Monthly Archives: January 2014

Feby Lorita Ditemukan Tewas Dalam Bagasi Nissan March F 1356 KA Di Pondok Kelada Duren Sawit


Pembunuh Feby Lorita (32), mayat di bagasi mobil Nissan March masih misterius. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan kini sang kekasih Feby masih dicari untuk diperiksa. Feby diketahui telah berpisah dengan suaminya, Hendrik Sulaiman, sejak tahun 2010. Perempuan kelahiran tahun 1981 ini sudah memiliki kekasih.

“Ada (pacar). Belum dimintai keterangan, ini masih dicari,” kata Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit, Chalid Thayib, di RS Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (29/1/2014). Ia mengatakan saksi-saksi sudah diperiksa. “Saksi di TKP 3 orang, di apartemen tempat tinggal Feby 6 orang, termasuk tetangganya,” kata Chalid. Menurut dia, pembunuh Feby masih terus diselidiki. “Yang diduga saat ini masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Chalid menambahkan ibu satu anak itu menetap di Cibubur Comfort Apartemen selama 5 bulan. Sedangkan kakak Feby, Evi Lorita, tinggal di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Feby bekerja sebagai desain grafis. “Pendesain gambar di Amazon, tempat bermain anak-anak,” kata Chalid. “Terakhir Feby ditegur di Whatsapp Senin kemarin dan dia sudah tidak menjawab, dan sudah didelete pin BlackBerry dan WA-nya kakaknya ini. BB itu masih kita cari lagi,” ungkap Chalid.

Polisi dan pihak keluarga sudah memastikan jenazah yang ditemukan di bagasi mobil Nissan March adalah Feby Lorita (32). Ini foto wajah cantiknya semasa masih hidup. Foto ini dari salah seorang kerabat Feby yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (29/1/2014). Dia menyebut Feby sebagai sosok yang baik dan menyesalkan insiden pembunuhan tersebut.

Di foto, tampak Feby sedang berdiri di sebuah pusat perbelanjaan. Dia mengenakan baju kaos dan celana pendek. Tato salib terlihat jelas di punggungnya. Kulitnya putih dan wajahnya cantik. Polisi masih terus menyelidiki siapa pembunuh Feby. Sejumlah saksi sudah diperiksa, termasuk keluarga dan tetangga Feby di apartemen. Feby diketahui telah berpisah dengan suaminya, Hendrik Sulaeman, sejak tahun 2010. Mayat Feby ditemukan di bagasi mobil Nissan March F 1356 KA yang terparkir di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, diduga kuat Febby Lorita.

Keluarga Feby Lorita (sebelumnya ditulis Febby Lorita) telah mencocokkan identitas fisik mayat dalam bagasi mobil Nissan March. Mantan suami Feby, Hendrik Sulaiman (32) dan kakak Feby, Evi Lorita membenarkan jasad yang menggenaskan itu Feby. Keluarga Feby menyambangi RS Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (29/1/2014).

“Dari pemeriksaan fisik dan keterangan mantan suami maupun kakak kandung, korban benar kalau itu adiknya, sesuai dengan ciri-ciri tato dan bekas operasi caesar,” kata Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit, Chalid Thayib. Jadi menurut keluarga, itu Feby? “Iya,” jawab Chalid. Menurut dia, identitas Feby juga dikenali melalui gelang giok dan baju yang dipakainya. “Ia dikenali dari baju. Dari gelang gioknya juga. Saat ini kami masih cari petunjuk lagi,” ujar Chalid.

Setelah pemeriksaan fisik, keluarga akan melakukan cek gigi, sidik jari dan DNA. Pemeriksaan tersebut untuk memastikan kebenaran mayat di bagasi mobil Nissan adalah Feby. “Tapi harus tunggu anaknya dulu yang ada di Bengkulu. untuk hasil tes DNA harus air liur anaknya. DNA harus garis keturunan. Kalau nggak ibu, kalau nggak anak,” kata Chalid.

