Categories
Korupsi

Anggota DPR Dari PKS Partai Keadilan Sejahtera Jadi Tersangka Kasus Suap Impor Daging Senilai 40 Milyar


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan anggota DPR dari PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging. Tak lama lagi, presiden PKS itu akan segera dicegah ke luar negeri. “Akan ada pencegahan dalam satu kali 24 jam, LHI iya,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di kantornya, Rabu (30/1/2013).

Luthfi menjadi tersangka dalam kasus impor daging. Diduga, dia melanggar pasal penerimaan suap UU Tipikor.

KPK sudah menangkap orang dekat Luthfi berinisial AF bersama dua pengusaha dari PT Indoguna Utama. Satu orang wanita muda juga ditangkap. Barang bukti Rp 1 miliar sudah disita. Saat dikonfirmasi soal ini, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan akan mengklarifikasi informasi Luthfi menjadi tersangka. Saat ini, PKS masih menggelar rapat di kantor DPP, Jl TB Simatupang, Jaksel.

KPK menangkap lima orang dalam kasus dugaan suap impor daging. Sebanyak empat di antaranya diduga terlibat kasus suap impor daging. Ini pasal-pasal yang menjerat mereka. “JE dan AAE diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 dan juga melanggar sebagaimana yang termuat di UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 KUHP,” kata Jubir KPK, Johan Budi SP, di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013).

Dua pelaku lainnya, AF dan LHI dijerat dengan pasal berbeda. “AF dan LHI diduga melanggar pasal 12 a atau b pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999,” papar Johan. Sedangkan satu orang lainnya, yaitu mahasiswi berinisial M tidak disebut oleh Johan. Mahasiswi ini dibebaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya penangkapan dilakukan KPK di Hotel Le Meridien, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, (29/1) pada pukul 19.00 WIB. Malam tadi, PT Indoguna Utama juga sudah digeledah oleh lembaga ini. Perusahaan itu diduga berhubungan dengan kasus suap yang sedang diusut KPK terkait proyek impor daging.

Saat ditelusuri, PT Indoguna Utama memang bergerak di bidang impor daging. Perusahaan yang berkantor di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, ini berdiri sejak 2009. KPK menyita alat bukti suap dalam kasus impor daging. KPK menangkap JE dan AAE dari PT Indoguna. Keduanya tertangkap tangan memberi suap sejumlah uang kepada AF yang diduga terkait anggota DPR LHI.

“Ditemukan uang Rp 1 miliar dalam bentuk pecahan seratus ribu,” jelas juru bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (30/1/2013). Uang Rp 1 miliar itu ditemukan di jok belakang mobil kursi AF yang dekat dengan LHI. KPK sudah mengamankan barang bukti dan melakukan gelar perkara dalam kasus ini. Informasi yang beredar LHI ini yakni Luthfi Hasan Ishak.

“Ditemukan dua alat bukti yang cukup,” jelas Johan. KPK melakukan penangkapan AF dan seorang wanita M pada Selasa (29/1) malam pukul 20.20 WIB di sebuah hotel di Jakarta. Sedang JE dan AAE diamankan di sebuah rumah di Cakung.

“Penyerahan uang dilakukan di kantor PT IU pada siang hari,” tuturnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memastikan ada pelanggaran pasal yang dilakukan anggota DPR LHI. Dia sudah menjadi tersangka terkait suap impor daging sapi. Juru bicara KPK Johan Budi memastikan, para tersangka adalah AAE dan JE yang memberikan suap. Sementara AF dan anggota DPR LHI sebagai penerima suap. Seorang sumber memastikan, LHI adalah anggota Fraksi PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

“AAE dan JE diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13, kemudian AF dan LHI diduga melanggar pasal 12 A atau B,” kata Johan di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (30/1/2013). Sebelumnya, KPK sudah menangkap AAE dan JE dari PT Indoguna Utama. Uang sebesar Rp 1 miliar yang diserahkan ke seorang yang dekat dengan anggota DPR berinisial LHI, AF.

KPK mengungkap kasus suap daging impor. 4 Orang dijadikan tersangka yakni AAE, JE, A Fathanah, dan anggota DPR Luthfi Hasan Ishak. KPK mendapatkan informasi dari masyarakat akan ada serah terima uang. Tim KPK pun bergerak.

“Serah terima dilakukan oleh pihak yang diduga menerima proyek itu dengan salah satu orang yang dekat dengan anggota DPR,” kata juru bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Berikut kronologi penangkapan itu:

Selasa (29/1)
– Siang Hari
KPK menerima informasi ada serah terima uang terkait proses impor daging. Informasi itu yakni adanya serah terima uang dari Juard Effendi dan Arya Arby Effendi dari PT Indoguna Utama ke orang dekat anggota DPR Luthfi Hasan, Ahmad Fathanah. Suap terkait izin impor daging. Saat ini daging sapi impor memang tengah dibatasi. Suap untuk memuluskan jatah keran daging impor.

Serah terima uang dilakukan di kantor PT Indoguna di Pondok Bambu. Tim KPK melakukan pemantauan di kantor itu, dan ternyata ada serah terima uang dari Juard dan Arya ke Ahmad Fathanah.

– Sore
Usai penyerahan, Ahmad Fathanah dengan membawa uang Rp 1 miliar pecahan seratus ribu bergerak ke Hotel Le Meridien. Di sana sudah menunggu seorang mahasiswi berinisial M berusia 19 tahun. KPK tak merinci apa yang dilakukan kedua orang ini di hotel.

– Pukul 20.20 WIB
KPK mengintai Ahmad dan sang mahasiswi di hotel. Setelah itu, saat keduanya keluar dari hotel, sedang di basement dan berada di mobil, KPK menangkap keduanya. Di jok belakang disita uang Rp 1 miliar. Keduanya langsung dibawa ke KPK.

– Pukul 22.30 WIB
KPK menangkap Juard dan Arya di rumah di kawasan Cakung, Jaktim. Penangkapan terkait suap. Keduanya pun langsung dibawa ke KPK. Ada juga 2 orang lain yang diamankan yakni sopir PT IU dan sopir Ahmad. Sopir itu seperti mahasiswi M hanya saksi.

Rabu (30/1)
– Pagi
KPK melakukan penggeledahan di PT Indoguna dan melakukan penyitaan sejumlah barang. KPK juga memberkan police line di perusahaan itu. Hingga sore KPK melakukan pemantauan di sejumlah lokasi.

– Pukul 20.00 WIB
KPK menetapkan tersangka Juard, Arya, Ahmad, dan Luthfi Hasan. Mereka diduga terlibat dalam kasus suap menyuap.

“JE dan AAE diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 dan juga melanggar sebagaimana yang termuat di UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 KUHP. AF dan LHI diduga melanggar pasal 12 a atau b pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999,” papar Johan.

KPK menemukan uang Rp 1 miliar dalam kasus suap impor daging sapi. Uang itu diamankan dari jok mobil Ahmad Fathanah. Diduga kasus yang menyeret anggota DPR Luthfi Hasan itu bukan hanya Rp 1 miliar. “Rp 1 M itu hanya DP, totalnya uang yang harus disiapkan mencapai Rp 40 M,” jelas penegak hukum yang enggan disebutkan namanya, Rabu (30/1/2013).

Uang itu terkait perizinan impor daging sapi. Saat ini pemerintah tengah memperketat izin daging sapi. Nah, suap ini diduga agar melancarkan dan menambah kuota keran impor. Juru bicara KPK Johan Budi yang dikonfirmasi tak mau berkomentar soal besaran uang ini. Proses pemeriksaan masih dilakukan. Dia juga menjelaskan soal pasal yang dikenakan pada orang-orang yang terlibat. Mereka yang terlibat yakni Juard Effendi dan Arya Arby Effendi, Ahmad Fathanah, dan anggota DPR Luthfu Hasan.

“JE dan AAE diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 dan juga melanggar sebagaimana yang termuat di UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 KUHP. AF dan LHI diduga melanggar pasal 12 a atau b pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999,” papar Johan. Sementara itu, Luthfi Hasan yang dimintai konfirmasi soal kasus ini hanya menjawab diplomatis. “Saya pelajari dulu,” tegas Luthfi di DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jaksel.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditetapkan KPK menjadi tersangka proyek suap impor daging sapi. Luthfi saat ini memimpin rapat tertutup di DPP PKS. Rapat digelar di kantor DPP PKS di Jl TB Simatupang, Jakarta, Rabu (30/1/2013). Rapat dihadiri semua pimpinan DPP PKS.

