Categories
Ikan Paus Terdampar Pencinta Lingkungan

Ikan Paus Yang Terdampar Di Bantul Akan Diawetkan Untuk Jadi Atraksi Pariwisata


Lagi-lagi ikan jenis hiu paus terdampar di pantai selatan Bantul. Kali ini ikan berukuran raksasa itu terdampar dalam kondisi hidup di Pantai Parangkusumo desa Parangtritis kecamatan Kretek kabupaten Bantul DIY. Hiu paus yang terdampar sekitar pukul 20.10 WIB itu kini tergolek dengan posisi kepala menghadap ke timur dan sesekali terombang-ambing gelombang yang sedang pasang.

Komandan SAR Ali Sutanta yang ada di lokasi mengatakan hiu paus itu diketahui oleh salah satu warga sekitar 5 meter dari bibir pantai. “Kita mendapat informasi dan langsung melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian, koramil dan warga. Tapi saat ini belum dapat memastikan bagaimana menanganinya,” kata Ali. Ali menambahkan yang bisa dilakukan tim SAR saat ini baru sekedar mengamankan agar warga tidak mengambil tindakan sendiri. “Kalau tidak diamankan khawatirnya nanti dijarah,” katanya. Saat ini ikan hiu paus masih terombang ambing dihantam gelombang. Puluhan warga berkerumun menyaksikan ikan yang terlihat mengkilap di terpa sinar rembulan.

Warga berniat mengawetkan ikan hiu paus yang terdampar di Pantai Pandansimo Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Untuk mengawetkan ikan ini ternyata bukan perkara mudah. Paling tidak dibutuhkan waktu minimal sepekan untuk membuat ikan itu mengering.

Kepala Museum Biologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) Donan Satria yang ikut turun ke lapangan mengatakan ikan yang memiliki nama binomial Rhincodon typus ini memiliki kulit cukup tebal sehingga susah dikeringkan.

“Isi perutnya harus dikeluarkan dulu. Proses pengeringan paling cepat enam hari jika diperlakukan dengan benar. Itupun jika cuaca mendukung,” kata Donan saat rapat koordinasi dengan warga Pandansimo, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Animal Friends Jogja (AFJ), dan Direktorat Polisi Perairan Polda DI Yogyakarta, Kamis (2/8/2012).

Agar kering, ikan ini harus disuntik dan direndam sehari semalam pada larutan Formaldehid 37 persen yang diencerkan menjadi 4 persen. “Setelah disuntik lalu di rendam sehari semalam dan dijemur. Paling tidak dilakukan 3 kali. Nah, repotnya jika tidak ada kolam perendaman. Apalagi ukuran ikannya kan cukup besar,” terang Donan.

Menurut pria 32 tahun ini proses pengeringan sebenarnya juga bisa dilakukan dengan menyiram cairan Formaldehid. Hanya saja waktu yang dibutuhkan lebih lama. “Kalau disiram kan tidak bisa merata ke seluruh tubuhnya. Nanti akan muncul bakteri dan menimbulkan bau tak sedap,” katanya. Sementara itu, aktivis Animal Friends Jogja (AFJ) yang semula menuntut agar hiu paus dikubur akhirnya mengalah. Meski begitu AFJ akan mengawal niat warga agar benar-benar terealisasi dan tidak disalahgunakan.

“Ya daripada dipotong-potong dan menjadi rebutan, lebih baik diawetkan. Tapi AFJ akan mengawal proses ini,” kata salah satu relawan AFJ, Dessy Zahara. Rencananya ikan hiu paus yang sempat menjadi obyek tontonan warga malam ini akan dikeluarkan isi perutnya oleh warga. Proses pengawetan akan dibimbing BKSD Yogyakarta dan Fakultas Biologi UGM. Hius paus tersebut terdampar pada Rabu (1/8/2012) malam. Diperkirakan, hiu ini naik ke permukaan untuk mencari mangsa. Saat ditemukan, di sekitar lokasi terdapat banyak ikan teri. Ikan-ikan kecil itu akhirnya jadi rebutan warga setempat.

Ikan hiu paus terdampar dan akhirnya mati di bibir pantai di Pantai Pandansimo Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Diduga, ia nekat ke perairan dangkal karena mengejar mangsa. Dugaan tersebut disampaikan anggota Animal Friends Jogja (AFJ), Widi, yang ditemui detikcom di lokasi, Kamis (2/8/2012). Hawa dingin di perairan dalam membuat hiu paus naik ke permukaan.

“Hiu paus ini kan habitatnya di samudra tropis perairan hangat. Jadi mungkin karena saat ini air di kedalaman sangat dingin, paus itu mencari mangsa di permukaan,” kata Widi. Dugaan AFJ ini juga didasarkan adanya ikan-ikan berukuran kecil yang terdampar di pantai. “Tadi malam (Rabu) kan banyak warga yang memunguti ikan kayak teri. Malah ada yang dapat hampir setengah plastik,” terang Widi.

AFJ meyakini ikan bernama latin Rhincodon typus itu awalnya sehat. Kematiannya semata-mata karena terdampar. Apalagi, ikan ini bukan mamalia, sehingga bernafas dengan insang. “Semalam kepalanya hampir mencapai daratan, jadi tak bisa bernafas. Ada luka memar di tubuh ikan karena hantaman ombak,” ujarnya. Hingga saat ini, bangkai hiu paus masih di tempat semula. Tubuhnya diikat dengan tali baja sepanjang 200 meter yang dikaitkan di pepohonan. Puluhan warga tetap nekat menerobos garis polisi demi melihat dari dekat.

Personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD dari Markas Grup II Kartasura turut menangani hiu paus yang terdampar di Pantai Pandansimo Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul DIY. Mereka mem-back up pemindahan hingga pengawetan ikan tersebut. Sebanyak 34 personel Kopassus ikut terjun dalam penanganan hiu paus sejak Kamis (2/8/2012) malam. Mereka datang menggunakan dua truk dan dipimpin oleh Kapten Moch Aziz dan Kapten Samosir. “Tadi malam kita bersama warga dan aparat setempat ikut evakuasi ikan ini dari tepi pantai. Kita menggunakan dua traktor untuk menariknya dan baru berakhir pukul 4 pagi,” kata Moch Aziz.

Keikutsertaan Kopassus dalam proses pengawetan ini, menurut Moch Aziz, karena diminta warga dan LSM lingkungan. Selain itu, langkah tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia wisata dan pendidikan. “Rencananya kan mau dijadikan aset wisata pendidikan. Makanya kita siap membantu dan sudah membawa perbekalan,” kata Aziz. Aziz yang merupakan perwira bagian intelijen ini mengatakan siap membantu hingga proses pengawetan berakhir. “Kita siap mem-back up selama tenaga kita masih dibutuhkan,” tutupnya.

Sebelumnya, warga setempat, BKSDA, kepolisian, LSM, dan UGM sepakat mengawetkan ikan yang terdampar, Rabu (2/8) lalu. Ikan yang semula berada di bibir pantai sudah ditarik dan diletakkan di antara pepohonan cemara udang. Proses pengeluaran isi perut, pengeringan, dan pengawetan diperkirakan akan selesai dalam waktu seminggu.

Hiu paus yang terdampar di Pantai Pandansimo Baru, Bantul, disepakati akan diawetkan untuk kepentingan wisata. Tahap awal pengawetan ikan dimulai hari ini, yakni pengeluaran isi perut. Ikan hiu paus yang semula berada di bibir pantai sudah ditarik dan diletakkan di antara pepohonan cemara udang, Jumat (3/8/2012). Ikan yang juga disebut hiu totol ini diletakkan menghadap ke timur. Di bawah bagian perut dibikin lobang dan diberi penopang batang kayu dan bambu. Saat ini, isi perut ikan sudah dikeluarkan dan diletakkan di lobang yang digali di belakang sirip sebelah kiri.

Drh Sri Imawati, salah satu tim medis mangatakan, proses pengawetan dilakukan dengan menyuntikkan cairan kimia ke beberapa titik di tubuh ikan. “Agak susah juga. Menancapkan suntik harus pakai tenaga ekstra karena kulitnya cukup tebal,” terang Imawati. Saat ini, proses pengeluaran isi perut ikan masih berlangsung. Puluhan warga berkerumun di sekeliling bangkai ikan yang dilingkari garis polisi.

Sebelumnya, warga setempat, BKSDA, kepolisian, Animal Friends Jogja (AFJ), dan UGM berencana mengawetkan ikan yang terdampar pada Rabu (2/8) malam dan memajangnya sebagai salah satu daya pikat pengunjung pantai. Proses pengeringan dan pengawetan diperkirakan memakan waktu seminggu. Ikan itu panjang 13 meter dan lebar 3,83 meter.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Survei: 35% Orang Siapkan Rp 2 Juta Untuk Beli Baju Lebaran


Setiap karyawan tentunya mendapatkan jatah Tunjangan Hari Raya (THR). Umumnya, THR ini diberikan dua minggu sebelum lebaran. Tak sedikit dari mereka memanfaatkan uang tersebut untuk keperluan Hari Raya, seperti membeli kue Lebaran, dan ongkos mudik. Bahkan ada juga yang menggunakannya untuk berbelanja baju Lebaran.

Berdasarkan survei Wolipop melalui situs jejaring sosial pada Kamis (02/08/2012), dari 120 responden, sebanyak 38% partisipan menjawab bahwa uang THR mereka dihabiskan untuk belanja baju Lebaran. “Belanja baju untuk lebaraaannn,” ujar Kara (bukan nama sebenarnya).

Sementara 19% responden mengaku bahwa Tunjangan Hari Raya mereka dipergunakan untuk keperluan mudik dan Idul Fitri. Mita (bukan nama sebenarnya) misalnya, ia ingin mempergunakan uang THR-nya itu untuk belanja keperluan Hari Raya, “Beli kue-kue lebaran buat ibu di rumah.”

Lalu 32% lainnya, memanfaatkan uang tunjangan tersebut untuk ditabung. Sedangkan 19% sisanya memilih menghabiskan tunjangan mereka untuk traveling. “Buat backpacker akhir taun ke luar negeri,” tulis Nina (bukan nama sebenarnya).

Lalu, kira-kira berapa ya bujet yang dibutuhkan mereka untuk membeli baju Lebaran tersebut?

Data yang didapat, sebanyak 35% responden membutuhkan bujet hingga Rp 2 jutaan untuk belanja baju. “Bisa sekitar Rp 2 jutaan untuk membeli baju lebaran,” papar Raina (bukan nama sebenarnya).

Sementara 63% orang memerlukan bujet kurang dari Rp 1 juta untuk membeli baju Lebaran. “Hanya Rp 500 ribu saja,” tulis Nana (bukan nama sebenarnya) kepada Wolipop. Hal yang sama pun diakui oleh Lusi (bukan nama sebenarnya), “Pokoknya di bawah Rp 1 juta!.” Sedangkan 42% sisanya, mengaku memerlukan bujet sekitar Rp 1 juta sampai dengan Rp 1,5 juta.

