Mucikari Dan PSK Gang Dolly Diberikan Bantuan 5 Juta dan 3 Juta


Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Jawa Timur Ratnadi Ismaoen mengatakan, Pemprov mendukung penuh dan siap membantu rencana penutupan lokalisasi pelacuran Dolly yang akan dilakukan Pemkot Surabaya. Salah satu bentuk bantuan yang akan diberikan Pemprov, kata Bibing—panggilan Ratnadi Ismaoen, adalah bantuan modal sebesar Rp 5 juta untuk setiap mucikari. Dengan jumlah mucikari di lokalisasi pelacuran Dolly sebanyak 311 orang, maka anggaran yang harus dikeluarkan Pemprov sebesar Rp 1,5 miliar. “Pemprov setuju memberikan bantuan sebagaimana yang diminta Wali Kota Tri Rismaharini,” ujar dia, Kamis (1/5/2014).

Namun, sebelum bantuan itu diberikan, pihaknya meminta Pemkot Surabaya melakukan verifikasi ulang terhadap data mucikari di kompleks pelacuran Dolly yang akan diberi bantuan modal usaha. Caranya, dengan mengumpulkan fotokopi KTP para mucikari tersebut. “Verifikasi itu harus dilakukan karena jumlah mucikari yang terdata dan dilaporkan terus membengkak. Jika tahun 2011 hanya dilaporkan 292 orang, sekarang jumlahnya jadi 311 orang,” kata Ratnadi.

Menurut Bibing, saat ini tim verifikasi mucikari sudah terbentuk. Mereka terdiri dari Biro Kesra Pemprov Jatim, Dinas Sosial Pemkot Surabaya, Bagian Kesra Pemkot, Camat Sawahan, dan Lurah Putat Jaya. Dia yakin proses verifikasi tidak semudah membalik telapak tangan. Pasti akan muncul sejumlah kendala, misalnya si mucikari tidak mau didata, tak mau datang saat pertemuan sosialisasi, atau sengaja memberikan data fiktif.

”Makanya, proses verifikasinya harus dilakukan dengan ekstra hati-hati dan saat ini kami masih menunggu hasil data verifikasi yang dilakukan Pemkot Surabaya,” sambungnya. Selain bantuan untuk mucikari, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial juga akan memberikan bantuan modal usaha kepada para pekerja seks komersial (PSK) sebesar Rp 3 juta per orang. Tak hanya itu, sejumlah bantuan lain juga diberikan, seperti uang transportasi dan jatah hidup.Gubernur Jawa Timur Soekarwo bisa dianggap sebagai salah satu pejabat yang pertama kali melontarkan rencana penutupan lokalisasi prostitusi Dolly di Surabaya.

Pada tahun 2010, Soekarwo telah melontarkan ide penutupan itu. Namun, kala itu Wali kota Surabaya Tri Rismaharini menolak ide itu karena menganggap persoalan ekonomi menjadi faktor utama prostitusi. Belakangan, Risma kemudian berubah pikiran dan menyetujui penutupan. Dalam sejumlah kesempatan Risma mengaku perubahan pikiran muncul setelah ia “blusukan” dan mendapati fakta, prostitusi bukan semata-mata faktor ekonomi.

Malah yang paling mengetuk hati Risma adalah banyak PSK yang justru menjadi korban eksploitasi pihak-pihak tertentu. Akhirnya, pada 2012 dan 2013, Risma menutup empat lokalisasi di Surabaya. Dolly dan Jarak pun menunggu giliran. Momentum tiba, 24 April 2014, Risma dan Soekarwo menggelar pertemuan. Mereka sepakat menutup Dolly dan Jarak pada 19 Juni 2014 mendatang.

Soekarwo seusai pertemuan itu mengatakan, penutupan kompleks pelacuran itu harus dilakukan bukan hanya untuk mengurangi kemaksiatan. Ada fakta yang menunjukkan, pekerja seks komersial di Dolly terjerat utang. “Mereka tenggelam dalam utang kepada para mucikarinya. Makanya harus diajak bicara,” tandas Soekarwo. Gubernur sangat memahami jika rencana penutupan itu membuat gelisah. “Tapi selama ada solusi yang baik, jangan sampai menghalangi upaya penutupan,” kata Soekarwo lagi.

Dia juga mengatakan bahwa penutupan lokalisasi pelacuran tidak hanya berjalan di Surabaya, tetapi juga dilakukan serentak di Jatim, seperti di Tulungagung, Tuban, Banyuwangi, dan Blitar. Di sana semua berjalan lancar dan tidak pernah ada permasalahan. “Bahkan di Blitar, mucikari pemilik wisma malah mewakafkan tanah miliknya kepada warga sekitar,” imbuh Soekarwo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s