Taman Bungkul Yang Dibangun Selama 10 Tahun Rusak Sehari Oleh Acara Wall’s Ice Cream Day Unilever Indonesia


Siapa yang tidak mengenal Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya yang mencintai tanaman. Dia sangat terlihat sedih usai melihat tanaman-tanaman yang rusak akibat acara ‘Wall’s Ice Cream Day’ oleh PT Unilever Indonesia di Taman Bungkul. Dengan raut sedih, serta mata berkaca-kaca, Risma turun tangan membersihkan tanaman-tanaman di jalur hijau dan Taman Bungkul yang mati akibat diinjak-injak massa yang datang di acara bagi-bagi es krim Wall’s gratis.

“Ambilkan sapu, saya mau bersihkan tanamanku,” kata Risma kepada ajudan dengan dengan nada pelan, Minggu (11/5/2014) siang. Sambil memegang sapu lidi, Risma tidak segan-segan mengambil sampah yang berserakan diantara tanaman yang mati. Selama melakukan pembersihan tanaman yang mati, Risma tampak sedih dan mata-matanya terlihat berkaca kaca melihat kondisi taman yang rusak. “Ya Allah kok bisa begini, hancur semua. Astaghfirullah,” ujar Risma sambil mengelus dada.

Dengan wajah sedih bercampur emosi, Risma terus menyusuri taman yang ada di median tengah jalan. “Ya Allah kok tenan. Ini saya tanam puluhan tahun sejak saya kepala DKP dirusak kayak gini,” ujar Risma sambil terus berkoordinasi dengan Handie Talkie (HT) yang terus dipegangnya. Acara bagi-bagi es krim Wall’s gratis di Taman Bungkul yang dilakukan PT Unilever Indonesia membuat murka Wali Kota Risma Murka. Pasalnya, pembagian es krim yang dilakukan di Jalan Raya Darmo itu merusak Taman Bungkul dan jalur hijau pembatas jalan.

Acara bagi-bagi es krim Wall’s gratis yang dilakukan PT Unilever Indonesia membuat murka Wali Kota Risma Murka. Pasalnya, pembagian es krim yang dilakukan di Jalan Raya Darmo itu merusak Taman Bungkul dan jalur hijau pembatas jalan. “Sudah 10 tahun kami bikin itu. Itu semua uang rakyat. Kamu pikir gampang, lihat itu,” kata Risma di depan panitia ‘Wall’s Ice Cream Day’ dengan nada marah, Minggu (11/5/2014).

Tidak terima dengan kondisi taman yang rusak, Risma meminta kepada Kepala Dinas Kebersihan dan pertamanan (DKP) untuk melaporkan perusakan taman ini ke polisi. “Proses pidana pakai UU lingkungan. Pak Chalid (kepala DKP) lapor ke polsek,” ujar Risma. Kemarahan Risma ini bisa dibilang wajar, sebab Taman Bungkul yang berada di tengah Kota Surabaya ini merupakan salah satu tama kebanggan warga Kota Surabaya yang mendapatkan penghargaan internasional.

“Tolong komunikasi bidang hukum. Kita tuntut 2 pidana dan perdata. Tolong dua tuntutan. Astaghfirullah. rusak semua,” ujar Risma sambil mengelus dada, saat melihat tanama-tanaman yang rusak. Perlu diketahui, PT Unilever Indonesia membagi-bagikan es krim Wall’s gratis di Taman Bungkul. Acara ini menyedot animo ribuan warga Kota Surabaya. Selain membuat taman rusak, acara ini juga membuat kemacetan lalu lintas.

Rusaknya sebagian tanaman di Taman Bungkul dan jalur hijau akibat acara pembagian es krim Wall’s gratis membuat Wali Kota Risma murka. Wali Kota Surabaya ini tidak segan-segan untuk membawa panitia acara ke meja hijau. “Tolong komunikasi bidang hukum. Kita tuntut 2 pidana dan perdata. Tolong dua tuntutan. Astaghfirullah. rusak semua,” ujar Risma sambil mengelus dada, di Taman Bungkul, Minggu (11/5/2014). PT Unilever Indonesia membagi-bagikan es krim Wall’s gratis di Taman Bungkul. Acara ‘Wall’s Ice Cream Day’ ini menyedot animo ribuan warga Kota Surabaya, hingga membuat taman rusak. Acara ini juga membuat kemacetan lalu lintas.