Categories
Korupsi

Mabes Polri Tetap Ingin Sidik Kasus Dugaan Korupsi Simulator SIM Yang Diungkap Oleh KPK Walaupun Oleh UU Dilarang


Mabes Polri tetap ngotot untuk menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan driving simulation R2 dan R4 meski perkaranya sudah diambil alih KPK. Sikap itu justru menimbulkan tanda tanya besar di publik. “Jangan salahkan jika persepsi di masyarakat mengatakan ada kepentingan di polisi,” tegas anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Adrianus Meliala, saat dihubungi, Jumat (3/7/2012).

Menurut Adrianus, persepsi seperti itu akan muncul dengan sendirinya. Terlebih lagi sejumlah tersangka dalam kasus ini justru sudah ditetapkan lebih dulu oleh KPK.

Adrianus menilai, persepsi yang sekarang berkembang justru sangat merugikan citra polisi. Lembaga ini dinilai ada rencana mengamankan sesuatu agar tidak merembet lebih luas.

“Itu persepsi yang muncul di luaran,” jelasnya.

“Polri jangan buat polemik sendiri, nanti susah sendiri dan akhirnya malah kehilangan muka,” ujar pakar kriminolog ini tegas.

Polri telah menetapkan lima tersangka kasus proyek pengadaan simulator SIM. “Mereka adalah Brigjen DP, AKBP TR, yang ketiga pemenang pihak ketiga SB dan BS, kelima bendahara Korlantas, Kompol berinisial L,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Anang Iskandar.

Informasi yang dikumpulkan detikcom, Brigjen DP ini adalah Didik Purnomo yang saat ini menjabat Wakorlantas, AKBP TR adalah Teddy Rusmawan sebagai ketua pengadaan, pihak ketiga SB yakni Sukotjo Bambang dan BS adalah Budi Santoso. Inisial L, masih belum diketahui.

Jika merujuk pada aturan KPK, apa yang telah dilakukan Polri tegas-tegas melanggar UU. Mengacu pada peraturan yang ada, yakni dalam UU 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi pada pasal 50 ayat 3 disebutkan ‘Dalam hal KPK mulai melakukan penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, kepolisian atau kejaksaan tidak berwenang lagi melakukan penyidikan’.

Bahkan seandainya Polri lebih dulu mengusut perkara ini, KPK masih lebih berhak dalam menggarapnya. Dalam Pasal 50 ayat 4 undang-undang yang sama disebutkan, ‘Dalam hal penyidikan dilakukan secara bersamaan oleh Kepolisian dan atau Kejaksaan dan KPK, penyidikan yang dilakukan oleh Kepolisian atau Kejaksaan tersebut segera dihentikan’, demikian bunyi Undang-undang tersebut.

Dirut PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukotjo Bambang, membawa uang sebesar Rp 4 miliar menuju Jakarta. Tak disangka, selama perjalanan via Tol Cipularang, mobil Sukotjo dibuntuti oleh petugas PJR.

Saat itu, 13 Januari 2011 lalu, Sukotjo bersama sopirnya memang tengah bepergian ke Jakarta. Mereka membawa uang Rp 4 miliar dalam bentuk cash. Sebesar Rp 2 miliar akan diserahkan kepada Budi Santoso dari PT Citra Mandiri Metalindo Abadi. Sisanya sudah terkavling untuk Kakorlantas Mabes Polri saat itu, Irjen Djoko Susilo. Mobil Sukotjo saat itu berhenti sekitar 500 meter usai pintu Tol Pondok Gede. Mereka berhenti di bahu jalan untuk menunggu kedatangan Budi.

“Nggak berapa lama, mobil PJR lewat,” ujar kuasa hukum Sukotjo,Erwin S Paat, saat ditemui di Bandung, Kamis (2/8/2012). Mobil patroli itu kemudian berhenti sekitar 100 meter dari mobil Sukotjo. Tidak berapa lama setelah itu, telepon Sukotjo berdering. Di ujung telepon,terdengar suara seorang perwira menengah di lingkungan Lantas.

“Komandan, kok berhenti di situ? Maju aja lagi 100 meter ke depan,” ujar seorang pria di telepon memberi perintah kepada Sukotjo. “Saya lagi nunggu Budi,” jelas Sukotjo saat itu seperti ditirukan Erwin.

Menurut Erwin, saat itu kliennya kaget mendapat telepon dari perwira menengah itu. ” Berarti kan dia diikuti sejak dari Bandung,” jelas Erwin. Tak lama berselang, Sutkotjo pun segera pergi. Namun setelah kedatangan Budi untuk penyerahan uang Rp 2 miliar.

Berdasarkan nota pembelaan yang dibacakan Sukotjo di PN Bandung, 2 Mei lalu, tercantum nama Djoko. Pria yang kini menjabat sebagai Gubernur Akpol itu diantar uang Rp 2 miliar oleh Sukotjo. Namun yang menerimanya adalah sekpri Djoko, Tiwi. Tuduhan ini sendiri sudah dibantah oleh Djoko Susilo. Melalui kuasa hukumnya, Hotma Sitompul, Djoko menilai tudingan itu adalah sebuah kebohongan. “Tidak usah didengarkan, itu berita burung,” kata Hotma, Rabu (1/8) lalu.

Pelapor kasus dugaan korupsi pengadaan driving simulation R2 dan R4, Dirut PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukotjo S Bambang, sudah berkali-kali diperiksa KPK. Bahkan seluruh laporan keuangan perusahaan Sukotjo, yang diduga mengalir ke sejumlah orang di kepolisian, sudah di tangan KPK.

