Monthly Archives: December 2012

Akhmad Lakoni Hakim Yang Mengaku Menyogok Untuk Naik Jabatan Kini Karirnya Terlunta Lunta


Harapan naik jabatan dengan memberikan uang sogokan tak kunjung datang. Alhasil hakim Akhmad Lakoni meminta kembali uang Rp 10 juta yang telah disetor ke pimpinan pada 2003. Setelah itu, karier hakimnya terlunta-lunta.

“Anda ingin tahu akibat perbuatanku itu? Sebulan kemudian datang surat dari pimpinan kepada saya yang berisi, peringatan jika saya sebagai pejabat negara hingga saat itu belum melaporkan harta kekayaan (LHKPN) maka saya dapat dihukum,” kisah Lakoni yang kini bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (29/12/2012).

“Aku berpikir, mengapa hanya saya yang dikirim surat padahal hakim lain juga belum? Surat saya sobek-sobek, tak saya indahkan,” sambung Lakoni.

Dalam medio 2002 terjadi pembentukan Pengadilan Negeri (PN) baru di Lampung dan lagi-lagi Lakoni tidak mendapat jabatan baru. Tak sampai di situ, Lakoni ditugaskan di kawasan konflik Aceh.

“Datang SK Detasering untuk berangkat ke Aceh guna mengadili GAM masa darurat militer,” kisahnya.

Sepulangnya dari Aceh, Lakoni mendapat SK mutasi lagi ke PN Jayapura untuk mengadili separatis OPM yg sedang bergolak. Setelah itu dia mendapat perintah menjadi Ketua PN Poso pada 2006. Padahal Poso waktu itu tengah bergejolak. Atas tawaran ini, Lakoni menolak dengan tegas atas alasan akidah dan kepercayaan.

“Batallah saya jadi KPN. Alhamdulillah, Allah SWT masih sayang padaku,” tegas Lakoni.

Atas pengakuan ini, MA pun merasa berterimakasih dengan kejujuran Lakoni. MA mengatakan itu masa lalu MA dan akan diperbaiki di era Ketua MA Hatta Ali.

“Sekarang kalau ada kejadian seperti itu, yang menghilangkan integritas, tidak ada toleransi lagi. Sesuai pidato Ketua MA kemarin. Tidak boleh esprit de corps menjadi alasan menutup-nutupi keburukan lembaga,” cetus Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur.

Kejujuran hakim Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Akhmad Lakoni yang mengaku menyogok atasannya untuk naik jabatan pada 2002 silam membuat catatan sejarah baru. Komisi Yudisial (KY) memuji kejujuran Lakoni dan berharap menjadi lembaga peradilan menjadi lebih baik.

“Kami mengapresiasi Beliau karena berani mengungkapkan fakta meskipun pahit,” kata juru bicara KY, Asep Rahmat Fajar saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (29/12/2012).

Meski hal tersebut terjadi 10 tahun silam, KY berharap testimoni Lakoni menjadi pembelajaran bersama aparat peradilan. Kejujuran Lakoni dinilai merupakan kejujuran yang luar biasa di era sekarang.

“Meski itu sudah lama, tentuya ini bisa menjadi cambuk bagi Mahkamah Agung (MA) untuk memperbaiki lembaga peradilan masa kini,” harap Asep.

KY sangat berharap sistem setoran sejumlah uang ke atasan supaya mendapat promosi kenaikan jabatan tidak terjadi lagi. Kasus Lakoni menjadi pembelajaran bagi MA untuk mereformasi diri.

“Harapan KY tentunya apa yang terjadi di masa lalu tersebut tidak ada dan terjadi lagi di masa sekarang,” tutur Asep.

Atas pengakuan ini, MA pun merasa berterimakasih dengan kejujuran Lakoni. MA mengatakan itu masa lalu MA dan akan diperbaiki di era Ketua MA Hatta Ali.

“Sekarang kalau ada kejadian seperti itu, yang menghilangkan integritas, tidak ada toleransi lagi. Sesuai pidato Ketua MA kemarin. Tidak boleh esprit de corps menjadi alasan menutup-nutupi keburukan lembaga,” cetus Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur.

Seperti diketahui, Lakoni menyerahkan uang Rp 10 juta ke atasannya dengan harapan akan mendapat promosi jabatan dari PN Metro, Lampung supaya mendapat tempat basah. Tak kunjung mendapat promosi, Lakoni pun menagih kembali uangnya dan dikembalikan oleh atasannya.

“Sejak saat itu, kapok tak mau lagi aku kasak-kusuk minta pindah dan minta jabatan. Dalam hatiku, itu adalah kebodohanku yang pertama dan terakhir, tak kan pernah kuulangi lagi,” kata Lakoni.

Hakim di sebuah pengadilan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Akhmad Lakoni mengaku menyetor Rp 10 juta ke pimpinannya pada 2002 silam. Tujuannya supaya dia naik jabatan dan ditempatkan di pengadilan yang enak. Atas pengakuan ini, Mahkamah Agung (MA) menyambut baik atas kejujuran Ahmad Lakoni.

