Lezatnya Ikan Sembilang di Kedai Mak Munah Batam


Jika Anda berkunjung ke pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura ini, sepertinya Anda harus mampir ke salah satu kedai makan tradisional yang terletak di wilayah Tanjung Riau, Sekupang, Batam. Di sini Anda akan menemukan 100 persen masakan Melayu.

Kedai makan yang tidak mempunyai nama ini terkenal dengan Kedai Mak Munah yang sering dipanggil Mak Sembilang. “Saya sehari-hari masak ikan sembilang. Itulah alasan orang jauh panggil saya Mak Sembilang,” kata perempuan yang memiliki nama asli Maimunah ini.

Sembilang merupakan salah satu jenis ikan laut yang berbentuk seperti lele. Hanya saja bentuknya lebih besar. Seperti lele, ikan sembilang juga memiliki patil yang menyengat dan berkulit hitam dan licin.

Mak Munah bercerita awalnya ia dan keluarga tinggal di Pulau Jeri dan hijrah ke Batam pada tahun 1996 agar anak-anaknya bisa melanjutkan sekolah karena di Pulau Jeri tidak ada SMP. “Kami kemudian tinggal di rumah papan di Tanjung Riau Sekupang dan membuka warung kopi yang juga menyediakan mi instan. Saat itu nelayan dari Malaysia dan Singapura masih biasa masuk ke sini,” kata perempuan keturunan Tionghoa tersebut.

Hingga suatu saat ia diminta memasakkan makanan melayu oleh salah satu nelayan dari Singapura dengan menu gulai ikan sembilang “Akhirnya jadi langganan. Setiap kali datang ia selalu meminta gulai sembilang bahkan sering membawa rombongan juga untuk makan disini,” jelasnya.

Sejak saat itulah kelezatan gulai sembilang Mak Munah tersebar dari mulut ke mulut dan banyak tamu yang datang untuk menikmati gulai sembilang atau yang disebut asam pedas ikan sembilang. “Sejak saat itulah saya tak lagi jual mi instan dan jual masakan melayu dan menu andalannya ya asam pedas ikan sembilang,” katanya.

Perempuan berusia 63 tahun ini menjelaskan ikan sembilang cocok untuk dimasak asam pedas karena tekstur dagingnya yang lembut dan sedikit duri membuat ikan berpatil ini nikmat untuk disantap. Ia mengaku tidak ada bumbu rahasia untuk asam pedasnya. “Yang terpenting ikannya harus segar. Kalau bumbunya sama lah dengan orang lain,” katanya sambil tersenyum.

Langganan Pejabat sampai Artis

Mak Munah bercerita tidak sulit mencari Ikan Semilang karena ia telah memiliki langganan nelayan yang angsung dari Pulau Kasu. “Tidak pernah kekurangan, hanya saja tambah hari harga ikan sembilang semakin mahal. Sehari minimal habis 5 kilo. Tapi dulu saat Kantor Provinsi Kepulauan Riau masih di Batam bisa berlipat-lipat yang datang kesini,” jelasnya.

Ia bahkan hafal menu kesukaan pejabat jika datang ke kedai makan miliknya. “Pak Sani (Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Sani) suka dengan asam pedas ikan sembilang. Sekarang sejak pindah ke Tanjung Pinang jarang ke sini. Sedangkan kalau Pak Ahmad Dahlan (Wali Kota Batam) suka menu Sotong Masak Hitam. Saya sering dapat pesanan buat acara Pak Wali,” katanya sambil memperlihatkan foto-fotonya bersama dengan beberapa pejabat dan juga artis ibu kota.

“Kalau yang lain tak hafal saya. Terlalu banyak yang datang,” sambungnya dengan logat melayu yang kental.

Mak Munah melanjutkan, selain menu andalan asam pedas ikan sembilan dan sotong masak hitam, kedai sederhananya juga menyediakan masakan melayu lainnya seperti ikan lebam goreng, kangkung belacan dan juga sambal belacan.

“Biasanya orang-orang ke sini waktu makan siang. Dari kantor pemko, dari perusahaan, tentara, polisi, atau keluarga. Semua datang ke sini. Semua meja penuh, sampai di teras depan kita kasih kursi juga,” kata perempuan yang menjadikan kedainya sebagai tempat tinggal.

“Sore sudah habis. Tutup kedainya,” tambahnya.

Sementara itu Wenny, salah satu pengunjung warung Mak Munah mengaku sering datang ke kedai tersebut. “Kedainya memang sederhana. Suasananya juga nyaman seperti rumah sendiri. Apalagi di sini memang lingkungan pantai. Kalau ditanya rasa masakan disini? Mantap. Rasanya melayu sekali,” tuturnya.

Wenny sering mengajak keluarga dan kawannya yang datang ke Batam untuk singgah ke kedai Mak Munah. “Wajib ke sini agar bisa merasakan seafood ala orang Melayu Mak Sembilang,” katanya berseloroh.

Nah Anda tertarik menikmati kuah asam pedas ikan sembilang yang segar dengan warna merah menggoda? Atau lembutnya daging sotong dengan bumbu hitam yang nikmat? Atau sambal belacan yang pedas menyengat? Anda harus berkunjung ke Tanjung Riau, Sekupang, Batam. Tanya saja di mana kedai makan Mak Munah, maka masyarakat sekitar akan kompak menjawab, “Oh… Kedai Mak Sembilang.” Maka Anda akan mendapatkan petunjuk yang tepat menikmati asam pedas ikan sembilang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s