Rapat dimulai kembali beberapa menit lalu setelah KPK menetapkan Luthfi menjadi tersangka. Sekjen PKS Anis Matta yang melintas menolak memberikan keterangan. Anis menunjuk jari masuk tanda tak mau berkomentar dan langsung masuk ke ruang rapat. Sesekali pintu terbuka terlihat Luthfi Hasan memimpin rapat bersama Ketua FPKS Hidayat Nurwahid. Tak terdengar apa yang dibicarakan.

Kini rapat benar-benar digelar tertutup. Ketua Komisi III DPR dari PKS Almuzammil Yusuz meminta petugas menutup pintu rapat-rapat. Agaknya ada pembicaraan penting. “Tutup-tutup pintunya,” kata Muzammil. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan anggota DPR dari PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging. Tak lama lagi, presiden PKS itu akan segera dicegah ke luar negeri.

Luthfi menjadi tersangka dalam kasus impor daging. Diduga, dia melanggar pasal penerimaan suap UU Tipikor. KPK sudah menangkap orang dekat Luthfi berinisial AF bersama dua pengusaha dari PT Indoguna Utama. Satu orang wanita muda juga ditangkap. Barang bukti Rp 1 miliar sudah disita.

Categories
Korupsi

KPK Tanggap Mahasiswi Di Kamar Hotel Le Meredian Dalam Kasus Suap Impor Daging Namun Belum Ada Pejabat Yang Ditangkap


KPK kembali melakukan operasi penangkapan. Salah satunya adalah seorang perempuan yang ternyata masih berstatus mahasiswi. Perempuan berusia 19 tahun ini mahasiswi di sebuah universitas swasta di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta.

“Dia ikut diamankan karena berada di lokasi, di kamar,” bisik sumber penegak hukum yang enggan disebutkan namanya, Rabu (30/1/2013). Apa peran mahasiswi itu saat penangkapan, ini yang belum diketahui. KPK memastikan akan menjelaskan seluruh peristiwa malam tadi di Hotel Le Meridien, nanti pukul 19.00 WIB.

Pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 WIB menangkap seorang kurir berinisial A di hotel mewah Le Meridien, Jl Sudirman, Jakarta. Selain si kurir, KPK juga mengamankan tiga orang lain. Mereka adalah perempuan yang mendampingi A, sopir dan juga seorang laki-laki yang menjadi saksi penyerahan uang di Hotel Le Meridien, Jakarta. Mereka masih diperiksa di lantai 7 gedung KPK. Penangkapan diduga terkait impor daging sapi.

Ketika ditangkap petugas KPK, si A tengah membawa uang tersebut dalam dua kantong plastik warna putih. Selain itu ada juga uang dalam tas berbentuk kotak memanjang warna gelap. Seluruhnya pecahan seratus ribu rupiah dan jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Seorang yang ditangkap berinisial FH, yang kabarnya kader dari sebuah partai politik.

Sayangnya di KPK belum ada yang bisa dimintai dikonfirmasi. Pihak KPK hanya menyebut akan digelar jumpa pers dan dijelaskan semuanya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi penangkapan di Hotel Le Meridian. Malam ini, pimpinan KPK akan menjelaskan kronologis penangkapan tersebut kepada publik.

“Insya Allah, sekitar jam 7 malam akan ada konferensi pers untuk jelaskan OTT (operasi tangkap tangan) KPK,” kata Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto saat dihubungi, Rabu (30/1/2013). KPK pada Selasa (29/1) sekitar pukul 21.00 WIB malam menangkap seorang kurir berinisial A di Hotel Le Meridian, Jakarta. Selain si kurir, KPK juga mengamankan tiga orang lain.

Mereka adalah perempuan yang mendampingi A, supir dan juga seorang laki-laki yang menjadi saksi penyerahan uang di Hotel Le Meridien, Jakarta. Mereka masih diperiksa di lantai 7 gedung KPK. Ketika ditangkap petugas KPK, si A tengah membawa uang tersebut dalam dua kantong platik warna putih. Selain itu ada juga uang dalam tas berbentuk kotak memanjang warna gelap. Seluruhnya pecahan Rp 100.000 dan jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.

Terkait penangkapan tersebut, KPK memang baru berhasil mengamankan si kurir. Padahal sesuai dengan UU 30 Tahun 2002 tentang KPK, lembaga ini hanya bisa mengusut kasus suap yang melibatkan penyelenggara negara. Penyelenggara negara yang menjadi target suap, masih belum didapatkan. Kabarnya si pejabat merupakan legislator.

KPK kembali mengamankan tiga orang terkait kasus suap kepada pejabat negara yang diduga terkait proyek impor daging. Total yang diamankan di kantor lembaga antikorupsi tersebut 6 orang. “Total ada 6 orang yang dibawa ke KPK,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ketika dikonfirmasi Rabu (30/1/2013).

Semalamn KPK mengamankan empat orang, satu di antaranya diduga merupakan kurir suap. Ada juga seorang satpam hotel Le Meridien yang dibawa karena diperlukan sebagai saksi kejadian. Nah satpam ini pada siang ini dilepas oleh KPK. “Satpam siang ini sudah kembali. Yang lainnya masih di KPK,” kata Bambang. Tinggal tiga tersisa di lantai 7, tempat direktorat penyelidikan berada. Setelah dilakukan operasi lagi pada siang ini, terdapat tiga tambahan orang yang diamankan. Alhasil jumlah orang yang masih bertahan di KPK 6 orang.

“Ya 6 orang. Rinciannya nanti saja tunggu konferensi pers,” kata Bambang. Dari informasi yang dihimpun, penangkapan yang dilakukan KPK terjadi di Hotel Le Meridien, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, (29/1) pada pukul 19.00 WIB.

Malam tadi, PT Indoguna Utama juga sudah digeledah oleh lembaga ini. Perusahaan itu diduga berhubungan dengan kasus suap yang sedang diusut KPK terkait proyek impor daging.

Saat ditelusuri, PT Indoguna Utama memang bergerak di bidang impor daging. Perusahaan yang berkantor di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, ini berdiri sejak 2009. Tak ada pihak manajemen yang bisa dimintai tanggapan soal penggeledahan KPK. Salah seorang petugas keamanan, Lukman Hakim, mengatakan, para pimpinan perusahaan sedang berada di luar kantor. Namun dia membenarkan ada petugas KPK yang datang pada malam dan pagi tadi.

“Pagi tadi juga ada orang pakai rompi KPK masuk ke dalam, cuma berdua, terus dia foto-foto, duduk di pos security,” terangnya.KPK menangkap empat orang pada Selasa (29/1) malam terkait kasus dugaan suap proyek impor daging. Dua di antara orang tersebut dipastikan adalah direktur PT Indoguna Utama, perusahaan yang bergerak di bidang impor daging.

“Benar, ada pengurus Indoguna yang diperiksa di KPK sekarang. Dua-duanya pria,” kata pengacara PT Indoguna Utama, Panji Prasetyo, di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (30/1/2013). Siapa saja mereka? Panji belum mau menjelaskan. Yang pasti, keduanya duduk di kursi direktur.

“Inisial sabar aja tunggu, biar KPK yang jelasin,” terangnya.

Panji juga tak mau menjelaskan kasus apa yang menjerat kedua direktur tersebut, termasuk kemungkinan jumlah yang disita KPK. Pihak pengacara datang ke KPK untuk mempertanyakan penyegelan perusahaan. Seperti diberitakan sebelumnya, semalam KPK menangkap empat orang di Hotel Le Meridien, Jl Sudirman, Jakarta. Belum ada penjelasan resmi dari KPK mengenai operasi ini.

