Monthly Archives: June 2013

Jubir FPI Munarman Siram Sosiolog Universitas Indonesia Tamrin Tomagola Karena Kalah Berdebat Di TVOne


Sosiolog dari Universitas Indonesia, Thamrin Tamagola, disiram air oleh juru bicara Front Pembela Islam, Munarman, saat menjadi pembicara dalam dialog Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One. Thamrin mengaku tak akan memenuhi pemintaan pihak TV One jika tahu pembicara yang akan disandingkan dengannya adalah Munarman.

“Kalau tahu dipanel dengan Munarman, saya tak akan datang,” katanya saat dihubungi, Jumat, 28 Juni 2013. Menurut Thamrin, pihak TV One mengundangnya tanpa memberi tahu pembicara yang akan dihadirkan bersamanya. Padahal biasanya mereka menginfokan hal itu sebelumnya. Thamrin yang tak tahu siapa rekan pembicaranya datang ke Wisma Nusantara untuk memenuhi undangan itu. Sesampainya di sana, dia melihat Munarman. Thamrin yang mengetahui rekam jejak Munarman merasa ragu.

Menurut dia, Munarman sering kali menggunakan kekerasan saat tak terima dengan pendapat pihak lain, bukan menjelaskannya dengan argumen yang nalar. “Saya melihat dia sudah duduk di kursi, langkah saya tertahan,” ujarnya.

Thamrin, yang sempat ragu, kembali melanjutkan langkahnya lantaran disapa kru TV One. Dia lalu menghampiri Munarman dan menyalaminya. “Saya sapa dia, tanya soal pencalegannya,” katanya. Menurut dia, tak ada tanda-tanda Munarman akan melakukan kekerasan. Baru saat mereka masing-masing beropini soal sikap polisi yang akan men-sweeping organisasi masyarakat, Munarman mulai terlihat marah.

Dia lalu menyiram Thamrin yang berpendapat bahwa pemberian penghargaan World Statesman Award dari organisasi spiritual berbasis di New York, Appeal of Conscience Foundation, kepada Presiden SBY semestinya menjadi momen bagi negara untuk memperbaiki perlindungan terhadap masyarakat. Munarman tak terima dengan pendapat ini.

Sosiolog Universitas Indonesia, Thamrin Tamagola, disiram air oleh juru bicara Front Pembela Islam, Munarman, saat menjadi pembicara dalam dialog Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One. Thamrin mengatakan kejadian itu berlangsung justru saat dia menguatkan opini Munarman. “Saya sedang menguatkan perkataan Munarman,” katanya saat dihubungi, Jumat, 28 Juni 2013.

Thamrin menjelaskan, dia diundang untuk menjadi pembicara oleh pihak TV One bersama Munarman pada Jumat, 28 Juni 2013. Mereka membahas soal tindakan tegas kepolisian kepada organisasi masyarakat yang melakukan sweeping saat Ramadan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, juga turut menjadi pembicara melalui telepon.

Menurut Thamrin, Munarman mengatakan organisasinya melakukan sweeping saat bulan puasa lantaran polisi tak melakukannya. Menurut dia, negara tak hadir untuk menegakkan hukum negara maupun hukum agama. Thamrin yang kemudian dimintai komentarnya oleh pembawa acara menguatkan opini soal ketidakhadiran negara tersebut. Menurut dia, pemberian penghargaan World Statesman Award dari organisasi spiritual berbasis di New York, Appeal of Conscience Foundation, kepada Presiden SBY semestinya menjadi momen bagi negara untuk memperbaiki perlindungan terhadap masyarakat.

Munarman tak terima dengan pendapat ini. Dia justru menyerang Thamrin dengan menyiramkan segelas air. Thamrin yang mendapat perlakuan tersebut hanya terdiam. “Saya tak bereaksi, saya juga tak menyapunya dengan sapu tangan, saya biarkan,” katanya.

Sosiolog asal UI Tamrin Tomagola terkejut saat diskusi santai dalam acara talkshow Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One tiba-tiba disiram air oleh rekan bicara juru bicara FPI Munarman. Tamrin melalui akun twitternya menyatakan tak akan melayani. “Biarkan publik yang menilai dan memberi hukuman sosial yang setimpal. Saya tidak mau melayani preman,” kata Tamrin melalui akun twitternya @tamrintomagola, Jumat (28/6/2013).

Insiden itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB saat acara diskusi yang membahas pelarangan sweeping tempat hiburan malam. Semula diskusi berlangsung tenang dan saling berargumen. Namun Munarman terpancing emosinya saat saling sanggah dengan Tamrin. Byurr!! tiba-tiba Munarman yang mengenakan kemeja putih menyiramkan air putih yang ada di atas meja ke wajah Tamrin. Sontak saja ulah jubir FPI itu mengejutkan sang sosiolog. Sementara dua presenter TV One yang memandu acara live itu, berusaha merelai.