Menurut kuasa hukum Sukotjo, Erick S Paat, kliennya sudah berulang kali diperiksa penyidik KPK. Namun terhitung sejak beberapa waktu lalu, seluruh kesaksian Sukotjo masuk dalam BAP. “Jumlahnya saya nggak tahu pasti, tapi nyampe banyaklah,” kata Erick saat ditemui di Bandung, Kamis (2/8/2012).

Erick menceritakan, di saat awal pertemuan, tim dari KPK hanya memintai keterangan-keterangan. Namun belakangan, seluruh kesaksian Sukotjo pun dimasukkan ke dalam BAP. “Seluruh dokumen dan laporan keuangan juga udah disita KPK, banyak jumlahnya,” terang Erick.

Menurut Erick, kliennya tidak menyangka KPK bakal secepat ini bekerja. Bahkan langsung mensasar petinggi Polri masih aktif, Irjen Djoko Susilo dan Brigjen Didik Purnomo. “Kita nggak duga sampai ke sana,” tandasnya.

Mabes Polri seperti tidak mau kalah dengan KPK dalam menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan driving simulation R2 dan R4. Seharusnya Polri legowo menyerahkan segala urusan kasus ini ke KPK.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Adrianus Meliala, menilai ada banyak alasan mengapa KPK harus dibiarkan saja untuk menyidik sendirian perkara yang menyeret nama Gubernur Akpol, Irjen Djoko Susilo ini.

“Jika diadu head to head, KPK yang menang,” kata Adrianus saat dihubungi, Jumat (3/8/2012).

Dari sisi aturan hukum, kedua lembaga penegak hukum ini memang diberi wewenang untuk mengusut kasus korupsi. Namun dengan kekhususan KPK mengurusi masalah korupsi di atas Rp 1 miliar, aturan ini membuat Polri harus mengalah.

Untuk masalah legalitas sosial, KPK juga dinilai Adrianus menjadi pemenangnya. Menurut pakar kriminolog UI in, dalam sejumlah iklannya, Polri mengaku telah membuka diri untuk mau menerima kritikan.

“Kini jika terjadi koreksi dan harus dikoreksi, mestinya jangan marah,” kata Adrianus.

Pendapat senada juga diungkapkan pengamat hukum dari FH Universitas Negeri Jenderal Soedirman, Hibnu Nugroho. Menurut Hibnu, akan terlihat aneh jika ada satu institusi membongkar keburukan rumahnya sendiri.

“Tidak mungkin jeruk makan jeruk. Jeruk harus dimakan oleh yang lain,” terang Hibnu memberi perumpamaan.

Polri mengumumkan lima tersangka kasus pengadaan simulator SIM di Korlantas. Tiga nama di antaranya telah lebih dulu ditetapkan dengan status yang sama oleh KPK.

Dan ternyata, KPK telah memberitahu Polri mengenai tiga nama tersangka ini sejak Rabu siang kemarin. Tiga orang ‘tersangka bersama itu adalah’ Wakorlantas Brigjen Didik Purnomo serta dua orang pengusaha Sukotjo Bambang dan Budi Susanto.

Namun penjelasan dari pihak KPK itu sepertinya tidak digubris oleh Polri. Buktinya, Polisi telah mengumumkan tiga orang ini sebagai tersangka.

Padahal mengacu pada peraturan yang ada, yakni dalam UU 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi pada pasal 50 ayat 3 disebutkan ‘Dalam hal KPK mulai melakukan penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, kepolisian atau kejaksaan tidak berwenang lagi melakukan penyidikan’.

Bahkan seandainya Polri lebih dulu mengusut perkara ini, KPK masih lebih berhak dalam menggarapnya. Dalam Pasal 50 ayat 4 undang-undang yang sama disebutkan, ‘Dalam hal penyidikan dilakukan secara bersamaan oleh Kepolisian dan atau Kejaksaan dan KPK, penyidikan yang dilakukan oleh Kepolisian atau Kejaksaan tersebut segera dihentikan’, demikian bunyi Undang-undang tersebut.

Categories
Kriminalitas

2 Polisi dan 4 Wartawan Bahu Membahu Merampok Pengusaha Berlian Di Sumatera Utara


Dua anggota polisi dan empat wartawan ditangkap anggota Sub Dit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Mereka melakukan pemerasan terhadap Punna Murthy dan Roni (Warga Negara India), pengusaha berlian di kompleks Medan Mall. Pemerasan bahkan berujung perampokan dengan nilai kerugian Rp 508 juta.

Kepala Sub Dit III/ Umum Reskrimum Polda Sumatera Utara, Ajun Komisaris Besar Andry Setiawan, mengatakan dua polisi anggota Kepolisian Sektor Kutalimbaru yakni Brigadir Satu Ezaac Qoiman dan Brigadir Syahrizal. Adapun empat wartawan media Warta Polisi terdiri dari Zulmi Ardi, Kiki Budi Utomo, Wasis Beno, dan Darmawi Agam.

Andry memaparkan modus operandi kasus tersebut, yakni kedua polisi dan wartawan itu saling bekerja sama. Awalnya kedua polisi itu mendapat informasi dari Zulmi Ardi (ZA) tentang aktivitas jual-beli berlian yang dilakukan Punna Murthy.

“ZA memberi tahu kepada kedua polisi, ada pengusaha menjual berlian ilegal. Kedua polisi ditemani ZA, Rabu pekan lalu, menemui Punna Murthy dan Roni di tokonya. Tanpa panjang lebar menjelaskan, dua polisi menangkap Punna Murthy,“ kata Andry kepada Tempo, Kamis, 17 Mei 2012.

