Categories
Kriminalitas

Daftar Wilayah Jakarta Yang Berhasil Dikuasai Preman


Berikut ini adalah titik-titik rawan kejahatan yang ada di Jakarta Barat. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Hengky Hariadi, mengatakan untuk lokasi kasus yang menimpa HE, 46 tahun, yakni di pintu tol Kebon Jeruk, memang rawan pemalakan. Sedangkan di Cengkareng biasanya terkait dengan sengketa lahan. Selebihnya motifnya macam-macam.

Hengky memberikan data lokasi yang agak umum lantaran lokasi meeting point preman memang berubah-ubah. “Setelah dilakukan penggerebekan di sebuah lokasi, para preman berpindah di titik lainnya yang terkadang relatif berdekatan,” ucapnya, Selasa, 17 September 2013, di Mapolres Jakarta Barat.

Berikut ini adalah titik-titiknya:

1. Di Wilayah Polsek Cengkareng
– Kelurahan Kapuk
– Cengkareng Timur
– Cengkareng Barat
– Kedaung Kali Angke
– Duri Kosambi

2. Di Wilayah Polsek Kembangan
– Jalan Kav DKI Jalur 15 Pasar Taman Aries
– Jalan Raya Meruya

3. Di Wilayah Polsek Kebon Jeruk
– Perumahan Kopilas (dekat Joglo)

4. Di Wilayah Polsek Tambora
– Jalan Gedong Panjang
– Jalan Tubagus Angke

5. Di Wilayah Polsek Tamansari
– Jalan Hayam Wuruk
– Jalan Mangga Besar Raya
– Jalan Tamansari Raya

6. Di Wilayah Polsek Tanjung Duren
– Jalan Tanjung Duren Raya
– Jalan S Parman (Depan Mall Taman Anggrek-Depan Telkom)

7. Di Wilayah Polsek Palmerah
– Jalan Brigjen Katamso
– Jalan Kemanggisan Raya

8. Di Wilayah Polsek Kalideres
– Kelurahan Tegal Alur
– Daerah Terminal Kalideres

Categories
Terorisme

Bripka Sukardi Tewas Ditembak Empat Kali Oleh Teroris Didepan Gedung KPK


034444_istribripkasukardiPolisi Provost mabes Polri Bripka Sukardi ditembak tiga kali di Jalan HR Rasuna Said. Lokasi penembakan tepat di depan gedung KPK pada pukul 22.20 WIB. Sukardi sedang menaiki sepeda motor. Sementara penembak berboncengan dengan naik sepeda motor berhenti dan menembak Sukardi sebanyak tiga kali. Sukardi langsung roboh dari motornya dan terjatuh di tengah jalan.

Pelaku penembakan langsung melarikan diri setelah melepaskan tembakan. Komisi Pemberantasan Korupsi akan membantu kepolisian dengan membuka CCTV (closed circuit televesion). Kamera pengintai ini berisi rekaman kejadian penembakan terhadap Brigadir Kepala Sukardi di depan kantor KPK tadi malam, Selasa, 10 September 2013 sekitar pukul 22.00 WIB. “KPK akan membantu kepolisian sejauh yang dibutuhkan, termasuk memberikan rekaman CCTV,” kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P.

Atas nama KPK, Johan menyampaikan keprihatinannya atas kasus penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal tersebut. “Kepada korps kepolisian dan keluarga korban kami turut bela sungkawa. Mudah-mudahan pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum,” kata Johan.

Korban pada malam itu mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 bernomor polisi B-6671-TXL sendirian. Pria yang memulai karier kepolisian dari pangkat tamtama itu mengawal enam truk bak terbuka yang membawa elevator parts untuk proyek Rasuna Tower. Lokasi kejadiannya persis di depan gedung KPK Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Jenazah Sukardi dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati, jakarta Timur untuk diotopsi. Istri korban, Tirtasari dan tiga anaknya, Upi, Devi, dan Adi tak kuasa menahan sedih setiba di rumah sakit. Mereka kehilangan ayah sekaligus tulung punggung ekonomi keluarga. Kasus penembakan terhadap anggota kepolisian sering terjadi akhir-akhir ini.

Penembakan seorang polisi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi diduga serupa dengan penembakan dua anggota kepolisian Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan. Menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Ronnie Franky Sompie mengatakan polisi tengah memeriksa lebih lanjut.

“Ada kemungkinan terkait dengan penembakan sebelumnya, tapi tunggu kesimpulan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ronnie ketika dihubungi, Selasa, 10 September 2013. Dia mengatakan telah meminta keterangan sebelas saksi mata yang ada di tempat kejadian. Peristiwa penembakan pasa Selasa, 10 September 2013, sekitar pukul 22.00 WIB.

Ronnie mengatakan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penembakan terkait masalah pribadi atau pekerjaan. Kepolisian juga menelusuri jenis senjata, posisi dan alat kendaraan yang digunakan pelaku ketika menembak.

“Jejak yang kami temukan akan menjadi dasar menyimpulkan kejadian sebenarnya,”ujar Ronnie. Ronnie menuturkan saat ini mayat polisi tersebut dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati untuk diotopsi.

Anggota Provost Bripka Sukardi tewas ditembak. Dia terkapar di tengah jalan jalur sepeda motor, dengan luka tembakan di perut bagian kiri yang terlihat dari rembesan darah di seragamnya.

Sukardi sedang mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 bernomor polisi B-6671-TXL sendirian. Dia sedang mengawal enam truk bak terbuka yang membawa elevator parts untuk proyek Rasuna Tower. Di tubuh Sukardi, di sabuknya, masih ada enam peluru yang belum digunakan. Tapi di sarung pistolnya, senjata itu sudah tak ada, dengan kancing pengaman terbuka.

Sebelumnya, penembakan terhadap anggota kepolisian kembali terjadi di Jalan Graha Raya depan Masjid Bani Umar, Kelurahan Prigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Bintaro, Tangerang, Jumat (16/8/2013) pukul 22.00 WIB. Dua anggota polisi tewas diterjang timah panas pelaku tak dikenal.

Pelaku penembakan dua anggota kepolisian Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan, diduga terkait dengan pelaku penembakan serupa di Ciputat, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu. Polisi pun menduga mereka adalah anggota kelompok teroris. Tim forensik memeriksa jenazah Bripka Sukardi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Setelah diperiksa, diketahui Sukardi terkena empat kali tembakan.

“Tangan itu lepas jadi tidak ketemu. (proyektil). Jadi ada empat,” ujar. Kabid Analisis Kimia, Biologi Foresik Pusdokkes Polri Kombes Pol Slamet Hartoyo di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2013).

