Gunung Merapi Runtuh Diguncang Gempa Kebumen


Dampak gempa 6,2 SR yang berpusat di Kebumen ternyata dirasakan meluas. Bahkan sampai meruntuhkan sejumlah titik di Gunung Merapi, Yogyakarta. “Informasi dari pos pengamatan Gunung Merapi, pasca gempa terjadi runtuhan material di kawah sebanyak 2 kali,” kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama dalam siaran pers, Sabtu (25/1/2014).

Akibat goncangan gempa yang cukup kencang terbentuk beberapa rekahan. Rekahan bisa bertambah jika terjadi gempa susulan. “Terjadi sesar (rekahan) baru sekitar 1,5 meter di bawah Kali Opak dan Kali Oyo. Diprediksi masih akan ada gempa susulan dengan intensitas lebih kecil,” katanya.

Sementara situasi di Kebumen terpantau aman. Tidak ada tanda-tanda tsunami. “Garis pantai aman, namun cuaca setempat pasca gempa mendung tebal, potensi hujan besar,” ungkapnya. Gempa ini mengakibatkan 3 rumah dan 1 masjid roboh. Berdasar data Kemenkes tidak ada korban jiwa akibat gempa ini.

Gempa 6,2 SR yang melanda Kebumen diikuti oleh lima kali gempa susulan. Namun gempa-gempa tersebut memiliki magnitude yang semakin kecil. “Hingga pukul 15.20 WIB, berdasarkan pantauan kami ada 5 kali gempa susulan setelah gempa pertama pada pukul 12.14 WIB,” kata petugas Ruang Operasional Gempa BMKG, Novita di Kantor BMKG, Jl. Angkasa 2, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (25/1/2014).

Lima gempa susulan tercatat pada pukul 12.48 WIB dengan magnitude 4,2 SR, pukul 12.54 WIB dengan magnitude sebesar 3,6 SR, pada pukul 13.03 WIB magnitude 3,8 SR, pukul 13.18 WIB dengan magnitude 3,3 SR dan pada pukul 13.58 WIB dengan magnitude 4,1 SR. “Kecenderungan magnitude semakin kecil dan getarannya tidak dirasakan oleh warga,” lanjut Novita.

BMKG merevisi skala besaran gempa dari 6,5 SR menjadi 6,2 SR. Kedalaman gempa juga direvisi dari 48 km ke 79 km. Gempa tidak berpotensi tsunami. “Setelah menerima laporan dari berbagai stasiun pemantauan, update per jam 12.38 WIB, informasi magnitude 6,2 SR posisi di 8,22 LS-109,22 BT dengan kedalaman 79 km,” kata petugas ruang operasional gempa BMKG, Novita sebelumnya..

Selain di Jakarta, gempa juga dirasakan warga di Bandung, Jawa Barat bahkan Malang, Jawa Timur. Gempa 6,2 SR berpusat di 104 km barat daya Kebumen, Jawa Tengah. Apa penyebab gempa dengan kedalaman 79 km ini dan tidak menimbulkan dampak tsunami ini?

“Lempeng Indo Australia dan Eurasia selalu bergerak 6-10 cm per tahun. Pergerakan antar 2 lempeng, ada daerah-daerah yang akan patah karena tidak tahan. Itu sebenarnya. Lokasi gempa ini sumber pertemuan dari dua lempeng,” ujar Suharjono, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG ketika dihubungi, Sabtu (25/1/2014).

Menurut Suharjono, gempa tersebut merupakan proses normal. Gempa itu sebagai bentuk pelepasan energi dari pertemuan lempeng. Sebelumnya BMKG merevisi skala besaran gempa dari 6,5 SR menjadi 6,2 SR. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Setelah menerima laporan dari berbagai stasiun pemantauan, update per jam 12.38 WIB, informasi magnitude 6,2 SR posisi di 8.22 LS-109.22 BT dengan kedalaman 79 km,” kata petugas ruang operasional gempa BMKG, Novita ditemui di kantor BMKG, Jalan Angkasa 2, Kemayoran, Jumat (25/1/2014). “Setelah itu terjadi 4 kali gempa susulan. BMKG tidak memperingatkan adanya peringatan tsunami,” sambung Novita.