Di dalam mobil saat berpura-pura membawa Punna Murthy ke kantor polisi, kemudian ZA dan dua polisi itu meminta uang Rp 150 juta kepada Murthy dengan janji melepaskan Murthy. “Tapi Murthy hanya bisa menyediakan Rp 8 juta,” ujar Andry.

Menurut Andry, karena tidak mendapatkan uang sejumlah yang diminta, berlian dalam sembilan kantong seharga sekitar Rp 500 juta dibawa kabur oleh para pelaku. Korban diturunkan di tengah jalan.

Murthy melaporkan kejadian itu kepada polisi. Murthy yang mengenal kedua polisi itu mempermudah polisi mencokoknya. Polisi dan wartawan itu ditangkap tanpa perlawanan. Saat ini mereka masih diperiksa di Unit III Reskrimum Polda Sumatera Utara.

Keterlibatan tiga wartawan selain ZA karena ikut menjual berlian. Dalam pemeriksaan kedua polisi itu mengaku hanya meminta uang kepada Murthy dan membantah melarikan berlian. Sedangkan wartawan mengaku hanya menyampaikan informasi pengusaha berlian ilegal.

Kepala Polsek Kutalimbaru, Ajun Komisaris Robinson Surbakti, tidak menjawab telepon dan pesan pendek yang dikirim Tempo perihal kedua anggotanya yang berkeliaran di luar wilayah kerjanya.

Categories
Demokrasi Politik

Panwaslu Miliki Bukti Rhoma Irama Ceramah Salat Tarawih Berbau SARA dan Memojokan Joko Widodo-Basuki Tjahaja


Panitia Pengawas Pemilu akan memanggil Rhoma Irama dan menggelar perkara terkait isi ceramah penyanyi dangdut itu, yang dinilai berbau SARA, pada Jumat, 3 Agustus 2012. “Kami akan gelar perkara apakah masuk tindak pidana pilkada atau bukan,” ujar Ketua Panwaslu Ramdansyah di kantornya, Kamis, 2 Agustus 2012.

Ahad malam lalu, 29 Juli 2012, Rhoma memberi ceramah dalam salat tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Dalam ceramah itu, Rhoma melakukan kampanye terselubung sekaligus memojokkan pasangan calon lain, Joko Widodo-Basuki Tjahaja, dengan isu SARA.

Seorang jemaah melaporkan kejadian tersebut kepada Panwaslu. Laporan tersebut juga disertai dengan rekaman video berdurasi tujuh menit. “Kami sudah punya videonya, durasi tujuh menit, akan kami jadikan barang bukti,” katanya.

Berdasar bukti tersebut, Rhoma dianggap berpotensi melanggar sejumlah pasal dalam Undang-Undang Pilkada. “Akan kami lengkapi dengan memanggil sejumlah saksi,” ujarnya. Panwaslu hanya memiliki waktu 14 hari sejak kejadian untuk merampungkan perkara ini.

Atas kasus ini, Rhoma dianggap melanggar ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Ia melanggar pasal 116 ayat 1 tentang kampanye di luar jadwal dan pasal 78 ayat 2 tentang penghinaan dengan isu SARA. Ia terancam dijerat hukuman penjara tiga sampai 18 bulan.

Dua aparat Polda Metro Jaya dan dua jaksa Kejaksaan Tinggi Jakarta hadir dalam gelar perkara yang dilakukan tertutup ini. Kegiatan yang dilakukan di lantai 9 gedung Persada Sasana Karya, Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat ini, baru dimulai pukul 11.00.

Rhoma sendiri ketika dihubungi menyatakan akan memenuhi panggilan tersebut. Tapi dia menyanggah jika dibilang sebagai juru kampanye dari Foke-Nara. “Tidak benar itu, saya bukan juru kampanye,” ujarnya ketika dihubungi Tempo, Kamis, 2 Agustus 2012.

Sebanyak 53 spanduk misterius berisi dukungan namun bernuansa SARA, untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Joko Widodo-Basuki Tjahaja, diturunkan paksa. “Ada 51 spanduk di Jakarta Utara dan 2 di Jakarta Selatan,” ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta Ramdansyah di kantornya, Kamis, 2 Agustus 2012.

Selain sarat unsur kesukuan dan agama, spanduk juga diturunkan karena dipasang di luar jadwal kampanye. Terlebih pihak Joko-Basuki juga merasa terganggu dan mengaku tidak berada di balik pemasangan spanduk-spanduk tersebut. “Mereka juga ikut menurunkan,” kata Ramdan.

Namun, pihak Panwaslu mengatakan tidak akan mengusut dalang di balik pemasangan spanduk tersebut. Spanduk-spanduk putih itu bertuliskan “Warga Tionghoa dan Umat Kristiani bangga menjadi pendukung setia Jokowi-Ahok”.

“Yang penting sudah dicopot,” ujar Ramdan sambil menambahkan, “Kami khawatir ada potensi adu domba SARA.”

Basuki alias Ahok sebelumnya telah menyesali kemunculan spanduk-spanduk itu. Menurut dia, spanduk dan isinya tersebut sengaja dibuat oleh beberapa pihak untuk menjatuhkan kubunya.

Dia sendiri menegaskan tidak pernah berpikir untuk memasang spanduk seperti itu. “Kami ini bersih dan nasionalis,” kata Ahok ketika dihubungi Tempo, Rabu, 1 Agustus 2012.