Tangan yang dimaksud adalah bagian kiri Sukardi yang terlihat lubang. Selebihnya ditemukan 3 proyektil peluru di tubuh korban. “Dada perut sama bahu. Jadi yang kami bawa itu 3 proyektil,” terangnya.

Tembakan ke arah dada dan bahu menembus bagian punggung. Sedangkan tembakan ke arah perut menembus bagian pantat korban. Slamet menjelaskan bagian yang paling fatal adalah tembakan pada bagian dada. Dirinya juga belum bisa memastikan proyektil yang ditemukan sama dengan proyektil pada kasus penembakan di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

“Jadi kemungkinan dia tidak sempat melawan dan senjatanya dibawa (pelaku),” terangnya. Olah TKP penembakan terhadap Bripka Sukardi di depan gedung KPK baru saja selesai. Semua ruas Jalan HR Rasuna Said kembali bisa dilewati.

Pantauan di lapangan, olah TKP selesai sekitar pukul 02.00 WIB, Rabu (11/9/2013). Police line pun sudah dibuka sepenuhnya. Saat ini hanya terlihat ada satu unit mobil kepolisian yang masih berjaga di depan KPK. Lalu lintas pun sudah kembali lancar.

Bripka Sukardi sebelumnya ditembak oleh orang tak dikenal di depan gedung KPK. Pelaku melepaskan tiga kali tembakan yang membuat Bripka Sukardi langsung jatuh tersungkur. Setelah selesai diautopsi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, jenazah Bripka Sukardi dibawa ke rumah duka. Sang anak bercerita soal kondisi sang ayah yang terbujur kaku di ruang jenazah.

“Saya lihat mukanya bersih, meninggalnya senyum,” ujar anak pertama Bripka Sukardi, Dita, usai melihat jenazah sang ayah, Rabu (11/9/2013). Mahasiswa semester 3 Universitas Trisakti ini mengaku pada awalnya dia tidak ikhlas mendengar kepergian sang ayah. Namun setelah melihat jenazah sang ayah yang tampak tersenyum, dia kemudian mengikhlaskannya.

“Tadinya saya tidak ikhlas, tapi setelah melihat ayah senyum, saya ikhlas. Mukanya terlihat senang,” tuturnya. Sebelum meninggal, banyak pesan sang ayah kepada Dita. Dita selalu mengingat pesan agar dirinya selalu rajin belajar.

“Ayah selalu pesan selalu belajar yang rajin,” imbuhnya. Berbeda dengan Dita yang tampak tenang, sang adik, Devi tampak terus menangis. Bahkan Devi sempat menjerit-jerit karena tak kuasa menahan tangis. “Sudah jangan begitu, kamu tidak lihat ayah meninggal dengan senyum?” kata Dita berusaha menenangkan Desi.

Jenazah Bripka Sukardi yang beberapa saat lalu diautopsi akhirnya telah dibawa pulang oleh anggota keluarga. Menggunakan mobil jenazah dari Pusdokkes Polri, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Dari pantauan detikcom di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2013) pukul 03.25 WIB, jenazah tampak diselimuti bendera merah putih ketika dibawa ke dalam mobil. Tampak anggota keluarga yang menunggu juga menyusul di mobil terpisah untuk dibawa ke kediaman Bripka Sukardi di Komplek Mabes Polri, Cipinang Baru, Jakarta Timur.

“(Jenazah) langsung dibawa pulang,” ujar sang Istri, Sari sesaat sebelum memasuki mobil. Walaupun saat ini telah dibawa pulang, namun Sari belum dapat memastikan kapan jenazah suaminya akan dimakamkan. “Rencananya masih menunggu keluarga dari Tulungagung,” jelasnya. Tak berapa lama setelah itu, mobil jenazah langsung meninggalkan Rumah Sakit. Sari dan ketiga anaknya menyusul dengan mobil di belakangnya.

Categories
Pariwisata

Cafe Bernuansa Zombie Dibuka Di Bandung


Mau makan dengan suasana horor. Datang saja ke Zombie Cafe di kawasan Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat. Di gedung lama yang konon berhantu itu punya wahana khusus untuk menakuti pengunjung.

Begitu memasuki cafe itu, pengunjung akan disambut sesosok zombie dekat dinding sebelah kiri. Di sampingnya, ada pintu masuk ke wahana zombie yang sempat dijajal Tempo. Di bawah cahaya lampu temaram, aneka boneka seram, penuh luka, dan berdarah-darah, ada di sekitar jalur sempit yang dibuat seperti labirin.

Suasana makin terasa mencekam oleh suara-suara perempuan tertawa, jeritan, dan nyanyian sinden diiringi gamelan. Beberapa bagian lantainya ada yang khusus dibuat untuk mengagetkan kaki.

Bagi yang penasaran seperti apa rasanya, pengelola kafe menyarankan agar mencobanya sebelum memesan menu. “Supaya rasa takutnya bisa hilang oleh makanan dan minumannya,” kata manajer umum Zombie Cafe, Heru Triyono, Senin, 9 September 2013.

Semula, dekorasi dan interior kafe seluas 1.000 meter persegi ingin bernuansa horor dengan aneka macam sosok zombie. Kuburan dan peti mati pun siap dibuat. Namun pemiliknya yang tergabung dalam jaringan hotel dan restoran milik Kagum Grup menolaknya. “Khawatir jadi menjijikkan,” katanya.

Konsep bertema zombie, dipilih agar kafe itu terkesan unik. Selain wahana horor tersebut, tempat itu sendiri konon angker. Memakai bekas bangunan bersejarah di samping gedung New Majestic, lokasi itu telah terlantar bertahun-tahun tanpa penghuni. “Sebelumnya ada sebatang pohon beringin besar di tengah bangunan itu. Pohon itu kini telah ditebang,” kata Heru.

Sebelum beralih menjadi kafe, kata Heru, tempat itu pernah dipakai untuk tayangan uji nyali sebuah stasiun televisi. Pengelola kafe sempat meminta bantuan paranormal untuk ‘menjinakkan’ para hantu. Dari rekaman kamera pengawas di kafe itu, a melihat beberapa hal gaib. “Ada puntung rokok berjalan, pernah juga ada badai dan salju di toilet,” katanya.

Categories
Demokrasi Film

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan Tidak Ingin Harrison Ford Ketemu SBY Karena Takut Dipojokan Dengan Pertanyaan Mengapa Perambah Hutan Tidak Ditindak


Aktor Hollywood Harrison Ford hari ini mewawancarai Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan sebagai bagian dari serial serial dokumenter soal lingkungan yang tengah digarapnya, Years of Living Dangerously. Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto yang mendampingi Zulkifli menyatakan bahwa setting ruangan menteri yang digunakan dalam wawancara tersebut memakan waktu sampai dua jam. “Total krunya ada enam,” ujarnya, Senin, 9 September 2013.

