Spesifikasi Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia Yang Baru


pesawat kepresidenan indonesiaMenteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menerima pesawat Kepresidenan di Base Ops Landasan Udara TNI Angkatan Udara, Jakarta. Pesawat jenis Boeing 737-800 Business Jet 2 Green ini tiba sekitar pukul 10.05 WIB setelah menempuh perjalanan dari Guam di Samudera Pasifik, sejak pukul 03.30 WIB. “Lama perjalanan enam jam 30 menit,” kata master of ceremony acara penerimaan pesawat Kepresidenan, Kamis, 10 April 2014. Pesawat Kepresidenan RI akan tiba di Indonesia, Maret 2014. Saat ini pesawat berjenis Boeing Bussines Jet 2 Green tersebut masih dirakit di pabrik Boeing, di Seattle, Amerika Serikat. “Tertunda karena ada government shutdown,” kata Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Kamis, 12 Desember 2013.

Berikut Spesifikasinya :
Nama Teknis : Boeing 737-800 BBJ-2
Kapasitas bahan bakar: 39.539 liter
Jarak tempuh : Maksimal 10.334 kilometer. Dengan kapasitas penuh, 50 orang, jarak tempuhnya terjauhnya turun jadi 8.630 kilometer.
Kecepatan Maksimal : 871 kilometer per jam.
Ukuran :
– panjang 39,5 meter
– rentang sayap 35,8 meter
– tinggi ekor 12,5 meter
– diameter 3,73 meter
Interior :
– panjang 29,97 meter
– tinggi 2,16 meter
– lebar 3,53 meter
Harga : US$ 91,2 juta, sekitar Rp 820 miliar
– Badan pesawat : US$ 58,6 juta
– Interior kabin : US$ 27 juta
– Sistem keamanan : US$ 4,5 juta
– Biaya administrasi : US$ 1,1 juta
Fasilitas : kamar tidur, toilet dengan pancuran, ruang konferensi, ruang makan, ruang tamu.

Rincian Interior
Kokpit : Tempat duduk bagi dua awak, enam monitor penerbangan, dual GPS build-in, TCAS, GPWS, dan sistem panduan penerbangan Flight Dynamics.
Kabin depan : Kamar dengan tempat tidur besar, ruang tamu, ruang istirahat kru, kamar mandi dengan pancuran.
Kabin Belakang : 24 kursi penumpang yang bisa diselonjorkan jadi tempat tidur, ruang rapat, ruang olahraga, dan toilet.

desain interior pesawat kepresidenan indonesiaIa juga menyatakan pesawat berwarna biru ini pertama kali diterbangkan dari Delaware ke Wellington pada 7 April lalu. Perjalanan dilanjutkan dari Wellington ke Sacramento. Pesawat kembali diterbangkan pada 8 April dengan rute Sacramento ke Honolulu. Sedangkan pada 9 April pesawat terbang dari Honolulu ke Guam.

Pesawat Kepresidenan mulai dibuat pada 2011 di Seattle, Amerika Serikat. Pesawat dengan kapasitas 50 penumpang ini memiliki panjang sayap 30,7 meter, tinggi 13,5 meter, dan panjang badan 38 meter. “Pesawat diterbangkan Letnan Kolonel Penerbangan Firman Wirayuda, Letkol Penerbangan Ali Gusman dan Peltu Suminardi.”

Di tubuh pesawat terdapat tulisan “Republik Indonesia”, lambang Garuda Pancasila, dan lambang lembaga Kepresidenan. Di bagian ekor, terdapat lambang bendera Merah Putih. Cat pesawat sendiri didominasi warna biru yang dikombinasikan dengan warna putih dan garis berwarna merah dan hitam. Sudi melakukan upacara penerimaan dengan memecahkan sebuah kendi. Setelah itu, ia bersama sejumlah pejabat memeriksa interior pesawat tersebut.

Boeing 737-800 Business Jet 2 Green, yang menjadi pesawat Kepresidenan RI, memiliki kisah buruk. Presiden Madagaskar Marc Ravalomanana terjungkal pada 2009 gara-gara pembelian pesawat bikinan pabrik di Seattle, Amerika Serikat, itu. Memang hanya dua negara yang menggunakan Jet 2 Green sebagai pesawat kepresidenan, yakni Madagaskar dan Indonesia. Indonesia direncanakan menerima pesawat ini pada Kamis, 10 April 2014. Seharusnya, pesawat diterima akhir 2013 lalu. Keterlambatan pengiriman terjadi karena Boeing mengalami kendala ketika uji coba.

