Categories
Taat Hukum

Akhmad Lakoni Hakim Yang Mengaku Menyogok Untuk Naik Jabatan Kini Karirnya Terlunta Lunta


Harapan naik jabatan dengan memberikan uang sogokan tak kunjung datang. Alhasil hakim Akhmad Lakoni meminta kembali uang Rp 10 juta yang telah disetor ke pimpinan pada 2003. Setelah itu, karier hakimnya terlunta-lunta.

“Anda ingin tahu akibat perbuatanku itu? Sebulan kemudian datang surat dari pimpinan kepada saya yang berisi, peringatan jika saya sebagai pejabat negara hingga saat itu belum melaporkan harta kekayaan (LHKPN) maka saya dapat dihukum,” kisah Lakoni yang kini bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (29/12/2012).

“Aku berpikir, mengapa hanya saya yang dikirim surat padahal hakim lain juga belum? Surat saya sobek-sobek, tak saya indahkan,” sambung Lakoni.

Dalam medio 2002 terjadi pembentukan Pengadilan Negeri (PN) baru di Lampung dan lagi-lagi Lakoni tidak mendapat jabatan baru. Tak sampai di situ, Lakoni ditugaskan di kawasan konflik Aceh.

“Datang SK Detasering untuk berangkat ke Aceh guna mengadili GAM masa darurat militer,” kisahnya.

Sepulangnya dari Aceh, Lakoni mendapat SK mutasi lagi ke PN Jayapura untuk mengadili separatis OPM yg sedang bergolak. Setelah itu dia mendapat perintah menjadi Ketua PN Poso pada 2006. Padahal Poso waktu itu tengah bergejolak. Atas tawaran ini, Lakoni menolak dengan tegas atas alasan akidah dan kepercayaan.

“Batallah saya jadi KPN. Alhamdulillah, Allah SWT masih sayang padaku,” tegas Lakoni.

Atas pengakuan ini, MA pun merasa berterimakasih dengan kejujuran Lakoni. MA mengatakan itu masa lalu MA dan akan diperbaiki di era Ketua MA Hatta Ali.

“Sekarang kalau ada kejadian seperti itu, yang menghilangkan integritas, tidak ada toleransi lagi. Sesuai pidato Ketua MA kemarin. Tidak boleh esprit de corps menjadi alasan menutup-nutupi keburukan lembaga,” cetus Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur.

Kejujuran hakim Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Akhmad Lakoni yang mengaku menyogok atasannya untuk naik jabatan pada 2002 silam membuat catatan sejarah baru. Komisi Yudisial (KY) memuji kejujuran Lakoni dan berharap menjadi lembaga peradilan menjadi lebih baik.

“Kami mengapresiasi Beliau karena berani mengungkapkan fakta meskipun pahit,” kata juru bicara KY, Asep Rahmat Fajar saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (29/12/2012).

Meski hal tersebut terjadi 10 tahun silam, KY berharap testimoni Lakoni menjadi pembelajaran bersama aparat peradilan. Kejujuran Lakoni dinilai merupakan kejujuran yang luar biasa di era sekarang.

“Meski itu sudah lama, tentuya ini bisa menjadi cambuk bagi Mahkamah Agung (MA) untuk memperbaiki lembaga peradilan masa kini,” harap Asep.

KY sangat berharap sistem setoran sejumlah uang ke atasan supaya mendapat promosi kenaikan jabatan tidak terjadi lagi. Kasus Lakoni menjadi pembelajaran bagi MA untuk mereformasi diri.

“Harapan KY tentunya apa yang terjadi di masa lalu tersebut tidak ada dan terjadi lagi di masa sekarang,” tutur Asep.

Atas pengakuan ini, MA pun merasa berterimakasih dengan kejujuran Lakoni. MA mengatakan itu masa lalu MA dan akan diperbaiki di era Ketua MA Hatta Ali.

“Sekarang kalau ada kejadian seperti itu, yang menghilangkan integritas, tidak ada toleransi lagi. Sesuai pidato Ketua MA kemarin. Tidak boleh esprit de corps menjadi alasan menutup-nutupi keburukan lembaga,” cetus Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur.

Seperti diketahui, Lakoni menyerahkan uang Rp 10 juta ke atasannya dengan harapan akan mendapat promosi jabatan dari PN Metro, Lampung supaya mendapat tempat basah. Tak kunjung mendapat promosi, Lakoni pun menagih kembali uangnya dan dikembalikan oleh atasannya.

“Sejak saat itu, kapok tak mau lagi aku kasak-kusuk minta pindah dan minta jabatan. Dalam hatiku, itu adalah kebodohanku yang pertama dan terakhir, tak kan pernah kuulangi lagi,” kata Lakoni.

Hakim di sebuah pengadilan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Akhmad Lakoni mengaku menyetor Rp 10 juta ke pimpinannya pada 2002 silam. Tujuannya supaya dia naik jabatan dan ditempatkan di pengadilan yang enak. Atas pengakuan ini, Mahkamah Agung (MA) menyambut baik atas kejujuran Ahmad Lakoni.

“Saat bertugas di Pengadilan Negeri Metro, Lampung tahun 2000-2003, hati ini selalu terusik oleh ulah teman-teman sejawat. Betapa tidak, bergantian mereka berangkat ke Jakarta, bawa uang dan tidak lama mendapat SK mutasi/promosi yaitu masuk kota besar/dapat jabatan struktural,” kata Lakoni saat dihubungi detikcom, Jumat (28/12/2012).

Berikut testimoni lengkap Ahmad Lakoni yang disebar diberbagai situs jejaring sosial:

Tergelitik hati ini mengapa aku tidak mencontoh dan terdengar pula semua berita itu oleh sang istri lalu berujar, “Pak, coba tiru mereka, biar kita masuk kota besar dan dapat jabatan. Ambil bank kalau tidak punya duit!”.

Wah… menantang ini, fikirku.

Aku mulai menelusuri pada teman-teman, bagaimana caranya, siapa yang ditemui, berapa uang upeti yang diperlukan ? Pendek cerita, intinya yaitu temui X, sampaikan permintaan dan berikan uang Rp 10 juta atau lebih.

Nekadlah sang hakim Akhmad Lakoni ini atas restu istri. Segera ambil kredit di Bank BRI Cabang Metro sebesar Rp 20 juta pada awal 2002. Rencananya Rp 10 juta dibawa ke Jakarta dan Rp 10 juta disimpan oleh istri untuk persiapan.

Hari H aku berangkat ke Jakarta, menemui X dan disambut baik. Kuutarakan maksud kedatanganku, lalu aku disuruhnya mencatatkan diri di buku khusus, seperti buku ekspedisi yang memuat nama, asal PN dan permintaan. Setelah itu kuserahkan uang sebesar Rp 10 juta dan diterimanya dengan baik. Lalu aku pulang dengan hati gembira.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan, tak ada berita. Istri mulai bertanya,”Kok tidak ada beritanya Pak?”.

Akhir bulan ketiga aku berangkat lagi ke Jakarta menemui Beliau dan sama kejadiannya. Aku disuruh lagi mencatatkan diri di buku yang sama. Aku mulai bertanya dalam hati. “Apa beliau lupa atau uangnya kurang atau buku itu tidak dibacanya?”.

Dengan hati mulai gundah, aku pulang sambil setengah berharap cemas. Kutunggu lagi sampai dua bulan tapi ternyata tak juga dapat SK yang diharapkan. Istri mulai ngedumel.

“Uang hilang, pindah tidak, apalagi dapat jabatan. Angsuran BRI jojong!”.

Wah sakit telinga ini dibuatnya. Aku masih sabar dan berangkat lagi ke Jakarta menemui X tapi hasilnya sama yaitu disuruh menyatatkan diri lagi di buku itu.

Kupikir sudah tiga namaku tercatat di buku ekspedisi itu. Aku pulang lagi ke Lampung dengan sedikit kecewa. Bila dihitung sudah 8 bulan sejak aku menemui beliau tak juga ada hasil. Istri mulai marah.

“Ambil uang itu, lebih baik untuk anak kita kuliah, jangan hanya jadi hutang di BRI!”.

Akupun sudah sangat muak dan jijik sama yang namanya X itu, lalu nekad ke Jakarta untuk mengambil uang Rp 10 juta pada Beliau.

Saat bertemu Beliau, Beliau melontarkan pertanyaan serupa dengan pertemuan pertama, kedua dan ketiga yaitu ‘siapa, dari mana dan apa permintaan’ dan disuruh lagi mencatatkan diri di buku ekspedisi itu.

Aku langsung menjawab, “Saya Akhmad Lakoni dari PN Metro. Saya tidak minta apa-apa lagi. Saya sudah mencatatkan nama saya 3 kali di buku itu. Saya kemari mau menagih uang saya yang bapak terima 8 bulan yang lalu.”

X pucat dan gemetar, lalu bertanya “Berapa uang bapak yang saya terima?”.

Dasar jujur juga Akhmad Lakoni itu, saya sebutkan Rp 10 juta (coba saya sebut Rp 25 juta).

“Ya, bapak tunggu di luar, nanti saya kembalikan,” jawab X.

Aku mendengar dia langsung menghubungi istrinya dengan telepon dalam bahasa Jawa agar mengambil uang di Bank Mandiri.

Satu jam kemudian, kulihat datang seorang perempuan paruh baya datang membawa tas masuk ke ruang X, lalu aku dipanggil masuk oleh pengawalnya. “Ini uang bapak,” kata X sambil menyerahkan uang yang terbungkus kantong Bank Mandiri.

Tanpa banyak bicara, kusalami sambil memencet keras-keras tangannya dan mengucapkan terimakasih. Aku pulang ke Lampung dan menyerahkan uang kepada istriku.

Sejak saat itu, kapok tak mau lagi aku kasak-kusuk minta pindah dan minta jabatan. Dalam hatiku “Itu adalah kebodohanku yang pertama dan terakhir, tak kan pernah kuulangi lagi”.

Atas pengakuan ini, MA mengucapkan terimakasih atas kejujuran Lakoni. MA mengatakan itu masa lalu MA dan akan diperbaiki di era Ketua MA Hatta Ali.

“Sekarang kalau ada kejadian seperti itu, yang menghilangkan integritas, tidak ada toleransi lagi. Sesuai pidato Ketua MA kemarin. Tidak boleh esprit de corps menjadi alasan menutup-nutupi keburukan lembaga,” cetus Ridwan.