Menurut Hadi, keenam kru tersebut datang terpisah. Empat orang tiba lebih dulu untuk menyiapkan lokasi, sementara dua orang lain datang bersama sang aktor, sekitar pukul 14.15. Tak banyak kata yang keluar dari aktor 71 tahun itu. “Maaf, saya ada janji dengan Menteri Kehutanan, saya tidak bisa memberi keterangan,” ujarnya seraya menghindari wartawan.

Namun, wawancara tidak berlangsung dengan baik. “Ini bukan wawancara seperti biasa, tapi buat film. Saya tidak terlatih akting. Dia emosinya tinggi. Saya kagok juga didandani macam-macam,” kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan usai wawancara. Usut punya usut, dalam wawancara, Menteri Zulkifli sebenarnya tak didandani secara berlebihan. Ia bahkan tetap mengenakan seragam Kementerian Kehutanan yang berwarna coklat muda. Hanya saja, beberapa kru memang mengaplikasikan make up agar muka sang menteri tak berminyak. Selain itu, beberapa alat perekam juga dipasangkan ke tubuhnya.

Yang pasti, Zulkifli mengaku tak nyaman dengan pertanyaan yang diajukan oleh Ford. Di antaranya adalah soal pembiaran perambah hutan yang merusak Taman Nasional Tesso Nilo di Riau. “Saya paham, orang Amerika ini ke tempat kita, lihat Tesso Nilo, maunya dia perambah ditangkap, hari ini juga dihentikan. Ya, tidak bisa begitu,” ujarnya. Zulkifli menambahkan, “Tidak mudah menjelaskan kenapa kita tidak menangkap perambah, tidak dimengerti kita ini surplus demokrasi. Di Mesuji misalnya, kita tangkap satu orang, enam hari jalan diblokir,” kata Zulkifli.

Aktor Hollywood Harrison Ford hari ini mewawancarai Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan sebagai bagian dari serial serial dokumenter soal lingkungan yang tengah digarapnya, Years of Living Dangerously. Sayangnya, menurut Zulkifli, wawancara itu tak berlangsung seperti yang diharapkannya. “Ini bukan wawancara seperti biasa, tapi buat film. Saya tidak terlatih akting. Dia emosinya tinggi. Saya kagok juga didandani macam-macam,” ujarnya pada wartawan seusai menemui Ford, Senin, 9 September 2013.

Karena itu, Zulkifli akan mencegah niat Ford untuk mewawancara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Nanti Presiden dipojokkan lagi,” ujarnya. Sejak tiba dengan pesawat carteran melalui Bandara Halim Perdanakusuma pada 1 September 2013 lalu, bintang Indiana Jones itu telah melakukan beberapa proses pengambilan gambar. Aktor 71 tahun itu telah berkunjung ke Orangutan Centre Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, dan Taman Nasional Tesso Nilo di Riau.

Tak hanya itu, untuk melengkapi serial dokumenternya, Ford juga berniat mewawancarai beberapa tokoh. Di antaranya adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, CEO Sinarmas Grup Franky Widjaja, dan Wakil Ketua Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim Kadin Shinta Widjaja Kamdani.

Serial dokumenter Years of Living Dangerously menurut rencana akan ditayangkan di Amerika Serikat pada April 2014. Tak hanya melibatkan Ford, beberapa nama besar Hollywood seperti James Cameron and Arnold Schwarzenegger juga terlibat dalam pembuatan serial ini sebagai produser.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu aktor Hollywood, Harrison Ford, di Kantor Kepresidenan Jakarta, Selasa, 10 September 2013. Dalam pertemuan itu, Harrison berkesempatan mewawancarai SBY. Lantas apa alasan SBY mau diwawancarai aktor Hollywood?

“Ini sesuatu yang positif,” kata juru bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di halaman parkir kompleks Istana Kepresidenan, Selasa siang. Menurut dia, wawancara dalam rangka pembuatan film dokumenter ini tidak bersifat nirlaba. “Ditujukan untuk penyelamatan hutan, lingkungan, dan mengatasi perubahan lingkungan.”

Menurut Julian, wawancara selama 30-40 menit itu menyinggung isu-isu strategis ihwal kebijakan pemerintah dalam penyelamatan lingkungan di Tanah Air. “Intinya, Indonesia sangat serius untuk upaya menyelamatkan lingkungan kita, baik itu hutan, laut, dan yang lain,” ujarnya. “Indonesia tidak ingin kerja sendiri, kita juga ingin bekerja sama dengan negara lain.”

Berdasarkan agenda resmi presiden, wawancara dijadwalkan pukul 10.00 WIB. Namun hingga dua jam setelahnya tak diketahui kedatangan Harrison di Istana. Biro Pers Istana Kepresidenan menyatakan, pertemuan tersebut tertutup untuk media. Keterangan resmi dari pihak Istana baru ada sekitar pukul 12.30 WIB.

Sebelumnya, Harrison mewawancarai Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan sebagai bagian dari serial dokumenter tentang lingkungan yang tengah digarapnya, Years of Living Dangerously. Namun, wawancara tidak berlangsung dengan baik. “Ini bukan wawancara seperti biasa, tapi buat film. Saya tidak terlatih acting. Dia emosinya tinggi. Saya kagok juga didandani macam-macam,” kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan usai wawancara.

Usut punya usut, dalam wawancara, Menteri Zulkifli sebenarnya tak didandani secara berlebihan. Ia bahkan tetap mengenakan seragam Kementerian Kehutanan yang berwarna coklat muda. Hanya saja, beberapa kru memang mengaplikasikan make up agar muka sang menteri tak berminyak. Selain itu, beberapa alat perekam juga dipasangkan ke tubuhnya.

Yang pasti, Zulkifli mengaku tak nyaman dengan pertanyaan yang diajukan oleh Ford. Di antaranya adalah soal pembiaran perambah hutan yang merusak Taman Nasional Tesso Nilo di Riau.

Categories
Berbudaya Pendidikan

Kuesioner Ukuran Alat Vital Ternyata Tidak Dimaksudkan Untuk Diberitahu Orangtua Siswa Tetapi Rahasia Guru dan Siswa


Program penjaringan data kesehatan siswa didik di sekolah yang belakangan ini mendapat protes dari orangtua murid di Kota Sabang merupakan program rutin Dinas Kesehatan bagi siswa baru di tingkat SLTP dan SLTA sejak tahun 2007 lalu.

