Monthly Archives: August 2013

Pembuat Senjata Rakitan Di Lubuklinggau Ditangkap Polisi … Para Pembelinya Masih Diburu


Jajaran Polres Kota Lubuklinggau, Sumsel, terus mengembangkan penyelidikan dan membidik pembeli senjata api rakitan buatan setempat.

“Kami sudah mengantongi nama-nama pembeli senjata rakitan, namun masih kesulitan menemukan barang buktinya,” kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Dover Cristian melalui Kasat Reskrim AKP Karimun Jaya, Senin.

Ia mengatakan, senjata api rakitan yang dibuat salah seorang pengrajin Doni (36) pada salah satu bengkel di Kota Lubuklinggau, digerbek Kamis (22/8) malam yang diduga kuat sudah beredar, namun peredarannya masih dalam proses penyelidikan.

Saat ini pihaknya masih menetapkan satu orang tersangka yaitu Hambali (28) warga Kecamatan Rawas Ilir, sedangkan Agus (17) warga Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I saat ini masih diperiksa sebagai saksi.

Keduanya ditangkap di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat dilakukan penggrebekan pada salah satu Bengkel di Jalan Bukit Sulap, Kelurahan Jawa Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Bengkel milik Pan (61) kesehariannya bergerak dibidang pembuatan teralis ini, diduga dijadikan tempat pembuatan senjata api (Senpi) rakitan.

Dari tempat kejadian perkara (TKP) polisi mengamankan barang bukti belasan Senpi rakitan laras panjang dan pendek berbagai jenis, selain itu polisi juga mengamankan Doni (35) anak Pan selaku pengelola bengkel.

“Kami terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi serta tersangka mengenai sejauh mana tersangka terlibat dalam pembuatan dan melakukan peredaran Senpi tersebut. Saya yakin bahwa tersangka mempunyai jaringan lain,” ujarnya.

Saat dilakukan penggeledahan polisi menemukan satu buah kamar berukuran dua kali tiga meter dalam keadaan terkunci dan disamping kiri kanan pintu terdapat CCTV.

Setelah pintu dibuka polisi menemukan lima pucuk Senpi, peralatan pembauatan senjata, amunisi, laptop untuk mengawasi tamu yang datang, mesin kompresor, angkup penjepit besi, serta satu bong alat hisap shabu-shabu, jelasnya.

Database Lengkap Para Pengusaha Indonesia Untuk Keperluan Marketing


Menjamurnya situs atau blog penjualan database di internet karena kelonggaran peraturan dan belum diketahuinya larangan oleh pelaku. Alasan utama pelaku berani menjual database di internet karena tujuan membantu bukan untuk menipu.

Seperti diungkapkan salah seorang perintis usaha ini, NA, dengan situs yang khusus dibikinnya untuk menjual database. Detikcom berpura-pura meneleponnya sebagai pembeli untuk mengetahui sepak terjang NA. Pria yang berdomisili di Jepara, Jawa Tengah, ini melakukan penjualan database di internet sudah tiga tahun terakhir.

Di tengah perbincangan, ia mengaku tidak tahu sama sekali kalau memang ada peraturan khusus yang melarang penjualan data privasi karena bersifat rahasia. “Aku malahan belum tahu sih aturannya. Belum ketemu juga mesti bagaimana peraturannya, aku juga enggak tahu. Sekarang saja sudah bejibun di internet,” kata NA saat dikonfirmasi detikcom, Kamis pekan lalu.

Selama menjalankan bisnis ini, ia mengaku peminatnya cukup banyak. Hal ini dilihat banyak pembeli yang mencari database kontak untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). NA juga mengaku punya pelanggan dari berbagai kalangan seperti orang asuransi, partai politik, sampai staf pejabat.

Untuk sumber kontak di Jabodetabek atau luarnya, ia mendapatkan dari berbagai relasinya. NA mengklaim menjamin untuk data kontak kelas atas memiliki data lengkap mencakup nama, alamat, dan nomor ponsel.

Menurutnya, ia memperoleh data dari relasinya di perusahaan asuransi hingga event organizer yang sering menyelenggarakan acara berbagai seminar komunitas pengusaha. Adapun data nasabah diperoleh dari relasinya yang punya link kuat di perbankan. Saat ini, ia mengaku ada 90 ribu data nasabah kartu kredit yang sebagian besar ada di Jabodetabek.

Soal harga kontak Jabodetabek kelas atas, NA menjamin murah dengan garansi 100 persen. “Seribu nama Rp 100 ribu saja. Satu nomor harga Rp 100 sampai Rp 1000. Kenapa murah, karena Jabodetabek banyak data dan banyak yang cari. Saya di internet sudah tiga tahun. Insya Allah amanah. Garansi, saya ganti kalau tidak ada yang bisa,” ujarnya.

Sementara, NA juga punya 1 juta lebih database masyarakat umum di berbagai daerah. Namun, 60 persen tidak ada nama dan hanya nomor ponsel saja. Meski demikian, peminat nomor ini juga banyak di antaranya orang partai politik untuk kepentingan Pilkada.

Begitu juga para staf pejabat yang memesan daftar database masyarakat umum ini untuk kampanye program-program tertentu. “Ini Rp 1 per nomor. Kenapa harganya murah karena tanpa nama,” katanya menjelaskan.

Lanjutnya, dalam transaksi pembayaran, biasanya pelanggan NA melakukan transfer ke rekening. Bila uang sudah ditransfer, database akan segera dikirim ke alamat e-mail pemesan dalam waktu 30 menit setelah informasi uang sudah ditransfer. “Yang gampang-gampang saja via transfer,” ujarnya.