Sosiolog asal UI Tamrin Tomagola terkejut saat diskusi santai dalam acara talkshow Apa Kabar Indonesia Pagi di Tv One, disiram air oleh rekan bicara juru bicara FPI Munarman. Ini foto saat insiden itu terjadi. Insiden itu sempat terekam dalam foto yang diunggah oleh pemilik akun twitter @rulyfie. Foto itu tampak jelas saat Munarman menyiramkan air dalam gelas ke wajah Thamrin Tamagola. Thamrin yang mengenakan baju batik itu terlihat sangat terkejut saat disiram air dari gelas oleh Munarman yang mengenakan kemeja putih. Dia hendak mengelak namun air dari gelas itu terlanjut tumpah mengenai kepalanya.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB saat acara diskusi Apa Kabar Indonesia Pagi di Tv One membahas pelarangan sweeping tempat hiburan malam. Semula diskusi berlangsung tenang dan saling berargumen, namun Munarman terpancing emosinya saat saling sanggah dengan Thamrin. Saat insiden itu terjadi, dua orang presenter Tv One yang memandu acara berusaha merelai. Tapi baju sang sosiolog sudah tampak basah.

TVOne memastikan air yang disiram jubir FPI Munarman ke sosiolog UI Tamrin Amal Tomagola adalah teh manis. Bukan air putih. “Teh manis tapi sudah dingin,” kata Manajer Presenter TVOne, Indy Rahmawati, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (28/6/2013). Dalam tayangan yang disiarkan langsung oleh TVOne itu, Munarman menyiram Tamrin dengan gelas berwarna putih. Air di dalamnya langsung menyiram wajah sang sosiolog. Sebagian baju Tamrin pun basah.

Presenter acara tersebut, Arief Fadhil dan Winny Charita langsung melerai keduanya yang tampak emosi. Mereka sempat saling tunjuk. Menanggapi aksi ini, Tamrin menyebut apa yang dilakukan Munarman sebagai tingkah preman. Belum ada informasi lebih lanjut tentang apa yang terjadi usai acara. Insiden penyiraman oleh jubir FPI Munarman ke sosiolog UI Tamrin Amal Tomagola cukup mengagetkan. Acara yang sempat disiarkan langsung itu pun langsung diakhiri dan diganti ke topik lain.

“Setelah kejadian, langsung diakhiri, pindah ke topik lain yang live dari Makassar,” kata Manajer Presenter TVOne, Indy Rahmawati, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (28/6/2013). Dari tayangan video yang beredar di situs jejaring sosial YouTube, memang acara itu langsung dipotong iklan. Dua presenter Arief Fadhil dan Winny Charita tampak berusaha melerai kedua narasumber itu.

“Kita closing dulu,” kata Arief sambil melambaikan tangannya. Setelah iklan beberapa menit, lalu tayangan diganti dengan kabar berita dari Makassar dan lokasi lainnya. Insiden itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB saat acara diskusi Apa Kabar Indonesia Pagi di studio TvOne, Wisma Nusantara, Jakarta Pusat. Temanya membahas pelarangan sweeping tempat hiburan malam. Selain Tamrin dan Munarman, ada juga Karopenmas Mabes Polri Boy Rafli Amar.

Jubir FPI Munarman melakukan tindakan tidak terpuji saat sedang berdiskusi di sebuah program yang ditayangkan TV One. Munarman menyiram air putih sosiolog asal Universitas Indonesia Tamrin Tomagola. Dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi, Jumat (28/6/2013) yang sedang membahas tentang pembatasan jam malam tempat hiburan di Jakarta, Munarman terlihat mengenakan kemeja batik putih lengan pendek. Sedangkan Thamrin mengenakan batik cokelat lengan pendek.

Tentunya peristiwa ini membuat dunia maya gempar. Sejumlah pengguna Twitter bahkan tokoh masyarakat pun mengecam bahkan menyindir sikap Munarman yang tidak terpuji ini. Salah satu user Twitter, ‏@chris_aan mengecam tindakan Munarman ini. “Munarman Fpi nyiram air ke narasumber lain,di acara live show..pekok banget! Wong gendeng.. Ra waras!” ujar Tweet ‏@chris_aan.

Insiden penyiraman sosiolog Tamrin Tomagola oleh jubir FPI Munarman terekam dalam video dan disiarkan langsung. Ini video detik-detik saat kejadian. Dari video berdurasi 17 detik yang diupload di YouTube, Jumat (28/6/2013) itu terlihat Munarman emosi saat diskusi tengah berlangsung. Tamrin yang disiram pun tak mau meladeni aksi tersebut. Dia menyebut apa yang dilakukan Munarman sebagai tingkah preman.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB saat acara diskusi Apa Kabar Indonesia Pagi di TvOne membahas pelarangan sweeping tempat hiburan malam. Semula diskusi berlangsung tenang dan saling berargumen, namun Munarman terpancing emosinya saat saling sanggah dengan Tamrin. Saat insiden itu terjadi, dua orang presenter TvOne yang memandu acara berusaha merelai. Tapi baju sang sosiolog sudah tampak basah. Sebetulnya ada beberapa video lain yang muncul di situs jejaring sosial dan menayangkan aksi tersebut. Namun ini yang paling singkat:

Jokowi Naikan Tarif Angkutan Umum Sebesar 50 Persen Dari Usulan Organda Sebedar 30 Persen


Warga ibukota dan sekitarnya bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk membayar ongkos angkutan umum. Hal ini setelah Pemprov DKI menetapkan kenaikan tarif angkutan umum, termasuk Transjakarta, sebagai dampak penaikan harga BBM. Tak tangung-tanggung, Gubernur Jokowi menaikkan ongkos bus kota hingga 50 persen.