Program ini berlaku di seluruh Indonesia untuk pemetaan kesehatan peserta didik, seperti anemia, gangguan mental, ataupun aktivitas fisik siswa.

Meski demikian, Taqwallah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, dalam siaran persnya pada Kamis kemarin mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Sabang akan melakukan evaluasi atas isi dari kuesioner itu agar sejalan dan tak melawan nilai-nilai Syariat Islam.

Pada bagian lain, Taqwallah pun membantah jika di dalam kuesioner itu terdapat pertanyaan soal ukuran kelamin. Dia pun membantah bahwa isian itu bukan penelitian, melainkan penjaringan demi mengetahui derajat kesehatan peserta didik.

Seperti yang diberitakan, siswa SMP di Kota Sabang dikabarkan harus menyebutkan ukuran kelamin dalam kuesioner tersebut. Hal ini merebak setelah para orangtua murid angkat bicara dan melontarkan protes melalui jejaring sosial.

Kasus tersebut telah disikapi oleh DPRK, Dinkes, dan Dinas Pendidikan Kota Sabang. Mereka telah menggelar pertemuan dengan wali murid untuk mengklarifikasi permasalahan.

Taqwallah menguraikan, pada Selasa (3/9/2013) lalu, petugas Puskesmas Cot Bau, Sabang, memberikan kuesioner penjaringan informasi kesehatan siswa kepada guru penanggung jawab Usaha Kesehatan Sekolah (USK) SMP 1 Sabang.

Namun, karena guru tersebut sedang mengajar, kuesioner itu dititipkan kepada guru kesiswaan. Bahan itu lalu dibagikan dan dibawa pulang oleh siswa untuk diisi dan dikumpulkan keesokan harinya.

Menurut Taqwallah, pada bagian itulah kesalahan terjadi. Seharusnya kuesioner tidak dibagi dan tidak boleh dibawa pulang karena bersifat rahasia. Sebab, gurulah yang akan mengisi formulir itu berdasarkan hasil wawancara dengan siswa.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengkritik pembagian kuesioner data kesehatan yang meminta siswa SMP untuk mengisi ukuran alat vital, di Sabang, Aceh.

Kuesioner kesehatan yang dibagikan pada Kamis (5/9/2013) itu juga bergambar alat vital dan juga menanyakan apakah mereka pernah mengalami mimpi erotis.

Seorang ibu, Nurlina, mengatakan, anak lelakinya yang berusia 12 tahun diminta mengisi kuesioner yang bergambar alat kelamin lelaki dan perempuan dengan berbagai ukuran. Mereka diminta memilih ukuran yang paling dekat dengan alat vital mereka.

“Itu kan tidak pantas sekali,” kata Nurlina, seperti dikutip AFP, Kamis (5/9/2013). Nurlina mengaku, ia meminta putranya tidak mengisi kuesioner tersebut dan dia mengajukan protes ke sekolah.

Pihak berwenang setempat berencana membagi isian itu ke enam SMP di Sabang. Namun, baru satu sekolah saja yang mendapat pembagian, sebelum protes bermunculan.

Kepala Dinas Pendidikan Sabang, Misman, menegaskan, survei itu hanya bertujuan untuk mendapatkan data kesehatan para siswa. Namun, dia mengaku tidak mengetahui ada gambar alat kelamin di dalamnya. Misman sendiri berpendapat gambar-gambar itu terlalu vulgar.

Menurut Misman, kuesioner serupa juga dibagikan tahun lalu, tetapi form isiannya tidak bergambar alat vital.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ibnu Hamad mengatakan, pihaknya menyesalkan pembagian kuesioner tersebut. Menurut dia, pertanyaan seperti itu tidak wajar jika diajukan kepada siswa.

“(Pertanyaan) seperti itu sangat tidak perlu karena tidak ada perlunya untuk mengetahui ukuran alat vital siswa, untuk tujuan apa pun,” kata Ibnu Hamad.

Meskipun demikian, lanjut Ibnu Hamad, Kemendikbud belum melakukan penyelidikan resmi soal itu dan masih berusaha menghubungi Misman.

Pada halaman pertama kuesioner itu disebutkan bahwa survei itu “bertujuan memahami kesehatanmu” dan untuk mendukung “proses belajar mengajar”.

Categories
Kriminalitas Transportasi

Ahmad Abdul Qodir Jaelani Putra Bungsu Ahmad Dhani Tabrak Mobil Hingga 6 Orang Tewas Di Tol Jagorawi


Kepolisian memastikan bahwa pengemudi Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang terlibat kecelakaan maut di Tol Jagorawi adalah putra bungsu Ahmad Dhani, Ahmad Abdul Qodir Jaelani (Dul). Namun, polisi belum bisa memastikan bahwa Dul yang masih berusia 13 tahun itu punya Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Logikanya kalau 13 tahun seharusnya belum punya SIM. Tetapi saya sendiri belum bisa pastikan dia umurnya berapa, punya SIM atau tidak karena belum mendapat keterangan langsung dari orangnya,” jelas Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Miyanto kepada detikcom, Minggu (8/9/2013). Miyanto mengatakan, kepastian itu akan ditentukan nanti setelah ia bisa memintai keterangan dari Dul, yang juga mengalami luka cukup parah dalam kecelakaan tersebut.

“Nanti, saya belum bisa pastikan,” ucap Miyanto. Kecelakaan itu terjadi pada pukul 01.45 WIB di Tol Jagorawi KM 8 arah selatan. Saat itu, mobil yang dikemudikan putra bungsu Ahmad Dhani, Ahmad Abdul Qodir Jaelani (13), mengarah dari selatan. Tiba-tiba mobil Lancer B 80 SAL yang dikemudikannya itu menabrak pagar pemisah, sehingga masuk jalur berlawanan.

Kemudian menabrak Daihatsu Gran Max yang datang dari arah utara. Akibat hantaman Lancer, Gran Max kemudian mendorong mobil Toyota Avanza B 1882 UZJ. Istri Komaruddin tak menyangka sambungan telepon suaminya semalam merupakan perbincangan yang terakhir dalam hidupnya. Komaruddin meninggal akibat kecelakaan di Tol Jagorawi bersama 5 rekannya.

Poni (37), nama istri Komaruddin, menangis histeris di depan Kamar Jenazah RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (8/9/2013). Dia ditemani oleh enam angggota keluarganya. “Dia telepon saya pukul 22.30 WIB, dia pesan saya suruh hati-hati,” ungkap Poni sambil menangis tersedu-sedu.