Categories
Lain Lain

Pesta Narkoba Di Rumah Raffi Memakai Chatinone Atau Zat Tradisional Bernama Khat


Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan unsur senyawa chatinone (katonin) yang ditemukan dalam penggerebekan pesta narkoba di kediaman artis Raffi Ahmad dampaknya hampir sama jika mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi. “Sebetulnya chatinone itu senyawa intinya, tapi senyawanya turunannya banyak. Senyawa ini bisa menimbulkan efek stimulasi, seperti euforia, menahan nafsu makan, tidak pernah lelah, yang tadinya malu jadi percaya diri (PD) bila menggunakannya,” ujar Deputi bidang Pengawasan produk Terapetik dan Napza BPOM, A Retno Tyas Utami, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Dia mengakui jenis senyawa ini masih baru di Indonesia dan kemungkinan besar didatangkan dari luar negeri, bisa melalui internet atau melalui pergaulan. Khat sudah digunakan selama ribuan tahun sebagai tradisi sosial dalam pergaulan di Arab dan Afrika. Zat ini juga dikenal dengan nama Teh Arab (lihat Wikipedia: Khat)

“Harganya tidak mahal. Harga persisnya saya tidak tahu. Bahannya tidak mahal, lebih mahal heroin,” ujar dia.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar, Aditya Anugerah Moha meminta BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) lebih meningkatkan sosialisasi agar zat narkoba baru seperti Catinone tidak bisa masuk ke Indonesia. Disinggung bahwa BPOM sudah melakukan sosialisasi sejak tahun 2005. Dia menegaskan, BPOM saja yang mengetahui. Buktinya masih ada saja peredaran obat terlarang tersebut.

”Kenapa sudah mengetahui, kok masih terjadi. Artinya sosialisasi BPOM tidak jalan,” kata Aditya kepada wartawan usai Rapat kerja komisi IX bersama Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza BPOM RI, Rabu (30/1/2013). Menurutnya, Catinone termasuk golongan satu narkoba. Artinya mempunyai efek seperti psikotropika yang berdampak kalau di konsumsi berlebihan menyebabkan kematian. Namun tidak jelas senyawanya dan belum ada dalam golongan I tersebut. Sehingga perlu dibahas dalam rapat gabungan antara Komisi IX, Komisi III DPR, BNN dan Polri.

“Kita akan bicarakan dalam rapat Gabungan lagi,” tukasnya. Sedangkan Deputi, Pengawasan Produk Terpetik dan Napza Kementerian Kesehatan, Retno Tyas Utama membantah pihaknya lalai.

“Catinone ini bukan hal baru. Karena kita sudah memasukkan molekul intinya ke dalam UU. Mungkin baru terjadi, ketika ada kasus ini,” kilahnya seraya menambahkan sudah diantisipasi sebelumnya. “BPOM sudah membuat pagar supaya bahan yang potenisial untuk ekstasi dan catinone kita batasi peredarannya sejak tahun 2005. Kita bukan kecolongan,” tandasnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional, Inspektur Jenderal Anang Iskandar, mengatakan 17 orang yang digerebek saat pesta narkoba menggunakan narkoba jenis baru. “(Mereka) menggunakan kapsul,” kata Anang di Jakarta Convention Centre, Senin, 28 Januari 2013.

Sejumlah artis, dan politisi dtangkap saat pesta narkoba di rumah Raffi Ahmad. Mereka harus menjalani pemeriksaan laboratorium. Anang mengatakan jajarannya masih meneliti kandungan dari jenis narkoba kapsul tersebut. “(Kapsul) itu dibikin sendiri.”

Anang menjelaskan, penggunaan kapsul itu dilakukan dengan mencampurkannya ke minuman berkarbonasi. “Kapsul dibuka, dimasukkan ke minuman. Lalu mereka bergantian minum,” ujar dia.

Adapun sejumlah artis yang ikut digerebek, Anang belum memastikan mereka menggunakan narkoba. Mereka masih diperiksa oleh petugas.

Categories
Pariwisata Pariwisata Bali

Wisatawan China Lebih Memilih Bali Sebagai Tujuan Wisata Favorit


Manajer umum perusahaan perjalanan wisata Shanghai Qiangsheng International Travel Service Co, Ltd, Tang Shi Guo, mengatakan, Indonesia telah menjadi salah satu destinasi yang populer bagi wisatawan China.

“Indonesia semakin hari menjadi destinasi populer bagi wisatawan asal China, dengan berbagai atraksi dan paket yang semakin menarik seperti diving dan hiking,” kata Tang Shi Guo di Shanghai, Sabtu (26/1/2013).

Tang Shi Guo mengakui hingga kini Bali masih menjadi daya tarik utama wisatawan China ke Indonesia. Namun, sebenarnya banyak tempat lain di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi wisatawan China.

“Ya, Bali memang masih menjadi daya tarik utama. Namun, kami telah banyak pula mempromosikan destinasi lain di Indonesia kepada calon turis kami saat akan berkunjung ke Indonesia,” kata Tang Shi Guo yang sudah beberapa kali ke Indonesia, utamanya Bali.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki banyak destinasi menarik untuk dikunjungi. “Jika semua bisa dikelola dengan lebih baik, apalagi didukung akses yang memadai, infrastruktur yang bagus, maka Indonesia semakin menjadi daerah tujuan wisatawan yang populer,” ujar Tang Shi Guo.

Menurut Tang, selain destinasi yang menarik, Indonesia juga memiliki keramahtamahan penduduknya. Ini menjadi salah satu faktor utama untuk menarik dan membuat turis berlama-lama di suatu destinasi, dalam hal ini Indonesia. “Saya mengalami sendiri keramahan masyarakat Indonesia,” katanya.

China pasar potensial

Direktur Pencitraan Indonesia Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Esthy Reko Astuty mengatakan, China merupakan pasar potensial yang kini sedang serius digarap.

“Pertama kita telah memiliki jalur penerbangan langsung antara Indonesia dan China, seperti Garuda Indonesia yang menerbangi Beijing-Jakarta, Shanghai-Jakarta, dan Guangzhou-Jakarta. Kemarin kita juga ada penerbangan carter dan lainnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kemenparekraf juga terus mendorong daerah-daerah untuk memajukan potensi wisatanya dengan memberikan gambaran tentang pasar yang akan disasar, dan membantu membuat paket promosi sesuai keinginan pasar tersebut.

“Misalnya, kita beri tahu pada daerah-daerah tentang potensi pasar China, apa yang digemari wisatawan China, sehingga mereka bisa membuat paket yang sesuai antara potensi wisata yang dimiliki dengan keinginan turis asal China dimaksud, lalu kita bantu promosinya,” tutur Esthy.

Pada 2013 Indonesia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebesar sembilan juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 900.000 hingga satu juta turis ditargetkan berasal dari China.

Categories
Pencinta Lingkungan

Jokowi Akan Periksa Setiap Rumah Agar Semua Rumah Punya Sumur Resapan Sedalam 20-250 Meter


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam waktu dekat akan melakukan audit terhadap seluruh bangunan di Jakarta. Hal ini ia lakukan untuk menanggulangi banjir yang kerap terjadi di Ibu Kota.

“Semuanya akan kita audit dan kita lakukan setelah banjir. Baik di perumahan, mal, kantor, dan semuanya,” kata Jokowi, seusai meninjau banjir di Luar Batang, Jakarta Utara, Sabtu (26/1/2013).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Jokowi sudah mempersiapkan Pergub yang lebih detail dan konkrit. Salah satu pergub tersebut akan mewajibkan semua bangunan yang didirikan atau bangunan yang sudah jadi, harus memiliki resapan air dengan kedalaman 20-250 meter.

“Pergub tentang Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) akan diperketat bagi bangunan gedung, apartemen, kantor, dan mal. Jadi, setiap ijin bangunan harus dilampirkan juga sumur resapannya berapa meter, detail, komplit, dan sumur resapannya berjarak 100-200 meter. Apa yang di harapkan kalau sumur resapannya cuma 1 meter,” kata Jokowi.

Kepala Dinas Pengawasan dan Penataan Bangunan DKI I Putu Ngurah Indiana membenarkan bahwa dalam waktu dekat akan ada Pergub terkait izin mendirikan bangunan, yaitu terkait sumur resapan. Menurutnyan aturan tersebut sudah ada sejak dalam Sertifikat Layak Fungsi (SLF) ketika dikeluarkan izin mendirikan bangunan.

“Kalau sumur serapan dibuat menjadi setiap 100-200 meter pada setiap bangunan maka jelas sangat efektif untuk menyelesaikan persoalan banjir,” kata Putu.

Saat ini, kata Putu, setiap pengembang juga telah bersedia untuk menjalankan aturan tersebut apabila pergubnya telah dikeluarkan. Menurut Putu, pengembang melihat sumur resapan hingga kedalaman 250 meter juga dapat mencegah banjir di lokasi pengembang.