“Saat bertugas di Pengadilan Negeri Metro, Lampung tahun 2000-2003, hati ini selalu terusik oleh ulah teman-teman sejawat. Betapa tidak, bergantian mereka berangkat ke Jakarta, bawa uang dan tidak lama mendapat SK mutasi/promosi yaitu masuk kota besar/dapat jabatan struktural,” kata Lakoni saat dihubungi detikcom, Jumat (28/12/2012).

Berikut testimoni lengkap Ahmad Lakoni yang disebar diberbagai situs jejaring sosial:

Tergelitik hati ini mengapa aku tidak mencontoh dan terdengar pula semua berita itu oleh sang istri lalu berujar, “Pak, coba tiru mereka, biar kita masuk kota besar dan dapat jabatan. Ambil bank kalau tidak punya duit!”.

Wah… menantang ini, fikirku.

Aku mulai menelusuri pada teman-teman, bagaimana caranya, siapa yang ditemui, berapa uang upeti yang diperlukan ? Pendek cerita, intinya yaitu temui X, sampaikan permintaan dan berikan uang Rp 10 juta atau lebih.

Nekadlah sang hakim Akhmad Lakoni ini atas restu istri. Segera ambil kredit di Bank BRI Cabang Metro sebesar Rp 20 juta pada awal 2002. Rencananya Rp 10 juta dibawa ke Jakarta dan Rp 10 juta disimpan oleh istri untuk persiapan.

Hari H aku berangkat ke Jakarta, menemui X dan disambut baik. Kuutarakan maksud kedatanganku, lalu aku disuruhnya mencatatkan diri di buku khusus, seperti buku ekspedisi yang memuat nama, asal PN dan permintaan. Setelah itu kuserahkan uang sebesar Rp 10 juta dan diterimanya dengan baik. Lalu aku pulang dengan hati gembira.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan, tak ada berita. Istri mulai bertanya,”Kok tidak ada beritanya Pak?”.

Akhir bulan ketiga aku berangkat lagi ke Jakarta menemui Beliau dan sama kejadiannya. Aku disuruh lagi mencatatkan diri di buku yang sama. Aku mulai bertanya dalam hati. “Apa beliau lupa atau uangnya kurang atau buku itu tidak dibacanya?”.

Dengan hati mulai gundah, aku pulang sambil setengah berharap cemas. Kutunggu lagi sampai dua bulan tapi ternyata tak juga dapat SK yang diharapkan. Istri mulai ngedumel.

“Uang hilang, pindah tidak, apalagi dapat jabatan. Angsuran BRI jojong!”.

Wah sakit telinga ini dibuatnya. Aku masih sabar dan berangkat lagi ke Jakarta menemui X tapi hasilnya sama yaitu disuruh menyatatkan diri lagi di buku itu.

Kupikir sudah tiga namaku tercatat di buku ekspedisi itu. Aku pulang lagi ke Lampung dengan sedikit kecewa. Bila dihitung sudah 8 bulan sejak aku menemui beliau tak juga ada hasil. Istri mulai marah.

“Ambil uang itu, lebih baik untuk anak kita kuliah, jangan hanya jadi hutang di BRI!”.

Akupun sudah sangat muak dan jijik sama yang namanya X itu, lalu nekad ke Jakarta untuk mengambil uang Rp 10 juta pada Beliau.

Saat bertemu Beliau, Beliau melontarkan pertanyaan serupa dengan pertemuan pertama, kedua dan ketiga yaitu ‘siapa, dari mana dan apa permintaan’ dan disuruh lagi mencatatkan diri di buku ekspedisi itu.

Aku langsung menjawab, “Saya Akhmad Lakoni dari PN Metro. Saya tidak minta apa-apa lagi. Saya sudah mencatatkan nama saya 3 kali di buku itu. Saya kemari mau menagih uang saya yang bapak terima 8 bulan yang lalu.”

X pucat dan gemetar, lalu bertanya “Berapa uang bapak yang saya terima?”.

Dasar jujur juga Akhmad Lakoni itu, saya sebutkan Rp 10 juta (coba saya sebut Rp 25 juta).

“Ya, bapak tunggu di luar, nanti saya kembalikan,” jawab X.

Aku mendengar dia langsung menghubungi istrinya dengan telepon dalam bahasa Jawa agar mengambil uang di Bank Mandiri.

Satu jam kemudian, kulihat datang seorang perempuan paruh baya datang membawa tas masuk ke ruang X, lalu aku dipanggil masuk oleh pengawalnya. “Ini uang bapak,” kata X sambil menyerahkan uang yang terbungkus kantong Bank Mandiri.

Tanpa banyak bicara, kusalami sambil memencet keras-keras tangannya dan mengucapkan terimakasih. Aku pulang ke Lampung dan menyerahkan uang kepada istriku.

Sejak saat itu, kapok tak mau lagi aku kasak-kusuk minta pindah dan minta jabatan. Dalam hatiku “Itu adalah kebodohanku yang pertama dan terakhir, tak kan pernah kuulangi lagi”.

Atas pengakuan ini, MA mengucapkan terimakasih atas kejujuran Lakoni. MA mengatakan itu masa lalu MA dan akan diperbaiki di era Ketua MA Hatta Ali.

“Sekarang kalau ada kejadian seperti itu, yang menghilangkan integritas, tidak ada toleransi lagi. Sesuai pidato Ketua MA kemarin. Tidak boleh esprit de corps menjadi alasan menutup-nutupi keburukan lembaga,” cetus Ridwan.

