Kota Tegal Habis Diguyur Dengan Hujan Es


Hujan deras disertai butiran es mengguyur Kota Tegal, Minggu siang, 14 Juli 2013. Sejumlah warga di dua kecamatan berbeda mengaku kaget dengan fenomena alam yang jarang terjadi di pantai utara (pantura) Jawa Tengah. “Awalnya tidak percaya juga,” Agus Reza, 40 tahun, warga Jalan Kates, Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat.

Agus mengatakan, hujan deras mengguyur sejak pukul 13.30 WIB hingga 14.00 WIB. Sedangkan hujan yang disertai jatuhnya butiran es hanya berlangsung sekitar sepuluh menit. “Benturan es ke genteng rumah terdengar nyaring. Butiran esnya banyak, tapi lekas mencair.” Selain Agus, sebagian tetangganya juga mengaku menyaksikan butiran es tersebut.

Warga lain di Jalan Kates, Zubaedah, mengaku sempat mengumpulkan butiran-butiran es yang jatuh dari langit itu. “Tidak semuanya bulat. Ada yang pipih dan panjang.” Perempuan 51 tahun itu menambahkan, keponakannya yang bermain air hujan juga mengaku kepalanya sakit karena butiran es yang bertubi-tubi.

Tasirah Hartati, 60 tahun, warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, juga mengaku menyaksikan butiran-butiran es yang turun bersama hujan deras. “Besarnya rata-rata seukuran kelereng.” Menurut Tasirah, hujan es itu berlangsung sekitar 15 menit. “Cukup lama. Dari dalam rumah, suaranya terdengar keras karena membentur genteng.”

Dihubungi melalui telepon, Yunibar, 32 tahun, warga Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, mengaku sangat terkejut karena baru sekali ini merasakan hujan es. “Tadi mobil saya serasa dilempari kerikil dari langit,” ujar Yunibar yang saat itu sedang melintas di Jalan Ahmad Yanio, tepatnya di depan Pasar Pagi Kota Tegal.

Prakirawan Stasiun Meteorologi di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tegal, Laylya Isnaini, menerangkan hujan es berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (CB) yang dekat dengan permukaan bumi. “Bisa juga dari multi sel awan dan pertumbuhannya secara vertikal. Kejadiannya singkat, hanya berkisar antara tiga, lima, sampai sepuluh menit.”

Laylya menambahkan, hujan es itu juga hujan es sangat jarang terjadi dan biasanya hanya bersifat lokal alias tidak merata. Saat ini, kondisi cuaca di Pantura pada umumnya berawan-hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada siang hingga malam hari. Angin bertiup dari Timur Laut – Selatan dengan kecepatan 5-30 kilometer/jam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s