Categories
Beragama

Perbedaan Zakat, Infak dan Sedekah


Zakat berasal dari bentukan kata zaka yang berarti ‘suci,’baik’,’berkah’/ tumbuh, dan ‘berkembang’ (Mu’jam Wasith, I:398). Menurut terminologi syariat (istilah), zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula (Kifayatul Akhyar I: 1 / 2 ). Kaitan antara makana secara bahasa dan istilah ini berkaitan erat sekali, yaitu bahwa setiap harta yang sudah dikeularkan zakatnya akan menjadi suci, bersih, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang ( QS. At-Taubah: 103 dan Ar-Rum: 39).

Adapun persyaratan harta yang wajib dizakatkan itu, antara lain sebagai berikut. Pertama, al-milk at-tam yang berarti harta itu dikuasai secara penuh dan dimiliki secara sah, yang didapat dari usaha, bekerja, warisan, atau pemberian yang sah, dimungkinkan untuk dipergunakan, diambil manfaatnya, atau kemudian disimpan. Di luar itu seperti hasil korupsi, kolusi, suap, atau perbuatan tercela lainnya, tidak sah dan tidak diterima zakatnya. Dalam hadist riwayat Imam Muslim, Rasulullah bersabda bahwa Allah SWT tidak akan menerima zakat atau sedekah dari harta yang ghulul(didapatkan dengan cara yang batil).

Kedua, an-namaa adalah harta yang berkembang jika diusahakan atau memiliki potensi untuk berkembang, misalnya harta perdagangan, peternakan, pertanian, deposito, mudharabah, usaha bersama, obligasi, dan lain sebagainya.

Ketiga, telah mencapai nisab, harta itu telah mencapai ukuran tertentu. Misalnya, untuk hasil pertanian telah mencapai jumlah 653 Kg gabah, emas atau perak telah senilai 85 gram, perdagangan telah mencapai nilai 85 gram emas, peternakan sapi telah mencapai 30 ekor, dan sebagainya.

Ke empat, telah melebihi kebutuhan pokok, yaitu kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarganya yang menjadi tanggungannya untuk kelangsungan hidupnya.

Kelima, telah mencapai satu tahun(haul) untuk harta-harta tertentu, misalnya perdagangan. Akan tetapi, untuk tanaman dikeluarkan zakatnya pada saat memanennya(lihat QS Al-An’am:141).

Infak berasal dari kata anfaqa yang berarti ’mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu’. Termasuk ke dalam pengertian ini, infak yang dikeluarkan orang-orang kafir untuk kepentingan agamanya (lihat QS Al-Anfal:36). Sedangkan menurut terminologi syariat, infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam.

Jika zakat ada nisabnya, infak tidak mengenal nisab. Infak dikeluarkan oleh setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia di saat lapang maupun sempit ( QS. Ali Imran:134). Jika zakat harus diberikan kepada mustahik tertentu (8 asnaf) maka infak boleh diberikan kepada siapa pun juga, misalnya untuk kedua orang tua, anak yatim, dan sebagainya ( QS. Al-Baqarah:215).

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti ’benar’. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Menurut terminologi syariat,pengertian sedekah sama dengan pengertian infak, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja, jika infak berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas menyangkut hal yang bersifal non materiil. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasullullah menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-istri, dan melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adalah sedekah.

Seringkali kata-kata sedekah dipergunakan dalam Alquran, tetapi maksud sesungguhnya adalah zakat, misalnya firman Allah dalam QS. At-Taubah:60 dan 103.

Yang perlu diperhatikan, jika seseorang telah berzakat tetapi masih memiliki kelebihan harta, sangat dianjurkan untuk berinfak atau bersedekah. Berinfak adalah ciri utama orang yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah:3 dan Al-Imran:134), ciri mukmin yang sungguh-sungguh imannya (QS Al-Anfal: 3-4), ciri mukmin yang mengharapkan keuntungan abadi ( QS. Al-Faathir:29). Berinfak akan melipat gandakan pahala di sisi Allah ( QS. Al-Baqarah:262). Sebaliknya, tidak mau berinfak sama dengan menjatuhkan diri pada kerugian/kebinasaan ( QS. Al-Baqarah:195). Dari (Tim Dompet Dhuafa)

Categories
Lain Lain

Mari Lihat Rumah Mewah rjen Djoko Susilo Di Tapos Depok


Rumah itu memang terlihat mentereng dibanding yang lain. Pagar setinggi dua meter semakin menunjukkan kemegahan bangunan ini. Siapa sangka, si pemilik rumah adalah tersangka kasus pengadaan driving simulation R2 dan R4, Irjen Djoko Susilo.

Tanah serta bangunan ini beralamat di Jalan Leuwinanggung, Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Depok. Di antara bangunan sekitarnya, rumah Djoko memang terlihat mencolok.

Dari depan, panjang rumah ini diperkirakan mencapai 20 meter. Gerbangnya terbuat dari besi kokoh berwarna coklat tua. Tak ada celah dari luar untuk bisa memperkirakan luas serta bentuk bangunan di dalam.

Sebuah kamera CCTV nangkring di atas gerbang, memantau siapa pun juga yang keluar masuk rumah ini. Di kiri kanan gerbang, tembok setinggi 2 meter pun berdiri kokoh.

Detikcom mencoba mengelilingi rumah ini hingga ke belakang. Seluruh rumah ini dikelilingi tembok kokoh plus kawat berduri, bahkan hingga bagian belakangnya.

Menurut Ketua RW, Sangken, tanah ini dibeli atas nama istri Djoko, Suratmi. Wanita kelahiran Solo tahun 1969 silam ini membeli tahan itu secara bertahap.