Kronologis Kematian Penderita Leukimia Ayu Tria Di RS Harapan Kita Karena Ada Syuting Sinetron Love in Paris


Penderita leukimia Ayu Tria (9) meninggal dunia di RSAB Harapan Kita. Kematiannya menimbulkan polemik karena di saat yang bersamaan ada syuting sinetron ‘Love in Paris’ di ICU RSAB yang dianggap tidak pada tempatnya.

Bagaimana sebenarnya kronologi meninggalnya Ayu Tria? Berikut ini penjelasan yang diberikan ayahnya, Kurnianto Ahmad Syaiful (47), di rumahnya Jl Pisangan Baru Timur RT 04/09 No 28 kelurahan Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (27/12/2012).

Rabu (26/12/2012)
-17.30 WIB
Kurnianto membawa Ayu Tria ke UGD RSAB Harapan kita karena kondisinya yang tiba-tiba drop.

-18.30 WIB
Ayu Tria sampai di RSAB Harapan Kita dan langsung masuk UGD untuk ditangani pihak RS

-19.30 WIB
Ayu Tria dipindahkan dari UGD ke ICU atas saran dokter. Di sinilah perpindahan itu sempat terhambat sekitar 15 menit karena jalan dari UGD menuju ICU terganggu peralatan syuting. Begitu sampai di ICU, Ayu Tria segera diinfus dan dipasangi alat pacu jantung.

-20.00 WIB
Dokter meminta Kurnianto menunggu di ruang tunggu. Pada saat menunggu Kurnianto melihat syuting sinetron masih berlangsung. Kurnianto sempat cari makan sebelum kembali lagi ke RSAB pukul 23.00 WIB

Kamis (27/12/2012)
-01.30 WIB
Kurnianto masih menunggu perkembangan kondisi anaknya. Dia mengaku masih melihat proses syuting berlangsung.

-02.00 WIB
Suster meneriakkan nama Ayu Tria. Kesehatan Ayu sempat membaik sebelum akhirnya kembali drop.

-02.30 WIB
Nyawa Ayu Tria tidak tertolong lagi. Dokter keluar dari ICU dan meminta maaf pada Kurnianto karena sudah berusaha semaksimal mungkin.

Meninggalnya Ayu Tria (9), seorang bocah penderita leukemia di RSAB Harapan Kita, Jakarta, mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memanggil pimpinan RS tersebut. Pemanggilan itu bertujuan untuk meminta klarifikasi dari pihak RS mengenai kronologi kasus tersebut.

“Saya sudah melakukan interogasi terhadap dirutnya. Kita akan tetap memantau jangan sampai pasien terganggu aktivitas syuting, kita investigasi apa ini menyalahi aturan atau tidak,” ujar Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kemenkes, Chairul Radjab, usai bertemu Dirut RSAB Harapan Kita, Achmad Subagyo di Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2012).

Chairul menambahkan, Kemenkes selalu mengingatkan agar pihak RS selalu memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan aspek psikologis pasien. “Kita lakukan investigasi, apakah ini menyalahi aturan atau tidak,” kata Chairul.

Laporan ini bermula ketika Kurnianto Ahmad Syaiful (47) dan Roasih (36) membawa buah hatinya ke RSAB Harapan Kita akibat kondisinya yang drop. Saat itu Kurnianti mengaku sedikit tidak nyaman karena dalam ruangan ICU dipakai syuting.

Menurut Kurnianto, kegiatan syuting mengganggu jalan keluar masuk ke ICU, lampu sorot dan peralatan syuting menghalangi jalan dari UGD ke ICU sehingga orang yang ingin masuk jadi terganggu.

Ruang ICU RSIB Harapan kita dijadikan tempat shooting sinteron. Akibatnya pasien bernama Ayu Tria (9) penanganannya terganggu dan akhirnya meninggal. Berikut ini gambaran ruang ICU tempat syuting berlangsung.

Pantuan detikcom Kamis (27/12/2012), ruang ICU ini berada di lantai dua Unit Gawat Darurat (UGD) RSIB Harapan Kita. UGD yang berada di lantai 1 memiliki pintu masuk yang berwarna hijau dan terdapat kursi tunggu yang tidak jauh berada dari pintu.

Naik ke lantai dua, kita akan menemukan ruang ICU Wijaya Kusuma. Ruang ICU itu terdiri dari dua pintu masuk yang agak berjauhan. Letak pintu masuk pasien berada disebelah kiri dekat dengan tangga dan ruang tunggu. Sedangkan pintu masuk utama ICU berada di sebelah tengah kanan dan dekat dengan pintu lift.

Syuting sinetron berlangsung di salah satu ruangan yang masuknya melalui pintu masuk utama ruang ICU. Namun, karena wartawan tidak bisa masuk kedalam, jadi wartawan tidak bisa menggambarkan kondisi ruangan yang dipakai shooting seperti apa.

Seperti halnya ruang ICU di setiap rumah sakit, tidak boleh sembarang orang bisa masuk untuk melihat pasien. Dan kaca depan pintu masuk utama ICU menggunakan kaca yang tidak bisa untuk dilihat kedalam.

