Pesta Narkoba Di Rumah Raffi Memakai Chatinone Atau Zat Tradisional Bernama Khat


Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan unsur senyawa chatinone (katonin) yang ditemukan dalam penggerebekan pesta narkoba di kediaman artis Raffi Ahmad dampaknya hampir sama jika mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi. “Sebetulnya chatinone itu senyawa intinya, tapi senyawanya turunannya banyak. Senyawa ini bisa menimbulkan efek stimulasi, seperti euforia, menahan nafsu makan, tidak pernah lelah, yang tadinya malu jadi percaya diri (PD) bila menggunakannya,” ujar Deputi bidang Pengawasan produk Terapetik dan Napza BPOM, A Retno Tyas Utami, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Dia mengakui jenis senyawa ini masih baru di Indonesia dan kemungkinan besar didatangkan dari luar negeri, bisa melalui internet atau melalui pergaulan. Khat sudah digunakan selama ribuan tahun sebagai tradisi sosial dalam pergaulan di Arab dan Afrika. Zat ini juga dikenal dengan nama Teh Arab (lihat Wikipedia: Khat)

“Harganya tidak mahal. Harga persisnya saya tidak tahu. Bahannya tidak mahal, lebih mahal heroin,” ujar dia.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar, Aditya Anugerah Moha meminta BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) lebih meningkatkan sosialisasi agar zat narkoba baru seperti Catinone tidak bisa masuk ke Indonesia. Disinggung bahwa BPOM sudah melakukan sosialisasi sejak tahun 2005. Dia menegaskan, BPOM saja yang mengetahui. Buktinya masih ada saja peredaran obat terlarang tersebut.

”Kenapa sudah mengetahui, kok masih terjadi. Artinya sosialisasi BPOM tidak jalan,” kata Aditya kepada wartawan usai Rapat kerja komisi IX bersama Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza BPOM RI, Rabu (30/1/2013). Menurutnya, Catinone termasuk golongan satu narkoba. Artinya mempunyai efek seperti psikotropika yang berdampak kalau di konsumsi berlebihan menyebabkan kematian. Namun tidak jelas senyawanya dan belum ada dalam golongan I tersebut. Sehingga perlu dibahas dalam rapat gabungan antara Komisi IX, Komisi III DPR, BNN dan Polri.

“Kita akan bicarakan dalam rapat Gabungan lagi,” tukasnya. Sedangkan Deputi, Pengawasan Produk Terpetik dan Napza Kementerian Kesehatan, Retno Tyas Utama membantah pihaknya lalai.

“Catinone ini bukan hal baru. Karena kita sudah memasukkan molekul intinya ke dalam UU. Mungkin baru terjadi, ketika ada kasus ini,” kilahnya seraya menambahkan sudah diantisipasi sebelumnya. “BPOM sudah membuat pagar supaya bahan yang potenisial untuk ekstasi dan catinone kita batasi peredarannya sejak tahun 2005. Kita bukan kecolongan,” tandasnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional, Inspektur Jenderal Anang Iskandar, mengatakan 17 orang yang digerebek saat pesta narkoba menggunakan narkoba jenis baru. “(Mereka) menggunakan kapsul,” kata Anang di Jakarta Convention Centre, Senin, 28 Januari 2013.

Sejumlah artis, dan politisi dtangkap saat pesta narkoba di rumah Raffi Ahmad. Mereka harus menjalani pemeriksaan laboratorium. Anang mengatakan jajarannya masih meneliti kandungan dari jenis narkoba kapsul tersebut. “(Kapsul) itu dibikin sendiri.”

Anang menjelaskan, penggunaan kapsul itu dilakukan dengan mencampurkannya ke minuman berkarbonasi. “Kapsul dibuka, dimasukkan ke minuman. Lalu mereka bergantian minum,” ujar dia.

Adapun sejumlah artis yang ikut digerebek, Anang belum memastikan mereka menggunakan narkoba. Mereka masih diperiksa oleh petugas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s