianggap bikin macet. Namun mereka kecewa dan mulai aksi pemblokiran sejak pukul 05.30 WIB.

Mobil pick up milik PT Jasa Marga dibakar massa yang menggelar aksi di tol Jatibening. Kondisi mobil hangus tak bersisa. Informasi yang dihimpun detikcom di lokasi, Jumat (27/7/2012) mobil dibakar oleh puluhan massa sekitar pukul 05.30 WIB. Mobil itu tak terlihat lagi pelat nomornya karena sudah hangus.

Di dalam mobil ada genset yang terlihat terbakar. Ada rambu lalu lintas dilarang berhenti yang teronggok di atasnya. Belum diketahui nasib sang sopir atau petugas yang mengendarainya. Sementara situasi di lokasi hingga pukul 07.00 WIB masih lumpuh. Arus lalu lintas dari arah Cikampek maupun sebaliknya menuju Jakarta macet. Kendaraan tak bergerak. Para pendemo saat ini masih berdialog dengan petugas kepolisian dan Kodim setempat.

Massa yang beraksi di Tol Jatibening adalah puluhan tukang ojek yang menolak penutupan rest area Jatibening oleh PT Jasa Marga. Kemacetan di tol Jatibening mencapai 10 kilometer.

Dari pantuan detikcom, Jumat (26/7/2012), terlihat sekitar 80 orang tukang ojek duduk di tengah jalan tol sambil membakar ban. Mereka juga memasang sebuah spanduk bertuliskan ‘Kami Menolak Kebijakan Jasa Marga Menutup Rest Area Jatibening’.

Kemacetan kendaraan sepanjang 10 kilometer terjadi di pintu Tol Jatibening hingga tol Karawang juga tidak terhindarkan. Lalulintas arus kendaraan sepanjang 500 meter juga tertahan sebelum pintu tol Jatibening yang menuju arah Jakarta. Ratusan orang pengendara yang tertahan akibat aksi bakar ban dan pemblokiran jalan tol Jatibening tumpah ke jalan untuk menyaksikan demonstrasi itu. Aksi pemblokiran warga dimulai sejak pukul 05.30 WIB.

16 Musisi Ramaikan Ramadhan Jazz Festival


Sebanyak 16 musisi jazz Indonesia akan mengisi Ramadhan Jazz Festival yang akan diselenggarakan 27-28 Juli mendatang di Masjid Cut Meutia, Jakarta.

“Beberapa musisi jazz yang akan mengisi acara ini adalah Dwiki Dharmawan, Idang Rasjidi dan Tompi,” kata ketua panitia Ramadan Jazz Festival, Andhika Mauludi di Jakarta, Kamis.

Andhika mengatakan pagelaran jazz bernuansa islami seperti RJF merupakan satu-satunya di Indonesia. Untuk itu dia berharap banyak penonton yang hadir dalam festival tersebut.

Menurutnya festival ini bukan hanya menampilkan pagelaran musik saja, tetapi juga ada nilai sosialnya yaitu penonton tidak perlu membayar untuk menonton tapi hanya membawa buku bacaan untuk disumbangkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Buku-buku itu akan disumbangkan ke NTT daerah Adonara dan Atambua, karena daerah itu masih tertinggal,” katanya.

Wakil ketua Remaja Islam Masjid Cut Meutia, Andi Ramadhan mengatakan “entry point” festival ini ingin menarik para remaja untuk kembali ke masjid. Karena menurutnya, masjid bukan hanya digunakan sebagai tempat ibadah semat, tetapi digunakan untuk aktivitas sosial.

“Selama ini pandangan masyarakat melihat remaja masjid hanya melakukan tilawah, kami ingin merubah itu,” kata Andi.

Hari pertama festival ini akan dibuka Gubernur Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo. Hari kedua akan dibuka pembina RICMA, Wiranto.

Namun Andi menampik ajang ini dijadikan sebagai alat politisasi. Menurutnya, festival ini bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DKI Jakarta.

Direktur Wartajazz, Agus Setiawan mengatakan, setiap musisi yang tampil diberikan waktu 15-30 menit untuk menyanyikan lagu jazz. Selain itu menurutnya para musisi jazz itu dijadwalkan akan membawakan sebuah lagu bertema religi yang dibalut musik bernuansa jazz.