Categories
Film Jaminan Kesehatan

Kronologis Kematian Penderita Leukimia Ayu Tria Di RS Harapan Kita Karena Ada Syuting Sinetron Love in Paris


Penderita leukimia Ayu Tria (9) meninggal dunia di RSAB Harapan Kita. Kematiannya menimbulkan polemik karena di saat yang bersamaan ada syuting sinetron ‘Love in Paris’ di ICU RSAB yang dianggap tidak pada tempatnya.

Bagaimana sebenarnya kronologi meninggalnya Ayu Tria? Berikut ini penjelasan yang diberikan ayahnya, Kurnianto Ahmad Syaiful (47), di rumahnya Jl Pisangan Baru Timur RT 04/09 No 28 kelurahan Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (27/12/2012).

Rabu (26/12/2012)
-17.30 WIB
Kurnianto membawa Ayu Tria ke UGD RSAB Harapan kita karena kondisinya yang tiba-tiba drop.

-18.30 WIB
Ayu Tria sampai di RSAB Harapan Kita dan langsung masuk UGD untuk ditangani pihak RS

-19.30 WIB
Ayu Tria dipindahkan dari UGD ke ICU atas saran dokter. Di sinilah perpindahan itu sempat terhambat sekitar 15 menit karena jalan dari UGD menuju ICU terganggu peralatan syuting. Begitu sampai di ICU, Ayu Tria segera diinfus dan dipasangi alat pacu jantung.

-20.00 WIB
Dokter meminta Kurnianto menunggu di ruang tunggu. Pada saat menunggu Kurnianto melihat syuting sinetron masih berlangsung. Kurnianto sempat cari makan sebelum kembali lagi ke RSAB pukul 23.00 WIB

Kamis (27/12/2012)
-01.30 WIB
Kurnianto masih menunggu perkembangan kondisi anaknya. Dia mengaku masih melihat proses syuting berlangsung.

-02.00 WIB
Suster meneriakkan nama Ayu Tria. Kesehatan Ayu sempat membaik sebelum akhirnya kembali drop.

-02.30 WIB
Nyawa Ayu Tria tidak tertolong lagi. Dokter keluar dari ICU dan meminta maaf pada Kurnianto karena sudah berusaha semaksimal mungkin.

Meninggalnya Ayu Tria (9), seorang bocah penderita leukemia di RSAB Harapan Kita, Jakarta, mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memanggil pimpinan RS tersebut. Pemanggilan itu bertujuan untuk meminta klarifikasi dari pihak RS mengenai kronologi kasus tersebut.

“Saya sudah melakukan interogasi terhadap dirutnya. Kita akan tetap memantau jangan sampai pasien terganggu aktivitas syuting, kita investigasi apa ini menyalahi aturan atau tidak,” ujar Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kemenkes, Chairul Radjab, usai bertemu Dirut RSAB Harapan Kita, Achmad Subagyo di Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2012).

Chairul menambahkan, Kemenkes selalu mengingatkan agar pihak RS selalu memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan aspek psikologis pasien. “Kita lakukan investigasi, apakah ini menyalahi aturan atau tidak,” kata Chairul.

Laporan ini bermula ketika Kurnianto Ahmad Syaiful (47) dan Roasih (36) membawa buah hatinya ke RSAB Harapan Kita akibat kondisinya yang drop. Saat itu Kurnianti mengaku sedikit tidak nyaman karena dalam ruangan ICU dipakai syuting.

Menurut Kurnianto, kegiatan syuting mengganggu jalan keluar masuk ke ICU, lampu sorot dan peralatan syuting menghalangi jalan dari UGD ke ICU sehingga orang yang ingin masuk jadi terganggu.

Ruang ICU RSIB Harapan kita dijadikan tempat shooting sinteron. Akibatnya pasien bernama Ayu Tria (9) penanganannya terganggu dan akhirnya meninggal. Berikut ini gambaran ruang ICU tempat syuting berlangsung.

Pantuan detikcom Kamis (27/12/2012), ruang ICU ini berada di lantai dua Unit Gawat Darurat (UGD) RSIB Harapan Kita. UGD yang berada di lantai 1 memiliki pintu masuk yang berwarna hijau dan terdapat kursi tunggu yang tidak jauh berada dari pintu.

Naik ke lantai dua, kita akan menemukan ruang ICU Wijaya Kusuma. Ruang ICU itu terdiri dari dua pintu masuk yang agak berjauhan. Letak pintu masuk pasien berada disebelah kiri dekat dengan tangga dan ruang tunggu. Sedangkan pintu masuk utama ICU berada di sebelah tengah kanan dan dekat dengan pintu lift.

Syuting sinetron berlangsung di salah satu ruangan yang masuknya melalui pintu masuk utama ruang ICU. Namun, karena wartawan tidak bisa masuk kedalam, jadi wartawan tidak bisa menggambarkan kondisi ruangan yang dipakai shooting seperti apa.

Seperti halnya ruang ICU di setiap rumah sakit, tidak boleh sembarang orang bisa masuk untuk melihat pasien. Dan kaca depan pintu masuk utama ICU menggunakan kaca yang tidak bisa untuk dilihat kedalam.

Pintunya pun memiliki kunci khusus. Dan hanya orang yang punya kartu akses masuk yang boleh masuk kedalam. Oleh karena itu, kenapa ruangan yang seharusnya jadi tempat para pasien berpenyakit berat dirawat itensif bisa dijadikan tempat syuting?

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini telah menurunkan tim investigasi ke RSAB Harapan Kita, Jakarta guna mengusut penyebab kematian bocah pengidap leukimia Ayu Tria (9). Kemenkes menegaskan apabila tim investigasi menemukan adanya kelalaian dari pihak RS, makan Dirut Harapan Kita bisa saja dipecat.

“Kalau itu benar syuting menyebabkan pasien meninggal dunia, saya akan pecat dirutnya,” tegas Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kemenkes, Chairul Radjab, usai bertemu Dirut RSAB Harapan Kita, Achmad Subagyo di Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2012).

Menurut Chairul, pihaknya sudah melakukan interogasi terhadap para pimpina RS tersebut. Dia menyatakan pihaknya juga masih menunggu hasil investigasi apakah syuting tersebut menyalahi aturan atau tidak.

“Saya sudah melakukan interogasi terhadap dirutnya. Kita akan tetap memantau jangan sampai pasien terganggu aktivitas syuting, kita investigasi apa ini menyalahi aturan atau tidak,” ucap Chairul.

Laporan ini bermula ketika Kurnianto Ahmad Syaiful (47) dan Roasih (36) membawa buah hatinya ke RSAB Harapan Kita akibat kondisinya yang drop. Saat itu Kurnianti mengaku sedikit tidak nyaman karena dalam ruangan ICU dipakai syuting.

Menurut Kurnianto, kegiatan syuting mengganggu jalan keluar masuk ke ICU, lampu sorot dan peralatan syuting menghalangi jalan dari UGD ke ICU sehingga orang yang ingin masuk jadi terganggu.

Kasus meninggalnya seorang pasien penderita Leukemia di RSAB Harapan Kita ternyata telah sampai ke Balaikota. Menanggapi hal tersebut, wakil gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mendukung Menteri Kesehatan untuk memperhatikan kasus ini.

“Paling kita kalau bertemu Menteri Kesehatan paling ya kita minta diperhatikan,” ujar Ahok ketika ditemu wartawan di Balaikota, Kamis (27/12/2012).

Akan tetapi, lanjut ahok, Pemprov DKI tidak dapat memberikan sanksi terkait kasus ini, karena menurutnya hal tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan.

“Kita tidak bisa memberikan sanksi, karena itu urusan Kementerian (kesehatan). Sama seperti RSCM, kita juga gak bisa kasih sanksi,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi telah mengirimkan tim untuk melakukan investigasi terkait kasus meninggalnya Ayu Tria (9) di RSAB Harapan Kita, ketika disaat yang sama juga tengah berlangsung syuting sinetron Love in Paris.

Categories
Transportasi

Penerapan Pembatasan Penggunaan Mobil Ganjil Genap Sesuai Tanggal


Penerapan kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan melalui sistem nomor polisi ganjil genap akan disesuaikan dengan tanggal. Mobil bernomor polisi ganjil di angka terakhir hanya bisa melintas di tanggal ganjil. Begitu sebaliknya. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono, berdasarkan hasil kajian, penerapan kebijakan ini tetap pada Maret 2013. Pelaksanaannya, kendaraan yang beroperasi berdasarkan tanggal dan nomor polisi di angka terakhir.
Angka terakhir di plat nomor polisi genap dapat melintas di koridor genap ganjil hanya pada tanggal genap. Begitu juga dengan angka ganjil, melintas pada tanggal ganjil.

“Misalnya, Senin tanggal 3, maka kendaraan bernomor polisi ganjil boleh masuk. Sedangkan nomor genap di hari esoknya,” ujar Pristono di sela acara open house di rumah dinas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Jalan Besakih, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/12).

Kebijakan ini bukan hanya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang diprediksi hingga 40 persen, tetapi sebagai tahapan mengarahkan masyarakat beralih ke transportasi umum. Seperti busway atau angkutan umum jenis lainnya.

Terlebih tahun depan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan armada baru busway, 102 unit bus gandeng. Pertambahan ini diperkirakan dapat menampung jumlah penumpang Transjakarta. Terutama bagi pengguna mobil pribadi yang berpindah angkutan ke angkutan umum.

Dari kebijakan ini akan terbentuk sebuah car polling. Artinya, masyarakat yang memiliki tujuan perjalanan sama akan lebih efisien menggunkan satu kendaraan.

PARK AND RIDE
Untuk memaksimalkan pembatasan kendaraan ini, sistem genap ganjil ini akan mengoptimalkan fungsi dan keberadaan lokasi park and ride. Kini di Jakarta baru ada tiga lokasi park and ride. Yakni, di Ragunan, Kampung Rambutan dan Kalideres. Akan ada tambahan satu lokasi di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur.

Keberadaan park and ride ini untuk menampung mobil masyarakat yang tidak bisa melintas di kawasan genap ganjil. “Dengan cara seperti ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta,”kata Pristono.

ANTISIPASI
Pengamat transportasi, Alvinsyah, mengungkapkan Pemprov DKI harus menyiapkan antispasi dampak pemberlakuan kebijakan tersebut. Di antaranya kemungkinan adanya pertambahan kendaraan baru.

Masyarakat menyiasati perjalanan mereka untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi dengan membeli mobil baru atau mobil bekas. Mobil bekas harga lebih rendah dan ada nomor polisinya. “Masyarakat tinggal pilih nomor ganjil atau genap.”

