Terlalu Sering Bela Anak Yang Berkelahi Sambil Bawa Senjata Tajam … Satu Keluarga Di Kendari Di Amuk Massa


Sebanyak 48 anggota keluarga nelayan yang tinggal di Lorong Anoa, Kelurahan Mata, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, masih mengungsi di rumah keluarganya di Kelurahan Lapulu, Kendari. Keluarga besar yang terdiri dari 14 anak-anak, 12 wanita dan 18 pria dewasa ini belum pulang ke rumahnya setelah dievakuasi dari lokasi kejadian oleh polisi, Senin dinihari lalu, karena nyaris menjadi sasaran amukan warga setempat.

“Malam kejadiannya mereka minta pengawalan evakuasi ke mapolres Kendari, karena ada sekitar 500 warga di Kelurahan Mata melempari rumah hingga melukai beberapa orang. Memang ada juga ledakan bom ikan di halaman rumah mereka, tapi berhasil diredam setelah puluhan polisi mengamankan lokasi kejadian hingga subuh hari,” kata Kapolres Kendari, AKBP Anjar Wicaksana, Sabtu (17/5/2014).

Saat ini, polisi juga masih berjaga di rumah keluarga tempat keluarga besar Jamaluddin mengungsi. Ke-48 orang tersebut berasal dari Sulawesi Selatan, tetapi mereka sudah mendiami wilayah tersebut sejak tujuh tahun lalu.

“Ini berawal dari perkelahian antara anak-anak mereka saat pesta perkawinan tanggal 11 Mei, namun karena orangtua ikut campur sehingga terjadi konflik yang lebih besar. Sebenarnya polisi sudah mendamaikan kedua belah pihak, tanggal 12 Mei malam ratusan warga Mata berkumpul dan mendatangi rumah Jamaluddin,” katanya.

Berdasarkan keterangan warga Mata, Anjar menuturkan, warga jengkel dengan ulah Jamaluddin yang sering membawa senjata tajam dan menantang berkelahi jika ada anggota keluarganya yang berkelahi atau berselisih paham dengan warga setempat. “Informasi warga Mata begitu, jadi mereka merasa jengkel dan tidak ingin lagi ada kasus seperti itu,” tambahnya. Sementara itu, Jamaluddin menuturkan, pihaknya terpaksa mengungsi akibat penyerangan ratusan warga di rumahnya.

“Kami diserang warga Mata, sehingga kami minta bantuan kapolres. Kalau bukan polisi yang selamatkan, mungkin kami kami tidak akan sampai di polres ini. Motifnya anak-anak berkelahi dan dicampuri orang dewasa, tapi kami tidak tahu apa penyebabnya mereka langsung menyerang,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, lanjut Jamaluddin, ada empat orang terluka dan satu rumah rusak. “Kami terpaksa tinggalkan rumah dan belum berani pulang ke sana, karena belum ada jaminan kami bisa aman,” jelasnya. Wakil Walikota Kendari, Musaddar Mappasomba mengatakan, pihaknya telah membantu warga yang menjadi korban amukan massa di Keluraha Mata.

“Jadi kami turunkan personel dari dinas kesehatan untuk memeriksa mereka termasuk dari dinas sosial, kan di polres mereka hanya setengah hari saja. Alhamdullilah semua pihak cepat antisipasi sehingga tidak terjadi konflik lebih lanjut, sementara mereka tinggal dengan keluarganya di Lapulu,” ungkapnya.

Pihaknya, lanjut Musaddar, menghargai sikap 48 warga dengan tidak membalas aksi yang dilakukan warga di Kelurahan Mata. Jika situasi sudah aman, kemungkinan mereka akan kembali ke rumahnya di Kelurahan Mata.

“Sebenarnya kejadian itu adalah riak sosial di masyarakat, akibat kesalahahpahaman. Untung cepat dicegah oleh polisi dan aparat di Kelurahan sehingga tidak terjadi konflik yang lebih luas, kami akan tetap memantau warga dan situasi di lokasi,” tandas Musaddar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s