“Halo selamat siang, dengan Ibu Githa? Ibu saya mau verifikasi data, ini ibu mengajukan kartu kredit. Kebetulan kita lagi promo, kalau mengajukan sekarang bisa langsung diaproval,” suara seorang wanita itu mengagetkan Githa, 31 tahun.

Penulis lepas yang tinggal di Bekasi itu mengernyitkan kening tanda bingung dengan panggilan telepon tersebut tiga tahun lalu. “Ha? Sejak kapan, gua enggak punya rekening di bank itu, saya enggak mau mbak!” kata ibu satu anak ini sedikit meninggi saat menceritakan ulang kejadian itu kepada detikcom, Jumat (23/8) lalu.

Dia ingat tak pernah membuka rekening atau menjadi nasabah di salah satu bank swasta tersebut. Tapi sebelumnya Githa mengaku pernah mendaftar di salah satu penyedia asuransi pendidikan, meski akhirnya ia batalkan.

Dia pun menduga data yang didapat tenaga penjual bank swasta itu berasal dari data yang sempat ia berikan saat daftar asuransi. Karena itu ia tak lagi bertanya kepada si wanita di ujung telepon. “Kalau ditanyakan (darimana dia tahu data tentang kita) pasti dia akan jawab dari temannya dan kita enggak tahu siapa temannya jadi ya percuma,” kata Githa.

Githa sadar data yang sudah sempat ia berikan saat pernah mengajukan kartu kredit dan asuransi bakal sulit dijaga keamanannya. Pasalnya dari pengalamannya kerja di sebuah bank swasta, ia tahu bagaimana sistem peredaran data antartenaga pemasaran.

“Setahu gue memang marketing itu nakal-nakal, kan tenaga marketing itu berasal dari berbagai macam background dan bukan karyawan tetap, kadang yang kerja di bank A juga kerja di bank B. Jadi data customer bisa dimasukkan di bank A, kalau ditolak, ya sudah ditawarkan ke bank B,” ujar Githa membeberkan. “Jadi ada semacam jual beli data oleh oknum marketingnya, itu sudah sudah lama, sudah busuk.”

Adanya klausul bahwa bank menjamin keamanan data nasabah, menurut Githa, hanya sebatas data transaksi dan berlaku untuk tabungan. Adapun untuk kredit, keamanan database nasabah tidak terjamin. “Ada teman gua yang sudah senior di marketing dia bilang ‘kalau kita sudah pernah sekali saja memasukan data pribadi kita di kartu kredit pasti (data itu) akan ke mana-mana’,” kata dia.

Githa hanya salah satu contoh dari sekian banyak orang yang mengalami hal serupa.
Di Bekasi, Meir Situmorang, 27 tahun, pun tak kalah direpotkan dengan panggilan-panggilan di nomor telepon pribadinya. Karyawati di sebuah perusahaan elektronik di Jakarta ini tiga bulan lalu terkejut saat ada panggilan dari orang yang mengaku kerja di sebuah bank swasta dan menawarkan aplikasi kartu kredit.

Sambil memanggil namanya, si penelepon berusaha membujuk Meir dengan rupa-rupa rayuan. “Dia bilang ‘selamat Anda terpilih untuk bisa memenangkan 1 set lock and lock dengan apply kartu kredit’. Katanya kartunya enggak digunain juga gak apa-apa, gak ada biaya, bahkan mau dianterin ke rumah,” ungkap Meir kepada detikcom, Kamis (22/8) lalu.

Tawaran-tawaran semacam itu terus berdatangan sekali dalam dua hari sehingga dirasanya sangat mengganggu. Meir pun tak habis pikir dari mana si penelepon mendapat datanya. Ia sangat yakin tak pernah memberikan data pribadi ke bank tersebut.
“Aku tanya mereka tahu dari mana, jawabnya cuma dapat data saja, aku bilang ‘wah kalian kerja sama jual data ya’ terus mereka ada yang ngaku bilang ‘iya, dikasih dari bank lain’,” tuturnya kesal.

*****

Panggilan telepon dari para tenaga pemasaran yang mencoba mendekati Maringan Harianja, 25 tahun, rupanya sangat sering hingga membuatnya kesal. Menurutnya, setelah datanya tersebar seusai membuat aplikasi kartu kredit di sebuah bank, banyak penelepon yang menawarkan aneka rupa produk mulai dari asuransi hingga kartu kredit tambahan.

Pengalaman tersebut juga dirasakan oleh empat teman sekantor Maringan sesama pegawai negeri sipil di Pemerintah Daerah Binjai, Sumatera Utara, yang sama-sama mengajukan kartu kredit. “Lucunya kami bisa berbarengan ditelepon. Mereka juga agresif, kalau ditolak halus dengan “sore aja ya’, mereka pasti hubungi lagi sorenya,” kata Maringan ketika bercerita kepada detikcom, Kamis (22/8) lalu.

“Pernah juga ada teman kantor yang beralasan sedang rapat, besoknya ditolak lagi dengan alasan yang sama, eh yang nelepon itu nyindir bilang ‘hebat juga Bapak ya, tiap hari rapat mulu’,” ungkap Maringan melanjutkan.

Awalnya ia pun sering mengangkat telepon dan menolak tawaran dengan halus. Tapi jika jengkel, ia menandai nomor para penelepon dan memilih me-rejectnya tanpa basa-basi. “Biasanya kelihatan tuh mereka pakai nomor dengan kode di awal 022 XXXXX atau pakai nomor ponsel, di mana nomor ponselnya banyak nomor kembarnya seperti 08XXX9666XXX. Ya sudah, kalau udah nomor mencurigakan kayak gitu, langsung reject,” tuturnya.