Ia menambahkan anak Feby kini menetap di Bengkulu. “Anak korban tinggal sama tantenya di Bengkulu,” kata dia. Chalid juga belum dapat memastikan apakah Feby tengah mengandung atau tidak. “Kita belum bisa berikan itu karena hasil visum belum,” ujarnya. Mobil Nissan March warna putih dengan nopol nopol F 1356 KA dan berisi mayat perempuan yang sudah hampir membusuk tersebut ditemukan warga tengah terparkir di depan TPU Pondok Kelapa Jalan Pondok Kelapa, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Senin 27 Januari 2014.

Mobil itu sudah terparkir 4 hari di lokasi tersebut. Jasad dalam bagasi itu diduga kuat Febby yang memiliki ciri khusus tato bergambar salib di punggungnya. Hendrik mengaku sudah dua tahun ini tak mengontak Febby Lorita. Karena itu dia mengaku kaget saat dikabari mantan istrinya ditemukan tewas di dalam bagasi mobil Nissan March putih.

Berkaus putih dan bercelana pendek, Hendrik mendatangi Mapolsek Duren Sawit, Rabu (29/1/2014). Hendrik sempat dimintai keterangan polisi sebelum dibawa polisi ke RS Polri Kramatjari bersama Evi kakak kandung Febby. Mereka diminta mengenali jasad Febby. “Ini mengecek mayat, itu benar-benar febby atau bukan,” terang Hendrik. Menurut dia, sudah lama dirinya tak mengontak Febby. “Sudah lama, kalau nggak ketemu sudah dua tahun,” jelas dia.

Hendrik juga menyampaikan dirinya pun tak ingat kapan terakhir ber-SMS dengan mantan istrinya itu. “Lupa, lumayan lama,” imbuhnya. “Saya juga kurang tahu itu mobil punya Febby apa bukan,” jelas Hendrik.

Selembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil Nissan March bernopol F 1356 KA menjadi ujung tombak polisi dalam mengungkap mayat perempuan dalam bagasi yang ditemukan di Jl Pondok Kopi Ujung Kelurahan Pondok Kopi RT 03/4 Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa 28 Januari kemarin. Pada STNK itu tertera kepemilikan Nissan March keluarah tahun 2013 atas nama Feby (sebelumnya ditulis Febby-red) Lorita. Saat itu, polisi belum bisa memastikan bila mayat perempuan dalam bagasi mobil tersebut bernama Feby, si pemilik mobil. “Kemudian kita selusuri berdasarkan nopol kendaraan tersebut, didapat alamat rumah pemilik mobil. Kemudian anggota mengecek ke sana,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Pada STNK, tertera alamat pemilik mobil atau Feby Lorita itu di Kota Wisata Blok A4/11 RT 2/10 Gunung Putri Kabupaten Bogor. Penyidik kemudian berangkat ke alamat tersebut, untuk menelusuri perempuan bernama Feby tersebut. “Dicek ke sana, ternyata sudah pindah sejak lama dan pemilik rumah yang baru, tidak tahu di mana alamat pemilik rumah yang baru,” ucap Rikwanto.

Tidak putus sampai di situ saja. Polisi yang mengetahui mobil tersebut adalah mobil kreditan, pun meluncur ke showroom di mana mobil tersebut dijual. Namun, lagi-lagi, polisi menemukan kendala. “Dari showroom didapat bahwa mobil itu keluar tahun 2013, tetapi dari showroom ini dicek identitas pembelinya tidak jelas,” ungkapnya. Identitas mayat perempuan dalam bagasi Nissan March F 1356 KA, di Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (28/1) lalu diketahui bernama Feby Lorita, yang tak lain adalah pemilik mobil tersebut. Feby diketahui beralamat tinggal terakhir di Rusun Comfort Cibubur, setelah akhirnya pindah alamat dari Kota Wisata, Gunung Putri, Bogor.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, dari penelusuran penyidik ke apartemen tersebut, diketahui bahwa Feby sudah lama tidak terlihat di apartemennya. Feby menempati Kamar No 5 lantai 2 Blok C Rusun Comfort Cibubur.