Pintunya pun memiliki kunci khusus. Dan hanya orang yang punya kartu akses masuk yang boleh masuk kedalam. Oleh karena itu, kenapa ruangan yang seharusnya jadi tempat para pasien berpenyakit berat dirawat itensif bisa dijadikan tempat syuting?

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini telah menurunkan tim investigasi ke RSAB Harapan Kita, Jakarta guna mengusut penyebab kematian bocah pengidap leukimia Ayu Tria (9). Kemenkes menegaskan apabila tim investigasi menemukan adanya kelalaian dari pihak RS, makan Dirut Harapan Kita bisa saja dipecat.

“Kalau itu benar syuting menyebabkan pasien meninggal dunia, saya akan pecat dirutnya,” tegas Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kemenkes, Chairul Radjab, usai bertemu Dirut RSAB Harapan Kita, Achmad Subagyo di Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2012).

Menurut Chairul, pihaknya sudah melakukan interogasi terhadap para pimpina RS tersebut. Dia menyatakan pihaknya juga masih menunggu hasil investigasi apakah syuting tersebut menyalahi aturan atau tidak.

“Saya sudah melakukan interogasi terhadap dirutnya. Kita akan tetap memantau jangan sampai pasien terganggu aktivitas syuting, kita investigasi apa ini menyalahi aturan atau tidak,” ucap Chairul.

Laporan ini bermula ketika Kurnianto Ahmad Syaiful (47) dan Roasih (36) membawa buah hatinya ke RSAB Harapan Kita akibat kondisinya yang drop. Saat itu Kurnianti mengaku sedikit tidak nyaman karena dalam ruangan ICU dipakai syuting.

Menurut Kurnianto, kegiatan syuting mengganggu jalan keluar masuk ke ICU, lampu sorot dan peralatan syuting menghalangi jalan dari UGD ke ICU sehingga orang yang ingin masuk jadi terganggu.

Kasus meninggalnya seorang pasien penderita Leukemia di RSAB Harapan Kita ternyata telah sampai ke Balaikota. Menanggapi hal tersebut, wakil gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mendukung Menteri Kesehatan untuk memperhatikan kasus ini.

“Paling kita kalau bertemu Menteri Kesehatan paling ya kita minta diperhatikan,” ujar Ahok ketika ditemu wartawan di Balaikota, Kamis (27/12/2012).

Akan tetapi, lanjut ahok, Pemprov DKI tidak dapat memberikan sanksi terkait kasus ini, karena menurutnya hal tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan.

“Kita tidak bisa memberikan sanksi, karena itu urusan Kementerian (kesehatan). Sama seperti RSCM, kita juga gak bisa kasih sanksi,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi telah mengirimkan tim untuk melakukan investigasi terkait kasus meninggalnya Ayu Tria (9) di RSAB Harapan Kita, ketika disaat yang sama juga tengah berlangsung syuting sinetron Love in Paris.

Penerapan Pembatasan Penggunaan Mobil Ganjil Genap Sesuai Tanggal


Penerapan kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan melalui sistem nomor polisi ganjil genap akan disesuaikan dengan tanggal. Mobil bernomor polisi ganjil di angka terakhir hanya bisa melintas di tanggal ganjil. Begitu sebaliknya. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono, berdasarkan hasil kajian, penerapan kebijakan ini tetap pada Maret 2013. Pelaksanaannya, kendaraan yang beroperasi berdasarkan tanggal dan nomor polisi di angka terakhir.
Angka terakhir di plat nomor polisi genap dapat melintas di koridor genap ganjil hanya pada tanggal genap. Begitu juga dengan angka ganjil, melintas pada tanggal ganjil.

“Misalnya, Senin tanggal 3, maka kendaraan bernomor polisi ganjil boleh masuk. Sedangkan nomor genap di hari esoknya,” ujar Pristono di sela acara open house di rumah dinas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Jalan Besakih, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/12).

Kebijakan ini bukan hanya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang diprediksi hingga 40 persen, tetapi sebagai tahapan mengarahkan masyarakat beralih ke transportasi umum. Seperti busway atau angkutan umum jenis lainnya.

Terlebih tahun depan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan armada baru busway, 102 unit bus gandeng. Pertambahan ini diperkirakan dapat menampung jumlah penumpang Transjakarta. Terutama bagi pengguna mobil pribadi yang berpindah angkutan ke angkutan umum.

Dari kebijakan ini akan terbentuk sebuah car polling. Artinya, masyarakat yang memiliki tujuan perjalanan sama akan lebih efisien menggunkan satu kendaraan.

PARK AND RIDE
Untuk memaksimalkan pembatasan kendaraan ini, sistem genap ganjil ini akan mengoptimalkan fungsi dan keberadaan lokasi park and ride. Kini di Jakarta baru ada tiga lokasi park and ride. Yakni, di Ragunan, Kampung Rambutan dan Kalideres. Akan ada tambahan satu lokasi di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur.

Keberadaan park and ride ini untuk menampung mobil masyarakat yang tidak bisa melintas di kawasan genap ganjil. “Dengan cara seperti ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta,”kata Pristono.

ANTISIPASI
Pengamat transportasi, Alvinsyah, mengungkapkan Pemprov DKI harus menyiapkan antispasi dampak pemberlakuan kebijakan tersebut. Di antaranya kemungkinan adanya pertambahan kendaraan baru.