Komaruddin dan keluarganya bermukim di Jl Larang O 69V/13 RT 10/5 Koja, Jakarta Utara. Ayah tiga anak itu bekerja di salah satu jasa ekspedisi di Pelabuhan Tanjung Priok. Malam tadi, Komaruddin bersama tiga rekannya berencana mengambil mobil jemputan di bilangan Cibinong menggunakan Daihatsu Gran Max. Namun malang, Komaruddin yang duduk di jok belakang menjadi korban tewas kecelakaan beruntun itu. Mobil itu dikendarai oleh Rizki Aditya Santoso (20) yang juga menjadi korban tewas.

“Sebelum pergi, dia (Komaruddin) ciumin anaknya yang paling kecil. Saya nggak tahu itu terakhir dia cium anaknya. Dia lihatin muka saya. Ada apa sih, Bang? Nggak, jawab dia,” tutur Poni sambil terus meneteskan air mata. Saat ini, jenazah sedang dimandikan dan rencananya akan dibawa ke rumah duka. Hanya keluarga Komaruddin saja yang sampai saat ini datang ke RS Polri, sementara tiga korban tewas lainnya belum dijenguk keluarganya. Korban tewas kecelakaan tersebut berasal dari satu perusahaan ekspedisi yaitu PT Ardian Putra. Mereka semua berprofesi sebagai sopir yang hendak mengambil mobil baru untuk operasional perusahaan.

Menurut data detikcom yang dikumpulkan di RS Kramajati, korban tewas adalah:
1. Agus Wahyudi Hartono (40) di RS Polri Kramatjati.
2. Rizki Adiyta SAntoso (20) di RS Polri Kramatjati.
3. Agus Surahman (31) di RS Polri Kramatjati.
4. Komaruddin di RS Polri Kramatjati.
5. Normansyah (RS Mitra Keluarga Cibubur)
6. Belum diketahui (RS Mitra Keluarga Cibubur)

Polres Jakarta Timur menyatakan pengemudi Mitsubishi Lancer yang memicu kecelakaan maut di Tol Jagorawi, Abdul Qadir Jaelani, sedang diperiksa di RS Pondok Indah. Putra ketiga Ahmad Dhani itu dirawat di RS Pondok Indah (RSPI) bersama rekan semobilnya, Noval.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan di antaranya tes urine, darah, di sini (RSPI) ada dua orang yang dirawat, si Dul dan rekannya, Noval, yang berada satu mobil dengannya,” kata Kanit Lantas Polres Jakarta Timur AKP Agung Budi Laksono. Agung mengatakan hal itu di RSPI Jakarta Selatan, Jl Metro Pondok Indah, Minggu (8/9/2013). “Kami masih melakukan penyelidikan,” kata Agung sambil berlalu ke ruang UGD rumah sakit elite itu.

Polisi memastikan pengemudi mobil Lancer yang menyebabkan kecelakaan maut di Tol Jagorawi adalah anak musisi kondang Ahmad Dhani. Mobil yang dikemudikan Abdul Qodir Jaelani yang masih ABG itu, tiba-tiba saja menabrak pembatas dan masuk ke jalur yang berlawanan. “Iya pengemudinya dia (putra Ahmad Dhani),” kata Kanit Laka Lantas Jakarta Timur, AKP Agung, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (8/9/2013).

Namun dia belum bisa memastikan mengapa mobil tersebut melawan arah. “Masih dilakukan pengembangan,” terangnya. Agung mengatakan, saat ini pihaknya sedang meminta keterangan dari Ahmad Dhani. “Kita lagi minta keterangan dari Ahmad Dhani sekarang,” ucapnya. Kecelakaan yang terjadi pada pukul 00.45 WIB ini terjadi di jalur 3 dan 4. Kecelakaan beruntun yang melibatkan 3 kendaraan di Tol Jagorawi menewaskan 5 orang. Sedangkan 10 orang lainnya luka-luka. Mobil yang dikemudikan anak ketiga Ahmad Dhani itu masuk ke jalur yang berlawanan dan menabrak Daihatsu Gran Max serta Toyota Avanza.

Mobil Gran Max yang mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi KM 8 saat ini sudah berada di Kantor Satuan Wilayah Lalu Lintas (Satwil Lantas) Polres Metro Jakarta Timur di Kebon Nanas, Minggu (8/9/2013). Tampak banyak cipratan darah yang mulai mengering di bagian atap mobil bagian dalam. Darah korban juga tampak menempel di jok bagian depan dan pintu mobil. Mobil Gran Max bagian penumpang tampak sudah dimodifikasi sehingga joknya berhadap-hadapan.

Semua kaca mobil hancur, demikian pula dengan dashboardnya. Sesaat setelah sampai di Kantor Satwil Lantas Polres Jaktim, terlihat petugas mengeluarkan sekitar 12 tas dari dalam mobil tersebut. Saat ini masih terdapat beberapa sepatu yang tergeletak di dalam mobil. Mobil ini ditabrak oleh mobil sedan Lancer milik putra bungsu Ahmad Dhani, Ahmad Abdul Qodir Jaelani (13), dari arah berlawanan. Akibat hantaman Lancer, Gran Max kemudian mendorong mobil Toyota Avanza B 1882 UZJ.

Enam orang di Gran Max tewas, sedangkan 9 orang terluka termasuk Dul dan Noval, rekan semobil anak Ahmad Dhani. Pihak kepolisian melansir identitas-identitas korban kecelakaan maut di Tol Jagorawi. Kecelakaan itu diakibatkan oleh mobil Mitsubishi Lancer yang dikemudikan oleh putra Ahmad Dhani yang baru berusia 13 tahun.

“(Lancer Dikemudikan) Ahmad Abdul Qodir Jaelani usia 13,” kata Kanit Laka Lantas Jakarta Timur AKP Agung dalam pesan singkat kepada detikcom, Minggu (8/9/2013).

Tentunya jika merunut kepada peraturan, seseorang yang boleh mengendarai mobil haruslah berumur 17 tahun. Peraturan itu dikuatkan dengan UU No 22/2009 tentang Surat Izin Mengemudi di Pasal 281. Dalam pasal itu jika pengemudi tidak bisa menunjukkan SIM maka pidana 4 bulan penjara akan menanti. Tidak hanya itu, pengemudi juga akan mendapat ganjaran denda Rp 1 juta.