Tingginya persentase kenaikan tarif ini kontan mengundang reaksi masyarakat. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai tarif baru itu sangat keterlaluan. “Kenaikan tarif sebesar itu mencerminkan hanya suara operator angkutan saja yang didengar, sementara suara masyarakat tidak,” kata Sudaryatmo, ketua pengurus YLKI, kemarin.

Bila suara masyarakat didengar, ia mengungkapkan, kenaikan tidak akan sebesar itu. Karena ada pertimbangan daya beli masyarakat.

RAPAT BERSAMA ORGANDA KENAIKAN ANGKUTAN UMUM
Gubernur Jokowi kemarin mengeluarkan keputusan kenaikan tarif angkutan umum di DKI setelah menggelar rapat bersama Organda DKI Jakarta dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), di Balaikota).
Kenaikan tarif angkutan umum bervariasi mulai dari Rp500 hingga Rp1.500.
Angka yang disepakati :

  1. Bus kecil atau angkot dari Rp2.500 menjadi Rp3.000 (naik 20%)
  2. Bus sedang (metromini/kopaja/dsb dari semula Rp2.000
  3. menjadi Rp3000 (naik 50%).
  4. Bus besar reguler dari Rp2.000 menjadi Rp3.000 (naik 50%)
  5. Bus Transjakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 (naik 42%).

Tarif baru ini akan diserahkan kepada DPRD DKI Jakarta hari ini, Rabu (26/6), untuk mendapatkan persetujuan. Organda DKI sebelumnya mengusulkan kenaikan tarif sebesar 30 persen.

NON EKONOMI
Sementara itu tarif angkutan non ekonomi seperti Patas AC, dan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway kenaikannya akan diserahkan kepada mekanisme pasar. Artinya pengusaha angkutan ini harus memiliki perhitungan sendiri.
”Jika kemahalan kan gak ada juga masyarakat yang mau naik. Jadi mereka harus punya hitung-hitungannya sendiri,” ujar Jokowi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, mengatakan selama masih dalam proses pembahasan di DPRD pihaknya akan terus merazia angkutan yang menaikkan tarif sepihak. Ini dibuktikan dengan razia besar-besaran di terminal. Dari Terminal Kalideres, petugas menindak 20 sopir angkutan umum yang menaikkan tarif sepihak.

Razia juga dilakukan di Pasar Minggu. Razia yang dipimpin Kasie Penertiban Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, Anggiat Banjar Nahor, sempat mendapat protes pengemudi angkutan. “Kenapa saya ditilang, wajar dong tarifnya saya naikkan Rp1.000/penumpang,” cetus Rosyad, sopir angkot jurusan Pasar Minggu.

TANGERANG 26 PERSEN
Di Tangerang, kebijakan menaikkan tarif juga dilakukan pemerintah kota setempat dengan rata-rata kenaikan 26 persen. Tarif baru ini berlaku untuk 21 lintasan trayek angkot di Tangerang. Misalnya, T 01 Terminal Poris Plawad – Terminal Comone – Jatake, T.02 Terminal Poris Plawad – Terminal Cimone – Perumnas I, dan T.03 Terminal Poris Plawad – Pasar Baru – Cadas, ketiganya semula sekali jalan Rp4.350 naik menjadi Rp5.500.

Lalu, T.04 Terminal Poris Plawad – Sewan – Selapajang, T.05 Terminal Poris Plawad – Kebon Besar – Duta Garden, T.06 Terminal Poris Plawad – Kebon Besar – Pajang, T.07 Terminal Poris Plawad – Cikokol – Pasar Anyar, kesemuanya semula Rp 3.100 naik menjadi Rp 4.000. Lintasan 13 angkot lainnya pun mengalami kenaikan rata-rata 26 persen. Ivan Y, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, mengatakan keputusan kenaikan tarif angkot ini berdasar musyawarah pihaknya dengan jajaran Organda Kota Tangerang.

LALU LINTAS LEBIH LENGANG SETELAH KENAIKAN TARIF ANGKOT
Sementara itu dari pantauan, pasca diumumkannya kenaikkan harga BBM pada Jumat (21/6) lalu, kondisi arus lalu lintas di Jakarta tampak lebih lengang. Setidaknya untuk dua hari terkahir yakni Senin (24/6) dan Selasa (25/6).

Ruas jalan yang biasanya dipadati kendaraan tampak lengang. Seperti ruas jalan protokol Jalan MH Thamrin dan Jenderal Sudirman. Penggunaan kendaraan pribadi oleh warga relatif berkurang. “Ya sekarang mikir ulang kalo mau bawa mobil ke kantor. Dengan harga BBM yang saat ini Rp6.500 tentunya sangat memberatkan,” ujar Daniel, salah satu warga yang memilih naik angnkutan umum ke kantornya.

Penanaman Modal Pariwisata di Bali Mencapai 22 Triliun Rupiah


SEGELINTIR pelaku pariwisata di Bali menilai sektor wisata ”Pulau Dewata” mulai jenuh, terutama wilayah selatan. Tingkat hunian hotel pun tak lagi merata karena hanya sekitar 60 yang memiliki persentase keterisian sesuai kapasitas. Sekitar 30 persen penginapan justru kesulitan mencapai target.