“Menurut tetangganya, dia terakhir terlihat itu sekitar 5 hari yang lalu sejak polisi mendatangi apartemennya tadi malam,” kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/1/2014). Rikwanto mengatakan, pihaknya masih menginterogasi tetangga, satpam dan pengelola apartemen untuk mendalami aktivitas Feby sehari-hari. Dari hasil penelusuran itu, belum diketahui Feby tinggal bersama siapa di apartemen itu dan dengan siapa dia meninggalkan apartemen itu.

“Dia keluar pakai mobilnya atau tidak, dia sama siapa di sana, ini masih diinterogasi saksi-saksinya,” imbuh Rikwanto. Feby adalah ibu rumah tangga kelahiran Bengkulu, 30 Oktober 1981. Ia memiliki suami bernama Hendrik Sulaiman (31) dan sudah pisah ranjang sejak tahun 2010. Rikwanto menambahkan, dari hasil pernikahan Feby dan Hendrik ini mereka dikaruniai seorang putri bernama Agne Solecia S, yang lahir di Bogor tanggal 31 Juli 2009.

“Anaknya dititipkan di saudaranya di Bengkulu,” imbuh Rikwanto. Terungkapnya identitas Feby ini, masih perlu perjalanan panjang untuk mengungkap misteri tewasnya Feby. Belum diperoleh petunjuk, siapa pelaku pembunuhan Feby ini. Tidak kehabisan akal, penyidik pun menelusuri identitas pembeli kepada leasing yang membiayai kreditur mobil tersebut. Dari situ, polisi menemukan petunjuk baru. Dalam data kreditur leasing, tertera bahwa pembeli Nissan March berwarna putih itu atas nama Feby yang beralamat rumah di apartemen di Cibubur.

“Tetapi setelah ke sana, ternyata Feby sudah pindah alamat. Dan terakhir, kita mendapatkan informasi dari tetangganya, alamat terakhirnya,” ujarnya. Terakhir, Feby diketahui mengontrak satu unit No 5 Lantai 2 Blok C Rusun Comfort Cibubur. Penyidik pun malam tadi langsung meluncur ke apartemen tersebut dan bertemu dengan pengelola apartemen. “Setelah berkoordinasi dengan pengelola apartemen, penyidik melakukan pemeriksaan di unit tersebut,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan di TKP, polisi menemukan sebuah foto perempuan yang tengah berpose. Perempuan pada foto tersebut mengenakan gelang giok dan jam tangan. “Gelang giok ini identik dengan gelang yang dikenakan mayat dalam bagasi mobil Nissan March. Sementara jam tangan juga identik dengan jam tangan yang ditemukan pada mobil Nissan March,” tuturnya. Dari situ, polisi memastikan, bahwa mayat perempuan dalam bagasi mobil Nissan March tak lain adalah Febby Lorita, si empunya mobil tersebut.

“Dari keterangan tetangga dan pengelola juga, didapat nama diduga korban mayat dalam bagasi itu adalah Feby Lorita,” pungkasnya. Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tewasnya Feby Lorita (32), wanita yang ditemukan dalam bagasi di mobilnya sendiri, kemarin. CCTV di Cibubur Comfort, Apartemen tempat Feby tinggal, dicek aparat polisi untuk menemukan petunjuk dalam tewasnya wanita asal Bengkulu itu.

“Iya itu (CCTV) nanti diperiksa juga untuk mengetahui aktivitas Feby di apartemen tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/1/2014). Dari penelusuran penyidik di apartemen tersebut, diketahui dari tetangganya, Feby meninggalkan unit nomor 5 lantai 2 yang dihuninya, 5 hari sebelum mayatnya ditemukan. Rikwanto belum bisa memastikan, bersama siapa Feby tinggal di rusun tersebut termasuk siapa saja yang sering menemuinya di tempat tinggalnya itu. Ini masih diinterogasi tetangga sama satpam dan juga pengelola apartemennya,” imbuhnya.

