Daftar Biro Haji dan Umrah Bodong


Sejumlah biro perjalanan haji dan umrah dilaporkan menelantarkan jemaah mereka di pelosok Indonesia sepanjang 2012-2014. Menurut data yang dihimpun, setidaknya ada delapan biro yang melakukan penipuan kepada para jemaahnya. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu mengatakan ada dua jenis modus penipuan yang dilakukan biro. Pertama, penipuan yang mengakibatkan jemaah gagal berangkat dan kedua, penelantaran jemaah.

Ada lima kasus sepanjang dua tahun terakhir, terkait dengan biro yang gagal memberangkatkan jemaahnya. Pada 2012, Biro Aman Tour and Travel di Wonosobo, Jawa tengah, gagal memberangkatkan 28 jemaahnya. Mereka menipu para jemaah dan meninggalkannya begitu saja di Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Kasus lain, di Gowa dan Bone, Sulawesi Selatan, 234 warga gagal berangkat umrah. Mereka ditipu Biro Travel Karya Abadi karena tak dapat terbang dan tertahan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Pada 2013, ada dua kasus biro gagal memberangkatkan jemaahnya. Terjadi di Surabaya dengan korban 500 orang, tanggung jawab Biro Padang Arafah, Surabaya. Dan kasus lain terjadi di Jakarta, 194 orang jemaah dari Gorontalo gagal berangkat ke Tanah Suci dan hanya sanggup terbang hingga Jakarta.

Kasus terakhir terjadi 2014 melibatkan calo perorangan di Riau. Ia meraup untung Rp 8 juta setelah berhasil mengelabui 60 orang di Batam untuk pergi berumrah. Meski sama-sama ditipu, tiga kasus lain setidaknya memiliki nasib baik. Lima kelompok ini mengalami penelantaran seusai diterbangkan biro ke Tanah Suci dari wilayah masing-masing. Dua kasus terjadi pada 2013 silam. PT Gema Arofah, Jakarta, sempat menelantarkan 98 jemaah di Kuala Lumpur, Malaysia. Meski bisa lanjut terbang ke Arab Saudi, di sana mereka tak mendapat akomodasi memadai.

Kasus yang sama menimpa 49 orang jemaah yang mendaftar di Biro Nuansa Inti Semesta, Jakarta. Mereka terlantar di Arab Saudi karena tak dibelikan tiket pulang oleh biro perjalanan. Kasus terakhir terjadi 2014 dengan skala lebih besar. 500 orang dari Semarang sempat tertahan selama enam hari di Bandara Soekarno Hatta. Meski akhirnya mereka bisa berangkat, di Arab Saudi mereka tak mendapat kejelasan pelaksanaan umrah dan akomodasi memadai.

Anggito siap menindak biro-biro perjalanan tipu-tipu itu. “Setidaknya ada 15 penyelenggara umrah bermasalah. Sudah satu perusahaan yang izinnya kami bekukan,” ujarnya. Tak hanya penghentian kegiatan, Anggito juga mengancam akan mengkriminalisasikan biro umrah tersebut. “Kami rajin beri laporan pada polisi kalau ada kasus penipuan,” ujarnya.

Biro perjalanan umrah jumlahnya menjamur sejak sepuluh tahun terakhir. “Dulu perusahaan penyelenggara umrah cuma 15, sekarang banyak sekali,” ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Umrah dan Haji Indonesia Baluki Ahmad. Menurut data Kementerian Agama, kini biro yang tercatat di kementeriannya mencapai 570 perusahaan. Biro perjalanan umrah dianggap sebagai ladang bisnis berpangsa besar.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu, perkembangan ini dipicu pertumbuhan peminat umrah yang terus meroket tiap tahun. Jemaah umrah yang diberangkatkan tahun lalu mencapai 750 ribu orang. Padahal tahun-tahun sebelumnya hanya Rp 150-200 ribu orang. “Tahun ini kami perkirakan angkanya mencapai satu juta orang,” ujarnya. Tingginya minat ini menurut ia karena tradisi keislaman masyarakat Indonesia yang masih kuat. Faktor lain adalah lamanya antrean berangkat haji, sehingga masyarakat lebih memilih untuk berhaji kecil.