Lalu bagaimana dengan sanksi yang akan diberikan kepada putra bungsu Ahmad Dhani? Sudah tidak memiliki SIM, terlibat kecelakaan dengan korban tewas 5 orang. Atas hal itu, polisi memilih sedikit komentar. Sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. “Kita masih lakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Kecelakaan itu terjadi pada pukul 01.45 WIB di Tol Jagorawi KM 8 arah selatan. Saat itu, mobil yang dikemudikan putra bungsu Ahmad Dhani, Ahmad Abdul Qodir Jaelani, mengarah dari selatan. Tiba-tiba mobil Lancer yang dikemudikannya itu menabrak pagar pemisah, sehingga masuk jalur berlawanan. Mobil itu menyebabkan Grand Max dan Avanza yang berjalan di jalur yang benar menabrak sedan itu. Pecahan-pecahan kaca dan serpihan mobil masih terlihat di lokasi kecelakaan anak Ahmad Dhani, Abdul Qadir Jaelani. Besi pembatas tol remuk ditabrak mobil Lancer yang dikendarai bocah yang akrab disapa Dul itu.

Lokasi kecelakaan anak Ahmad Dhani ini berada di KM 8 Tol Jagorawi. Pemantauan Minggu (8/9/2013), hingga pukul 09.15 WIB proses evakuasi tahap akhir masih berlangsung. Masih tampak mobil Daihatsu Grand Max warna silver yang ringsek, yang merupakan salah satu mobil yang terlibat tabrakan beruntun pada dini hari tadi. Mobil itu tampak sudah dinaikkan ke mobil derek dan siap diderek ke arah Jakarta. Beberapa petugas Jasa Marga juga masih berada di lokasi. Akibat proses evakuasi ini, lalu lintas kendaraan dari arah Jakarta menuju Bogor macet dari KM 6. Sementara arus kendaraan dari arah Bogor tersendat menjelang lokasi.

Besi pembatas jalan tampak penyok. Bahkan satu besi pembatas jalan patah setelah ditabrak mobil yang dikendarai Dul yang masih berusia 13 tahun itu dari arah Bogor. Setelah menabrak pembatas, mobil anak Ahmad Dhani terbang ke jalur yang mengarah ke Bogor, sehingga terjadi tabrakan beruntun. Dahsyatnya tabrakan itu masih terlihat jelas. Selain dari ringseknya pembatas jalan dan kondisi mobil Grand Max, serpihan-serpihan mobil juga masih terserak. Antara lain ada potongan bemper yang terlepas dan pecahan kaca.

Juga ada dua jaket hitam dan cokelat yang dibiarkan di pinggir jalan. Serpihan bagian-bagian mobil yang lain juga masih ada di lokasi. Lima orang di Grand Max tersebut meninggal dunia.

Categories
Taat Hukum Transportasi

Pakai Sepeda Motor Sambil Berpelukan Erat, Petugas Dishub Membonceng Wanita Masuk Jalan Tol


Entah apa yang ada dipikiran petugas Dishub ini. Dia tak sedang dalam pengawalan atau tugas. Di belakangnya malah ada seorang perempuan yang dibonceng. Dan dengan motor besarnya, dia melenggang masuk ke tol Cijago. Boleh?

Seperti dituturkan Ewin dalam surat elektroniknya, Jumat (6/9/2013). Dia mengambil foto sang petugas Dishub yang berseragam lengkap dengan perempuan berjaket kuning melintas di Tol Cijago, Depok ke arah Jakarta pukul 06.11 WIB. Tak ada pengawalan yang dia lakukan, hanya membonceng seorang perempuan saja.

“Motor Dishub masuk ke Tol Cijago berboncengan dengan seorang wanita. Apakah ini dapat dibenarkan? Padahal mereka tidak dalam rangka tugas pengawalan,” kata Ewin. Tak diketahui nama petugas Dishub itu karena motor melaju dengan cepat di jalur kiri. Sang wanita selama perjalanan memegang erat petugas Dishub itu. Belum diketahui juga di pintu tol mana petugas itu keluar.

Biasanya, motor besar memang diperkenankan masuk ke tol tapi itu hanya dalam rangka pengawalan atau berpatroli. Apa mungkin ada peraturan baru, kalau membonceng seseorang boleh masuk tol juga? Oknum Dishub ini nekat masuk Tol Cijago, Depok. Padahal dia tak sedang berdinas melakukan pengawalan atau patroli. Malahan, dia membonceng seorang perempuan berjaket kuning. Dengan cepat motor melaju membelah Tol Cijago menuju Jakarta.

Ewin juga sempat memberikan foto aksi oknum Dishub itu. Tercatat oknum itu menggunakan motor bernopol B 6028 PRQ berpelat merah. Ada tulisan BM di belakang motornya. “Kita harus lihat dulu, kalau dia petugas kita akan kita tindak,” kata Kadishub DKI Udar Pristono saat dikonfirmasi. Pristono mengaku pihaknya akan melakukan pengecekan atas pelat nomor itu. “Itu benar pelat Dishub DKI. Kita akan cek,” jaminnya.

Seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) terlihat melaju menggunakan motor dinasnya bernopol B 6028 PRQ di Tol Cijago. Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono membenarkan jika petugas tersebut merupakan anak buahnya.

“Iya, setelah saya lihat gambar dan nomor polisi kendarannya, benar itu petugas Dishub DKI,” kata Pristono saat dihubungi detikcom, Jumat (6/9/2013).

Lebih lanjut Pristono akan mencari tahu siapa pengendara tersebut dan apa alasan dia masuk tol dengan kendaraan dinas, padahal di luar tugas.

“Kita akan cek. Akan kita tindak,” katanya.

Penampakan petugas itu diambil oleh Ewin pembaca detikcom dalam surat elektroniknya. Dia mengambil foto sang petugas Dishub yang berseragam lengkap dengan perempuan berjaket kuning melintas di Tol Cijago, Depok ke arah Jakarta pukul 06.11 WIB.

“Motor Dishub masuk ke Tol Cijago berboncengan dengan seorang wanita. Apakah ini dapat dibenarkan? Padahal mereka tidak dalam rangka tugas pengawalan,” kata Ewin.

Tak diketahui nama petugas Dishub itu karena motor melaju dengan cepat di jalur kiri. Sang wanita selama perjalanan memegang erat petugas Dishub itu. Belum diketahui juga di pintu tol mana petugas itu keluar

Categories
Pariwisata

Desa Temajuk Sepotong Surga di Ekor Kalimantan


pantai surga desa temajuk tempat kemahTemajuk merupakan desa yang berada di sebelah utara bagian barat pulau Kalimantan, hanya berjarak 4 kilometer dari Telok Melano, Malaysia. Desa ini secara administatif berada di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Desa ini memiliki garis pantai sangat panjang yakni sekitar 60 kilometer, terhampar sepanjang pesisir menuju Desa Temajuk yang kerap dikunjungi penyu untuk bertelur.