Pesawat berkapasitas 50 penumpang itu memiliki fasilitas luks seperti kamar tidur, toilet dengan pancuran, ruang konferensi, ruang makan, dan ruang tamu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang mengusulkan pembelian ini mengatakan, pesawat kepresidenan yang baru akan menghemat biaya sewa dan bisa dipakai untuk jangka panjang.

Lalu bagaimana cerita tragis Jet 2 Green di Madagaskar? Pada 2008, negeri pulau di Afrika dekat Mozambik itu memutuskan membeli Jet 2 Green seharga US$ 60 juta padahal keuangan negara sedang cekak. Keinginan Ravalomanana ini ditentang sebagian rakyatnya, salah satunya Andry Rajoelina, Wali Kota Antananarivo. Rajoelina memimpin kelompok oposisi dan membuat gerakan reformasi kala itu. Kelompok Rajoelina pun gencar melakukan demonstrasi menentang pemerintah.

Puncaknya, pada awal 2009, kelompok oposisi berhasil memengaruhi militer. Mereka lalu mengudeta pemerintahan Ravalomanana. Rajoelina lantas menduduki kursi presiden yang dikuasai pendahulunya sejak 2002. Setelah dilantik, Rajoelina menjual Jet 2 Green kepada sebuah perusahaan asal Amerika seharga US$ 24,5 juta.

Berikut ini negara-negara pemilik jet mewah seharga hampir Rp 820 miliar itu:

1. Afrika Selatan, punya 1 unit yang dioperasikan Angkatan Udara
2. Argentina, sedang memesan 1 unit untuk Angkatan Udara
3. Australia, punya 2 unit yang dioperasikan Angkatan Udara
4. Belarusia, punya 1 unit yang digunakan untuk pesawat VVIP pemerintahan
5. Kolombia, punya 1 unit yang dioperasikan Angkatan Udara
6. India, punya 3 unit yang dioperasikan Angkatan Udara
7. Kazakhstan, punya 1 unit yang digunakan untuk pesawat resmi pemerintahan
8. Malaysia, punya 1 unit yang dioperasikan Angkatan Udara
9. Maroko, punya 2 unit yang dioperasikan Angkatan Udara
10. Nigeria, punya 1 unit yang dioperasikan Angkatan Udara
11. Tunisia, punya 1 unit yang dioperasikan Angkatan Udara
12. Uni Emirat Arab, punya 6 unit yang digunakan untuk perjalanan resmi keluarga kerajaan dan pemerintah

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengklaim pembelian pesawat Presiden RI akan menghemat anggaran kepresidenan sebesar Rp 114,2 miliar per tahun. Angka ini lebih efisien dibandingkan dengan biaya menyewa pesawat dari PT Garuda selama lima tahun. “Kegiatan presiden juga tak akan mengganggu penerbangan maskapai yang kerap harus mengatur ulang jadwal penerbangan jika ada kegiatan presiden,” kata Sudi di Base Ops Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, Kamis, 10 April 2014.

Sudi menyatakan ini adalah pertama kali Indonesia memiliki pesawat kepresidenan sendiri setelah merdeka 69 tahun. Keputusan pembelian pesawat Boeing 737-800 Business Jet 2 Green ini, menurut Sudi, didasarkan pada perhitungan yang cermat hingga melibatkan sejumlah lembaga negara. Pemerintah bersepakat biaya pembelian lebih efektif dibandingkan penyewaan. “Sebagai negara besar, kita juga akan lebih bangga kalau presiden menggunakan pesawat sendiri.”

Vice President Boeing Internasional dan President Boeing South East Asia Ralph Skip Boyce menyatakan Indonesia telah memilih produk terbaik Boeing untuk sebuah negara yang besar. Pesawat tersebut diklaim memiliki performa yang canggih, jarak yang luas, arsitektur baru, dan ekonomis. “Semoga akan semakin memberikan perjalanan yang nyaman,” kata Boyce.

