Gunung Marapi Di Tanah Datar Sumatera Barat Kembali Semburkan Abu Vulkanik


Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengeluarkan abu vulkanik sore tadi. Kabut dan cuaca berawan menghalangi pantauan arah abu tersebut. “Sekitar pukul 16.15 WIB tadi, ketinggian dan arah abu tidak teramati karena kabut dan cuaca berawan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho .

Gunung berapi setinggi 2.800 meter dari atas permukaan laut ini mengeluarkan abu selama 38 detik. Menurut Sutopo, aktivitas ini kerap dilakukan Marapi sejak dua tahun lalu namun sudah ditetapkan tak ada aktivitas dalam radius 3 km dari puncak gunung.

“Fenomena biasa karena sudah sering meletus sejak 3 Agustus 2011. Yang penting tidak ada aktivitas di radius 3 km dan sekitar situ memang tidak ada pemukiman,” kata Sutopo. Sutopo menyebutkan status Gunung Marapi saat ini adalah waspada atau level II. Pengawasan aktivitas Gunung Marapi terus dipantau hingga saat ini.

Siang tadi, terjadi letusan kecil di Gunung Marapi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Abu vulkanik yang meletus diperkirakan mencapai ketinggian 200 meter. “Tadi siang pukul 13.00 WIB, kurang lebih 200 meter,” kata Warsono, petugas posko pemantauan Gunung Marapi. Warsono saat ini sedang melakukan pengecekan lebih jauh soal peristiwa tersebut. Namun demikian, dia memastikan letusan itu tidak terjadi dalam waktu yang lama.

“Cuman sebentar kok,” imbuhnya.

Gunung Marapi terletak di antara Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatera Barat. Gunung tersebut memiliki ketinggian 2.891 meter dari permukaan laut. Salah satu gunung aktif di Sumatera Barat itu mengalami peningkatan aktivitas sejak 3 Agustus 2011 sekitar pukul 09.00 WIB. Gunung Marapi terakhir kali meletus pada 2005. Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek itu menjadi salah satu tujuan pendakian.

Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar dan Agam, Sumatera Barat (Sumbar) meletus. Namun meletusnya Gunung Marapi ini adalah aktivitas yang wajar. Penduduk tak perlu panik. “Sudah meletus memang, sudah lama beberapa bulan yang lalu,” ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono ketika dikonfirmasi.

Letusan materi vulkanik Gunung Marapi maksimum bisa mencapai 300-1.000 meter. Penduduk di sekitar Gunung Marapi, imbuh Surono, berada dalam radius 6 km. “Radius amannya 3 km, statusnya waspada. Itu wajar, nggak perlu (evakuasi),” tegas Surono. Sementara Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Ade Edward mengatakan sejak Agustus 2011, Gunung Marapi mengeluarkan debu. Gunung Marapi mengeluarkan debu 4-5 kali.

“Ini kita waspadai terus sambil mempersiapkan masyarakat di sana kalau terjadi letusan yang sifatnya merusak. Sekarang masker sudah didistribusikan karena debu. Masyarakat dan aparat sudah kita siapkan kalau ada tindakan darurat, sudah disosialisasikan,” jelas Ade.

Begitu pun juga jalur evakuasi, sudah disiapkan bila letusan gunung itu merusak dan mengeluarkan awan panas. “Kalau debu masih aman. Kalau sudah mulai batu dan pasir harus dievakuasi. Kalau sudah ada awan panas itu tidak aman, karena lontaran materinya sampai radius 5 Km. Ini belum mengkhawatirkan, tapi tetap diwaspadai,” jelas Ade.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s