Ditemukan Harta Karun Batu Mulia Bernilai Tinggi Terkubur Dilahan Wilayah Cilandak


Kepolisian mengimbau warga tidak terprovokasi isu adanya batu mulia bernilai tinggi di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan. Mereka menyatakan isu tersebut bohong. “Itu hanya batu bekas taman yang terkubur,” ujar Kepala Polsek Cilandak, Komisaris Sungkono saat dihubungi, Kamis, 24 April 2014. Sungkono meminta warga berhenti mendatangi tanah kosong di sekitar Jalan Bangau Raya itu karena berpotensi menimbulkan kemacetan. “Jangan sampai dibohongi isu itu,” ujarnya.

Ia menyatakan sejak kemarin, warga mulai berbondong-bondong mendatangi lahan tersebut. Banyak di antara mereka membawa perkakas berat untuk menggali tanah yang konon terdapat banyak batu mulia berharga tinggi. Dengan begitu, kata Sungkono, sumber kemacetan bertambah dengan banyaknya pengendara motor yang berhenti menonton kumpulan pencari rezeki instan. Menurut dia, para ‘penambang’ itu banyak berasal dari luar wilayah Cilandak.

Di lokasi penggalian rencananya akan dipasang garis polisi agar warga tak lagi berkerumun mencari peruntungan di sana. Di tengah terik matahari, puluhan orang berlomba mengayunkan sekop mereka di sebuah tanah kosong di Jalan Bangau Raya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Mereka bersemangat menggali di tanah seluas 150×100 meter karena dikabarkan ada harta karun berupa batu mulia yang terpendam di dalamnya.

Seorang ‘penambang’ asal Kramat Jati, Jakarta Timur, Rianto, 35 tahun, mengatakan sudah menggali sedalam 50 sentimeter dan belum menemukan batu berharga. “Kata teman saya, banyak batu giok mahal di sini,” ujarnya, Kamis 24 April 2014. “Satu batu giok kalau dijual harganya bisa sampai ratusan ribu rupiah.” Setelah menggali selama sekitar empat jam, Rianto menyerah. “Sudah habis mungkin ya, saya telat sih datangnya,” ujarnya sambil membereskan peralatannya.

Adapun seorang penambang asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, Muhdi, 41 tahun, meyakini di dalam tanah itu masih tersembunyi harta karun. “Katanya dahulu disini ada rumah orang Cina kaya yang punya banyak koleksi guci dan batu giok,” ujarnya. Menurutnya, batu-batu berharga itu didatangkan langsung dari Wonogiri, yang terkenal menghasilkan batu hias bernilai tinggi. “Jadi batunya disebar di taman. Saat rumahnya dijual, batunya dikubur di sini,” ujarnya. Namun sama seperti Rianto, hari gelap, Muhdi belum mendapatkan hasil apapun.

Seorang warga sekitar, Rahmad, 32 tahun, mengatakan tak percaya jika ada batu mulia terkubur di tanah kosong itu. “Saya cuma nonton saja,” katanya. Sejumlah penggali, kata dia, ada yang pulang membawa beberapa batu warna hitam kasar dan putih marmer seukuran kuku jari kaki. “Tampaknya seperti batu biasa saja,” ujarnya.

Pemandangan unik terjadi di Jalan Bangau Raya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Puluhan warga datang berbondong-bondong ke sebuah tanah kosong untuk memburu ‘harta karun’ yang disebut-sebut berbentuk batu mulia berwarna-warni bernilai jutaan rupiah.

Seorang tokoh masyarakat sekitar, Dahlan, 52 tahun, mengatakan di lahan itu pernah bediri rumah mewah yang dibangun sekitar tahun 1995. Namun rumah itu hanya bertahan selama tiga tahun. “Setelah itu digusur karena ada proyek,” ujar Dahlan, Kamis 24 April 2014. Namun hingga kini, menurut Dahlan, tak ada proyek apapun yang dikerjakan di lahan tersebut. Dahlan mengatakan, kabar adanya batu mulia di dalam tanah itu bermula pada Jumat, 18 April 2014, pekan lalu. Saat itu, seorang tukang gali kabel mengaku menemukan batu berwarna hitam kasar dan batu putih marmer. “Batu itu katanya bernilai tinggi,” ujar Dahlan.

Sejak saat itu, tanah kosong seluas 150×100 meter di Jalan Bangau Raya tadi ramai orang. Mereka ingin mengetahui apakah benar ada batu mulia yang tertimbun di sana. Dahlan yang sudah tinggal puluhan tahun di daerah itu mengatakan memang banyak bebatuan berwarna hitam di sana. “Tapi itu batu taman biasa,” ujarnya.

Adapun seorang penambang yang datang dari Jagakarsa, Jakarta Selatan, Muhdi, 41 tahun, meyakini di situ masih tersembunyi harta karun. “Katanya di sini dulu ada rumah orang Cina kaya yang punya banyak koleksi guci dan batu giok,” ujar Muhdi. Menurut dia, batu-batu berharga itu didatangkan langsung dari Wonogiri, yang terkenal menghasilkan batu hias bernilai tinggi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s