Tanah Di Desa Sukodono Jepara Terbelah Selebar 10 Meter dan Kedalaman 8 Meter


Fenomena tanah terbelah terjadi di Jepara, tepatnya di Desa Sukodono Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Terbelahnya tanah tersebut berupa retakan besar selebar 10 meter dengan kedalaman 8 meter. Salah satu warga Desa Sukodono, Rhobi, mengatakan retakan tersebut mengikuti saluran irigasi sawah yang awalnya hanya selebar 100 cm dan dalamnya hanya 50 cm. Namun sejak hujan deras melanda Jepara sejak 2 minggu lalu, saluran irigasi tersebut semakin melebar dan dalam.

“Pelan-pelan semakin besar, panjang retakan sekitar 250 meter. Kalau masih hujan deras takutnya semakin besar,” kata Rhobi di Jepara, Rabu (29/1/2014). Retakan tersebut tidak hanya merusak saluran irigasi sawah, namun juga membahayakan warga karena mencapai pemukiman. Bahkan retakan sampai ke bawah rumah salah satu warga bernama Abdul Ghofur, sehingga rumah Abdul menggantung.

“Sekarang pemilik rumahnya mengungsi ke kerabatnya. Jadi bagian depan dan belakang masih di tanah, tapi bagian tengahnya ngambang,” ujarnya. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Lulus Suprayetno mengatakan peristiwa tersebut merupakan fenomena tidak terduga karena bencana yang melanda di Jepara akhir-akhir ini berupa banjir dan tanah longsor.

“Itu fenomena, tidak terduga apalagi sampai ada satu rumah yang tanah di bagian bawah dapurnya itu membelah,” kata Lulus. Lulus menambahkan bencana-bencana yang terjadi di Jepara memang sangat tidak terduga. Selain retakan tersebut, air bah juga melanda Jepara hari Selasa (28/1) kemarin di saat banjir mulai surut. Daerah yang terkena air bah antara lain Pareng, Sobokerto, dan Kalinyamatan.

“Air bah karena 26 anak sungai dan sungai besar bergerak setelah menerima air dari lereng Muria,” tandasnya.

Cibubur Dan Jatibening Kembali Di Landa Banjir Karena Hujan


Hujan deras yang turun sejak semalam membuat Jalan Alternatif Cibubur banjir. Genangan yang cukup tinggi ini membuat lalu lintas di kawasan tersebut macet parah. “Macetnya sudah dari sekitar pukul 05.30 WIB, lalu lintas tidak bergerak sama sekali. Macet total,” kata Yofie salah seorang warga Cibubur, Selasa (28/1/2014) pukul 09.30 WIB.

Yofie mengatakan ada sekitar tiga titik banjir di kawasan itu. Lokasi pertama di dekat sekolah Alazar Syifa Budi, di dekat lampu merah Plaza Cibubur dan di sekitar perumahan Taman Kenari. “Cukup dalam banjirnya sehingga kendaraan sulit melintas,” katanya.

Yofie mengatakan, dirinya sempat mencoba berfikir untuk mengambil jalan lain melintasi JORR untuk bisa menuju kantornya di Kebon Jeruk. Namun rekannya mengatakan lalu lintas di kawasan itu juga macet parah. “Teman saya nelepon mengatakan kalau lalu lintasnya di sana juga macet parah,” katanya.

Selain Cibubur, banjir juga menggenangi kawasan Jatibening, Bekasi, Jawa Barat. Banjir yang cukup dalam menggenangi komplek Dosen IKIP di Jatibening. Banjir membuat jalur Jatibening-Pondok Gede terputus. “Kalau di dalam komplek kedalamannya 1,5 meter sedangkan di jalanan depan komplek sekitar 1 meter,” kata warga Komplek Dosen IKIP Arif Hidayat, Selasa (28/1/2014) pukul 11.15 WIB.

