Kisah Kepahlawanan TNI Di Belantara Irian Barat 52 Tahun Lalu


Semua bermula dari pidato Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961 di alun-alun Yogyakarta. Soekarno menyerukan Komando Rakyat untuk membebaskan Irian Barat, yang sekarang menjadi Papua dan Papua Barat. Inilah awal dari peristiwa 52 tahun lalu, yang pada hari ini kita sebut sebagai Tri Komando Rakyat alias Trikora. Wujud pelaksanaan perintah Presiden yang juga adalah Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia, nama untuk Tentara Nasional Indonesia pada saat itu, adalah operasi pembebasan Irian Barat. Pelaksanaannya berupa infiltrasi dari udara.

Lebih dari 500 prajurit Pasukan Gerak Tjepat (PGT), cikal bakal Korps Pasukan Khas Angkatan Udara (Korpaskhas TNI AU), diterjunkan ke hutan belantara Irian Barat sejak April hingga Agustus 1962. Mereka diangkut secara bertahap menggunakan pesawat C-47 Dakota dan C-130B Hercules. Pasukan pertama PGT diterjunkan melalui Fakfak dan Kaimana pada 26 April 1962. Kisah para pejuang yang dimulai tepat 52 tahun silam ini dikemas oleh Majalah Angkasa bekerja sama dengan Paguyuban Baret Jingga, menjadi sebuah buku bertajuk “52 Tahun Infiltrasi Pasukan Gerak Tjepat (PGT) di Irian Barat”.

Eksklusif
Wartawan Majalah Angkasa, Beny Adrian, menghidupkan lagi kisah infiltrasi tersebut dari wawancara eksklusif dengan para veteran Trikora. Di dalamnya, Beny menuturkan kisah para prajurit itu bertahan dari buruan penjajah di pedalaman belantara Irian Barat. Beny yang juga adalah Redaktur Pelaksana Majalah Angkasa ini mengungkapkan, tujuan penulisan dan penerbitan buku ini adalah agar sejarah para pahlawan Trikora terus hidup. “Saya berharap kisah operasi para pahlawan ini bisa dikenang terus dan jangan sampai hilang,” kata Beny dalam peluncuran buku ini, Jumat (25/4/2014) malam.

Peluncuran buku digelar di Gedung Griya Ardhya Garini, di kompleks TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur. “Dalam buku ini, ada remah-remah cerita mereka, betapa sulit dan bagaimana mereka bertahan di bumi Irian Barat,” imbuh Beny. Dia menyatakan, buku ini juga bagus untuk para sejarawan maupun penggemar dunia militer yang antusias.

Deputi GM Publising II Special Interest Media Gramedia Pustaka Utama, Oktavianus Devy Situmorang, mengatakan buku tersebut bisa disebut langka karena ditulis berdasarkan kesaksian langsung para veteran. Buku ini, imbuh dia, memuat inspirasi berupa kisah para pahlawan. “(Apalagi) tidak banyak buku yang memaparkan pahlawan dari TNI Angkatan Udara,” kata Devy, dalam sambutannya.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Ida Bagus Putu Dunia mengatakan, terbitnya buku tersebut tidak hanya membanggakan TNI AU tetapi juga mengingatkan perjuangan para pahlawan. Semangat heroisme dan nasionalisme saat itu, ujar Dunia, akan sangat baik untuk dipahami masyarakat. “Tentu sangat bagus dalam upaya membangun karakter bangsa sehingga semangat menjaga negeri ini tidak akan hilang ditelan zaman,” ujar Dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s