Menurutnya, diharapkan penonton menjadi terinspirasi dalam kegiatan RJF ini.

Acara ini merupakan kerjasama antara Wartajazz dengan Ricma. Festival ini merupakan kali kedua diselenggarakan, setelah sebelumnya diselenggarakan di tempat yang sama tahun 2011.

Acara ini akan dilaksanakan selama dua hari, yaitu 27-28 Juli 2012 yang dimulai pukul 21.00 hingga 01.00 WIB.

Para musisi jazz yang akan hadir antara lain, Dwiki Dharmawan, Idang Rasjidi, Endah n Rhasa, Tompi, Ari Pramundito, Payung Teduh, Barry Likumahuwa Project, Jilly Likumahuwa and her Banda Ra-Ma.

Ribuan Orang Kunjungi Pantai Pakis Jaya Karawang Untuk Saksikan Ikan Paus Yang Terdampar


Seekor paus berbobot 2 ton terdampar di perairan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Warga di kawasan itu berkerumun di pantai itu untuk melihat mamalia tersebut.

“Banyak yang berkerumun, kalau dari pagi sudah ada seribu orang yang ke sini,” kata Iben, Koordinator Satwa Liar Jakarta Animal Aid Network (JAAN) kepada detikcom, Kamis (26/7/2012).

Iben mengatakan, warga terus berdatangan ke lokasi penemuan paus itu. Sebagian menaiki kapal untuk mendekati hewan raksasa itu. “Banyak juga yang mendekati paus itu,” katanya.

Iben dkk akan mencoba menarik paus tersebut ke perairan yang lebih dalam dengan menggunakan perahu-perahu nelayan. “Kita akan coba langkah ini,” katanya.

Paus tersebut terdampar di perairan dangkal di perairan Pakis Jaya pada Rabu kemarin. Saat ini punggung hewan itu mulai terluka akibat teriknya sinar matahari sehingga Iben dkk mengolesinya dengan pelembab.

Seekor paus berbobot 2 ton terdampar di perairan dangkal di Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Paus ini terdampar di perairan ini sejak Rabu (25/7) kemarin.

“Kita dapat informasi ada paus yang terdampar kemarin sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Iben, Koordinator Satwa Liar Jakarta Animal Aid Network (JAAN) kepada detikcom, Kamis (26/7/2012).

Iben mengatakan, 12 anggota JAAN dibantu dengan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) kemudian mendatangi lokasi itu dan mendapatkan paus dengan panjang 12 meter terdampar di dekat pantai.

“Saat ini paus itu masih hidup, namun kondisinya lemah,” katanya.

Iben mengatakan, saat ini punggung paus itu mulai rusak akibat sengatan panas matahari. Anggota JAAN kemudian mencoba mengoleskan pelembab di punggung ikan itu.

“Kita coba oleskan pelembab ke tubuh ikan itu karena lautnya saat ini sedang surut,” katanya.

Daftar Harga Tiket Kereta Api Eksekutif Yang Akan Naik 100 Persen Pada H-7


Kepala Stasiun Kereta Api Gambir, Edy Kuswoyo mengatakan kenaikan harga kereta api eksekutif mencapai 100 persen mulai H-7 Lebaran mendatang. “H-7 harga naik 100 persen. Harga tertinggi mencapai Rp700 ribu untuk kereta api eksekutif Gajayana jurusan Malang,” katanya di Jakarta, Senin (23/7/2012).

Tingginya kenaikan harga tersebut dinilainya sebagai hal yang wajar karena meningkatnya biaya operasional. Pada hari biasa, kereta api eksekutif yang diberangkatkan sebanyak 25 kereta per hari. “Hari biasa 25 kereta api, pulang-pergi jadi sebanyak 50 kereta api,” katanya.

Menurut dia, PT KAI mengerahkan sebanyak enam kereta tambahan setiap hari yang mulai diberangkatkan pada H-7 Lebaran.

Meski demikian, seluruh tiket kereta api eksekutif telah habis terjual untuk semua tujuan hingga Lebaran. “Kalau tiket setelah Lebaran (H+) masih ada,” katanya.