Arif mengatakan, genangan yang cukup tinggi ini membuat banyak kendaraan yang putar balik. Hanya mobil-mobil truk besar yang bisa menembus lokasi banjir ini. Banjir ini disebabkan meluapnya sungai Jatikramat yang ada di dekat komplek itu. “Ada sebuah mobil boks yang nekat melintasi akhirnya terjebak di tengah banjir,” katanya.

Arif mengatakan ada sekitar 400 kepela keluarga yang tinggal di komplek Dosen IKIP tergenang banjir. Sebagian warga masih ada yang bertahan di dalam rumah, namun ada juga yang nekat menerobos banjir. “Ada juga yang nekat keluar rumah untuk sekedar membeli sarapan, meskipun harus berjalan di tengah air yang mencapai leher orang dewasa,” katanya.

Gagal Mengatur PKL … Kini Pemerintah Akan Denda Masyarakat Sebesar 1 Juta Bila Membeli Dari PKL


Mulai 1 Februari 2014 mendatang Pemerintah Kota Bandung akan menerapkan denda Rp 1 juta terhadap warga yang berbelanja dari pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di tempat terlarang, sesuai ketentuan dalam Peraturan Daerah (Perda) No 4 Tahun 2011 Pasal 12.

“Tanggal 1 Februari akan dimulai. Tapi hari pertama mungkin tidak akan langsung didenda. Hari pertama orang yang melanggar akan ditegur dan diberikan flyer yang tulisannya ‘Anda telah melanggar’,” kata Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung, ketika ditemui di kantornya, Senin (27/1/2014). Hal ini diberlakukan setelah Satpol PP gagal mengatur PKL.

Selama satu minggu ini, Ridwan melanjutkan, Pemkot Bandung terlebih dahulu melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat dan pedagang di tujuh titik terlarang untuk bertransaksi.

Ketujuh kawasan tersebut adalah Alun-alun Bandung, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Dalem Kaum, Jalan Kepatihan, Jalan Dewi Sartika, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Merdeka. “Selama seminggu ini akan ada sosialisasi terkait denda maksimal 1 juta rupiah. Tahap pertama dicoba di empat titik yaitu di Jalan Kepatihan, Dalem Kaum, Alun-alun, dan Jalan Merdeka,” jelasnya.

Ridwan menambahkan, sambil sosialisasi berjalan, Pemkot Bandung bersama Satpol PP dan instansi terkait lainnya akan membahas teknis pemberian dan pembebanan denda kepada pelanggar.

“Secara resmi kita lakukan komunikasi dahulu kemudian solusi relokasi dan ketertibannya. Teknisnya apakah nanti diberikan resi, menahan KTP sampai dibayar atau gimana, itu akan di cek dalam seminggu,” ungkapnya.

Hujan Lumpur Terjadi Ketika Gunung Sinabung Meletus Saat Gerimis


Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali bererupsi, dengan ketinggian kolom mencapai 4 kilometer dari puncaknya, Senin (27/1/2014) kemarin. Erupsi itu mengakibatkan hujan lumpur di sejumlah desa di bagian barat Gunung Sinabung. Erupsi terjadi Senin pukul 13.29 dengan luncuran awan panas hingga 4,5 kilometer dari puncak Sinabung. Awan panas itu mengarah ke tenggara dan selatan. Adapun embusan abu vulkanik mengarah ke barat.

Selang 1,5 jam kemudian, terjadi erupsi serupa. Erupsi saat gerimis itu menimbulkan hujan lumpur. Abu vulkanik yang terbang berbaur dengan air.

Hujan lumpur, antara lain, melanda Desa Mardinding dan Desa Suka Tendel di Kecamatan Tiganderket. Ketebalan lumpur di kedua desa itu mencapai 2 sentimeter. ”Hujannya kira-kira satu jam. Jalanan licin. Jika tak hati- hati naik kendaraan, pasti kepeleset,” papar Jefry Bangun (31), warga Desa Mardinding, yang memilih bertahan saat warga lain mengungsi.