Padahal, rata-rata kunjungan wisatawan asing melalui Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, tercatat 5.000 orang per hari. Jumlah kamar hotel di ”Pulau Dewata” tercatat sekitar 50.000 kamar. Kendati berdasarkan tingkat keterisian penginapan mengalami penurunan, di sisi investasi, Bali tetap memikat hati pemodal asing dan dalam negeri.

Berdasarkan catatan Badan Penanaman Modal (BPM) Bali, realisasi investasi pada 2012 sebesar Rp 13,5 triliun. Realisasi ini naik dari tahun 2010 yang tercatat Rp 5,3 triliun. Angka realisasi tersebut, sumber pananaman modal seimbang dari modal dalam negeri dan asing. Ya, sejak tiga tahun terakhir, modal dalam negeri mulai menyamai penanam modal asal asing.

Hanya saja sektor tersier lebih mendominasi ketimbang sektor primer. Sektor tersier yang mencolok adalah perdagangan dan reparasi, hotel, serta restoran. Sementara setahun terakhir, transportasi, gudang, dan komunikasi ikut mewarnai penanaman modal, terutama dari pemilik modal nasional.

Wisatawan mengunjungi lokasi wisata Pura Ulu Watu, Bali, Selasa (1/1/2011). Berdasar data Dinas Pariwisata Bali, hingga Agustus 2011 jumlah wisatawan yang berkunjung di Bali mencapai 1.8 juta wisatawan. Menurut Laporan Bank Indonesia periode Desember 2012, pembangunan transportasi, seperti jalan di atas perairan dan perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai, ikut mendongkrak investasi swasta tersebut. Hal itu bersamaan dengan pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, pendirian hotel, dan restoran, yang juga tak kenal henti.

Pertumbuhan ekonomi Bali selama lima tahun terakhir naik dari 4,5 persen pada 2008 menjadi 6,6 persen pada 2012. Inflasi pun tercatat dari 9,6 persen pada 2008 dan mampu ditekan 4,7 persen pada 2012.

Pilihan favorit
Kendati demikian, angka investasi dan pertumbuhan ekonomi Bali tak merata dirasakan semua wilayah di sembilan kabupaten/kota. Bali selatan yang terdiri dari Denpasar, Badung, Tabanan, dan Gianyar, masih menjadi pilihan favorit investasi pemodal lokal ataupun asing. Buktinya, kontribusi Produk Domestik Regional Bruto Bali tahun 2012 tercatat sebesar 67,22 persen.

Bagaimana dengan Bali utara, timur, dan barat? Bali timur, yakni Klungkung, Bangli, dan Karangasem, mendapatkan 15,11 persen. Bali utara (Buleleng) dan barat (Jembrana), masing-masing memperoleh sekitar 11,74 persen dan 5,94 persen.

Kepala Bidang Pengkajian BPM Provinsi Bali, Suta Astawa mengakui, penyebaran investasi memang tidak merata. Bali selatan tetap menjadi pilihan favorit calon penanam modal asing ataupun dalam negeri.

Sejumlah jukung warga mengantarkan wisatawan menuju tengah laut melalui kawasan Lovina, Pantai Binaria, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (2/6/2013), sekitar pukul 05.00 Wita. Mereka mencari lumba-lumba yang setiap pagi berenang. Aktivitas tersebut menjadi wisata lumba-lumba andalan warga yang membuat populer kawasan.
Suta menjelaskan, pihaknya terus menawarkan dan mengarahkan calon investor untuk melirik dan berminat menanamkan modalnya di Bali utara, timur, hingga barat. Namun, menurut Suta, calon investor kurang tertarik dan cenderung pesimistis bisa berkembang selain di Bali selatan.

”Kami terus meyakinkan calon investor agar mempertimbangkan adanya kejenuhan investasi di Bali selatan. Kenyataannya, pariwisata memang masih menjadi daya tarik dan Bali selatan merupakan lokasi menarik,” kata Suta.

Ia menambahkan, salah satu alasan kuat investor menolak berpindah dari Bali selatan adalah persoalan infrastruktur. Ia mengakui jalan menuju Bali utara, misalnya, sudah baik, tetapi perlu pelebaran. Kemacetan menjadi alasan pemilik modal di sektor pariwisata tetap memilih membangun di Bali selatan. Apalagi Ngurah Rai berada di Badung. Perjalanan menuju Buleleng yang biasanya tiga jam, jika macet karena salah satu jalur padat pengiriman dan kedatangan barang dari Pulau Jawa, menjadi empat jam.

”Kami tetap berupaya dan berniat memeratakan investasi di seluruh wilayah Bali. Hanya masih sulit menggiring investasi agar menggarap sektor pertanian,” ujar Suta. Keluhan soal infrastruktur juga diutarakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bali Pandudiana Kuhn.

Menurut dia, pariwisata tetap belum ada matinya di dunia investasi. Bali selatan merupakan tempat yang cocok untuk berkembang. Jadi, pengusaha bersedia tak lagi hanya melirik Bali selatan dengan syarat pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bersepakat untuk tegas.

”Kami bersedia menaati, asal pemerintah tegas. Bayangkan, pembangunan di mana-mana, tetapi belum diiringi ketegasan soal penataan yang baik. Mau investasi di pertanian, ya, susah. Lahan sudah sempit,” katanya. Tahun 2013, target investasi diperkirakan Rp 22 triliun dengan harapan inflasi dan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,8 persen. Artinya, seluruh wilayah di ”Pulau Dewata” terbuka untuk investasi sehingga pertumbuhan pun bisa dinikmati bersama.

