1000 Rumah Di Bekasi Kebanjiran Hingga 2 Meter


Sedikitnya 1.000 rumah warga di tiga kecamatan di Kota Bekasi, hingga Selasa (20/11) masih terendam banjir.
Ketua Forum Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bekasi, Engkus Kustara, mengungkapkan ketiga lokasi yang terendam banjir itu ialah Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, dan Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.

Adapun wilayah yang terkena dampak paling parah ialah RT 5 RW 1 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan. “Daerah ini paling parah terendamnya karena lokasinya sangat dekat dengan Kali Bekasi. Air yang menggenang pun hampir mencapai dua meter,” katanya.

Ketua RT 005, RW 01, Kelurahan Margayaja, Kecamatan Bekasi Selatan, Yadi, mengatakan jumlah warga yang menjadi korban banjir di wilayahnya mencapai 251 kepala keluarga (KK). Pemkot Bekasi mengakui kesulitan mengatasi banjir di wilayah setempat. Alasannya karena anggaran yang tersedia terbatas.

Kepala Bidang Tata Air Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Nurul Furqon, mengatakan, saat ini ada 20 titik yang terendam bajir. “Ada beberapa wilayah yang terkena banjir, di antaranya Kompleks IKIP, Perumnas III, Perumnas Rawalumbu, Rawa Tembaga, Perumnas I, Perumahan Taman Century, dan beberapa lainnya,” jelas Furqon.

Dia berargumentasi, jumlah titik banjir di Kota Bekasi terus mengalami penurunan. Dari 52 saat ini tinggal 20. Namun pihaknya mengakui, dalam satu tahun Pemkot Bekasi hanya mampu menangani 5 titik banjir.

Hal ini disebabkan karena minimnya anggaran yang tersedia. Menurut Furqon, pembagian antara pembuatan drainase dan jalan masih diangka 20 banding 80 persen dari total APBD. “Dari total anggaran yang ada, alokasi untuk pembangunan drainase hanya 20 persen. Padahal pembangunan di Bekasi berkembang pesat,” katanya.

Menurutnya, penanganan banjir harus terintegrasi dengan seluruh instansi terkait, termasuk dengan daerah lain, seperti Bogor. Selain itu, diperlukan penambahan anggaran pemeliharaan dan pembuatan siphon di beberapa titik rawan banjir di Kota Bekasi.

Banjir yang merendam rumah di tiga kecamatan di Kota Bekasi, mulai surut. Rabu pagi (21/11) warga sudah mulai beraktivitas lagi. Warga mengaku pasrah saat musim hujan seperti ini. “Memang banjir di sini nggak tergantung hujan, tapi kiriman dari Bogor. Kalau hujan saja sih, ngga banjir. Tapi kalau sudah ada kiriman air, Kali Bekasi ini meluap ke rumah-rumah warga,” kata Ny. Siti.

Menurutnya, banjir akan datang lagi dengan cuaca seperti ini, ditambah dengan adanya pembangunan siphon, yang membuat aliran kali Bekasi tersendat dan mengalami penyumbatan sehingga air kiriman Bogor semakin meningkat. Meski sudah surut, namun sebagian warga di Bekasi Selatan, Bekasi Timur dan Margajaya Kota Bekasi masih belum berani memindahkan barang-barangnya yang masih ada di tempat pengungsian.

“Takutnya banjir lagi, mending ditaruh di tempat pengungsian saja. Jadi kalau air Kali Bekasi meluap lagi, saya nggak repot mindahin barang,” kata Yono, warga Margajaya. Ketua RT 005, RW 01, Kelurahan Margayaja, Kecamatan Bekasi Selatan, Yadi, mengungkapkan warganya yang terkena banjir ada 250 KK. “Waktu banjir kemarin sempat mengungsi karena ketinggian air mencapai hampir 2 meter. Tapi karena sejak Selasa malam mulai surut, mereka kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Ia dan warga lainnya berharap agar Pemkot Bekasi menyediakan pompa untuk mengatasi banjir. “Memang kondisi rumah-rumah di sini dekat dengan bantaran Kali Bekasi, jadi kalau aada kiriman air dari Bogor, ya terpaksa terima banjir,” kata Yadi lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s