Erupsi itu merupakan letusan terbesar dalam sepekan terakhir. Sepekan sebelumnya, kolom erupsi Sinabung hanya setinggi 1,5 km dan luncuran awan panas tak lebih dari 3 km dari puncak.

Terbilang kecil
I Gede Suantika, Pejabat Pelaksana Bidang Penyelidikan dan Pengamatan Gunung dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengatakan, erupsi Sinabung Senin itu masih terbilang kecil dibandingkan dengan potensinya.

Saat ini telah terbentuk kubah lava dan lidah lava dengan volume mencapai 4 juta meter kubik. ”Ini laporan terakhir yang kami dapat. Empat hari lalu, kubah lava dilaporkan baru sampai 2 juta meter kubik,” ujarnya. Kondisi itu masih disertai penambahan material lava yang mencapai 10 meter kubik per detik. Gempa dalam dan tremor pun masih berlangsung. Berarti, pasokan energi masih terus terjadi.

Gede menjelaskan, bagus jika terjadi erupsi kecil. Sebab, dengan volume kubah lava yang mencapai 4 juta meter kubik, hal itu berpotensi terjadi erupsi besar dengan luncuran awan panas mencapai 7 km. ”Semoga ini tidak terjadi,” katanya.

Sementara, pendataan jumlah mahasiswa pengungsi Sinabung belum rampung. Sejauh ini, baru tercatat 477 mahasiswa dari keluarga pengungsi yang kuliah di luar Kabanjahe. Sebagian dari mereka kembali ke kampung dan ikut mengungsi lantaran tak ada biaya lagi. Jumlah pengungsi saat ini mencapai 29.797 jiwa di 43 tempat pengungsian.

”Kami masih mengumpulkan data. Data sementara sedang diperbarui sebab jumlah pengungsi meningkat,” kata Koordinator Media Center Tim Tanggap Darurat Gunung Sinabung Jhonson Tarigan.

Sesuai arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan beasiswa bagi korban Sinabung

Konflik ITC Mangga Dua Terjadi Karena Undang Undang Yang Perpihak Pada Pengembang


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, ratusan konflik yang terjadi di Jakarta serupa dengan kasus di pusat perbelanjaan ITC mangga Dua antara pengembang dan pedagang. “Itu jadi bukti ketidakjelasan regulasi kita,” kata Jokowi, sapaan akrabnya, di kantornya pada Senin, 27 Januari 2013.

Jokowi mengatakan, kedua pihak belum menemukan penyelesaian, meski dirinya beberapa kali bertemu kedua pihak. “Nanti akan ketemu juga dengan Kementerian Perumahan, Wali Kota, termasuk pengembang,” kata Jokowi. Jokowi sempat mengunjungi lokasi konflik pada Senin, 13 Januari lalu. Saat itu, Jokowi tiba bertepatan dengan demonstrasi penyewa kios. Pedagang di ITC Mangga Dua mengadukan masalah sengketa itu ke Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Konflik antara developer/pengelola mal dan pedagang di ITC Mangga Dua Jakarta Utara sebenarnya telah sampai di kejaksaan. Awal mulanya adalah pemadaman listrik oleh pengelola ITC Mangga Dua sekitar Juli 2013 lalu. Pemadaman menuai protes dari pedagang yang merasa sudah membayar iuran listrik secara rutin.

Ketika hendak melaporkan pemadaman listrik tersebut, tak ada satu pun dari pihak developer/pengelola mal yang bisa ditemui sehingga sempat ricuh. Dari situ ada kerusakan sebuah kaca yang berujung pelaporan ke pihak berwajib atas tiga orang pemilik kios. Pihak developer/pengelola mal, yakni kelompok Sinar Mas, beralasan bahwa para pedagang sudah menunggak pembayaran service charge per bulan berdasarkan tarif yang baru sebesar Rp 128 ribu per meter persegi per bulan, atau naik dari Rp 80 ribu. Pengelola menyatakan kenaikan tarif ini untuk biaya perbaikan gedung.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan sudah mendapat laporan soal konflik antara pengelola rumah susun nonhunian International Trade Center (ITC) Mangga Dua dengan penghuni. Menurut Basuki, akar masalahnya adalah komunikasi di antara keduanya. “Di satu sisi kenaikan harga memang wajar,” kata Basuki di Balai Kota, Senin, 27 Januari 2014. Pria yang bisa disapa Ahok ini mengatakan harga barang-barang juga tinggi ditambah adanya inflasi.