“Pengembang menyambut baik rencana tersebut jika memang dijalankan. Hanya saja perlu diperhatikan juga bagian atasnya untuk dirapihkan sehingga tidak longsor di kemudian harinya,” tutur Putu.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sangat serius mencari jalan keluar menangani banjir. Setelah mulai memantapkan wacana pembangunan terowongan multifungsi, kali ini ia mulai mematangkan rencana membuat sumur resapan sebanyak mungkin di Ibu Kota.

Dijumpai di Balaikota DKI Jakarta, Jokowi mengaku akan memaksa semua pihak untuk membuat sumur resapan. Tak tanggung-tanggung, paksaan itu akan dituangkan dalam sebuah peraturan gubernur (pergub) yang segera terbit dalam waktu dekat.

“Ini disiapkan pergub yang nanti akan memaksa semuanya. Gedung-gedung, kantor, perumahan, apartemen, semuanya harus ada,” kata Jokowi, Jumat (4/1/2013).

Mantan Wali Kota Solo ini mengungkapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah mengalokasikan dana dalam APBD DKI 2013 untuk menyokong pembuatan sumur resapan ini.

Sumur-sumur resapan yang dimaksud Jokowi bukanlah sumur yang kedalamannya satu atau dua meter, tetapi lebih dari itu. Dalam bayangannya, sumur-sumur itu memiliki kedalaman 150 atau 200 meter sehingga dampaknya langsung terasa, yakni sebagai wadah mengelola air, dan memengaruhi kualitas air Jakarta.

“Pokoknya kita buat pergub baru, dan lagi kita siapkan. Syarat mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB), harus ada jumlah sumur resapannya setiap meter, detail, komplet,” ujarnya.

Salah satu cara paling sederhana mencegah banjir di ibukota saat ini adalah membuat sumur resapan. Secara teoritis, sumur resapan tidak hanya mengurangi risiko banjir, namun juga menjaga cadangan air.

Sampai hari ini, banjir sudah merendam Jakarta selama tiga hari sejak Rabu (16/1/2013) lalu. Meskipun di beberapa titik ibukota kondisi banjir mulai surut, proses evakuasi masih berjalan.

Melalui pernyataannya pada Rabu (16/1/2013) lalu, Gubernur DKI Joko “Jokowi” Widodo mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan anggaran sebesar Rp 250 miliar khusus untuk memasang sumur resapan sebanyak 10 ribu buah. Namun, proses pemenuhan target tersebut terhambat penetapan APBD 2013.

Sebenarnya, sumur resapan dengan skala lebih kecil dapat dibangun sendiri oleh warga di tiap-tiap pekarangan rumahnya. Masuknya air hujan melalui peresapan ini akan menjaga cadangan air tanah. Dengan begitu, hujan tidak hanya “terbuang percuma” dan membuat genangan, namun memberikan keuntungan bagi kehidupan warga.

Namun demikian, pembuatan sumur resapan memiliki standar tertentu, tidak bisa sembarangan. Hal tersebut terdaftar dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-2459-2002 yang merupakan revisi dari standar sebelumnya, SNI 06-2459-1991. Berdasarkan standar ini, syarat sumur resapan air hujan adalah memiliki penampang sumur resapan air hujan berbentuk segi empat atau lingkaran.

Ukuran minimum sisi penampang atau diameter 80 cm dan maksimum 120 cm. Adapun ukuran pipa masuk diameter 110 mm dan ukuran pipa pelimpah diameter 110 mm.

Syarat lain pembuatan sumur tersebut berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam, atau labil. Letak sumur resapan juga harus jauh dari tempat penimbunan sampah, jauh dari septic tank (minimum lima meter diukur dari tepi), dan berjarak setidaknya satu meter dari pondasi bangunan.

Mengenai kedalamannya, penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau dua meter di bawah permukaan air tanah. Sementara kedalaman muka air tanah minimum 1,50 meter pada musim hujan.

Syarat lainnya, struktur tanah harus punya kemampuan menyerap air (permeabilitas tanah) lebih besar atau sama dengan 2,0 cm per jam. Dengan kata lain, genangan air setinggi 2 cm akan terserap habis hanya dalam waktu satu jam.

Untuk membuatnya, Anda dapat meminta bantuan tukang atau pembuat sumur gali berpengalaman. Namun, pastikan Anda ikut memperhatikan persyaratan teknis dan spesifikasi pembuatan sumur seperti berikut ini:

Penutup sumur

Untuk penutup sumur, Anda memiliki tiga pilihan. Pilihan pertama, gunakan pelat beton bertulang dengan tebal 10 cm untuk membuat penutup sumur. Komposisi penutup tersebut: pelat beton 10 cm dicampur dengan satu bagian semen, dua bagian pasir, dan tiga bagian kerikil.

Pilihan kedua, Anda dapat menggunakan pelat beton tidak bertulang dengan tebal 10 cm dengan komposisi yang sama. Namun, penutup ini berbentuk cubung dan tidak diberi beban di atasnya. Terakhir, Anda dapat gunakan ferocement setebal 10 cm.

Dinding sumur

Anda dapat menggunakan beton untuk dinding sumur. Untuk dinding bagian atasnya, Anda bisa memakai batu bata merah, batako, atau campuran dari satu bagian semen, empat bagian pasir, plester dan aci semen.

Pengisi sumur

Untuk pengisi sumur, Anda dapat memilih material berupa batu pecah ukuran 10-20 cm, pecahan bata merah ukuran 5-10 cm, ijuk, serta arang. Susun pecahan-pecahan tersebut dengan komposisi berongga.

Saluran air hujan

Seperti syarat yang sudah dicantumkan dalam SNI, Anda dapat menggunakan pipa PVC berdiameter 110 mm, pipa beton berdiameter 200 mm, dan pipa beton setengah lingkaran berdiameter 200 mm.

Setelah membuat sumur resapan, jangan lupa untuk memeriksa sumur resapan setiap menjelang musim hujan. Rasanya, dengan langkah-langkah sederhana tapi nyata ini, Anda bisa turut menyelamatkan kota Anda!

Categories
Jakarta Banjir Pencinta Lingkungan

Jokowi Akhirnya Melanjutkan Proyek JEDI Karya Fauzi Bowo Untuk Tanggulangi Banjir


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan mempercepat proyek gagasan mantan Gubernur Fauzi Bowo, yakni Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI). Proyek JEDI ini merupakan upaya pengendalian banjir melalui normalisasi dan pengerukan 13 sungai di Jakarta.

“Pokoknya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013 digedok, proyeknya langsung kita mulai,” kata Jokowi, seusai meninjau lokasi banjir Luar Batang, Penjaringan, Jakarta, Sabtu (26/1/2013).

Jokowi mengatakan program tersebut telah diajukan dalam Rancangan APBD 2013 dan telah dijadwalkan disahkan pada 28 Januari 2013 pukul 13.00 WIB. Namun Jokowi enggan menjelaskan lebih lanjut terkait anggaran yang digelontorkan oleh Pemprov DKI terkait realisasi proyek tersebut.

“Mungkin Rp 1 triliun sekian. Pokoknya nanti semua itu untuk menjadi pagar yang lama menjadi pagar baru di sungai dan untuk pengerukan. Kita juga pakai sistem sedot jadi lebih bersih,” kata Jokowi.

Fauzi Bowo telah menggagas proyek itu sejak tahun 2008 untuk menanggulangi banjir. Realisasi proyek JEDI dilakukan secara bertahap dan dibagi dalam tujuh paket pengerjaan. Dari tujuh paket itu, tiga paket dikerjakan Pemprov DKI, dua oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dan dua lainnya oleh Cipta Karya lewat bantuan dana Bank Dunia.

Pengajuan pinjaman ke Bank Dunia sebenarnya sudah sejak tahun 2008 namun karena masalah birokrasi, realisasinya baru tahun 2012 lalu. Tender proyek JEDI pun telah berjalan dengan melibatkan 14 perusahaan termasuk dari Korea, Cina, India, dan Taiwan.

Secara keseluruhan proyek JEDI meliputi 57 kelurahan di 4 wilayah DKI Jakarta, yakni di Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Proyek JEDI ini diharapkan mampu membebaskan pemukiman warga dari banjir.