Goncangan gempa paling dekat adalah Kroya. Sebuah ibu kota kecamatan di Cilacap atau kurang lebih 10 km dari bibir laut. Skala intensitas di Jogja, Purbalingga, Tasikmalaya, Bantul, Pangandaran dan Cilacap sebesar 3-4 MMI.

“Kota Cirebon 2-3 MMI,” ujar Novita. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes RI langsung mengeluarkan dampak gempa 6,2 SR yang berpusat di 104 km barat daya Kebumen. Gempa 6,2 SR di Kebumen ini merobohkan 3 rumah dan 1 masjid, tapi tidak ada korban jiwa.

“Sehubungan gempa di Jawa, maka tadi BTKL (Balai Teknologi Kesehatan Lingkungan) dan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) langsung melaporkan situasi kepada saya melalui email, sesuai SOP yang sudah kami susun internal agar P2PL mengantisipasi masalah penyakit pada bencana,” kata DirJen P2PL Kementerian Kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama, Sabtu (25/1/2014).

Berdasarkan laporan dari KKP Semarang, gempa yang berpusat di Kebumen itu terasa di sepanjang Pantura, meliputi Tegal, Pekalongan, Jepara, Pati, sampai Rembang. Gempa juga dirasakan di Kota Semarang dalam intensitas ringan. Dari daerah ini dilaporkan tidak ada kerusakan. Sementara BBTKL DIY melaporkan bahwa garis pantai aman. Hasil pemantauan tim SAR tidak ada air laut surut, aktivitas masyarakat kembali normal. Untuk wilayah Kabupaten Bantul dilaporkan ada 3 rumah roboh. Tidak ada korban jiwa. Sementara Kota Yogyakarta juga aman, tidak ada kerusakan.

Cilacap dilaporkan aman. Tim SAR Kebumen melaporkan aman, namun cuaca pasca gempa mendung tebal dan berpotensi hujan besar. Sementara itu Kabupaten Banyumas di Kecamatan Kranggan, Desa Pekencen, ada 1 musala roboh, tidak ada korban jiwa.

Gempa 6,2 SR yang melanda Kebumen menyebabkan sebuah Masjid Jami At-Taqwa di Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah Ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Habis selesai salat dhuhur, sudah kosong, terus semua gerak-gerak dan masjid dengan cepat ambruk,” kata Palupi Andriani, seorang saksi mata, saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (25/1/2014).

Akibat peristiwa ambruknya masjid tersebut menyebabkan sebuah teras rumah yang berada disebelahnya ikut tertimpa bangunan masijd. “Sekitar pukul 12.00 WIB ada gempa sedikit-sedikit makin kencang, tahu-tahu brugg..langsung ambruk keras banget, untung sudah ke luar semua,” ujar Rizal, warga sekitar.

Sementara menurut Kades Kranggan, Pujiantoro mengatakan kejadian sekitar pukul 12.15 WIB, akibat gempa menyebabkan pilar penyangga masjid tidak stabil hingga akhirnya ambruk. “Ada gempa, tidak ada aktivitas salat, hanya rumah sebelah saja yang terkena, saat gempa langsung rubuh,” ujarnya.

Saat ini warga bersama pihak kepolisian, Koramil serta perngkat desa setempat masih berkoordinasi untuk membersihkan sisa puing-puing bangunan masjid yang ambruk. Dari informasi sementara dari Trantib Kecamatan Pekuncen pasca gempa terdapat 1 masjid ambruk dan 1 rumah Desa Kranggan, Desa Tumiyang 17 rumah rusak, Pasir Lor 10 rumah, Karang Klesem 6 Rumah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s