Untuk mencapai Desa Temajuk, perjalanan menggunakan sepeda motor dari Kota Singkawang, membutuhkan waktu tempuh sekitar 6 jam, dengan jarak tempuh sekitar 200 kilometer. Perjalanan dimulai dari Kota Singkawang menuju ke arah Sambas, kemudian ambil jalur yang menuju Kartiasa.

Setiba di Kartiasa, kita menyeberang sungai menggunakan feri tujuan Teluk Kalong dengan tarif Rp 5.000 per sepeda motor atau Rp 35.000 jika menggunakan mobil pribadi. Setiba di seberang, kita melanjutkan perjalanan menuju arah Paloh. Kondisi jalan masih bagus dan beraspal hingga Dusun Liku, mulai dari Dusun Liku hingga Dusun Setingga kondisi jalan aspal berlubang.

Beberapa warga Desa Temajuk sedang melintas dijembatan dermaga nelayan tradisional di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Selepas Dusun Setingga, kemudian melewati Dusun Merbau, lalu sampai di Sungai Sumpit. Demi menuju Dusun Ciremai, sekali lagi kita harus menyeberang sungai menggunakan perahu bangkong dengan tarif Rp 10.000 per sepeda motor dan Rp 100.000 per mobil pribadi.

Dari Dusun Ciremai, perjalanan sudah tidak jauh lagi, jarak tempuh masih sekitar 50 kilometer. Namun dari sini perjalanan mulai sedikit terhambat, karena kondisi jalan yang sedang dalam proses perbaikan hingga Sungai Belacan.

Selepasnya jalan mulai agak sedikit baik, sudah mulai ada pengerasan jalan tanah selebar 6 meter sepanjang hingga Desa Temajuk. Sebelum adanya poyek pengerasan jalan menuju Desa Temajuk, kondisi jalan sangat susah untuk dilalui oleh kendaraan bermotor. Medan jalan berpasir gembur sepanjang Sungai Belacan hingga Dusun Camar Bulan menyulitkan warga dan pengunjung.

dermaga dusun camar bulan temajukPemandangan dusun Camar Bulan dari ujung dermaga di desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Penduduk sekitar biasanya menggunakan jalur tepi pantai yang hanya bisa dilewati pada saat air sedang surut. Teluk Atong Bahari, satu-satunya destinasi yang telah dikelola secara mandiri oleh Pak Atong, seorang penggiat pariwisata di Desa Temajuk.

Pak Atong mulai merintis tanah miliknya yang berada di pesisir pantai sejak tahun 2010 tersebut untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Di Teluk Atong Bahari, wisatawan tidak perlu khawatir untuk menginap, karena sudah tersedia penginapan yang memadai di sini, dan jika penginapan penuh, pengunjung bisa menginap di rumah warga.

Menurut Pak Atong, akhir-akhir ini makin ramai pengunjung datang ke Desa Temajuk. “Bahkan kemarin dari hari kedua sampai hari kesepuluh Lebaran tempat ini tidak pernah sepi. Saya sampai kewalahan melayani tamu yang datang,” cerita pak Atong kepada Kompas.com, Jumat (30/8/2013) ketika berkunjung ke sana.

“Sayang sekarang sinyal komunikasi sedang susah, sejak tower mengalami gangguan beberapa bulan yang lalu, sampai sekarang masih belum ada perbaikan,” kata Atong melanjutkan ceritanya. Salah satu gugusan bebatuan yang menghampar dipantai Temajuk yang menjadi daya tarik minat wisatawan untuk berkunjung ke desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sebelumnya memang ada sinyal telepon selular milik Telkomsel yang menjangkau tempat ini, namun sejak beberapa bulan yang lalu tidak berfungsi dan menyulitkan warga untuk berkomunikasi.

gugus bebatuan di pantai temajuk kalimantanKondisi pantai yang masih alami, dengan pantai pasang surut yang eksotis, pasir putih yang terhampar luas, gugusan bebatuan granit yang indah, dan bebatuan granit berpadu batuan karang yang eksotis terhampar hingga Tanjung Datuk yang menjadi perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Pemandangan khas pantai yang memanjakan setiap mata yang berkunjung ke sana.

Anda juga bisa menikmati pemandangan bawah laut dengan menggunakan snorkel di Teluk Atong. Gugusan bebatuan granit dari yang kecil hingga yang sangat besar bisa anda jumpai di lokasi Batu Pipih, tidak jauh dari penginapan Teluk Atong. Suasana senja di dermaga Camar Bulan yang menjadi salah satu favorti pengunjung untuk menikmati indahnya sunset desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

sunset di desa temajukAnda juga bisa menikmati suasana indahnya matahari terbenam di dermaga panjang yang ada di dusun Camar Bulan. “Saya sudah berusaha untuk mengajak warga di sini untuk berperan aktif mempromosikan wisata di sini, tapi masih belum ada yang tergerak,” ujar pria berusia 60 tahun ini.

Sekarang dia berusaha untuk mempromosikan wisata kepada orang-orang yang datang, dengan harapan mereka bisa membawa cerita Temajuk ke luar sana. “Banyak yang bilang tempat ini seperti surga, sepotong surga di ekor Kalimantan kata mereka. Saya sendiri sempat kaget mendengar mereka bilang seperti itu,” kata Atong. Dia berharap setidaknya dengan tingginya kunjungan orang ke Desa Temajuk bisa berdampak pada pembangunan di desa yang juga menjadi pilar tapal batas negara tersebut.

Categories
Berbudaya

28 Persen Pekerja Seks Remaja ABG di Bandung adalah Pelajar Aktif


28 Persen Pekerja Seks Remaja di Bandung adalah Pelajar AktifPusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat mendapatkan temuan, 28 persen pekerja seks anak/remaja di Bandung Raya adalah pelajar aktif atau masih bersekolah.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat Yeni Huriyani, yang ditemui pada acara Seminar Nasional & Call Paper Psikologi Unisba 2013 di Aula Unisba, Jalan Taman Sari, Rabu (4/9/2013) kemarin.

Yeni mengatakan, para remaja yang terjerumus perilaku negatif ini masih bersekolah seperti pelajar pada umumnya.

Menurut Yeni, pihak sekolah, bahkan orangtua mereka, mungkin tidak tahu aktivitas anak mereka di luar. Ironisnya, perilaku mereka dipicu antara lain oleh gaya hidup.

“Ada pergeseran dalam lingkungan. Gaya hidup jadi berubah. Hanya karena ingin bisa nongkrong di kafe elite, jajan di kafe elite, mereka seperti itu (jadi pekerja seks). Bahkan, ada yang ingin handphone bagus, lalu janjian di luar sekolah,” katanya.

