Sensasi Menginap Di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk


Siapa mengira, hutan bakau atau mangrove tak hanya memliki fungsi menjaga keseimbangan alam karena sebagai tempat berkembang biaknya ikan-ikan di laut, ternyata juga bisa dijadikan tempat wisata. Tak perlu jauh-jauh, karena di Jakarta pun memiliki hutan bakau yang sekaligus dapat dijadikan tempat wisata. Tapi bagi yang membawa kamera DLSR harus hati-hati karena akan didenda sebesar Rp. 1.000.000,- dan ditempat ini dilarang memotret.

Terletak di pesisir Jakarta Utara, termasuk dalam kompleks Perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK), Taman Wisata Alam Angke Kapuk merupakan kawasan wisata alam hutan bakau. Sebenarnya, di sini ialah kawasan konservasi bakau, yang sebelumnya hampir punah karena banyaknya tambak-tambak liar di sekitar pesisir.

Murniwati Harahap, Kepala Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, yang ditemui Kompas.com, menjelaskan bahwa dulunya, kawasan ini adalah hutan bakau. Namun karena dibiarkan tak terurus, banyak petambak-petambak liar datang, kemudian menebang pohon-pohon bakau.

Pada tahun 2010, TWA Angke Kapuk diresmikan dengan luas wilayah hampir 100 hektar sekaligus sebagai kawasan konservasi hutan bakau. “Sampai sekarang tetap sebagai kawasan konservasi mangrove,” kata Murni.

Pengunjung yang datang ke sini, tak hanya berwisata di antara bakau, namun juga diajarkan pentingnya melindungi bakau yang hampir punah. Jika ingin belajar menanam bakau, di sini juga disediakan fasilitas. Mulai dari penanaman bakau biasa, hingga penanaman nostalgia.

Penanaman bakau biasa dengan harga Rp 150.000 per orang, pengunjung bisa menanamkan bakaunya sendiri, tentunya dengan peralatan dan bibit penanaman yang telah disediakan oleh pengelola. Bakau ditanam pada bronjong atau sejenis tempat terbuat dari kayu, yang kemudian diisi oleh lumpur. Tak perlu bingung untuk menanamnya karena akan ada pemandu yang menemani.

Nah jika ingin lebih eksklusif, bisa juga mengikuti penanaman nostalgia. Pada penanaman nostalgia, bakau yang telah ditanam akan diberikan papan nama yang bertuliskan nama si penanam. Jadi, jika sewaktu-waktu si penanam ingin melihat bakaunya tumbuh, bisa datang menengok bakau tanamannya.

Ada juga wisata air dengan menggunakan perahu atau kayak mengitari hutan bakau. Untuk lokasi pemotretan, pemandangan hutan bakau di sini sangat menarik.

Pada saat Kompas.com berkunjung, terlihat beberapa pasangan yang sedang melakukan foto pre-wedding, dan beberapa pengunjung memotret burung-burung cantik yang sering hinggap di antara pohon-pohon bakau.

Menurut Bambang A Putra, Koordinator Lapangan TWA Angke Kapuk, di taman wisata yang masih dalam tahap pembangunan ini nantinya akan ada jalur sepeda. Mengingat lahannya yang sangat luas, sepeda akan memudahkan pengunjung berwisata di taman wisata bakau tersebut. Serta juga akan ada sarana wisata outbound yang menguji adrenalin pengunjung.

Untuk berkunjung ke TWA Angke Kapuk ini tidaklah terlalu sulit. Lokasinya yang terletak di kawasan perumahan Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara, tak jauh dari pintu keluar tol Bandara Soekarno-Hatta ke arah Kapuk Muara, atau jika Anda berasal dari tol JORR Lingkar Barat bisa keluar Kamal ke Jalan Kamal Raya, masuk komplek PIK.

Bisa juga Anda yang menggunakan angkutan umum dapat memanfaatkan bis TransJakarta jurusan Pluit. Dari stasiun pemberhentian terakhir TransJakarta di depan Mega Mall Pluit, disambung dengan angkutan U11 berwarna merah ke arah Angke. Lantas turun di pintu gerbang PIK lalu menggunakan jasa ojek hingga pintu depan taman wisata.

Sensasi berbeda juga ditawarkan TWA Angke Kapuk, yaitu menginap di antara hutan bakau. Terdapat penginapan dengan berbagai jenis, baik di darat, maupun di tengah kolam bakau. Bentuknya pun unik-unik. Ada yang berbentuk seperti tenda kemping hingga rumah dayak. Semua penginapan diberi nama layaknya nama bakau, seperti Avicenna dan Rhizophora.

Harga yang ditawarkan bermacam-macam tergantung dari besar kecilnya penginapan. Ada juga penginapan dua lantai yang disertai lobby di bawahnya, dapat berfungsi untuk menyelenggarakan kegiatan bisnis ataupun pertemuan.

Jika ingin melaksanakan pesta pernikahan, taman wisata memiliki aula atau pendopo yang cukup luas yang dapat menampung ratusan orang. Mungkin Anda berminat menyelenggarakan pernikahan bertema pesta kebun di sini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s