Ribuan Warga Jakarta Spontan Teriak Jokowi Presiden Saat Sambut Jokowi Di HUT Jakarta


Sambutan warga DKI Jakarta terhadap Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama sangat antusias ketika kedua tokoh fenomenal itu tiba di Bundaran Hotel Indonesia Sabtu (22/6/2013) sekitar pukul 22.00 WIB. Jokowi dan Basuki yang berjalan kaki dari Tugu Monumen Nasional itu tak ayal langsung “diserbu” warga Jakarta.

Dari pantauan Kompas.com, warga sebelumnya tak mengira akan kedatangan Jokowi dan Basuki memasuki Bundaran HI. Warga yang berkumpul di Bundaran HI masih menikmati suasana malam puncak perayaan HUT ke-486 DKI Jakarta dengan menyaksikan pertunjukan musik dari beberapa panggung di lokasi.

Namun, ketika rombongan Jokowi dan Basuki yang dikawal petugas pengawal, anggota kepolisian, TNI, Satpol PP, dan petugas Dishub memecah kerumunan dan melintasi lokasi, warga menjadi penasaran. Setelah warga mengetahui kedatangan dua pemimpin Jakarta itu barulah mereka datang mengerubuti untuk sekadar melihat atau bersalaman dengan Jokowi dan Basuki.

“Ada Pak Jokowi, hidup Pak Jokowi!,” teriak beberapa warga, Sabtu malam. Warga lalu berlari mendekati Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Sembari berjalan, Jokowi bersama Basuki terus mendapat pengawalan dari petugas.

Jokowi sempat berhenti dan bertemu Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono. Setelah itu rombongan kembali berjalan tanpa berhenti. Suasana warga yang berdesakkan pun tidak dapat dihindari. Pasalnya, sejumlah warga ada yang nekat menerobos kerumunan petugas jaga untuk bersalaman dengan Gubernur dan Wakilnya. Tak ayal hal ini membuat para pengawal sempat kewalahan mengatasi “serbuan” warga.

Petugas berusaha agar Jokowi dan Basuki tidak tertahan dengan memecah kerumunan warga. Meski tampak lelah, baik Jokowi atau Basuki tetap menebar senyum kepada warga. Keduanya terlihat bermandi keringat. Beberapa orang terlihat menembus pengawalan petugas untuk masuk bersalaman dengan Jokowi ataupun Basuki. Keduanya pun menyambut antusias warga dengan menyalami balik sembari melempar senyum.

Tidak hanya petugas pengawal yang berdesak-desakan dengan warga, awak media yang setia “menempel” Jokowi dan Basuki pun tak luput dari desak-desakan. Jokowi dan Basuki tidak sempat “mampir” berlama-lama atau memberikan sambutan di Bundaran HI. Keduanya langsung menuju mobil Toyota Innova berwarna hitam dengan nomor polisi B 1124 BH yang telah menanti untuk menjemput.

Beberapa orang terus meneriaki nama Jokowi sebagai presiden Republik Indonesia sebelum mantan Wali Kota Surakarta itu masuk ke mobil. “Hidup Jokowi! Jokowi jadi presiden!” teriak warga itu.

Sebelum memasuki mobil yang telah menunggu, Jokowi sempat berdiri lebih tinggi dari posisinya dan melihat ke arah warga dan memberikan lambaian. Setelahnya, ia bersama Basuki memasuki mobil, dan mobil pun langsung berangkat meninggalkan kerumunan orang. Banyak warga dengan gumamannya terkesan dengan kehadiran Jokowi-Basuki.

Kasus Perceraian Indonesia Meningkat, Indramayu Rekor Tinggi


Kasus perceraian yang divonis majelis hakim Pengadilan Agama Indramayu dinilai tertinggi se-Indonesia. Dalam setahun jumlah pasangan suammi-istri yang bercerai alias kandas membina rumah tangga mencapai 8 ribu hingga 9 ribu pasangan.
Tingginya angka perceraian itu kata Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu Ilham Abdullah menempatkan Kabupaten Indramayu menduduki peringkat 1 se=Indonesia. Peringkat 2 dan 3 diraih Kabupaten Malang dan Banyuwangi. Dan peringkat 4 disandang PA Surabaya.

Ilham mengemuakan, tingginya perkara perceraian yang disidang di PA Indramayu bukan disebabkan karena kesadaran masyarakat terhadap hukum meningkat, tapi karena masih ada sebagian masyarakat yang beranggapan gonta ganti suami atau istri itu sebagai sesuatu yang biasa. Pernikahan sudah tidak dianggap sebagai sesuatu yang sakral dalam kehidupan masyarakat. Pada gilirannya mengganti suami atau istri sebagai sesuatu yang biasa.