Cara lain, mengubah moda perjalanan menggunakan sepeda motor. Mengingat pemilik mobil biasanya telah memiliki sepeda motor di rumah mereka. Bagi yang tidak akan membeli motor baru dan ini bagus karena tempat yang dihabiskan motor lebih sedikit dari tempat yang dihabiskan untuk mobil dan ini akan membuat jalan terasa lebih lebar dan luas.

Kendati jumlah armada angkutan umum telah memadai, belum tentu masalah transportasi publik atau perjalanan masyarakat tuntas. Masyarakat akan membandingkan biaya perjalanan menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi.

Selama ini banyak motivasi masyarakat menggunakan sepeda motor atau kendaraan pribadi, karena menggunakan angkutan umum lebih mahal. Alvinsyah mencontohkan seorang yang terbiasa dengan sepeda motor kadang hanya menghabiskan Rp10.000 per hari perjalanan. Sedangkan menggunakan angkutan umum bisa dua kali lipat.

Categories
Taat Hukum

Komisi Yudisial Rekomendasikan Pemecatan Terhadap Hakim Cantik Yang Suka Selingkuh


Perilaku hakim cantik yang melakukan selingkuh jelas-jelas telah mencoreng martabat kehakiman di Indonesia. Terbongkarnya kasus perilaku amoral hakim ini menjadi pekerjaan rumah khususnya bagi Komisi Yudisial (KY) untuk meningkatkan pengawasannya terhadap para hakim.

“Selain prihatin, saya juga perlu mengingatkan untuk Komisi Yudisial untuk terus memperketat dan meningkatkan pengawasannnya. Karena kepercayaan masyarakat terkena dampaknya. Kepercayaan masyarakat menjadi menurun terhadap para hakimnya,” ujar anggota Komisi III Indra kepada detikcom, Selasa (25/12/2012).

Indra mengatakan profesi hakim adalah profesi mulia. Bahkan dalam persidangan hakim dipanggil dengan panggilan ‘Yang Mulia’. Dengan profesi itu, menurutnya, idealnya hakim itu menjunjung harkat martabat hakim itu sendiri. Maruah kehakiman menjadi tolak ukur supaya putusan-putusan hakim itu bisa diterima masyarakat.

“Jelas perilaku hakim cantik ini melukai hati nurani rakyat. Karena sebelum ini, beruntun kasus perilaku hakim yang amoral dan tidak berintegritas terungkap, mulai dari kasus hakim Yamani terkait kasus narkoba, ada juga hakim tersangkut narkoba, ada hakim yang kedapatan sedang pesta nerkoba, sekarang ada hakim selingkuh. Jelas ini melukai hati nurani rakyat,” cetusnya.

Karena itu, lanjut dia, rentetan kasus ini harus menjadi pelajaran sekaligus pekerjaan rumah bagi MA dan KY untuk meningkatkan kualitas pengawasannya. “PR MA dan KY makin berat untuk menjaga kehormatan hakim. Jangan sampai nama Mahkamah Agung yang seharusnya ‘agung’ dengan moralitas hakimnya justru ‘tak agung’ karena perilaku hakimnya. Harapan saya kasus hakim cantik ini menjadi pelecut buat MA dan KY untuk melakukan pengawasan melekat terutama hakim daerah,” imbuh Indra.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh menyatakan KY telah merekomendasikan hakim cantik tersebut untuk dipecat lewat pengadilan etik. Hakim perempuan itu akan diadili di Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang dilakukan antara Mahkamah Agung (MA)-KY pada awal Januari 2013.

“Iya, ada satu hakim direkomendasikan dipecat. Dia perempuan,” kata Imam. UUD 1945 membentuk Komisi Yudisial (KY) untuk mengawasi dan menjaga martabat hakim. Setelah bersama-sama Mahkamah Agung (MA) memecat hakim agung Ahmad Yamani karena terlibat skandal vonis mati gembong narkoba, kini KY merekomendasikan pemecatan terkait skandal asmara. Mengapa KY sampai mengurusi masalah perselingkuhan?

“Karena hakim itu tak hanya diawasi etikanya tapi juga perilaku di dalam dan luar sidang,” alasan Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh saat berbincang dengan detikcom, Selasa (25/12/2012).

Sebagai ‘wakil Tuhan’, maka hakim harus terjaga dari semua perilaku yang menjaga keluhuran sebagai hakim. Sehingga panggilan ‘Yang Mulia’ benar-benar mulia dan benar adanya.

“Hakim tidak boleh melakukan tindakan tercela. Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan selingkuh itu tindakan tercela,” tegas Imam.

Jika hakim tidak menjaga perilakunya, maka kepercayaan pencari keadilan akan luntur. Apalagi hakimnya terlibat isu moral dan asusila.

“Perempuan selingkuh dan hakim lagi, kan nggak layak jadi pengadil toh,” cetus Imam.

Komnas Perempuan mendukung rekomendasi pemecetan itu. “Jadi kalau ada hakim perempuan melakukan tindak selingkuh berarti dia melakukan KDRT terhadap suaminya. Itu tidak terpuji apalagi dilakukan oleh hakim wanita,” kata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Masruhah, kepada detikcom. “Apalagi dia wakil Tuhan, di mana integritasnya kalau dia selingkuh?” papar Masruhah.

Seorang hakim cantik terancam dipecat karena berselingkuh dengan polisi. Komnas Perempuan menganggap perselingkuhan merupakan bentuk KDRT. Apalagi, jabatan wanita tersebut adalah seorang hakim.

“Jadi kalau ada hakim perempuan melakukan tindak selingkuh berarti dia melakukan KDRT terhadap suaminya. Itu bukan tidak terpuji apalagi dilakukan oleh hakim wanita,” kata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Masruhah, saat dihubungi detikcom, Selasa (25/12/2012).

Masruhah menjelaskan, seorang hakim haruslah mempunyai integritas. Seorang hakim harusnya tahu bahwa selingkuh merupakan perbuatan tidak terpuji.

“Apalagi dia wakil Tuhan, di mana integritasnya kalau dia selingkuh?” paparnya.

Komnas Perempuan sudah menyurati Komisi Yudisial (KY) untuk membahas sanksi yang tepat bagi hakim cantik tersebut. Komnas Perempuan belum bisa berkomentar soal sanksi karena harus mempelajari kasus tersebut.

“Soal sanksi belum bisa komentar, kita lihat faktanya dulu, yang jelas tindakan ini tidak bisa dibiarkan meskipun ini dilakukan oleh wanita,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh menyatakan KY telah merekomendasikan hakim cantik tersebut untuk dipecat lewat pengadilan etik. Hakim perempuan itu akan diadili di Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang dilakukan antara Mahkamah Agung (MA)-KY pada awal Januari 2013.

“Iya, ada satu hakim direkomendasikan dipecat. Dia perempuan,” kata Imam.

Menanggapi berbagai informasi tidak akurat di dunia maya soal hakim cantik yang direkomendasikan dipecat, Komisi Yudisial (KY) prihatin. KY menegaskan yang akan direkomendasikan bukan Deva Indah, hakim yang juga finalis Miss Indonesia 2006.

“Bukan hakim Deva! Hakim yang cantik kan bukan hanya Deva,” kata Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh saat berbincang dengan detikcom, Selasa (25/12/2012).

KY membenarkan merekomendasikan seorang hakim perempuan untuk diberhentikan dengan tidak hormat. Namun KY tidak pernah menyebut identitas hakim cantik tersebut.

“Saya nggak pernah mengait-ngaitkan ke dia,” papar Imam.

Hingga hari ini Deva bersih dari berbagai masalah. Dia juga tak pernah dilaporkan satu kali pun ke KY.

“Tidak mungkin hakim yang tak pernah dilaporkan ke KY, apalagi juga tak pernah dipanggil, sampai diusulkan sanksi pemecatan,” papar mantan anggota DPR ini.

“Hakim yang cantik kan bukan hanya Deva,” tandas Imam lagi.

Hakim Deva Indah yang bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Sumedang, Jawa Barat, sangat kaget dirinya dikaitkan dengan isu itu. “Saya sangat kaget kok ada foto saya di internet? Kok bisa saya dikaitkan, yang jelas itu bukan saya,” kata Deva saat berbincang dengan detikcom.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Ansori Saleh, menyatakan hakim selingkuh terancam dipecat itu berasal dari PN daerah Sumatera Utara.

Categories
Taat Hukum

Sopir Bus Dikeroyok 10 Polisi Berseragam di Lampung Didepan Banyak Orang


Dihakimi oleh 10 anggota Polres Lampung Selatan hingga babak belur, di pelataran parkir Rumah Makan Begadang IV, Panjang, Bandarlampung, seorang Sopir serep Bus Raflesia tujuan Jakarta-Bengkulu, Toni ,39, warga Padang Ratu, Palembang, melapor ke Polda Lampung, pada Senin (24/12) sekitar pukul 10.30 WIB.

Aksi berutal yang dilakukan 10 anggota polisi beratribut lengkap membuat geger pengunjung dan karyawan. Pasalnya, tiba-tiba saja 10 anggota yang menggunakan sepeda motor dan berseragam polisi melakukan pemukulan terhadap seorang supir bus hingga di sekujur tubuhnya mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk, Bandarlampung.

Menurut Korban Toni setelah keluar dari ruang SPK Polda Lampung, di bus Raflesia tersebut ada dua sopir 1 adalah Iwan, dan dia sendiri sebagai sopir 2 alias serep untuk menggantikan Iwan jika dia lelah atau mengantuk. Saat itu saya sedang tidur, tiba-tiba saja saya disuruh Iwan untuk menggantikannya menyetir bus tersebut. Saya tidak tahu kalau bus itu telah menabrak dan Iwanpun belum cerita masalah yang dialaminya. Iwan menyuruh saya untuk berhenti di Begadang IV, dan menceritakan peristiwa itu, menurut dia (Iwan) setelah menabrak dan dia lari untuk menghindari aksi masa dan keselamatan para penumpangnya,”kata Toni.

“Belum sempat bercerita banyak dan masih dalam keadaan bingung, dia keluar dari bus dan menghubungi bos di sebuah warung yang letaknya di areal Rumah Makan Began IV. Saat itulah, tiba-tiba saja datang sekitar 10 anggota polisi dengan menggunakan mobil dan motor menghampiri bus dan bertanya, siapa sopirnya, kemudian saya menjawab, saya,”ujar Toni.