Pesawat ini dibeli dengan harga US$ 89,6 juta atau Rp 847 miliar. Harga ini termasuk proses fabrikasi dan modifikasi selama lima tahun. Pembayaran dilakukam melalui skema kontrak tahun jamak pada 2010-2014. Spesifikasi pesawat presiden memiliki tangki bahan bakar yang telah ditambah sehingga mampu menempuh jarak 5.000 mil laut atau sekitar 10.000 kilometer. Pesawat ini akan disimpan di Hanggar TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma. Pengoperasian pesawat akan dilakukan TNI AU, sedangkan perawatan berkala oleh PT Garuda Indonesia dengan koordinasi Boeing.

Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, memaparkan alasan pemilihan desain warna pesawat Kepresidenan Republik Indonesia yang didominasi warna biru. Sudi mengklaim dalam perencanaan warna dan desain pesawat tak ada intervensi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, partai yang punya ikon warna biru

“Kebetulan yang mengoperasikan Angkatan Udara, warnanya mirip dengan seragam mereka,” kata Sudi, sambil menunjuk seorang perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara yang mengenakan seragam berwarna biru langit, Kamis, 10 April 2014 Menurut Sudi, desain dan warna pesawat Presiden adalah hasil karya seorang mayor desainer di TNI Angkatan Udara. Penggunaan dominasi warna biru langit adalah upaya peningkatan keamanan penerbangan, yaitu sebagai warna kamuflase saat terbang.

Sudi menyatakan penetapan warna dan desain adalah kewenangan Sekretariat Negara (Setneg). Pada awalnya, menurut dia, Setneg menggelar secara terbuka kemungkinan desain dan warna pesawat Boeing 737-800 Business Jet 2 Green kepada sejumlah pejabat. Setneg kemudian menerima sekitar 14 alternatif desain dan warna. Keputusan untuk menggunakan desain yang didominasi warna biru diklaim berdasarkan suara terbanyak saat pemilihan. Sudi mengklaim lebih dari 50 persen pejabat dan tokoh yang hadir memilih desain biru. “Saya masih simpan semua berkasnya. Jadi, memang transparan,” kata Sudi.

Pesawat ini dibeli dengan harga US$ 89,6 juta atau Rp 847 miliar. Harga ini termasuk proses fabrikasi dan modifikasi selama lima tahun. Pembayaran dilakukam melalui skema kontrak tahun jamak pada 2010-2014. Pesawat presiden dilengkapi dengan meeting room atau ruang pertemuan dan dua fasilitas VVIP (pejabat tinggi). Selain itu, terdapat 12 kursi di area eksekutif dan 44 kursi di area staf. Pesawat ini dapat terbang dengan ketinggian maksimal 41 ribu kaki selama 10 jam dan kecepatan antara 0,785-0,85 mach

Spesifikasi pesawat presiden memiliki tangki bahan bakar yang telah ditambah sehingga mampu menempuh jarak 5.000 mil laut atau sekitar 10.000 kilometer. Pesawat ini akan disimpan di Hanggar TNI Angkata Udara, Halim Perdanakusuma. Pengoperasian pesawat akan dilakukan TNI AU sedangkan perawatan berkala oleh PT Garuda Indonesia dengan koordinasi Boeing.

Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengatakan apabila pesawat kepresidenan Indonesia didominasi warna biru, maka akan sama dengan warna pesawat kepresidenan Amerika Serikat. “Amerika juga biru, tapi sepertinya tak akan ada masalah. Justru bagus karena sekarang Indonesia punya pesawat kepresidenan,” kata Hikmahanto saat dihubungi, Kamis, 10 April 2014. Hanya saja, Hikmahanto mengaku belum melihat gambar pesawat kepresidenan Indonesia yang baru mendarat di Halim Perdanakusuma hari ini, Rabu, 10 April 2014. Pesawat itu diterbangkan dari Guam, kepulauan di Samudera Pasifik yang dulu dijadikan pangkalan pasukan sekutu untuk mengalahkan Jepang pada Perang Dunia II.

Menurut dia, pemilihan warna biru muda untuk pesawat kepresidenan dirasa tak bakal menimbulkan isu miring. Sebab, selama ini memang tak ada regulasi yang mengatur estetika pesawat kepresidenan. “Apalagi, ini pesawat kepresidenan pertama. Jadi, tak bisa dibandingkan dengan sebelumnya,” kata Hikmahanto.

