Ngebut Pakai Porsche Didepan Lokasi Kecelakaan Maut Senayan … Mahasiswa Ditilang Polisi


Kepala Sub Ditlantas Polda Metro, Ajun Komisaris Besar Hindarsono mengatakan mahasiswa pengemudi mobil mewah Porsche akan menjalani sidang tilang. “Bagi kami tidak ada ‘damai’,” ujarnya, Selasa 24 September 2013. Seorang mahasiswa universitas swasta di daerah jakarta Selatan pengendara mobil jenis Porsche ditilang polisi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Kepala Sub Ditlantas Polda Metro, Ajun Komisaris Besar Hindarsono mengatakan, mahasiswa itu berinisial DN.

Ceritanya, Hindarsono pagi tadi sedang memeriksa lokasi kecelakaan maut di Jalan Asia Afrika, Senayan. Dari ruas jalan seberang lokasi kecelakaan, terdengar suara deru berat kendaraan yang menarik perhatiannya. “Suaranya khas dan kencang sekali,” kata dia Selasa 24 September 2013.

Setelah diamati, ternyata mobil hitam jenis Porsche berplat B 8 DVN itu melaju kencang. “Mobil itu ngebut,” ujar dia. Tampilan mobil itu baru. “Mobilnya baru dan bagus.”

Dengan sigap, Petugas Ditlantas pun segera mengejar dan menghentikan mobil itu. Ketika diberhentikan, si pengemudi sempat berdalih. “Katanya buru-buru.” Namun, menurut Hindarsono, belakangan DVN bersikap kooperatif. Hasil pemeriksaan, surat-suratnya lengkap. Ada SIM dan STNK. Meski huruf belakang plat mobil DN merupakan singkatan nama pemuda itu, Hindarsono tidak bisa memastikan nama yang tertera di STNK adalah nama DN atau bukan.

Punya kendaraan dengan harga selangit berarti harus siap menanggung pajak yang tak sedikit. Salah satu kendaraan yang dikenai pajak tinggi adalah jenis Porsche. Mobil yang dipakai seorang mahasiswa ini, pada Selasa pagi, 24 September 2014, ditilang polisi karena ngebut.

Perwira Administrasi Tata Usaha Samsat Jakarta Selatan, Inspektur Satu Wahyono mengatakan pajak mobil hitam berpelat nomor B 8 DVN itu mencapai belasan juta rupiah. “Pajaknya Rp 16.635.000 per tahun ditambah Jasa Raharja Rp 143 ribu,” ujar Wahyono.

Sebagai perbandingan, tanggungan pajak kendaraan jenis ini jauh di atas kendaraan biasa. “Mobil jenis Toyota Avanza misalnya, pajaknya berkisar Rp. 2 juta,” kata Wahyono.

Saat ditilang, mahasiwa berinisial DN itu mengaku sedang terburu-buru. Kepala Sub Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hindarsono mengatakan, DN melaju kencang di kawasan Jalan Asia Afrika, Jakarta, tepatnya ruas jalan seberang lokasi kecelakaan maut Senayan.

“Dia ditilang karena melanggar batas kecepatan,” kata Hindarsono. Polisi kemudian menahan SIM milik DN dan mengharuskannya mengikuti sidang tilang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s