“Tanpa ada penjelasan mereka langsung menarik dan memukuli serta menendangi saya di pelataran parkir itu, hingga saya terjatuh. Setelah dipukuli, dalam keadaan sempoyongan saya diseret ke pos, saya menjelaskan kalau saya hanya sopir serep dan memberitahu kalau sopir sesungguhnya adalah Iwan. Mendengar penjelasan beberapa polisi itupun menangkap Iwan, melalui bantuan seorang pengunjung dan karyawan saya dibebaskan dan membawa saya ke Rumah Sakit Daerah Abdul Muluk, Bandarlampung, untuk menjalani perawatan, dan meminta pihak Rumah Sakit unutk membuatkan Visum sebagai bahan laporan ke Polda Lampung, atas aksi anarkis yang dilakukan 10 anggota Polres Lampung Selatan,”jelas Toni.

Sementara menurut karyawan Rumah Makan Begadang IV, Adi Wijaya ,29, warga Waykandis, kejadian itu tepat didepan dia, karena saat itu dia berniat ikut pulang naik bus itu setelah pergantian sip. Tidak hanya saya yang melihatnya, banyak sekali yang menyaksikan kebrutalan anggota yang mengenakan seragam Polri itu, soalnya saat itu pengunjung yang makan di rumah makan sedang ramai.

“Saya tidak tega melihatnya, hingga lutut saya bergetar merasa takut sopir itu tewas di massa anggota. Kami semua yang menyaksikan aksi brutal itu, sempat berteriak mengingatkan kalau yang mereka kenakan itu seragam Polri, yang tidak sepatutnya dipakai untuk melakukan hal-hal yang sadis seperti itu, apa lagi sopir itu sudah tidak melawan. Kami semua kecewa dengan aksi brutal itu, karena setahu kami Polri adalah pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat, tetapi dalam kenyataannya mereka menyiksa masyarakat di muka umum,”ungkap Adi.

Kabid Humas Polada Lampung, AKBP. Sulistyaningsih melalui SMS mengungkapkan belum mengetahui hal tersebut, dan akan melakukan pengecekan terkait peristiwa yang terjadi. Sementara ini pihak pelapor telah diterima petugas SPK dan laporan akan dilanjutkan ke penyidik Dirkrimum Polda Lampung, untuk di BAP.

Categories
Transportasi

Kios Pedagang Di Stasiun Citayam Dibongkar


Kios pedagang kembali dibongkar oleh pihak PT KAI. Setelah beberapa minggu lalu di Stasiun Depok Baru, Senin (24/12) petugas kembali membongkar ratusan kios pedagang di Stasiun Citayam, Jalan Raya Citayam, Cipayung Kota Depok.

Kepala Humas Daop 1 PT KAI, Mateta di lokasi mengatakan ada 104 lapak diantaranya 63 kios permanen yang berada di feron maupun luar stasiun terkena bongkar.

Hal itu, dikatakan Mateta adalah untuk memperlebar stasiun. Sehingga penumpang dapat terlihat lebih nyaman. “Membersihkan pedagang dari stasiun adalah untuk memberikan pelayanan optimal dan kenyamanan bagi penumpang dalam menggunakan kereta.

Selain itu juga untuk mewujudkan program nasion target pada 2018 nanti diharapkan target 1,2 juta penumpang perhari dapat terwujud,”ujar Mateta kepada Pos Kota di lokasi pembongkaran.

Tidak hanya kios dan lapak pedagang yang akan dibongkar. Tapi jika ada rumah yang dibangun di pinggir rel. “Soal itu hanya tinggal menunggu waktu. Setidaknya pembongkaran kios pedagang untuk daerah Jabodetabek sudah 50 persen dilakukan,”katanya.

Mateta mengatakan kios yang dibongkar adalah kebanyakan sudah habis masa kontraknya. “Jika masih ada yang ngontrak, nanti pihak PT KAI sendiri akan mengembalikan uang sisa kontrakan tersebut. Jika ada uang kontrak itu masuk ke pihak KAI, uangnya digunakan untuk dukungan operasional. Untuk pembongkaran kita menurunkan 150 personil gabungan Brimob, TNI, dan petugas KA sendiri,”jelasnya.

Misri, 40, warga Pintu AIR Pabuaran Kabupaten Bogor mengatakan sudah 22 jualan bakso di Stasiun Citayam. Kini dia hanya dapat pasrah melihat kiosnya dibongkar petugas.

“Pertahun saya kontrak ke perantara Haji Ending Rp 6 juta. Dari perantara tidak ada pemberitahuan, saat pembongkaran saya kebingungan belum mendapatkan tempat pengganti untuk jualan lagi,”ujar ibu tiga anak yang merantau dari Wonogiri, Jawa Tengah. Menjadi penjual baso ini.

Muklis, 42, warga Madura Jawa Timur pedagang bubur kacang hijau juga hanya bisa pasrah melihat kios yang sudah menemaninya jualan selama 12 tahun dihancurkan oleh petugas. “Saya beli kios seharga Rp. 17,5 juta. Jika kiosnya dibongkar mau jualan lagi di mana. Tempat saja belum ada,”katanya.

Categories
Pariwisata

Sensasi Menginap Di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk


Siapa mengira, hutan bakau atau mangrove tak hanya memliki fungsi menjaga keseimbangan alam karena sebagai tempat berkembang biaknya ikan-ikan di laut, ternyata juga bisa dijadikan tempat wisata. Tak perlu jauh-jauh, karena di Jakarta pun memiliki hutan bakau yang sekaligus dapat dijadikan tempat wisata. Tapi bagi yang membawa kamera DLSR harus hati-hati karena akan didenda sebesar Rp. 1.000.000,- dan ditempat ini dilarang memotret.

Terletak di pesisir Jakarta Utara, termasuk dalam kompleks Perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK), Taman Wisata Alam Angke Kapuk merupakan kawasan wisata alam hutan bakau. Sebenarnya, di sini ialah kawasan konservasi bakau, yang sebelumnya hampir punah karena banyaknya tambak-tambak liar di sekitar pesisir.

Murniwati Harahap, Kepala Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, yang ditemui Kompas.com, menjelaskan bahwa dulunya, kawasan ini adalah hutan bakau. Namun karena dibiarkan tak terurus, banyak petambak-petambak liar datang, kemudian menebang pohon-pohon bakau.

Pada tahun 2010, TWA Angke Kapuk diresmikan dengan luas wilayah hampir 100 hektar sekaligus sebagai kawasan konservasi hutan bakau. “Sampai sekarang tetap sebagai kawasan konservasi mangrove,” kata Murni.

Pengunjung yang datang ke sini, tak hanya berwisata di antara bakau, namun juga diajarkan pentingnya melindungi bakau yang hampir punah. Jika ingin belajar menanam bakau, di sini juga disediakan fasilitas. Mulai dari penanaman bakau biasa, hingga penanaman nostalgia.

Penanaman bakau biasa dengan harga Rp 150.000 per orang, pengunjung bisa menanamkan bakaunya sendiri, tentunya dengan peralatan dan bibit penanaman yang telah disediakan oleh pengelola. Bakau ditanam pada bronjong atau sejenis tempat terbuat dari kayu, yang kemudian diisi oleh lumpur. Tak perlu bingung untuk menanamnya karena akan ada pemandu yang menemani.

Nah jika ingin lebih eksklusif, bisa juga mengikuti penanaman nostalgia. Pada penanaman nostalgia, bakau yang telah ditanam akan diberikan papan nama yang bertuliskan nama si penanam. Jadi, jika sewaktu-waktu si penanam ingin melihat bakaunya tumbuh, bisa datang menengok bakau tanamannya.

Ada juga wisata air dengan menggunakan perahu atau kayak mengitari hutan bakau. Untuk lokasi pemotretan, pemandangan hutan bakau di sini sangat menarik.

Pada saat Kompas.com berkunjung, terlihat beberapa pasangan yang sedang melakukan foto pre-wedding, dan beberapa pengunjung memotret burung-burung cantik yang sering hinggap di antara pohon-pohon bakau.

Menurut Bambang A Putra, Koordinator Lapangan TWA Angke Kapuk, di taman wisata yang masih dalam tahap pembangunan ini nantinya akan ada jalur sepeda. Mengingat lahannya yang sangat luas, sepeda akan memudahkan pengunjung berwisata di taman wisata bakau tersebut. Serta juga akan ada sarana wisata outbound yang menguji adrenalin pengunjung.

Untuk berkunjung ke TWA Angke Kapuk ini tidaklah terlalu sulit. Lokasinya yang terletak di kawasan perumahan Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara, tak jauh dari pintu keluar tol Bandara Soekarno-Hatta ke arah Kapuk Muara, atau jika Anda berasal dari tol JORR Lingkar Barat bisa keluar Kamal ke Jalan Kamal Raya, masuk komplek PIK.

Bisa juga Anda yang menggunakan angkutan umum dapat memanfaatkan bis TransJakarta jurusan Pluit. Dari stasiun pemberhentian terakhir TransJakarta di depan Mega Mall Pluit, disambung dengan angkutan U11 berwarna merah ke arah Angke. Lantas turun di pintu gerbang PIK lalu menggunakan jasa ojek hingga pintu depan taman wisata.

Sensasi berbeda juga ditawarkan TWA Angke Kapuk, yaitu menginap di antara hutan bakau. Terdapat penginapan dengan berbagai jenis, baik di darat, maupun di tengah kolam bakau. Bentuknya pun unik-unik. Ada yang berbentuk seperti tenda kemping hingga rumah dayak. Semua penginapan diberi nama layaknya nama bakau, seperti Avicenna dan Rhizophora.

Harga yang ditawarkan bermacam-macam tergantung dari besar kecilnya penginapan. Ada juga penginapan dua lantai yang disertai lobby di bawahnya, dapat berfungsi untuk menyelenggarakan kegiatan bisnis ataupun pertemuan.

Jika ingin melaksanakan pesta pernikahan, taman wisata memiliki aula atau pendopo yang cukup luas yang dapat menampung ratusan orang. Mungkin Anda berminat menyelenggarakan pernikahan bertema pesta kebun di sini?

Categories
Pariwisata

Bersantai di Hutan Mangrove Bali


Pelancong yang sering ke Bali pasti sudah tak bisa menghitung berapa kali ia melihat Bandara Ngurah Rai. Tentu, wisatawan yang sering ke Bali sudah terbiasa dengan pemandangan pohon-pohon mangrove atau bakau di tepi Jalan Bypass Ngurah Rai.

Jalan utama ini menghubungkan titik-titik pusat wisata antara Kuta, Legian, Nusa Dua, sampai ke Jimbaran dan Uluwatu. Mau tak mau, pelancong pasti melewati pepohonan mangrove tersebut. Pertanyaannya adalah sudah berapa kali pelancong tersebut menjelajahi pepohonan mangrove itu?

