Demi Cinta Sepasang Kekasih Di Bekasi Rekam Adegan Intim dan Disebarkan


Warga Bekasi, SHT (54) merekam adegan ranjang dengan kekasihnya, SN. Belakangan, SHT dipidana percobaan karena menyebar video itu. Apa alasan SHT merekam adegan mesum itu? “Hanya untuk koleksi dan kepuasan batin saja,” kata SHT seperti tertuang dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Bekasi yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (19/5/2014). Keduanya berkenalan pada Juli 2012 dan sebulan setelahnya mereka bertemu dan memadu kasih. SHT kepada majelis hakim mengaku telah bergumul dengan SN selama 9 kali. Tiga kali di antaranya SHT merekam adegan seronok itu menggunakan HP N95.

“Dikarenakan saya mendapatkan perasaan cinta lebih kepada SN dan SN juga mengetahui adegan itu direkam,” kata SHT. Awal mula SHT menyebar video dan foto mesum itu karena dirinya cemburu SN menjalin hubungan dengan lelaki lain. Lantas SHT pun menyebar video mesum itu supaya SN setia dengan dirinya. “Setelah melakukan hubungan intim, paling sedikit saya memberikan uang Rp 1 juta kepada SN,” kata SHT.

Atas tersebarnya video itu, Pengadilan Negeri (PN) Bekasi hanya menjatuhkan hukuman percobaan. SHT tidak perlu menjalani hukuman 6 bulan penjara asalkan selama 1 tahun ke depan tidak berbuat pidana sama sekali. Vonis ini jauh di bawah tuntutan jaksa yang menuntut 2 tahun penjara. Atas vonis ini, jaksa lalu mengajukan banding. Tetapi Pengadilan Tinggi (PT) Bandung bergeming.

“Menguatkan putusan PN Bekasi tertanggal 22 Januari 2014,” putus PT Bandung seperti dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (19/5/2014). Duduk sebagai majelis banding yaitu Djernih Sitanggang dengan anggota Sukarman Sitepu dan Hj Sanwari. Dalam putusan yang diketok pada 21 April 2014, ketiganya meyakini pertimbangan PN Bekasi telah tepat dan benar.

SHT (54) berkenalan dengan SN dan berlanjut ke ranjang. Demi kepuasan batin, SHT memvideokan persetubuhan itu. Belakangan video dan foto-foto mesum disebarkan SHT sehingga SHT harus berurusan dengan pengadilan. “SN datang ke rumah saya dengan tujuan ingin melakukan pengobatan alternatif dan ingin bertemu dengan ustad H,” kata SHT seperti tertuang dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Bekasi yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (19/5/2014).

Pertemuan itu terjadi kurun Juli 2012. Namun karena ustad H tidak ada di rumah tersebut, maka SHT yang menerima dan melayani SN. Kepada SHT, SN mengaku mengalami penyakit sinus dan meminta air doa yang sudah disiapkan. Ustad H sendiri merupakan ustad kenamaan baik dalam bidang agama maupun dalam bidang pengobatan alternatif.

Sebulan setelahnya, keduanya bertemu lagi di Metropolitan Mal Bekasi dan keduanya lalu jalan-jalan bersama. Setelah itu, keduanya berjanji bertemu di tempat yang sama dan keduanya sepakat ke Hotel Bunga Karang. Di hotel itu lalu keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri. Hal ini dilakukan berulangkali dan 3 di antaranya divideokan. Hubungan ini pun berlangsung hingga satu tahun lamanya.

Hal itu dibenarkan oleh SN. Dalam pertemuan pertama itu, keduanya bertukar nomor HP dan terjalinlah komunikasi di antara keduanya. Soal persetubuhan, SN mengaku memberikan izin hubungan intim itu direkam. “Dalam persetubuhan itu dengan persetujuan dan izin saya, SHT merekam dengan menggunakan HP,” ujar SN. Dari video itulah, SN dipaksa untuk terus mau melayani nafsu SHT. SN takut video itu tersebar dan menjadikan dirinya malu.

“Karena sering mendapatkan ancaman dan tekanan, saya tidak angkat telepon dan menjawab SMS SHT. Akibatnya foto dan vidoe kirimkan ke teman-teman SHT,” ujar SN. Namun siapa nyana, video itu pun disebarkan SHT. Atas tersebarnya video itu, Pengadilan Negeri (PN) Bekasi hanya menjatuhkan hukuman percobaan. SHT tidak perlu menjalani hukuman 6 bulan penjara asalkan selama 1 tahun ke depan tidak berbuat pidana sama sekali. Vonis ini jauh di bawah tuntutan jaksa yang menuntut 2 tahun penjara.

Atas vonis ini, jaksa lalu mengajukan banding. Tetapi Pengadilan Tinggi (PT) Bandung bergeming dan menguatkan putusan PN Bekasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s