Meski menjamur, bukan mudah mendirikan biro umrah. Pengusaha perlu mendapat izin dari Kementerian Agama. Syaratnya, perusahaan itu selama dua tahun sebelumnya harus menjadi agen wisata umum. Mereka juga wajib menyetor biaya Rp 150 juta sebagai jaminan. Dua tahun terakhir Fulus Pengantar ke Rumah Tuhan, metode pembiayaan baru menyelusup di bisnis ini, yakni sistem multilevel marketing. Penyelenggara umrah kini bisa dilakukan secara perorangan. Banyak orang bekerja sebagai agen haji ke perusahaan penginduk yang menerapkan metode multilevel marketing atau bekerja sendiri.

Modusnya, mereka bekerja sama dengan penyelenggara haji resmi dan mengajukan visa ke perusahaan penyedia visa. “Ini ilegal, saat kami sidak ke Cengkareng beberapa waktu lalu banyak yang seperti ini,” ujar ia. Pembiayaan haji sistem multilevel marketing yang menginduk ke perusahaan resmi pun layak diwaspadai. Belakangan, sistem ini marak dimanipulasi, padahal sejak 1995, metode pembiayaan yang diinisiasi oleh PT Arminareka Perdana ini adem ayem.

Banyak pengaduan calon jemaah ditipu oleh agen perjalanan umrah. Mereka dijanjikan berangkat umrah dengan panjar hanya Rp 3,5 juta. Lalu uangnya dibawa kabur. “Banyak yang mengatasnamakan kami. Di kami, kalau mau umrah hanya dua cara, bayar cash atau jual produk umrah kami sehingga dapat keuntungan untuk bisa digunakan umrah,” ujarnya. Minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah semakin melejit. Sejumlah biro perjalanan kini tumbuh bak cendawan. Banyak di antaranya ternyata perusahaan ‘bodong’. Mereka menipu sejumlah pelanggan yang hendak bertamu ke rumah Tuhan itu.

Laporan tentang sejumlah modus penipuan yang dilakukan biro umrah. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Umrah dan Haji Indonesia Baluk Ahmad untuk berbagi tips agar tak tertipu bisnis umroh abal-abal. Mari teliti sebelum tertipu. Cara krusial yang perlu dilakukan calon anggota jemaah adalah memeriksa ulang detail paket yang ditawarkan, yakni soal kewajaran biaya. Harga wajar berumroh adalah US$ 1.850, jika harga yang ditawarkan di bawah itu, harus diwaspadai, mungkin itu penipuan.

Calon jemaah juga diminta aktif untuk merinci biaya perjalanan selama berumroh. Tiket pesawat pulang-pergi senilai Rp 11-17 juta untuk kelas ekonomi. Biaya penginapan di Mekah dan Madinah pun hanya berkisar Rp 600 ribu-1,5 juta per kamar per malam. Dengan catatan tiap kamar bisa dihuni 34 orang. Biaya pengurusan visa ditaksir hanya bernilai sekitar Rp 750 ribu-1,1 juta. Biaya fiskal sekitar Rp 750 ribu, dan biaya administrasi biro perjalanan yang wajar hanya Rp 500 ribu-1 juta.

Ada beberapa biaya lain yang tak bisa ditaksir dari awal, antara lain biaya makan, transportasi lokal, penjemputan khusus, dan pemandu. Untuk hal-hal ini, biaya bervariasi tergantung paket yang ditawarkan biro perjalanan. Calon jemaah bisa meminta biro untuk menyediakan rincian hak dan kewajiban jemaah. Bila biro tak mau mencantumkan, waspadai kemungkinan terjadinya penelantaran jemaah selama di tempat tujuan.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu menyatakan siap mengambil langkah tegas terhadap penipuan biro haji kecil ini. “Secara umum modusnya ada dua, kriminal murni dan penelantaraan jemaah,” ujarnya. Untuk dua kasus tersebut, Anggito berjanji akan menindak tegas. Ia menyatakan sudah menandatangani nota kerja sama dengan Mabes Polri untuk menyelidiki kasus-kasus penipuan

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu menyatakan salah satu modus utama penipuan perjalanan umrah masuk lewat pintu pengajian ibu-ibu. “Paling banyak bergerak secara individu, mereka masuk dengan cara itu,” ujarnya.