“Sering sekali, soalnya saya sering ke Bali,” tutur Laras, warga Jakarta yang rutin melancong ke Bali.

Setiap tahun ia pergi ke pelesir ke Bali lebih dari sekali. Namun, saat ditanyakan apakah ia pernah ke Mangrove Bali, Laras mengaku belum pernah.

Padahal, pintu masuknya relatif dekat. Dari Bandara Ngurah Rai, cukup arahkan mobil ke arah Sanur, tepatnya di Mangrove Information Center. Di sini terdapat papan penunjuk arah ke Mangrove Center. Posisinya di sebelah kanan jalan jika dari arah Bandara Ngurah Rai.

Kawasan hutan mangrove yang disebut juga dengan Pusat Informasi Mangrove tersebut seakan tersembunyi dari kepadatan daerah selatan Bali, terutama kawasan Bandara Ngurah Rai. Di tengah kebisingan itu, kawasan hijau seakan oase.

Memang, tak banyak turis domestik yang mampir ke tempat ini. Namun, penduduk lokal biasa pelesir di kawasan ini, sekadar bersantai di tengah rimbun pohon. Dari tempat parkir, Anda bisa memulai perjalanan dengan meniti jembatan kayu sepanjang lebih dari dua kilometer.

Sayangnya, di beberapa sisi, jembatan kayu itu sudah rusak, bolong di sana-sini. Semakin masuk ke dalam, kondisinya makin rusak. Oleh karena itu, perlu berhati-hati. Jangan jadikan hal ini halangan, sebab setelah perjalanan jauh meniti jalanan kayu itu, tahu-tahu Anda sudah berada di tengah laut.

Perjalanan meniti jembatan kayu begitu santai karena rimbunnya mangrove di sisi kanan kiri. Di tengah-tengah, sekitar beberapa meter dari jalan masuk, terdapat menara pandang dari kayu. Naiklah ke atas untuk melihat keseluruhan hutan mangrove.

Kawasan seluas hampir dua ribu hektar tersebut merupakan tempat edukasi bagi anak-anak sekolah di Bali. Di kawasan ini menyediakan paket pelatihan menanam bibit mangrove. Para calon pengantin juga biasa menjadikan tempat ini sebagai lokasi pre wedding.

Sayang, air di kawasan ini sudah mulai keruh. Dulu, di beberapa titik terdapat jukung atau perahu nelayan tradisional yang memancing ikan. Saat ini memang masih ada jukung-jukung tersebut, walau tak sebanyak beberapa tahun yang lalu.

Lokasinya yang sangat dekat dengan Bandara Ngurah Rai, tak menjadi alasan untuk Anda sejenak mampir. Luangkan waktu sebelum ke Bandara Ngurah Rai untuk kembali ke daerah asal Anda. Dari Simpang Siur hanya tak sampai dua ratus meter menuju jalan masuk Mangrove Information Center.

Categories
Pariwisata Pariwisata Bali

Tips Wisata ke Bali untuk Pemula


Seorang teman pernah berkata bahwa tak afdal jika tak pernah berwisata ke Bali, apalagi untuk seorang yang berkebangsaan Indonesia. Nyatanya, selalu ada pengalaman pertama untuk setiap tempat.

Jika Anda berencana melakukan perjalanan ke Bali untuk pertama kalinya, berikut beberapa tips praktis merencanakan wisata di Bali.

Naik apa ke Bali?

Sangat mudah memilih moda transportasi menuju Bali. Ada banyak cara menuju Bali. Paling gampang tentu saja naik pesawat.

Tiket-tiket promo dengan harga di bawah Rp 400.000 sekali jalan sudah banyak ditawarkan. Semua maskapai Indonesia pernah menawarkan tiket-tiket murah ini. Pastikan Anda memesannya jauh-jauh hari, bahkan satu tahun sebelumnya untuk mendapatkan tiket murah.

Jalur lainnya adalah melalui darat, Anda bisa naik bus menuju Bali, terutama jika Anda tinggal di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Harganya variatif tergantung jaraknya. Dari Jakarta ke Bali biasanya sekitar Rp 300.000.

Kapan waktu terbaik datang ke Bali?

Sepanjang tahun merupakan waktu yang baik untuk berwisata ke Bali. Hal ini karena Bali menawarkan beragam aktivitas dan tempat wisata. Di kala hujan, Anda bisa saja mengunjungi museum dan pusat kesenian.

Namun, jika Anda mengincar pantai atau wisata bahari dan gunung, maka pilih di musim-musim kemarau atau bulan-bulan minim hujan, sekitar antara April sampai September.

Selain itu, Anda perlu memperhatikan musim padat kunjungan atau high season maupun peak season. Di masa-masa ini, harga-harga akan naik, terutama untuk tiket pesawat, rental mobil, dan akomodasi. Kenaikan harga bisa mencapai 25 persen. Musim padat kunjungan adalah pada bulan Juni-Agustus dan November-Januari.

Tak hanya harga yang naik, saat ini pun Bali akan ramai dipadati turis. Jadi bersiap untuk kondisi jalanan yang lebih macet dan obyek wisata yang lebih ramai.

Menginap di mana?

Nah, sebelum Anda mencari tahu akomodasi di Bali, tanyakan terlebih dahulu, daerah mana di Bali yang ingin Anda kunjungi. Biasanya, untuk turis yang pertama kali ke Bali akan langsung menuju daerah selatan Bali yang memang pusat keramaian wisata di Bali.

Daerah selatan yang tenar adalah kawasan Kuta. Di Kuta banyak tempat penginapan. Sesuaikan dengan bujet yang Anda miliki. Jika Anda mencari penginapan murah di bawah Rp 300.000 per malam, Anda bisa mencarinya di kawasan sekitar Gang Poppies (1 dan 2), Jalan Three Brothers, Jalan Raya Tuban, Gang Puspa Ayu, sampai Jalan Bakung Sari.

Masuk ke gang-gang kecil dari jalan utama seperti Jalan Raya Kuta dan Jalan Raya Tuban, maka Anda akan menemukan hotel-hotel kecil ala guesthouse yang murah. Beberapa malah seperti kos-kosan dengan harga bisa di bawah Rp 100.000.

Mau yang lebih mewah?

Hotel-hotel berbintang pun bisa Anda temukan di kawasan Jalan Kartika Plaza, Jalan Legian, dan Jalan Raya Kuta. Vila-vila yang menawarkan privasi dapat Anda temukan di kawasan Seminyak seperti di Jalan Drupadi.

Mencari hotel bisa sebaiknya berdasarkan rekomendasi kenalan yang pernah menginap di hotel tersebut sebelumnya. Atau, jika Anda nekat baru mencari hotel saat tiba di Bali, tanyakan saja pada supir taksi tempat menginap yang bisa ia rekomendasikan.

Harus menginap di Kuta?

Jika Anda tidak terlalu senang dengan keramaian dan hingar bingar khas Kuta, Anda bisa pilih destinasi lain di Bali. Coba daerah Sanur, Jimbaran, dan Nusa Dua yang lebih tenang.

Ketiganya berdekatan dengan pantai. Hanya saja hotel-hotel di Nusa Dua tergolong mahal karena berkonsep kawasan resor. Anda juga bisa memilih menginap di kawasan Ubud yang terkesan masih alami. Namun tak ada pantai di kawasan ini. Hanya saja, Ubud berada di kabupaten Gianyar.

Gianyar memiliki banyak obyek wisata yang menarik, seperti kebun binatang, taman safari, wisata budaya, gunung, sampai pantai. Pilihan lain adalah kawasan Lovina, Singaraja, Harga-harga di sini masih murah, baik hotel maupun makanan. Namun jaraknya jauh dari bandara, sekitar tiga jam.

Di timur Bali, daya tarik paling dominan adalah kawasan Candidasa di Karangasem dengan pantainya yang masih relatif tak ramai. Banyak penginapan murah maupun resor mahal di kawasan ini. Pilihan lain adalah Nusa Lembongan.

Sementara Bali Barat, Anda bisa mencoba menginap di kawasan Canggu yang terkenal sebagai tempat selancar atau di sekitar Tanah Lot. Jika Anda penyuka gunung dan udara sejuk, kawasan Jatiluwih atau di seputar Gunung Batukaru bisa menjadi pilihan. Kawasan ini pun relatif masih sepi.

Naik apa di Bali?

Transportasi umum seperti angkutan umum atau biasa disebut di Bali dengan bemo, relatif susah. Armadanya sedikit dan jamnya tak tentu. Jika Anda sudah terbiasa dengan Bali, naik bemo dan bus Trans Sarbagita memang bisa menjadi pilihan.

Namun jika ini pengalaman pertama kali Anda ke Bali, sebaiknya sewa mobil. Pilihan mobil untuk disewa beragam. Paling murah kisaran mulai dari Rp 200.000 sudah termasuk supir, namun belum termasuk bensin. Harga tergantung jenis mobil yang disewa.

Ada baiknya Anda menyewa mobil sekaligus jasa supir, selain menghemat waktu tidak tersesat di jalan, Anda bisa mendapatkan rekomendasi pilihan-pilihan tempat wisata dan rumah makan.

Perlu diingat, sewa mobil dengan supir di Bali hanya untuk 10 jam. Jika pemakaian lebih dari 10 jam, maka penyewa dikenakan biaya tambahan per jam. Untuk mencari sewa mobil sangat mudah, Anda bisa lakukan reservasi melalui online.

Cara lain adalah mencari sewa mobil di bandara ataupun sekitar tempat menginap. Setiap rental mobil biasanya mematok harga tidak jauh berbeda. Namun ada baiknya Anda melalukan sedikit survey untuk mendapatkan harga terbaik.

Pilihan lain adalah menyewa sepeda motor, namun repot jika Anda tak tahu jalan. Bisa juga dengan naik ojek. Negosiasikan harganya untuk mengantar Anda berkeliling seharian. Pilihan ojek cocok jika Anda berwisata sendirian.

Naik taksi bisa menjadi pilihan untuk mengantar Anda dari bandara ke hotel atau sebaliknya. Taksi di Bali relatif aman, termasuk taksi-taksi lokal Bali. Pilih taksi dengan argometer. Anda bisa juga manfaatkan fasilitas mobil antar jemput yang ada di hotel.

Makan di mana?

Mau yang mahal atau yang murah, mau yang lokal khas masakan Indonesia atau masakan asing, semua bisa Anda temukan di Bali.