Untuk menekan angka perceraian PA Indramayu bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama melaksanakan sosialisasi ke masyarakat desa tentang pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga sehingga mudah mudahan ke depan angka perceraian di Indramayu bisa lebih ditekan sekecil mungkin. Perceraian atau perpisahan di Indonesia tergolong paling tinggi. Pada tahun 2009 perceraian mencapai 250 ribu kasus. Angka tersebut meningkat dari tahun 2008 sebanyak 200 ribu kasus.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI tahun 2010, dari dua juta orang yang menikah setiap tahun di Indonesia, ada 285.184 pasangan suami istri yang berakhir dengan perceraian. Artinya 10 persen rumah tangga berakhir dengan perpisahan menyakitkan. Ketua Yayasan Rumah Amalia, Agus Syafi’i mengakui, tren perceraian di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Ironisnya, dengan peningkatan kasus perceraian hanya akan membuat semakin bertambahnya anak yang menjadi korban keluarga tidak harmonis.

”Perceraian disebabkan berbagai faktor. Mulai dari selingkuh, ketidakharmonisan, ekonomi morat marit bahkan persoalan sepele. Tapi yang jadi korban justru anak-anak,” katanya di sela outbond anak-anak yatim piatu, korban perpisahan dan pengenalan global warming di Godong Ijo Garden, Sawangan, Depok, Minggu (5/2). Agus Syafi’i mengatakan, sejak Rumah Amalia yang didirikan lima tahun lalu, telah banyak membina dan merangkul anak-anak korban keluarga tidak harmonis, bermasalah, perpisahan dan dan anak yatim piatu.

”Tahun lalu anak asuh kami hanya sekitar 50an anak. Sekarang menjadi 80 anak. Mereka yang berada di sini adalah korban orangtua bermasalah dan perceraian. Selebihnya anak-anak yatim atau tidak punya orang tua. Mereka ada yang diantarkan saudaranya, tetangganya atau ibunya yang tidak sanggup mengasuh,” kata Agus. Agus merasa prihatin, perceraian banyak terjadi di kalangan menengah ke bawah. Kasus anak korban perceraian, lanjutnya, hanya akan mengganggu psikologis anak. “Orangtua tidak sadar bahwa anak merasa kehilangan harapan saat orangtuanya berpisah,” cetusnya.

Dari pengalamannya mengasuh anak-anak tersebut, dia mengakui, justru anak-anak korban perceraian lebih sulit dibina dibandingkabn anak-anak yatim piatu atau kehilangan orangtua. “Anak-anak korbsn perpisahan merasa kehilangan harapan,” katanya. Bahkan lanjut dia, anak secara tidak sadar akan keluar keringat dingin ketika bertemu lawan jenis, psikologis akan terganggu, bisa berkepribadian ganda. ”Saat ini perceraian sudah dianggap bukan hal yang sakral bagi pasangan, sehingga perceraian sudah menjadi hal biasa,” katanya. Ia berharap pemerintah ikut peduli dengan berkampanye bahwa perceraian itu hanya akan membawa korban kepada anak-anak.

Tren perceraian di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama pada 2010, dari 2 juta orang nikah setiap tahun se-Indonesia, ada 285.184 perkara berakhir dengan perceraian per tahun. “Penyebab perceraian banyak hal, mulai dari selingkuh, ketidak harmonisan, sampai karena persoalan ekonomi. Faktor ekonomi menjadi penyebab terbanyak dan yang unik adalah 70 persen yang mengajukan cerai adalah istri, dengan alasan suami tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” ucap mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Prof Dr Meutia Hatta di Jakarta, Selasa.

Menurut Meutia, komunikasi merupakan kunci utama dalam menjalin hubungan erat pasangan. Dalam sebuah keluarga, komunikasi menjadi sangat penting untuk menjaga keharmonisan. Dengan diluncurkan gerakan sosial Romantic Hour pada Mei lalu, Meutia menyepakati upaya membina keluarga sangat penting guna meningkatkan kualitas komunikasi dalam keluarga.

“Sebagian besar suami istri di Indonesia sibuk dengan karirnya, sehingga kesempatan untuk saling berkomunikasi, padahal komunikasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas romantisme dalam keluarga. Gerakan sosial Romantic Hour harus selalu dilakukan oleh keluarga Indonesia agar menjadi kebiasaan yang baik,” tutur Meuthia Hatta.
Gerakan sosial Romantic Hour sudah dicanangkan sejak Mei lalu. Ia mengajak pasutri meningkatkan komunikasi dengan menyisihkan waktu satu jam tanpa gadget, membangun komunikasi yang lebih berkualitas di rumah. “Ini demi memperkuat ketahanan rumah tangga dan keluarga,” katanya, Selasa. Dalam rangka memperingati Hari Keluarga 2012 setiap tanggal 29 Juni, SariWangi kembali mengajak keluarga Indonesia menyisihkan satu jam setiap harinya untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan keharmonisan antar anggota keluarga.

Ia menilai, komunikasi bagi mereka yang sudah lama menikah sangat penting agar satu sama lain tidak merasa asing dan jauh. Bahkan lanjutnya, setiap pasangan itu memiliki kesetaraan gender agar dapat saling menghormati dan menghargai.
Jangan sampai dengan kemajuan teknologi, munculnya bermacam-macam gadget justru menganggu komunikasi dalam keluarga. Interaksi suami istri perlu dijaga agar rumah tangga berjalan dengan baik. Merencanakan masa depan, satu jam saja sudah sangat berguna,” tuturnya.