Masyarakat menyiasati perjalanan mereka untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi dengan membeli mobil baru atau mobil bekas. Mobil bekas harga lebih rendah dan ada nomor polisinya. “Masyarakat tinggal pilih nomor ganjil atau genap.”

Cara lain, mengubah moda perjalanan menggunakan sepeda motor. Mengingat pemilik mobil biasanya telah memiliki sepeda motor di rumah mereka. Bagi yang tidak akan membeli motor baru dan ini bagus karena tempat yang dihabiskan motor lebih sedikit dari tempat yang dihabiskan untuk mobil dan ini akan membuat jalan terasa lebih lebar dan luas.

Kendati jumlah armada angkutan umum telah memadai, belum tentu masalah transportasi publik atau perjalanan masyarakat tuntas. Masyarakat akan membandingkan biaya perjalanan menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi.

Selama ini banyak motivasi masyarakat menggunakan sepeda motor atau kendaraan pribadi, karena menggunakan angkutan umum lebih mahal. Alvinsyah mencontohkan seorang yang terbiasa dengan sepeda motor kadang hanya menghabiskan Rp10.000 per hari perjalanan. Sedangkan menggunakan angkutan umum bisa dua kali lipat.

Komisi Yudisial Rekomendasikan Pemecatan Terhadap Hakim Cantik Yang Suka Selingkuh


Perilaku hakim cantik yang melakukan selingkuh jelas-jelas telah mencoreng martabat kehakiman di Indonesia. Terbongkarnya kasus perilaku amoral hakim ini menjadi pekerjaan rumah khususnya bagi Komisi Yudisial (KY) untuk meningkatkan pengawasannya terhadap para hakim.

“Selain prihatin, saya juga perlu mengingatkan untuk Komisi Yudisial untuk terus memperketat dan meningkatkan pengawasannnya. Karena kepercayaan masyarakat terkena dampaknya. Kepercayaan masyarakat menjadi menurun terhadap para hakimnya,” ujar anggota Komisi III Indra kepada detikcom, Selasa (25/12/2012).

Indra mengatakan profesi hakim adalah profesi mulia. Bahkan dalam persidangan hakim dipanggil dengan panggilan ‘Yang Mulia’. Dengan profesi itu, menurutnya, idealnya hakim itu menjunjung harkat martabat hakim itu sendiri. Maruah kehakiman menjadi tolak ukur supaya putusan-putusan hakim itu bisa diterima masyarakat.

“Jelas perilaku hakim cantik ini melukai hati nurani rakyat. Karena sebelum ini, beruntun kasus perilaku hakim yang amoral dan tidak berintegritas terungkap, mulai dari kasus hakim Yamani terkait kasus narkoba, ada juga hakim tersangkut narkoba, ada hakim yang kedapatan sedang pesta nerkoba, sekarang ada hakim selingkuh. Jelas ini melukai hati nurani rakyat,” cetusnya.

Karena itu, lanjut dia, rentetan kasus ini harus menjadi pelajaran sekaligus pekerjaan rumah bagi MA dan KY untuk meningkatkan kualitas pengawasannya. “PR MA dan KY makin berat untuk menjaga kehormatan hakim. Jangan sampai nama Mahkamah Agung yang seharusnya ‘agung’ dengan moralitas hakimnya justru ‘tak agung’ karena perilaku hakimnya. Harapan saya kasus hakim cantik ini menjadi pelecut buat MA dan KY untuk melakukan pengawasan melekat terutama hakim daerah,” imbuh Indra.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh menyatakan KY telah merekomendasikan hakim cantik tersebut untuk dipecat lewat pengadilan etik. Hakim perempuan itu akan diadili di Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang dilakukan antara Mahkamah Agung (MA)-KY pada awal Januari 2013.

“Iya, ada satu hakim direkomendasikan dipecat. Dia perempuan,” kata Imam. UUD 1945 membentuk Komisi Yudisial (KY) untuk mengawasi dan menjaga martabat hakim. Setelah bersama-sama Mahkamah Agung (MA) memecat hakim agung Ahmad Yamani karena terlibat skandal vonis mati gembong narkoba, kini KY merekomendasikan pemecatan terkait skandal asmara. Mengapa KY sampai mengurusi masalah perselingkuhan?

“Karena hakim itu tak hanya diawasi etikanya tapi juga perilaku di dalam dan luar sidang,” alasan Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh saat berbincang dengan detikcom, Selasa (25/12/2012).

Sebagai ‘wakil Tuhan’, maka hakim harus terjaga dari semua perilaku yang menjaga keluhuran sebagai hakim. Sehingga panggilan ‘Yang Mulia’ benar-benar mulia dan benar adanya.

“Hakim tidak boleh melakukan tindakan tercela. Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan selingkuh itu tindakan tercela,” tegas Imam.

Jika hakim tidak menjaga perilakunya, maka kepercayaan pencari keadilan akan luntur. Apalagi hakimnya terlibat isu moral dan asusila.

“Perempuan selingkuh dan hakim lagi, kan nggak layak jadi pengadil toh,” cetus Imam.