Sementara Githa ogah perang urat syaraf atau menghabiskan energi dengan marah pada si penelepon yang tak pernah bosan menghubunginya. “Dulu untuk menghindar biar enggak ditelepon lagi ya gua bohong dan kasih data palsu. Pas dia verifikasi, gua bilang saja ‘wah alamatnya sudah ganti, kerjanya juga’, pokoknya gua bikin keder,” ungkapnya.

Sayangnya, telepon itu tak kunjung berhenti meski ia sudah kasih data dan alamat palsu. Saking kesal karena terlalu sering menerima telepon yang menawarkan kartu kredit, Githa akhirnya memilih membuang kartu telepon selular lamanya. “Akhirnya aku ganti kartu saja.”

Memegang tiga jenis brosur dan pulpen, wajah Nur Aini, 21 tahun, penuh harap menggaet calon nasabah yang bersedia membuat kartu kredit untuk salah satu bank swasta. Namun, hari itu memang sepi karena sejak pagi dirinya baru dapat satu pengunjung mal yang mau bikin kartu kredit.

Bertempat di dekat Atrium India, Mal Artha Gading, Jakarta Utara, Aini bersama lima rekannya berlomba mencari pengunjung mal yang baru turun dari eskalator. Sejumlah nasabah yang hadir bersama keluarganya untuk sekadar jalan-jalan juga tidak lepas dari incaran penawarannya.

Dia mengeluarkan jurus rayuan hingga tawaran hadiah boneka gantungan kunci kepada yang bersedia. Tapi, sebagian besar pengunjung mengacuhkan. Kadang, tidak mempedulikan kehadiran Aini dan teman-temannya sama sekali. “Sepi Bang sampai jam 4 sore. Baru berdua aja yang dapat. Itu juga satu-satu,” kata Aini mengungkapkan ketika ditemui detikcom, Jumat pekan lalu.

Aini mengaku mendapat tugas dari atasannya, koordinator area Jakarta Utara, ditempatkan di Mal Artha Gading selama tiga hari. Ia menceritakan tugasnya tidaklah mudah karena setiap sales ada target sehari harus mendapatkan delapan nasabah kartu kredit.

Bila dapat delapan nasabah dalam sehari, bonus siap menanti dengan fee sekitar Rp 350 ribu. Adapun kalau hitungan satu nasabah mendapatkan fee Rp 40 ribu. “Susah bisa dapat delapan, target bikin stres. Sehari dapat empat aja udah syukur. Itu juga udah ditawarin macam-macam hadiah,” ujar perempuan yang baru setahun menggeluti sales kartu kredit ini.

Dalam kerjanya, Aini juga tidak menampik kalau ia pernah menyebarkan satu data nama ke beberapa teman sales dan atasannya. Tapi, itu berdasarkan instruksi teman-teman yang lebih senior. Ia hanya mengetahui kalau data itu sudah dikumpulkan dan banyak, akan dicarikan “link” yang membutuhkan.

Biasanya hal ini dilakukan kalau sepi fee dari pembuat kartu kredit. “Kalau sudah laku, biasanya kita-kita yang kasih data dapat uang jajan makan bakso lah. Dipakai buat apa, saya kurang ngerti,” ujarnya.

Namun, untuk sekarang, kebiasaan itu sudah berkurang karena kerap mendapat peringatan langsung dari perusahaan outsourcing maupun bank bersangkutan. Menurut Aini, berbeda dengan setahun lalu yang masih longgar karena sesama teman sales kartu kredit bisa saling menukar data nasabah.

Bahkan, kata Aini meneruskan, seorang temannya lima bulan lalu pernah menjual daftar nama baru kepada marketing surat kabar untuk dijadikan referensi pelanggan medianya.

Untuk harga, ia tidak mengetahui karena bisa negosiasi. Tapi, biasanya misalkan 300 nama serta nomor ponsel yang aktif bisa dijual Rp 100 ribu. Cara lain, dulu kalau setiap sales ada data 20 nama yang baru dalam seminggu itu bisa jadi duit misalkan ada sales lain di lapangan yang membutuhkan.

Tapi, itu juga pilih-pilih teman dan asal tidak ketahuan sama perusahaan ataupun bank langsung. “Sekarang kalaupun ada itu hati-hati. Yang udah kenal-kenal saja. Soalnya agak ketat sekarang. Duitnya enggak seberapa, tapi kan sanksinya bisa dipecat kan, Bang,” katanya.

*****

Abdi Adirengsa, 31 tahun, terlihat tegang karena perintah bosnya mengharuskan dirinya mendapatkan data terbaru untuk pencarian pelanggan. Koordinator telemarketing di salah satu perusahaan media ini mengaku relasi yang dikontaknya hanya punya daftar nama lama dan belum ada yang baru.

“Iya nih, bro. Gue sudah kontak tiga orang yang langganan, mereka belum ada yang baru. Nah, kan anak-anak ingin telepon-telepon cari pelanggan,” kata Abdi kepada detikcom, Kamis pekan lalu.

Dia mengakui biasanya dapat data baru sebulan sekali dari relasinya divisi marketing, marketing komunikasi, dan sirkulasi. Sekali dapat, daftar nama kontak bisa mencapai 500–800 lengkap dengan nomor ponselnya. Untuk harga, biasanya 500 nama dibeli Rp 200 ribu. Sementara, untuk 800-1000 nama serta kontak bisa dibanderol Rp 300 ribu. Harga tersebut masih bisa negosiasi karena sudah menjadi langganan.

Disinggung asal sumber data, Abdi hanya mengetahui biasanya dari database sales bank. “Itu urusan orang lapangan yang sudah kenal. Gue juga udah kenal sih, cuma biasanya mesan sama yang sekalian jalan. Nanti kan bisa dikirim email atau di simpan di flash disk,” ujar pria kelahiran Banten ini.

