15 Satpol PP Yang Mentaati Perintah Bupati Ngada Blokir Bandara Resmi Jadi Tersangka


Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan pengusutan dugaan pidana dalam kasus pemblokiran bandara Turelelo Soa oleh Bupati Ngada, Marianus Sae. Sampai saat ini, sudah 15 anggota Satpol PP yang ditetapkan sebagai tersangka. “Yang jadi tersangka anggota Satpol PP ada 15 orang. Komandannya juga diperiksa,” kata Kapolda NTT, Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana, melalui sambungan telepon, Selasa (24/12/2013).

Yoga menjelaskan, mereka disangkakan karena telah memasuki runway bandara. Penyidik, jelas Yoga, menerapkan Undang-Undang No 1/2009 tentang Penerbangan. Yoga tidak merinci pasal yang menjerat belasan para anggota Satpol PP tersebut.

“Mereka ini yang memasuki runway,” kata Yoga.

Seperti yang diketahui, Marianus memerintahkan Satpol PP untuk memblokir bandara Turelelo Soa pada Sabtu (21/12) pagi karena tak mendapatkan tiket pesawat Merpati dengan rute Kupang-Ngada. Ia pun mengklaim kabupaten yang dipimpinnya terancam pinalti APBD sebesar 30 persen akibat keterlambatan membahas anggaran dengan DPRD.

Sebanyak 15 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menaati perintah Bupati Ngada Marianus Sae untuk memblokir Bandara Turelelo Soa, Nusa Tenggara Timur. Kini mereka malah menjadi tersangka karena tugas yang dilaksanakannya itu.

Lalu bagaimana reaksi Marianus ketika tahu anak buahnya jadi tersangka gara-gara taat padanya?

“Wah, nggak tahu saya, nggak tahu. Mungkin itu hanya ada di berita,” kata Marianus di ujung telepon, Rabu (25/12/2013).Lalu langkah apa yang akan diambil oleh Marianus menindaklanjuti anak buahnya yang kini dijadikan tersangka? “Nggak tahu, nggak tahu,” ucap Marianus secara repetitif sebelum menutup teleponnya.

Para personel Satpol PP itu sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda NTT. Pihak Kepolisian memang melakukan pengusutan dugaan pidana dalam kasus pemblokiran bandara Turelelo Soa pada Sabtu (22/12) lalu itu.”Yang jadi tersangka anggota Satpol PP ada 15 orang. Komandannya juga diperiksa,” kata Kapolda NTT, Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana, melalui sambungan telepon, Selasa (24/12). Yoga menjelaskan, mereka disangkakan telah memasuki runway bandara. Penyidik, jelas Yoga, menerapkan Undang-Undang No 1/2009 tentang Penerbangan. Yoga tidak merinci pasal yang menjerat belasan para anggota Satpol PP tersebut.

Kapolda NTT Brigjen Pol Untung Yoga Ana memastikan kasus pemblokiran bandara di Ngada oleh Satpol PP tak didiamkan. Polres Ngada melakukan penyelidikan kasus itu. Blokir yang dilakukan Satpol PP atas perintah Bupati Marianus Sae karena tak dapat tiket Merpati.

“Polres Ngada sedang memproses kejadian tersebut,” kata Yoga saat dikonfirmasi detikcom, Senin (23/12/2013). Menurut dia, publik mesti bersabar. Pihak kepolisian dipastikan akan melakukan penyelidikan. “Kita tunggu perkembangan atas pengusutan tersebut,” jelasnya. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (21/12). Marinus baru saja menerima Dipa dari Gubernur NTT. Kemudian, dia bergegas pulang mendadak memesan tiket pesawat. Sabtu itu ada rapat paripurna pengesahan APBD di Ngada.

Tapi dengan alasan Merpati tak memberikan tiket, dia mengerahkan Satpol PP menutup bandara selama 2 jam. Pesawat Merpati itu pun kembali lagi terbang ke Kupang, tak mendarat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s