Aturan Mabuk Miras Di Pesawat Belum Ada Undang Undangnya


Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti Singayudha Gumay mengatakan tidak ada aturan yang seragam mengenai penghidangan minuman beralkohol di dalam pesawat. Bahkan, kata Herry, maskapai penerbangan tidak memiliki kewajiban untuk melaporkan penyediaan minuman beralkohol kepada regulator penerbangan di mana pun. “Asalkan konteksnya dibatasi, hanya dalam pelayanan makanan dan minuman,” katanya kepada Tempo, Sabtu, 26 April 2014.

Menurut Herry, setiap maskapai yang menyediakan minuman beralkohol hanya dikenai tanggung jawab untuk menjaga penumpang dan keselamatan penerbangan. Dengan demikian, setiap maskapai harus membatasi penyediaan minuman tersebut agar tidak memabukkan. Maskapai bisa terkena sanksi jika terjadi insiden yang membahayakan penerbangan akibat penyediaan minuman beralkohol di pesawat.

Pada Jumat, 25 April 2014, terjadi insiden di dalam pesawat Boeing 737-800 milik Virgin Australia bernomor VOZ41 yang diduga melibatkan penumpang mabuk. Penumpang pesawat rute Brisbane-Denpasar bernama Matt Christopher itu dikabarkan mabuk dan menggedor-gedor pintu kokpit pesawat.

Pilot pun menyangka terjadi pembajakan dan mengirimkan sinyal 7500 (sinyal pembajakan) ke menara pengawas lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC). Christoper kemudian dilumpuhkan dan pesawat Boeing 737-800 yang mengangkut 137 penumpang dan enam kru ini mendarat di Bandara Ngurah Rai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s