Namun, berhati-hatilah jika Anda mencari masakan halal. Paling aman, cari rumah makan seperti rumah makan Padang, warung bakso, dan sebagainya. Untuk restoran, Anda bisa menanyakan terlebih dahulu untuk menu-menu halal.

Kawasan Jalan Raya Tuban dan Jalan Teuku Umar termasuk yang terkenal untuk wisata kuliner berupa makanan nusantara dan halal. Coba juga makanan khas Bali berupa nasi jinggo yang mirip seperti nasi kucing ala Yogyakarta.

Isinya hanya nasi, kacang tempe, ayam suwir, dan sambal. Sudah pasti halal dan harganya pun murah, hanya sekitar Rp 2.000. Tetapi tak cukup satu jika memakan nasi jinggo.

Bagaimana kalau menginjak banten?

Banten atau sajen berupa bunga dan persembahan lainnya dalam wadah janur (canang sari) biasa diletakkan di pintu masuk dan area-area yang sering dilalui orang. Seringkali muncul pertanyaan bagaimana kalau tidak sengaja terinjak.

Sebenarnya tidak masalah jika memang Anda tak sengaja menginjaknya. Jika Anda menginjaknya di depan pemilik atau penjaga toko atau tempat sajen itu diletakkan, cukup berkata ”maaf”.

Sebaiknya saat berjalan, hindari dengan melewatinya, jangan sampai Anda malah sengaja menginjaknya. Sama halnya dengan saat Anda berkunjung ke pura atau tempat-tempat yang dianggap suci oleh masyarakat setempat.

Hargai dan ikuti istiadat setempat. Gunakan pakaian yang sopan. Jika Anda mengenakan celana pendek, pakailah sarung atau kain. Beberapa tempat juga mewajibkan Anda mengenakan kain sarung dan senteng.

Jangan berjalan di depan orang yang sedang bersembahyang ataupun memotret dengan flash saat upacara berlanjung. Untuk perempuan, jangan masuk ke dalam saat sedang datang bulan.

Categories
Pariwisata Pariwisata Bali

Tips Wisata Ke Ubud dan Aktivitas Yang Harus Dilakukan


Lokasi mana yang Anda tuju saat berwisata ke Bali? Jika jawaban Anda lagi-lagi pantai, coba arahkan tujuan Anda ke Ubud yang terletak di Kabupaten Gianyar.

Tak perlu merasa jaraknya jauh ataupun bingung dengan kendala akomodasi. Sebab, Ubud sudah menjadi destinasi wisata sejak 1930-an. Transportasi, akomodasi, maupun tempat makan sangat mudah dicari di tempat ini. Pun harganya sangat bervariatif. Berikut tips berwisata ke Ubud.

Transportasi menuju Ubud. Dari daerah Kuta, Anda bisa naik shuttle bus menuju Ubud dengan harga tiket sekitar Rp 50.000. Anda bisa saja naik taksi, namun akan mahal sebab perjalanan sudah masuk lintas kabupaten. Sebaiknya sewa saja mobil untuk membawa Anda ke Ubud. Sewa mobil mulai dari harga Rp 250.000 dengan sopir.

Jika Anda ingin naik kendaraan umum, maka naik bemo dari Terminal Batubulan, Gianyar dan turun di pusat kota Ubud. Untuk mencapai Terminal Batubulan, bisa dengan naik Trans Sarbagita dari selatan Bali atau naik bemo dari Terminal Ubung, Denpasar.

Berkeliling Ubud. Di Ubud tidak ada taksi. Adanya adalah taksi lokal yang lebih mirip disebut sewa mobil. Anda bisa mencarinya di pusat kota Ubud seperti di Jalan Monkey Forest atau Jalan Raya Ubud.

Di sepanjang jalan Anda akan menemukan orang-orang menawarkan jasa taksi. Jangan lupa untuk menawar. Harganya mulai dari Rp 150.000 tergantung jarak maupun lama Anda akan berkeliling.

Alternatif lain adalah dengan menyewa sepeda. Sangat asyik berkeliling Ubud dengan menyewa sepeda. Ketahui pula apakah tempat Anda menginap menyediakan mobil. Sebab, sebagian besar hotel memiliki fasilitas mobil yang membawa tamu ke pusat kota Ubud secara gratis.

Bisa juga dengan menyewa sepeda motor. Kontak saja pihak hotel tempat Anda menginap untuk minta dicarikan sewa sepeda maupun sepeda motor. Namun sangat mudah untuk berjalan kaki keliling Ubud.

Ada tiga jalan utama yang merupakan pusat keramaian wisata di Ubud yaitu Jalan Hanoman, Jalan Monkey Forest, dan Jalan Raya Ubud. Pusat kota adalah kawasan persimpangan Jalan Monkey Forest dan Jalan Raya Ubud. Yaitu, dekat dengan Puri Agung Saren dan Pasar Ubud.

Akomodasi. Keunikan Ubud adalah memiliki akomodasi yang beragam walaupun dalam harga yang mirip-mirip. Setiap akomodasi menawarkan keunikan arsitektur dan pengalaman yang berbeda-beda.

Untuk hotel-hotel melati atau bujet rendah, Anda bisa mencari penginapan hotel melati atau homestay di kawasan Jalan Monkey Forest dekat alun-alun ke arah Puri Saren Agung Ubud atau di Jalan Raya Ubud. Ada banyak hotel bujet rendah di daerah ini, Anda bisa melakukan survei terlebih dahulu dengan meminta petugas hotel untuk melihat kamar tidur maupun kamar mandi hotel tersebut.

Hotel-hotel berbintang dengan bujet di bawah Rp 500.000-Rp 1 juta bisa Anda temukan pula di Jalan Hanoman, Jalan Monkey Forest, dan Jalan Raya Ubud. Beberapa hotel yang direkomendasikan dan memiliki kamar di tarif kamar ini adalah Rama Phala Resort & Spa, Pertiwi Resort & Spa, Tepi Sawah Villas, Champlung Sari Hotel, atau Arma Resort.

Mau menginap di tempat yang lebih sepi dan terkesan pribadi? Anda bisa mencari resor atau vila. Tentu harga kamarnya lebih mahal, sekitar Rp 2 juta ke atas per malam. Anda bisa cek Kupu-kupu Barong, Maya Ubud Resorts & Spa, Royal Pita Maha, Nandini, Samaya Ubud, Four Season Sayan, atau Puri Wulandari.

Makanan. Makanan khas Bali sampai kuliner Western bisa Anda temukan di Ubud. Salah satu kuliner Western yang naik daun adalah masakan dari Mexico. Anda bisa mencoba menu-menu Mexico di Nuri’s, Taco, Burrito.

Sementara untuk masakan khas Bali, Anda bisa mencoba di Warung Enak dan Warung Murni. Untuk yang lebih murah, cobalah nasi campur Kedewatan. Ingin nongkrong santai? Anda bisa mendatangi kafe-kafe atau lounge di Ubud.

Internet. Hotel-hotel berbintang di Ubud biasanya menyediakan fasilitas internet di dalam hotel secara gratis. Sebagian besar menyediakan internet di lobby sampai kamar. Beberapa juga menyediakan fasilitas komputer dan internet di ruangan khusus.

Namun, untuk hotel-hotel melati, Anda harus mencari warung internet (warnet) atau kafe dengan fasilitas free WIFI. Warung internet bisa Anda temukan di Jalan Raya Ubud ke arah Museum Antonio Blanco melewati Museum Puri Lukisan.

Belanja. Pasar Ubud menjadi salah satu destinati untuk wisata belanja. Namun, Anda harus menawar saat berbelanja. Cobalah untuk masuk ke dalam pasar lebih jauh atau ke lantai atas. Banyak turis yang hanya berbelanja di area depan pasar.

Tempat lain adalah Pasar Tegallalang. Dekat dari Ubud, Anda bisa berbelanja di Pasar Seni Sukawati. Sementara Galeri seni adalah untuk Anda dengan bujet lebih.

Aktivitas. Ada banyak aktivitas wisata yang bisa Anda lakukan di Ubud. Di pagi hari Anda bisa melakukan yoga di berbagai tempat yang menyediakan yoga maupun di hotel tempat Anda menginap.

Bisa juga mencoba naik sepeda atau jalan kaki melintasi sawah dan masuk ke perkampungan orang Bali. Atau, memacu adrenalin dengan rafting di Sungai Ayung.

Penggemar seni, bisa mengunjungi 5 museum yang bertemakan seni budaya di Ubud. Ada pula museum bertemakan marketing yang merupakan satu-satunya di dunia.

Jika Anda senang berkreasi, Anda bisa mengikuti kelas memasak khas Bali atau kelas membuat produk perawatan atau spa. Anda juga bisa ikut kelas membuat canang sari yaitu sesajen khas Bali. Penggemar musik bisa belajar bermain gamelan bali atau suling bali di Museum Puri Lukisan.

Pada malam hari, Anda bisa menikmati pertunjukan wayang kulit, tari kecak api, dan tari legong. Ada banyak tempat yang menyediakan pertunjukan tari, salah satunya adalah Pura Dalem dan Puri Agung Saren.

Tourism Information Centre. Jika Anda kesulitan mencari informasi penyedia jasa paket wisata atau sekadar ingin mudah menyewa mobil maupun pemandu wisata, datang saja ke Tourism Information Centre. Letaknya seberang Puri Agung Saren di pusat kota Ubud.

Sangat mudah menemukan tempat ini. Di sini Anda bisa mendapatkan beragam informasi mengenai wisata di Ubud termasuk mencari jasa sewa mobil sampai pemandu wisata. Selama lebih dari delapan puluh tahun, Ubud yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali, telah memukau para pelancong mancanegara. Ubud mampu memberikan kenangan yang membekas lama bagi setiap orang yang datang berkunjung.

Bahkan, Ubud menjadi tempat pencarian cinta Elizabeth Gilbert, penulis buku Eat, Pray, Love yang kemudian diangkat ke film dengan judul yang sama dan dibintangi aktris Hollywood Julia Robert. Ada beragam pengalaman yang dapat dipetik para turis.

Ubud sendiri dipandang sebagai pusat seni dan budaya Bali. Tak heran, tiap aktivitas wisata pun berhubungan dengan budaya, kedekatan pada alam, spiritual, dan hubungan antara sesama manusia. Setiap aktivitas di Ubud pun pada akhirnya mampu memberikan kesan mendalam bagi mereka.

Anda berminat menghabiskan waktu di Ubud? Bersiaplah jatuh cinta pada aura magis Ubud. Aura yang membuat Anda tenang dan selalu membuat Anda rindu untuk kembali ke Ubud. Orang Bali menyebut aura ini sebagai “taksu”. Berikut 10 aktivitas wisata yang bisa Anda lakukan di Ubud.