Komnas Perempuan mendukung rekomendasi pemecetan itu. “Jadi kalau ada hakim perempuan melakukan tindak selingkuh berarti dia melakukan KDRT terhadap suaminya. Itu tidak terpuji apalagi dilakukan oleh hakim wanita,” kata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Masruhah, kepada detikcom. “Apalagi dia wakil Tuhan, di mana integritasnya kalau dia selingkuh?” papar Masruhah.

Seorang hakim cantik terancam dipecat karena berselingkuh dengan polisi. Komnas Perempuan menganggap perselingkuhan merupakan bentuk KDRT. Apalagi, jabatan wanita tersebut adalah seorang hakim.

“Jadi kalau ada hakim perempuan melakukan tindak selingkuh berarti dia melakukan KDRT terhadap suaminya. Itu bukan tidak terpuji apalagi dilakukan oleh hakim wanita,” kata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Masruhah, saat dihubungi detikcom, Selasa (25/12/2012).

Masruhah menjelaskan, seorang hakim haruslah mempunyai integritas. Seorang hakim harusnya tahu bahwa selingkuh merupakan perbuatan tidak terpuji.

“Apalagi dia wakil Tuhan, di mana integritasnya kalau dia selingkuh?” paparnya.

Komnas Perempuan sudah menyurati Komisi Yudisial (KY) untuk membahas sanksi yang tepat bagi hakim cantik tersebut. Komnas Perempuan belum bisa berkomentar soal sanksi karena harus mempelajari kasus tersebut.

“Soal sanksi belum bisa komentar, kita lihat faktanya dulu, yang jelas tindakan ini tidak bisa dibiarkan meskipun ini dilakukan oleh wanita,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh menyatakan KY telah merekomendasikan hakim cantik tersebut untuk dipecat lewat pengadilan etik. Hakim perempuan itu akan diadili di Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang dilakukan antara Mahkamah Agung (MA)-KY pada awal Januari 2013.

“Iya, ada satu hakim direkomendasikan dipecat. Dia perempuan,” kata Imam.

Menanggapi berbagai informasi tidak akurat di dunia maya soal hakim cantik yang direkomendasikan dipecat, Komisi Yudisial (KY) prihatin. KY menegaskan yang akan direkomendasikan bukan Deva Indah, hakim yang juga finalis Miss Indonesia 2006.

“Bukan hakim Deva! Hakim yang cantik kan bukan hanya Deva,” kata Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh saat berbincang dengan detikcom, Selasa (25/12/2012).

KY membenarkan merekomendasikan seorang hakim perempuan untuk diberhentikan dengan tidak hormat. Namun KY tidak pernah menyebut identitas hakim cantik tersebut.

“Saya nggak pernah mengait-ngaitkan ke dia,” papar Imam.

Hingga hari ini Deva bersih dari berbagai masalah. Dia juga tak pernah dilaporkan satu kali pun ke KY.

“Tidak mungkin hakim yang tak pernah dilaporkan ke KY, apalagi juga tak pernah dipanggil, sampai diusulkan sanksi pemecatan,” papar mantan anggota DPR ini.

“Hakim yang cantik kan bukan hanya Deva,” tandas Imam lagi.

Hakim Deva Indah yang bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Sumedang, Jawa Barat, sangat kaget dirinya dikaitkan dengan isu itu. “Saya sangat kaget kok ada foto saya di internet? Kok bisa saya dikaitkan, yang jelas itu bukan saya,” kata Deva saat berbincang dengan detikcom.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Ansori Saleh, menyatakan hakim selingkuh terancam dipecat itu berasal dari PN daerah Sumatera Utara.

Sopir Bus Dikeroyok 10 Polisi Berseragam di Lampung Didepan Banyak Orang


Dihakimi oleh 10 anggota Polres Lampung Selatan hingga babak belur, di pelataran parkir Rumah Makan Begadang IV, Panjang, Bandarlampung, seorang Sopir serep Bus Raflesia tujuan Jakarta-Bengkulu, Toni ,39, warga Padang Ratu, Palembang, melapor ke Polda Lampung, pada Senin (24/12) sekitar pukul 10.30 WIB.

Aksi berutal yang dilakukan 10 anggota polisi beratribut lengkap membuat geger pengunjung dan karyawan. Pasalnya, tiba-tiba saja 10 anggota yang menggunakan sepeda motor dan berseragam polisi melakukan pemukulan terhadap seorang supir bus hingga di sekujur tubuhnya mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk, Bandarlampung.

Menurut Korban Toni setelah keluar dari ruang SPK Polda Lampung, di bus Raflesia tersebut ada dua sopir 1 adalah Iwan, dan dia sendiri sebagai sopir 2 alias serep untuk menggantikan Iwan jika dia lelah atau mengantuk. Saat itu saya sedang tidur, tiba-tiba saja saya disuruh Iwan untuk menggantikannya menyetir bus tersebut. Saya tidak tahu kalau bus itu telah menabrak dan Iwanpun belum cerita masalah yang dialaminya. Iwan menyuruh saya untuk berhenti di Begadang IV, dan menceritakan peristiwa itu, menurut dia (Iwan) setelah menabrak dan dia lari untuk menghindari aksi masa dan keselamatan para penumpangnya,”kata Toni.

