Pedofilia Kelas Internasional Buron FBI Pernah Mengajar Di Jakarta International School Dengan Korban 90 Anak


Willam James Vahey menjadi buruan Federal of Bureau of Investigation (FBI) dalam kasus pedofilia yang dilakukannya di sekolah berbagai negara. Dalam menjerat korbannya, Vahey yang pernah mengajar di Jakarta International School (JIS) ini memiliki trik tertentu hingga akhirnya para korban terpedaya. Seperti informasi yang didapat detikcom dari website resmi FBI, Rabu (23/4/2014), Vahey yang berprofesi sebagai guru itu menjerat korbannya dengan cara mengajak mereka bepergian ke suatu tempat. Saat mereka lengah, Vahey lalu membuat mereka tak sadarkan diri dengan memberikan obat tidur. Saat pra korban sudah tertidur dan tak sadarkan diri, barulah Vahey melancarkan aksi kejinya.

Dalam data USB milik Vahey yang saat ini sudah berada di tangan FBI, didapatkan gambar para korban yang berumur sekitar 12 hingga 14 tahun terbaring tak berdaya. Dalam file tersebut, Vahey mengakui semua perbuatannya sebagai pelaku kelainan seksual dengan menulis secara lengkap lokasi hingga waktu pencabulan.

Vahey sendiri telah tewas bunuh diri pada 21 Maret 2014. Namun FBI tak berhenti melakukan penyelidikan untuk menemukan identitas siswa sekolah yang pernah menjadi korban Vahey. FBI pun berpesan untuk segera melaporkan kepada mereka apabila ada yang merasa pernah menjadi korban pelaku kelainan seksual ini.

Pria 64 tahun itu pernah mengajar sebagai guru di JIS dalam kurun waktu 1992 hingga 2002. Sebelum di JIS, dia pernah menjadi guru di berbagai sekolah di 9 negara lain seperti London, Saudi Arabia, Iran, dan Spanyol.Jakarta Internasional School (JIS) saat ini sedang mendapatkan sorotan publik karena kasus izin TK yang tak resmi serta pelecehan seksual yang dilakukan oleh cleaning service mereka. Namun belakangan diketahui, seorang pelaku pedofilia buruan Federal of Bureau Investigation (FBI) pernah bekerja di sekolah ini dalam kurun waktu 1992 hingga 2002.

Menurut informasi yang diambil detikcom dari situs resmi FBI, pelaku tersebut bernama William James Vahey. Pria berumur 64 tahun itu sempat dicari FBI atas tuduhan kasus kekerasan seksual internasional atau pedofilia. Walaupun Vahey sudah bunuh diri pada 21 Maret tahun ini, namun dia pernah tercatat sebagai guru di berbagai sekolah swasta di berbagai negara sejak 1972.

Vahey sendiri dalam data FBI pernah mengajar sebagai guru di JIS selama 10 tahun. Sebelum di JIS, pria ini pernah tercatat sebagai guru di Saudi Aramco Schools di Dhahran, Saudi Arabia dalam kurun waktu 1980 hingga 1992. Setelah itu dia masih terus melanglang buana sebagai guru di beberapa negara seperti London, Spanyol, Nikaragua bahkan Iran.

Vahey melancarkan aksinya sebagai seorang pedofil dengan cara membuat korbannya yang berumur sekitar 12 hingga 14 tahun tertidur atau tak sadarkan diri. Dari data yang didapat FBI melalui USB milik Vahey, ada 90 orang korban yang saat ini identitasnya masih terus dicari. Jakarta International School (JIS) diduga melakukan pembiaran selama bertahun-tahun atas pelecehan seksual terhadap para muridnya. Setelah kasus itu terungkap ke media, di media sosial berhamburan pengakuan tentang dugaan pelecehan di sana.

Adalan Noorani, pemilik akun Path, yang mengungkapkan kebobrokan JIS selama bertahun-tahun. Noorani menyatakan kalau guru-guru di JIS sering melakukan pelecehan seksual kepada siswanya. “JIS. How ironic. Those western teachers have been sexually abusing the jis students for years and years and no one gets caught and no one daret to speak. Some sick cleaner finally reveals just how unsafe schools are but what parents don’t know is just how sick those teachers can get. Trust me, I Spent nearly all my Indonesian life in JIS.”

Lalu status Noorani itu dikomentari oleh seorang temannya, Khe. “My friend who went to JIS said the same thing earlier.” Noorani kembali menjawab, itulah penyebab anak JIS dikenal nakal dan binal. “My math teacher my thetre teacher my track and field coach that disgusting Frenc f*** with a pony tail, my Spanish teacher.”

Noorani menyebutkan guru-guru di JIS sering melakukan hal yang menjijikkan dengan rekan satu profesi di sekolah swasta internasional yang terkenal bergengsi itu. (Baca: Pedofil Buron FBI Pernah 10 Tahun Jadi Guru di JIS)

Kenyataan lain, seperti dikutip dalam sebuah harian The Jakarta Globe, korban lain adalah seorang anak berusia 9 tahun diperkosa di JIS yang kini telah pindah ke Bali. “One even told my husband that his 9 year old daughter was raped a year ago and that he had moves the girl to Bali.” Kutipan kalimat itu diucapkan oleh ibu korban pelecehan seksual di Taman Kanak-kanak JIS dalam pertemuan orang tua murid JIS beberapa hari lalu.

Kepala sekolah JIS, Timothy Carr, dalam jumpa pers pada 21 April 2014 mengatakan bahwa guru di JIS tidak ada yang terlibat dalam kasus pelecehan di sekolah yang berlokasi di Pondok Indah, Jakarta, itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s