Kasus Pengeroyokan Siswa SD Hingga Tewas Berakhir Damai


Kasus pengeroyokan siswa Sekolah Dasar, Muhammad Syukur hingga tewas pada 31 Maret 2014 berakhir dengan perdamaian. Keluarga korban maupun keluarga dari ketiga pelaku sepakat menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan pada Rabu, 14 Mei 2014.

“Kami tidak keberatan, Kami tidak akan menuntut dan akan mencabut laporan,” kata Nurdaniyah ibu Syukur, didampingi suaminya Sabran, saat kedua belah pihak dipertemukan dalam gelar perkara di Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan.

Permohonan maaf dari keluarga ketiga tersangka di pertemuan yang penuh haru itu diterima baik oleh kedua orang tua Syukur. “Saya mohon maaf dan saya harap masalah ini tidak lagi berlarut-larut. Kami tulus minta maaf. Kami tidak pernah mengharap masalah seperti ini,” ujar Haryani, ibu dari satu dari tiga tersangka.

Pelaksana tugas Kepala Sub Unit PPA Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, Inspektur Satu Afriyanti Firman menjelaskan, dalam pengusutan kasus itu, pihaknya menerapkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak.

Kepolisian pun turut melibatkan beberapa pihak dalam menyelesaikan kasus ini.”Kami terus berkoordinasi dengan pihak Pemerintah provinsi, Pemerintah kota dan instansi terkait,” ujarnya.

Afriyanti menjelaskan, kasus berakhir dengan putusan diversi, diselesaikan tanpa melalui jalur persidangan. Ini adalah kasus pertama yang diselesaikan dengan jalur seperti ini, kendati penerapan undang-undang ini baru resmi diberlakukan 1 Agustus mendatang. “Ini adalah putusan diversi. Kita mencoba memakai jalur restorativ justice,” ucap dia.

Gelar ini, kata dia, adalah bentuk mediasi yang dilakukan untuk kedua belah pihak. Pemprov, Pemkot, Dinas Sosial dan Lembaga Perlindungan Anak turut dihadirkan dalam gelar perkara itu.

Kepala Bidang Advokasi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Indrawati Baso Rahim mengatakan pihaknya bakal terus melakukan pendampingan kepada kedua pihak. Terutama bagi ketiga tersangka pengeroyok hingga tewas siswa sekolah dasar itu.

“Kita wajib mendampingi ketiga anak ini. Ini harus dilakukan untuk menjaga psikologis anak. Kami akan fasilitasi,” ujar dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s