“Belum sempat bercerita banyak dan masih dalam keadaan bingung, dia keluar dari bus dan menghubungi bos di sebuah warung yang letaknya di areal Rumah Makan Began IV. Saat itulah, tiba-tiba saja datang sekitar 10 anggota polisi dengan menggunakan mobil dan motor menghampiri bus dan bertanya, siapa sopirnya, kemudian saya menjawab, saya,”ujar Toni.

“Tanpa ada penjelasan mereka langsung menarik dan memukuli serta menendangi saya di pelataran parkir itu, hingga saya terjatuh. Setelah dipukuli, dalam keadaan sempoyongan saya diseret ke pos, saya menjelaskan kalau saya hanya sopir serep dan memberitahu kalau sopir sesungguhnya adalah Iwan. Mendengar penjelasan beberapa polisi itupun menangkap Iwan, melalui bantuan seorang pengunjung dan karyawan saya dibebaskan dan membawa saya ke Rumah Sakit Daerah Abdul Muluk, Bandarlampung, untuk menjalani perawatan, dan meminta pihak Rumah Sakit unutk membuatkan Visum sebagai bahan laporan ke Polda Lampung, atas aksi anarkis yang dilakukan 10 anggota Polres Lampung Selatan,”jelas Toni.

Sementara menurut karyawan Rumah Makan Begadang IV, Adi Wijaya ,29, warga Waykandis, kejadian itu tepat didepan dia, karena saat itu dia berniat ikut pulang naik bus itu setelah pergantian sip. Tidak hanya saya yang melihatnya, banyak sekali yang menyaksikan kebrutalan anggota yang mengenakan seragam Polri itu, soalnya saat itu pengunjung yang makan di rumah makan sedang ramai.

“Saya tidak tega melihatnya, hingga lutut saya bergetar merasa takut sopir itu tewas di massa anggota. Kami semua yang menyaksikan aksi brutal itu, sempat berteriak mengingatkan kalau yang mereka kenakan itu seragam Polri, yang tidak sepatutnya dipakai untuk melakukan hal-hal yang sadis seperti itu, apa lagi sopir itu sudah tidak melawan. Kami semua kecewa dengan aksi brutal itu, karena setahu kami Polri adalah pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat, tetapi dalam kenyataannya mereka menyiksa masyarakat di muka umum,”ungkap Adi.

Kabid Humas Polada Lampung, AKBP. Sulistyaningsih melalui SMS mengungkapkan belum mengetahui hal tersebut, dan akan melakukan pengecekan terkait peristiwa yang terjadi. Sementara ini pihak pelapor telah diterima petugas SPK dan laporan akan dilanjutkan ke penyidik Dirkrimum Polda Lampung, untuk di BAP.

Kios Pedagang Di Stasiun Citayam Dibongkar


Kios pedagang kembali dibongkar oleh pihak PT KAI. Setelah beberapa minggu lalu di Stasiun Depok Baru, Senin (24/12) petugas kembali membongkar ratusan kios pedagang di Stasiun Citayam, Jalan Raya Citayam, Cipayung Kota Depok.

Kepala Humas Daop 1 PT KAI, Mateta di lokasi mengatakan ada 104 lapak diantaranya 63 kios permanen yang berada di feron maupun luar stasiun terkena bongkar.

Hal itu, dikatakan Mateta adalah untuk memperlebar stasiun. Sehingga penumpang dapat terlihat lebih nyaman. “Membersihkan pedagang dari stasiun adalah untuk memberikan pelayanan optimal dan kenyamanan bagi penumpang dalam menggunakan kereta.

Selain itu juga untuk mewujudkan program nasion target pada 2018 nanti diharapkan target 1,2 juta penumpang perhari dapat terwujud,”ujar Mateta kepada Pos Kota di lokasi pembongkaran.

Tidak hanya kios dan lapak pedagang yang akan dibongkar. Tapi jika ada rumah yang dibangun di pinggir rel. “Soal itu hanya tinggal menunggu waktu. Setidaknya pembongkaran kios pedagang untuk daerah Jabodetabek sudah 50 persen dilakukan,”katanya.

Mateta mengatakan kios yang dibongkar adalah kebanyakan sudah habis masa kontraknya. “Jika masih ada yang ngontrak, nanti pihak PT KAI sendiri akan mengembalikan uang sisa kontrakan tersebut. Jika ada uang kontrak itu masuk ke pihak KAI, uangnya digunakan untuk dukungan operasional. Untuk pembongkaran kita menurunkan 150 personil gabungan Brimob, TNI, dan petugas KA sendiri,”jelasnya.

Misri, 40, warga Pintu AIR Pabuaran Kabupaten Bogor mengatakan sudah 22 jualan bakso di Stasiun Citayam. Kini dia hanya dapat pasrah melihat kiosnya dibongkar petugas.

“Pertahun saya kontrak ke perantara Haji Ending Rp 6 juta. Dari perantara tidak ada pemberitahuan, saat pembongkaran saya kebingungan belum mendapatkan tempat pengganti untuk jualan lagi,”ujar ibu tiga anak yang merantau dari Wonogiri, Jawa Tengah. Menjadi penjual baso ini.

Muklis, 42, warga Madura Jawa Timur pedagang bubur kacang hijau juga hanya bisa pasrah melihat kios yang sudah menemaninya jualan selama 12 tahun dihancurkan oleh petugas. “Saya beli kios seharga Rp. 17,5 juta. Jika kiosnya dibongkar mau jualan lagi di mana. Tempat saja belum ada,”katanya.

