Daftar Kekayaan Sutan Bhatoegana Yang Jadi Tersangka KPK


Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Demokrat, Sutan Bhatoegana, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Lantas, seberapa besar kekayaan anggota parlemen yang gagal duduk lagi di kursi parlemen periode 2014-2019 itu?

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dikumpulkan Komisi Pemberantasan Korupsi, Sutan diketahui melaporkan kekayaan senilai Rp 2,48 miliar pada 30 November 2009. Nilai total harta kekayaan Sutan itu naik sekitar 23 persen atau Rp 470 juta dari laporan pertama Sutan ke KPK pada 29 Desember 2003.

Sutan tercatat memiliki sejumlah tanah dan bangunan di Jakarta Selatan, Bogor, dan Yogyakarta. Ia mengaku menjual sejumlah aset sehingga nilainya menyusut dari Rp 1,65 miliar di 2003 menjadi Rp 1,12 miliar pada 2009.

Lazimnya, harga tanah dan bangunan terus naik tiap tahun. Namun, Sutan mengaku tanah dan bangunan seluas 149 m2 dan 48 m2 di Kota Bogor miliknya malah jatuh nilainya. Dari Rp 250 juta di 2003 turun ke Rp 170,08 juta pada 2009.

Perubahan signifikan terlihat pada kepemilikan mobil. Tahun 2003, Sutan cuma punya Mercedes Benz bikinan 1994 dan Mitsubishi Kuda tahun 2000. Nilai jual kedua mobil itu hanya Rp 225 juta. Enam tahun kemudian, Sutan mencatatkan dua mobil tua itu dijual. Adapun tiga mobil baru dimilikinya, yakni Toyota Alphard, Mitsubishi Grandis, dan Toyota Kijang yang bernilai total Rp 870 juta. Pada 2003, Sutan hanya memiliki giro dan uang kas sebesar Rp 50 juta. Sedangkan tahun 2009, ia mengaku nilainya melesat jadi Rp 145,03 juta dan US$ 15 ribu.

Sutan dijerat dengan Pasal 12 a atau b, atau Pasal 11, atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu Kitab UU Hukum Pidana. “SB (Sutan Bhatoegana) diduga menerima hadiah atau janji terkait jabatan dan fungsinya sebagai anggota DPR,” kata Johan.

Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan Sutan Bhatoegana, Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pembahasan anggaran pendapatan dan belanja negara-perubahan pada tahun anggaran 2013 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sutan menjadi tersangka setelah penyidik KPK mengembangkan kasus dugaan korupsi di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Dalam kasus ini, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sudah memvonis bekas Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini dengan hukuman 7 tahun penjara. “Telah ditemukan sedikitnya dua bukti permulaan yang cukup dan disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh tersangka SB,” kata juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, di gedung kantornya, Rabu, 14 Mei 2014.

Sutan dijerat dengan Pasal 12 a atau b, atau Pasal 11, atau Pasal 12 B, Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu Kitab UU Hukum Pidana. “SB (Sutan Bhatoegana) diduga menerima hadiah atau janji terkait jabatan dan fungsinya sebagai anggota DPR,” kata Johan. Komisi Pemilihan Umum hari ini, Rabu, 14 Mei 2014, melansir hasil perhitungan kursi partai peserta pemilu legislatif 2014. Dari perhitungan ini, Komisi juga memastikan nama-nama calon legislator yang melenggang menuju gedung DPR Senayan.

Salah satu anggota DPR yang kembali mencalonkan diri dan dipastikan tidak lolos sebagai anggota Dewan periode 2014-2009 adalah Sutan Bhatoegana, calon legislator Partai Demokrat daerah pemilihan Sumatera Utara 1. Dari dapil itu, ada sepuluh caleg yang lolos menuju ke Senayan. Partai Demokrat hanya mendapat satu kursi, yang diisi oleh Ruhut Poltak Sitompul.

Bukan hanya tak lolos ke Senayan, hari ini kabar buruk bagi Sutan juga datang dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, yang resmi menetapkan Sutan Bhatoegana, Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pembahasan anggaran pendapatan dan belanja negara-perubahan tahun anggaran 2013 di Kementerian Energi. Kasus ini merupakan pengembangan kasus suap mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini.

Sebelumnya, sejumlah saksi di persidangan Rudi mengungkapkan Sutan menerima dana US$ 200 ribu dari Widodo Ratanachaitong, pemilik PT Kernel Oil Private Limited Indonesia, yang dititipkan ke Rudi. Duit itu diserahkan Rudi melalui pelatih golfnya, Deviardi, kemudian diserahkan ke Sutan melalui anggota Komisi Energi yang juga politikus Demokrat, Tri Yulianto.

KPK menduga duit itu diberikan terkait dengan pembahasan anggaran pendapatan dan belanja negara-perubahan tahun anggaran 2013 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Ketika diperiksa KPK dan menjadi saksi di persidangan Rudi, keduanya membantah menerima duit yang merupakan tunjangan hari raya itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s