Menurut dia, meski di internet semakin menjamur mempromosikan penjualan database, tapi tidak menjamin validasi data. Memang kalau dari harga, jauh lebih murah. Tapi, tidak ada garansi karena penjual tidak pernah menggunakan.

Ia menyebut, nasabah kartu kredit diminati datanya karena dianggap royal dan doyan belanja. “Nyari yang pasti-pasti saja. Ada juga sih database asuransi. Tapi, lebih bagus yang kartu kredit,” katanya.

Ledakan Besar Di Mangga Besar … Listrik Langsung Padam


Pipa bawah tanah di Jalan Mangga Besar Raya, Jakarta Barat, dilaporkan meledak pada Rabu (21/8/2013) malam. Usai ledakan, aliran listrik di sekitar lokasi padam. Informasi yang beredar di Twitter pada Rabu malam ini menyebutkan ledakan diduga dari pipa gas. Namun, inof lainnya menyebutkan ledakan tersebut berasal dari kabel listrik bawah tanah yang terbakar.

“Kabel Bawah Tanah di Jl. Mangga Besar Raya 7 terbakar. 1 unit mobil dinas pemadam kebakaran Jakarta Barat diluncurkan ke lokasi,” kicau akun Twitter ‏@SonoraFM92. Informasi dari akun @lewatmana, ledakan tersebut terjadi persis di depan Hotel Astika Mangga Besar. Arus lalu lintas ke arah Rumah Sakit Husada pun menjadi padat merayap.

Satu dari empat korban ledakan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, adalah anggota DPRD Bengkulu Selatan, Bengkulu. Dia adalah Haidar Saito (44). “Benar, dia anggota DPRD Bengkulu Selatan. Dia kena luka bakar di muka,” kata Kepala Polsek Metro Taman Sari, Jakarta Barat, Komisaris Hadi Vivi, Kamis (22/8/2013) dini hari.

Haidar berada di Jakarta dalam rangka kunjungan kerja. Saat ledakan terjadi, dia tengah mencari makan malam di kawasan tersebut. Kepala Polres Jakarta Barat Kombes M Fadil Imran mengatakan, ledakan di kawasan Mangga Besar ini terjadi karena hubungan pendek arus listrik. Ledakan pertama terjadi pada Rabu (21/8/2013) pukul 20.30 WIB, dan ledakan susulan terjadi di salah satu titik pada Kamis (22/8/2013) pukul 00.20 WIB.

Pada peristiwa pertama, ledakan terjadi di beberapa titik, yakni:
1. Satu titik di depan Hotel Astika di Jalan Mangga Besar Raya.
2. Dua titik di depan Oasis Spa di Jalan Mangga Besar Raya.
3. Satu titik di depan Biliard Utama di Jalan Mangga Besar Raya.
4. Dua titik di depan Madonna Club di Jalan Mangga Besar 7.

Dalam ledakan pertama, empat orang mengalami luka bakar. Mereka adalah Heru Kurniawan (23), Haidar Saito (44), Arsyad (37), dan Saeful Junandar (29). Para korban dirawat di Rumah Sakit Husada. Saat ini polisi juga tengah meminta keterangan dari para saksi ledakan ini di Polsek Metro Taman Sari, Jakarta Barat. Setelah meminta keterangan saksi, kepolisian berencana meminta keterangan dari PLN.

Kepala Polres Metro Jakarta Barat M Fadil Imran mengatakan, ledakan yang terjadi di Jalan Mangga Besar Raya, Jakarta Barat, Rabu (21/8/2013) malam, bukan akibat dari pipa gas bawah tanah. Ledakan terjadi akibat hubungan pendek arus listrik bawah tanah di empat tempat di sekitar jalan tersebut lebih kurang pukul 20.30. Fadil mengatakan, total ada enam titik ledakan di sepanjang jalan tersebut. Satu titik ledakan berada di depan Hotel Astika, Jalan Mangga Besar Raya. Satu titik lagi terjadi di depan Biliard Utama di jalan yang sama. Sementara empat ledakan lain terjadi di dua titik di depan Oasis Spa, Jalan Mangga Besar Raya; dan dua titik di depan Madonna Club, Jalan Mangga Besar 7.

Pantauan pada pukul 22.55, arus lalu lintas tersendat di Jalan Mangga Besar Raya mengarah ke Gajah Mada dan sebaliknya. Warga yang penasaran dengan kejadian itu berkerumun di dekat lokasi kejadian. Lokasi kejadian masih dijaga ketat oleh aparat Polsek Taman Sari, Jakarta Barat. Ledakan yang terjadi di Mangga Besar, Jakarta Barat, Rabu (21/8/2013) sekitar pukul 20.30 WIB bukan berasal dari pipa gas seperti diberitakan sebelumnya, melainkan kabel listrik bawah tanah yang terbakar. Kabel terbakar di empat titik.

Selain mengakibatkan kebakaran, ledakan juga mencederai empat orang. Empat orang itu kini dirawat di Rumah Sakit Husada, Jakarta, sementara kebakaran sudah dipadamkan pada sekitar pukul 21.30 WIB. “Jadi bukan gardu, melainkan rangkaian kabel,” ujar Kepala Polsek Metro Tamansari Komisaris Adri Vivid, Rabu. Saat ini, petugas sedang melakukan perbaikan terhadap kabel-kabel tersebut. Sampai berita ini diturunkan, listrik di sekitar lokasi kejadian masih padam.

Arus lalu lintas di sekitar kawasan Jalan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2013) malam ini, macet parah akibat terjadinya insiden ledakan keras dari pipa bawah tanah. Selain karena lokasi titik ledakan yang memakan sedikit badan jalan, kemacetan diperparah dengan banyaknya warga yang berkumpul dan berkerumun di sekitar titik ledakan. Ledakan dilaporkan terjadi di 6 titik sekitar Jalan Mangga Besar mulai wilayah Taman Sari sampai Sawah Besar, Rabu (21/8/2013) malam pukul 20.30 WIB.