Sementara jurusan paling ramai yakni tujuan Solo, Surabaya, Malang dan Cirebon. Edy mengatakan pada hari Senin, 23 Juli tidak ada peningkatan keberangkatan bahkan dinilainya cenderung sepi.

Beberapa jurusan kereta api eksekutif yang melayani rutin setiap harinya, antara lain :

Jurusan Semarang Tawang:
Argo Sindoro Rp250 ribu,
Sembrani Rp290 ribu,
Argo Bromo Anggrek Malam Rp295 ribu.

Jurusan Yogya:
Gajayana Rp330 ribu,
Bima Rp330 ribu,
Taksaka Malam Rp300 ribu,
Argo Lawu Rp320 ribu.

Jurusan Solo Balapan:
Gajayana Rp365 ribu,
Bima Rp365 ribu,
Argo Lawu Rp320 ribu.

Jurusan Surabaya Pasar Turi:
Sembrani Rp360 ribu,
Argo Bromo Anggrek Malam Rp365 ribu.

Jurusan Malang
Gajayana Rp365 ribu.

Kenaikan harga kereta api eksekutif mencapai 100 persen mulai H-7 Lebaran mendatang. “H-7 harga naik 100 persen,” kata Kepala Stasiun Kereta Api Gambir, Edy Kuswoyo, di Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2012).

Dia mengatakan harga tertinggi mencapai Rp700.000 untuk kereta api eksekutif Gajayana jurusan Malang. Kenaikan harga tiket dia nilai wajar karena biaya operasional naik.

Pada hari biasa, KA eksekutif yang diberangkatkan sebanyak 25 unit per hari. “Hari biasa 25 KA, pulang-pergi jadi sebanyak 50 KA,” katanya. Menurut dia, PT KAI mengerahkan enam kereta tambahan saban hari yang mulai diberangkatkan H-7 Lebaran.

Meski demikian, seluruh tiket kereta api eksekutif telah habis terjual untuk semua tujuan hingga Lebaran. “Kalau untuk H+ masih ada,” katanya. Sementara jurusan paling ramai yakni tujuan Solo, Surabaya, Malang dan Cirebon.

Edy mengatakan pada hari Senin, 23 Juli tidak ada peningkatan keberangkatan bahkan dinilainya cenderung sepi. Dikutip situs resmi PT KAI, berikut jurusan kereta api eksekutif yang berangkat hari ini.

KA jurusan Semarang Tawang:
Argo Sindoro Rp250 ribu, Sembrani Rp290 ribu, Argo Bromo Anggrek Malam Rp295 ribu.

KA jurusan Yogya:
Gajayana Rp330 ribu, Bima Rp330 ribu, Taksaka Malam Rp300 ribu, Argo Lawu Rp320 ribu.

KA jurusan Solo Balapan:
Gajayana Rp365 ribu, Bima Rp365 ribu, Argo Lawu Rp320 ribu.

KA jurusan Surabaya Pasar Turi:
Sembrani Rp360 ribu, Argo Bromo Anggrek Malam Rp365 ribu. Sementara jurusan Malang: Gajayana Rp365 ribu.

Panglima TNI Minta Paspampres Tingkatkan Kewaspadaan


Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono meminta Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menghadapi dinamika politik pada 2014 mendatang.

“Tugas Paspampres tidak akan ringan menghadapi periode kepemimpinan 2014–2019. Tamu negara akan semakin banyak. Apalagi kondisi lingkungan yang semakin terbuka,” kata Panglima TNI dalam Upacara Serah Terima Jabatan Komandan Paspampres di Mako Paspampres, Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, tugas pengamanan terhadap Presiden dan Wakil Presiden tidak boleh dikurangi dan disederhanakan, tetapi harus dipersiapkan secara matang dan selalu memperhatikan kewaspadaan.

Panglima TNI menyebutkan, bahwa tantangan lingkungan strategis ke depan harus senantiasi diawasi dengan cermat, meski pengamanan VVIP bukan merupakan hal yang baru.

“Kehidupan nasional menghadapi tantangan berat dan kompleks. Kita harus senantiasi menekan pengaruh negatif dari luar dan terus berusaha menekan dinamika konflik di dalam negeri,” jelasnya.

