Ribuan Penumpang Commuter Line Demo Stasiun Bekasi Lumpuh Total


Penumpang commuter line yang demo di Stasiun Bekasi menuntut agar perjalanan KRL diprioritaskan dari pada KA yang ke Jawa atau dari Jawa. Tuntutan itu harus direalisasikan dalam tempo tiga hari. Hingga pukul 10.00 ribuan penumpang masih demo menahan perjalanan KA Dwi Pangga ke Yogya-Soalo. Kekesalan penumpang memang sudah memuncak karena sering kali perjalanan KRL dikalahkan oleh perjalanan KA yang ke arah Jawa.

Penumpang marah karena sering terlambat ke kantor yang berakibat pada potong gaji, uang makan bahkan bila terjadi beberapa kali dalam sebulan akan mendapatkan surat teguran hingga sangsi PHK.

Polisi yang mengamankan demo tidak berbuat banyak karena penumpang tetap menahan KA Dwi Pangga hingga lebih dari satu jam. Ratusan calon penumpang KRL Commuter Line (CL) Jabodetabek di Stasiun KA Bekasi, unjuk rasa. Mereka duduk di atas rel sambil terika-teriak, Kamis pagi. Penumpang commuter line demo di Stasiun Bekasi. Kamis (17/4) karena perjalanan KRL kacau balau sejak pagi. Bahkan beberapa calon penumpang ada yang duduk diatas rel. Akibatnya semua perjalanan kereta terhambat.

Menurut Dadan salah satu penumpang dia sudah menunggu KRL sejak pukul 07.30 tapi hingga pukul 09.15 belum juga berangkat tanpa ada alasan yang jelas. Dadan mengaku akibat keterlambatan perjalanan kereta tersebut dia jadi terlambat ke kantor sebuah beauty cafe dikawasan menteng. ” Saya pasti kena marah sama pimpinan dan sanksi potong gaji uang makan. Gimana nih pelayanan KRL, ” ucapnya kesal.

“Kapan layanan comuter line diperbaiki, padahal transportasi ini sangat dibutuhkanm warga,” ujar Firmansyah, 35, penumpang asal Tambun Selatan. Menurutnya sejak empat pekan, ada lima kali gangguan. Karyawan yang bekerja di Gondangdia, Jakarta Pusat ini, mencatat, minggu pertama sinyal rusak, minggu kedua pantograf ngaco dan minggu ketiga gangguan wesel yang tidak dapat digerakan, “Sekarang nggak tahu apalagi,” ujar Firmansyah.

Para calon penumpang ini duduk di rel, menyebabkan sejumlah comuter line yang akan masuk ke Stasiun KA Bekasi tertahan. Mereka minta pelayanan KA terutakma CL yang akan membawa penumpang ke Jakarta dan Bogor. CL sebenarnya menjadi idaman warga, namiun setiap hari nyaris selalu ada berita, baik itu keluhan penumpang yang tak nyaman, KRL telat, penumpang berjubel bak ikan pepes, mogok, masinis digebuki penumpang.

Banyak penumpang commuter line akhirnya membatalkan keberangkatan dari Stasiun Bekasi menuju Jakarta-Kota.
Mereka lebih memilih pulang karena sudah terlambat ke kantor atau ke kampus. “ Ngapain lagi kerja percuma ga bisa absen. Trasnport ga dibayar lagi. “ kesal Yudi. Sedangkan Yanti yang hari ini akan ujian semester ngomel-ngomel. “ Saya bisa ga lulus nih. Siapa yang tanggung jawab.Sudah bayar SKS mahal-mahal,” teriak Yuli.

Penumpang juga minta agar jalur Jatinegara – Kampung Bandan – Kota dibuka kembali.Pasalnya ketika jalur tersebut dibuka perjalanan KA agak lancar. Ribuan penumpang kereta rel listrik (KRL) akan melumpuhkan kembali Stasiun Bekasi jika manajemen tidak menempati janjinya. Hal itu termaktub dalam petisi yang disampaikan roker (rombongan kereta, julukan bagi para penumpang kereta komuter Jabodetabek) yang disampaikan Kamis siang, 17 April 2014.