Disinggung tentang pihak yang mengendalikan aktivitas mereka, Yeni mengatakan bahwa kelompok tersebut sudah memiliki jaringan. Selain ada orang dewasa yang mengatur, aktivitas mereka juga dikendalikan oleh teman sendiri dengan memanfaatkan ponsel.

Menurut Yeni, saat ini, teknologi menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi membuat orang cerdas dan sadar terhadap teknologi tinggi, tetapi di sisi lain menjerumuskan. “Jadi, orangtua juga harus tahu gadget anaknya itu apakah dimanfaatkan secara positif atau tidak,” kata dia.

Yeni juga mengatakan, saat ini anak-anak, khususnya remaja, berada dalam situasi kritis. Dari temuan lembaganya, diketahui ada yang masih berusia 13 tahun yang berarti mereka masih bisa disebut anak-anak karena masih duduk di bangku SMP.

Kebanyakan mereka berusia di bawah 18 tahun. Pada masa inilah sedang terjadi transisi atau peralihan dari anak-anak ke remaja. “Orangtua sekarang masih belum terbuka tentang pendidikan seksual, masih menganggap tabu. Akhirnya anak mencari sendiri, coba-coba lalu terjerumus,” katanya.

Namun, yang menjadi perhatian, ujar Yeni, saat ini ada pergeseran bahwa ternyata perilaku negatif para pelajar ini tanpa paksaan. Ada kasus yang ditangani karena berawal dari korban perkosaan. Namun, karena terjerumus dan tidak ada yang memperhatikan serta mengarahkan, akhirnya perilaku mereka menjadi “sukarela”.

“Dan penggunanya adalah orang dewasa yang memiliki uang,” kata Yeni.

P2TP2A tidak melihat adanya status sosial dalam masalah ini karena adanya pergeseran gaya hidup tersebut.

Yeni mencontohkan, siswa SMK yang sedang berada di salon akhirnya menjadi korban perdagangan manusia. “Kelas sosial sekarang sudah blur. Contoh tadi, mereka ke salon, berarti mereka bukanlah kalangan bawah,” kata Yeni.

Dalam data P2TP2A Jawa Barat juga ditemukan bahwa anak-anak jalanan di bawah usia 13 tahun sudah melalukan seks bebas. Di Kota Bandung tahun 1980-an, persoalan seks bebas melanda mahasiswa. Namun, usianya sekarang terus mengalami pergeseran.

Bahkan, berdasarkan data dari kasus yang ada, kasus perkosaan dilakukan orang dewasa terhadap anak-anak dengan iming-iming uang. Anak-anak ini mau karena gaya hidup juga. Menurut temuan P2TP2A, korban mau karena ingin jajan di minimarket.

“Mereka hanya punya uang Rp 2.000, tidak cukup. Ketika diiming-imingi Rp 10.000, akhirnya mereka terjerumus dan menjadi korban, dan ini (perkosaan) berulang-ulang,” kata Yeni.

Memprihatinkannya lagi, kasus seperti ini terjadi tidak hanya di perkotaan, tapi juga perdesaan karena menjamurnya juga minimarket di gang-gang.

Soal pihak sekolah tahu perilaku siswinya yang seperti itu, Yeni mengatakan, ada kemungkinan pihak sekolah tidak tahu, atau sudah tahu tapi menutup mata karena takut aib dan mencemarkan nama sekolah.

Karena itulah, kata Yeni, semua pihak terkait harus bijak dalam melihat permasalahan ini. Bagaimana agar anak-anak ini ditangani dengan baik supaya tidak terjerumus lebih dalam. “Salah satunya perhatikan hak anak, jangan sampai hak anak terabaikan karena, itu tadi; awalnya terpaksa karena tidak ditangani dan bisa terjerumus, hingga dari terpaksa jadi sukarela,” kata Yeni.

Categories
Kriminalitas Transportasi

Dua Kopaja Ugal Ugalan Dijalan Sebabkan 2 Orang Tewas Di Daan Mogot


Ulah dua pengemudi Kopaja B-7357-LE dan B-7762-DG yang ugal-ugalan mengemudikan kendaraannya menyebabkan dua orang tewas dan tiga lainnya luka-luka.

Peristiwa tersebut terjadi di Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), Rabu (4/9/2013) pukul 23.00. Demikian disampaikan Wakil Kepala Satlantas Polres Jakbar Komisaris Boediono, Kamis (5/9/2013) pagi.

Kecelakaan tersebut, lanjutnya, diawali dua bus. Kopaja 95 jurusan Slipi Kalideres, dan Kopaja 98 jurusan Tomang-Rawabokor saling mendahului di Jalan Raya Daan Mogot, Jakbar.

“Kedua kendaraan umum ini kebut-kebutan, memanfaatkan jalan raya yang sudah lengang,” ucap Boediono.

Keduanya meluncur dari arah Grogol menuju Cengkareng. Sesampainya di sekitar halte Jembatan Gantung tak jauh dari SPBU, Kopaja 95 menabrak Kopaja 98 yang berada di depan. Setelah menabrak, sopir Kopaja 95 membanting setir ke kiri dan menabrak truk yang sedang parkir di tepi jalan.

“Kopaja 98 hanya oleng ke kanan saat diseruduk Kopaja 95. Tetapi, Kopaja 98 masuk ke jalur transjakarta setelah menabrak truk,” ujar Boediono.

Akibat tabrakan tersebut, sisi kanan hingga bagian depan Kopaja 95 rusak. Kopaja 98 rusak di bagian depan. “Kopaja 95 rusak parah karena terpental dan terbalik,” tutur Boediono.

Peristiwa ini menelan lima korban. Dua orang tewas, sementara tiga lainnya luka. Semua korban berasal dari Kopaja 95. “Kedua sopir kini buron, sementara semua korban sudah kami bawa,” tutur Boediono.

Dua korban meninggal adalah kondektur Kopaja 95 dan seorang penumpang. “Identitas kondektur belum diketahui. Dia tewas di tempat kejadian. Penumpang bernama Yuliani Rumiris (19) warga Pangkalan, Kali Deres. Ia meninggal dalam perjalanan ke RSUD Cengkareng,” ujarnya.

Korban luka berat, Bustomi (35). Ia dibawa ke Rumah Sakit Hermina Daan Mogot. Penumpang bernama Novi Aprilia (25) dan satu penumpang lainnya yang luka ringan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Boediono mengatakan, saat ini petugas Satlantas dan Satreskrim Polres Jakbar masih memburu dua sopir bus.