“Tahun belinya 2001,” kata Sangken, Rabu (1/8/2012).

Sangken menjelaskan, hingga saat ini, proses pembangunan rumah itu masih berlangsung. Memang terlihat jelas di bagian depan rumah ini, konblok masih belum terpasang sempurna. Gundukan tanah liat yang digunakan untuk menutup konblok itu masih terlihat.

Warga sekitar juga tidak pernah ada yang melihat secara langsung sosok Djoko. Menurut Sangken, untuk mengurus perizinan, Djoko mengirim orang kepercayaannya dari warga sini.

“Nggak pernah datang Pak Djoko, paling yang ngurus surat itu orang suruhannya doang,” lanjut pria ini.

Ketua RT setempat, Suki Sulaiman juga tidak mengetahui luas bangunan tersebut. Bahkan ia tidak tahu seperti apa bentuk rumah Djoko ini.

“Nggak pernah keluar,” jelas Sulaiman yang ditemui terpisah.

Tidak ada respon dari dalam saat gerbang coba diketuk. Tidak ada juga aktivitas hilir mudik si empunya rumah. Sama seperti Djoko Susilo, yang keberadaannya kini tidak diketahui setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka.

Categories
Korupsi Taat Hukum Terorisme

Video Pemukulan Direktur Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo Bambang Oleh Polisi Anak Buah Irjen Djoko Susilo Beredar Di YouTube


Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukotjo Bambang mengaku pernah dipukul oleh anak buah Irjen Djoko Susilo di Korlantas Polri terkait masalah simulator SIM. Aksi itu rupanya terekam CCTV dan muncul di situs jejaring sosial Youtube.

Pantauan detikcom, video itu berdurasi 3.02 menit dan diberi nama file ‘polisi gila’. Video itu diposting oleh seseorang dengan akun indriyanilestari34. Di bagian bawah video tertulis keterangan:

“Inilah kelakuan polisi Indonesia memukul Bos PT. ITI An. Sukotjo S. Bambang yang sebenarnya tidak salah……proyek simulator dari korlantas Mabes POLRI itulah jadi penyebab pemukulan yang tidak berdasar………..keadilan dan kebenaran hukum di Indonesia perlu dipertanyakan…???????????????????????”

Hingga hari ini, video itu sudah ditonton sebanyak 3,707 kali sejak diupload pada 28 Februari lalu.

Menurut kuasa hukum Bambang, Erick Samuel Paat, video itu benar adanya. Kejadian itu berlangsung pada tanggal 4 Juli 2011. Bambang dipukul menggunakan sandal oleh anggota kepolisian dari Korlantas berinisial TR.

Dalam video itu, TR yang berbadan tegap memakai baju kaos putih. Sementara Bambang yang duduk di dekat jendela memakai baju berwarna hitam. Hadir juga sejumlah anggota kepolisian lain yang tak berseragam serta pengusaha dari PT CMMA berinisial BS, sebagai pemenang tender proyek.

“Bambang dipukul pakai sandal mukanya di lokasi perusahaan miliknya,” kata Erick saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (1/8/2012).

Penyebabnya, kata Erick, Bambang saat itu belum mampu memenuhi permintaan produksi simulator roda dua dan roda empat dari Korlantas melalui PT CMMA, perusahaan yang memenangkan tender proyek itu. Target yang seharusnya 700 unit untuk motor dan 556 unit untuk mobil baru dipenuhi sebagian.

“Motor baru dipenuhi 112 unit, sementara mobil baru prototype. Mereka kesal,” jelasnya.

Bambang sudah melaporkan penganiayaan ini ke Polrestabes Bandung. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan berarti.

Bambang sebelumnya mengaku sebagai pembuat simulator SIM untuk proyek Korlantas Polri. Pesanan dibuat oleh PT CMMA selaku pemenang tender proyek. PT CMMA memenangi proyek simulator kemudi sepeda motor dan mobil itu senilai Rp 196,87 miliar. Sedangkan, PT CMMA membeli alat-alat itu ke PT ITI seharga Rp 83 miliar. Hingga kini pihak kepolisian belum memberikan komentar atas munculnya tayangan di youtube ini.

Categories
Beragama

Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia Akan Bangun Masjid Muhammad Cheng Ho Di Sulawesi Selatan


Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sulawesi Selatan sedang membangun masjid di jalan Tun Abdul Razak kabupaten Gowa. Mulai dibangun akhir tahun 2011 lalu, masjid bernama H Muhammad Cheng Ho ini diperkirakan bisa digunakan oleh umat muslim mulai Ramadan tahun depan.

Ketua Panitia pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho, Suhardi mengatakan bangunan masjid akan berdiri di kawasan seluas 3.240 meter persegi. Rencananya, tempat ibadah itu akan dibuat dua lantai.

Kini pengerjaannya baru mencapai tahap dasar dan lantai pertama. “Sampai proses akhir dibutuhkan dana sampai Rp 10 miliar,” kata Suhardi kepada Tempo, Selasa, 31 Juli 2012.

Masjid Cheng Ho ini akan berdiri dengan gaya yang berbeda dengan masjid di Makassar pada umumnya. Masjid ini memadukan nuansa Timur Tengah dan Tiongkok serta perpaduan budaya Bugis Makassar.

Gaya khas Tionghoa terlihat dari pilihan warna bangunan, yakni didominasi merah dan kuning. Bentuk bangunan persegi, menandakan nilai bugis assulappa’ appa.