Fiona Anjani Foebe, Marketing Manager Beverages PT Unilever Indonesia mengatakan sesuai dengan kampanye SariWangi tahun ini, “Nikmatnya SariWangi, Hangatkan Malammu!” gerakan Romantic Hour yang dilaksanakan pada 12 Mei 2012 lalu merupakan ajakan terhadap pasangan suami istri untuk menyingkirkan gadget, berhenti flirting lewat gadget selama satu jam dan memiliki komunikasi berkualitas bersama pasangan. “Gerakan ini diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam upaya mengurangi angka perceraian yang meningkat setiap tahunnya,” kata Fiona.

Kasus perceraian di Kota Bekasi, Jawa Barat terus meningkat setiap tahunnya. Selama 2012 ini, sebanyak 77 akta cerai sudah diterbitkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi. Akta cerai yang diterbitkan tersebut terdiri dari akta perceraian umum 49 kasus dan istimewa 28 kasus.

Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Mochamad Kosim, menjelaskan, perceraian umum adalah kasus yang segera didaftarkan untuk memperoleh akte, setelah putusan cerai dikeluarkan pengadilan. Sedangkan istimewa adalah, bila kasus tidak segera didaftarkan untuk memperoleh waktu. Waktu tenggat biasanya dalam hitungan tahun. Pada tahun 2010 telah tercatat 196 kasus perceraian. Tahun 2011 jumlah tersebut semakin meningkat menjadi 212 kasus. Namun, tahun 2012 sampai akhir Mei, tercatat sebanyak 35 kasus yang sedang dalam proses.

Humas Pengadilan Agama Kota Bekasi Ismet Ilyas, mengatakan mayoritas yang mengajukan perceraian adalah pasangan muda atau usia produktif antara 23-40 tahun. Pemicunya beragam, namun kebayakan disebabkan karena perselingkuhan. Biasanya usia perkawinan di bawah lima tahun. “Selain perselingkuhan, masalah ekonomi juga banyak. Rata-rata istri mengajukan gugatan cerai karena tidak diberikan nafkah selama berumah tangga. Biasanya karena suaminya tidak bekerja,” kata dia.
Untuk itu, pihak PA Kota Bekasi juga tidak serta merta menjatuhkan vonis perceraian pada pasangan yang mengajukan. Paling tidak, lanjut Ismet, sedapat mungkin disatukan kembali melalui mediasi. “Jadi memang terkesan untuk mengurus perceraian memang dipersulit, tapi itu semua demi kebaikan sebuah keluarga,” tegasnya

Gratifikasi Seks Makin Marak … KPK Berharap Swasta Jangan Berikan Suap Seks


Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, menyatakan bahwa saat ini gratifikasi seks semakin masif terjadi. “Gratifikasi seks ini, tidak bisa dipungkiri, mulai massif,” kata Bambang di kantornya, Jumat, 21 Juni 2013.

Bambang berujar, gratifikasi seks tersebut akan dibahas secara khusus dalam kegiatan workshop perkuatan integritas kemitraan di sektor publik dan swasta serta kegiatan pertemuan lembaga-lembaga Anti-Corruption and Transparancy di Medan pada awal Juli 2013. Kegiatan ini akan dihadiri puluhan lembaga antikorupsi di seluruh dunia serta seratusan pimpinan perusahaan di Tanah Air.

“Poin utamanya, dibangun kesepakatan agar tidak melakukan suap. Intinya kami menggugah peran swasta dalam memberantas korupsi,” kata Wakil Ketua KPK lainnya, Adnan Pandu Praja, di tempat yang sama.

Adanya dugaan gratifikasi seks ini mengemuka dalam kasus suap pengurusan impor daging sapi di Kementerian Pertanian pada 2012 yang melibatkan petinggi partai PKS. Tersangka suap, Ahmad Fathanah, mengaku sedang berasyik-masyuk saat ditangkap penyidik KPK di Hotel Le Meridien pada 29 Januari 2013 lalu. Fathanah mengakui menyewa kamar khusus untuk berduaan dengan Maharani Suciyono, mahasiswi yang ikut diciduk bersamanya.

“Saya menyewa satu kamar dengan nomor 1740 untuk indehoy bersama-sama,” katanya seperti tertulis dalam dokumen yang diperoleh Tempo. “Saat itu kemudian pintu kamar saya diketuk oleh petugas dan setelah saya buka, saya ditangkap oleh petugas KPK.”

Di persidangan, Maharani mengiyakannya ketika memberi kesaksian untuk dua terdakwa suap, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendy. Kasus ini telah menjerat empat tersangka. Satu tersangka lainnya adalah Maria Elizabeth Liman, Direktur Utama PT Indoguna Utama–importir daging sapi.

Maharani Suciyono, saksi kasus suap penambahan kuota impor daging, membenarkan pernyataan jaksa penuntut umum tentang ajakan tersangka Ahmad Fathanah untuk berhubungan intim sebelum penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Hotel Le Meridien Jakarta pada 29 Januari 2013 terjadi.

“Ya,” jawab Maharani singkat dalam kesaksiannya pada sidang pemeriksaan saksi bagi terdakwa Juard Effendi dan Arya Abdi Effendy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, 17 Mei 2013.

Pada sidang tersebut dihadirkan pula dua saksi lain yang merupakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, yaitu Amir Arif dan Dian Andi. Menurut saksi Amir Arif, Fathanah dan Maharani ditangkap di Hotel Le Meridien Jakarta di kamar 1740 setelah keduanya bertemu di restoran hotel yang berada di lantai dasar.