Hanya di sisi lain, mantan Bupati Belitung Timur ini meneruskan, ada ketidakpuasaan penghuni dengan proses kenaikan ini. Ahok menduga ada kurang komunikasi antara keduanya. Oleh sebab itu, penghuni curiga kalau-kalau kenaikan ini hanya akal-akalan sebagian orang saja. Konflik ini berawal dari tudingan kenaikan tarif yang sepihak dan pemilihan Ketua Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) yang tidak transparan. Konflik bertambah setelah tiga orang pedagang, Haida Sutami, Suresh Karnani, dan Mardianta dilaporkan karyawan PT JSI, Benediktus Keban, ke Polres Metro Jakarta Utara.

Sayangnya, Ahok melanjutkan, DKI tidak bisa berbuat apa-apa selain mediasi. “Kami tidak punya wewenang memutus apapun karena aturan undang-undang perumahan seperti itu,” ujarnya. Ahok menuturkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman, pemerintah daerah hanya sebagai pembina. Tidak memiliki kewenangan memutus apa pun. “Makanya kami hanya bisa mediasi,” ujarnya.

Wanita Hamil Tewas Terjatuh Dari Jalan Layang Non Tol Cassablanca Tanah Abang Setelah Ditabrak Mobil Honda City


Korban meninggal dunia pada kecelakaan di Jalan Layang Non Tol (JLNT) depan Mall Ambassador, Windawati tengah hamil tujuh bulan. Pihak keluarga menyebut bahwa Windawati ingin mengadakan acara tujuh bulanan kehamilannya. “Waktu itu dia bilang pingin rayain tujuhbulanan hamilnya. Saya bilang ndak usah deh, kan ndak ada keharusan dari agama,” ujar ayah mertua Windawati, Suharto di RS Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014).

Niat Windawati tersebut pun diurungkan. Bel sempat terwujud, Windawati sudah terlebih dahulu menghadap Sang Khalik. “Sayang sekali, ya. Sedang hamil besar, sudah sebentar lagi melahirkan, malah meninggal dunia,” imbuh Suharto.

Suharto pun menyesali tindakan putranya yang saat itu nyelonong masuk JLNT. Saat itu Faizal membonceng Windawati melawan arus jalur yang seharusnya ke Tanah Abang. “Tapi namanya kecelakaan, siapa yang bisa disalahkan? Tidak ada yang tahu akhirnya jadi begini. Mungkin semalam dia buru-buru jadi lewat JLNT yang seharusnya tidak boleh lewat motor,” kata Suharto.

Pasutri korban kecelakaan di JLNT depan Mall Ambassador, Faizal dan Windawati melawan arus. Tetangga korban, Rian menyatakan bahwa korban menghindari razia. “Tadi katanya (Faizal) sih dia putar arah karena di turunan Dr. Satrio ada razia. Dia awalnya dari Cassablanca ke arah Tanah Abang, terus putar arah jadinya lawan arus,” ujar Rian di RS Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2014). Hal ini sering terjadi karena ulah polisi yang lebih mementingkan setoran tilang daripada memberikan pendidikan kepada pengendara, padahal akan lebih berguna apabila ada polisi yang berjaga dijalan masuk JLNT tersebut.