Secara rinci, proyek JEDI ini juga meliputi daerah kumuh di sepanjang Kanal Banjir Barat (KBB), Pakin, Kali Besar, Jelakeng, Sunter Hulu, Krukut-Cideng dengan populasi penduduk sekitar 173.000 jiwa. Sementara itu, lumpur yang telah dikeruk akan ditiriskan, kemudian dibuang ke kawasan Ancol menggunakan truk kedap air. Sedangkan sampahnya dibuang ke TPA Bantargebang.

Proyek pengendalian banjir melalui normalisasi dan pengerukan 13 sungai di Jakarta atau lebih dikenal dengan Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) diharapkan akan mengurangi tekanan banjir di Jakarta sebesar 30 persen. Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, saat melakukan tinjauan Cengkareng Drain di Jakarta Barat, Senin (2/7/2012).

“Diharapkan melalui proyek ini dapat menekan banjir Jakarta sampai 30 persen, setelah sebelumnya, proyek Banjir Kanal Timur sudah menekan 40 persen banjir Jakarta. Perlahan tapi pasti, proyek ini akan mengurangi banjir di Jakarta,” ujar Foke, sapaan Fauzi Bowo, saat ditemui wartawan di Jakarta, Senin.

Saat ini, proyek JEDI sendiri sudah memasuki tahap tender. Foke mengatakan, penawaran tender proyek JEDI ini bersifat internasional dan sudah ada 14 perusahaan yang telah mengajukan penawaran, delapan di antaranya dari luar negeri, seperti Korea, China, India, dan Taiwan.

Foke menambahkan, proyek ini sangat penting dan pendanaannya antara lain didapatkan dari Bank Dunia. Anggaran yang dianggarkan untuk merealisasi JEDI mencapai 176,1 juta dollar AS yang sebagian besar berasal dari pinjaman dunia. Realisasi proyek JEDI akan dilakukan secara bertahap dan dibagi kedalam tujuh paket pengerjaan. Tiga paket di antaranya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI dengan nilai 100,5 juta dollar AS, dua paket lain oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane dengan nilai 53,2 juta dollar AS, dan dua paket sisanya oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dengan nilai 22,4 juta dollar AS.

Proyek JEDI ini mencakup daerah kumuh di sepanjang Banjir Kanal Barat, Pakin, Kali Besar, Jelakeng, Sunter Hulu, Krukut-Cideng dengan populasi penduduk sekitar 173.000 jiwa. “Kawasan ini nantinya akan dirapikan sehingga menjadi kawasan yang lebih bersih dan layak huni,” kata Foke.

Foke memaparkan, pengerjaan proyek tersebut dilakukan berdasarkan standar ramah lingkungan. Pengerukan lumpur dan sampah akan dilakukan secara terpisah. “Lumpurnya akan ditiriskan ke Ancol dengan truk kedap air dan sampahnya akan dibuang ke Bantar Gebang, Bekasi. Kami juga akan mengawasi secara ketat pengerjaan kontraktor,” kata Foke.

Categories
Jakarta Banjir Pencinta Lingkungan

Jakarta Sudah Masuki Musim Kemarau Panjang Mulai 26 Januari 2013 Karena Rekayasa Cuaca BPPT Untuk Menolak Hujan


Berbagai upaya dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ulutuk meminimalkan bencana banjir di Ibu Kota. Salah satunya, dilakukannya operasi teknologi modifikasi cuaca di atmosfer untuk mendistribusikan curall hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kendati demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap meminta warga agar waspada banjir. Meskipun potensi hujan besar pada 27 Januari diperkirakan kecil, pasang laut masih di level maksimal 1 meter, tanggul di pantai utara Jakarta juga rawan jebol.

Rekayasa cuaca

Operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) ini merupakan kerja sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Pesawat Hercules mulai menebar garam dapur di atas Selat Sunda, Sabtu (26/1/2013) pukul 13.32 hingga 15.40, untuk membuat hujan buatan. Hanya sekitar setengah jam setelah 4 ton garam ditebarkan, hujan lebat di atas Selata Sunda pun terjadi.

“Potensi pembentukan awan hujan terpantau radar BPPT berada di atas Selat Sunda, di sebelah barat Kabupaten Pandeglang. Karena itu, pesawat mengarah ke sana untuk menebarkan garam,” kata Kepala Unit pelaksana Teknis Hujan Buatan BPPT Heru Widodo.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, operasi TMC dilakukan atas perintah Gubernur DKI Jakarta kepada Kepala BNPB, Jumat pekan lalu. BNPB pun segera merespons dan bekerja sama dengan BPPT.

Menurut Heru, Jokowi meminta agar hujan lebat tidak turun di sekitar Puncak dan Jakarta untuk mencegah terjadi banjir di Jakarta.

BPPT kemudian bekerja sama dengan BNPB membuat hujan buatan dan mamsang alat pemecah pembentukan awan hujan.

Rekayasa cuaca ini akan dilakukan selama dua bulan, yaitu 26 Januari-25 Maret 2013, sehingga hujan tidak turun di darat, tetapi langsung di laut. Awan juga direkayasa agar terbentuk di atas laut sehingga hujan pun turun di laut.

TMC ditargetkan akan mampu mengurangi hujan di Jakarta sekitar 30 persen. Dana yang dikeluarkan BNPB mencapai Rp 13 miliar.

Hujan buatan akan dilakukan di pesisir utara Jakarta, di sekitar Selat Sunda, serta di pantai selatan bagian barat Pulau Jawa. Pembuatan hujan ini disesuaikan dengan potensi awan hujan yang terbentuk setiap hari selama musim hujan.

BPPT juga mengoperasikan alat pemecah pembentukan awan hujan. Alat ini dipasang pada menara berketinggian sekitar 50 meter dan sudah dioperasikan lima unit di sekitar Puncak dan 20 unit tersebar di Jakarta. Alat ini bekerja berdasarkan pantauan radar cuaca BPPT.

“Jika terjadi potensi pembentukan awan hujan, awan segera dipecahkan sehingga tidak terjadi hujan,” kata Heru.

Pelaksanaan TMC di Jakarta dilakukan dengan mengerahkan empat pesawat terbang, yaitu 1 Hercules C-130 TNI AU dan 3 pesawat CASA 212-200.

Pesawat Hercules yang bisa mengangkut 5 ton-6 ton garam disiapkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat CASA yang berkapasitas angkut sekitar 1 ton garam disiapkan di Lapangan Pondok Cabe, Tangerang.

“Operasional pesawat tergantung kondisi awan. Jika membutuhkan cukup banyak garam, maka dioperasikan pesawat Hercules,” kata Sutopo.

Penanganan banjir

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir di Jakarta hingga kemarin masih menggenangi sejumlah wilayah di delapan kelurahan. Jumlah pengungsi sebanyak 3.330 jiwa.

Jokowi mengatakan akan mengevaluasi status tanggap darurat bencana banjir yang telah
berlangsung selama 10 hari dan berakhir pada Minggu ini.

Di tempat-tempat yang masih tergenang banjir, Jokowi juga telah memerintahkan agar mobil-mobil pemadam kebakaran menyedot air. Armada pengangkut sampah juga sudah dikerahkan untuk mengangkut sampah sisa banjir.

Penanganan korban banjir masih terkonsentrasi di Jakarta Utara. Jokowi pun berharap pada Minggu ini tidak turun hujan
besar. “Mudah-mudahan tidak ada,” ujarnya saat mengunjungi lokasi banjir di Luar Batang, Jakarta Utara.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, kemarin, kondisi 10 pintu air masih dalam posisi Siaga IV dan 1 pintu air di Pasar Ikan dalam posisi Siaga III dengan
ketinggian air 194 sentimeter. Ketinggian air di Pintu Air Pasar Ikan ini yang memengaruhi banjir di Pluit dan wilayah sekitarnya yang berbatasan dengan laut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi, sepanjang akhir pekan ini cuaca di Jakarta dan sekitarnya juga cukup bersahabat. Hujar diperkirakan tetap mengguyur Jabodetabek dengan intensitas ringan hingga lebat. Namun, sebagian besar kawasan Ibu Kota diperkirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Kawasan Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang adalah daerah yang diperkirakan bakal diguyur hujan lebat, tetapi pada saat tertentu, seperti siang hari.

Call Center 164

Kendati demikian, Eko Hariadi dari Bagian Humas Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir DKI Jakarta meminta warga tetap waspada banjir karena peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tetap bisa terjadi secara sporadis di wilayah Jabodetabek.

