Anggota DPR Dari PKS Partai Keadilan Sejahtera Jadi Tersangka Kasus Suap Impor Daging Senilai 40 Milyar


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan anggota DPR dari PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging. Tak lama lagi, presiden PKS itu akan segera dicegah ke luar negeri. “Akan ada pencegahan dalam satu kali 24 jam, LHI iya,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di kantornya, Rabu (30/1/2013).

Luthfi menjadi tersangka dalam kasus impor daging. Diduga, dia melanggar pasal penerimaan suap UU Tipikor.

KPK sudah menangkap orang dekat Luthfi berinisial AF bersama dua pengusaha dari PT Indoguna Utama. Satu orang wanita muda juga ditangkap. Barang bukti Rp 1 miliar sudah disita. Saat dikonfirmasi soal ini, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan akan mengklarifikasi informasi Luthfi menjadi tersangka. Saat ini, PKS masih menggelar rapat di kantor DPP, Jl TB Simatupang, Jaksel.

KPK menangkap lima orang dalam kasus dugaan suap impor daging. Sebanyak empat di antaranya diduga terlibat kasus suap impor daging. Ini pasal-pasal yang menjerat mereka. “JE dan AAE diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 dan juga melanggar sebagaimana yang termuat di UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 KUHP,” kata Jubir KPK, Johan Budi SP, di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013).

Dua pelaku lainnya, AF dan LHI dijerat dengan pasal berbeda. “AF dan LHI diduga melanggar pasal 12 a atau b pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999,” papar Johan. Sedangkan satu orang lainnya, yaitu mahasiswi berinisial M tidak disebut oleh Johan. Mahasiswi ini dibebaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya penangkapan dilakukan KPK di Hotel Le Meridien, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, (29/1) pada pukul 19.00 WIB. Malam tadi, PT Indoguna Utama juga sudah digeledah oleh lembaga ini. Perusahaan itu diduga berhubungan dengan kasus suap yang sedang diusut KPK terkait proyek impor daging.

Saat ditelusuri, PT Indoguna Utama memang bergerak di bidang impor daging. Perusahaan yang berkantor di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, ini berdiri sejak 2009. KPK menyita alat bukti suap dalam kasus impor daging. KPK menangkap JE dan AAE dari PT Indoguna. Keduanya tertangkap tangan memberi suap sejumlah uang kepada AF yang diduga terkait anggota DPR LHI.

“Ditemukan uang Rp 1 miliar dalam bentuk pecahan seratus ribu,” jelas juru bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (30/1/2013). Uang Rp 1 miliar itu ditemukan di jok belakang mobil kursi AF yang dekat dengan LHI. KPK sudah mengamankan barang bukti dan melakukan gelar perkara dalam kasus ini. Informasi yang beredar LHI ini yakni Luthfi Hasan Ishak.

“Ditemukan dua alat bukti yang cukup,” jelas Johan. KPK melakukan penangkapan AF dan seorang wanita M pada Selasa (29/1) malam pukul 20.20 WIB di sebuah hotel di Jakarta. Sedang JE dan AAE diamankan di sebuah rumah di Cakung.

“Penyerahan uang dilakukan di kantor PT IU pada siang hari,” tuturnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memastikan ada pelanggaran pasal yang dilakukan anggota DPR LHI. Dia sudah menjadi tersangka terkait suap impor daging sapi. Juru bicara KPK Johan Budi memastikan, para tersangka adalah AAE dan JE yang memberikan suap. Sementara AF dan anggota DPR LHI sebagai penerima suap. Seorang sumber memastikan, LHI adalah anggota Fraksi PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

“AAE dan JE diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13, kemudian AF dan LHI diduga melanggar pasal 12 A atau B,” kata Johan di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (30/1/2013). Sebelumnya, KPK sudah menangkap AAE dan JE dari PT Indoguna Utama. Uang sebesar Rp 1 miliar yang diserahkan ke seorang yang dekat dengan anggota DPR berinisial LHI, AF.

KPK mengungkap kasus suap daging impor. 4 Orang dijadikan tersangka yakni AAE, JE, A Fathanah, dan anggota DPR Luthfi Hasan Ishak. KPK mendapatkan informasi dari masyarakat akan ada serah terima uang. Tim KPK pun bergerak.

“Serah terima dilakukan oleh pihak yang diduga menerima proyek itu dengan salah satu orang yang dekat dengan anggota DPR,” kata juru bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Berikut kronologi penangkapan itu:

Selasa (29/1)
– Siang Hari
KPK menerima informasi ada serah terima uang terkait proses impor daging. Informasi itu yakni adanya serah terima uang dari Juard Effendi dan Arya Arby Effendi dari PT Indoguna Utama ke orang dekat anggota DPR Luthfi Hasan, Ahmad Fathanah. Suap terkait izin impor daging. Saat ini daging sapi impor memang tengah dibatasi. Suap untuk memuluskan jatah keran daging impor.

