Daftar Harta Sekertaris MA Nurhadi Dengan Total Rp. 33 Milyar


Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi memiliki kekayaan Rp 33.417.646.000. Menurut pengumuman harta kekayaan penyelenggara negara yang dilihat di laman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi, Acch.kpk.go.id, Nurhadi melaporkan kekayaannya itu kepada KPK pada 7 November 2012.

Sumber kekayaan Nurhadi yang paling besar adalah dari harta bergerak, yaitu Rp 11,2 miliar. Batu mulia yang dia peroleh sejak 1998 memiliki nilai jual hingga Rp 8,6 miliar. Sisanya, barang seni antik hingga logam mulia.
Nurhadi memiliki aset tanah dan bangunan Rp 7,3 miliar. Dia memiliki 2 aset tanah dan bangunan di Jakarta Selatan, 4 aset di Malang, 5 aset di Kudus, 2 aset di Mojokerto, 2 aset di Kediri, dan 1 aset di Tulungagung.

Nurhadi melaporkan empat mobil miliknya, yaitu Jaguar, Lexus, Mini Cooper, dan Toyota Camry. Mobil paling mahal dari empat itu adalah Lexus seharga Rp Rp 1,9 miliar. Aset giro setara kas yang dimiliki Nurhadi juga memiliki nilai besar, yaitu Rp 10.775.000.000.

Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad menyindir gaya hidup hedonisme Nurhadi. Menurut Abraham, gaya hidup Nurhadi yang mewah dekat dengan perilaku korupsi. “Kemewahan, kehidupan yang hedonis, tamak, itu cikal bakal perilaku korup. Maka, sebaiknya penyelenggara negara tak hidup berlebihan,” kata Abraham di gedung kantornya, Rabu, 19 Maret 2014. Abraham tak membantah lembaganya mencurigai asal usul kekayaan Nurhadi.

Pada November 2012, Abraham juga mengatakan, jika dilihat dari gaji yang diterima, kekayaan yang dimiliki oleh Nurhadi memang tak wajar. Namun Abraham tidak mau bersyak wasangka karena bisa jadi Nurhadi memiliki harta kekayaan warisan nenek moyang. “Pasti tak lazim kalau dilihat dari gaji,” kata Abraham di gedung Badan Pemeriksa Keuangan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat, 2 November 2012.

Nama Nurhadi mencuat setelah dia menyelenggarakan pernikahan mewah untuk anaknya pada Sabtu malam, 15 Maret 2014. Nurhadi mengelar resepsi pernikahan anaknya, Rizki Aulia Rahmi, dengan Rizki Wibowo di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, yang terkesan mewah. Acara itu diperkirakan dihadiri 4.400 tamu, antara lain hakim agung, politikus, pejabat, dan pengusaha.

Tuan rumah menyediakan sekitar 3.000 iPod Shuffle berkapasitas 2 gigabita yang dibungkus dalam kotak cokelat sebagai suvenir untuk undangan. Di pasaran, iPod jenis tersebut dijual Rp 700 ribu per unit. Pesta ini disorot karena Nurhadi, yang berstatus pegawai negeri, menyelenggarakan pesta pernikahan anaknya secara mewah.

Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, mengakui bahwa dia sering membantu berbagai hal terkait dengan kesejahteraan para hakim agung. Selain merelakan rumah dinas dan mobil dinasnya dipakai hakim agung, dia juga kerap membantu macam-macam jika diminta. “Saya menempatkan diri sebagai pelayan. Saya melayani hakim agung sebaik-baiknya. Dulu hakim agung tidak mendapat fasilitas makan siang, sekarang mereka dapat. Dulu mereka tak mendapat sopir dari kantor, sekarang pakai sopir honorer. Mereka luar biasa senangnya,” kata Nurhadi panjang-lebar ketika diwawancarai

Sementara untuk bantuan bagi para hakim di luar urusan kedinasan, Nurhadi tak mau menjelaskan secara detail. “Kalau masih dalam batas kewajaran dan saya bisa melakukannya, mengapa tidak?” katanya, diplomatis. “Sanak saudara, teman, kenalan, yang kesulitan juga saya bantu. Membantu orang tak membuat saya miskin. Bila ditahan, uang itu juga tak membuat saya lebih kaya,” katanya. Yang jelas, Nurhadi membantah sering membantu kenalan yang beperkara. “Kalau ada yang berani menuduh begitu, silakan buktikan. Kapan dan di mana? Saya tantang sekalian,” kata Nurhadi.

Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk meminta Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi melengkapi laporan asal-usul harta kekayaannya atau LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Hal ini terkait dugaan gratifikasi pada pesta pernikahan putrinya dengan memberikan iPod Shuffle. “Sejak menjabat sebagai Sekjen MA pada 2011, Nurhadi belum melengkapi LHKPN-nya,” kata Wakil Koordinator Indonesian Corruption Watch, Agus Sunaryanto, dalam jumpa pers pada Kamis, 20 Maret 2014.

Dengan tidak melengkapi LHKPN, kata Agus, Nurhadi diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dari KKN. Pasal 5 menyebutkan adanya kewajiban bagi penyelenggara negara untuk melaporkan kekayaan sebelum dan sesudah menjabat. Selain itu, Nurhadi juga diduga melanggar Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor: SE/01/M.PAN/1/2008 tentang Peningkatan Ketaatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara untuk Pengangkatan Pegawai Negeri dalam Jabatan Sipil.

“Pada intinya SE itu menyebutkan tidak melantik PNS yang akan diangkat dalam jabatan sebelum yang bersangkutkan menyampaikan LHKPN,” katanya. Hingga berita ini ditulis, klarifikasi dari Nurhadi belum diperoleh. Pada prinsipnya, kata Agus, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi berharap Komisi Pemberantasan Korupsi aktif mengurusi masalah ini. Sebab, hal ini penting untuk menjaga kewibawaan Mahkamah Agung. “Jangan nanti seperti Mahkamah Konstitusi. Profil Nurhadi sebagai PNS sangat mencurigakan jika mengadakan pesta super mewah,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, tamu undangan yang menghadiri resepsi mewah tersebut sekitar 4.400-an orang. Adapun undangan yang disebar sebanyak 1.500 orang. Suvenir iPod Shuffle seharga Rp 700 ribu itu yang disediakan keluarga Nurhadi sebanyak 3.000 unit.

Hakim agung Gayus Lumbuun belum mengembalikan souvenir pemutar musik iPod yang didapatnya dari pesta pernikahan anak Nurhadi. “Belum ada keputusan,” kata Gayus. Dirinya menunggu keputusan KPK terkait status souvenir itu. “KPK akan memberikan penilaian apakah pemberian iPod ini dilarang atau ini adalah pemberian yang wajar,” kata ketua Ikatan Hakim Indonesia cabang MA itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s