“Ada pula prediksi pasang laut yang tinggi pada 27 Januari, karena itu warga harus tetap waspada,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kewaspadaan warga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan layanan informasi cuaca, banjir, dan kebutuhan di pengungsian. Warga bisa menghubungi Call Center Siaga Bencana di nomor 164.

Pengoperasian pompa

Ahli teknik hidro dan pantai dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Nur Yuwono mengingatkan, Pemprov DKI Jakarta juga semestmya memperhatikan kesiapan pengoperasian pompa-pompa pengendali banjir.

Katulampa sebagai acuan ancaman banjir di Jakarta harus diikuti pengoperasian semua pompa pengendali banjir di Jakarta.

“Saat ini air di Katulampa tinggi, semua pompa pengendali banjir di Jakarta termasuk di Waduk Pluit harus dioperasikan. Jangan sampai pompa itu lebih dulu terendam banjir sehingga tidak bisa dioperasikan,” ujarnya.

Sebagai kawasan yang mengalami penurunan muka tanah cukup tinggi dan berada di bawah permukaan air laut, kawasan Pluit sangat membutuhkan sis-tem polder yang baik untuk menjaga kawasan tersebut tetap kering.

Pencegahan dan pengendalian banjir di Jakarta tidak bisa hanya dilakukan di dalam Jakarta saja karena pusat masalah juga berada di luar Jakarta. Untuk pencegahan jangka pendek, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo minta dilakukan rekayasa cuaca agar hujan lebih banyak turun di laut.

Pencegahan banjir, menurut mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Selasa (22/1/2013), di Batam, harus dimulai dari hulu, seperti Bogor, dan area tangkapan air di hulu harus diperbaiki.

Sementara di Jakarta, harus dicari cara untuk memperlancar aliran air di sungai dan saluran air. Saat ini, arus di sungai dan saluran sangat pelan sehingga tidak bisa menahan arus balik saat pasang laut. Apalagi, hilir beberapa sungai lebih rendah daripada permukaan laut. Akibatnya, air akan menggenangi wilayah Jakarta saat pasang naik dan ada tambahan volume air dari Bogor.

Ide pembuatan kanal multifungsi harus dikaji secara menyeluruh. Hal yang harus dijawab adalah di mana dan bagaimana air dari terowongan akan dibuang. ”Terowongan jauh di bawah tanah. Butuh pompa besar untuk menaikkan airnya ke saluran yang lebih tinggi, sementara pasokan listrik saat ini tidak terjamin,” ujar Rachmat.

Harus dipertimbangkan pula cara perawatan agar terowongan tidak buntu oleh sampah. Sejumlah saluran air di Jakarta buntu akibat tumpukan sampah. Selain itu, harus dilihat kapasitas Kanal Timur dan Kanal Barat. ”Tambahan air dari Kanal Timur ke Kanal Barat akan memperbesar aliran di Kanal Barat. Tanggul di Kanal Barat harus diperkuat,” tuturnya.

Restu Gunawan, sejarawan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang juga pemerhati banjir Jakarta dulu hingga kini, mengingatkan agar dalam penanganan banjir Jakarta tak sekadar berupaya mengalirkan air secepatnya ke laut. Kanal-kanal yang dibangun pada masa Belanda sudah terbukti tak sepenuhnya bisa membebaskan Jakarta dari banjir.

Peneliti pada Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Firdaus Ali, mengatakan, dalam mengelola air, khususnya di Jakarta, kondisi alamnya harus dipahami. Menurut dia, Jakarta berada di cekungan, sebagian daerahnya lebih rendah dari laut. Ada intrusi air laut, juga ada penurunan muka tanah yang mencapai 10 sentimeter per tahun. Di beberapa kawasan ada yang sampai 28 sentimeter per tahun.

”Mengatasi banjir, payung besarnya adalah mengelola air. Untuk itu, perlu teknologi ramah lingkungan yang penerapannya justru akan meresapkan air sebanyak-banyaknya ke dalam tanah. Tidak hanya untuk mengurangi banjir, tetapi juga menimbun pasokan air bersih,” kata Firdaus.

Selain pendekatan proyek fisik dalam penanggulangan banjir Jakarta, pemerintah diharapkan juga segera mulai menyiagakan jajarannya dan masyarakat dalam menghadapi banjir.

Hal itu dibenarkan Sekretaris Jenderal Global Rescue Network Amelia Yunita. Menurut dia, sistem peringatan dini harus diperkuat. Selama ini sudah ada data tempat-tempat banjir di Jakarta. Untuk itu, paling tidak di lokasi- lokasi tersebut sistem peringatan dini dipastikan berjalan efektif.

Rekayasa cuaca

Dalam jangka pendek, terutama menghadapi pasang air laut yang diprediksi puncaknya pada 24 Januari, Jokowi telah meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi merekayasa cuaca. ”Kami minta agar hujan didorong ke arah laut supaya tidak turun deras di Jakarta pada hari itu. Bendungan raksasa tidak bisa dibuat dalam satu atau dua hari sehingga rekayasa semacam itu yang kami pilih,” ujar Jokowi.

Dari sisi penanggulangan bencana, Jokowi telah memerintahkan jajarannya untuk mempersiapkan berbagai skenario mengantisipasi bertemunya pasang air laut dan hujan deras.

Di masa mendatang, agar banjir bisa diatasi di kawasan itu, Jokowi mendesak pemerintah pusat segera membuat rumah pompa di Pluit Barat, Pluit Tengah, Pluit Timur, Ancol, dan Marina. Pompa memang bisa dibeli secepatnya, tetapi infrastruktur pendukungnya tidak bisa disiapkan dalam satu-dua hari.

Terkait pembangunan tembok laut raksasa untuk menghadang rob, Jokowi telah meminta pemerintah pusat segera mempercepat proses pembangunannya. Megaproyek itu memerlukan dana hingga ratusan triliun rupiah dan waktu pembangunan hingga lebih dari 10 tahun.

Dalam pertemuan antara gubernur dan jajaran pimpinan DPRD DKI Jakarta, Selasa di Balai Agung, Jokowi mengatakan, fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini adalah penanganan banjir. ”Saya minta agar semua usulan yang berkaitan dengan banjir dipercepat pelaksanaannya. Untuk urusan pusat, saya juga minta dipercepat agar bisa mempercepat proses mengurangi titik-titik banjir di Jakarta,” katanya.

Kepala Bidang Pelaksana Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Direktorat Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Bastari mengatakan, sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Timur siap dibuat tahun ini.

Categories
Jakarta Banjir Sejarah

Sejarah Kawasan Pluit dan Mengapa Dinamakan Pluit


Sejak dahulu Jakarta dikenal sebagai wilayah yang mempunyai banyak situ atau rawa. Di awal 1960-an, rawa berfungsi untuk menampung air hujan dan limpahan air dari daerah Bogor, Puncak, dan Cianjur sehingga dapat menyelamatkan Jakarta dari banjir besar, sekaligus penyuplai air tanah di sekitarnya.

Rawa umumnya, daerah resapan berada di dataran rendah. Secara geologis, seluruh dataran terdiri dari endapan Pleistocene ±50 m di bawah permukaan tanah, terutama dataran Pluit yang berada di bawah permukaan laut.

Nama Pluit berasal dari kata fluitschip yang artinya kapal (layar) panjang berlunas ramping. Dulu Belanda meletakkan sebuah fluitschip bernama Het Whitte Paert, yang sudah tidak laik laut di pantai sebelah timur muara Kali Angke. Tempat ini dijadikan kubu pertahanan dalam menghadapi serangan pasukan Banten. Kubu ini dikenal dengan nama De Fluit. Sekarang kita mengenalnya sebagai kawasan Pluit.

Kawasan Pluit berada di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Jakarta Utara merupakan tempat bermuaranya 13 sungai dan dua kanal. Pluit berada di dataran rendah di bawah permukaan laut berupa dataran rawa. Daerah ini baru berkembang pada zaman Ali Sadikin memimpin Jakarta. Kini kawasan ini dikenal dengan perumahan mewahnya, yang hanya dapat dibeli oleh orang-orang yang benar-benar kaya. Di antaranya kawasan modern Pluit, Pulo Mas dan Pantai Mutiara.