Ledakan ini mengakibatkan 4 orang mengalami luka bakar, yakni Heru Kurniawan (23), Haidar Saito (44), Arsyad (37), dan Saeful Junandar (29). Ledakan juga mengakibatkan permukiman warga di sekitarnya mengalami mati lampu. Zandre Badak (27), seorang pengendara mobil yang melintas di Jalan Mangga Besar menuju Jalan Gunung Sahari, mengaku tertahan hampir satu jam di Jalan Mangga Besar.

“Macet parah, banyak orang berkerumun, katanya ada ledakan. Selain itu lampu di sekitarnya mati,” kata Zandre. Menurut Zandre, kemacetan berdampak sampai lampu merah Olimo di Jalan Hayam Wuruk. “Pantas dari Olimo, Mangga Besar, dan Kartini gelap semua. Katanya karena ledakan ini,” kata Zandre.

Ia mengatakan, beberapa petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas tidak dapat berbuat banyak dengan adanya kemacetan ini. “Karena selain warga yang bekerumun, banyak pengendara berhenti mau melihat lokasi ledakan,” kata Zandre. Diberitakan sebelumnya, ledakan akibat hubungan pendek arus listrik di bawah tanah atau gorong-gorong terjadi sedikitnya di 6 titik di sekitar Jalan Mangga Besar Raya, Rabu (21/8/2013) pukul 20.30. Akibat peristiwa ini, 4 orang mengalami luka bakar dan dilarikan ke RS Husada, Jakarta Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menuturkan, 6 titik lokasi ledakan akibat hubungan pendek arus listrik bawah tanah di Jalan Mangga Besar itu adalah di depan Hotel Astika (satu titik), di depan Oasis Spa (dua titik), di depan Bilyard Utama (satu titik), dan dua titik ledakan di depan Madonna Club di Jalan Mangga Besar 7.

Dari penyelidikan sementara, kata Rikwanto, penyebab ledakan bukan pipa gas, melainkan hubungan pendek arus listrik bawah tanah. “Penyebabnya arus pendek listrik,” kata Rikwanto. Menurutnya pula, seorang saksi mata saat ini masih diperiksa di Polsek Taman Sari untuk penyelidikan lebih lanjut. Ledakan besar kembali terjadi di depan Hotel Astika, Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat, Kamis (22/8/2013) dini hari. Ledakan pada pukul 00.20 WIB ini terjadi di lokasi yang beberapa saat sebelumnya meledak. “Tiba-tiba terjadi suara letukan keras. Untung kondisi sudah sunyi,” kata Kalwi, Babinsa Koramil dari Taman Sari, Jakarta Barat, kepada wartawan, Kamis (22/8/2013) dini hari. Dia yang mengaku baru hendak mencari makan dikagetkan dengan suara ledakan tersebut.

Menyusul terjadinya ledakan kedua ini, Jalan Gunung Sahari menuju Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, ditutup dan arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Mangga Delapan. Warga pun diminta menjauh dari lokasi ledakan. Garis polisi sudah dipasang pula. Adapun arus lalu lintas dari Jalan Gunung Sahari menuju Jalan Mangga Besar tetap diizinkan melintas.

Sebelumnya, akibat ledakan di Jalan Mangga Besar Raya, empat korban yang mengalami luka bakar dilarikan ke Rumah Sakit Husada. Kepala Polres Metro Jakarta Barat M Fadil Imran MSI mengatakan, ledakan diduga dipicu hubungan pendek arus listrik di bawah tanah yang kemudian memunculkan ledakan di beberapa titik, Rabu (21/8/2013) pukul 20.30 WIB.

Lokasi-lokasi ledakan pertama adalah:
1. Satu titik di depan Hotel Astika di Jalan Mangga Besar Raya.
2. Dua titik di depan Oasis Spa di Jalan Mangga Besar Raya.
3. Satu titik di depan Biliard Utama di Jalan Mangga Besar Raya
4. Dua titik di depan Madonna Club di Jalan Mangga Besar 7

Empat orang yang menjadi korban luka dalam ledakan pertama diidentifikasi sebagai Heru Kurniawan (23), Haidar Saito (44), Arsyad (37), dan Saeful Junandar (29). Saat ini polisi juga tengah meminta keterangan dari para saksi ledakan, di Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat. “Kami minta keterangan saksi dulu, baru (kemudian) kami akan meminta keterangan kepada PLN (yang menangani) wilayah Taman Sari,” kata Kepala Polsek Taman Sari Komisaris Hadi Vivid, Rabu (21/8/2013) malam.

Empat orang mengalami luka bakar akibat ledakan di Jalan Mangga Besar Raya, Jakarta Barat, Rabu (21/8/2013) malam.
Keempat korban tersebut adalah Heru Kurniawan (23), Haidar Saito (44), Arsyad (37), dan Saeful Junandar (29). Para korban tengah dilarikan ke Rumah Sakit Husada. Polisi masih memeriksa saksi-saksi yang mengetahui ledakan di enam titik tersebut. Kasus ini tengah ditangani Polsek Metro Taman Sari.

“Yang jelas kita memeriksa saksi-saksi dulu yang mengetahui terjadinya ledakan, baru kami akan meminta keterangan kepada PLN wilayah Taman Sari,” kata Kepala Polsek Metro Taman Sari Komisaris Hadi Vivid kepada Kompas.com di lokasi kejadian, Rabu. Kepala Polres Metro Jakarta Barat M Fadil Imran mengatakan, ledakan yang terjadi di Jalan Mangga Besar Raya, Jakarta Barat, Rabu malam, bukan akibat dari pipa gas bawah tanah. Ledakan diakibatkan oleh hubungan pendek arus listrik bawah tanah di empat tempat di sekitar jalan tersebut, lebih kurang pada pukul 20.30.