Tidak terima dengan kondisi taman yang rusak, Risma pun meminta kepada Kepala Dinas Kebersihan dan pertamanan (DKP) untuk melaporkan perusakan taman ini ke polisi. “Proses pidana pakai UU lingkungan. Pak Chalid (kepala DKP) lapor ke polsek,” ujar Risma. Acara bagi-bagi es krim Wall’s gratis di Taman Bungkul yang dilakukan PT Unilever Indonesia membuat murka Wali Kota Risma Murka. Pasalnya, pembagian es krim yang dilakukan di Jalan Raya Darmo itu merusak Taman Bungkul dan jalur hijau pembatas jalan.

Jalur hijau dan tanaman di Taman Bungkul rusak parah setelah acara bagi-bagi es krim. Wali Kota Risma marah besar. Ia berencana melaporkan kerusakan itu ke polisi. Minggu (11/5/2014), Risma mendatangi Taman Bungkul yang terletak di Jalan Raya Darmo. Ia geleng-geleng kepala. Raut mukanya cemberut. “Astaghfirullah. Rusak semua,” ujar Risma sambil mengelus dada. Di hadapan Risma, tanaman-tanaman hijau pembatas jalan ludes karena terinjak-injak warga yang berebut es krim gratis. Bahkan ada papan peringatan yang roboh. Acara bagi-bagi es krim yang diinisiasi PT Unilever Indonesia itu memang menyedot animo ribuan warga Kota Surabaya. Selain membuat taman rusak, acara ini juga membuat kemacetan lalu lintas.

“Sudah 10 tahun kami bikin itu. Itu semua uang rakyat,” kata Risma kesal. Taman Bungkul berada di jantung kota dan menjadi salah satu ikon Surabaya. Taman ini pernah meraih penghargaan internasional. Risma berencana menuntut panitia acara secara pidana dan perdata. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sangat menyayangkan acara bagi-bagi es krim gratis yang menyedot animo ribuan warga. Sebab, pembagian es krim Wall’s gratis di Taman Bungkul hingga mengakibatkan banyak tanaman mati dan rusak, tidak mempunyai izin.

Tidak adanya izin ini diketahui Risma usai melakukan konfirmasi ke dinas terkait. “Dishub nuduh LH keluarkan izin. DKP juga tidak ketika saya konfimasi, ya ilegal ini karena tidak ada izin,” ujar Risma pada wartawan, Minggu (11/5/2014). Ia mengungkapkan, awalnya panitia ingin mengadakan kegiatan di dalam Taman Bungkul, namun pihaknya menolak. “Mereka mintanya Bungkul tidak mau. Coba di Bungkul tambah hancur semua,” imbuh Risma dengan nada emosi.

Hancurnya taman dan tanaman yang mati, kata Risma dikarenakan penyelenggara tidak mempunyai izin sehingga tidak ada koordinasi. “Wong acara Tahun Baru kita gunakan disini tidak ada yang rusak, karena ada koordinasi. Sekarang kayak gini, Ya Allah kok iso koyok ngene,” keluh peraih penghargaan walikota terbaik dunia bulan Februari 2014 ini.

Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Chalid Buchari mengakui, jika panitia pembagian es krim sudah menyampaikan izin penyelenggaraan, namun belum diberikan izin. “Suratnya memang sudah masuk ke kami, tapi belum kami berikan izin karena harus ada rekomendasi dari bu Wali,” ujarnya singkat. Acara bagi-bagi es krim Walls gratis yang dilakukan PT Unilever Indonesia di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, membuat kemacetan parah di beberapa ruas jalan. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku telah menegur panitianya dan menegaskan tak akan lagi mengizinkan kegiatan massal di Balai Kota Bandung.

“Sudah ditegur panitianya. selanjutnya gak boleh ada acara massal lg di balaikota,” tweet Ridwan Kamil melalui akun twitter pribadinya, Minggu (11/5/2014). Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, memang mendapat banyak keluhan soal kemacetan di Kota Bandung hari ini, seperti yang disampaikan ‏@BennyKeef: “Wallsindonesia bikin acara di balkot, sa bandung macet,” tulisnya.

Pembagian es krim gratis di Balai Kota ini membuat sejumlah jalan macet, sebab banyak kendaraan pribadi yang parkir di badan jalan. Kemacetan terpantau di jalan sekitar Balkot, Jalan Viaduct, Merdeka, Wastukencana, Jalan Aceh, Ir Juanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s