Yoga di pagi hari. Ubud identik dengan yoga. Orang-orang datang dari seluruh dunia untuk belajar yoga di Ubud. Tak hanya bagi pemula, para profesional pun menikmati sesi yoga di Ubud.

Hotel-hotel di Ubud pun memoles diri dengan yoga. Mulai dari memberikan kelas yoga gratis bagi tamu sampai menyediakan tempat khusus untuk yoa. Sebagian besar tempat-tempat yoga tersebut memiliki panorama alam seperti taman atau pemandangan ke arah sawah.

Salah satu tempat yoga yang terkenal adalah Yoga Barn di Jalan Hanoman. Yoga Barn memiliki beragam kelas yoga baik untuk kelas singkat maupun intensif. Sambut matahari pagi dengan beryoga di tengah panorama alam khas Ubud.

Naik sepeda di tepi sawah. Ingat adegan Julia Robert di film “Eat, Pray, Love” yang naik sepeda dengan latar sawah? Ya, kegiatan bersepeda di tengah sawah merupakan aktivitas paling digemari wisatawan saat pelesir di Ubud.

Sewa sepeda sebenarnya mudah dicari di Ubud. Mulai dari sekedar keliling pusat kota sampai sewa sepeda gunung untuk bersepeda sejauh ke Kintamani. Ada baiknya Anda mengambil paket tur dengan sepeda.

Dengan paket bersepeda ini, Anda akan diajak pemandu berkeliling sawah dan masuk ke perkampungan penduduk setempat. Anda pun bebas berinteraksi dan merasakan keramahan khas masyarakat Ubud.

Jika Anda tak ingin bersepeda, ikut saja tur trekking dengan berjalan melintasi sawah dan masuk ke perkampungan. Inilah pengalaman lansung berinteraksi dengan masyarakat Bali dan mengenal kehidupan dan budaya yang mereka jalani.

Belajar memasak makanan khas Bali. Kelas memasak di Ubud tengah naik daun. Restoran dan hotel menyediakan cooking class atau kelas memasak untuk wisatawan. Materi yang diajarkan adalah menu-menu khas Bali seperti sate lilit dan lawar, maupun kuliner Indonesia seperti nasi goreng, gado-gado, atau nasi kuning.

Tertarik mencoba memasak kuliner Bali? Coba datangi Paon Bali di Laplapan yang mengadakan kelas memasak di rumah. Restoran Casa Luna juga terkenal sebagai tempat belajar memasak dan dipandang sebagai restoran pertama yang membuka kelas memasak.

Peserta kelas memasak biasanya akan diajak terlebih dahulu ke pasar tradisional. Oleh karena itu, beberapa kelas sudah dimulai sejak pagi hari. Saat di pasar, peserta akan membeli langsung bahan-bahan yang dibutuhkan.

Konsultasi pengobatan tradisional ala Ketut Liyer. Spa dan wellness di Ubud berkembang pesat memanjakan turis yang datang. Namun masyarakat lokal sendiri telah mengenal pengobatan tradisional dengan menggunakan bahan-bahan alam sebagai obat sejak dahulu.

Pengobatan tradisional tersebut layaknya spa, menggunakan terapi pijat dan aspek spiritual dengan menitikberatkan pada meditasi. Masyarakat Bali menyebut para “dokter” tradisional ini dengan sebutan “balian”.

Salah satu “balian” di Ubud yang terkenal adalah Ketut Arsana. Selama lebih dari 25 tahun, ia memberikan pengobatan dengan terapi pijat dan obat-obatan herbal. Sementara Ketut Liyer, “balian” yang menjadi tenar lewat kemunculannya dalam novel dan film “Eat, Pray,Love” melakukan terapi dengan pendekatan meditasi.

Berwisata kuliner. Karena pariwisata Ubud sudah berkembang sejak sebelum era kemerdekaan Indonesia, kuliner yang muncul di Ubud pun sangat beragam. Anda bisa menemukan kuliner Eropa sampai Amerika. Sebut saja gelato khas Italia, masakan Jepang, taco dan burito khas Meksiko, sampai masakan khas Perancis.

Kuliner khas Indonesia terutama Bali pun begitu populer di Ubud. Coba sebut bebek goreng khas Bali, pasti yang pertama disebut adalah restoran-restoran di Ubud yang menjual bebek goreng. Atau, nasi ayan Bu Mangku Kedewatan sampai ayam betutu di Warung Murni.

Mengunjungi museum. Ubud merupakan kecamatan dengan museum terbanyak di Gianyar. Ada enam museum yang bisa Anda kunjungi. Hampir semuanya berhubungan dengan seni dan lukisan.

Misalnya Museum Puri Lukisan yang merupakan museum pertama di Bali. Museum inimenampilkan koleksi-koleksi lukisan Bali dalam perjalanan tiga era, mulai dari masa kerajaan Bali hingga masa kemerdekaan Indonesia.

Ada pula museum seni lainnya seperti Neka Art Museum, Don Antonio Blanco Museum, Museum Rudana, dan Agung Rai Museum of Art. Sementara museum terbaru yang dimiliki Ubud adalah Museum Marketing 3.0 yang baru diresmikan pada tahun 2011.

Menonton tari Kecak Api. Tak lengkap rasanya tanpa mellihat pertunjukan seni tari tradisional Bali saat bertandang ke Ubud. Apalagi Ubud dianggap sebagai pusat seni Bali. Sangat mudah mencari tempat-tempat yang menyajikan pertunjukan tari di Ubud.

Namun, pertunjukan tari biasa dipentaskan pada malam hari. Biasanya di atas jam tujuh malam. Anda bisa menonton tari Legong atau tari Kecak Api. Ada dua tempat yang terkenal untuk menyaksikan seni tari Bali tersebut yaitu Pura Dalem dan Puri Agung Saren.

Tari Kecak Api bisa disaksikan di Pura Dalem yang terletak di Jalan Raya Ubud. Anda akan terpukau dengan kemagisan tarian tersebut. Sementara di Puri Agung Saren, Anda bisa menyaksikan tari Legong. Selain kedua tempat ini, ada banyak tempat lainnya yang menyediakan pertunjukan tari tradisional maupun wayang kulit.

Belanja di Pasar Ubud. Masuk ke dalam Pasar Ubud, Anda disambut dengan warna-warna cerah. Pasar tradisional yang terletak di pusat kota itu menawarkan aneka kerajinan tangan khas Bali. Mulai dari tas anyaman, baju-baju bertuliskan Bali, pakaian tradisional Bali, sampai patung dan lukisan.

Coba juga aneka jajanan pasar yang dijual di pasar ini. Sebaiknya datang di pagi hari. Sebab, siang hari biasanya dipadati oleh rombongan turis. Anda juga bisa belanja di pasar yang terletak di Tegallalang. Ingatlah untuk menawar harga sebelum Anda membeli.

Mengarungi Ayung dengan rafting. Tempat berarung jeram yang terkenal di Bali adalah arung jeram di Sungai Ayung. Ada beberapa operator rafting di Sungai Ayung. Arung jeram di Sungai Ayung masuk dalam kategori kelas II dan III. Sehingga, arung jeram di sungai ini cocok untuk pemula.

Keunikan arung jeram di Sungai Ayung adalah panorama di kanan dan kiri sungai. Pohon-pohon kelapa menjulang, pepohonan di bukit, sampai sawah berundak. Tak hanya itu, di tengah pengarungan sungai, Anda akan dibawa melihat ukiran seniman Bali berupa relief Ramayana di tebing batu. Paket arung jeram biasanya sudah termasuk makan siang dan antar jemput.

Menyapa monyet di Mongkey Forest. Ubud menjadi rumah para monyet. Anda harus mampir dan berjalan-jalan di kawasan Mongkey Forest. Di sini, monyet-monyet berkeliaran dengan bebas. Banyak turis yang asyik berfoto dengan monyet-monyet ini. Namun hati-hati terkadang monyet-monyet ini usil mengambil barang para turis.

Di area masuk Monkey Forest, pengunjung disambut patung monyet ukuran besar. Nah, ketika masuk ke dalam hutan seluas sekitar 27 hektar tersebut, suasana sejuk dan asri menyambut. Di dalam Mongkey Forest terdapat pura yang juga sering dikunjungi turis.

Wisatawan mancanegara yang datang ke Bali pada tahun 2010 tercatat 2,4 juta. Sementara itu, wisatawan domestik yang datang ke Bali di tahun 2010 mencapai 4,6 juta.

“Ini artinya hampir dua per tiga wisatawan yang datang ke Bali itu domestik. Data tahun 2011, turis mancanegara 2,7 juta dan domestik 5,3 juta. Domestik dua kali lipat dari turis mancanegara,” ungkap Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati pada pembukaan “Ubud Domestic Agent Table Top” di Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, Bali, Kamis (1/3/2012).

Tjokorda mengungkapkan turis asal Jakarta, hampir setengahnya berlibur ke Bali. Oleh karena itu, ia menyambut baik acara “Ubud Domestic Agent Table Top” yang diselenggarakan Ubud Hotels Association (UHA) yang mempertemukan biro perjalanan wisata berbasis di Jakarta dan Surabaya, dengan hotel-hotel di kawasan Ubud yang tergabung dalam UHA.

“Local agent diundang langsung ke destinasi untuk table top, ini baru pertama kali ada di Indonesia dan ini oleh UHA, Ubud. Kita selama ini terlalu meninggikan travel agent luar. Kita abaikan pasar lokal. Padahal yang paling tahan banting itu pasar lokal,” kata Tjokorda.

Bupati Gianyar menuturkan turis domestik terutama dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, menjadi pasar potensial bagi Ubud sejalan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan yang ingin mencari sesuatu yang berbeda.

“Ubud menjadi sesuatu yang berbeda dengan keseharian dia di kota. Kembali ke alam, pergaulan dengan masyarakat desa. Tapi walaupun terkesan pedesaan, Ubud modern, Wifi dan telepon di mana-mana. Pencapaian infrastruktur, akses dari airport gampang,” jelas Tjokorda.

Potensi pasar turis domestik dirasakan pula oleh akomodasi di Ubud, misalnya Kupu-Kupu Barong dan Maya Ubud. Kedua akomodasi ini menitikberatkan pada konsep vila dan menyasar pada segmen kalangan atas.

