Andri Sobari Alias Emon … Paedofilia Asal Sukabumi Yang Sodomi 47 Anak Anak


Nama Andri Sobari alias Emon (24) mendadak tenar karena kasus pencabulan anak di bawah umur (paedofil). Dia diduga mencabuli 47 bocah di Sukabumi, Jawa Barat. Ulah Emon terbongkar setelah orang tua salah satu korban melapor polisi. Bocah pria berusia 11 tahun mengaku dicabuli Emon di lokasi Pemandian Liosanta Citamiang, Kota Sukabumi, Minggu 27 April lalu. Polisi menangkap Emon pada Kamis 1 Mei lalu.

Berdasarkan pengakuannya ke polisi, dia telah melakukan aksi bejatnya sejak 2013 lalu. Bocah-bocah yang disodomi rata-rata berusia 6-13 tahun. Mayoritas korban bermukim di lingkungan sekitar tempat tinggal Emon. Emon pun menjanjikan uang Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu kepada korban sebagai syarat agar mau dicabuli.

Polresta Sukabumi menyatakan sudah memeriksa 13 korban pencabulan Andri Sobari alias Emon (24) dari 47 anak yang melapor. Berdasarkan hasil visum, 3 korban mengalami luka di bagian anus. “13 korban sudah diperiksa dari 47 anak,” kata Kapolresta Sukabumi AKBP Hari Santosa saat dihubungi via telepon, Sabtu (3/5/2014). Lalu lantas apa yang membuat Emon mencabuli bocah-bocah? Dalam pemeriksaan, Emon mengaku pernah disodomi saat SMP.

“Info dari pemeriksaan, (pelaku) pernah juga disodomi waktu SMP, itu pengakuan pelaku,” kata Hari. Andri Sobari alias Emon (24), predator seks pencabulan di Sukabumi, Jawa Barat, diancam pasal Undang-undang Perlindungan Anak. Emon terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. “Kita kenakan dari Undang-undang Perlindungan Anak Pasal 82. Kita juncto-kan juga pasal 292 KUHP dan 64 KUHP. Kalau UU Perlindungan Anak 15 tahun, KUHP 5 tahun,” kata Kapolresta Sukabumi AKBP Hari Santoso di kantornya, Jl Perintis Kemerdekaan, Sukabumi, Sabtu (3/5/2014).

Emon sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak hari Jumat (2/5) dan ditahan di Mapolresta Sukabumi. Hari juga menyebutkan, Emon mengaku pernah dicabuli semasa SMP. Hal itu diketahui saat pemeriksaan oleh Polresta Sukabumi. “Tapi kita nggak bisa percaya begitu saja, masih terus kita dalami pengakuan pelaku. Hari ini akan ada pemeriksaan psikologi pelaku dari pihak Pemda,” ucap Hari. Kasus tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sukabumi. Para bocah berusia 6 hingga 13 tahun yang menjadi korban ini mayoritas bermukim di lingkungan sekitar tempat tinggal Emon.

Kapolresta Sukabumi AKBP Hari Santoso mengatakan, korban pencabulan Andri Sobari alias Emon (24) di Sukabumi bertambah menjadi 51 anak. Para korban yang merupakan bocah laki-laki itu berusia sekitar 6-13 tahun. “Terakhir 47 korban, tadi menurut informasi dari Kasat Reskrim ada 51 anak,” kata Hari di Mapolresta Sukabumi, Jl Perintis Kemerdekaan, Sukabumi, Sabtu (3/5/2014). “Dan yang sudah kita periksa korban-korban baik secara medis maupun pemeriksaan kepolisian sudah 21 Kemudian untuk (pemeriksaan korban dengan) dokter sedang berjalan,” kata Hari.

Hari juga menyebutkan, dari hasil pemeriksaan belum ada indikasi pelaku melakukan penyiksaan kepada korban. Modul yang dilakukan Emon adalah dengan merayu korban dengan iming-iming uang. “Penyiksaan sementara belum. Cuma bujuk rayu,” tandasnya. Andri Sobari alias Emon (24), pelaku pencabulan puluhan bocah di Sukabumi, Jawa Barat, mengaku pernah dicabuli semasa SMP. Hal itu diketahui saat pemeriksaan oleh Polresta Sukabumi.

“Info dari pemeriksaan, (pelaku) pernah juga disodomi waktu SMP, itu pengakuan pelaku,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Hari Santoso saat berbincang Sabtu (3/5/2014). Namun, Hari menyebutkan pihaknya masih akan mendalami pengakuan pelaku. Hari ini polisi akan memeriksa kondisi psikologi pelaku dengan pendampingan dari Pemda Sukabumi.

“Tapi kita nggak bisa percaya begitu saja, masih terus kita dalami pengakuan pelaku. Hari ini akan ada pemeriksaan psikologi pelaku dari pihak Pemda,” ucap Hari. Selain itu Hari menyebutkan, dari pemeriksaan dokter diketahui 3 korban mengalami luka di bagian anus hingga mengalami pendarahan. Pemeriksaan dilakukan di RSUD R. Syamsudin.

Entah apa yang merasuki pikiran Andri Sobari alias Emon (24) hingga tega mencabuli puluhan bocah laki-laki di bawah umur. Bahkan ada salah satu korban yang mengaku dicabuli sebanyak 7 kali. “Dari hasil pemeriksaan 3 korban yang anusnya rusak. Ada juga yang 1 informasinya sudah 7 kali,” kata Kapolresta Sukabumi AKBP Hari Santoso di kantornya, Jl Perintis Kemerdekaan, Sukabumi, Sabtu (3/5/2014). Para korban Emon merupakan bocah laki-laki berusia sekitar 6-13 tahun. Informasi terakhir, sudah ada 51 anak yang melapor ke Mapolresta Sukabumi.

“Tadi menurut informasi dari Kasat Reskrim ada 51 anak. Dan yang sudah kita periksa korban-korban baik secara medis maupun pemeriksaan kepolisian sudah 21 Kemudian untuk (pemeriksaan korban dengan) dokter sedang berjalan,” tutur Hari. Berdasarkan pemeriksaan oleh penyidik, Emon menjanjikan uang Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu kepada korban dengan syarat mau dicabuli. Pemuda tersebut menepati janji jika hasrat seks menyimpangnya tersalurkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s