Serah terima uang dilakukan di kantor PT Indoguna di Pondok Bambu. Tim KPK melakukan pemantauan di kantor itu, dan ternyata ada serah terima uang dari Juard dan Arya ke Ahmad Fathanah.

– Sore
Usai penyerahan, Ahmad Fathanah dengan membawa uang Rp 1 miliar pecahan seratus ribu bergerak ke Hotel Le Meridien. Di sana sudah menunggu seorang mahasiswi berinisial M berusia 19 tahun. KPK tak merinci apa yang dilakukan kedua orang ini di hotel.

– Pukul 20.20 WIB
KPK mengintai Ahmad dan sang mahasiswi di hotel. Setelah itu, saat keduanya keluar dari hotel, sedang di basement dan berada di mobil, KPK menangkap keduanya. Di jok belakang disita uang Rp 1 miliar. Keduanya langsung dibawa ke KPK.

– Pukul 22.30 WIB
KPK menangkap Juard dan Arya di rumah di kawasan Cakung, Jaktim. Penangkapan terkait suap. Keduanya pun langsung dibawa ke KPK. Ada juga 2 orang lain yang diamankan yakni sopir PT IU dan sopir Ahmad. Sopir itu seperti mahasiswi M hanya saksi.

Rabu (30/1)
– Pagi
KPK melakukan penggeledahan di PT Indoguna dan melakukan penyitaan sejumlah barang. KPK juga memberkan police line di perusahaan itu. Hingga sore KPK melakukan pemantauan di sejumlah lokasi.

– Pukul 20.00 WIB
KPK menetapkan tersangka Juard, Arya, Ahmad, dan Luthfi Hasan. Mereka diduga terlibat dalam kasus suap menyuap.

“JE dan AAE diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 dan juga melanggar sebagaimana yang termuat di UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 KUHP. AF dan LHI diduga melanggar pasal 12 a atau b pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999,” papar Johan.

KPK menemukan uang Rp 1 miliar dalam kasus suap impor daging sapi. Uang itu diamankan dari jok mobil Ahmad Fathanah. Diduga kasus yang menyeret anggota DPR Luthfi Hasan itu bukan hanya Rp 1 miliar. “Rp 1 M itu hanya DP, totalnya uang yang harus disiapkan mencapai Rp 40 M,” jelas penegak hukum yang enggan disebutkan namanya, Rabu (30/1/2013).

Uang itu terkait perizinan impor daging sapi. Saat ini pemerintah tengah memperketat izin daging sapi. Nah, suap ini diduga agar melancarkan dan menambah kuota keran impor. Juru bicara KPK Johan Budi yang dikonfirmasi tak mau berkomentar soal besaran uang ini. Proses pemeriksaan masih dilakukan. Dia juga menjelaskan soal pasal yang dikenakan pada orang-orang yang terlibat. Mereka yang terlibat yakni Juard Effendi dan Arya Arby Effendi, Ahmad Fathanah, dan anggota DPR Luthfu Hasan.

“JE dan AAE diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 dan juga melanggar sebagaimana yang termuat di UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 KUHP. AF dan LHI diduga melanggar pasal 12 a atau b pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999,” papar Johan. Sementara itu, Luthfi Hasan yang dimintai konfirmasi soal kasus ini hanya menjawab diplomatis. “Saya pelajari dulu,” tegas Luthfi di DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jaksel.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditetapkan KPK menjadi tersangka proyek suap impor daging sapi. Luthfi saat ini memimpin rapat tertutup di DPP PKS. Rapat digelar di kantor DPP PKS di Jl TB Simatupang, Jakarta, Rabu (30/1/2013). Rapat dihadiri semua pimpinan DPP PKS.

Rapat dimulai kembali beberapa menit lalu setelah KPK menetapkan Luthfi menjadi tersangka. Sekjen PKS Anis Matta yang melintas menolak memberikan keterangan. Anis menunjuk jari masuk tanda tak mau berkomentar dan langsung masuk ke ruang rapat. Sesekali pintu terbuka terlihat Luthfi Hasan memimpin rapat bersama Ketua FPKS Hidayat Nurwahid. Tak terdengar apa yang dibicarakan.

Kini rapat benar-benar digelar tertutup. Ketua Komisi III DPR dari PKS Almuzammil Yusuz meminta petugas menutup pintu rapat-rapat. Agaknya ada pembicaraan penting. “Tutup-tutup pintunya,” kata Muzammil. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan anggota DPR dari PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging. Tak lama lagi, presiden PKS itu akan segera dicegah ke luar negeri.

Luthfi menjadi tersangka dalam kasus impor daging. Diduga, dia melanggar pasal penerimaan suap UU Tipikor. KPK sudah menangkap orang dekat Luthfi berinisial AF bersama dua pengusaha dari PT Indoguna Utama. Satu orang wanita muda juga ditangkap. Barang bukti Rp 1 miliar sudah disita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s