Fadil mengatakan, secara total terdapat enam titik ledakan di sepanjang jalan tersebut. Satu titik ledakan berada di depan Hotel Astika, Jalan Mangga Besar Raya. Satu titik lagi di depan Biliard Utama di jalan yang sama. Sementara itu, empat ledakan lain terjadi di dua titik di depan Oasis Spa, Jalan Mangga Besar Raya; dan dua titik di depan Madonna Club, Jalan Mangga Besar 7. Berdasarkan pantauan Kompas.com pada pukul 22.55, arus lalu lintas tersendat di Jalan Mangga Besar Raya mengarah ke Gajah Mada dan sebaliknya. Warga yang penasaran dengan kejadian itu berkerumun di dekat lokasi kejadian. Lokasi masih dijaga ketat oleh aparat Polsek Metro Taman Sari.

Menteri BUMN Dahlan Iskan membantah, ledakan yang terjadi di Jalan Mangga Besar Raya, Jakarta Barat, pada Rabu (21/8/2013) malam disebabkan adanya program pembaruan kabel bawah tanah 1.000 kilometer yang dilakukan PT PLN (Persero).

Dahlan menegaskan, ledakan terjadi karena adanya hubungan arus pendek listrik bawah tanah pada kabel lama, di mana disekitar lokasi terdapat galian.

“Biasanya kalau ada gangguan, gardunya dimatikan meskipun berakibat pemadaman yang luas. Tetapi kemarin itu gardunya tidak mati, wilayah pemadaman kecil, ya akibatnya terjadi ledakan itu,” jelas Dahlan kepada KONTAN di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/8/2013).
Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) tersebut menambahkan, gardu listrik juga memiliki fungsi seperti sekering listrik yang mencegah menjalarnya dampak gangguan arus listrik.

Dahlan bilang, pemadaman dampak ledakan kemarin dilakukan selama empat jam. “Tapi itu tidak semua. Penormalan dilakukan per wilayah. Ada juga yang dalam dua jam, jaringan listrik sudah pulih,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, Rabu kemarin tadi terjadi ledakan cukup keras yang menggegerkan warga sekitar Mangga Besar, Jakarta Barat. Ledakan tersebut bersumber dari kabel bawah tanah yang ditanam di sepanjang Jalan Mangga Besar Raya

Bus Giri Indah Masuk Jurang 18 Orang Tewas … Sopir Cukup Cekatan dan Selamat Karena Lompat Begitu Bus Tak Terkendali


Untuk sementara, korban tewas kecelakaan bus di Cisarua, Bogor, berjumlah 18 orang dan 37 terluka. Sopir bus selamat, tidak ikut jadi korban. “Sopir ada di RS Polri Kramatjati,” kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Muhammad Chaniago di lokasi kejadian, Rabu (21/8/2013). Tak dijelaskan secara rinci bagaimana sopir bisa selamat dalam kecelakaan itu. Polisi belum bisa menginterogasi karena sopir terluka serius. Di RS, ia dijaga polisi.”Masih dirawat, belum bisa diperiksa,” jelasnya.

Berdasarkan identifikasi polisi, sopir bus maut itu bernama Moh Amin (49) berasal dari Brebes, Jawa Tengah. Diduga, ia selamat setelah meloncat saat bus menabrak sepeda motor, pikap, dan warung, lalu terjun ke sungai. Sebelum kecelakaan di Cisarua, Bogor, bus Giri Indah ‘menyapu’ mobil pikap, sepeda motor, dan warung. Bagaimana detik-detik kecelakaan tersebut? Seperti apa situasinya? Berikut keterangan penjaga warung yang berada di dekat lokasi.

Dani (23), penjaga warung itu, menceritakan sekitar pukul 08.15 WIB, di dekat warungnya ada pikap pengangkut tabung gas tengah parkir. Sopir dan kernetnya baru saja keluar, merapikan muatannya. Seorang warga nongkrong di warung. Tak berapa lama, dari arah Puncak (Sukabumi) sebuah bus muncul. “Di sini kan tikungan. Bus terlihat melaju dari atas. Langsung nyelonong, menabrak orang yang nongkrong, pikap, dan warung,” kata Dani.

Dani menambahkan saat melaju, bus sudah dalam kondisi oleng dan tak terkendali. Bus menyapu segala yang di depannya, kemudian terjun ke sungai. “Sopirnya (pikap) berhasil menghindar, sepertinya kernet kena. Kejadiannya cepat sekali,” katanya.

Bus terjun ke sungai. Posisinya terbalik. Beberapa bagian bus ringsek. Hingga pukul 12.30 WIB, bus yang mengangkut jemaat gereja menuju Jakarta itu belum dievakuasi. Tidak semuanya jemaat GBI Rahmat Emmanuel ikut dalam rombongan bus Giri Indah yang jatuh ke jurang di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Salah satunya, Oli, yang ikut kegiatan doa bersama di Kota Bunga, Cipanas bersama rombongan bus namun memilih balik Jakarta dengan kendaraan pribadi.

Sesampainya di Jakarta, bersama dua rekannya langsung menuju RS Paru Cisarua, Bogor, ikut membantu melakukan identifikasi teman-temannya yang menjadi korbaan kecelakaan maut itu. “Saya kembali lagi ke sini. Saya mau identifikasi teman-teman saya di dalam,” ujar Oli di RS Paru Dr M Goenawan Partowidigdo, Cisarua, Rabu (21/8/2013).