Brigjen TNI Doni Munardo yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Wadanjen Kopassus) resmi menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melalui upacara serah terima jabatan dipimpin Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

Brigjen TNI Doni Munardo menggantikan Mayjen TNI Agus Sutomo yang selanjutnya menempati posnya yang baru sebagai Danjen Kopassus menggantikan Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya yang dipromosikan menjadi Pangdam IX/Udayana.

Pergantian jabatan ini sesuai keputusan Panglima TNI nomor: Kep/392/VI/2012 tanggal 15 Juni 2012. Dalam keputusan ini, ada 46 perwira tinggi yang berganti jabatan.

Sebelumnya Doni telah menyerahkan jabatannya sebagai Wadanjen Kopassus kepada penggantinya, Kolonel Inf Jaswandi dari Pamen Denma Mabesad.

Doni yang merupakan Akmil angkatan 1985 sebelum menjadi Wadanjen Kopassus merupakan Dan Grup A Paspampres. Dengan jabatan sebagai Dan Paspampres, maka perwira tinggi yang lama berkarier di Kopassus ini akan kembali mengurus `Istana`.

Dengan jabatan barunya, Doni Munardo juga akan mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayjen, perwira tinggi bintang dua.

Danpaspampres yang baru Brigjen TNI Doni Munardo, mengatakan, dirinya akan meningkatkan kewaspadaan seluruh prajurit di lingkungan Paspampres.

Anggota Gabkoptindo (Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu-Tempe Indonesia) Larang Penjual Tempe dan Tahu Untuk Berjualan


Anggota Gabkoptindo (Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu-Tempe Indonesia) melakukan razia terhadap penjual tempe dan tahu. Meski aksi ini merupakan reaksi untuk menekan pemerintah, tetap saja tidak elok dengan melakukan razia.

“Sikap koperasi itu saya tahu untuk membangun solidaritas, dan itu sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang tidak mampu kendalikan harga, tetapi justru membuat rugi pedagang kecil dan konsumen,” ujar anggota Komisi IV, Viva Yoga Mauladi, saat dihubungi, Kamis (26/7/2012).

Anggota koperasi justru tidak boleh membatasi pedagang kecil untuk berusaha. Bahkan Viva menilai tindakan mereka sudah melanggar HAM. Viva menyarankan supaya pemerintah untuk segera mengajak mereka berdiskusi untuk mencari jalan keluar. Pemerintah juga harus dapat melindungi setiap orang yang ingin berusaha.

Hingga saat ini, tahu-tempe yang dirazia dari sejumlah pasar, antara lain pasar Rawamangun, Pasar Klender,dan Pasar Ciracas, hanya didiamkan begitu saja. Didiamkan dan menjadi berbau, menunggu untuk dibuang, menjadi sesuatu yang mubazir.

Seperti diberitakan, selama tiga hari ke depan perajin tahu dan tempe di Jakarta akan mogok membuat tahu dan tempe. Hal itu dikarenakan mahalnya harga bahan bau pembuatan kacang dan kedelai. Bahkan ada aksi sweeping terhadap perajin tahu dan tempe yang masih berjualan di pasar.

Aksi sweeping kepada pedagang tahu tempe disesalkan Menteri Pertanian, Suswono. Dia menilai sweeping tersebut tidak sepantasnya dilakukan.

“Itu kan tidak benar, yang mau usaha biar jalan dan itu tidak fair. Artinya menghentikan orang cari rezeki dan pekerjaan,” kata Suswono kepada wartawan usai acara buka bersama di kediaman Marzuki Alie, Jl Widya Chandra, Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Suswono meminta para pedagang dibiarkan bebas menjual tahu dan tempe. Dia menilai aksi sweeping yang dilakukan kontraproduktif.

“Jangan bangun solidaritas seperti itu. Orang mau kerja, mau mencari nafkah, ya biarkan. Jangan terbiasa melakukan hal yang sama. Karena kan harus menghidupi keluarga toh, kenaikan harga ini kan juga tidak seberapa,” ujarnya.

Seperti diberitakan, selama tiga hari ke depan perajin tahu dan tempe di Jakarta akan mogok membuat tahu dan tempe. Hal itu dikarenakan mahalnya harga bahan bau pembuatan kacang dan kedelai. Bahkan ada aksi sweeping terhadap perajin tahu dan tempe yang masih berjualan di pasar.