Saat itu Faizal usai menjemput Windawati dari kantornya di Cassablanca. Menurut Rian, Windawati tengah memiliki kandungan berusia 7 bulan. “Saat putar arah, Bang Faizal sama Teh Wiwin tertabrak oleh mobil Honda City dari arah Cassablanca,” imbuh Rian. Akibat tabrakan tersebut Windawati terpental hingga jatuh ke bawah JLNT. Sementara itu Faizal dan motornya masih berada di atas JLNT.

Korban kecelakaan di Jalan Layang Non Tol (JLNT) depan Mall Ambassador Faizal masih dirawat di UGD RS Mintohardjo. Pihak keluarga berencana memindahkan Faizal ke RS Fatmawati. “Nanti akan saya bawa ke RS Fatmawati karena di sini sudah penuh semua kamarnya. Harus segera dioperasi soalnya,” ujar ayah Faizal, Suharto di RS Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014).

Faizal mengalami patah tulang di lengan atas dekat bahu dan kaki kiri. Terdapat beberapa jahitan di paha kanan Faizal. “Ini masih harus segera dioperasi lagi, kalau tidak bisa lebih bahaya, makanya mau langsung dipindahkan ke Fatmawati,” kata Suharto. Faizal mengalami kecelakaan bersama istrinya, Windawati saat melawan arus di JLNT Tanah Abang – Kampung Melayu. Faizal tetap di atas JLNT, sementara sang istri terpental hingga ke bawah JLNT setelah tertabrak mobil Honda City dari arah berlawanan pada Senin (27/1) pukul 23.00 WIB.

Korban kecelakaan JLNT Casablanca Windawati meninggal dunia di RSCM. Windawati yang jatuh dari ketinggian ini merupakan pegawai swasta yang tengah hamil 7 bulan. “Teh Wiwin (Windawati) lagi hamil 7 bulan. Itu anak kedua dia. Kalau anak pertamanya saya kurang tahu umurnya berapa,” kata tetangga korban, Rian di RS Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014).

Windawati tinggal bersama suaminya, Faizal dan anaknya di Pondok Pinang. Saat kejadian, Faizal sedang menjemput Windawati yang pulang kerja. “Teh Wiwin kerja di Mall Kota Kasablanka, biasanya memang selalu dijemput. Tapi saya tidak tahu apakah rutenya memang lewat situ atau tidak,” ujar Rian. Faisal membonceng Windawati dengan motor Honda Beat dari arah Tanah Abang ke Casablanca. Namun karena posisinya melawan arus, motor tersebut ditabrak mobil Honda City sehingga Windawati pun terpental hingga jatuh dari JLNT.

“Tadi katanya (Faizal) sih dia putar arah karena di turunan Dr. Satrio ada razia. Dia awalnya dari Cassablanca ke arah Tanah Abang, terus putar arah jadinya lawan arus,” sebut Rian. Hingga kini Faizal belum diberitahu tentang istrinya yang telah meninggal dunia. Pihak keluarga Faizal pun belum tiba di RS Mintohardjo, tempat Faizal dirawat.

“Tapi keluarga sudah tahu kondisi Teh Wiwin. Sekarang Teh Wiwin sudah dibawa ke rumah,” imbuh Rian. Sebelumnya pihak kepolisian menyatakan bahwa Windawati tengah hamil muda. Korban kecelakaan akibat melawan arus di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Tanah Abang-Kampung Melayu, Faizal dirawat di RS Mintohardjo, Jakarta Pusat. Faizal mengalami patah tulang.

“Yang patah tulang bahu kanan sama kaki kiri. Sementara di paha kanan ada banyak jahitan,” tutur tetangga Faizal, Rian di RS Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014) dini hari.Faizal masih dirawat di ruang UGD karena seluruh kamar di RS Mintohardjo penuh. Sementara itu istri Faizal, Windawati meninggal di RSCM. “Saya dapat info dari keluarga katanya Teh Wiwin (Windawati) sudah dibawa pulang ke rumah, Pondok Pinang. Kalau pihak keluarga masih dalam perjalanan ke sini, masih nunggu taksi,” kata Rian.

Faizal dan Windawati diketahui merupakan warga Pondok Pinang.