Di daerah utara, Kelurahan Pluit berbatasan dengan Teluk Jakarta; sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Penjaringan, dan Kelurahan Pejagalan; serta di sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Kapuk Muara dan Kelurahan Penjaringan di sebelah selatan.

Kelurahan Pluit mencakup Pluit, Muara Karang, Pantai Mutiara, Waduk Pluit, Kawasan Pergudangan Pluit, dan Pemukiman Nelayan Muara Angke. Perumahan serta mal mewah seperti Pluit Village (sebelumnya Mega Mall), Emporium Pluit, dan Pluit Junction.

Kelurahan Pluit memiliki penduduk sebanyak 16. 173 KK dengan 19 RW dan 232 RT. Luas wilayah kelurahan 7.79 kilometer persegi.

Daerah hamparan rawa yang direklamasi menjadi hamparan beton. Guna menampung air sementara dari aliran sungai sebelum ke laut dibangun Waduk Pluit dengan luas 80 hektare. Waduk ini juga untuk mencegah banjir. Pembangunan waduk selesai pada tahun 1981.

Perjalanan kawasan Pluit:

1960, kawasan Pluit dinyatakan sebagai kawasan tertutup. Kawasan ini direncanakan sebagai polder Pluit dan pekerjaan pengerukan kali melalui Keputusan Peperda Jakarta Raya dan Sekitarnya No 387/ Tahun 1960. Namun, di bawah Otorita Pluit, ada pengembangan Pluit Baru untuk pengembangan perumahan, industri, dan waduk. Adapun daerah Muara Karang, Teluk Gong dan Muara Angke untuk perumahan dan pembangkit listrik, serta kampung nelayan.

1971 – Proyek Pluit terus dilanjutkan dengan perluasan wilayah hingga ke Jelambar dan Pejagalan.

1976 – kawasan Pluit menjadi permukiman moderen dengan tempat rekreasi dan lokasi perindustrian

1981 – selesai pembangunan Waduk Pluit. Terjadi banjir besar di Pluit

1985, 1996, 2002, 2007, 2013 – Banjir besar melanda Pluit

Tercatat penurunan tanah hingga 4.1 meter di satu titik antara Pluit dan Muara Baru dari 1974-2010 sehingga tak heran jika Pluit selalu menjadi langgan banjir besar yang susah surut, baik saat air laut pasang maupun surut.

Categories
Berbudaya Jakarta Banjir Jalan Jakarta Banjir

Belajar Dari Banjir Di Jakarta Karena Rumah Warga Jakarta Tidak Punya Area Resapan Air Hujan (Semua Disemen)


Banjir di wilayah Jakarta yang terjadi sejak Selasa 15 Januari 2013 hingga sekarang telah menimbulkan korban jiwa, kerugian, dan kerusakan pada banyak sektor.

Hingga 23 Januari, korban jiwa tercatat 20 orang meninggal dunia yang disebabkan oleh banjir. Mereka meninggal karena hanyut ke sungai, dan faktor penyebab tidak langsung karena dampak sekunder, seperti kesetrum listrik, sakit karena lanjut usia, kekurangan oksigen karena menghirup gas karbon monoksida dari genset di ruangan tertutup dan sebagainya. Dari 20 orang yang meninggal sebagian besar justru meninggal di lokasi yang jauh dari sungai-sungai yang meluap.

Banjir ini juga mempengaruhi 100.274 KK atau 245.119 jiwa dan mengungsikan puluhan ribu orang. Kendati besar banjir sudah surut, namun masih terdapat 45.954 jiwa mengungsi.

Data terakhir BNPB juga mencatat daerah di sekitar Kecamatan Penjaringan yang meliputi empat kelurahan yaitu Kelurahan Pluit, Kelurahan Penjaringan, Kelurahan Penjagalan, dan Kelurahan Kapuk, masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, ada beberapa titik yang mencapai 2 meter.

Banjir ini disebabkan meluapnya Waduk Pluit, meluapnya Kali Angke Hilir dan hujan yang mengguyur wilayah setempat. Selain itu, jebolnya tanggul Banjir Kanal Barat (BKB) di Jl. Latuharhary menyebabkan banjir menggenangi kawasan sebagian Jl. Sudirman, Bunderan HI, Jl Thamrin dan sekitarnya.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, mengatakan bahwa kerugian materil dan immateril akibat banjir yang menerjang Jakarta mencapai Rp1 triliun.

Ada pelajaran yang baik dari banjir Jakarta yang sudah berulang ulang tapi penyelesaiannya selalu tidak ke penyebab masalah. Faktor hujan memang tidak bisa dihindari karena saat ini memang musim hujan dan bulan Januari dan Februari memang sedang tinggi-tingginya sehingga yang harus diperhatikan bagaimana kondisi tata ruang dan masyarakatnya.

Berdasarkan hasil pengamatan, sedikitnya ada beberapa masalah utama terkait perilaku (buruk) masyarakat, yaitu terjadinya perubahan tata guna lahan di kawasan resapan air di kawasan Puncak G Pangrango, yang awalnya hutan diubah menjadi kawasan terbangun akibatnya air hujan tidak ada yg meresap, tapi semuanya mengalir menjadi air banjir yang akan mengerosi tanah dan mengendapkannya ke sungai sehingga sungai akan dangkal.

Masalah yang lain banyaknya penduduk bermukim di bantaran sungai akibatnya lebar sungai akan menyempit dan akan terus menyempit. Demikian pula dengan masalah perilaku buang sampah sembarangan termasuk membuang sampah ke Kali Ciliwung seperti sampah kasur, sofa, lemari, bantal, stereofoam, plastik, dan sebagainya.

Masalah yang juga pengaruhnya sangat besar adalah pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk sehingga secara otamatis ikut menekan sungai, ikut mengurangi hutan kota, dan terjadi pula peningkatan pengambilan air tanah yang berlebihan dan tidak terkontrol yang mengakibatkan penurunan tanah di beberapa tempat di Jakarta.

Terowongan Sia-sia

Klop, hujan turun tidak ada yang meresap dan langsung mengalir sambil membawa tanah serta diendapkan di sepanjang sungai. Masyarakat bermukim di tepi sungai dan membuat dimensi sungai mengecil serta dipermukaannya ada sampah. Saat hujan besar datang, maka sungai tidak muat lagi sehingga sungai melebihi tanggul dan akan menjebolkan tanggul sehingga banjir akan menyebar kemana-mana.

Yang mengherankan, masyarakat yang berperilaku buruk itu terdiri dari para pejabat sampai masyarakat, dari birokrat sampai masyarakat, dari profesor sampai provokator, dari konglomerat sampai yang melarat, intinya semua level baik yang “educated” maupun yang “uneducated” sama-sama melakukan semuanya dengan sadar.

Yang tak kalah mengherankan lagi, banjir ini sudah berulang kali dan mereka melakukan hal yang sama. Pemerintah Jakarta hanya melakukan tindakan parsial, seperti misalnya melakukan pengerukan sungai dan pembersihan sampah.

Andai kawasan resapan hanya digunakan hutan saja maka erosi dan sedimentasi sungai tidak akan terjadi sehingga (proyek) pengerukan tidak perlu dilakukan. Andai dilakukan edukasi secara sistematik dan termonitor tentang pembuangan sampah maka (proyek) pembersihan sampah tidak perlu dilakukan.

Rencana Gubernur DKI Joko Widodo untuk membangun Terowongan Multiguna akan sia-sia kalau sedimentasi dan perilaku buang sampah masyarakat masih tetap terjadi, bisa jadi muncul masalah baru. Upaya revitalisasi kawasan resapan dan revitalisasi sungai tidak bisa dan tidak mau dilakukan karena semuanya terlibat dan pemerintahnya juga tidak mau melakukan itu.

Ini penting untuk pembelajaran bagi daerah aliran sungai (DAS) besar yg banyak di Indonesia, kalau mereka membiarkan kejadian yang sama seperti Jakarta maka mereka akan bermasalah dengan banjir terus menerus.

Misalnya, Provinsi Jawa Timur mempunyai banyak DAS besar yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan DAS Kali Ciliwung seperti DAS Bengawan Solo, DAS Brantas, DAS Sampean, dan sebagainya.

Bagian hulu (kawasan resapan air) DAS Bengawan Solo, Brantas dan Sampean sudah diubah jadi lahan persawahan dan permukiman, bahkan khusus di hulu Kali Brantas ada tambahan kawasan wisata dengan hotel-hotel dan vila.