Menurut Suhardi, nama masjid dipilih untuk mengabadikan nama salah satu pejuang asal negeri Tiongkok, Laksamana Cheng Joo. Cheng Ho yang berasal dari kerajaan Ming merupakan salah satu pembawa misi syiar Islam di Nusantara.

Ia salah satu tokoh penyebar ajaran Islam di pulau Sumatera dan Jawa pada sekitar abad ke-15. Selain di Makassar, sebelumnya masjid Cheng Ho juga sudah berdiri di beberapa tempat di Indonesia, seperti di Jakarta dan Surabaya.

Masjid Muhammad Cheng Ho, meski dibangun umat muslim Tionghoa, akan ditujukan untuk semua kalangan umat muslim. Diharapkan nantinya, masjid ini bisa menjadi salah satu pusat peradaban dan pembinaan umat muslim, khususnya di Makassar dan Gowa. Nilai yang ditanamkan dalam arsitektur masjid diharap bisa menggambarkan perpaduan yang harmonis antara beragam suku dan budaya di daerah ini.

Selain akan dibangun ruang salat sebagai bangunan utama, masjid akan dilengkapi dengan bangunan yang berfungsi sebagai sarana sosial seperti ruang amal dan usaha, ruang pendidikan, lapangan olahraga dan tempat kesenian. Karena rata-rata muslim Tionghoa di Makassar merupakan muallaf, di dalam masjid juga disiapkan ruang pembinaan muallaf.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPD PITI) Makassar, Sulaiman Gozalam berharap masjid ini bisa digunakan untuk sosialisasi di kalangan muslim Tionghoa. Sampai saat ini, jumlah muslim Tionghoa yang terdaftar di PITI Makassar baru sekitar 100 orang.

Categories
Korupsi

Kronologis Aksi Penghalangan Kerja KPK oleh Polri Dalam Ungkap Kasus Korupsi Di Polri


Kardus berisi barang bukti dari kantor Korps Lalu Lintas Markas Besar Kepolisian RI di Jalan M.T. Haryono, Cawang, Jakarta, diangkut ke mobil KPK. Namun, belum sempat mobil bergerak menuju Jalan Rasuna Said, Kuningan (markas KPK), seseorang merebut barang itu untuk dibawa masuk kembali.

Barang bukti sebanyak 30 kardus yang disegel akhirnya diangkut dengan empat mobil. Itulah di antaranya kejadian ketika tim KPK menggeledah kantor Korps Lalu Lintas selama 24 jam lebih dari Senin sore hingga kemarin petang. Berikut ini kronologi penggeledahan terkait dengan kasus korupsi pengadaan simulator pembuatan surat izin mengemudi. Tim KPK sempat dihalang-halangi.

Inilah kronologi penggeledahan kantor Korlantas oleh KPK.

Senin, 30 Juli 2012
12. 30 –> Pemimpin KPK Abraham Samad dan Zulkarnain menemui Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo.

16.00 –> Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Sutarman menemui lima pemimpin KPK. Pada saat yang sama, lebih dari 10 penyidik KPK tiba di kantor Korps Lalu Lintas.

20.00 –> Polisi meminta penyidik KPK menghentikan penggeledahan. Penyidik melapor ke pimpinan KPK.

23.00 –> Pimpinan KPK berdiskusi dengan Komisaris Jenderal Sutarman. Penggeledahan dilanjutkan.

Selasa, 31 Juli
09.30 –> Barang bukti sempat masuk ke mobil KPK. Tapi polisi membawanya masuk lagi.

15.15 –> Pimpinan KPK kembali bertemu dengan Jenderal Timur Pradopo.

19.15 –> Mobil KPK meninggalkan kantor Korps Lalu Lintas.

19.40 –> Barang bukti tiba di kantor KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di gedung Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri. Namun bukan perkara mudah bagi penyidik KPK menggeledah lantaran sempat dihadang oleh para personel Polri.

Aksi penghadangan tersebut membuat Polri jadi sorotan. Citra Polri sebagai instansi penegak hukum yang adil dan bersih dapat tercoreng karena dianggap menghalangi kinerja lembaga penegak hukum lain.

“Ini kan memberikan citra, ada apa ini? Apalagi ternyata terbukti dari sebelumnya dugaan, ternyata statusnya (Djoko Susilo) dinaikkan sebagai tersangka. Polri semestinya memberikan contoh yang baik. Kenapa dihalang-halangi?” ujar Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, I Gde Pantja Astawa saat berbincang dengan detikcom, Rabu (1/8/2012).

Sebagai sesama lembaga penegak hukum, semestinya aksi penghadangan ini tak terjadi. Kerja sama yang sinergis tentu diperlukan.

“Sesama penegak hukum ya mestinya profesional. Kalau misalnya tidak terbukti kan tidak perlu diteruskan. Hanya saja ini KPK memiliki cukup bukti, dugaan, mestinya tidak boleh dihalang-halangi. Apalagi ini di markas kepolisian. Bila perlu kerjasama,” papar Gde.

Penggeledahan di gedung Korlantas dilakukan KPK sejak pukul 16.00 WIB, Senin (30/7) kemarin. Bukan perkara mudah menggeledah karena penyidik KPK dihadang personel Polri. Akhirnya setelah tiga pimpinan KPK turun tangan, penggeledahan berlanjut meskipun masih ada kesulitan di sana-sini.

KPK telah menetapkan mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo — kini Gubernur Akpol — sebagai tersangka pengadaan kendaraan simulator untuk pembuatan SIM di Korlantas Polri. Pengadaan simulator tersebut untuk tahun anggaran 2011.