Suryadharma Ali Dilengserkan dari Ketua Umum PPP


Rapat Pimpinan Nasional Partai Persatuan Pembangunan yang diadakan pada 19-20 April 2014 resmi memberhentikan sementara Ketua Umum Suryadharma Ali. Sekretaris Rapat Muhammad Romahurmuziy mengatakan awalnya rapat dimaksudkan ishlah (perdamaian) antara berbagai kubu di PPP. Namun, kata dia, Suryadharma Ali tetap tak bersedia mengikuti forum Rapimnas.

Rapat mendapuk Emron Pangkapi menduduki posisi lowong ketua umum hingga pelaksanaan Muktamar yang dipercepat. Dengan pencopotan itu, maka koalisi dengan Prabowo Subianto otomatis batal. “Musyawarah Kerja Nasional pada 23 April akan memutuskan langkah koalisi calon presiden 2014,” kata Romahurmuziy di kantor DPP, Ahad dini hari, 20 April 2014. Suryadharma juga tak bisa lagi bermanuver dengan mengklaim sebagai pimpinan PPP. Menurut Romahurmuziy, Suryadharma tak memiliki legalitas sebagai representasi partai berlambang Kabah itu. “Namun Suryadharma masih tercatat sebagai kader PPP,” kata dia.

Emron mengatakan harusnya Rapimnas dibuka Ketua Umum DPP Suryadharma Ali. Rapimnas juga merupakan langkah rekonsiliasi. Namun, hingga pukul 20.40 WIB, Suryadharma belum datang. “Sesuai dengan amanat konstitusi partai, jika ketua umum berhalangan, tugasnya akan diwakilkan,” kata dia. Mereka yang hadir dalam Rapimnas tadi malam di antaranya Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Zarkasyi Nur, Ketua Majelis Pakar DPP PPP Barlianta Harahap, Wakil Ketua Umum DPP PPP Emron Pangkapi, Lukman Hakim Saifuddin, dan Suharso Manoarfa. Total ada 25 anggota DPP yang hadir dari 54 anggota. Selain itu hadir 26 pimpinan DPW tingkat provinsi.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan, Epyardi Asda, mengatakan kisruh yang terjadi dalam tubuh partainya tak akan mempengaruhi dukungan ke Prabowo Subianto. Sebab, mengacu pada Pasal 9 Anggaran Dasar Partai, kata dia, ketua umum dapat mengambil alih semua keputusan tanpa harus mengadakan rapat jika ada hal-hal khusus. “Termasuk, sikap koalisi dan mendukung partai lain. Ketua umum dilindungi oleh pasal tersebut,” kata Epyardi kepada Tempo usai diskusi bertemakan koalisi di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 19 April 2014. Epyardi mengatakan, kisruh antar elite partai tersebut akan diselesaikan langsung oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali.

Ia melihat intrik-intrik yang dilancarkan oleh pengurus PPP yang lain sebagai fenomena politik. “Biarlah kawan lain berkreasi,” ujar dia. Begitu pun rapat pimpinan nasional PPP yang rencana digelar pukul 13.00 WIB hari ini. Ia mengatakan, Rapimnas siang nanti bukan diadakan oleh ketua umum. Belakangan, acara ini diundur ke malam hari.

Epyardi tak mengetahui rapat apa yang akan diadakan malam ini. “Saya tak dapat undangan,” katanya. Menurut dia, Jumat malam beberapa pimpinan partai berkumpul di kantor pusat. Hanya saja, kata dia, jumlahnya tak lebih dari enam orang. “Tak bisa disebut rapat pimpinan,” ujar Epyardi. Saat ditanya apakah akan diselenggarakan Muktamar Luar Biasa PPP terkait dengan dukungan ke Prabowo, Epyardi menjawab tak ada rencana ke arah sana. Musababnya, kata dia, waktu sempit. “Butuh proses persiapan lima hingga enam bulan untuk persiapan Muktamar,” kata dia.

Tapi, kata Epyardi, akan ada rapat pimpinan nasional terkait dengan evaluasi dukungan terhadap Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya itu. Juga, ujarnya, untuk mengevaluasi potensi kandidat calon presiden dari PPP. Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Emron Pangkapi mengatakan Suryadharma Ali memelintir ucapan Ketua Majelis Syariah PPP, Kiai Maimun Zubair. Katanya, Maimun mempersilakan calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto silaturahmi ke kantor pusat PPP. “Saat kami konfirmasi, Kiai Maimun tak bilang memberikan restu dan dukungan kepada Prabowo,” kata Emron di kantor DPP, Sabtu, 19 April 2014. Namun kubu Ketua Umum PPP Suryadharma, ujarnya, memelintirnya menjadi ‘Kiai Maimun mendukung PPP mencalonkan Prabowo’.

Emron menganggap tindakan Suryadharma adalah manuver pribadi yang mengatasnamakan partai. Apakah ada transaksional politik di balik langkah Suryadharma? “Yang ini, saya enggan menanggapi,” kata Muhammad Romahurmuziy yang dipecat Suryadharma dari posisi sekretaris jenderal. Emron menjelaskan Suryadharma Ali sudah kehilangan legitimasi. Musababnya, saat dia memecat beberapa fungsionaris DPP tanpa melibatkan sejumlah pengurus harian maupun majelis pertimbangan dan majelis pakar.

Sabtu malam, 19 April 2014, ini bakal diselenggarakan rapat pimpinan nasional (rapimnas) meminta penjelasan Suryadharma, kata Emron. Mereka sudah mengundang Suryadharma yang kini menjadi Menteri Agama. Jika menolak hadir dan tak menerangkan berbagai manuvernya, kata Emron, Suryadharma kehilangan legitimasi. Namun Ketua DPP PPP, Epyardi Asda, menilai rapimnas tersebut ilegal. “Rapat pimpinan hari ini tidak melalui prosedur yang benar. Tidak resmi,” kata dia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s