Menurut Oli, dirinya tiba lebih cepat di Jakarta dari teman-temannya yang menggunakan bus. Namun setelah mendapatkan kabar kecelakaan maut itu, dirinya bersama dua rekannya memutuskan kembali ke Cisarua untuk memberikan pertolongan. “Waktu berangkat enggak ada apa-apa. Harusnya baik tapi saya enggak tahu kenapa,” kata Oli dengan nada sedih.

Ali menjelaskan para jemaat gereja berangkat menuju Jakarta pada pukul 07.00 WIB. Diperkirakan jumlah penumpang yang naik bus naas tersebut sekitar 50 orang. Mereka berada di Kota Bunga sejak hari Minggu (18/8) kemarin. “Jadi kami tiap bulan mengadakan doa bersama,” ucapnya. Pantuan di RS Paru Dr M Goenawan Partowidigdo, Cisarua, ambulans masih terlihat hilir-mudik untuk membawa para korban. Rumah sakit itu ramai dipadati oleh warga sekitar. Belum terlihat keluarga korban yang datang ke rumah sakit tersebut.

Dua sopir bus Giri Indah yang terjerumus ke sungai di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, berhasil selamat dari kecelakaan maut itu. Kepada polisi, sopir cadangan bus Giri Indah mengakui rem kendaraannya blong. “Itu kan turunan. Dia bilang blong,” kata Kanit Lantas Polsek Cisarua AKP Mashudi. Mashudi menanyakan penyebab kecelakaan tersebut kepada Toto Harsono yang merupakan sopir cadangan bus Giri Indah, Rabu (21/8/2013).

Toto Harsono dan Amin (40), yang merupakan sopir utama bus Giri Indah, saat ini mendapatkan perawatan di RS Paru Cisarua. Keduanya mengalami luka-luka. Amin merupakan sopir yang mengemudikan bus Giri Indah saat terjadi kecelakaan. “Sopir selamat dan mengalami kuka-luka. Dia (sopir) dibawa ke sini dan perlu perawatan,” kata Mashudi. “Perlu perawatan. Sudah diamankan,” imbuhnya.

Amin direncanakan akan dirujuk menuju RS Sentra Medika Bogor bersama beberapa penumpang lainnya. Sementara Toto akan dirawat di RS Paru. “Itu tadi ada di sini,” kata seorang polisi lainnya yang memberikan informasi soal keberadaan Toto. Bus Giri Indah mengalami kecelakaan di Cisarua, Bogor. Belum diketahui penyebabnya. Ini foto dahsyatnya kecelakaan tersebut.

Posisi bus berwarna putih ini terbalik dan menggantung, Rabu (21/8/2013). Sebagian badannya berada di atas sungai. Sebagian lainnya ‘nyantol’ di tepi sungai. Bagian atas bus remuk di beberapa bagian.Air di sungai dangkal dan tak terlalu deras. Terlihat jelas, kursi-kursi bus berwarna biru berada di sungai. Kondisinya berserakan.

Sungai tersebut berada sekitar 7 meter di bawah jalan utama Cisarua. Lebar sungai 3-4 meter. Airnya gemericik. Di selanya bebatuan terlihat menonjol ke permukaan. Bus itu jadi tontotan ratusan warga. Aparat kepolisian dan TNI serta Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) datang dan mengamankan lokasi. Hingga pukul 12.00 WIB, bus masih belum bisa dievakuasi. Informasi dari warga dan saksi, sebelum masuk sungai, bus menabrak mobil dan warung. Berdasakan data sementara, 18 orang tewas dan 37 orang terluka dalam kecelakaan tersebut.

Selain 18 korban tewas, ada juga 35 penumpang bus Giri Indah lainnya yang luka. Mereka masih menjalani perawatan di IGD RS Paru DR M Goenawan Partowidigdo. Ini daftarnya.

Data ini dipajang di depan ruang IGD, Rabu (21/8/2013), sekitar pukul 12.30 WIB. Total korban di rumah sakit tersebut ada 18 tewas dan 35 luka-luka. Korban luka lainnya dirujuk ke RS Sentra Medika.

Berikut daftar lengkap para korban luka di RS Paru DR M Goenawan Partwidigdo:

1. Bona Sudrajat – (Rawat Anggrek)
2. Natan – (Rawat Mawar)
3. Toto H – (Pulang)
4. Vonny – (Rawat Anggrek)
5. Sarah – (Rawat Mawar)
6. Hesron
7. Mardianah
8. Soara
9. Kimta
10. Kornelius (Rawat mawar)
11. Sri Suhardo (Rawat Melati)
12. Heson
13. Nita
14. Steven
15. Su’yen
16. Sony Purbo
17. Murniati Ginting – (Rawat Mawar)
18. Harry – (Rawat Mawar)
19. Iing
20. Nimpan Tarigan – (Rawat Anggrek)
21. Merry
22. Yuliani – (Rujuk RS Sentra Medika)
23. Lili – (Rujuk RS Sentra Medika)
24. Louse – (Rujuk RS Sentra Medika)
25. Vivi Novianti
26. Elsye – (Rawat Melati Lantai 2)
27. Amin – (Rawat Melati Lantai 2)
28. Berta – (48) (Rawat Melati Lantai 2)
29. Liana
30. Ciing (60)
31. Koimun (Rujuk RS Sentra Medika)
32. Eman (Rujuk RS Sentra Medika)
33. Martin (Rujuk RS Sentra Medika)
34. Meryana
35. Nurdin

Gedung Kampus Institut Kesenian Jakarta IKJ Cikini Terbakar


Kebakaran terjadi di gedung kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Cikini, Jakarta Pusat. 16 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk menjinakkan api.