Demikian pula di sepanjang sungai, bahkan di dalam tanggul sudah banyak permukiman dan untuk jalan masuk pun mereka menjebol tanggul. Sampai-sampai saat terjadi banjir di Bojonegoro, penduduk yang bermukim di dalam tanggul melarang penutupan pintu air. “Banjir siji banjir kabeh (satu banjir, semua banjir),” kata penduduk yang bermukim di dalam tanggul.

Ketegasan pemerintah dan semua pihak sangat dibutuhkan untuk membuat kebijakan yang bisa diterima semua pihak, sehingga masyarakat yang mengubah kawasan resapan air dan penduduk yang bermukim di bantaran sungai mau mengubah sikapnya. Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah masyarakat tidak membuang sampah di sungai. Semuanya berpulang kepada: apakah mau belajar atau tidak. (*)

————————

*) Penulis adalah Ketua Pusat Studi Kebumian, Bencana dan Perubahan Iklim LPPM ITS Surabaya.

Categories
Kriminalitas

Sumbawa Rusuh Karena Digoyang Isu SARA


Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Timur Pradopo, meminta masyarakat Sumbawa, NTB, tidak mudah terhasut desas-desus berlatar suku, ras, agama dan antar golongan (SARA) yang tidak bertanggung jawab.

Dia tegaskan itu di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, menanggapi kerusuhan di Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, NTB, Selasa siang (22/1).

“Jadi saya minta masyarakat, terutama di wilayah Sumbawa Besar jangan terpancing dengan isu-isu seperti itu,” katanya. Kerusuhan bermula dari sebaran SMS di telefon-telefon genggam warga setempat, bahwa seorang perempuan warga setempat, Arniati, seolah-olah tewas tidak wajar akibat kekerasan seksual.

Arniati diketahui bermalam minggu, Sabtu malam kemarin, dengan seorang polisi setempat yang kebetulan dari etnik pendatang. Dia terlibat kecelakaan lalu-lintas berujung kematiannya. Di sinilah kemudian penyebaran SMS itu bermula, dipicu kemarahan keluarga Arniati, yang tidak terima keterangan bahwa dia tewas karena kecelakaan lalu-lintas.

Sumbawa kemudian rusuh. Penjarahan terjadi di berbagai pusat perbelanjaan, toko, dan hotel-hotel, serta beberapa kantor pelayanan umum. Satu bank pemerintah yang beroperasi di sana bahkan sampai mengungsikan karyawannya yang berasal dari etnik tertentu keluar Pulau Sumbawa menuju Kota Mataram memakai kapal penyeberangan.

Akibat kerusuhan yang melibatkan ratusan orang tersebut, menurut dia, aparat telah mengamankan 90 orang perusuh, dan akan dimintai keterangan. “Kan ada yang merusak penjarahan dan yang ditoko kemudian kita proses sesuai ketentuan hukum,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan yang ia terima pukul 07.00 WIB, kondisi di Sumbawa telah kondusif, dan kegiatan masyarakat telah berjalan dengan normal. 90 orang penduduk setempat diduga menjadi pelaku kerusuhan massa di Kabupaten Sumbawa, NTB. Saat ini mereka telah ditahan dan diperiksa polisi.

“Sebagian besar diduga kuat pelaku kejahatan aksi anarkis ini. Tidak ada korban jiwa dari amuk massa ini,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Boy Amar, di Jakarta, Rabu.

Polisi mengerahkan 1.300 personel didukung 476 personel TNI AD setempat untuk melakukan langkah-langkah penghentian, mencegah konflik yang ada hingga mengembalikan kondusivitas keadaan.

Menurut polisi, penyerangan, perusakan, dan pembakaran rumah di kabupaten itu dilakukan sekitar 200 orang di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, sekitar pukul 13.00 WITA, kemarin.

“Aksi anarkis ini menyebabkan 13 rumah rusak, dua toko, toko-toko swalayan, hotel, dan pasar tradisional di sana,” kata dia. Salah satu hotel yang dirusak massa adalah Hotel Tambora, hotel terbesar di kota itu.

Sejurus amuk massa itu, kantor-kantor tutup, demikian juga bank-bank yang beroperasi di sana sebagaimana pasar. Satu bank pemerintah di sana bahkan mengungsikan pegawainya yang berasal dari etnik tertentu ke luar Pulau Sumbawa menuju Kota Mataram memakai kapal penyeberangan dari Pelabuhan Pototano.

Kekerasan massa itu juga diikuti penjarahan dan pencarian terhadap warga etnik tertentu. Warga yang terancam keamanannya itu lalu diungsikan ke Markas Polres Sumbawa, Komando Distrik Militer setempat, dan beberapa lokasi penampungan lain yang aman. Kompi B Batalion Infantri 742/Satya Wira Yudha yang bermarkas di pinggiran Kota Sumbawa juga dikerahkan untuk mencegah aksi lebih buruk massa yang mengamuk.

Penelusuran polisi menyatakan, amuk massa dipicu kesimpang-siuran kabar tentang perempuan warga setempat yang tewas akibat kecelakaan lalu-lintas. Salah paham berkembang, karena warga terlanjur percaya bahwa perempuan itu tewas dianiaya seorang warga Sumbawa dari etnik pendatang.

“Sebelum dinyatakan tewas, Arniati –perempuan korban tewas itu– bersama pacarnya yang anggota polisi Brigadir Polisi I Gede Eka Swarjana, keluar bermalam minggu, menggunakan sepeda motor dengan cara berboncengan,” katanya.

Sanak-keluarga Arniati curiga dia dibunuh, bukan kecelakaan lalu-lintas. Kecurigaan itu berkembang menjadi amarah saat semakin banyak isu beredar, antara lain menyebutkan visum et reportum menyatakan tanda-tanda kekerasan, yang dikait-kaitkan dengan kekerasan pada alat kelamin perempuan korban itu.

“Sanak-keluarga korban yang didukung warga setempat lain, semakin marah ketika mendapat laporan dari pihak kepolisian, kematian Arniati murni kecelakaan lalu-lintas,” kata Rafli.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, mengatakan konflik di Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, NTB dipicu desas-desus yang disebarkan melalui pesan singkat telefon genggam (SMS) masyarakat setempat.

“Berawal dari kecelakaan biasa antara sepasang kekasih, kebetulan yang pria adalah anggota polisi dan yang perempuan warga sipil. Tetapi kemudian timbul desas-desus yang disebarkan ke masyarakat bahwa seolah-olah meninggalnya tidak wajar,” kata Suyanto di Jakarta, Rabu.

Informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya itu memicu emosi masyarakat hingga melakukan sejumlah tindakan anarkis.

“Itulah yang memicu keributan, tapi kemudian dimanfaatkan orang-orang yang tidak berkepentingan sehingga terjadi penjarahan juga,” tambahnya.

Dia mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai segala bentuk desas-desus yang dengan mudah beredar di tengah kepesatan perkembangan teknologi informasi. “Kalau ada hasutan untuk melakukan tindak kekerasan, jangan direspon,” katanya.

Dia mengatakan bahwa saat ini situasi di Kabupaten Sumbawa sudah kondusif, seperti laporan dari Kapolri yang diterimanya.

Aksi penyerangan bermula dari unjuk rasa yang dilakukan sekira 200 orang di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, pada pukul 13.00 WITA, kemarin.

Pengunjuk rasa didominasi sanak-keluarga dari Arniati, perempuan yang dinyatakan tewas pada Minggu (20/1) akibat kecelakaan lalu-lintas. Keluarga korban meragukan penyebab kematian tersebut karena ditubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Sebelum dinyatakan tewas, Arniati bersama teman prianya, Brigadir Polisi I Gede Eka Suarjana, pergi bermalam mingguan pada Sabtu malam (19/1). Kematian Arniati menjadi eksploitasi, seolah-olah dia tewas dianiaya sedemikian rupa mengarah kekerasan seksual.

Kerusuhan Sumbawa ini menjadikan aktivitas perkantoran, pelayanan umum, bisnis, dan ekonomi setempat sempat lumpuh. Bank-bank yang beroperasi di sana sempat tutup, bahkan satu bank pemerintah di sana mengungsikan karyawannya dari etnik tertentu keluar Pulau Sumbawa menuju Kota Mataram memakai kapal penyeberangan.