Menurut saksi Amir, tim penyidik KPK mencokok Fathanah saat Fathanah dan Maharani sudah berada di dalam kamar. Amir mengatakan Fathanah membukakan pintu saat penyidik datang dan Fathanah berusaha mengulur waktu sambil hanya membuka sedikit pintu. “Nanti dulu, nanti dulu,” kata saksi Amir menirukan ucapan Fathanah.

Saksi Amir mengatakan Fathanah dan Maharani digiring ke lantai dasar hotel setelah keduanya selesai berpakaian. Kemudian penyidik menyita uang tunai pecahan Rp 100 ribu yang terbagi dalam bungkusan plastik hitam dan kardus putih di mobil Toyota Land Cruiser Prado milik Fathanah. Uang tersebut, menurut Amir, berjumlah Rp 990 juta saat dihitung oleh penyidik di gedung KPK.

Sedangkan dari Maharani disita uang senilai Rp 10 juta. Saksi Amir mengatakan tidak mengetahui jika uang yang disita dari Maharani termasuk ke dalam jumlah Rp 1 miliar yang sebelumnya diterima Fathanah dari terdakwa Juard dan Arya.

Setelah Fathanah dicokok, penyidik juga menangkap Juard dan Arya selaku Direktur Indoguna keesokan harinya. Selain Maharani, Amir, dan Andi, Menteri Pertanian Suswono dan Fathanah juga dijadwalkan hadir dalam sidang pemeriksaan saksi ini.

Hewan Mati Diragunan Dikubur Malam Malam Dikandang dan Sebagian Dibakar Diam Diam


Kematian sejumlah satwa langka di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) diduga sengaja ditutup-tutupi oleh pihak pengelola. Disinyalir, hewan yang mati dikuburkan pada tengah malam. Informasi soal kematian dan penguburan hewan peliharaan TMR pada tengah malam diungkapkan oleh Budi, salah seorang pedagang yang berjualan di kawasan TMR. “Sebagian binatang ini dikuburnya di dalam areal kandangnya masing-masing. Kalau yang kecil dibakar di tempat pembakaran sampah di sebelah,” kata dia, saat ditemui di sekitar TMR, Rabu (19/6/2013).

Menurut Budi, satwa langka yang pernah dilihatnya mati dan dikubur di tengah malam adalah jerapah dan kuda nil. Hal itu terjadi pada akhir Mei 2013. Budi mengungkapkan, pihak pengelola sempat memberikan peringatan kepada pedagang untuk tutup mulut. Hal itu dilakukan tentu saja agar kematian satwa di Ragunan tidak tersebar. “Kami dilarang bercerita banyak dengan para pengunjung. Bisa jadi mereka malu kalau hewan-hewan itu mati karena kelaparan dan kurang gizi, mungkin ya,” ujar Budi.

Belum ada konfirmasi soal kabar terbaru ini. Sebelumnya, Jumat (14/6/2013), sempat berupaya menemui Kepala Pengelola TMR. Namun, saat itu salah satu staf di bagian informasi mengatakan bahwa pimpinan mereka sedang mengikuti rapat di Balaikota. Mengenai ancaman dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk mengganti Kepala Pengelola TMR, Budi mengaku baru mengetahuinya. “Jadi mau diganti ya, ya mudah-mudahan nanti Ragunan jadi bagus,” harapnya.

Untuk diketahui, Basuki sempat mengatakan bahwa TMR salah kelola. Padahal, subsidi yang diberikan setiap tahun untuk TMR cukup besar, yakni mencapai Rp 40 miliar. Basuki menilai, TMR yang berdiri di atas lahan seluas 120 hektar itu seharusnya dapat menampung dan merawat hewan-hewan lebih banyak. Namun faktanya, kata Basuki, justru hewan tak terawat dan popularitas TMR kalah dibanding Taman Safari dan kebun binatang yang berada di Singapura.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuding Kebun Binatang Ragunan tidak dikelola secara baik. Menurut Basuki, pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih jauh lebih baik. “Bayangkan saja di tengah kota, dengan tanah 120 hektar, berarti sangat istimewa Ragunan itu. Tapi, dikelolanya tidak benar dan kalah sama Kebun Binatang Surabaya,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (13/6/2013).

Saat wartawan bertanya terkait jumlah hewan di Ragunan yang telah mati, Basuki belum mendapatkan laporannya. Namun, menurut mantan Bupati Belitung Timur itu, hal tersebut merupakan hal yang tak wajar. Sebab, Pemprov DKI telah memberikan subsidi kepada Kebun Binatang Ragunan sebesar Rp 40 miliar dan fasilitas pendukung lainnya. Pria yang akrab disapa Ahok itu justru mengungkapkan kalau Taman Impian Jaya Ancol berencana memperluas wisata edukasi hingga Kebun Binatang Ragunan. Kebun Binatang Ragunan akan dibuat seatraktif Taman Safari.

“Kita malah berpikir untuk bekerja sama dengan Ancol dan Taman Safari Bogor untuk Safari Night. Kita sedang pikirkan itu,” kata Basuki. Selain itu, Ancol juga akan membangun pantai publik di Marunda. Pantai ini diharapkan menjadi sarana hiburan yang juga mengajarkan warga untuk mencintai lingkungan. Kendati demikian, Basuki mengaku belum mengetahui kapan program ini dapat diimplementasikan.