Menurut Hikmahanto, pemilihan warna biru muda itu juga tak bisa dianggap sebagai langkah yang tak nasionalis. “Garuda dulu pernah catnya merah-putih, tapi sekarang biru. Itu tak pernah menjadi masalah,” kata Hikmahanto. “Pemilihan biru muda itu pasti sudah dikaji sebelumnya.”Hikmahanto merasa sudah sepatutnya Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Selama ini, presiden harus menyewa pesawat komersil Garuda jika harus bepergian. “Ukuran Indonesia yang begitu besar, selayaknya presiden menggunakan pesawat khusus,” ujar dia.

“Perjalanan presiden bisa lebih mudah. Ini penting ketika nanti presiden harus melakukan penerbangan terkait urusan diplomasi,” kata Hikmahanto. Pesawat Kepresidenan RI secara resmi akan diperkenalkan ke publk pada Kamis, 10 April 2014. Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengundang sejumlah media massa untuk menghadiri acara penyambutan kedatangan pesawat buatan Amerika Serikat itu.

Berdasarkan undangan yang diterima, acara penyambutan pesawat berjenis Boeing 737-800 Bussines Jet 2 Green tersebut dilangsungkan pukul 10.00 WIB, di Base Ops Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sudi mengatakan, sebelum dioperasikan, pesawat itu akan menjalani sertifikasi di Kementerian Pertahanan. “Begitu nanti sertifikasinya keluar, sudah bisa dioperasionalkan,” kata Sudi, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 April 2014.

Menurut dia, operasional pesawat berharga sekitar US$ 91,2 juta setara Rp 820 miliar ini diserahkan ke TNI Angkatan Udara. Sudi mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa segera menggunakan pesawat setelah sertifikasi keluar. “Mungkin paling lama satu minggu (sertifikasinya).” Adapun pesawat ini mengalami keterlambatan dari jadwal kedatangan, yang semula diagendakan Maret lalu. Menurut Sudi, salah satu penyebab keterlambatan dari pabrik Boeing, di Seattle, Amerika Serikat, adalah masalah cuaca dan uji coba di sana. “Itu kami kenakan denda sebagai kewajiban mereka,” kata Sudi. Berapa jumlah denda yang dibebankan kepada Boeing? Sudi enggan menjelaskan.

Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo mengatakan pesawat Kepresidenan biasanya hanya dimiliki oleh negara-negara besar. Mereka memilih punya pesawat Kepresidenan sendiri untuk memenuhi kebutuhan terbang presiden yang frekuensinya sangat tinggi. Bekas Presiden Amerika, Bill Clinton, merupakan salah satu presiden yang paling banyak melakukan penerbangan, yakni hingga ratusan kali dalam setahun.

“Amerika memiliki pesawat Boeing 747 untuk Kepresidenan,” ujar Dudi ketika dihubungi, Jumat, 13 Desember 2013. Ia mengatakan negara-negara besar, seperti Inggris, Amerika, Rusia, Jepang, Prancis, Belanda, Spanyol dan Jerman juga diketahui memiliki pesawat Kepresidenan sendiri. Tak seperti Amerika, Rusia memilih menggunakan pesawat Ilyushin l1-93-300PU, sedangkan Inggris menggunakan Boeing 747 seperti Amerika. Pesawat Boeing 747 yang dimiliki Amerika dan Inggris, dan belakangan juga dibeli Indonesia, dapat melakukan penerbangan puluhan jam nonstop tanpa harus mendarat sama sekali.

“Teknologi pesawat yang terdapat di Air Force One-Boeing 747 millik Amerika bisa memberi komando pemerintahan dari atas udara,” katanya. Indonesia telah resmi membeli pesawat Kepresidenan berjenis Boeing Bussiness Jet 2 Green. Pesawat BBJ2 ini didesain untuk keperluan VIP, dengan konfigurasi mewah dan memiliki kamar tidur utama yang dilengkapi toilet shower, ruang konferensi, ruang makan, dan ruang tamu. Pesawat BBJ2 pesanan Indonesia ini diketahui dibeli dengan harga US$ 91,2 juta atau sekitar Rp 820 miliar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s