Gempa Tektonik Picu Gunung Merapi Untuk Meletus Kembali


Aktivitas vulkanik Gunung Merapi meningkat sesaat sekitar pukul 04.25 – 04.35 WIB, Minggu (20/4/2014). Akibatnya, kawasan lereng Merapi di Kabupaten Magelang, sempat dilanda hujan pasir dan abu. Triyono, petugas pengamatan Gunung Merapi di Pos Ngepos, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, membenarkan bahwa ada pelepasan material yang cukup kencang dini hari tadi, dari puncak gunung teraktif di Indonesia itu.

“Sempat meningkat (aktivitas vulkanik Merapi), tapi sebentar sekitar 10 menit,” ujar Triyono, saat dihubungi, Minggu pagi. Triyono menyebutkan, kondisi puncak Merapi tidak terlihat jelas karena cuaca masih berkabut. Sehingga, pihaknya belum dapat memastikan ketinggian embusan material dari puncak Merapi. “Akan tetapi, hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tetap normal,” tegasnya.

Ahmad Muslim, salah seorang warga Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung mengaku merasakan hujan pasir dan abu di sekitar tempat tempat tinggalnya. Warga juga sempat berhamburan keluar rumah untuk melihat kondisi sebenarnya.

“Saya lihat ada embusan asap tebal berwarna kecokelatan membumbung tinggi dari puncak Merapi. Setelah itu hujan pasir dan abu,” ujar Muslim, yang rumahnya terletak di 12 kilometer dari puncak Merapi. Namun, Muslim bersama warga lainnya kembali melakukan aktivitas seperti biasanya karena hujan abu berangsur reda. Menurutnya, kondisi demikian sudah biasa terjadi sehingga warga tidak panik. “Kami sudah biasa, tapi kami juga tetap waspada,” katanya.

Hal yang sama dirasakan Irwanto Purwadi, warga Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan. Sekitar pukul 05.15 WIB, dia merasakan hujan abu meski masih tergolong tipis di sekitar rumahnya yang berjarak sekitar 11 kilometer dari puncak Merapi.

“Hujan abu tipis sekitar 10 menit tadi. Sekarang sudah reda. Warga sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Irwanto. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Subandrio menyatakan, aktivitas erupsi kecil sebagai bentuk dari pelepasan gas dalam perut Gunung Merapi dipicu adanya gempa tektonik yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

“Gempa tektonik yang beberapa hari ini terjadi memicu pelepasan gas yang ada di dalam perut Gunung Merapi,” kata Subandrio, Minggu (20/04/2014). Subandriyo menyebutkan, gempa tektonik yang terjadi mempercepat pelepasan gas dari dalam bumi sehingga pelepasan gas mendorong keluarnya material pijar. Kejadian itu antara lain berlangsung pada Minggu pukul 04.44 WIB. “Sebelum letusan kecil tadi pagi juga ada gempa tektonik,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa seusai erupsi kecil tersebut, aktivitas Merapi kembali normal. Untuk itu, masyarakat diimbau tidak khawatir berlebihan, tetapi tetap waspada. Meski tidak ada perubahan signifikan, Subandrio mengatakan bahwa sampai saat ini status Merapi masih dalam kondisi aktif normal.

Selain mengeluarkan material pijar, letusan kecil Merapi pada pagi tadi juga menimbulkan hujan abu di beberapa daerah di lereng Merapi. Letusan berlangsung selama kurang lebih 10 menit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s