Calo umrah ‘bodong’ ini pun mengiming-imingi ibu-ibu berumrah murah. “Rp 15 juta, itu kan murah banget,” ujarnya. Calon jemaah dtawarkan hotel bintang tiga, dekat Masjidil Haram, dekat Masjid Nabawi. Setelah uangnya diterima, kabur orangnya,” ujarnya. Anggito menegaskan ini adalah bentuk penipuan murni, dan laporan kasus seperti ini langsung diteruskan ke polisi.

Kasus-kasus yang ditangani oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah terkait dengan biro resmi yang berizin, namun menelantarkan jemaahnya. Salah satu kasus terjadi di Jakarta. PT Gema Arofah, biro perjalanan umrah yang mengantongi izin Kementerian Agama dilaporkan menelantarkan 98 jemaahnya tanpa akomodasi memadai di Tanah Suci.

Namun Anggito menyatakan jika belum ada travel resmi yang sengaja beritikad seperti itu. “Yang terjadi ketidaksengajaan dan ketidaktelitian,” ujarnya. Namun ia mengaku ada beberapa biro perjalanan yang tak menepati janji, terutama soal akomodasi. “Itu yang akan kami tindak tegas,” ujarnya menjawab pertanyaan terkait janji biro umrah memberi hotel bintang lima, nyatanya dikorting dua. Namun ia menyatakan berurusan dengan orang Arab bukan hal yang mudah. “Kadang sudah booking hotel, tapi sampai sana hotelnya diserobot karena ada yang datang lebih dulu dan bayar I,” ujarnya masih mencoba melindungi penyelenggara travel umrah resmi. tersebut.

Rombongan jemaah umrah asal Kecamatan Sooko, Mojokerto, Jawa Timur tak kuasa menahan tangis. Mereka kembali ke kampungnya tanpa sempat menyentuh Tanah Suci. Padahal biaya perjalanan sebesar Rp 17,5 juta telah dibayarkan ke Biro Harta Mulia Sejahtera. “Tak hanya uang hilang, kami pun malu setengah mati,” ujar Sumarmo, salah satu korban.

Sumarmo, pensiunan TNI Angkatan Laut itu sudah lama bermimpi pergi ke Tanah Suci. Umrah menjadi pilihan karena berhaji perlu lama mengantre. Tawaran datang ketika ia mengikuti majelis taklim di Pesantren Robithotul Ulum, Jatirejo. CV Harta Mulia Sejahtera menawarkan paket lebih murah sekitar 2,5 juta dibanding biro lain untuk keberangkatan umrah.

Sumarmo tak curiga, karena pada tahun sebelumnya, tokoh agama di tempat pengajiannya diberangkatkan ke Mekkah dan Madinah dengan pelayanan amat baik. Ia bersama 100 jemaah lainnya dijanjikan berangkat 22 Januari 2014. Dari Mojokerto mereka menempuh perjalanan darat ke Surabaya, Jawa Timur, lalu terbang ke Jakarta. Di Ibu Kota mereka mulai kaget. Makan dan menginap, bayar sendiri. Kejadian ini berulang hingga tiga hari, jemaah pun resah. Mereka meminta pihak Harta Mulia Sejahtera bertanggung jawab. Perusahaan itu menolak bertanggung jawab.

Direktur perusahaan, Hartono menyatakan dokumen keberangkatan tak lagi diurus pihaknya, melainkan oleh PT Religi, sebuah agen perjalanan di Jakarta. Hal ini memancing kemarahan para jemaah, mereka lalu membawa ini ke ranah hukum. Perusahaan itu dilaporkan ke Polres Mojokerto dengan dugaan menyelewengkan dana jemaah senilai Rp 1,36 miliar.

Dari penelusuran, memang rupanya CV Harta Mulia Sejahtera dan PT Religi tak terdaftar sebagai biro perjaanan tak berizin di Kementerian Agama. Menurut Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Baluki Ahmad, penipuan perjalanan haji mulai marak sejak dua tahun lalu. Modusnya adalah menarik biaya lebih murah, namun keberangkatan tak dalam waktu secepat-cepatnya. Sejumlah tokoh agama diberangkatkan terlebih dahulu agar konsumen lain percaya.

Para tokoh diberi pelayanan memuaskan sehingga bisa memberi promosi baik bagi perusahaan kepada jemaahnya. Saat pengikutnya siap berangkat tahun berikutnya, perusahaan sudah tak bisa lagi dilacak keberadaannya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s