Julita Chandra dari Maya Ubud mengatakan turis domestik masuk dalam empat besar tamu yang menginap di Maya Ubud. Sementara Ketut Darmiyati dari Kupu-Kupu Barong mengungkapkan turis domestik terutama Jakarta berada dalam peringkat lima besar tamu yang menginap di Kupu-Kupu Barong. “Kenaikan turis domestik mulai dua tahun belakangan,” ungkap Ketut.

Hanya saja, Tjokorda mengakui promosi tentang Ubud dan sekitarnya kepada wisatawan domestik masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, wisatawan di Bali sebagian besar berada di selatan Bali seperti Kuta, Legian, dan Nusa Dua.

“Wisatawan domestik di Bali sampai 5,3 juta. Tapi yang ke Ubud dan sekitarnya masih rendah. Dari segi persediaan akomodasi di Bali ada 60.000 kamar, 70 persennya di daerah Kuta dan selatan Bali. Ubud ada sekitar 9.000,” kata Tjokorda.

Oleh karena itu, Pemkab Gianyar merasa perlu terus memperkenalkan Ubud sebagai destinasi wisata maupun Ubud sebagai pilihan untuk tempat menginap saat di Bali. Tujuannya agar terjadi peningkatan presentase tamu yang datang ke Ubud.

“Supaya tidak ada ketimpangan antara jumlah turis di kawasan pesisir selatan Bali dan Ubud,” kata Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Kamar mandi terbuka dan pemandangan langsung ke sawah menjadi ciri khas akomodasi di Ubud, Bali. Hotel, vila, maupun resor yang ada di Ubud selalu menawarkan ciri khas Bali yang kental.

Tak terkecuali dengan Rama Phala Resort & Spa. Rama Phala Resort & Spa baru saja buka Agustus 2011 lalu. Hotel ini berada di Jalan Hanoman, Pengosekan, Ubud. Resor ini sangat dekat dengan obyek wisata Monkey Forest. Cukup berjalan kaki sekitar 5 menit. Selain itu, lokasi hotel ini juga berada di salah satu jalan sibuk di Ubud. Aneka restoran dan kafe bertaburan di sepanjang jalan ini, cocok untuk Anda penggemar wisata kuliner. Masuk ke dalam hotel, seakan berada di dimensi lain. Di luar hotel, kesibukan Jalan Hanoman nan modern. Sementara di dalam, nuansa asri khas pedesaan Ubud terasa.

Nah, mari melongok ke dalam hotel ini. Masuk ke lobby, nuansa Bali kental terasa. Namun, arsitektur Bali ini tetap terkesan modern. Menurut Resort Manager Rama Phala Resort & Spa, Ketut Sumartono, hotel tersebut mengusung konsep tradisional-modern.

“Tradisional karena di Ubud kental dengan budayanya,” kata Ketut.

Perhatikan saja penggunaan aksen anyaman bambu di langit-langit. Lalu batu alam seperti batu kali dan batu bata, sangat khas nuansa rumah-rumah tradisional Bali. Tambahan lagi penggunaan kayu di sana-sini. Materi-materi ini untuk menampilkan kesan alami khas Bali.

Setiap kamar terletak berjauhan dengan teras di masing-masing kamar. Resor ini memiliki tiga tipe kamar, yaitu tipe family, suite, dan deluxe. Tipe family cocok untuk Anda yang datang bersama keluarga. Kamar terdiri dari dua lantai, dengan dua atau tiga tempat tidur.

Sementara untuk tipe deluxe, kamar dengan tempat tidur ukuran queen, lengkap dengan living room. Sofa empuk dan televisi layar datar melengkapi living room ini. Melangkah ke kamar mandi dan siaplah terpesona. Bath tub sudah biasa, tetapi shower menempati area yang luas.

Asyiknya, konsep kamar mandi terbuka. Sedikit terbuka di bagian atas shower. Selintas Anda bisa melihat pohon kelapa di luar sana. Cobalah mandi di malam hari. Anda akan ditemani suara jangkrik khas pedesaan. Suasana begitu sunyi dan tenang.

Deluxe hanya menempati satu lantai, bukan duplex seperti tipe family. Ada pilihan untuk kamar di lantai atas atau di bawah. Sebaiknya pilih kamar di lantai atas karena memberikan pemandangan yang lebih cantik.

Hanya saja untuk sandal hotel dan beberapa amenities hotel di kamar mandi seperti pasta gigi dan sikat gigi tidak tersedia. Sandal dan amenities hotel lengkap hanya tersedia di kamar tipe suite. Sedangkan fasilitas internet tersedia secara gratis hanya di area lobby.

Hotel ini juga dilengkapi dengan restoran dan kolam renang. Karena hotel ini mengusung konsep resor spa, Rama Phala berencana membuka ruangan spa di April 2012. Namun, tamu yang ingin menikmati spa sebelum ruangan tersebut buka, dapat menikmati perawatan spa di kamar.

Lalu berapa tarif kamar di Rama Phala? Jika Anda pikir harganya akan mahal layaknya vila, silahkan berpikir ulang. Untuk tarif domestik, harga kamar mulai dari Rp 800.000. Sebenarnya di Ubud, ada banyak akomodasi yang menyediakan kamar dengan tarif antara Rp 500.000 sampai Rp 1 juta.

Walaupun harganya tergolong terjangkau, akomodasi-akomodasi ini menawarkan kamar yang cantik dan nyaman ala vila. Sebut saja seperti Pertiwi Resort & Spa di Jalan Monkey Forest, Tepi Sawah Villas di Jalan Raya Goa Gajah, Champlung Sari Hotel di Jalan Monkey Forest, atau Arma Resort di Jalan Raya Pengosekan.

Memang akomodasi-akomodasi di atas hanya dapat diperbandingkan secara harga. Sebab, salah satu keunikan akomodasi di Ubud adalah walaupun menawarkan harga yang mirip, namun setiap akomodasi memberikan pengalaman yang berbeda kepada tamu.

Masing-masing memiliki suasana berbeda-beda dan arsitektur khas masing-masing akomodasi. Satu hal yang pasti, kamar mandi terbuka dan sawah di depan mata menjadi benang merah ciri khas akomodasi di Ubud.

Tingkat hunian hotel di kawasan wisata Ubud, Gianyar, Bali, tidak terpengaruh libur Lebaran. Hal ini terjadi karena wisatawan domestik cenderung memilih hotel di kawasan Denpasar selatan untuk tempat menginap saat libur Lebaran 2011.

“Sejak Juli 2011, tingkat hunian hotel mencapai 75 persen, rata-rata hotel itu diisi oleh wisatawan asing yang berlibur ke Bali,” kata Ketua Badan Perwakilan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gianyar Dewa Arimbawa, Kamis (25/8/2011).

Menurut Dewa, tingkat hunian yang tinggi tersebut lantaran kunjungan wisatawan asing yang sangat ramai. Sebab, lanjutnya, bulan Agustus masih musim high season. Dewa menuturkan, dari 450 hotel yang tersebar di Ubud, semuanya telah terisi wisatawan. Sementara itu, untuk wisatawan domestik sangat jarang memilih hotel di Ubud sebagai tempat beristirahat.

“Untuk Ubud pengaruh Lebaran untuk kenaikan kunjungan tidak terlalu signifikan,” jelasnya.

Para wisatawan domestik yang berlibur ke Bali lebih banyak menginap di daerah selatan Denpasar.

“Hal ini sudah terjadi setiap tahun, bahkan sudah menjadi tradisi, ” katanya.

Meski demikian, wisatawan domestik tetap berwisata ke Ubud. Namun, bukan untuk menginap di kawasan tersebut.

“Mereka cenderung datang untuk menikmati seni dan budaya serta melihat obyek wisata yang ada di Ubud,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Dewa, pihak hotel di Ubud tidak menyiapkan paket khusus dalam menyambut Lebaran. Ia megungkapkan, sangat jarang wisatawan domestik memanfaatkan hotel di Ubud sebagai tempat peristirahatannya.

Nah, jika Anda hendak berlibur ke Bali saat Lebaran dan tak mendapatkan hotel di kawasan Denpasar selatan, hotel kawasan Ubud bisa menjadi alternatif tempat menginap! Bali bukan hanya Kuta dan pantai-pantai indah. Namun, Bali memiliki daya tarik lainnya, yaitu budaya yang kuat. Salah satunya adalah Ubud yang sejak lama menawarkan wisata budaya bagi para turis.

“Ubud akan menjadi the next icon of Bali. Ini visi kami,” ungkap Ketua Ubud Hotels Association, Heri Sumawan di sela-sela pembukaan “Ubud Domestic Agent Table Top” yang diadakan Ubud Hotels Association (UHA) di Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, Bali, Kamis (1/3/2012).

Heri menuturkan produk wisata unggulan Ubud adalah budaya. Berbeda dengan wisata yang mengusung modernitas, ungkapnya, wisata budaya tidak akan berubah, melainkan mengakar kuat di tengah masyarakat setempat.

“Beda dengan wisata yang modern, seperti night life, itu mengikuti tren. Kalau tidak ikut tren, bisa habis,” katanya.

Hal senada diungkapkan pula oleh Bupati Gianyar, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Ia mengatakan bahwa konteks pariwisata Bali adalah pariwisata budaya.

“Ubud masuk Kabupaten Gianyar Gianyar merupakan sentra budaya Bali. Saya berani bilang bahwa Gianyar sentra budaya Bali karena kita lihat dari sejarah dan peradaban Bali, Ubud sudat tercatat sejak abad ke-9,” kata Tjokorda.

Ia menambahkan kawasan Ubud sudah berkembang menjadi pariwisata sejak tahun 1930. Saat itu, orang-orang Eropa mempromosikan Ubud ke dunia melalui karya seni yang menampilkan kehidupan dan budaya masyarakat Ubud. Sehingga bisa dikatakan, awal mula promosi pariwisata Bali adalah melalui wisata budaya.

Ubud Hotel Association sendiri merupakan perhimpunan hotel, resor dan vila yang ada di kawasan wisata Ubud. Asosiasi ini dibentuk pada tahun 2004 dengan jumlah anggota 46 hotel dan resor.

Misi utama dari Ubud Hotels Association adalah menyuarakan Ubud sebagai salah satu tujuan wisata yang ada di Bali dalam satu wadah. Seni dan budaya menjadi fokus utama sebagai keunggulan destinasi Ubud.

Baru-baru ini, Ubud dinobatkan sebagai kota terbaik di Asia oleh Conde Nast Traveller versi pilihan pembaca 2009. Ubud juga semakin tenar setelah menjadi tempat latar belakang shooting film “Eat, Pray and Love” pada tahun 2010.