Sejak Kamis pukul 07.45 WIB, para roker menyandera kereta Argo Dwipangga yang hendak menuju Solo dan kereta lainnya. Langkah itu dilakukan karena kepala stasiun tidak juga memberangkatan kereta komuter yang menuju Stasiun Jakarta Kota. Padahal sejak pukul 05.00 WIB penumpang sudah memenuhi Stasiun Bekasi untuk berangkat kerja atau sekolah di Jakarta.

Puluhan anggota TNI dan Polri menjaga unjuk rasa dan penyanderaan yang melumpuhkan Stasiun Bekasi itu. Para penumpang jengkel karena peristiwa semacam ini selalu terjadi, di mana prioritas lebih diutamakan untuk kereta yang menuju Jawa. Aksi penyanderaan baru berakhir empat jam kemudian, setelah direksi PT Kereta Api Indonesia dan anak perusahaannya, PT KAI Commuter Jabodetabek mau datang ke Stasiun Bekasi.

Para roker kemudian membuat petisi. Pertama, meminta Direksi PT KAI mengkaji kembali jadwal KRL dan memperbaiki fasilitasnya. Kedua, meminta PT KAI memprioritaskan jadwal perjalanan commuter line Bekasi-Jakarta ketimbang kereta yang mengarah ke Jawa.

Mereka mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, dan Menteri Perhubungan turun langsung dan serius menangani masalah ini. Apabila tuntutan ini tak dapat diselesaikan dalam kurun waktu tiga hari, pada Senin pekan depan, para roker mengancam melumpuhkan Stasiun Bekasi. Wakil Direksi PT KAI Daop 1 Eddy Suryanto berjanji dalam waktu tiga hari ke depan pihaknya akan perbaiki pelayanan kereta api. “Mari sama-sama perbaiki layanan, sarana, dan jalurnya,” kata Eddy melalui pengeras suara.

Wakil Direksi PT KAI Daop 1 Eddy Suryanto memohon maaf kepada para penumpang yang berunjuk rasa di Stasiun Bekasi atas kurangnya layanan Commuter Line selama ini. “Kami, mewakili Direksi PT KAI, memohon maaf atas layanan yang kami berikan,” katanya melalui pengeras suara, Kamis siang, 17 April 2014 di Stasiun Bekasi. Eddy datang pukul 11.38 WIB di Stasiun Bekasi. Ia langsung berbicara menghadapi para penumpang yang sempat “panas” menunggu kedatangan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan. “Yang kami harapkan Pak Jonan yang datang ke mari,” teriak salah satu demonstran.

Eddy berusaha menenangkan para demonstran dengan mengatakan bahwa ia juga mewakili orang nomor satu di PT KAI itu. Ia pun berjanji kepada para demonstran untuk terus memperbaiki pelayanan kereta api. “Dalam waktu tiga hari sejak 17 April, kami berkomitmen akan perbaiki pelayanan kereta api,” katanya berjanji. “Mulai detik ini, sama-ama akan kita perbaiki layanan, sarana dan jalurnya. Wakil Direksi PT KAI Commuter Jabodetabek Appriyono Wedi pun meminta maaf kepada para demonstran atas keterlambatan pelayanan yang diberikan akhir-akhir ini.

Setelah keluar pernyataan dari para direksi PT KAI dan KCJ, para demonstran diminta menyingkir dari jalur 4 agar kereta Argo Dwipangga yang menuju Solo, Jawa Tengah, bisa lewat. Tak lama kemudian, Commuter Line di jalur 2 yang seharusnya berangkat pukul 07.45 akhirnya diberangkatkan menuju Stasiun Jakarta Kota.

Sebelumnya, ratusan penumpang kereta api menduduki rel jalur 4. Mereka menghadang kereta yang hendak pergi ke kota-kota di Jawa. Aksi spontanitas ini dilakukan sejak pukul 07.00. Para demonstran mengaku marah karena Commuter Line sering terlambat. Akibatnya, mereka juga terlambat sampai di kantor yang berakibat dipotongnya gaji, uang makan dan tranport hingga yang parah tidak mendapat kenaikan gaji serta PHK.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s