“Yang terbakar gedung IKJ,” ujar salah seorang petugas Suku Dinas Damkar Jakarta Pusat yang enggan menyebutkan namanya saat dihubungi, Selasa (20/8/2013).

Api diketahui mulai membakar gedung sekitar pukul 17.30 WIB. Diduga kebakaran disebabkan karena korsleting listrik.

“Sekitar jam 17.30 tadi. Petugas sudah di lokasi kejadian,” katanya.

Belum diketahui apakah ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Saat ini petugas masih di lokasi kejadian untuk menjinakkan api.

Kebakaran terjadi di Jalan Asofa Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat akhirnya padam. Akibat kebakaran tersebut, 2 toko mebel dan atap rumah kontrakan hangus terbakar.

Menurut Kasie Ops Damkar Jakarta Barat, kebakaran padam sekitar pukul 09.30 WIB. Kebakaran terjadi dikarenakan arus pendek dari toko mebel.

“Sudah padam dan kebakaran karena arus pendek,” ujar Agus Surya Mandala, Selasa (20/8/2013).

Agus juga mengatakan, tidak ada korban meninggal dalam peristiwa ini. Namun, ada beberapa orang yang terluka karena pecahan kaca.

“Tadi satu orang luka karena mau ngambil barang-barangnya nggak hati-hati. Tapi sudah dalam penanganan petugas,” imbuh Agus.

Taman Nasional Gunung Merapi Selidiki Informasi Adanya Macan Tutul di Sawah


Empat kambing milik warga Dusun Kopeng, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman ditemukan mati, Selasa (20/08/2013) pagi. Diduga kematian empat hewan ternak milik Margoto (42) itu disebabkan oleh macan yang turun dari hutan di lereng Merapi.

Margoto mengatakan, sekitar pukul 06.30 WIB, tetangganya yang bernama Suminem melintas di dekat kandang. Saat itu, ia melihat ada satu kambing tewas di luar kandang. Lalu Suminem memberitahukan peristiwa itu kepada Margoto. “Tiga (kambing, red) ditemukan mati di dalam kandang dan satu sudah di luar, kira-kira berjarak empat meter dari kandang. Dua kambing masih berusia dua bulan dan dua lagi usianya satu tahun,” jelas Margoto, Selasa (20/08/2013).

Berdasarkan jejak yang ditemukan di sekitar kandang dan bekas cakaran di tubuh empat kambing yang mati, warga memperkirakan kematian hewan ternak tersebut disebabkan serangan macan. “Satu kambing mati dengan kondisi usus keluar. Sementara beberapa kambing ada bekas cakaran di bagian punggung,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto menegaskan, kuat dugaan empat ternak yang ditemukan mati disebabkan serangan macan, karena hewan buas itu pernah terlihat melintas di Daerah Jambu. “Tiga bulan yang lalu ada warga Jambu pernah melihat macan melintas di kebun. Bulunya kuning kecoklatan,” jelasnya.

Akibat serangan tersebut, Margoto mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menurunkan tim investigasi guna memastikan informasi warga Dusun Bawukan, Balerante, Klaten yang melihat tiga ekor macan berjalan di area persawahan pada Kamis (6/6/2013) kemarin. Namun demikian, berdasarkan sifat dasar binatang karnifora itu, TNGM meyakini apa yang dilihat warga bukanlah macan.

Koordinator pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Gunung Merapi ( TNGM) Asep Niakurnia mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dan berkoordinasi dengan Polisi Hutan setempat. Tim juga sudah ke lokasi untuk melakukan investigasi. Dari hasil awal, warga mengaku selama ini belum pernah melihat adanya macan di wilayahnya.
“Macan itu sifat dasarnya menjauhi manusia, karena itu kemungkinan yang dilihat warga bukan macan, melainkan kucing hutan,” terangnya, Jumat (7/6/2013).

Ia menjelaskan, saat ini rumput di lereng Merapi sudah tumbuh subur sehingga kesediaan makanan untuk hewan herbifora sudah cukup melimpah. Dari fakta itu kecil kemungkinan hewan karnifora sejenis macan turun ke desa untuk mencari makan.
“Indikasi macan turun untuk mencari makan jelas persentasenya kecil. Kecuali warga tersebut terlalu masuk ke dalam hutan,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Asep, kemunculan hewan jenis macan bisa menjadi indikator bahwa habitat ekosistem di lereng Merapi sudah kembali normal pascahancur akibat erupsi Merapi 2010 lalu. “Sebelum Erupsi 2010, di lereng Merapi memang terdapat beberapa jenis hewan termasuk macan tutul dan kumbang,” katanya.

Pemkab Klaten Luncur Balon Wi-Fi Pertama Di Indonesia


Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi daerah pertama di Indonesia yang meluncurkan balon udara untuk menyebarkan akses Wi-Fi gratis.

Langkah ini termasuk dalam program Klaten Go Online yang diprakarsai Kelompok Pengguna Linux Indonesia Klaten (KPLI Klaten), juga didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Klaten dan Telkom Kandatel Klaten.

Operations Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo mengonfirmasi, bahwa akses internet balon udara tersebut didukung oleh Grup Telkom, meliputi Telkom dan Telkomsel.

Seperti dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Klaten, balon udara Wi-Fi ini sudah beroperasi pada akhir Juli 2013 ini, bertepatan dengan HUT Klaten ke-209 tahun.

Balon udara itu kini ditempatkan di halaman kantor Pemkab Klaten dan alun-alun pusat kota Klaten. Pengguna dapat menikmati internet gratis dengan username: klaten, dan password: gooonline.

Proyek balon udara W-Fi di Klaten ini mirip dengan Project Loon yang diprakarsai Google. Pada 15 Juni 2013, Google melepas 30 balon udara pemancar Wi-Fi di wilayah Christchurh, Selandia Baru.