Sensasi Menginap Di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk


Siapa mengira, hutan bakau atau mangrove tak hanya memliki fungsi menjaga keseimbangan alam karena sebagai tempat berkembang biaknya ikan-ikan di laut, ternyata juga bisa dijadikan tempat wisata. Tak perlu jauh-jauh, karena di Jakarta pun memiliki hutan bakau yang sekaligus dapat dijadikan tempat wisata. Tapi bagi yang membawa kamera DLSR harus hati-hati karena akan didenda sebesar Rp. 1.000.000,- dan ditempat ini dilarang memotret.

Terletak di pesisir Jakarta Utara, termasuk dalam kompleks Perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK), Taman Wisata Alam Angke Kapuk merupakan kawasan wisata alam hutan bakau. Sebenarnya, di sini ialah kawasan konservasi bakau, yang sebelumnya hampir punah karena banyaknya tambak-tambak liar di sekitar pesisir.

Murniwati Harahap, Kepala Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, yang ditemui Kompas.com, menjelaskan bahwa dulunya, kawasan ini adalah hutan bakau. Namun karena dibiarkan tak terurus, banyak petambak-petambak liar datang, kemudian menebang pohon-pohon bakau.

Pada tahun 2010, TWA Angke Kapuk diresmikan dengan luas wilayah hampir 100 hektar sekaligus sebagai kawasan konservasi hutan bakau. “Sampai sekarang tetap sebagai kawasan konservasi mangrove,” kata Murni.

Pengunjung yang datang ke sini, tak hanya berwisata di antara bakau, namun juga diajarkan pentingnya melindungi bakau yang hampir punah. Jika ingin belajar menanam bakau, di sini juga disediakan fasilitas. Mulai dari penanaman bakau biasa, hingga penanaman nostalgia.

Penanaman bakau biasa dengan harga Rp 150.000 per orang, pengunjung bisa menanamkan bakaunya sendiri, tentunya dengan peralatan dan bibit penanaman yang telah disediakan oleh pengelola. Bakau ditanam pada bronjong atau sejenis tempat terbuat dari kayu, yang kemudian diisi oleh lumpur. Tak perlu bingung untuk menanamnya karena akan ada pemandu yang menemani.

Nah jika ingin lebih eksklusif, bisa juga mengikuti penanaman nostalgia. Pada penanaman nostalgia, bakau yang telah ditanam akan diberikan papan nama yang bertuliskan nama si penanam. Jadi, jika sewaktu-waktu si penanam ingin melihat bakaunya tumbuh, bisa datang menengok bakau tanamannya.

Ada juga wisata air dengan menggunakan perahu atau kayak mengitari hutan bakau. Untuk lokasi pemotretan, pemandangan hutan bakau di sini sangat menarik.

Pada saat Kompas.com berkunjung, terlihat beberapa pasangan yang sedang melakukan foto pre-wedding, dan beberapa pengunjung memotret burung-burung cantik yang sering hinggap di antara pohon-pohon bakau.

Menurut Bambang A Putra, Koordinator Lapangan TWA Angke Kapuk, di taman wisata yang masih dalam tahap pembangunan ini nantinya akan ada jalur sepeda. Mengingat lahannya yang sangat luas, sepeda akan memudahkan pengunjung berwisata di taman wisata bakau tersebut. Serta juga akan ada sarana wisata outbound yang menguji adrenalin pengunjung.

Untuk berkunjung ke TWA Angke Kapuk ini tidaklah terlalu sulit. Lokasinya yang terletak di kawasan perumahan Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara, tak jauh dari pintu keluar tol Bandara Soekarno-Hatta ke arah Kapuk Muara, atau jika Anda berasal dari tol JORR Lingkar Barat bisa keluar Kamal ke Jalan Kamal Raya, masuk komplek PIK.

Bisa juga Anda yang menggunakan angkutan umum dapat memanfaatkan bis TransJakarta jurusan Pluit. Dari stasiun pemberhentian terakhir TransJakarta di depan Mega Mall Pluit, disambung dengan angkutan U11 berwarna merah ke arah Angke. Lantas turun di pintu gerbang PIK lalu menggunakan jasa ojek hingga pintu depan taman wisata.

Sensasi berbeda juga ditawarkan TWA Angke Kapuk, yaitu menginap di antara hutan bakau. Terdapat penginapan dengan berbagai jenis, baik di darat, maupun di tengah kolam bakau. Bentuknya pun unik-unik. Ada yang berbentuk seperti tenda kemping hingga rumah dayak. Semua penginapan diberi nama layaknya nama bakau, seperti Avicenna dan Rhizophora.

Harga yang ditawarkan bermacam-macam tergantung dari besar kecilnya penginapan. Ada juga penginapan dua lantai yang disertai lobby di bawahnya, dapat berfungsi untuk menyelenggarakan kegiatan bisnis ataupun pertemuan.

Jika ingin melaksanakan pesta pernikahan, taman wisata memiliki aula atau pendopo yang cukup luas yang dapat menampung ratusan orang. Mungkin Anda berminat menyelenggarakan pernikahan bertema pesta kebun di sini?